TUGAS PENDAHULUAN
KALIBRASI
NAMA : MUCHLIS ZAIN
STB : D211 07 099
KELOMPOK V
LABORATORIUM PENGUJIAN MESIN PENDINGIN DAN PEMANAS
JURUSAN MESIN FAKULTAS TEKNIK
U NIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2010
1. Apa tujuan dari kalibrasi dan pengertian dari kalibrasi ? Jawab :
Kalibrasi adalah pemeriksaan suatu instrument terhadap standar yang diketahui dan untuk selanjutnya mengurangi kesalahan dalam ketelitiannya. Kalibrasi berfungsi untuk memungkinkan kita memeriksa instumen terhadap standar yang diketahui dan mengurangi kesalahan ketelitian alat tersebut.
2. Apa yang dimaksud dengan : Jawab:
- Ketelitian adalah usaha untuk mengurangi kesalahan dalam pengukuran
- Kepekaan adalah sikap responsif terhadap hal-hal yang ada di lingkungan sekitar kita -Keakuratan adalah suatu tingkat di mana nilai yang dicapai mendekati nilai
sesungguhnya dan bebas dari eror.
- Ketepatan : Kewajaran proses pengukuran untuk menunjukkan hasil yang sama
jika pengukuran diulang secara identik atau seberapa dekat suatu angka hasil pengukuran terhadap angka sebenarnya (true value atau reference value).
- presisi : seberapa dekat suatu hasil pengukuran satu dengan yang lainnya.
3. Apa yang di maksud dengan :
Jawab :
- Tekanan Stagnasi ; adalah tekanan yang arahnya tegak lurus dengan arah aliran fluida - Tekanan Statis ; adalah tekanan yang arahnya sejajar dengan arah aliran fluida
- Tabung pitot ; tabung yang berfungsi untuk mendistribusikan udara yang melewati
penampang ke manometer. alat ukur tekanan yang digunakan untuk mengukur tekanan stagnasi
- Blower ; arah aliran outputnya tegak lurus terhadap inputnya.
- Manometer ; alat untuk mengukut tekanan pada tiap titik - Barometer ; alat untuk mengukur tekana udara sekitar
- Temperatur ; besaran yang menyatakan kondisi termal suatu bahan untuk bertukar
energi dengan bahan lain yang bersentuhan dengannya.
- Fan ; arah aliran outputnya tegak lurus terhadap inputnya.
- Suhu ; sesuatu yang menyatakan keadaan thermal suatu bahan dan kemampuannya
untuk bertukar energy dan bahan lain yang bersentuhan dengannya.
- tdb : temperature bola kering yaitu temperature yang ditunjukkan oleh thermometer yang dimana sensornya harus benar-benar kering.(°C)
- twb : temperature bola basah yaitu temperature yang dicapai jika air yang cukup ditambahkan ke udara basah untuk menjadikan keadaan jenuh secara adiabatic dimana sensor thermometer absolute dengan kain basah .(°C)
- enthalpy adalah besarnya energy kalor yang dimiliki suatu zat (kJ/kg)
- enthropi adalah besarnya energy kalor suatu zat yang diperoleh dari hasil kerja (kJ/kgK).
- Multiplex ; teknik mengkombinasikan sejumlah sinyal (analog atau digital) untuk
ditransmisikan melalui satu media atau saluran.
4. Tuliskan dan jelaskan jenis-jenis perpindahan panas, serta rumus-rumus perpindahan
panas beserta contohnya masing-masing!
Konduksi
Konduksi adalah proses pperpindahan panas di mana panas mengalir dari daerah bersuhu lebih tinggi ke daerah yang bersuhu lebih rendah di dalam suatu medium (padat, cair, dan gas) atau antar medium yang berlainan yang bersinggungan secara langsung.
