• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian Media Pembelajaran

Pengertian media mengarah pada sesuatu yang mengantar atau meneruskan informasi atau pesan dari sumber menuju ke penerima pesan. Menurut Arsyad (2011:3) kata media berasal dari bahasa latin “medius” yang secara harafiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam konteks dunia pendidikan, Gerlach & Ely (dalam Arsyad, 2011:3) mengungkapkan bahwa media secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media.

Media pembelajaran adalah media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran, Arsyad (2011:4). Sedangkan menurut Rossi dan Breidle (dalam Sanjaya, 2008:204) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan. Seperti radio, televisi, buku, koran majalah dan sebagainya jika digunakan dan diprogramkan untuk pendidikan, maka bisa disebut dengan media pembelajaran.

11

Dari beberapa penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa media adalah alat untuk menyampaikan informasi kepada penerima dan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan perhatian agar terjadi komunikasi yang efektif dan efisien. Sedangkan media pembelajaran adalah media yang berisi program yang mengandung pesan seperti informasi tentang pendidikan.

1. Fungsi Media Pembelajaran

Menurut Sanjaya (2008:208-210) media pembelajaran sebagai berikut :

1. Menangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa tertentu.

2. Memanipulasi Keadaan, Peristiwa, atau objek tertentu.

3. Menambah gairah dan motivasi belajar siswa.

4. Media pembelajaran memiliki nilai praktis sebagai berikut :

a. Media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman siswa.

b. Media dapat mengatasi batas ruang kelas.

c. Media dapat memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara peserta dengan lingkungannya.

d. Media dapat menghasilkan keseragaman pengamatan.

12

f. Media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang peserta untuk belajar lebih baik.

g. Media dapat membangkitkan keinginan dan minat baru.

h. Media dapat mengontrol kecepatan belajar siswa.

i. Media dapat memberikan pegalaman yang menyeluruh dari hal-hal yang konkret sampai yang abstrak.

2 Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Ada banyak jenis-jenis media pembelajaran yang bisa digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Leshin, Pollock, dan Reigeluth (dalam Arsyad, 2011:36) mengklasifikasikan media sebagai berikut :

1. Media berbasis manusia, seperti guru, instruktur, tutor.

2. Media berbasis cetak, seperti buku dan hand-out.

3. Media berbasis visual, seperti gambar, foto, peta.

4. Media berbasis audio visual, seperti video, film, televisi.

5. Media berbasis komputer, seperti video interaktif dan tutorial oleh

komputer.

Sedangkan Sanjaya (2008:211-212) mengklasifikasikan media berdasarkan sifat, jangkauan, dan teknik pemakaiannya.

13

1. Dilihat dari sifatnya, media dapat dibagi menjadi :

a. Media auditif, yaitu media yang hanya dapat di dengar saja, seperti

radio dan perekam suara.

b. Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, seperti gambar

dan dan foto

c. Media audio visual, yaitu media yang selain mengandung unsur suara

juga mengandung unsur gambar yang dapat dilihat, seperti video dan televisi

2. Dilihat dari kemampuan jangkauannya, media dapat dibagi menjadi :

a. Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak, seperi televisi

dan radio.

b. Media yang mempunyai daya liput yang terbatas ruang dan waktu, seperti film dan video.

3. Dilihat dari cara atau teknik pemakaiannya, media didapat dibagi menjadi :

a. Media yang diproyeksikan, seperti film dan slide.

b. Media yang tidak diproyeksikan, seperti gambar dan radio.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran dapat diklasifikasikan dan dirangkum menjadi 3 bagian,

14

yaitu : (1) Media Audio yaitu media yang dapat menghasilkan suara atau bunyi, (2) Media Visual yaitu media yang dapat memperlihatkan bentuk, (3) Media Audio Visual yaitu media yang dapat menghasilkan bentuk dan suara sekaligus. Berikut adalah tabel pengelompokan jenis-jenis media diatas :

Tabel 2.1

Pengelompokkan Media

No. Jenis Media

Bentuk Media Arsyad ( 2011 ) Sanjaya ( 2008 ) 1. Media Audio - Media auditif - Media yang diproyeksikan 2. Media Visual

- Media berbasis cetak - Media berbasis visual

- Media visual - Media yang tidak

diproyeksikan

3. Media Audio visual

- Media berbasis manusia - Media berbasis audio

visual

- Media berbasis komputer

- Media audio visual - Media yang

diproyeksikan

15 2.2 Media Audio visual

Menurut Hamdani (2011:249) media audio visual merupakan media kombinasi dari media audio dan media visual, atau disebut juga dengan media pandang-dengar. Media audio visual mengandung unsur suara dan juga memiliki unsur gambar yang bisa dilihat. Oleh karena itu, media audio visual mempunyai kemampuan yang lebih karena mengandalkan dua indera sekaligus, yaitu indera pendengaran dan indera penglihatan. Contoh dari media audio visual adalah film, video, televisi dan program slide.

