• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

1. Pengertian Model Pembelajaran

Menurut Fathurrohman (2015:29) model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang mendeskripsikan dan melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman dalam perencanaan pembelajaran bagi para pendidik dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran. Menurut Kardi dan Nur dalam Shoimin (2014:24) ciri-ciri model pembelajaran adalah sebagai berikut:

a. Rasional teoretik logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya.

b. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar.

c. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.

d. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.

Model pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembelajaran yaitu sebagai pedoman bagi pengajar dan para guru dalam melaksanakan pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran harus

disesuaikan dengan materi pelajaran, keadaan atau kondisi siswa serta sumber belajar yang ada agar model pembelajaran dapat diterapkan secara efektif dan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung siswa untuk belajar. Terdapat model pembelajaran yang kurang baik untuk diterapkan dalam pembelajaran tetapi juga terdapat model pembelajaran yang baik untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Menurut Fathurrohman (2015:31) ciri-ciri model pembelajaran yang baik diterapkan dalam pembelajaran adalah

a. Adanya keterlibatan intelektual-emosional siswa melalui kegiatan mengalami, menganalisis, berbuat, dan pembentukan sikap.

b. Adanya keikutsertaan siswa secara aktif dan kreatif selama pelaksanaan model pembelajaran.

c. Guru bertindak sebagai fasilitator, koordinator, mediator, dan motivator kegiatan belajar peserta diik.

d. Penggunaan berbagai metode, alat, dan media pembelajaran. 2. Model Pembelajaran VAK

Menurut Shoimin (2014:226) Model Pembelajaran Visual, Auditori dan Kinestetik (VAK) adalah model pembelajaran yang mengoptimalkan ketiga modalitas belajar untuk menjadikan si belajar merasa nyaman. Model pembelajaran VAK adalah model pembelajaran yang menggabungkan unsur visual, auditori, dan kinestetik. Menurut Ghufron (2012: 42) gaya belajar merupakan sebuah pendekatan yang menjelaskan mengenai bagaimana individu belajar atau cara yang

ditempuh oleh masing-masing orang untuk berkonsentrasi pada proses, dan menguasai informasi yang sulit dan baru melalui persepsi yang berbeda. Tiga modalitas yang dimiliki oleh siswa dalam proses belajarnya yakni visual , auditorial, dan kinestetik (VAK). Semua siswa memiliki ketiga modalitas, ketika seseorang mampu mengkombinasikan modalitas satu dengan yang lain maka kemampuan belajarnya akan meningkat tetapi terdapat juga siswa yang cenderung pada salah satu modalitas yang dimilikinya. Modalitas banyak digunakan dalam proses pembelajaran dan komunikasi. Adapun macam-macam modalitas adalah sebagai berikut:

a. Visual

Menurut Deporter & Mike (2016:116) ciri-ciri orang visual adalah sebagai berikut:

1) Rapi dan teratur

2) Berbicara dengan cepat

3) Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik 4) Teliti terhadap detail

5) Mementingkan penampilan, baik dalam hal pakaian maupun

presentasi

6) Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka

7) Mengingat apa yang dilihat, daripada yang didengar 8) Mengingat dengan asosiasi visual

9) Biasanya tidak terganggu oleh keributan

10)Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan sering kali minta bantuan orang untuk mengulanginya.

11)Pembaca cepat dan tekun

12)Lebih suka membaca daripada dibacakan

13)Membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan

bersikap waspada sebelum secara mental merasa pasti tentang suatu masalah atau proyek

14)Mencoret-coret tanpa arti selama berbicara di telepon dan dalam rapat

15)Lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain

16)Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat ya atau tidak

17)Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato 18)Lebih suka seni daripada musik.

19)Sering kali mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata

20)Kadang-kadang kehilangan konsentrasi ketika mereka ingin memperhatikan.

