• Tidak ada hasil yang ditemukan





















Artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.

Waktu Nabi Musa a.s. membawa Bani Israil ke luar dari negeri Mesir menuju Palestina dan dikejar oleh Fir'aun, mereka harus melalui laut merah sebelah Utara. Maka Tuhan memerintahkan kepada Musa memukul laut itu dengan tongkatnya. perintah itu dilaksanakan oleh Musa hingga belahlah laut itu dan terbentanglah jalan raya ditengah-tengahnya dan Musa melalui jalan itu sampai selamatlah ia dan kaumnya ke seberang. sedang Fir'aun dan pengikut-pengikutnya melalui jalan itu pula, tetapi di waktu mereka berada di tengah-tengah laut, Kembalilah laut itu sebagaimana biasa, lalu tenggelamlah mereka.

Jadi kesimpulan diatas bahwa kita sebagai orang islam hendaknya dapat menjauhi sifat-sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Berbuatlah sebaliknya dan menanamkan sifat Akhlakul karimah.21

C. Pengertian Metode Problem Solving

1. Pengertian Metode Problem Solving

Kata metode berasal dari dua perkataan, yaitu meta dan bodos.

Meta berarti “melalui” dan bodos “jalan”atau “cara”. Dengan demikian

metode dapat berarti cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa metode adalah suatu sarana untuk menemukan, menguji, dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin ilmu tersebut.22

Metode adalah cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar metode

21

Drs. H. Masan AF, M.Pd, Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah Kurikulum 2008

Kelas VIII, (Semarang: PT Karya Toha Putra,2009), cet.1. hal.56-66 22

Prof. Dr. H. Abuddin Nata,MA, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta:Gaya Media

diperlukan oleh guru dan pengguanaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. Dalam kegiatan belajar mengajar guru tidak hanya terpaku dengan menggunakan satu metode, tetapi sebaiknya guru menggunakan metode yang bervariasi agar jalannya pengajaran tidak membosankan, tetapi menarik perhatian anak didik.23

Selanjutnya jika kata metode tersebut dikaitkan dengan pendidikan islam, dapat membawa arti metode sebagai jalan untuk menanamkan pengetahuan agama pada diri seseorang sehingga terlihat dalam pribadi obyek sasaran, yaitu pribadi yang islami.

Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Dengan demikian metode dalam rangkaian system pembelajaran memegang peran sangat penting. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran.

Adapun kata lain metode merupakan cara untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan, keberadaan metode sangatlah penting dalam pendidikan, dimana dengan adanya metode dapat mempermudah pencapaian tujuan yang diharapkan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Metode pembelajaran berarti pilihan cara yang digunakan dalam

proses pembelajaran. Berkaitan dengan ini, “Dewey” menekankan pada

penerapan metode langsung, spesifik, dan pengalaman-pengalaman yang mengesankan. Anak diyakini oleh “Dewey”, tentu menghadapi situasi-situasi konkret sedemikian hingga ia terpaksa mengerjakan sesuatu.

23

Syaful Bahri Djamarah dan Aswan Zein, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta :

Menurutnya aktivitas anak didik di dalam kelas mestilah memfokuskan pada upaya penyelesaian masalah (problem solving), daripada ditekankan pada metode pemberian semua materi pelajaran secara verbal.24

Berdasarkan diatas bahwa metode pembelajaran merupakan suatu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah disusun sebelumnya dan direalisasikan didalam kegiatan pembelajaran. Dengan adanya metode dalam pembelajaran tersebut diharapkan proses pentransferan ilmu pengetahuan akan lebih mudah dilakukan, sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih terarah dan memudahkan siswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan wawasannya.

Kata “problem” berasal dari Bahasa Inggris yang berarti masalah

(selanjutnya dalam tulisan ini digunakan kata “problem” yang diartikan

sebagai masalah atau soal). Masalah merupakan pertanyaan yang bersifat tantangan (challenge) dan tidak dapat dipecahkan secara prosedur rutin (procedur routine) yang sudah diketahui jawabannya. Disadari atau tidak, setiap hari kita harus menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan. Masalah tiap orang berbeda-beda, sesuatu hal merupakan masalah bagi seseorang tetapi belum tentu merupakan masalah bagi orang lain. Suatu masalah biasanya memuat suatu situasi yang mendorong seseorang untuk menyesaikannya. Contoh suatu soal diberikan kepada seorang anak dan anak tersebut langsung mengetahui cara menyelesaikannya dengan benar, maka soal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai masalah. Jika soal tersebut belum dapat diselesaikan secara langsung, maka hal itu merupakan masalah bagi anak tersebut.

