• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Peluang

Dalam dokumen BAHAN LKS (Halaman 34-41)

Tabel 3.4 Tabel Banyak Siswa

B. Pengertian Peluang

( ) ( ) ( S n K n K Ppercobaan banyak kejadian banyak fr  Titik sampel: (AA), (AG), (GA), (GG)

Ruang sampel (S): {(AA), (AG), (GA), (GG)} Dengan menggunakan diagram pohon dan tabel kita bisa

mencari titik sampel dan ruang sampel dari dua buah alat atau lebih.

(Ichwan, 2008;94)

Latihan 4.1

1. Carilah ruang sampel dan titik sampel dari percobaan berikut.

a. Percobaan pelemparan mata dadu dan uang logam.

b. Percobaan memasangkan 2 pasang sepatu dan 3 pasang kaus kaki.

2. Dalam pelemparan satu buah mata dadu bermata enam, tentukan:

a. ruang sampel dan titik sampel, b. titik sampel dengan jumlah 5,

c. titik sampel dengan jumlah lebih dari 10, d. titik sampel dengan jumlah 13.

3. Pada pelemparan dua buah mata dadu secara bersama-sama, tentukan titik sampel dari keadaan berikut ini.

a. Muncul mata dadu pertama bermata 5 dan dadu kedua bermata 4.

b. Muncul mata dadu pertama bermata 6. c. Muncul mata dadu pertama sama dengan

mata dadu kedua.

d. Muncul mata dadu berjumlah 8.

4. Rika mempunyai dua buah kaleng yang berisi permen karet. Pada kaleng pertama terdapat permen karet berwarna merah, kuning, dan hijau.

Sedangkan pada kaleng kedua terdapat permen karet berwarna putih dan biru. Jika Rika mengambil secara acak sebuah permen karet dari kaleng pertama dan sebuah permen karet dari kaleng kedua, tentukan ruang sampelnya. 5. Suatu kantong berisi kelereng berwarna merah,

putih, dan hijau. Dua buah kelereng diambil secara acak satu demi satu. Jika setelah diambil kelereng-kelereng itu dikembalikan lagi, tentukanlah ruang sampelnya.

Ichwan, 2008;94

B. Pengertian Peluang

1. Kejadian Acak

Pada Percobaan pelemparan sebuah mata uang logam. Tidak dapat dipastikan sisi yang akan muncul, sisi angka atau sisi gambar.

Hasil yang mungkin muncul adalah sisi angka atau sisi gambar. Tentu saja, kedua sisi ini tidak mung kin muncul bersamaan. Kejadian munculnya sisi angka atau sisi gambar pada percobaan tersebut tidak dapat dipastikan dinamakan kejadian acak.

(Djumanta, 2008;91)

2. Frekuensi Relatif dan Peluang

Suatu Kejadian

Frekuensi relatif adalah perbandingan banyaknya kejadian yang diamati dengan banyaknya

percobaan.

Frekuensi relatif (fr) munculnya kejadian K

dinyatakan dengan rumus sebagai berikut.

(Nuniek, 2008; 58) Contoh.

Pada pelemparan dadu sebanyak 100 kali, muncul muka dadu bernomor 1 sebanyak 16 kali. Tentukan frekuensi relatif munculnya muka dadu bernomor 1

Penyelesaian :

fr = banyak kejadian banyak percobaan =

100 16 = 0,16.

Jadi, frekuensi relatif munculnya muka dadu bernomor 1 adalah 0,16.

Peluang terjadinya kejadian K dituliskan dengan P(K) didefenisikan sebagai berikut.

dengan n(K) menyatakan banyaknya anggota kejadian K dan n(S) menyatakan banyaknya anggota ruang sampel S atau banyaknya titik sampel dari S.

6 1 ) ( ) 3 ( ) 3 (   S n n mata P 2 1 6 3 ) ( ) ( ) (    S n prima n prima P 15 7 ) ( ) ( ) (   S n A n A P 15 7 15 7 ) ( ) ( ) (   S n A n A P 15 7 15 7 15 8 15 8 Contoh.

Pada pelemparan sebuah mata dadu, tentukan peluang munculnya:

a. mata dadu 3, b. mata dadu prima.