Siswa yang memiliki modalitas visual akan cenderung lebih suka membaca dari pada dibacakan, mereka akan lebih mudah

memahami sesuatu dengan melihat dan mengalami kesulitan dalam merangkai kata ketika berbicara.

b. Auditorial

Menurut Deporter & Mike (2016:118) ciri-ciri siswa yang auditori adalah sebagai berikut:

1) Berbicara kepada diri sendiri saat bekerja

2) Mudah terganggu oleh keributan

3) Menggerakkan bibir dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca

4) Senang membaca dengan keras dan mendengarkan

5) Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama dan warna suara

6) Merasa kesulitan untuk menulis, tetapi hebat dalam bercerita 7) Berbicara dalam irama yang berpola

8) Biasanya pembicara yang fasih

9) Lebih suka musik dari pada seni

10)Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang

didiskusikan daripada yang dilihat

11)Suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar

12)Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang

melibatkan visualisasi

14)Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik.

Seseorang dengan modalitas auditori akan cenderung mudah menerima, mengingat, dan memproses informasi yang berupa bunyi seperti musik, nada, irama, rima, dialog internal dan suara. Siswa akan lebih mudah belajar atau mengingat sesuatu dengan mendengarkan.

c. Kinestetik

Menurut Deporter & Mike (2016:118) ciri-ciri siswa yang kinestetik adalah sebagai berikut:

1) Berbicara dengan perlahan 2) Menanggapi perhatian fisik

3) Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka

4) Berdiri dekat ketika berbicara dengan oarng 5) Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak

6) Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar

7) Belajar melalui memanipulasi dan praktik 8) Menghafal dengan cara berjalan dan melihat

9) Menggunaan jari sebagai penunjuk ketika membaca

10)Banyak menggunakan isyarat tubuh

11)Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama.

Seseorang yang memiliki modalitas kinestetik akan cenderung mudah menerima, mengingat, dan memproses informasi berupa gerakan, koordinasi, tanggapan emosional, dan kenyamanan

fisik. Siswa akan lebih mudah belajar dengan melakukan atau bergerak.

Model pembelajaran VAK bertujuan untuk memenuhi gaya belajar siswa yang berbeda-beda. Menurut Sriyanti (2013:27) macam-macam gaya belajar siswa adalah sebagai berikut:

a. Somatis artinya tubuh atau raga. Siswa dengan tipe ini akan belajar dengan cepat bila dilakukan dengan memanfaatkan tubuh, baik melalui aktivitas yang melibatkan tubuh, ataupun dengan memperhatikan bagian-bagian tubuhnya.

b. Auditif artinya suara. Siswa tipe ini akan lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan.

c. Visual adalah gaya belajar siswa dengan melihat. Siswa tipe ini akan mudah memahami pelajaran dengan melihat.

d. Intelektual, gaya belajar dengan perenungan.

Berdasarkan pembahasan diatas dapat diketahui bahwa modalitas atau gaya belajar siswa adalah visual, auditori, dan kinestetik. Siswa yang visual dapat dilatih dengan meminta mereka mengamati situasi dunia nyata lalu memikirkan, membicarakan situasi tersebut, menggambarkan proses, prinsip. Siswa yang auditori dapat dilatih dengan mengajak membaca dengan keras, mengajak aktif saat berdiskusi dalam memecahkan masalah, meminta siswa untuk berbicara tentang apa yang mereka ketahui.

Model pembelajaran VAK mencakup tiga kategori utama pembelajaran antara lain:

a. Pembelajaran visual

Pembelajaran yang di dalamnya ide-ide, konsep- konsep, dan informasi lain diasosiasikan dengan gambar-gambar dan teknik-teknik. Mereka yang memiliki pola belajar visual biasanya mampu memahami informasi dengan menggambarkannya secara nyata. b. Pembelajaran auditorial

Pembelajaran yang di dalamnya seseorang sangat bergantung pada pendengaran dan pembicaraan orang lain selama proses belajarnya. Pembelajaran auditorial harus mendengar apa yang dikatakan agar bisa memahami, dan sebaliknya mereka sering kali kesulitan menghadapi instruksi-instruksi tertulis.