L t KA q=− ∆ Dimana : A = luas penampang (m2 ) t ∆ = beda suhu (k) L = panjang medium (m)
K = daya hantar (konduktifitas) termal (W/mK)
Contoh: Tangan yang menyentuh ketel panas,rambatan perpindahan kalor pada dinding evaporator dan rambatan panas dari din ding luar rumah ke dinding dalam rumah
Konveksi
Konveksi adalah proses transfer energi dengan kerja gabungan dari konduksi panas, penyimpanan energi dan gerakan mencampur.
q =hc A (ts-tf) Dimana : hc = koefisien konveksi (W/m2-K) A = Luas penampang (m2) ts = suhu permukaan (0C) tf = suhu fluida (0C)
Contoh: Pada perpindahan panas uap di boiler ke pipa – pipa pendingin,pendinginan fin pada silinder motor,dan penggunaan kipas angin sebagai pendingin ruangan
Radiasi
Radiasi adalah perpindahan panas yang berlangsung jika foton-foton dipancarkan dari suatu permukaan ke permukaan lain. Pada saat mencapai permukaan lain foton yang diradiasilkan juga diserap, dipantulkan atau diteruskan melalui permukaan.
q1-2 =σAF€FA(T14-T24)
Dimana :
σ =Tetapan sefan boltzman (5,669 x 10-8 W/m2-K4)
T1 = temperatur tertinggi sebelum radiasi (0C)
T2 = temperatur terendah (0C)
F€ = faktor emisifitas
FA = factor bentuk
A = Luas pemampang (m2)
Contoh: Transfer panas matahari ke bumi,radiasi tungku pembakaran ke evaporator, dan radiasi panas dari bohlam lampu
5. a. Apa yang di maksud dengan kecepatan aliran fluida beserta rumusnya ! Jawab :
Kecepatan aliran fluida merupakan salah satu besaran yang menunjukkan laju aliran suatu fluida pada kondisi tertentu. Kecepatan aliran fluida banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengukur kecepatan aliran fluida. Gelombang ultrasonik sebagai suatu gelombang yang dapat ditransmisikan melalui fluida merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran tersebut. Pada metode ini waktu tempuh gelombang ultrasonic saat terdapat aliran dibandingkan dengan waktu tempuh gelombang ultrasonic saat tidak terdapat aliran. Perbedaan waktu tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui kecepatan aliran fluida. Hasil pengujian sistem yang dilakukan memperlihatkan bahwa nilai kecepatan yang didapatkan dengan menggunakan gelombang ultrasonik mendekati nilai kecepatan yang didapatkan dengan metode jatuhan air
Rumus Kecepatan Aliran ; C=√2g.∆h
b. Tuliskan fungsi MPAD beserta bagian-bagiannya
Multiporpose Air Duct adalah seperangkat peralatan pengujian mesin pendingin yang terbuat dari bahan kayu (multiplex) yang dilapisi formika. Alat ini terdiri dari:
1. Alat-alat Utama
a. Fan Sentrifugal dengan motornya
b. Heater untuk memanaskan aliran udara yang masuk ke dalam section c. Evaporator untuk menguapkan refrigerant
d. Saluran inlet dengan mulut konis dan kisi-kisi e. Kompresor
f. Pipa pitot lubang pengukuran
g. Manometer miring dengan pipa karet penghubung h. Kondensor
2. Alat-alat Tambahan
Alat penukar panas TD49A 3. Alat Pendingin TD49C
Alat ini merupakan alat pendingin yang berdiri sendiri tetapi harus dihubungkan melalui pipa karet lengkap dengan self seling coupling dengan TD49A yang merupakan refrigerator dengan R-12.
4. Alat Penyangga Keseluruhan TD49C
Alat pemanas juga terpasang pada potongan duct. Pemanasannya terdiri empat elemen masing-masing 500 watt. Untuk mengatur panas yang diberikan pada udara. 5. Alat Pembangkit Uap (Humaditier)
Uap yang dihasilkan dimasukkan kedalam duct lewat lubang-lubang kecil pada saluran inlet, untuk menambahkan kelembaban dalam saluran.
6. Alat Pengukur Suhu
Alat pengukur suhu menggunakan thermometer air raksa meliputi dry bulb temperature dan wet bulb temperature.