Penyelesaian :

Kejadian yang mungkin muncul adalah mata dadu S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} maka n(S) = 6.

a. Kejadian muncul mata dadu 3 ada 1makan(3) = 1 Jadi peluang muncul mata dadu 3 adalah

b. Kejadian muncul mata dadu prima adalah 2, 3, 5.

n(prima) = 3

Jadi peluang muncul mata dadu prima adalah

Ichwan, 2008;95

3. Nilai Peluang

Peluang suatu kejadian nilainya dari 0 sampai dengan 1 (ditulis 0 ≤ P(K) ≤ 1).

Peluang suatu kejadian yang tidak mungkin terjadi, nilainya nol atau P(K) = 0 (kejadian tersebut dinamakan kejadian yang mustahil). Misalnya peluang matahari terbit dari arah barat.

Peluang suatu kejadian yang pasti terjadi, nilainya 1 atau P(K) = 1 (kejadian tersebut dinamakan kejadiannyata/pasti). Misalnya peluang setiap manusia akan meninggal.

Jika

K

c merupakan kejadian komplemen dari kejadian K maka peluang kejadian

K

c adalah satu dikurangi peluang kejadian K.

Secara matematis, ditulis

P(

K

c) = 1 − P(K) atau P(

K

c) + P(K) = 1 Misalnya, peluang Romi lulus ujian adalah 0,9 maka peluang Romi tidak lulus ujian adalah 1 − 0,9 = 0,1.

( Nuniek, 2008 ; 62)

Contoh.

Lima belas kartu diberi nomor 1 sampai dengan 15. Kartu-kartu tersebut dikocok, kemudian diambil satu kartu secara acak (kartu yang telah diambil kemudian dikembalikan lagi). Tentukan peluang terambil kartu berangka

a. genap, b. bukan genap.

Penyelesaian :

Ruang sampelnya adalah

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15} a. Misalkan, A adalah himpunan kejadian terambil kartu berangka genap maka

A = {2, 4, 6, 8, 10, 12, 14} sehingga n(A) = 7.

c

A

Jadi, peluang terambil kartu berangka genap adalah b. Misalkan,

A

c adalah himpunan kejadian terambil kartu berangka bukan genap.

c

A

merupakan kejadian komplemen dari kejadian

A sehingga

P(

A

c) = 1 − P(A)

= 1 – =

Jadi, peluang terambil kartu berangka bukan genap adalah

Contoh.

Lima belas kartu diberi nomor 1 sampai dengan 15. Kartu-kartu tersebut dikocok, kemudian diambil satu kartu secara acak (kartu yang telah diambil kemudian dikembalikan lagi). Tentukan peluang terambil kartu berangka

a. genap, b. bukan genap.

Penyelesaian :

Ruang sampelnya adalah

S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15} a. Misalkan, A adalah himpunan kejadian terambil kartu berangka genap maka

A = {2, 4, 6, 8, 10, 12, 14} sehingga n(A) = 7.

Jadi, peluang terambil kartu berangka genap adalah b. Oleh karena kartu yang sudah diambil

dikembalikan lagi, ruang sampelnya tetap, yaitu S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15}.

15 8 ) ( ) ( ) (   S n B n B P 15 8 15 7 15 8

Misalkan, B adalah himpunan kejadian terambil kartu berangka bukan genap

maka B = {1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15) sehingga n(B) = 8.

Jadi, peluang terambil kartu berangka genap adalah Atau :

Misalkan, B adalah himpunan kejadian terambil kartu berangka bukan genap.

B merupakan kejadian komplemen dari kejadian A

sehingga P(B) = 1 − P(A) = 1 − = (Nuniek, 2008; 62) Latihan 4.2

1 Di dalam sebuah kotak, terdapat kartu

bilanganyang bernomor 1 sampai dengan nomor 20. Sebuah kartu diambil dengan pengembalian. Tentukan:

a. kejadian terambil kartu berangka genap, b. kejadian terambil kartu berkelipatan 3, c. kejadian terambil kartu berangka lebih dari 20. (Nuniek, 2008; 62) 2. Kecil Putih Sedang Besar Kecil Merah Sedang Besar

Apabila diagram pohon dari suatu percobaan statistik berbentuk seperti diagaram di samping, bagaimanakah bentuk percobaan statistiknya. 3. Ada ikan laut dan ikan air tawar. Ikan laut ada

yang bersisik dan ada yang tidak bersisik. Ikan air tawar juga ada yang bersisik dan ada yang tidak.

Buatlah diagram pohonnya! Ada berapa macam ikan berdasarkan keterangan tersebut?

