AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA
BENGKEL ADI JURNAL JULI 2000
C. Pengertian Ledger
Transaksi-transaksi yang terjadi dalam kegiatan perusahaan dalam suatu periode akan berpengaruh atas pengurangan atau penambahan berbagai elemen harta, kewajiban/hutang dan modal. Dalam mempersiapkan suatu laporan keuangan yang lengkap dan tepat waktunya catatan-catatan mengenai masing-masing jenis Harta, Kewajiban/Hutang modal, pendapatan dan beban.
Pencatatannya dilakukan sesuai dengan perkiraan masing-masing. Kumpulan dari perkiraan/akun ini disebut Buku Besar/Ledger.
Cara pencatatan untuk penambahan dan pengurangan pada setiap perkiraan dipergunakan suatu sistem pencatatan berpasangan ( double entry ) atau disebut sebagai sistem akuntansi berpasangan. Yang disebut dengan sistem berpasangan ialah bahwa setiap transaksi-transaksi akan selalu dicatat dalam dua perkiraan atau lebih dengan jumlah debet dan kredit yang seimbang.
D. Posting
Setelah bukti transaksi dicatat dalam Jurnal, maka tahap selanjutnya memindahkan data-data yang tercatat dalam jurnal kedalam perkiraan-perkiraan yang bersangkutan dalam buku besar. Jadi jurnal sebagai titian atau jembatan dalam perpindahan/pencatatan bukti transaksi ke rekening-rekening yang sesuai dengan penggolongan/jenisnya dalam buku besar.
Secara lengkap pengertian buku besar ialah kumpulan dari perkiraan yang saling berhubungan serta merupakan kesatuan yang lengkap pada suatu perusahaan disebut Buku Besar.
Pada umumnya suatu perkiraan ( acount ) berbentuk “ T “ atau skontro sebelah menyebelah, ada yang berbentuk laporan ( report form ). Dalam praktek banyak menggunakan empat kolom dengan mencatumkan sekali saldo karena adanya perubahan. Bentuk rekening yang mempunyai dua lajur sebagai berikut :
Debet ( judul perkiraan ) kredit Debet
Sisi kiri
Kredit Sisi kanan
Cara Menggunakan Perkiraan
Pada dasarnya naik-turun atau penambahan dan pengurangan uang pada sisi debet dan kredit secara garis besarnya dapat digambarkan sebagai berikut :
Harta ( + )
Bertambah dibuku sebelah Debet
( - )
Berkurang dibuku sebelah Kredit
Kewajiban/Hutang ( - )
Berkurang dibuku sebelah Debet
( + )
Bertambah dibuku sebelah Kredit
Modal ( - )
Berkurang dibuku sebelah Debet
( + )
Bertambah dibuku sebelah Kredit
Penghasilan/Pendapatan ( - )
Berkurang dibuku sebelah Debet
( + )
Bertambah dibuku sebelah Kredit
Beban/Biaya ( + )
Bertambah dibuku sebelah Debet
( - )
Berkurang dibuku sebelah Kredit
Penggolongan perkiraan buku besar
Untuk mengetahui perubahan tiap transaksi perlu dibuat penggolongan atas transaksi yang dicatat dalam perkiraan. Perkiraan-perkiraan dalam buku besar dapat dikelompokkan / digolongkan menjadi dua kelompok, yakni :
(1) Kelompok perkiraan Riil, terdiri dari golongan Harta, Utang dan Modal. Karena golongan-golongan tersebut merupakan pos-pos neraca, maka perkiraan tersebut disebut Perkiraan Neraca.
(2) Kelompk perkiraan Nominal, terdiri dari dua golongan, yaitu :
pendapatan/penghasilan ( termasuk perkiraan rugi/laba )
biaya/beban ( termasuk perkiraan rugi/laba )
Karena golongan pendapatan dan biaya merupakan pos-pos yang termasuk laporan rugi/laba, perkiraan “ Nominal “ merupakan perkiraan rugi/laba.
Proses pelaksanaan pemindahan dari jurnal ke buku besar dilakukan sebagai berikut :
(1) Tanggal serta jumlah yang tercatat di dalam jurnal dipindahkan / dicatat kembali pada perkiraaan yang bersangkutan pada kolom-kolom yang telah tersedia. Jumlah debet yang ada dalam jurnal ditempatkan pada debet perkiraan, demikian pula jumlah kredit yang ada dalam jurnal dipindahkan pada kredit perkiraan.