7. Alat Pengukur Kecepatan
Alat pengukur kecepatan aliran fluida (udara) dilakukan dengan tabung pitot, dan juga dipakai untuk mengukur tekanan statis, dengan alat ini dapat dicari hubungan antara tekanan pada saluran inlet dengan kecepatan aliran udara.
c. Pengertian dari refrigerant serta syarat-syarat refrigerant min.15 Jawab :
KONDENSOR
EVAPORATOR
K
Refrigeran adalah fluida kerja yang bersirkulasi dalam siklus refrigerasi. Refrigeran merupakan komponen terpenting siklus refrigerasi karena dialah yang menimbulkan efek pendinginan dan pemanasan pada mesin refrigerasi. Refrigerant adalah suatu zat yang mudah menguap dan berfungsi sebagai penghantar panas dalam sirkulasi pada saluran instalasi mesin pendingin. Bahan pendingin (refrigerant) adalah suatu zat yang mudah berubah wujud dari gas menjadi cair atau sebaliknya.
Syaratnya:
a. Tekanan penguapan tinggi b. Tekanan pengembunan rendah c. Kalor laten penguapan tinggi d. Koefisien prestasi tinggi e. Konduktifitas termal tinggi f. Viskositas rendah
g. Stabil, tidak bisa bereaksi dengan bahan lain h. Tidak beracun, dan tidak merusak lingkungan i. Tidak berbau
j. Tidak mudah terbakar
k. Mudah dideteksi apabila bocor
l. Harga terjangkau dan mudah diperoleh m. Titik beku rendah
n. Viskositas rendah o. Tidak mudah terbakar
p. Tidak merusak system dari alat yang digunakan
6. Gambar dan jelaskan Siklus Pengkondisian Udara P-h dan T-s Jawab: Gambar siklus 3 2 Katup Expansi 4 1 Keterangan :
1 2 1 2 3 4 4 3
2-3 : Pembuangan kalor pada tekanan tetap di kondensor 3-4 : Proses ekspansi
4-1 : Proses penyerapan panas oleh heater Diagram p- h dan T-s :
1.2.1 Proses Kompressis Isentropik
Refrijeran masuk ke dalam kompressor kemudian di kompressi untuk dinaikkan tekanannya dalam bentuk uap jenuh.
2-3 Proses kondensasi
Refrijeran yang telah dikompresi kemudian masuk ke dalam kondensor dan terjadi proses kondensasi atau pengembunan serta proses pelepasan kalor sehingga temperatur refrijeran menjadi turun disini terjadi perubahan fasa dari uap jenuh menjadi cairan januh.
3-4 Proses Ekspasi
Setelah dikompresi Refrijeran masuk ke dalam katup ekspansi sehingga takanan dan temperaturnya menurun.
4-1 Proses penyerapan kalor.
Refrijeran masuk kedalam Evaporator yang kemudian mendinginkan udara sekitar, pada proses ini terjadi perubahan fasa dari cair ke uap.
Gambar diagram p-h dan T-S
P T
h3=h4 h1 h2 h S3 S4 S1=S2 S
Dari diagram P-h dapat dilihat bahwa proses 1-2 merupakan proses kompressi untuk menikkan tekanan dalam hal ini, terjadi kenaikan tekanan. Proses 2-3 terjadi proses kondensasi, dimana tekanannya konstan. Proses 3-4 terjadi ekspansi dalam katup ekspansi, dimana terjadi penurunan tekanan dan entalpinya konstan. Proses 4-1 terjadi penyerapan kalor yang tekanannya konstan dan entalpinya bertambah.
KONDENSOR
EVAPORATOR
K
Dari diagram T-S .Proses 1-2 merupakan proses kompressi, dimana temperatur naik dan entropinya konstan. Proses 2-3 terjadi kondensasi dimana terjadi penurunan kalor entropi. Proses 3-4 terjadi ekspansi dalam katup ekspansi dimana, temperaturnya turun dan entropinya konstan. Proses 4-1 temperaturnya konstan dan entropinya naik atau bertambah.
7. a. Tulis dan jelaskan jenis-jenis bahan penghantar panas (konduktor) yang paling baik minimal 10!