4. Pada suatu percobaan pelemparan dadu bermata 6, sebanyak 50 kali dihasilkan data sebagai berikut.

Mata dadu9 8 9 7 10 7

a. Berapakah frekuensi relatif muncul mata dadu 3? b. Berapakah frekuensi relatif muncul mata dadu 4? c. Berapakah frekuensi relatif muncul dadu mata prima?

d. Berapakah frekuensi relatif muncul dadu mata ganjil?

5. Rifki dan Damar bertanding renang gaya bebas 50 meter sebanyak 10 kali. Hasil yang didapat seperti pada tabel berikut.

Na Nama Menang Rifki Damar 6 kali 4 kali

Pada setiap kali kesempatan pertandingan dengan sesi 10 kali, senantiasa memperlihatkan hasil yang sama seperti pada tabel.

Kalau suatu saat mereka bertanding, berapakah : a. P (Rifki menang)?

b. P (Damar menang)?

6. Dalam 50 kali pertandingan, tim bola basket kota Samarinda menang atas tim bola basket kota Balikpapan sebanyak 30 kali dan kalah sebanyak 20 kali. Kalau suatu saat kedua tim itu bertanding, berapa peluang tim bola basket kota Samarinda yang menang?

Tim bola basket kota Balikpapan yang menang?

7. Rita melakukan survei tentang buah kesukaan terhadap 45 teman kelasnya. Hasilnya, 21 orang

2 1 2 1 N K P Fh ( ). menyukai jeruk. Apabila ditanya secara acak

kepada 45 orang tersebut, berapakah peluang bahwa teman yang ditanya tersebut menyukai jeruk?

8. Dari survei terhadap siswa SD di kota Malang, diperoleh data tentang waktu mulai tidur seperti pada tabel berikut.

Puku

Pukul Banyak Anak

19.30 20.00 20.30 21.00 21.30 22.00 8 14 28 26 19 5

Berdasarkan data tersebut, tentukan: a) P(mulai tidur pukul 19.30)

b) P(mulai tidur sebelum pukul 21.00) c) P(mulai tidur sesudah pukul 21.00)

d) P(mulai tidur dari pukul 20.00 sampai dengan pukul 21.30).

e) P(mulai tidur tidak pada pukul 21.00). 9. Berikut ini adalah daftar makanan kesukaan

temantemanmu satu sekolah dan banyaknya temanmu yang menyukainya.

Siswa

Makanana kesukaan Banyak Teman Kacang goreng Tahu isi Bakso Pisang goreng Terong bulan 40 24 125 76 55 a. Berapakah banyak siswa seluruhnya?

b. Misalkan K adalah kejadian siswa senang makan kacang goreng. Berapakah P(K)?

c. Misalkan R adalah kejadian siswa senang makan pisang goreng. Berapakah P(R)?

d. Misalkan B adalah kejadian siswa senang makan bakso. Berapakah P(B)?

e. Misalkan C adalah kejadian siswa senang makan selain bakso. Berapakah P(C)?

f. Misalkan D adalah kejadian siswa senang makan selain tahu goreng. Berapakah P(D)?

( Sulaiman, 2008;100)

4. Frekuensi Harapan

Frekuensi harapan suatu kejadian adalah harapan banyaknya muncul suatu kejadian K dari sejumlah percobaan yang dilakukan (n). Berikut ini

merupakan defenisi dari frekuensi relatif

F

h sebagai berikut.

Dengan P(K) = peluang kejadian K N = banyaknya percobaan

(Marsigit, 2009;99) Contoh.

Sekeping uang logam dilemparkan sebanyak 30 kali. Tentukan frekuensi harapan munculnya sisi angka.

Penyelesaian :

Misalkan, K adalah himpunan kejadian munculnya sisi angka sehingga P(K) =

Banyaknya pelemparan (n) adalah 30 kali. Jadi, frekuensi harapan munculnya sisi angka adalah Fh =P(K) ×n= × 30 kali = 15 kali (Nuniek, 2008; 62) Latihan 4.3

1. Insan melemparkan sebuah dadu sebanyak 150 kali. Tentukan frekuensi harapan munculnya muka dadu bertitik:

a. ganjil, b. genap, c. lebih dari 3.

