• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Kalibrasi Thermocoupel Type – K Di PT Inalum Kuala Tanjung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Teknik Kalibrasi Thermocoupel Type – K Di PT Inalum Kuala Tanjung"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Muhammad Irvan Siregar
  • Pengajar:
    • Bapak Rahmad Fauzi, ST. MT
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Teknologi Instrumentasi
  • Topik: Teknik Kalibrasi Thermocoupel Type – K Di PT Inalum Kuala Tanjung
  • Tipe: Karya Akhir
  • Tahun: 2009
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bab ini membahas latar belakang pentingnya kalibrasi termokopel dalam industri, khususnya di PT Inalum. Termokopel berfungsi sebagai sensor suhu yang esensial dalam proses produksi aluminium, di mana pengukuran suhu yang akurat sangat diperlukan untuk menjaga kualitas produk. Penjelasan ini sangat relevan untuk tujuan pendidikan, karena memberikan wawasan tentang aplikasi praktis dari teori yang dipelajari dalam bidang teknik instrumentasi.

1.1. LATAR BELAKANG

Latar belakang menjelaskan pentingnya kalibrasi termokopel sebagai sensor suhu dalam industri. Kalibrasi diperlukan untuk memastikan bahwa alat ukur berfungsi dengan baik dan hasil pengukuran sesuai dengan standar. Hal ini menunjukkan relevansi praktis dari teori kalibrasi dalam pendidikan teknik, di mana mahasiswa belajar tentang pentingnya akurasi dalam pengukuran.

1.2. TUJUAN PEMBAHASAN

Tujuan dari pembahasan ini adalah untuk menguraikan prinsip kerja termokopel dan teknik kalibrasinya. Ini penting dalam konteks pendidikan, karena membantu mahasiswa memahami bagaimana teori yang dipelajari diterapkan dalam situasi nyata di industri.

1.3. BATASAN MASALAH

Batasan masalah ditetapkan untuk fokus pada prinsip kerja dan teknik kalibrasi termokopel. Ini penting untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas dan menjaga fokus pada aspek yang relevan dengan tujuan pendidikan, sehingga mahasiswa dapat memahami inti dari topik yang dibahas.

1.4. METODE PEMBAHASAN

Metode pembahasan mencakup studi teoritis dan pengamatan langsung selama praktek kerja. Ini menunjukkan pendekatan pembelajaran yang berbasis pengalaman, yang sangat efektif dalam pendidikan teknik, karena mahasiswa dapat melihat langsung aplikasi teori dalam praktik.

1.5. SISTEMATIK PEMBAHASAN

Sistematika pembahasan memberikan struktur yang jelas untuk karya akhir ini, memudahkan pembaca untuk mengikuti alur pemikiran penulis. Ini juga mencerminkan pentingnya organisasi dalam penyampaian informasi akademis, yang merupakan keterampilan penting bagi mahasiswa.

II. PENGUKURAN / PENGATURAN TEMPERATUR FURNACE

Bagian ini membahas sistem pengukuran dan pengaturan temperatur furnace, yang merupakan bagian integral dari proses kalibrasi termokopel. Memahami sistem pengaturan otomatis dan tujuan pengukuran sangat penting bagi mahasiswa teknik, karena memberikan gambaran tentang bagaimana sistem kontrol digunakan dalam industri.

2.1. PENGERTIAN SISTEM PENGATURAN

Sistem pengaturan adalah kombinasi komponen yang bekerja untuk mengendalikan variabel tertentu. Penjelasan ini membantu mahasiswa memahami konsep dasar sistem kontrol, yang merupakan bagian penting dari teknik instrumentasi.

2.1.1. Sistem Pengaturan Otomatis

Sistem pengaturan otomatis melibatkan pengukuran, perbandingan, perhitungan, dan pengendalian. Ini memberikan mahasiswa wawasan tentang bagaimana instrumen bekerja dalam loop kontrol, yang esensial dalam desain sistem pengukuran.

2.1.2. Tujuan Sistem Pengaturan

Tujuan utama sistem pengaturan adalah untuk optimasi pengukuran. Mahasiswa belajar bagaimana sistem ini berfungsi untuk mencapai hasil yang diinginkan, yang sangat penting dalam pengembangan sistem kontrol yang efisien.