Media audio visual disampaikan dengan cara menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyampaikan pesan-pesan audio dan visualnya. Perangkat keras yang digunakan pada saat pengajaran dengan mengguanakan media audio visual adalah proyektor film, tape recorder, dan proyektor visual yang lebar. Jadi, pengajaran melalui media audio visual adalah produksi dan penggunaan materi yang penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran serta tidak seluruhnya tergantung kepada pemahaman kata atau simbol-simbol yang serupa (Arsyad, 2011:30-31). Arsyad juga menjelaskan bahwa media audio visual memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Bersifat linear

2. Menyajikan visual yang dinamis

3. Digunakan dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perancang/pembuatnya

16

4. Merupakan representasi fisik dari gagasan ril atau gagasan abstrak

5. Dikembangkan menurut prinsip psikologis, behaviorisme dan kognitif

6. Berorientasi kepada guru dengan tingkat pelibatan interaktif murid yang rendah.

Menurut Miarso (1986:34) media audio visual dibagi lagi kedalam dua kategori, yaitu :

1. Audio visual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam. Contohnya adalah film bingkai suara (sound slide).

2. Audio visual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak. Contohnya adalah film, video dan televisi.

Pada penelitian ini media yang digunakan adalah media audio visual berupa video kosakata. Arsyad (2011:49) menyatakan bahwa video merupakan gambar-gambar dalam frame, dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar hidup. Jadi video merupakan salah satu jenis media audio visual yang dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai. Kemampuan video melukiskan gambar hidup dan suara memberikan daya tarik tersendiri. Video dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu, dan mempengaruhi sikap.

17

Jenis video yang digunakan adalah video pembelajaran kosakata yang di dalamnya berisikan kosakata yang dilengkapi dengan gambar, suara dan penulisan kosakata itu sendiri dalam bahasa Jepang ( huruf kanji dan hiragana ) dan artinya dalam bahasa Inggris. Video tersebut di download dari situs youtube dengan nama pengguna yaitu punipunijapan. Sebagian besar video kosakata bahasa Jepang yang di upload di situs youtube menggunakan bahasa Inggris sebagai terjemahannya, hal ini dikarenakan bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional, sehingga video tersebut daharapkan dapat mudah dimengerti oleh viewers di seluruh dunia. Arti kosakata yang menggunakan bahasa Inggris tidak akan menjadi masalah bagi siswa, karena kosakata yang digunakan adalah kosakata dasar yang sudah siswa pelajari dalam bahasa Inggis pada sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.

Suara yang terdapat pada video tersebut adalah cara pengucapan kosakata yang diucapkan langsung oleh orang Jepang asli, sehingga siswa yang mempelajari kosakata dengan menggunakan video tersebut bisa mendapatkan tiga keuntungan sekaligus. Keuntungan yang pertama adalah siswa dapat belajar kosakata dengan media yang menarik. Kedua, siswa dapat mempelajari pengucapan kosakata dengan benar. Ketiga, siswa dapat belajar kosakata sekaligus belajar penulisan kosakata tersebut dengan menggunakan huruf kanji.

18 2.3 Efektifitas Media

Dalam setiap pengajaran, keefektifan yang ditunjukan pada tujuan pembelajaran sangat diperlukan. Guru yang merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam meningkatkan keefektifan belajar harus memilih model, metode, dan media pembelajaran yang sesuai, serta dapat mendukung tercapainya hasil yang diharapkan. Dalam KBBI (2008:352) efektifitas berasal dari kata efektif yang berarti ada efeknya (pengaruh, akibatnya). Maka efektifitas disini bisa diartikan menjadi seberapa besar tingkat keberhasilan yang dapat diraih atau dicapai dari sebuah cara atau usaha. Cara atau usaha yang dimaksud adalah proses pembelajaran dengan menggunakan alat bantu yaitu sebuah media audio visual yang berupa video kosakata. Menurut Hamalik (2002:171) pembelajaran dikatakan efektif jika

memberikan kesempatan belajar sendiri dan beraktifitas seluas-luasnya kepada siswa untuk belajar. Dengan menyediakan kesempatan belajar sendiri dan beraktifitas seluas-luasnya diharapkan siswa dapat mengembangkan potensinya dengan baik. Jadi efektifitas media merupakan terlaksananya semua tujuan pembelajaran yang menggunakan media sesuai dengan waktu yang ditentukan. Tujuan pembelajaran dapat terlaksana karena partisipasi dan keaktifan dari pembelajar dan keefektifan suatu media pembelajaran.

Menilai keefektifan media pembelajaran penting bagi seorang guru agar bisa menentukan apakah penggunaan media benar-benar diperlukan atau tidak. Menurut Sudjana dan Rivai (2010:4–5) dalam memilih media untuk

19

kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut :

1. Ketepatannya dengan tujuan pengajaran.

2. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran.

3. Kemudahan memperoleh media.

4. Keterampilan dalam menggunakannya.

5. Tersedia waktu untuk menggunakannya.

6. Sesuai dengan taraf berpikir siswa.

Dengan kriteria pemilihan media di atas, para pengajar dapat lebih mudah menggunakan media mana yang dianggap tepat untuk membantu dan mempemudah tugas-tugasnya sebagai pengajar. Pemilihan media audio visual diharapkan mampu mempermudah para pengajar dalam menjelaskan bahan pengajaran. Jadi sebuah media dikatakan efektif apabila hasil belajar siswa secara statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pemahaman awal dengan pemahaman setelah pembelajaran (treatment).

Dokumen terkait