Problem solving adalah belajar memecahkan suatu masalah. Pada tingkat ini anak-anak merumuskan memecahkan masalah, memberikan respon terhadap rangsangan yang menggmbarkan atau membangkitkan

24

Abd. Rahman Assegaf, Filsafat Pendidikan Islam, Pradigma Baru Pendidikan

situasi problematik, yang mempergunakan berbagai kaidah yang telah dikuasainya.25

Menurut Depdiknas mengatakan bahwa metode problem solving

adalah suatu pendekatan pembelajaran yang dipercaya sebagai vehicle

(kendaraan/alat) untuk mengembangkan higher order thinking skills. Melalui proses problem solving, para siswa akan mampu menjadi pemikir yang handal dan mandiri.26

Metode problem solving adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis, dibandingkan, dan disimpulkan dalam usaha mencari jawabannya oleh peserta didik.27

Metode pemecahan masalah ini memiliki kelebihan yaitu dapat membuat situasi pengajaran disekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya yang berkaitan dengan dunia kerja.28

Metode pemecahan masalah (problem solving) merupakan cara memberikan pengertian dengan menstimulasi anak didik untuk memperhatikan, menela’ah dan berpikir tentang suatu masalah untuk selanjutnya menganalisis masalah tersebut sebagai upaya untuk memecahkan masalah. Dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai mencari data samapi menarik kesimpulan.29

Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode

25

Syaful Bahri Djamarah dan Aswan Zein, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta :

Rineka Cipta, 2002), h.18 26

Drs. Lukmanul Hakim MPd, Perencanaan Pembelajaran, (Bandung:CV Wacana

Prima, 2009) hal. 49 27

Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA, Perspektif Islam Tentang Pembelajaran, (Jakarta:

Kencana Prenada Media Grouf, 2009), cet.1, hal.187 28

Abuddin Nata, Prsefktif Islam Tentang Strategi Pembelajaran, (Jakarta: 2009

Kencana Prenada Media Group), h.178 29

Syaful Bahri Djamarah dan Aswan Zein, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta :

berpikir, sebab problem solving (belajar memecahkan masalah).30 Pada tingkat ini, siswa belajar merumuskan dan memecahkan masalah, memberikan rangsangan yang menggambarkan atau membangkitkan situasi problematic, mempergunakan berbagai kaidah yang telah dikuasainya.

Jadi yang dimaksud dengan Problem Solving dalam penelitian ini adalah hasil suatu masalah yang melahirkan banyak jawaban yang dihasilkan dari penelitian yang menghasilkan kesimpulan secara realistik. (Lawson, 1991:53)

2. Teknik Metode Problem Solving

Dalam pemecahan problem-problem baru yang dihadapi diperlukan kesanggupan untuk berpikir. Oleh sebab itu, sudah sewajarnya sekolah turut bertanggung jawab mempersiapkan siswa dengan menggunakan metode problem solving dalam mengajarkan berbagai mata pelajaran. Metode ini memusatkan pada murid. Jadi berbeda dengan metode ceramah yang mengutamakan Guru.

Metode ini telah mendorong anak untuk berpikir secara sistematis dengan menghadapkannya pada problem-problem. Jika anak-anak telah terlatih dengan metode ini, mereka diharapkan dapat menggunakannya dalam situasi-situasi problematis dalam hidupnya.

Keunggulan Metode Problem Solving

a. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. b. Berpikir dan bertindak kreatif.

c. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis. d. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan. e. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.

f. Merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk men yelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.

30

Drs. H. Ahmad Sabri, M.Pd. Strategi Belajar Mengajar, Micro Teaching, (PT.

g. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.31

3. Langkah-Langkah Pelaksanaan dalam Metode Problem Solving

(Pemecahkan Masalah Ilmiah)

Menurut John Dewey, pada pokoknya langkah-langkah yang harus dicapai dalam memecahkan masalah sebagai berikut:

a. Menyadari adanya masalah: problem, kesulitan, sesuatu yang menimbulkan tanda tanya dalam pikiran kita yang biasanya kita hadapi sehingga kita merasa bimbang.

b. Memahami hakekat masalah dengan jelas; ketegasan dan kejelasan rumusan problem merupakan syarat untuk memecahkan masalah secara efisien.