2.2. SISTEM PENGUKURAN SECARA UMUM

Sistem pengukuran membutuhkan instrumen untuk menentukan variabel. Ini mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya alat ukur dalam pengumpulan data, yang merupakan dasar dari analisis dan pengambilan keputusan dalam teknik.

2.3. TUJUAN PENGUKURAN

Pengukuran bertujuan untuk menghasilkan data yang akurat untuk pengelolaan sistem. Mahasiswa belajar tentang bagaimana data ini digunakan dalam proses pengambilan keputusan, yang merupakan keterampilan penting dalam bidang teknik.

2.4. CARA KERJA PENGATURAN TEMPERATUR FURNACE

Pengaturan temperatur furnace melibatkan penggunaan termokopel untuk mengubah temperatur menjadi tegangan listrik. Penjelasan ini memberikan mahasiswa pemahaman praktis tentang aplikasi termokopel dalam industri, yang sangat relevan untuk pendidikan teknik.

III. TERMOKOPEL SEBAGAI SENSOR TEMPERATUR

Bab ini menjelaskan tentang termokopel sebagai sensor temperatur, termasuk prinsip kerja dan jenis-jenisnya. Pemahaman tentang termokopel sangat penting bagi mahasiswa teknik, karena ini adalah salah satu alat ukur yang paling umum digunakan.

3.1. PENGERTIAN TERMOKOPEL

Termokopel adalah sepasang kawat logam yang menghasilkan tegangan listrik berdasarkan perbedaan temperatur. Penjelasan ini membantu mahasiswa memahami dasar fisika yang mendasari fungsi alat ini.

3.2. PRINSIP KERJA TERMOKOPEL

Prinsip kerja termokopel didasarkan pada efek termoelektrik, yang ditemukan oleh Seebeck. Mahasiswa belajar tentang teori di balik pengukuran temperatur, yang penting untuk memahami cara kerja alat ini.

3.3. JENIS-JENIS TERMOKOPEL

Berbagai jenis termokopel memiliki aplikasi yang berbeda-beda. Ini memberikan mahasiswa wawasan tentang pilihan alat ukur yang tersedia dan bagaimana memilih yang tepat untuk aplikasi tertentu.

3.4. KARAKTERISTIK BEBERAPA JENIS TERMOKOPEL

Karakteristik termokopel memberikan informasi tentang performa alat dalam berbagai kondisi. Mahasiswa belajar bagaimana karakteristik ini mempengaruhi pemilihan alat dalam aplikasi industri.

3.5. KAWAT PERPANJANGAN

Kawat perpanjangan digunakan untuk menghubungkan termokopel dengan alat ukur. Ini penting untuk mahasiswa memahami bagaimana koneksi yang tepat dapat mempengaruhi akurasi pengukuran.

3.6. PENGUKURAN TEMPERATUR

Pengukuran temperatur melibatkan penggunaan tranducer untuk mengubah temperatur menjadi sinyal listrik. Mahasiswa belajar tentang proses ini dan pentingnya kalibrasi untuk akurasi pengukuran.

3.7. KALIBRASI TERMOKOPEL

Kalibrasi termokopel adalah proses untuk memastikan bahwa alat ukur memberikan hasil yang akurat. Ini mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya kalibrasi dalam menjaga standar kualitas dalam industri.

IV. TEKNIK KALIBRASI TERMOKOPEL TIPE-K DAN PERMASALAHANYA

Bagian ini membahas teknik kalibrasi termokopel tipe-K, termasuk langkah-langkah dan permasalahan yang sering muncul. Memahami teknik kalibrasi sangat penting bagi mahasiswa teknik untuk memastikan hasil pengukuran yang akurat.

4.1. KESIAPAN LABORATORIUM

Kesiapan laboratorium mencakup persiapan lingkungan yang sesuai untuk kalibrasi. Mahasiswa belajar tentang pentingnya kondisi laboratorium dalam mendukung akurasi kalibrasi.