Jawab:
1. Tembaga karna nilai konduktivitas termalnya tinggi 5,8 x 107
2. Besi karna nilai konduktivitas termalnya tinggi 1,03 x 107
3. Aluminium karna nilai konduktivitas termalnya tinggi 3,82 x 107
4. Kuningan karna nilai konduktivitas termalnya tinggi 5. Karbon karena nilai konduktivitas termalnya tinggi
6. Emas karena nilai konduktivitas termalnya tinggi 6,17 x 107
7. Brass karena konduktifitas termalnya tinggi 2,56 x 107
8. Nikel karena konduktifitas termalnya tinggi 1,45 x 107
9. Mercury karena konduktifitas termalnya tinggi 1,0 x 107
10.Graphite karena konduktifitas termalnya tinggi ~ 3,0 x 104
b. Tulis dan jelaskan jenis-jenis bahan penahan panas yang paling baik (isolator) minimal 10!
Jawab:
1. Kayu karena mampu menahan panas dan dipengaruhi nilai konduktivitas termalnya 2. Kertas karena mampu menahan panas dan dipengaruhi nilai konduktivitas termalnya 3. Isolasi karna mampu menahan panas dan dipengaruhi nilai konduktivitas termalnya 4. Plastic karna mampu menahan panas dan dipengaruhi nilai konduktivitas termalnya 5. Karet karena mampu menahan panas dan dipengaruhi nilai konduktivitas termalnya 6. Silikon intrinsic nilai konduktifitasnya rendah ~0,44x10-4
7. Akuades karena nilai konduktifitasnya rendah ~1,0x10-4
8. Bakelit karena nilai konduktifitasnya rendah ~1,0x10-9
9. Mika karena nilai konduktifitas nya rendah ~1,0x10-15
10.Kuarsanilai konduktifitasnya ~1,0 x 10-17
8. Tulis dan jelaskan bagian-bagian dari sistem pengkondisian udara !
Jawab :
Gambar Sistem pengkondisian Udara :
3 2
Katup Expansi
4 1
KONDENSOR
Kondensor adalah suatu alat untuk merubah bahan pendingin dari bentuk gas menjadi cair. Bahan pendingin dari kompresor dengan suhu dan tekanan tinggi, panasnya keluar melalui permukaan rusuk-rusuk kondensor ke udara. Sebagai akibat dari kehilangan panas, bahan pendingin gas mula-mula didinginkan menjadi gas jenuh, kemudian mengembun berubah menjadi cair.
EVAPORATOR
Evaporator adalah suatu alat dimana bahan pendingin menguap dari cair menjadi gas. Melalui perpindahan panas dari dinding – dindingnya, mengambil panas dari ruangan di sekitarnya ke dalam sistem, panas tersebut lalu di bawa ke kompresor dan dikeluarkan lagi oleh kondensor.
KOMPRESSOR
Kompresor memompa bahan pendingin ke seluruh sistem. Gunanya adalah untuk menghisap gas tekanan rendah dan suhu terendah dari evaporator dan kemudian menekan/memampatkan gas tersebut, sehingga menjadi gas dengan tekanan dan suhu tinggi, lalu dialirkan ke kondensor.
KATUP EKSPANSI
Gunanya untuk menurunkan cairan dan tekanan tekanan evaporator dalam batas-batas yang telah di tentukan dengan mengalirkan cairan bahan pendingin dalam jumlah yang tertentu ke dalam evaporator.
9. a. tuliskan alat-alat ukur yang anda ketahui beserta cara-cara mengkalibrasinya min.10 Jawab :
Termometer Air Raksa
Proses kalibrasi thermometer antara lain :
1. Letakkan silinder termometer di air yang sedang mencair dan tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut berwujud cair seluruhnya. Poin ini adalah poin titik beku air.
2. Dengan cara yang sama, tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut mendidih seluruhnya saat dipanaskan.
3. Bagi panjang dari dua poin diatas menjadi seratus bagian yang sama.
Kalibrasi Termometer Digital biasa menggunakan kalibrator manual atau otomatis, kalibrator manual suhu yg dikenakan ke sensor adalah suhu pemanas nyata dimulai dari 0 derajat untuk setting ofsetnya. Kalibrasi otomatis terdiri dari suhu pemanas dan checker untuk gain dalam rangkaian komparatornya
Hygrometer
Hygrometer mempunyai prinsip kerja yaitu dengan menggunakan dua thermometer. Thermometer pertama dipergunakan untuk mengukur suhu udara biasa dan yang kedua untuk mengukur suhu udara jenuh/lembab (bagian bawah thermometer diliputi kain/kapas yang basah). Thermometer Bola Kering: tabung air raksa dibiarkan kering sehingga akan mengukur suhu udara sebenarnya.
