• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Ledger

Dalam dokumen ADMINISTRASI FARMASI (Halaman 67-73)

AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

BENGKEL ADI JURNAL JULI 2000

C. Pengertian Ledger

Transaksi-transaksi yang terjadi dalam kegiatan perusahaan dalam suatu periode akan berpengaruh atas pengurangan atau penambahan berbagai elemen harta, kewajiban/hutang dan modal. Dalam mempersiapkan suatu laporan keuangan yang lengkap dan tepat waktunya catatan-catatan mengenai masing-masing jenis Harta, Kewajiban/Hutang modal, pendapatan dan beban.

Pencatatannya dilakukan sesuai dengan perkiraan masing-masing. Kumpulan dari perkiraan/akun ini disebut Buku Besar/Ledger.

Cara pencatatan untuk penambahan dan pengurangan pada setiap perkiraan dipergunakan suatu sistem pencatatan berpasangan ( double entry ) atau disebut sebagai sistem akuntansi berpasangan. Yang disebut dengan sistem berpasangan ialah bahwa setiap transaksi-transaksi akan selalu dicatat dalam dua perkiraan atau lebih dengan jumlah debet dan kredit yang seimbang.

D. Posting

Setelah bukti transaksi dicatat dalam Jurnal, maka tahap selanjutnya memindahkan data-data yang tercatat dalam jurnal kedalam perkiraan-perkiraan yang bersangkutan dalam buku besar. Jadi jurnal sebagai titian atau jembatan dalam perpindahan/pencatatan bukti transaksi ke rekening-rekening yang sesuai dengan penggolongan/jenisnya dalam buku besar.

Secara lengkap pengertian buku besar ialah kumpulan dari perkiraan yang saling berhubungan serta merupakan kesatuan yang lengkap pada suatu perusahaan disebut Buku Besar.

Pada umumnya suatu perkiraan ( acount ) berbentuk “ T “ atau skontro sebelah menyebelah, ada yang berbentuk laporan ( report form ). Dalam praktek banyak menggunakan empat kolom dengan mencatumkan sekali saldo karena adanya perubahan. Bentuk rekening yang mempunyai dua lajur sebagai berikut :

Debet ( judul perkiraan ) kredit Debet

Sisi kiri

Kredit Sisi kanan

Cara Menggunakan Perkiraan

Pada dasarnya naik-turun atau penambahan dan pengurangan uang pada sisi debet dan kredit secara garis besarnya dapat digambarkan sebagai berikut :

Harta ( + )

Bertambah dibuku sebelah Debet

( - )

Berkurang dibuku sebelah Kredit

Kewajiban/Hutang ( - )

Berkurang dibuku sebelah Debet

( + )

Bertambah dibuku sebelah Kredit

Modal ( - )

Berkurang dibuku sebelah Debet

( + )

Bertambah dibuku sebelah Kredit

Penghasilan/Pendapatan ( - )

Berkurang dibuku sebelah Debet

( + )

Bertambah dibuku sebelah Kredit

Beban/Biaya ( + )

Bertambah dibuku sebelah Debet

( - )

Berkurang dibuku sebelah Kredit

Penggolongan perkiraan buku besar

Untuk mengetahui perubahan tiap transaksi perlu dibuat penggolongan atas transaksi yang dicatat dalam perkiraan. Perkiraan-perkiraan dalam buku besar dapat dikelompokkan / digolongkan menjadi dua kelompok, yakni :

(1) Kelompok perkiraan Riil, terdiri dari golongan Harta, Utang dan Modal. Karena golongan-golongan tersebut merupakan pos-pos neraca, maka perkiraan tersebut disebut Perkiraan Neraca.

(2) Kelompk perkiraan Nominal, terdiri dari dua golongan, yaitu :

 pendapatan/penghasilan ( termasuk perkiraan rugi/laba )

 biaya/beban ( termasuk perkiraan rugi/laba )

Karena golongan pendapatan dan biaya merupakan pos-pos yang termasuk laporan rugi/laba, perkiraan “ Nominal “ merupakan perkiraan rugi/laba.

Proses pelaksanaan pemindahan dari jurnal ke buku besar dilakukan sebagai berikut :

(1) Tanggal serta jumlah yang tercatat di dalam jurnal dipindahkan / dicatat kembali pada perkiraaan yang bersangkutan pada kolom-kolom yang telah tersedia. Jumlah debet yang ada dalam jurnal ditempatkan pada debet perkiraan, demikian pula jumlah kredit yang ada dalam jurnal dipindahkan pada kredit perkiraan.