4.2. TEKNIK KALIBRASI TERMOKOPEL TIPE-K

Teknik kalibrasi melibatkan serangkaian langkah yang sistematis untuk memastikan akurasi. Ini memberikan mahasiswa panduan praktis yang dapat diterapkan dalam situasi nyata.

4.3. KASUS YANG SERING DIJUMPAI DALAM PELAKSANAAN KALIBRASI

Kasus-kasus umum dalam kalibrasi memberikan wawasan tentang tantangan yang mungkin dihadapi. Mahasiswa belajar untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah dalam kalibrasi.

4.4. MASALAH TEKNIS YANG DIJUMPAI DALAM PELAKSANAAN KALIBRASI TERMOKOPEL

Permasalahan teknis dapat mempengaruhi hasil kalibrasi. Mahasiswa belajar bagaimana mengatasi masalah ini untuk memastikan akurasi pengukuran.

4.5. HAL – HAL YANG BERPOTENSI MENIMBULKAN MASALAH

Identifikasi potensi masalah dalam proses kalibrasi membantu mahasiswa memahami risiko yang terkait dengan pengukuran. Ini penting untuk pengembangan keterampilan manajemen risiko dalam teknik.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan merangkum pentingnya kalibrasi termokopel dalam industri dan memberikan saran untuk praktik yang lebih baik. Ini mengajak mahasiswa untuk berpikir kritis tentang bagaimana mereka dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam karir mereka di masa depan.

5.1. KESIMPULAN

Kesimpulan menegaskan kembali pentingnya kalibrasi untuk memastikan hasil pengukuran yang akurat. Ini membantu mahasiswa memahami dampak langsung dari teori yang dipelajari dalam praktik industri.

5.2. SARAN

Saran untuk praktik kalibrasi yang lebih baik memberikan mahasiswa wawasan tentang bagaimana meningkatkan proses di masa depan. Ini mendorong mereka untuk terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi baru.

Referensi Dokumen

  • Industrial Instrument Servicing Handbook ( Carrol.G.C )
  • Electrical and Electronic Instrumentation ( Chiang, Hai Hung )
  • Temperature Measurement ( Eckersdorf. K, Michalski. L and McGhee. L. )
  • Pemahaman dan Penerapan ISO/ IEC 17025: 2005. Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi ( Hadi, A. )
  • Temperature (Monographs in Physical Measurement) ( Quinn, T.J. )

Gambar

Gambar 4.3.b. Grafik Perbedaan Suhu Antara Furnace  Standar dengan True Temperature   .................................
Tabel 4.7.b. Data Hasil Percobaan  .................................
Gambar 2.1. Blok diagram testing termokopel otomatis
Gambar 2.2. Elemen Furnace Electric Sedang Menyala
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan dilanjutkan dengan menganalisa data yang diperoleh, maka hasilnya adalah bahwa terdapat hubungan yang kuat antara pengaruh

yang digunakan sebagai bahan baku utama pada proses peleburan aluminium dengan menggunakan cara spektrofotometer dan hasil yang diperoleh dibandingkan dengan standar industri

Bab ini menjelaskan tentang crane pengganti anoda atau ACC (anode changing crane), bagaimana proses pendeteksian pelat – pelat logam oleh sensor proximity untuk mengatur

Sehingga untuk tindakan perbaikan dan pencegahan yang dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan kerja lagi maka pihak manajemen harus lebih meningkatkan toolbox meeting

Alat sistem monitoring suhu ruang server dengan menggunakan arduino sebagai pusat kendalinya, sensor LM35 sebagai sensor suhu, LCD sebagai penampilnya,

Dari hasil analisa data diketahui bahwa proses peleburan aluminium dilakukan dengan menggunakan arus sebesar 190 kA, suhu rata rata tiap pot adalah 955 o C, current efficiency

Sistem pengon- trolan suhu ruangan secara otomatis pada alat yang dirancang adalah untuk menjaga ruang- an agar tetap stabil sesuai dengan program yang dibuat,

Sehingga untuk tindakan perbaikan dan pencegahan yang dilakukan agar tidak terjadi kecelakaan kerja lagi maka pihak manajemen harus lebih meningkatkan toolbox meeting