Thermometer Bola Basah: tabung air raksa dibasahi agar suhu yang terukur adalah suhu saturasi/ titik jenuh, yaitu; suhu yang diperlukan agar uap air dapat berkondensasi.
Sebuah sistem kalibrasi higrometer telah dirancang dan dibuat dalam rangka peningkatan kemampuan kalibrasi higrometer untuk menghasilkan sebuah sistem kalibrasi yang dapat memberikan kemampuan ukur terbaik di bawah 2,5%. Sistem yang dibangun memanfaatkan prinsip kerja divided flow atau aliran terbagi. Pengujian dilakukan terhadap sistem tersebut pada rentang kelembaban relative yang biasa dipakai untuk melakukan kalibrasi, yaitu dari 10% hingga 95%. Pengukuran ketidakseragaman test chamber telah dilakukan pada rentang kelembaban tersebut dengan menggunakan dua buah sensor. Hasil akhir pengujian menunjukkan sistem yang dibangun mampu memberikan kemampuan ukur terbaik masing-masing adalah 0,62% pada RH 10% dan 0,51% pada RH 60% dan 95%.
Neraca Digital/Elektronik
Kalibrasi ;
Pengontrolan Timbangan/Neraca
Timbangan/Neraca dikontrol dengan menggunakan anak timbangan yang sudah terpasang atau dengan dua anak timbangan eksternal, misal 10 gr dan 100 gr. Timbangan/Neraca elektronik, harus menunggu 30 menit untuk mengatur temperatur. Jika menggunakan timbangan yang sangat sensitif, hanya dapat bekerja pada batas temperatur yang ditetapkan. Timbangan harus terhindar dari gerakan (angin) sebelum menimbang angka “nol” harus dicek dan jika perlu lakukan koreksi. Penyimpangan berat dicatat pada lembar/kartu kontrol, dimana pada lembar tersebut tercantum pula berapa kali timbangan harus dicek. Jika timbangan tidak dapat digunakan sama sekali maka timbangan harus diperbaiki oleh suatu agen (supplier).
Kebersihan timbangan
Kebersihan timbangan harus dicek setiap kali selesai digunakan, bagian dan menimbang harus dibersihkan dengan menggunakan sikat, kain halus atau kertas (tissue) dan membersihkan timbangan secara keseluruhan timbangan harus dimatikan, kemudian piringan (pan) timbangan dapat diangkat dan seluruh timbangan dapat dibersihkan dengan menggunakan pembersih seperti deterjen yang lunak, campurkan air dan etanol/alkohol. Sesudah dibersihkan timbangan dihidupkan dan setelah dipanaskan, cek kembali dengan menggunakan anak timbangan.
Pressure Gauge
Kalibrasi pressure gauge dilakukan di Badan Metrologi Pusat di Bandung. Pada prinsipnya, kalibrasi
sebagai acuan yang
telah di tetapkan sebelumnya.
ph meter
cara kalibrasi ph meter ;
setahu sy ada sejenis cairan ( warna kehijauan ) dgn ph tertentu ( diberitahukan oleh pabrikannya , berapa nilai ph cairan ini ) . nah ph meter kita dicelupkan ke cairan tsb , dan ph meter harus menunjuk kan angka ph ( sesuai dgn ph cairan tsb - yg
diberitahukan sebelumnya ) , kalau ph meter kita tdk sesuai , maka kita harus memutar 1 bh baut di meter tsb , sampai ph meter kita menunjukkan angka ph tsb.
Termokopel
Termokopel merupakan sebuah alat yang biasa digunakan untuk mengukur suhu yang pada umumnya sebagai termometer digital, karena termokopel memiliki output berupa arus listrik sehingga pengkonversiannya dapat secara digital.