(2) Pada kolom Ref. ( referensi/kode perusahaan ) dalam perkiraan yang bersangkutan dicatat nomor halaman jurnal darimana pemindahan itu dilakukan.
(3) Dari kolom Ref jurnal dipindahkan/dicatat sebagai nomor perkiraan.
Langkah-langkah pemindahan dari jurnal ke perkiraan itu secara nyata dapat dilihat seperti contoh dibawah :
Jurnal Umum
Halaman : 1 .
Tanggal Keterangan Ref. Debet Kredit
1999
Jan 2 Perlengkapan kantor 14 90.000,00
Kas ( pembelian kertas ) 11 90.000,00
Buku Besar .
KAS No. 11
Tanggal Keterangan Ref. Debet Tanggal Keterangan Ref. Kredit
1999 1999
Jan 2 1 90.000,00
.
Perlengkapan Kantor No : 14 Tanggal Keterangan Ref. Debet Tanggal Keterangan Ref. Kredit 1999
Jan 2 1 90.000,00
Agar jelasnya mengenai posting dapat dilihat dalam contoh dibawah.
Contoh.
Drs. Prawito Ak. membuka Biro Jasa Akuntansi dengan menanamkan uang pribadi kedalam usahanya sebesar Rp. 6.000.000,00 sebagai modal, dengan nama “ Biro Jasa Akuntansi Prawito “, usaha dimulai 1 April 2000.
2 April 2000, membayar sewa kantor untuk 1 tahun Rp. 1.200.000,00 5 April 2000, membeli peralatan kantor Rp. 1.500.000,00 dibayar tunai 6 April 2000, membeli perlengkapan kantor Rp. 150.000,00
9 April 2000, menyelesaikan masalah akuntansi untuk tiga langganan baru dengan menerima jasa sebesar Rp. 900.000,00
13 April 2000, memasang iklan / advertensi di RADAR Madiun Rp. 80.000,00
16 April 2000, menerima jasa Rp. 400.000,00 dari langganan yang urusan akuntansinya diselesaikan
18 April 2000, membayar biaya rupa-rupa Rp. 60.000,00 21 April 2000, membayar biaya transportasi Rp. 40.000,00
25 April 2000, membeli kontan perlengkapan kantor Rp. 30.000,00 28 April 2000, menerima jasa dari langganan Rp. 600.000,00 29 April 2000, membayar gaji pegawai Rp. 650.000,00
30 April 2000, membeli peralatan kantor dengan secara kredit Rp. 300.000,00
30 April 2000, telah menyelesaikan tugas, tetapi jasa belum diterima dan dianggap sebagai piutang Rp. 200.000,00
30 April 2000, diambil untuk kepentingan pribadi sebesar Rp. 150.000,00
Dari transaksi diatas setelah di jurnal dan di posting ke perkiraan-perkiraan dalam buku besar akan tampak sebagai berikut :
Jurnal Umum
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
2000 2 Sewa dibayar dimuka
Kas
9 Kas 29 Biaya gaji pegawai
Kas
Setelah seluruh transaksi dicatat pada jurnal, maka tahap selanjutnya dicatat pada masing-masing perkiraan.
Buku besar setelah pemindahan dari jurnal akan terlihat sebagai berikut :
K a s
Piutang Usaha
No. 13
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 30 1 200.000,00
Perlengkapan Kantor
No. 14
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 6 1 150.000,00
25 1 30.000.00
Sewa dibayar dimuka
No. 15
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 2 1 1.200.000,00
Peralatan Kantor
No. 18
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 5 1 1.500.000,00
30 1 300.000,00
Hutang Usaha
No. 22
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 30 1 300.000,00
Modal Prawito
No. 31
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 1 1 6.000.000,00
Prive Prawito
No. 32
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 30 1 150.000,00
Pendapatan Jasa
No. 41
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 9 900.000,00
16 1 400.000,00
28 1 600.000,00
30 1 200.000,00
Biaya Gaji Pegawai
No. 51
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 29 1 650.000,00
Biaya Transportasi
No. 53
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 21 1 40.000,00
Biaya Rupa-rupa No. 59
Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit
2000
April 18 1 60.000,00