BAB I PENDAHULUAN
G. Manfaat Hasil Penelitian
9. Pengertian Narapidana Anak
Narapidana anak adalah anak di bawah usia 18 tahun yang tinggal dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan kesalahan atau hukuman yang dikenakan
10. Pengertian Lapas (Lembaga Pemasyarakatan)
Penjara adalah tempat dimana orang-orang dikurung dan dibatasi berbagai macam kebebasannya. Penjara di Indonesia dikenal dengan sebutan lapas. Lapas (lembaga pemasyarakatan) adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana dan anak didik pemasyarakatan yang berada di Indonesia.
Jadi berdasarkan beberapa pengertian lapas(lembaga pemasyarakatan adalah tempat tinggal para narapidana selama mereka menjalani hukuman .
11. Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Menurut Lie(2004:27) pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah, asih, dan asuh sehingga tercipta masyarakat belajar (learning community). Sedangkan menurut Salvin pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok -kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang untuk memahami konsep yang difasilitasi oleh guru. Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang mengutamakan kerja sama antar siswa pada kelompoknya dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan ketrampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan dalam buku yang berjudul model-model pembelajaran inovatitif pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan.
Roger dan david Johnson mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap cooperative learning. Untuk mencapai hasil yang maksimal, terdapat lima unsur model pembelajaran kooperatif yang harus diterapkan antara lain:
a. Saling ketergantungan positif
Keberhasilan suatu karya sangat tergantung pada keberhasilan setiap anggotanya. Untuk menciptakan
kelompok kerja yang efektif, pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain bisa mencapai tujuan mereka.
b. Tanggung jawab perseorangan
Dalam unsur ini tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran kooperatif, setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik.
c. Tatap muka
Dalam unsur ini setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertemu muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan memberikan siswa untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. Hasil pemikiran beberapa anggota kelompok akan lebih kaya daripada hasil pemikiran satu anggota kelompok saja. d. Komunikasi antar anggota
Unsur ini juga menghendaki agar para anggota dibekali dengan berbagai ketrampilan komunikasi. Proses ini merupakan proses yang sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman belajar dan
pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa.
e. Evaluasi proses kelompok
Waktu evaluasi tidak perlu diadakan setiap kali ada kerja kelompok, tetapi bisa diadakan selang beberpa waktu setelah beberapa kali pembelajaran terlibat dalam kegiatan pembelajaran cooperative learning. Format evaluasi bisa bermacam-macam, tergantung pada tingkat pendidikan siswa.
Menurut Ibrahim, unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif sebagai berikut:
a. siswa dalam kelompok haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama,
b. siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu didalam kelompoknya,
c. siswa haruslah melihat bahwa semua anggota didalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama,
d. siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya,
e. siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok,
f. siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya, dan
g. siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara
individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Ciri-ciri model pembelajaran kooperatif adalah:
a. Siswa bekerja secara kooperatif dalam kelompokknya untuk menyelesaikan materi belajar.
b. Kelompok dibentuk dari siswa yang bervariasi, ditinjau dari kemampuan akademis, ras, suku, budaya, jenis kelamin, dan lain-lain
c. Penghargaan lebih menekankan pada kelompok daripada individu.
Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif adalah :
a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai serta memotivasi siswa.
b. Guru menyajikan informasi kepada siswa. c. Guru menginformasikan pengelompokan siswa
d. Guru membimbing, memotivasi, serta memfasilitasi kerja siswa dalam kelompok-kelompok belajar.
e. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi pembelajaran yang telah dilaksanakan.
f. Guru memberikan penghargaan hasil belajar baik secara individu maupun kelompok.
Ada beberapa tipe dalam model pembelajaran kooperatif antara lain: a. STAD (Student Team Achievement Divisions)
STAD merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang sederhana. Ide dasarnya adalah untuk memotivasi siswa dalam usaha memahami dan mendalami materi yang telah disampaikan oleh guru melalui kerja kelompok.
b. Jigsaw
Dalam tipe ini, siswa bekerja dalam suatu kelompok yaitu ada kelompok asal dan kelompok ahli, setiap kelompok anggotanya heterogen.
c. TGT (Teams Games Tournament)
TGT pada prinsipnya hampir sama dengan STAD, yang berbeda hanyalah cara mengetahui kemampuan pemahaman siswanya saja. Jika STAD diakhiri dengna penghargaan kelompok berdasarkan skor sedangkan dalam TGT diakhiri dengan permainan yang pesertanya perwakilan dari masing-masing kelompok yang tingkat kemampuannya sama.
d. TAI (Team Accelerated Instruction / Team Assited Individualization)
Tipe TAI ini mengkombinasikan model pembelajaran kooperatif dengan individu yang dirancang untuk membantu kesulitan belajar siswa secara individu.
