Kompetensi Pedagogik Calon Guru PA
A. Pengertian Metode Pembelajaran Hypnoteaching
Secara harfiah hypnoteaching berasal dari kata hypnosis dan
teaching. Hypnoteaching adalah metode pembelajaran dengan jalan aktivasi dan optimalisasi kekuatan fikiran bawah sadar siswa menjadi lebih cerdas. Sugesti yang diberikan, diharapkan siswa sadar bahwa sesungguhnya mereka memiliki potensi luar biasa yang selama ini
35
Miftakhurozaq, Metode Hypnoteaching dan Implementasinya dalam Pembelajaran PAI,
42 belum pernah mereka optimalkan dalam pembelajaran. Hypnoteaching
merupakan perpaduan dari konsep aktivitas belajar mengajar dengan ilmu hipnosis.36
Ibnu Hajar menambahkan bahwa metode hypnoteaching
merupakan gabungan dari lima metode belajar mengajar, yaitu
quantum learning, accelerated learning, power teaching, neuro linguistic programming (NLP) dan hipnosis. Metode ini menekankan pada komunikasi fikiran bawah sadar siswa, baik yang dilakukan dengan berbagai cara seperti sugesti dan imajinasi. Kemampuan sugesti terngiang dalam otak, mempu mengantarkan seseorang pada apa yang difikirkan.37 Metode Hypnoteaching mengaktifkan inner motivation dan mempersuasi siswa untuk nyaman dan betah dalam belajar. Sugesti yang diberikan guru membuat siswa termotivasi untuk terus menikmati belajarnya. Dari berbagai pendapat mengenai pengertian hypnoteaching, dapat disimpulkan metode hypnoteaching
adalah metode pembelajaran dengan jalan aktivasi dan optimalisasi kekuatan fikiran bawah sadar siswa agar menjadi lebih cerdas, dengan mengedepankan prinsip bahwa sugesti dapat mempengaruhi hasil belajar melalui penggunaan bahasa-bahasa persuasif fikiran bawah sadar.
36
Ibnu Hajar, Hypno Teaching: Memaksimalkan Hasil Proses Belajar-Mengajar dengan
Hipnoterapi, Yogyakarta: Diva Press, 2011, h.75
Hypnoteaching merupakan istilah baru yang seringkali menjadi objek pembicaraan. Hypnoteaching sendiri berarti suatu upaya menurunkan frekwensi gelombang otak sehingga peserta didik menjadi rileks dan lebih sugestif dalam menangkap nilai-nilai positif dari sebuah proses pembelajaran, sehingga hipnosis dalam pembelajaran bukanlah hipnosis sebagaimana yang dipahami pada beberapa tayangan acara televisi seperti Uya Kuya, Romy Rafael dan sejenisnya, namun hipnosis dalam pembelajaran hanya diarahkan untuk menciptakan situasi kondusif dalam proses pembelajaran.
Hypnoteaching ini merupakan bagian dari ilmu hipnosis yang dikembangkan dalam dunia pendidikan, untuk memahami bagaimana implementasi hypnoteaching dalam proses pembelajaran maka dibutuhkan pemahaman yang komprehensif terkait pemahaman dasar tentang hipnosis. Hipnosis merupakan suatu keahlian untuk memasukan pesan dari seseorang ke dalam diri orang lain, dimana penerima pesan akan tergerak untuk melakukan perintah dari yang memberi pesan.38 Penerapan hipnoteaching dalam pembelajaran tidak bisa dilepaskan dari pemahaman seorang guru pada dasar-dasar pengetahuan hipnosis, di bawah ini akan diuraikan apa dan bagaimana sebenarnya hipnosis tersebut :
1. Definisi dan Sejarah singkat Perkembangan Hipnosis
Istilah Hipnosis berasal dari kata hypnosis yang merupakan kata dasar dari hypnos yang artinya “dewa tidur” dalam legenda Yunani. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagaimana yang dikemukakan Willy Wong & Andri Hakim, hipnosis adalah keadaan seperti tidur karena sugesti, yang pada taraf permulaan orang itu berada di bawah pengaruh orang yang memberikan sugestinya, tetapi pada taraf berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali. Sementara itu
38
44 makna kata hipnotis adalah membuat atau menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hipnosis; berkenaan dengan hipnosis.39
Hipnosis merupakan suatu keahlian untuk memasukan pesan dari seseorang ke dalam diri orang lain, yang mengakibatkan si penerima pesan akan tergerak untuk melakukan perintah dari yang memberi pesan. Hipnotis biasanya disebabkan oleh prosedur yang dikenal sebagai induksi hipnotis yang umumnya terdiri atas rangkaian panjang instruksi awal dan sugesti. Sugesti ini dapat disamPAIkan oleh seorang hypnotist di hadapan subjek atau mungkin dilakukan sendiri oleh subjek. Hipnosis dapat diformulasikan sebuah ilmu komunikasi fikiran bawah sadar yang bertujuan untuk mempengaruhi komunikan dengan cara merubah gelombang kesadarannya.