Kalibrasi merupakan suatu cara untuk menstandarkan suatu alat ukur terhadap alat ukur standar, dalam hal ini termokopel (sebagai alat ukur suhu) distandarkan dengan termometer. Kalibrasi sering disalahgunakan penyebutannya untuk mengenolkan suatu alat ukur, hal ini salah besar, memposisikan alat ukur pada posisi nol-nya (pengenolan) memiliki sebutan sendiri yaitu “Tera” atau “Mentera”. Pengkalibrasian dilakukan dengan syarat ada alat ukur standar yang digunakan sebagai patokan nilai yang akan ditentukan pada alat ukur yang dikalibrasi. Untuk kalibrasi termokopel ini, suhu pada persambungan dua logam (kopel) diukur juga dengan thermometer. Proses pengkalibrasian termokopel yaitu, setelah setting alat diatas selesai maka langkah awal adalah mengukur suhu air yang didalamnya diletakkan bagian persambungan (kopel) dari termokopel dengan termometer, setelah termometer menunjukkan suhu puncak air maka langkah selanjutnya adalah mengamati besarnya tegangan yang ditimbulkan termokopel pada voltmeter. Langkah berikutnya yaitu membandingkan suhu yang ditunjukkan oleh termometer dengan tegangan yang ditimbulkan termokopel, nilai tegangan itulah konversi suhu yang diukur. Jadi, nilai tegangan itu setara dengan suhu yang terukur oleh termometer, sehingga didapatkan nilai tegangan sekian = suhu sekian, dan proses kalibrasi telah selesai. Dan untuk menentukan suhu berikutnya maka suhu air diturunkan dan disetarakan dengan tegangan yang timbul, jadi akan didapatkan nilai tegangan dan nilai suhu pada setiap penurunan suhu air. Proses pengkalibrasian dilakukan seperti pada langkah awal yaitu, tegangan sekian setara suhu sekian. Hasil akhirnya kita mendapatkan alat ukur baru yaitu termokopel yang telah sesuai nilainya dengan termometer yang digunakan untuk mengkalibrasi.
Torsimeter pada percobaan puntiran di laboratorium mekanika terpakai
Cara Kalibrasi ;
Dengan cara memutar tuas lengan gaya untuk menyeimbangkannya di mana lengan gaya terhubung dengan torsimeter sehingga hasil yang akan di peroleh akan lebih akurat. kalibrasi di hentikan apabila posisi gelembung yang terdapat pada waterpass sudah berada di tengah-tengah di mana waterpass tersebut berada di atas lengan gaya.
Mikrometer
Prinsip Kalibrasi
Pengukuran kerataan muka ukur dilakukan dengan perbandingan terhadap sebuah standar kerataan optis (optical flat) dengan menggunakan prinsip interferensi cahaya.
perbandingan terhadap standar kesejajaran (optical parallel), atau dengan sebuah balok ukur yang dipindah-pindah posisinya.
Pengukuran kesalahan penunjukan mikrometer dilakukan dengan perbandingan terhadap seperangkat balok ukur (gauge block).
Persyaratan Kalibrasi
Kalibrasi dilakukan dalam suhu 20 °C ± 1 °C dan kelembaban relatif 55 % ± 10 % Untuk pemeriksaan digunakan optical flat atau optical parallel dengan kerataan kurang dari 0,1 μm.
Untuk pemeriksaan kesejajaran digunakan optical parallel dengan keratann kurang dari 0,1 μm dan kesejajaran kurang dari 0,2 μm, dan/atau gauge block Kelas 0 atau Kelas 1 (ISO3650) atau yang setara.
Untuk pengukuran kesalahan penunjukan digunakan balok ukur Kelas 0 atau Kelasi 1 (ISO 3650) atau yang setara.
Densitometer
PROSEDUR KALIBRASI
densitometer Sebuah TIDAK harus ditempatkan dalam kamar gelap. • densitometer harus diaktifkan pada awal hari dan kiri di.
• Kecepatan rana yang digunakan harus menjadi ukuran yang sesuai untuk rasio pengurangan yang
diukur. Sebagai praktek umum, aperture terbesar yang dapat digunakan untuk diberikan
ukuran gambar menyediakan kepadatan rata-rata terbaik atau kepadatan patch dokumen.
• The-membaca permukaan densitometer harus dibersihkan sekali sehari dengan kain bebas serat
ringan dibasahi dengan air.