c. Pembelajaran kinestetik

Pembelajaran yang di dalamnya proses belajar dilakukan oleh siswa yang melaksanakan aktivitas fisik, daripada mendengar ceramah atau melihat pertunjukan. Mereka yang memiliki

kemampuan kinestetik biasanya belajar dengan cara

mempraktikkannya. Menurut Deporter & Mike (2016:113) Kinestetik adalah belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh. Untuk merangsang hubungan pikiran dan tubuh, maka harus diciptakan suasana belajar yang dapat membuat siswa bangkit dan berdiri dari tempat duduk dan aktif secara fisik dari waktu ke

waktu. Belajar kinestetik adalah pembelajaran yang melibatkan siswa aktif selama proses pembelajaran, karena melibatkan aktivitas fisik dan menggerakkan/ menggunakan tubuh pada saat belajar.

Model pembelajaran VAK adalah model pembelajaran yang multi

sensorik yang melibatkan tiga unsur gaya belajar, yaitu penglihatan,

pendengaran, dan gerakan. Gaya belajar multi sensorik membuat pendidik untuk tidak hanya mendorong siswa untuk menggunakan satu modalitas saja, tetapi berusaha mengkombinasikan semua modalitas untuk memberi kemampuan yang lebih besar dan menutupi kekurangan yang dimiliki masing-masing siswa.

3. Langkah-langkah Model Pembelajaran VAK

Penerapan model pembelajaran VAK dalam proses pembelajaran terdapat beberapa tahapan yang harus dilaksanakan. Langkah-langkah model pembelajaran VAK menurut Shoimin (2014:227) adalah sebagai berikut:

a. Tahap persiapan atau kegiatan pendahuluan

Guru memberikan motivasi untuk membangkitkan minat siswa dalam belajar, memberikan perasaan positif mengenai pengalaman belajar yang akan datang kepada siswa dan menempatkan mereka dalam situasi optimal untuk menjadikan siswa lebih siap dalam menerima pelajaran.

b. Tahap penyampaian atau kegiatan inti pada eksplorasi

Guru mengarahkan siswa untuk menemukan materi pelajaran yang baru secara mandiri, menyenangkan, relevan, melibatkan pancaindra, yang sesuai dengan gaya belajar VAK.

c. Tahap pelatihan atau kegiatan inti pada elaborasi

Guru membantu siswa untuk mengintegrasi dan menyerap pengetahuan serta keterampilan baru dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan gaya belajar VAK.

d. Tahap penampilan hasil atau kegiatan inti pada konfirmasi

Guru membantu siswa dalam menerapkan dan memperluas pengetahuan maupun keterampilan baru yang mereka dapatkan, pada kegiatan belajar sehingga hasil belajar mengalami peningkatan. 4. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran VAK

Penerapan model pembelajaran VAK dalam proses pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dipahami. Kelebihan dari model pembelajaran VAK menurut Shoimin (2014:228) adalah

a. Pembelajaran akan lebih efektif karena mengkominasikan ketiga gaya

belajar.

b. Mampu melatih dan mengembangkan potensi siswa yang telah

dimiliki oleh pribadi masing-masing.

d. Mampu melibatkan siswa secara maksimal dalam menemukan dan memahami suatu konsep melalui kegiatan fisik seperti demonstrasi, percobaan, observasi, dan diskusi aktif.

e. Mampu menjangkau setiap gaya pembelajaran siswa.

f. Siswa yang memiliki kemampuan bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar karena model ini mampu melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Kelemahan dari model pembelajaran VAK adalah terdapat beberapa orang yang tidak mampu mengkombinasikan ketiga gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Seseorang yang hanya mampu menggunakan satu gaya belajar akan menyerap informasi yang disampaikan dengan menggunakan gaya belajar yang dicenderunginya.

C. IPA

Dokumen terkait