c. Mengajukan hipotesis yaitu dugaan mengenai jawaban suatu masalah, tanpa bukti-bukti yang nyata.

d. Mengumpulkan data: untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis e. Analisis dan sintesis data: bahan yang dikumpulkan harus ditinjau

dan dianalisa secara kritis dan melihat hubungannya dengan pemecahan masalahnya.

f. Mengambil kesimpulan: berdasarkan data telah dikumpulkan dan dianalisis secara kritis dapat diuji kebenaran hipotesis.

g. Mencoba dan menerapkan kesimpulan: kebenaran kesimpulan bukan hanya berupa hasil pemikiran melainkan pula harus dibuktikan kebenaran di dalam perbuatan.

h. Mengevaluasi seluruh proses pemecahan masalah. 32

Menurut Ahmad Sabri, dalam bukunya Strategi belajar mengajar (micro teaching) yaitu:

a. Adanya masalah yang jelas untuk di pecahkan.

31

Hamdani, M.A, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), h.84

32

Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya, Strategi Belajar Mengajar (SBM), (Bandung:

b. Mencari data dan keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut.

c. Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. d. Menguji kebenaran jawaban sementara dari masalah tersebut. e. Menarik kesimpulan.33

4. Persiapan Metode Problem Solving

a. Bahan-bahan yang akan dibahas terlebih dahulu disiapkan oleh guru. b. Guru menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan sebagai bahan pembantu

dalam memecahkan persoalan.

c. Guru memberikan gambaran secara umum tentang cara-cara pelaksanaannya.

d. Persoalan yang disajikan hendaknya jelas dapat merangsang siswa untuk berpikir.

e. Persoalan harus bersifat praktis dan sesuai dengan kemampuan siswa.34

Menurut Ramayulis, dalam bukunya metodologi pengajaran agama islam, bahwa ada beberapa persiapan dalam menggunakan metode problem solving yang harus disiapkan sebagai berikut:

a. Bahan-bahan yang akan dibahas terlebih dahulu disiapkan oleh guru. b. Guru menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan sebagai bahan pembantu

dalam memecahkan persoalan.

c. Guru memberikan gambaran secara umum tentang cara-cara pelaksanaannya.

d. Problema yang disajikan hendaknya jelas dapat merangsang siswa untuk berpikir.

e. Problema harus bersifat praktis dan sesuai dengan kemampuan siswa.35

33

Drs. H. Ahmad Sabri, M.Pd. Strategi Belajar Mengajar, Micro Teaching, (PT.

Ciputat Press, 2005), cet.1, hal.62 34

Hamdani, M.A, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), h.85

35

Prof. Dr. Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia,

5. Pelaksanaan Metode Problem Solving

Dalam bunkunya Prof. Dr. H. Abuddin Nata, Perspektif Islam Tentang Pembelajaran, bahwa pelaksanaan menggunakan metode problem solving

yaitu:

a. Dapat dilakukan dengan cara membagi siswa kedalam kelompok-kelompok antara 3-5 orang.

b. Menentukan pokok permasalahan yang harus dipecahkan, serta

c. Mendiskusikan dan memecahkan masalah tersebut melalui kegiatan pengumpulan data.

d. Menyusun hipotesis, e. Mengolah data,

f. Menguji hipotesis, dan g. Menarik kesimpulan.36

Menurut Ramayulis, dalam bukunya metodologi pengajaran agama islam bahwa pelaksanaan menggunakan metode problem solving sebagai berikut:

a. Guru melaksanakan secara umum tentang masalah yang dipecahkan. b. Guru meminta kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang

tugas yang akan dilaksanakan.

c. Siswa dapat bekerja secara individual atau berkelompok.

d. Siswa dapat menemukan pemecahannya dan mungkin pula tidak. e. Kalau pemecahannya tidak ditemukan siswa, hal tersebut didiskusikan. f. Pemecahan masalah dapat dilaksanakan dengan pikiran, kebiasaan,

pengalaman, diskusi, dan mencari bahan banding.

g. Data diusahakan mengumpulkan sebayak-banyaknya untuk analisis sehingga dijadikan fakta.

h. Membuat kesimpulan.37

36

Abuddin Nata, Prsefktif Islam Tentang Strategi Pembelajaran, (Jakarta: 2009

Kencana Prenada Media Group), h.188 37

Prof. Dr. Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia,

Menurut Hamdani, dalam bukunya strategi belajar mengajar bahwa pelaksanaan menggunakan metode problem solving sebagai berikut: a. Guru menjelaskan secara umum tentang masalah yang dipecahkan. b. Guru meminta kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang

tugas yang akan dilaksanakan.

c. Siswa dapat bekerja secara individual atau berkelompok.

d. Siswa dapat menemukan pemecahannya dan mungkin pula tidak. e. Kalau pemecahannya tidak ditemukan siswa, hal tersebut didiskusikan. f. Pemecahan masalah dapat dilaksanakan dengan pikiran.

g. Data diusahakan mengumpulkan sebanyak-banyaknya untuk analisis sehingga dijadikan fakta.

h. Membuat kesimpulan.38

6. Keuntungan Metode Problem Solving

a. Melatih siswa untuk menghadapi problema atau situasi yang timbul secara spontan.

b. Siswa menjadi aktif dan berinesiatif serta bertanggung jawab. c. Pendidikan di sekolah relevan dengan kehidupan.

d. Sukar sekali menentukan masalah yang benar-benar cocok dengan tingkat kemapuan siswa.39

Melatih siswa untuk menghadapi problema atau situasi yang timbul secara spontan.

Menurut Ramayulis, dalam bukunya metodologi pengajaran agama islam bahwa pelaksanaan menggunakan metode problem solving sebagai berikut:

a. Melatih murid-murid untuk menghadapi problema-problema atau situasi-situasi yang timbul secara spontan.

38

Hamdani, M.A, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 2011),

h.85-86 39

b. Murid-murid menjadi aktif dan berinesiatif sendiri serta bertanggung jawab sendiri.

c. Pendidikan disekolah relevan dengan kehidupan.

d. Sukar sekali menentukan masalah yang benar-benar cocok dengan tingkat kemampuan siswa.40

7. Kelemahan Metode Problem Solving

a. Memerlukan waktu yang lama, artinya memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

b. Siswa yang pasif dan malas akan tertinggal.

c. Sukar sekali untuk mengorganisasikan bahan pelajaran.41

Siswa diharapkan dapat membangun pemahamannya tentang realita alam dan ilmu pengetahuan dengan cara merekontruksi sendiri “makna” melalui pemahaman pribadinya. Para siswa difasilitasi untuk menerapkan their existing knowledge melalui problem solving, pengambilan keputusan, dan mendesain penemuan.

Para siswa dituntut untuk berpikir dan bertindak kreatif dan kritis. Mereka dilibatkan dalam melakukan eksplorasi situasi baru, dalam mempertimbangkan dan merespon permasalahan secara kritis, dan dalam menyelesaikannya secara realistis.42

8. Manfaat menggunakan Metode Problem Solving

Dalam kehidupan disekolah maupun dimasyarakat guru telah membuktikan diri sebagai pemecah masalah (problem solving).Di sekolah, seorang guru mampu memberikan berbagai solusi untuk anak-anak.

40

Prof. Dr. Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia,

1994), cet.2, hal.205 41

Hamdani, M.A, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 2011),

h.84-86 42

Lukmanul Hakim, Perencanaan Pembelajaran, (Bandung: CV Wacana Prima,

Berbagai persoalan yang tidak bisa ditangani oleh profesi lain, ternyata guru mampu.

Menjadi satu kebanggaan bagi seorang guru ketika melihat muridnya menjadi sukses. Guru tidak memiliki rasa cemburu. Justru dengan mempunyai murid yang sukses dapat dijadikan sebagai motivasi.43

Adapun kelebihan menggunakan metode ini diantaraya:

a. Metode Problem Solving merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami pelajaran.

b. Metode Problem Solving dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.

c. Metode problem Solving dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.

d. Metode problem Solving dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa.44

9. Tujuan Menggunakan Metode Problem Solving

Dalam pemecahan masalah-masalah baru yang dihadapi perlu kesanggupan untuk berpikir, oleh karena itu tujuan dari metode ini diantaranya :

a. Dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus-menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir. b. Agar mampu membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan

mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.

c. Dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kempuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.45

43

Najib Sulhan, Karakter Guru Masa Depan, (Surabaya: PT Temprina Media

Grafika, 2011), cet I, h. 194-195 44

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi pada Standar Proses

Pendidikan, (Jakarta: PT. Kencana Prenada Media Group, 2006), h.220 45

Drs. H. Tayar Yusuf & Drs. Syaiful Anwar, Metodologi Pengajaran Agama dan

31

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Dokumen terkait