2. Dalam percobaan pengambilan kartu dari sepe angkat kartu bridge sebanyak 50 kali, tentukan frekuensi harapan terambil kartu bergambar hati. 3. Suatu daerah berpenduduk 2.500 orang. Peluang

seorang penduduk di daerah tersebut menjadi seorang sarjana adalah 0,2. Tentukan banyak penduduk yang diperkirakan akan menjadi sarjana di daerah tersebut.

(Nuniek, 2008; 65)

4. Dua buah dadu dilempar secara bersamaan sebanyak 60 kali. Tentukanlah frekuensi harapan munculnya :

  36 3 36 5 36 3 36 5  6 5

b. mata dadu berjumlah 7.

5. Sebuah piringan yang mempunyai nomor 1 sampai 10 diputar 50 kali. Tentukan frekuensi harapan munculnya nomor :

a. 10, b. prima.

( Wagiyo, 2008;100)

C. Peluang Kejadian Majemuk

1. Kejadian Tidak Saling Lepas

Kejadian A dan kejadian B dikatakan tidak saling lepas jika A B ≠

Peluang gabungan dua kejadian ( kejadian A dan kejadian B) yang tidak saling lepas adalah sebagai berikut.

P (AUB) = P(A) + P(B) – P(A B)

(Marsigit, 2009; 99) Contoh.

Ruang sampel dari percobaan melambungkan sebuah dadu bersisi enam satu kali adalah S = {1,2,3, 4,5,6}. Banyak anggota ruang sampel S adalah n(S) = 6.

Misalnya, A adalah kejadian muncul mata dadu bilangan prima, berarti, A = {2,3,5} dan banyaknya anggota kejadian A adalah N(A).

Missalnya B, adalah kejadian muncul mata dadu blangan lebih kecil dari 5, berarti , B = {1,2,3,4} dan banyaknya kejadian B adalah N(B) = 4. Oleh karena itu, kamu dapat memperoleh :

A B = {2,3,5} {1,2,3,4} = {2,3}

Sehingga banyak anggota kejadian (A B) adalah n(A B) = 2, berarti A dan B merupakan dua kejadian yang tidak saling lepas.

Akibatnya,

Jadi, peluang kejadian muncul mata dadu bilangan prima atau kejadian muncul bilangan lebih kecil dari 5 adalah

2. Kejadian Saling Lepas

Kejadian A dan kejadian B dikatakan dikatakan dua kejadian saling lepas jika A B = .

Peluang gabungan dua kejadian saling lepas adalah sebagai berikut.

P(AUB) = P(A) + P(B) – P(A B) = P(A) + P(B) – P( ) = P(A) + P(B) – 0 = P(A) +P(B)

(Marsigit, 2009; 99) Contoh.

Berikut hasil pelemparan dua dadu secara bersama-sama atau sebuah dadu dilempar dilakukan dua kali.

Dadu kedua

1 2 3 4 5 6 1 (1,1) (1,2) (1,3) (1,4) (1,5) (1,6) 2 (2,1) (2,2) (2,3) (2,4) (2,5) (2,6) 3 (3,1) (3,2) (3,3) (3,4) (3,5) (3,6) 4 (4,1) (4,2) (4,3) (4,4) (4,5) (4,6) 5 (5,1) (5,2) (5,3) (5,4) (5,5) (5,6) 6 (6,1) (6,2) (6,3) (6,4) (6,5) (6,6) Misalkan :

A : Kejadian munculnya kedua mata dadu berjumlah 4.

B : Kejadian munculnya kedua mata dadu berjumlah 8.

Himpunan kejadian tersebut adalah : A = { (1,3), (2,2), (3,1)}

B = {(2,6), (3,5), (4,4), (5,3), (6,2)}

Terlihat bahwa himpunan kejadian A dan kejadian B tidak terdapat anggota yang sama. Dalam matematika, kejadian A dan kejadian B disebut saling lepas atau saling asing.

Pada kejadian diatas, maka peluang munculnya mata dadu berjumlah 4 atau 8 adalah :

P(AUB) = P(A) +P(B) Dengan P(A) = P(B) = P(AUB) = P(A) +P(B) = +

 

6 5 6 2 6 4 6 3 ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) (              S n B A n S n B n S n A n B A P B P A P B A P

36 8 =

Jadi dua kejadian dikatakan saling lepas atau saling asing jika satu kejadian terjadi dan kejadian lain tidak mungkin terjadi secara bersamaan (tidak terpengaruh).

