III.7 KALIBRASI TERMOKOPEL
III.7.4. Pengertian Metode Pengujian
Laboratorium pengujian adalah laboratorium yang melaksanakan kegiatan teknis yang terdiri atas penetapan, penentuan satu atau lebih sifat seperti karakteristik suatu produk, bahan, peralatan, organisme, fenomena fisik,
Muhammad Irvan Siregar : Teknik Kalibrasi Thermocoupel Type – K Di PT Inalum Kuala Tanjung, 2009.
USU Repository © 2009
proses atau jasa, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Sedangkan laboratorium kalibrasi adalah laboratorium yang melaksanakan serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrumen pengukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur, dengan nilai-nilai yang sudah diketahiu yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu.
Berdasarkan defenisi tersebut, jelas diperlukan metode pengujian dan/ metode kalibrasi untuk mendukung kegiatan operasional laboratorium. Metode pengujian dan/ atau metode kalibrasi adalah prosedur teknis tertentu untuk melaksanakan pengujian dan/ atau kalibrasi.
Laboratorium harus memilih metode yang sesuai yang sudah dipublikasikan dalam standar internasional, regional atau nasional, atau oleh organisasi teknis yang mempunyai reputasi, atau dari teks maupun jurnal ilmiah yang relevan, atau sesuai dengan spesifikasi pabrik pembuat.
Pada umumnya, laboratorium dapat menggunakan metode pengujian dan/ atau kalibrasi tergantung dari sifat dasar dari pekerjaan itu sendiri. Karena itu laboratorium dapat menggunakan:
a. Metode standar yang dipublikasikan secara nasional, regional, atau internasional
Laboratorium menjamin bahwa standar yang digunakan adalah edisi mutakhir yang berlaku. Bila perlu standar harus dilengkapi dengan rincian tambahan untuk menjamin penerapan yang
Muhammad Irvan Siregar : Teknik Kalibrasi Thermocoupel Type – K Di PT Inalum Kuala Tanjung, 2009.
USU Repository © 2009
konsisten. Penggunaan stsandar nasional, regional, atau internasional yang berisi informasi yang cukup dan ringkas untuk melakukukan pengujian dan tidak perlu ditambah atau ditulis ulang sebagaimana prosedur internal, sehingga dapat digunakan oleh analis yang bersangkutan. Selain itu, saat penerapan terkadang diperlukan dokumen tambahanuntuk langkah-langkah yang lebih detail dalam rincian tahapan metode. Contoh metode yang dipublikasikan oleh badan standar internasional atau nasional, seperti: Standar Nasioanal Indonesia (SNI), International Organization for Standardization (ISO), American Standard for Testing and Materials (ASTM), American Public Health Administration (APHA), World Health Organization (WHO), dll.
b. Metode terpublikasi
Metode terpublikasi adalah metode yang dikembangkan oleh ilmuwan atau engineer secara individu dan dipublikasikan oleh organisasi teknis yang mempnyai reputasi, atau dari teks, atau jurnal yang relavan, atau dari spesifikasi pabrik pembuat peralatan. Pengunaan metode terpublikasi di laboratorium harus divalidasi terlebih dahulu.
Muhammad Irvan Siregar : Teknik Kalibrasi Thermocoupel Type – K Di PT Inalum Kuala Tanjung, 2009.
USU Repository © 2009
c. Metode yang dikembangkan sendiri oleh laboratorium
Penggunaaan metode yang dikembangkan oleh laboratorium harus merupakan kegiatan yang terencana dan harus ditugaskan kepada personel yang ahli. Rencana harus dimutakhirkan saat pengembanagan mulai dilakukan dan harus dipastikan adanya komunikasi yang efektif diantara semua personel yang terlibat. Apabila diperlukan metode yang tidak dicakup oleh metode buku, hal ini harus mendapat persetujuan dan harus mencakup spesifikasi yang jelas. Metode yang dikembangkan harue telah divalidasi sebagaimana mestinya sebelum digunakan. Bila laboratorium dapat melaksanakan suatu pengujian dan/ atau kalibrasi dengan menggunakan lebih dari satu metode, maka pemilihan metode harus didasarkan kepada faktor eksternal seperti, jenis sampel yang akan diuji atau barang yang akan dikalibrasi, peraturan perundang- undangan dan pada faktor internalnya seperti peralatan, kompetensi personal, waktu dan biaya, keselamatan dan kesehatan.
