• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

F. Materi

1. Pengertian Luas Permukaan dan Volume

Menurut Slameto (2010:188) Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah sikap. Sikap merupakan sesuatu yang dipelajari dan sikap menentukan bagaimana seseorang bereaksi terhadap situasi serta menentukan apa yang dicari individu dalam kehidupan.

Dalam studi kepustakaan mengenai sikap diuraikan bahwa sikap merupakan produk dari proses sosialisasi di mana seseorang bereaksi sesuai dengan rangsang yang diterimanya. Jika sikap mengarah pada obyek tertentu, berarti bahwa penyesuaian diri terhadap obyek tersebut dipengaruhi oleh lingkungan social dan kesediaan untuk bereaksi dari orang tersebut terhadap obyek. (Mar’at,1981;9)

Menurut Winkel (2009:177) mengemukakan bahwa sikap (attitude)

adalah kecenderungan seseorang menerima atau menolak suatu obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek itu, berguna/berharga baginya atau tidak. Bila obyek dinilai baik bagi dirinya maka dia mempunyai sikap positif, sedangkan bila obyek dinilai jelek bagi dirinya maka dia mempunyai sikap negatif.

Sikap dikatakan sebagai suatu respons evaluatif. Respon evaluatif berarti bahwa bentuk reaksi yang dinyatakan sebagai sikap itu timbulnya didasari oleh proses evaluasi dalam diri individu yang memberi kesimpulan terhadap stimulus dalam bentuk nilai baik-buruk, positif-

negatif, menyenangkan-tidak menyenangka, yang kemudian mengkristal sebagai potensi reaksi terhadap objek sikap (Azwar,1995;15).

Menurut beberapa pandangan tentang pengertian sikap diatas, dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan kecenderungan untuk menerima atau menolak sesuatu hal berdasarkan penilainnya terhadap hal tersebut apakah hal tesebut baik atau tidak baik bagi dirinya.

Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah sikap. Maka sikap siswa terhadap matematika adalah kecenderungan siswa menerima atau menolak pelajaran matematika berdasarkan penilaian siswa terhadap pelajaran matematika sebagai suatu pelajaran yang baik/berharga atau tidak baik/tidak berharga bagi siswa.

Dengan sikap yang positif maka dalam diri peserta didik akan tumbuh dan berkembang minat belajar, akan mudah diberi motivasi dan akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang disampaikan. Sikap yang positif siswa terhadap mata pelajaran matematika dapat dijadikan sebagai pedoman yang baik bagi proses belajar siswa tersebut. Sebaliknya, sikap siswa yang negatif terhadap pelajaran matematika dapat menghambat mereka dalam mengikuti proses pembelajaran matematika.

2. Struktur Pembentuk Sikap

Ada tiga komponen yang membentuk sikap yaitu kognisi, afeksi dan

konasi, dimana ketiganya saling menunjang, seperti yang dikemukakan

oleh Saifuddin Azwar, sebagai berikut:

a. Komponen kognitif

Berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi objek sikap. Sebagai contoh, misalnya ada seorang siswa pernah mengalami kejadian dimana saat dia bersekolah dia selalu mempunyai seorang guru matematika yang sangat galak, jadi dia mempunyai kepercayaan dan kesimpulan bahwa semua guru matematika adalah guru yang galak.

b. Komponen afeksi

Menyangkut masalah yang emosional subjektif seseorang terhadap suatu objek sikap. Komponen ini berkenaan dengan perasaan yang dimiliki seseorang dalam menanggapi obyek. Sebagai contoh, seorang siswa yang tidak menyukai pelajaran matematika karena guru matematikanya galak .

c. Komponen konasi / perilaku

Menunjukkan perilaku atau kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan objek sikap yang dihadapinya. Komponen ini banyak dipengaruhi oleh kepercayaan dan perasaan seseorang terhadap stimulus tertentu. Sebagai contoh, seorang siswa yang telah percaya bahwa guru matematika galak

yang menjadikan siswa itu tidak menyukai matematika maka ia akan enggan untuk mengikuti segala kegiatan dalam pembelajaran matematika.

3. Faktor-faktor Pembentuk Sikap

Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi sikap manusia terhadap suatu objek yang dikemukakan oleh Saifuddin Azwar, sebagai berikut:

a. Pengalaman Pribadi

Apa yang telah atau sedang kita alami akan ikut membentuk dan mempengaruhi penghayatan kita terhadap stimulus sosial. Tanggapan akan menjadi salah satu dasar terbentuknya sikap. Untuk dapat mempunyai tanggapan dan penghayatan, seseorang harus mempunyai pengalaman yang berkaitan dengan objek. Pengalaman pribadi haruslah meninggalkan kesan yang kuat yang melibatkan faktor emosional, dengan begitu maka sikap akan lebih mudah terbentuk.

b. Pengaruh Orang Lain yang Dianggap Penting

Seseorang yang kita anggap penting, seseorang yang kita harapkan persetujuannya bagi setiap gerak tingkah dan pendapat kita, seseorang yang tidak mungkin kita kecewakan, atau seseorang yang berarti khusus bagi kita akan banyak mempengaruhi pembentukan sikap kita terhadap sesuatu.

c. Pengaruh Kebudayaan

Kebudayaan dimana kita hidup dan dibesarkan mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan sikap. Tanpa kita sadari, kebudayaan telah menanamkan garis pengaruh sikap kita terhadap berbagai masalah. Hanya kepribadian individu yang telah mapan dan kuatlah yang dapat memudarkan dominasi kebudayaan dalam pembentukan sikap individual.

d. Media Massa

Sebagai saran komunikasi, media massa mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. Pesan-pesan sugestif yang dibawa oleh informasi tersebut, apabila cukup kuat, akan memberi dasar afektif dalam menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu.

e. Lembaga Pendidikan dan Lembaga Agama

Lembaga pendidikan serta lembaga agama sebagai sistem mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap dikarenakan keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moraldalam diri individu. Pemahaman akan baik dan buruk, benar dan salah, garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan diperoleh dari pendidikan dan dari pusat keagamaan serta ajarannya. Konsep moral dan ajaran agama sangat menentukan kepercayaan

yang ikut berperan dalamm menentukan sikap individu terhadap suatu hal.

f. Pengaruh Faktor Emosional

Suatu sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh emosi yang berfungsi sebagai penyalur frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahan ego. Sikap demikian dapat merupakan sikap yang sementara dan segera berlalu begitu frustasi telah menghilang akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang lebih persisten dan bertahan lama.

F. Luas Permukaan dan Volume Bangun Ruang Sisi Datar 1. Pengertian Luas Permukaan dan Volume Bangun Ruang

a. Luas Permukaan

Luas adalah banyaknya persegi satuan yang dapat digunakan untuk menutup (secara tepat) suatu daerah.

Luas permukaan adalah banyaknya persegi satuan yang dapat digunakan untuk menutupi seluruh permukaan bangun ruang.

b. Volume

Volume adalah banyaknya kubus satuan yang dapat menempati suatu bangun ruang dengan tepat.

2. Materi Luas Permukaan Dan Volume Bangun Ruang Sisi datar

Dokumen terkait