• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2. Landasan Teori

2.2.3. Pengertian Marketing Mix

Marketing Mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan. Konsep bauran pemasaran pertama kali dikenalkan oleh John B McKitterick pada tahun 1957 pada konferensi Amerika Marketing Asosiation di Chicago. McKettrick yang ketika itu menjabat sebagai president of general electric memaparkan bahwa the marketing mix concept adalah sebuah konsep yang berorentasi kepada pelanggan, profit dan filosofi bisnis. Konsep ini kemudian dikombinasikan dengan empat elemen perusahaan dari konsep pemasaran klasik yaitu market focus, costumer orientation, coordinated marketing dan goal profitability.

Lalu pada tahun 1965 Neil H Borden memperkenalkan konsep marketing mix dalam sebuah tulisan yang berjudul “the concept of the marketing mix” rumusan Borden tentang marketing mix termasuk dalamnya (produk pricing, branding, distribution channels, personnal celling, advertising, promotion, packing, display, servicing, physical handing, fuct finding serta analisis). Jerome McCarthy yang kemudian mengelompokkan rumusan ini ke dalam empat kategori yang kini dikenal sebagai 4P dari marketing mix (Kotler dan Keler, 2007:23). Maka dengan kata lain bauran pemasaran (marketing mix) dapat dikatakan sebagai serangkaian variabel pemasaran yang dapat dikuasia oleh koperasi yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam sasaran pasar.

17

Bauran pemasaran didefinisikan oleh Swasta dan Irawan (2008:78) sebagai “kombinasi dari 4p atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran yakni : produk struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi. Sedangkan Kotler dan Amstrong (2001:71-72) mendefinisikan marketing mix sebagai seperangkat alat pemasaran taktis dan terkontrol yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan sasaran pasar. Bauran pemasaran terdiri atas segala sesuatu yang dapat dilakukan perusahaan atau koperasi untuk mempengaruhi permintaan produknya. Dan ini dapat digolongkan dalam empat, kelompok variabel yang dikenal dengan “4P” (price, product, plaece dan promotion). Maka dengan demikian bauran pemasaran (marketing mix) dapat disimpulkan sebagai serangkaian dari pada variabel pemasaran yang dapat dikuasai oleh perusahaan atau koperasi yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam pasar sasaran dan variabel itu terdiri atas “4P”

2.2.3.1Variabel Produk

Produk merupakan kombinasi barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan kepada target pasar. Purnama (2001) mengatakan bahwa “produk merupakan segala sesuatu yang bisa ditawarkan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan” sedangkan menurut (Kotler dan Amstrong, 2008:266) produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar agar dpat menarik perhatian, akuisisi, penggunaan atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan Gagasan pokok dari kedua definisi diatas ialah bahwa pelanggan membeli tidak hanya sekedar kumpulan atribut fisik, tetapi pada

sasarannya mereka membayar sesuatu untuk memuaskan keinginan. Dengan demikian, bagi suatu perusahaan yang bijaksana bahwa menjual manfaat produk tidak hanya produk saja tetapi harus merupakan suatu sistem.

Dalam mencari strategi pemasaran untuk tiap produk, pemasar mengembangkan beberapa susunan klasifikasi produk yang didasarkan pada karakteristik produk.

a. Produk dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok menurut ketahanlamaanya (durability) atau keberwujudannya (tangibility).

1. Barang tidak tahan lama adalah barang konsumsi yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan. Beberapa contoh diantaranya adalah bir, sabun, garam, rokok, gula, ndan roti.

2. Barang tahan lama adalah barang konsumsi yang digunakan selama kurun waktu yang panjang dan biasanya tetap bertahan hingga banyak kali penggunaan. Beberapa contohnya diantaranya adalah kulkas, mobil, kursi, meja, dan kompor.

3. Jasa atau layanan adalah kegiatan, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Beberapa contoh diantaranya adalah pemangkas rambut, pemeriksaan dokter, konsultasi menajemen, dan perawatan.

b. Berdasarkan tujuan pembeliannya:

1. Barang Konsumsi adalah barang yang dibeli oleh masyarakat untuk dipakai sendiri guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Barang konsumsi dapat dibedakan menjadi tiga jenis :

2. Barang konvennien atau kebutuhan sehari-hari.

19

• Bahan kebutuhan pokok adalah barang kebutuhan hidup sehari-hari. • Barang implusif adalah barang yang biasa dibeli tanpa rancangan

terlebih dulu.

• Barang darurat adalah barang yang dibeli karena kebutuhan mendesak dan tidak bisa ditunda.

2. Barang Shopping

Yaitu barang kebutuhan pelengkap yang dalam proses pemilihan dan pembeliannya pelanggan mempertimbangkan terlebih dulu akan kebutuhan barang tersebut.

3. Barang Spesial

Yaitu barang spesial atau barang mewah yang umumnya berharga mahal dan tidak banyak jumlah serta frekuensi pembeliannya sangat kecil. Contohnya: mobil, parabola, video camera.

Indikator dari varibel produk yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut (Adityatama, Dkk, 2003) :

1. Desain

Desain merupakan merupakan pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda.

2. Kualitas

Suatu strategi dasar bisnis yang menghasilkan barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen internal dan eksternal

3. Variasi Produk

Variasi produk merupakan tingkat keragaman dari produk-produk yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan di pasaran.

4. Merek

Merek merupakan nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk/jasa dan menimbulkan arti psikologis/asosiasi.

2.2.3.1 Variabel Harga

Simamora (2001:195) harga adalah nilai yang dipertukarkan pelanggan untuk suatu manfaat atas pengkonsumsian, penggunaan, atau kepemilikan barang atau jasa. Sedangkan Kotler dan Amstrong (2008:345) menyatakan bahwa harga merupakan jumlah yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa. Apabila dalam arti yang lebih luas, harga merupakan jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa. Sepanjang sejarahnya, harga telah menjadi faktor utama yang mempengaruhi para pembeli.

Payne (2001) menyebutkan “keputusan-keputusan penetapan harga sangat signifikan dalam menentukan nilai bagi pelanggan dan memainkan peran sangat penting dalam pembentukan sebuah citra. Selanjutnya Lupiyoadi (2001) menyebutkan “keputusan penerapan harga juga sedemikian penting dalam menentukan seberapa jauh pelayanan produk atau jasa yang dinilai oleh pelanggan dan juga dalam proses membangun citra”. Nagle dalam Purnama (2001)

21

mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepekaan harga pembeli dapat diidentifikasi sebagai berikut :

a. Pengaruh nilai unik.

b. Pengaruh kesadaran atau produk pengganti. c. Pengaruh perbandingan yang sulit.

d. Pengaruh pengeluaran total. e. Pengaruh manfaat akhir. f. Pengaruh biaya yang dibagi g. Pengaruh investasi yang tertanam. h. Pengaruh kualitas harga.

i. Pengaruh Persediaan.

Indikator dari varibel harga yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut (Adityatama, Dkk, 2003) :

1. Harga sesuai dengan kualitas

Harga sesuai dengan kualitas merupakan pemberian nilai terhadap suatu barang atau jasa yang sesuai dengan kualitas produk atau jasa tersebut dimana nilai tersebut harus dipenuhi oleh konsumen atau pelanggan bila ingin mendapat manfaat dari produk atau jasa yang ditawarkan

2. Discount

Discount merupakan pengurangan nominal atas harga resmi yang telah ditetapkan oleh pihak produsen penyedia produk atau jasa.

Dokumen terkait