(Wagiyo, 2008; 98)

3. Kejadian Saling Bebas

Kejadian A dan Kejadian B dikatakan dua kejadian yang saling bebas jika kemunculan kejadian yang satu tidak mempengaruhi kejadian yang lainnya. Peluang dua kejadian yang saling bebas adalah sebagai berikut.

P(A B) = P(A) × P(B)

(Marsigit, 2009; 100) Contoh.

Misalkan dari percobaan pelemparan dua dadu secara bersamaaan muncul keejadian A, yaitu jumlah mata dadu 7, dan kejadian B, yaitu muncul mata dadu 5 pada dadu pertama. Himpunan hasil dari kejadian –kejadian tersebut adalah

A= {(1,6), (2,5), (3,4),(4,3),(5,2),(6,1)} dan B = {(5,1),(5,2),(5,3),(5,4),(5,5),(5,6)}

Terlihat bahwa ada kejadian A dan kejadian B ada anggota yang sama, yaitu (5,2). Dalam matematika, kejadian A dan kejadian B tidak saling bebas. Rtinya, kejadian A terjadi tidak berpengaruh dan tidak dipengaruhi oleh atau tidaknya kejadian B.. Peluang munculnya kejadian A dan B dapat dirumuskan sebagai berikut :

P(A B) = P(A) × P(B)

=

Latihan 4.4

1. Sebuah dadu dilempar 240 kali. Tentukanlah frekuensi harapan :

a. munculnya mata dadu 3; b. munculnya mata dadu genap c. munculnya mata dadu 3 atau 4; d. munculnya mata dadu kurang dari 5!

(Wagiyo, 2008;100)

2. Sebuah dadu bersisi enam dilambungkan satu kali. Tentukan :

a. peluang muncul mata dadu bilangan genap atau muncul mata dadu bilangan ganjil; b. peluang muncul mata dadu bilangan genap

atau muncul mata dadu bilangan lebih dari 3. 3. Dari 52 kartu bridge diambil secara acak satu

kartu. Tentukanlah :

a. peluang kartu yang terambil adalah kartu merah atau kartu yang terambil adalah kartu hitam,

b. peluang kartu yang terambil adalah kartu As atau kartu yang terambil adalah kartu As hitam,

c. peluang kartu yang terambil adalah kartu hitam atau kartu yang terambil adalah angka 9, dan

d. peluang kartu yang terambil adalah kartu merah atau kartu terambil adalah As hitam.puluh siswa

4. Kelas IX A terdiri atas 40 siswa. Dari keempat puluh siswa tersebur diketahui 10 siswa menyukai Biologi, 20 siswa menyukai Bahasa Inggria, dan 5 siswa menyukai kedua mata pelajaran tersebut. Adapun siswa yang lainnya menyukai mata pelajaran yang lain. Jika dipilih seorang siswa secara acak dari kelas IX A, berapakah peluang siswa yang terpilih tersebut menyukai Biologi atau siswa yang terpilih tersebut menyukai Bahasa Inggris?

5. Dua buah dadu dilambungkan bersama-sama. Hitunglah :

a. peluang kejadian muncul mata dadu bilangan 1 pada dadu pertama dan kejadian muncul mata dadu bilangan prima pada dadu yang lainnya, dan

b. peluang kajadian muncul mata dadu bilangan 2 pada dadu pertama dan kejadian muncul mata dadu bilangan 3 pada dadu yang lainnya. (Marsigit, 2009; 100) \Evaluasi Bab 4

36 1 36 6 36 6  

1. Banyaknya ruang sampel dari pelemparan dua buah dadu adalah…

a.6 c. 36

b. 12 d. 216

2. Bila tiga uang logam dilemparkan sekaligus maka banyaknya ruang sampel adalah…

a. 6 c. 10

b. 8 d. 12

3. Dari satu set kartu bridge peluang terambilnya kartu sekop adalah …

a. c.

b. d.