Sejarah hipnosis diawali dari hipnosis tradisional, tidak diketahui secara pasti mengenai kapan pertama kali hipnosis muncul karena hipnosis ada sebelum sejarah tercatat. Zaman dahulu hipnosis dipraktikkan dalam ritual agama atau ritual penyembuhan, saat itu bangsa Eropa tidak memperhatikannya bahkan pada abad pertengahan hipnosis dianggap sebagai sihir dan ilmu yang menggunakan bantuan makhluk halus serta identik dengan kerahasiaan yang bersifat takhayul.40
2 Hipnosis
Hipnosis mulai berkembang memasuki era magnetisme dan mesmerisme, yaitu istilah yang diambil dari nama seorang dokter asal Austria yaitu Franz Anton Mesmer (1734-1815). Mesmer kemudian dianggap orang pertama yang meletakkan dasar-dasar hipnotime modern. Dia mengklaim bahwa dirinya memiliki kekuatan magnetis yang mampu melepaskan sumbatan dan memperlancar aliran cairan dalam tubuh dan menyembuhkan penyakit manusia. Teorinya ini dianggap ilmiah karena bertepatan dengan penemuan listrik dan perkembangan astronomi pada masa itu. Ia diyakini sebagai dokter
39
Willy Wong & Andri Hakim, “Dahsyatnya Hipnosis”, Jakarta: Visimedia, 2010, h.23
James Braid seorang dokter dari Inggris dianggap sebagai bapak hipnosis modern dimana pada abad ke 19 menyimpulkan bahwa hipnosis bersifat psikologis. Pada tahun 1958, American Medical Association mengesahkan penggunaan hipnosis dalam dunia kedokteran. Selanjutnya The British Medical Association dan Italian Medical Association for the Study of Hypnosis juga dibentuk dan menjadi salah satu ilmu yang resmi dipelajari dan diakui dalam dunia kedokteran.42
g.3 kondisi alam fikir manusia
Hipnosis modern kemudian berkembang pesat pada abad 20 dengan munculnya tokoh-tokoh seperti Milton H Erikson, seorang psikiater Amerika Serikat yang mengkhususkan diri pada medical hipnosis dan family therapy. Erickson mengubah paradigma hipnoterapi dari pola autoritarian (otoriter) menjadi pola kerjasama antara hipnoterapis dan klien. Ia menyatakan bahwa dalam suatu proses hipnotis yang paling berperan adalah pikiran klien itu sendiri, selain itu ia juga menyatakan bahwa hipnosis adalah suatu kondisi wajar bagi orang tersebut. Dengan kata lain, metode ini tidak bisa digunakan untuk membuat orang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan dan norma yang dianut orang tersebut. Ada juga tokoh lain seperti Dave Elman dan Ormond McGill (1900-
41 Ibnu Hajar, Hypno Teaching… h. 19
42
http://an-nady.blogspot.com/2012/10/implementasi-hypnoteaching-dalam- proses.html, diakses 31 Maret 2017, jam 21.00
46 1967) yang menulis buku Exploration in Hypnosis and Hipnoterapy. Ia mengembangkan teknik induksi cepat yang sangat berguna untuk dokter dan dokter gigi. Kariernya melonjak setelah ia melakukan pertunjukan hipnotis yang disaksikan oleh banyak dokter.43
2. Gelombang Otak Manusia