• Ikuti jadwal perawatan pencegahan yang disediakan oleh produsen. • Kalibrasi densitometer setidaknya sekali sehari. densitometer harus
dikalibrasi dengan patch kepadatan kalibrasi yang disediakan oleh produsen. Jika ini tidak
tersedia, plak cek seperti Kodak Transmisi Densitometer Periksa
Plak (KATALOG No 170-1986) dapat digunakan. Strip kepadatan yang disediakan oleh
Kodak Jaminan Kualitas Laboratorium strip korelasi saja. strip ini digunakan untuk
berkorelasi pembacaan densitometer kepadatan ke densitometer di Kodak Jaminan Kualitas Lab.
• Periksa nol densitometer sebelum membaca masing-masing. Variabilitas dalam pembacaan dapat
hasil dari operasi densitometer terlalu cepat.
• Kebanyakan densitometer memerlukan densitas untuk dibaca dengan sisi emulsi up dan pusat kepadatan petak yang diukur.
b. Tuliskan TATIB laboratorium pendingin dan pemanas Jawab :
Proses praktikum berlangsung pada pagi hari (08.00 – selesai ) toleransi 10 menit Wajib membawa :
1. Modul 2.Baju Lab 3.Alat tulis
4.Papan nama 5.Kalkulator 6.Tabel A2 stocker Standar kerapihan - menggunakan kaos kaki - memakai kemeja
- rok hitam panjang - Rambut diikat
Tugas pendahuluan : - Ketik (computer) - Selesai 100 %
Respon min. nilai 8 (respon pintu, lisan, dan tulisan) Tidak doperoleh makan, minum, dan keluar lab.
Pindah hari, idealnya 2 hari, dengan surat pindah hari yang diketahui oleh koord.praktikum dan koord.asisten, surat pindah hari minimal masuk sehari sebelum jadwal praktikum yang diinginkan.
Proses asistensi jam 08.00 – 16.00 Asistensi I sehari setelah praktikum Batas ACC 3 Hari
Penilaian :
TP = 10 % Laporan = 30 % Teori = 20 %
Respon = 10 % Uji alat = 20 % Etika = 10%
TU,TK, Terminologi (min 15), harus selesai sebelum masuk praktikum (tulisan tangan)
c. Artikel tentang kalibrasi min 5 lembar,tidak boleh sama! (TERLAMPIR)
10. Konversikan nilai berikut Jawab :
a. 399°C = 750,2 ˚F= 672 K= 1209,87 ˚R
b. 3799 N/m2= 28.4949 mmHg= 387,5306 mmKr= 0,551 Psi
11. Buat Soal perpindahan panas serta Jawabannya, tiap praktikan beda dan soal dibuat harus
dimengerti!
Jawab :
Empat buah plat dengan ukuran (10 ҳ 20) cm dipananskan oleh suatu sumber panas hingga pada temperature 500°C dan terus dipertahankan. kemudian plat tersebut didinginkan dengan fan pada temperature 32°C. koefesian perpindahan panas plat adalah 30 W/m2°C. Hitunglah perpindahan kalor yang terjadi pada keempat plat itu!
Jawab:
luas penampang:
A= (10 x 20) cm= 200 cm2
untuk 4 buah plat:
Atot = 200 cm2 x 4 = 800 cm2 laju perpindahan panas: Q= h x A x ( Tw – T) = 30 x 800 x ( 500-32) = 1123,2 kW
12. Tuliskan Pengertian Hukum Thermodinamika I, II, III !
Jawab :
Hukum I Thermodinamika
“Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi dapat dikonversi dari satu bentuk ke bentuk yang lain”
Hukum II Thermodinamika
Ada dua pernyataan klasik :
-Pernyataan Kelvin – Planck
“Tidak mungkin membuat suatu alat atau mesin yang beroperasi dengan suatu siklus tertentu dan tidak menghasilkan efek selalin dari pengangkatan sebuah beban dan pertukaran kalor dengan sebuah sumber kalor”
-Pernyataan Clausius
“Tidak mungkin untuk membuat suatu alat atau mesin yang beroperasi dengan suatu siklus tertentu dan menghasilkan efek selain dari pemindahan kalor dari suatu benda yang bertemperatur lebih rendah ke benda lain yang bertemperatur lebih tinggi”.
Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol