• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Metodolog

Dalam dokumen Pengertian Metode Dan Metodologi Menurut (Halaman 67-71)

Metodologi berasal dari kata metode dan logos. Metodologi biasa diartikan ilmu yang membicarakan tentang metode-metode. Kata metode berasal dari kata Yunanimethods. Sambungan kata depan meta ( menuju, melalui,

mengikiuti,sesudah) dan kata benda hodos ( jalan, perjalanan, cara, arah ) kata Imethodos I sendiri lalu berarti : penelitian, metode, ilmiah, hipotesis ilmiah, urian ilmiah. Metode ialah cara bertindak menurut system aturan tertentu. ( Anton Bakker, 1984, hlm . 10 )

Pengertian metode berbeda denngan metodologi. Metode adalah suatu cara, jalan, petunjuk pelaksanaan atau teknis, sehingga memiliki sifat yang membicarakan cara, jalan atau petunjuk dalam penelitian, sehingga metodologi penelitian membahas konsep konsep teoritis berbagai metode. Dapat pula dikatakan bahwa metodologi penelitian adalah membaasa tentangdasar-dasar filsafat ilmu dari metode penelitian, karena metodologi belum memiliki langkah- langkah praktis, adapun derivasinya adalah pada metode penelitian. Bagi ilmu- ilmu seperti sosiologi, antropoplogi, polotik, komunikasi, ekonomi, hokum, serta ilmu-ilmu kealama, metodologi adalah merupakan dasar-dasar filsafat ilmu darisuatu metode, atau dasar dari langkah-langkah praktis penelitian. Seorang peneliti dapat memilih suatu metode dengan dasar-dasar filosofis tertentu, yang konsekuensinya diikuti dengan metode penelitian yang konsisten dengan metode yang dipilihnya. ( Kaeln, 2005, hlm. 7 )

Jadi, metode bias dirumuskan suatu p[roses atau prosedur yang sistematik berdasarkan prinsip dan teknik ilmiah yang dipakai oleh disiplin ( bidang studi) untuk mencapai suatu tujuan. Adapun metodologi adalah pengkajian mengenai model atau bentuk bentuk metode, aturan yang harus dipakai dalam kegiatan ilmu pengetahuan. Jika dibandingkan antar metode dan metodologi, maka metodologi lebih bersifat umum dan metode lebih bersifat khusus. ( Suparlan Suhartono, 2005, hlm. 94-95 )

Dengan kata lain dapat dipahami bahwa metodologi bersangkutan dengan jenis, sifat dan bentuk umum mengenai cara-cara, aturan dan patokan prosedur jalannya penyelidikan secara sistematik menurut metodologi itu, agar dapat tercapai suatu tujuan yaitu kebenaran ilmiah.

Peter R. Senn dalam membedakan metode dengan metodologi ( dalam jujun S. Suriasumantri, 1987 ) berpendapat bahwa metode adalah suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah sistematis. Adapun metodologi adalah suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan dalam metode tersebut.

Unsur-unsur metodoligi

Menurut anton Baker dan ahmad charris zubair adalah :

1. Interpretasi (menafsirkan)

Artinya menafsirkan, membuat tafsiran, tetapi yang tidak bersifat subjektif ( menurut selera orang menafsirkan ) melainkan haus bertumpu pada evidensi objektif, untuk dapat memperoleh pengertian, pemahaman atau versetehen. Pada dasarny interprestasi berarti tercapainya pemahaman yang benar mengeni ekspresi manusiawi yang dipelajarinya.

2. Deduksi dan Induksi

Dikatakan oleh Beerling, bahwa setiap ilmu terdapat penggunaan metode induksi dan deduksi, menurut pengertian siklus empiris. Siklus empiris meliputi bebrapa tahapan, yakni observasi, induksi, deduksi, kajian ( eksperimentasi ) dan evaluasi. Tahapan itu pada dasarnya tidak berlaku secara berturut-turut melainkan terjadi sekaligus. Akan tetapi, siklus ini diberi bentuk tersendiri dalam penelitian filsafat, berhubungan dengan sifat-sifat objek formal yang istimewa, yaitu manusia.

3. Koherensi Intern

Yaitu usaha untuk memahami secara benar guna memperoleh hakikat dengan menunjukkan semua unsur structural dilihat dalam suatu struktur yang konsisten,

sehingga benar-benar merupakan internal structure atau internal

relations .walaupun mungkin terdapat semacam oposisi di antaranya, tetapi

unsur-unsur itu tidak boleh bertentangan satu sama lain. Dengan demikian akan terjadi suatu lingkaran pemahaman antara hakikat menurut keseluruhannya dari suatu pihak dan unsur-unsurnya dipihak lain.

4. Holistis

Tinjauan secara lebih dalam untuk mencapai suatu kebenaran secara utuh. Objek dilihat interaksi dengan seluruh kenyataannya. Identitas objek akan terlihat bila ada korelasi dan komunikasi dengan lingkungnnya. Objek ( manusia ) hanya dapat dipahami dengan mengamati seluruh kenyataan dalam hubungannya dengan manusia, dan manusia sendiri dalam hubungannya dengan segalanya yang mencakup hubungan ajksi-reaksi sesuai dengan tema zamannya. Pandangan menyeluruh ini juga disebut totalitas.

5. Kesinambungan Historis

Jika ditinjau menurut perkembangannya, manusia itu adalah makhluk historis. Manusia disebut demikian karena ia berkembang dalam pengalaman dan pikiran, bersama dengan lingkungan zamannya. Masing-masing orang bergerumul dalam relasi dengan dunianya untuk membentuk nasib sekaligus nasibnya dibentuk oleh mereka. Dalam perkembangan pribadi itu harus dapat dipahami melalui suatu proses kesinambungan. Rangkaian kegiatan dan peristiwa dalam kehidupan setiap orang merupakan mata rantai yang tidak terputus. Yng baru masih berlandaskan yang dffahulu, tetapi yang lama juga mendapatkan arti dan relevansi baru dalam perkembangaan yang lebih kemudian. Justru dalam hubungan mata rantai itulh harkat manusia yang unik dapat diselami.

6. Idealisasi

Idealisasi merupakan proses untuk membuat ideal, artinya upaya dalam penelitian untuk memperoleh hasil yang ideal atau sempurna.

7. Komparasi

Adalah usaha untuk memperbandingkan sifat hakikat dalam objek penelitian sehingga dapat menjadi lebih jelas dan lebih tajam. Justru perbandingan itu dapat menentukan secara tegas kesamaan dan perbedaan sesuatu sehingga hakikat objek dapat dipahami dengan semakin murni. Komparasi dapat diadakan dengan objek lain yang sangat dekat dan serupa dengan objek utama. Dengan perbandingan itu, meminimalkan perbedaan yan masih ada, banyak ditemukan kategori dan sifat yang berlaku bagi jenis yang bersangkutan. Komparasi juga dapat diadakan dengan objek lain yang sangat berbeda dan jauh dari objek utama. Dalam perbandingan itu dimaksimalkan perbedaan-perbedaan yang berlaku untuk dua objek, namun skaligus dapat ditemukan beberapa persamaan ang mungkin sangat strategies.

8. Heuristika

Adalah metode untuk menemukan jalan baru secra ilmiah untuk memecahkan masalah. Heuristika benar-benar dapat mengatur terjadinya pembaharuan ilmiah dan sekurang-kurangnya dapat memberikan kaidah yang mengacu.

9. Analogical

Adalah filsafat meneliti arti, nilai dan maksud yang diekspresikan dalam fakta dan data. Dengan demikian, akan dilihat analogi antar situasi atau kasus yang lebih terbatas dengan yang lebih luas.

10. Deskripsi

Seluruh hasil penelitian harus dapat dideskripsikan. Data yang dieksplisitkan memungkinkan dapat dipahami secara mantap.

A.

Rene Descartes

Dalam

karyanya

Discourse On Methoda, dikemukakan 6 (enam )

Dalam dokumen Pengertian Metode Dan Metodologi Menurut (Halaman 67-71)

Dokumen terkait