Tabel 3.2. Keuntungan dan kerugian penggunaan metode standar Metode Standar
Keuntungan Kerugian
a) Dikenal dan diterima secara
nasional maupun internasional
a) Tidak spesifik
b) Memungkinkan untuk
membandingkan hasil yang diperoleh laboratorium yang
b) Sering terlalu komplek, lambat,
atau biaya mahal untuk tujuan laboratorium
Muhammad Irvan Siregar : Teknik Kalibrasi Thermocoupel Type – K Di PT Inalum Kuala Tanjung, 2009.
USU Repository © 2009
berbeda
c) Minimalisasi pelatihan ulang
terhadap personel yang pindah dari satu laboratorium ke laboratorium yang lain
c) Beberapa standar internasional
tidak tersedia sebagai metode yang ringkas
d) Telah dieveluasi dan dicoba secara
hati-hati sebelum diterbitkan, untuk meminimalisasi resiko atau masalah yang tidak diharapkan
d) Tidak mewakili teknologi saat
ini karwena proses kaji ulang yang lambat dari organisasi nasional atau internasional yang menerbitkan metode standar.
e) Biasanya tersedia data untuk
akurasi, presisi, dan bias yang dihasilkan dari uji banding
f) Biasanya direvisi ulang dan
dimutakhirkan secara berkala.
Tabel 3.3. Keuntungan dan kerugian penggunaan metode yang dikembangkan oleh laboratorium
Metode yang dikembangkan oleh laboratorium (In-house methods)
Keuntungan Kerugian
a) Biasanya mencerminkan teknologi
saat ini
a) Sering dikembangkan dalam
suatu laboratorium namun tidak divalidasi melalui uji banding antar laboratorium
b) Sering merefleksikan kebutuhan
spesifik laboratorium.
b) Data presisi, akurasi dan bias tidak tersedia atau tidak handal
c) Tahapan prosedur kadang-
Muhammad Irvan Siregar : Teknik Kalibrasi Thermocoupel Type – K Di PT Inalum Kuala Tanjung, 2009.
USU Repository © 2009
dihilangkan
d) Sering harus dikembangkan
lebih jauh atau dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan laboratorium
e) Sering tidak diterima luas baik secara nasional maupun internasional
f) Dilakukan kaji ulang atau revisi berdasarkan umpan balik dari pengguna.
Tabel 3.4. Keuntungan dan kerugian penggunaan metode standar Metode Standar
Keuntungan Kerugian
a) Dikembangkan untuk memenuhi
kebutuhan laboratorium dengan menggunakan sumber daya yang ada
a) Dikembangkan untuk tujuan
khusus, sehingga tidak
dimungkinkan untuk diterapkan pada tujuan lain
b) Dikembangkan untuk suatu tugas
khusus
b) Kemungkinan diterima secara
nasional atau internasional kecil
c) Sering lebih murah dan lebih cepat c) Kadang-kadang sedikit bahkan
tidak ada data yang trsedia untuk akurasi, presisi, dan bias
d) Mudah dikaji ulang dan
dimutakhirkan.
d) Biasanya tidak valid untuk uji banding antar laboratorium
Muhammad Irvan Siregar : Teknik Kalibrasi Thermocoupel Type – K Di PT Inalum Kuala Tanjung, 2009.
USU Repository © 2009
tesembunyi disebabkan dasar teori yang sering tidak dimengerti secara penuh
f) Merupakan tugas besar untuk
pengembangan, validasi, dan dokumentasi suatu metode.