4. Dari 50 siswa, terdapat 30 orang yang gemar lagu pop, 25 orang gemar lagu-lagu dangdut, 10 orang gemar kedua-duanya, dan 5 orang tidak gemar kedua-duanya. Jika dipanggil satu orang secara acak sebanyak 100 kali, harapan terpanggil kelompok siswa yang hanya gemar lagu-lagu dangdut adalah …

a. 15 kali c. 30 kali b. 25 kali d. 50 kali

5. Jika peluang hujan pada hari sabtu adalah 40% dan peluang hujan pada hari minggu adalah 60 %, maka peluang akan hujan hari Sabtu atau Minggu adalah…

a. 55% c. 76%

b. 60% d. 40%

6. Pada pelemparan dadu sebanyak 100 kali, muncul muka dadu bernomor 1 sebanyak 16 kali. Frekuensi relative munculnya muka dadu bernomor 1 adalah…

a. 0,16 c. 0,42

b. 0,32 d. 0,64

7. Dua dadu berisi enam diberi nomor baru pada setiap sisinya. Dadu pertama diberi nomor 1,1,2,3,3,3 dan dadu kedua diberi nomor -1,-1,-1,-2,-2,-3. Jika kedua dau dilempar bersamaan, maka peluang terjadinya jumlah bilangan pada kedua sisi atas dadu bernilai positif adalah…

a. c.

b. d.

8. Dua buah dadu dilemparkan sebanyak 120 kali. Frekuensi harapan munculnya muka dadu pertama bernomor kurang dari lima adalah… a. 20 kali c. 60 kali b. 40 kali d. 80 kali

9. Sebuah dadu dilempar sebanyak 20 kali, ternyata muncul muka dadu bernomor 3 sebanyak 3 kali. Peluang munculnya angka 3 sebanyak 3 kali adalah…

a. c. 3

b. d. 60

10. Pada pelemparan dua buah dadu, peluang munculnya pasangan mata dadu yang jika dikalikan menghasilkan 6 adalah…

a. c.

b. d.

11. Tiga buah mata uang logam dilempar undi. Peluang kejadian muncul dua angka adalah…

a. 3 c. 5

b. 4 d. 6

12. Tono memeriksa dua CD game miliknya yang sudah lama tidak digunakan. Dia ingin mengetahui Cd game tersebut masih bagus atau sudah rusak. Banyaknya hasil yang mungkin dari pemeriksaan tersebut adalah…

a. 1 c. 4

b. 2 d. 6

13. Banyaknya anggota suatu kelompok arisan adalah 40 orang. Setiap kali arisan, ada 4 orang yang memperoleh arisan, ada 4 orang yang memperoleh arisan. Peluang seorang peserta memperoleh arisan pada pembukaan arisan adalah…

a. c.

b. d. 1

14. Dalam percobaan melambungkan sekeping mata uang logam tiga kali, B adalah kejadian muncul gambar satu kali. Kejadian B dinyatakan dengan …

a. {G} c. {GAA, AGA, AAG} b. {GAA} d. {GAA,AGA,AAG,GGG} 15. Sebuah kotak berisi 4 kelereng merah, 5 kelereng putih, dan 6 kelereng hijau. Jika 4 1 52 9 14 13 42 13 4 1 3 2 2 1 4 3 20 3 10 3 36 5 6 1 9 1 4 1 40 1 4 1 10 1

kelereng diambil secara acak, maka peluang terambilnya kelereng merah adalah…

a. c.

b. d.

16. Sebuah dadu bersisi enam dan sekeping mata uang dilambungkan secara bersama-sama satu kali. Peluang kejadian muncul mata dadu blangan prima dan kejadian muncul gambar pada mata uang logam adalah…

a. 0,25 c. 0,75

b. 0,5 d. 0,85

17. Dari 52 kartu bridge diambil secara acak. Peluang terambil kartu As warna hitam atau terambil kartu warna merah adalah…

a. c.

c. d.

18. Suatu perusahaan asuransi memperkirakan bahwa besar kemungkinan supir mengalami kecelakaan dalam satu tahun adalah 0,14. Diantara 250 supirdiperkirakan mengalami kecelakaan dalam satu tahun adalah…

a. 20 orang c. 35 orang b. 25 orang d. 45 orang

19. Sebuah dadu bersisi enam dilambungkan sebanyak 18 kali. Frekuensi relative (frekuensi harapan) munculnya mata dadu bilangan kurang dari 4 adalah…

a. 2 c. 6

b. 3 d. 9

20. Sebuah kartu dipilih bersama-sama dari 30 kartu yang diberi nomor 1 hingga 30. Peluang nomor kartu yang terpilih bilangan prima adalah… a. c. b. d. 15 1 15 4 4 1 15 11 52 22 13 7 13 6 52 30 8 1 3 1 6 1 2 1

Dalam dokumen BAHAN LKS (Halaman 34-41)

Dokumen terkait