Di samping aktivasi sistem saraf, proses hipnosis dapat dijelaskan secara ilmiah berdasarkan pola gelombang otak pada manusia. Jaringan otak manusia menghasilkan gelombang listrik berfruktuasi yang disebut sebagai gelombang otak (brainwave). Gelombang otak ini terdiri atas empat jenis yaitu gelombang beta, alpha, theta, dan delta. Dalam satu waktu, otak manusia terkadang mampu menghasilkan berbagai gelombang otak secara bersamaan. Selanjutnya dari keempat gelombang otak tersebut pasti akan ada jenis gelombang otak yang dominan, inilah yang kemudian yang memperlihatkan aktivitas pikiran seseorang ketika itu. Untuk mengetahui kondisi gelombang otak seseorang tentu tidak bisa dilakukan secara kasat mata, namun harus dilakukan dengan menggunakan detektor yang disebut dengan Electro Encephalograph (EEG).44
g.4 Electro Encephalograph (EEG)
g.5 Kondisi Gelombang Otak Manusia
43Ibnu Hajar, Hypno Teaching… h. 30
a. Gelombang Beta
Gelombang beta adalah gelombang otak yang dominan saat kondisi terjaga dan menjalani aktivitas sehari-hari yang menuntut logika atau analisis tinggi misalnya berolahraga, berdebat dan sebagainya. Dalam frekuaensi ini kerja otak cendrung memicu munculnya rasa cemas, khawatir, stres, dan marah. Apabila diukur dengan alat pengukur gelombang otak, gelombang otak berputar sebanyak 14-24 putaran perdetik, sehingga dalam kondisi otak ketika itu tidak mudah menerima saran atau sugesti dari orang lain karena jumlah fokus cukup banyak dan sulit untuk diarahkan. Otak dalam kondisi beta sangat logis, analitis non sugestif dengan jumlah fokus 5- 9 fokus. Dalam waktu yang bersamaan fokus bisa tertuju pada banyak objek, contoh ketika berada di sebuah ruangan pandangan bisa terfokus pada 5-9 objek, baik lemari, kursi, meja dan sebagainya.45
b. Gelombang Alpha
Gelombang Alpha menggambarkan posisi khusyuk, rileks, mediatif, dan nyaman. Gelombang alpha mengindikasikan bahwa seseorang berada dalam light trance (kondisi hipnotis ringan) Gelombang Alpha merupakan gelombang yang timbul saat pikiran sadar mulai pasif, sebaliknya pikiran bawah sadar mulai aktif. Pada kondisi alpha, stres pikiran pikiran akan lebih rileks dan gelombang
48 otak akan berputar 7-14 putaran per detik. Gelombang alpha adalah kondisi dimana seluruh proses hipnotis dan sugesti mulai dilakukan.46
c. Gelombang Theta
Pada kondisi theta kesadaran manusia lebih mengarah ke dalam dirinya sendiri misalnya ketika merasakan kantuk yang mendalam, pada kondisi ini pikiran bawah sadar sudah benar-benar aktif. Gelombang theta berada pada frekuensi yang rendah. Seseorang akan berada pada kondisi ini ketika ia sangat khusyuk dan merasakan keheningan yang mendalam (deep meditation), serta mampu mendengar nurani bawah sadarnya.47 Kondisi theta bisa juga disebut kondisi setengah tidur (mediatif) dan kondisi gelombang otak seperti ini bukan kondisi hipnotis yang diperuntukan dalam proses pembelajaran di kelas.
d. Gelombang Delta
Kondisi delta merupakan frekwensi terendah, gelombang ini terdeteksi saat tertidur pulas dan tidak bisa menerima sugesti apapun. Seseorang yang memasuki kondisi ini tidak bisa diberikan sugesti- sugesti hipnosis. Seseorang yang sedang dihipnosis bukan dalam kondisi delta, karena ia bukan mengalami kondisi tidur fisik, melainkan keadaan rileks disertai perhatian yang sangat fokus.48