(2) Pada kolom Ref. ( referensi/kode perusahaan ) dalam perkiraan yang bersangkutan dicatat nomor halaman jurnal darimana pemindahan itu dilakukan.

(3) Dari kolom Ref jurnal dipindahkan/dicatat sebagai nomor perkiraan.

Langkah-langkah pemindahan dari jurnal ke perkiraan itu secara nyata dapat dilihat seperti contoh dibawah :

Jurnal Umum

Halaman : 1 .

Tanggal Keterangan Ref. Debet Kredit

1999

Jan 2 Perlengkapan kantor 14 90.000,00

Kas ( pembelian kertas ) 11 90.000,00

Buku Besar .

KAS No. 11

Tanggal Keterangan Ref. Debet Tanggal Keterangan Ref. Kredit

1999 1999

Jan 2 1 90.000,00

.

Perlengkapan Kantor No : 14 Tanggal Keterangan Ref. Debet Tanggal Keterangan Ref. Kredit 1999

Jan 2 1 90.000,00

Agar jelasnya mengenai posting dapat dilihat dalam contoh dibawah.

Contoh.

Drs. Prawito Ak. membuka Biro Jasa Akuntansi dengan menanamkan uang pribadi kedalam usahanya sebesar Rp. 6.000.000,00 sebagai modal, dengan nama “ Biro Jasa Akuntansi Prawito “, usaha dimulai 1 April 2000.

2 April 2000, membayar sewa kantor untuk 1 tahun Rp. 1.200.000,00 5 April 2000, membeli peralatan kantor Rp. 1.500.000,00 dibayar tunai 6 April 2000, membeli perlengkapan kantor Rp. 150.000,00

9 April 2000, menyelesaikan masalah akuntansi untuk tiga langganan baru dengan menerima jasa sebesar Rp. 900.000,00

13 April 2000, memasang iklan / advertensi di RADAR Madiun Rp. 80.000,00

16 April 2000, menerima jasa Rp. 400.000,00 dari langganan yang urusan akuntansinya diselesaikan

18 April 2000, membayar biaya rupa-rupa Rp. 60.000,00 21 April 2000, membayar biaya transportasi Rp. 40.000,00

25 April 2000, membeli kontan perlengkapan kantor Rp. 30.000,00 28 April 2000, menerima jasa dari langganan Rp. 600.000,00 29 April 2000, membayar gaji pegawai Rp. 650.000,00

30 April 2000, membeli peralatan kantor dengan secara kredit Rp. 300.000,00

30 April 2000, telah menyelesaikan tugas, tetapi jasa belum diterima dan dianggap sebagai piutang Rp. 200.000,00

30 April 2000, diambil untuk kepentingan pribadi sebesar Rp. 150.000,00

Dari transaksi diatas setelah di jurnal dan di posting ke perkiraan-perkiraan dalam buku besar akan tampak sebagai berikut :

Jurnal Umum

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit

2000 2 Sewa dibayar dimuka

Kas

9 Kas 29 Biaya gaji pegawai

Kas

Setelah seluruh transaksi dicatat pada jurnal, maka tahap selanjutnya dicatat pada masing-masing perkiraan.

Buku besar setelah pemindahan dari jurnal akan terlihat sebagai berikut :

K a s

Piutang Usaha

No. 13

Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit

2000

April 30 1 200.000,00

Perlengkapan Kantor

No. 14

Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit

2000

April 6 1 150.000,00

25 1 30.000.00

Sewa dibayar dimuka

No. 15

Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit

2000

April 2 1 1.200.000,00

Peralatan Kantor

No. 18

Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit

2000

April 5 1 1.500.000,00

30 1 300.000,00

Hutang Usaha

No. 22

Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit

2000

April 30 1 300.000,00

Modal Prawito

No. 31

Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit

2000

April 1 1 6.000.000,00

Prive Prawito

No. 32

Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit

2000

April 30 1 150.000,00

Pendapatan Jasa

No. 41

Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit

2000

April 9 900.000,00

16 1 400.000,00

28 1 600.000,00

30 1 200.000,00

Biaya Gaji Pegawai

No. 51

Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit

2000

April 29 1 650.000,00

Biaya Transportasi

No. 53

Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit

2000

April 21 1 40.000,00

Biaya Rupa-rupa No. 59

Tgl Ket Ref Debet Tgl Ket. Ref Kredit

2000

April 18 1 60.000,00

Dalam dokumen ADMINISTRASI FARMASI (Halaman 67-73)

Dokumen terkait