Jadi berdasarkan beberapa pengertian pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dimana siswa belajar didalam kelompok kecil yang anggotanya terdiri dari 4-5 siswa untuk memahami suatu konsep tertentu,dimana guru hanya berperan sebagai fasilitator.
12. Materi Pokok Lingkaran 1). Definisi lingkaran
Lingkaran adalah himpunan titik-titik (pada bidang datar) yang jaraknya dari suatu titik tertentu sama panjang (Kusni, 2003:18) 2). Unsur-unsur lingkaran E D F A C O B Keterangan:
b. GarisOA,OB, danOAdisebut jari–jari lingkaran atau radius. c. Garis AC disebut garis tengah atau diameter.
d. Garis lurus EF disebut tali busur.
e. Garis lengkung AB dan EF disebut busur.
f. Daerah yang dibatasi oleh tali busur EF dan busur EF disebut tembereng.
g. Daerah yang dibatasi oleh 2 jari – jari dan sebuah busur misalnya OA, OB dan AB disebut juring atau sektor.
h. Garis OD ( tegak lurus EF ) disebut apotema yaitu jarak terpendek antara talibusur dengan pusat lingkaran.
3). Mencari nilai phi (π) dan menentukan keliling lingkaran
Untuk dapat menentukan keliling lingkaran kita dapat menggunakan benda – benda di sekeliling kita misalnya : bentuk seperti roda sepeda.
Untuk dapat mencari nilai pi (π) maka :
a. Pilih sebuah benda yang berbentuk lingkaran.
b. Gunakan pengaris utuk mengukur diameter lingkaran tersebut. c. Lilitkan tali pada lingkaran, dan ukurkan panjang tali tersebut. d. Catat hasilnya.
e. Ulangi kegiatan tersebut sampai beberapa kali. f. Bandingkan hasilnya dengan menggunakan tabel.
Obyek Diameter (d) Keliling(K) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Dapat : diameter
Karena : keliling lingkaran
π digunakan untuk menyatakan keliling lingkaran dibagi dengan
diameter
pendekatan yang sering digunakan phi adalah 3,14 atau
dengan mencari nilaiπ , maka dapat menentukan keliling lingkaran
yaitu: =π K = π dapat ataujika d= 2 r maka K= 2π r
4). Menentukan luas daerah lingkaran
Luas daerah lingkaran dapat dicari dengan menggunakan pendekatan persegi panjang segitiga sama kaki. Untuk mencari luas lingkaran dengan cara memotong juring–juring lingkaran.
1) Luas daerah lingkaran dengan menggunakan pendekatan persegi panjang dengan:
Ternyata dari potongan-potongan juring yang terletak secara berdampingan membentuk bangun yang menyerupai persegi panjang. Jika juring-juring lingkarannya memiliki sudut pusat semakin kecil, misalnya , , , dan seterusnya, maka bangun yang terjadi sangat mendekati bentuk persegi panjang sebagai berikut:
Panjang = kali keliling lingkaran.
Luas daerah lingkaran = luas daerah persegi panjang = panjang x lebar
= keliling lingkaran x lebar = xπ r x r
= π r x r
=π
Jika dinyatakan dalam diameter. Maka luas daerah lingkaran adalah
Luas daerah lingkaran = sebabr = d =
=
Jadi luas daerah lingkaran adalah atau
2). menggunakan pendekatan segitiga samakaki dengan :
Alas = keliling lingkaran = x 2 Tinggi =4r
Luas daerah lingkaran = luas daerah segitiga samakaki = alas x tinggi
= x x 4r
=
Jadi luas daerah lingkaran adalah
Jika dinyatakan dalam diameter, maka luas daerah lingkaran adalah Luas daerah lingkaran = sebabr = d
= =
Jadi luas daerah lingkaran adalah atau