BAB II PERNIKAHAN DAN PERMASALAHANNYA
E. Pengertian Pemahaman
78
Artinya : “Dan janganlah kamu menetapkan akad nikah sebelum habis masa iddahnya”. (Q.S Al-Baqarah : 235)
5. Nikah orang yang sedang Ihram
Dalam hal ini dinyatakan bahwa orang yang sedang ihram tidak boleh menikah meskipun dengan perantara wakil yang tidak sedang ihram, juga tidak boleh menikahkan dengan status sebagai wali maupun wakil, dan jika dia melakukannya maka pernikahan tersebut batal. Juga, karena ihram mengharamkan wewangian, maka diharamkan juga pernikahan, jika orang yang sedang ihram menikah atau dinikahkan, maka pernikahannya tidak sah sebab akad tersebut terlarang.79
6. Nikah yang kurang salah satu syarat-syarat atau rukunnya. Apabila suatu nikah dilaksanakan dengan keadaan kurang salah satu syarat-syarat atau rukunnya, maka nikah itu dinyatakan batal dan nikah itu dianggap tidak pernah terjadi.80
E. Pengertian Pemahaman Sosial
Pemahaman sosial merupakan kemampuan untuk mempersepsi orang lain/kelompok lain secara akurat dan menafsirkan perilaku mereka. Meskipun tak seorangpun memiliki waktu atau energi yang tak terbatas untuk mengevaluasi secara cermat suatu individu atau kelompok masyarakat tertentu. Dalam hal ini terdapat teori yang bertujuan sekaligus sebagai ilmu dinamika psychososial didalam melancarkan perilaku kesehatan dan sebagai metode untuk
78 Al-Qur`an Karim
79 Wahbah Zuhaili, Fiqh Islam wa Adillatuhu, (Jakarta : Gema Insani, 2011), hlm. 568
80 Kamal Muchtar, Asas-asas Hukum Islam tentang perkawinan, (Jakarta: Bulan Bintang, 1974), hlm. 105
mempromosikan perubahan yang berhubungan dengan perilaku. Dalam teori ini, perilaku manusia merupakan penjelasan terminology dari sebuah tritunggal, ilmu dinamika, dan model timbal balik dalam perilaku, faktor personal, serta pengaruh dari lingkungan. Diantara semuanya, faktor personal sangat penting karena ia merupakan kemampuan dari setiap individu untuk melambangkan perilaku, untuk mengharapkan hasil dari perilaku, untuk belajar dari berbagai pengamatan, untuk memiliki kepercayaan dalam menunjukkan sebuah perilaku, untuk menentukan diri sendiri, dan untuk reflex serta menganalisa pengalaman.
Teori pemahaman sosial ini dikembangkan oleh Bandura (West dan Wicklund, 1980) yang pada dasarnya menguraikan ide bagaimana belajar dan merubah perilaku, dan awalnya muncul sebagai kritik terhadap berbagai masalah yang kurang dapat diselesaikan. Teori ini dalam menjelaskan terjadinya perilaku melibatkan asoek kognitif, yang diartikan bagaimana manusia memikirkan sesuatu dan melakukan interpretasi terhadap berbagai pengalaman yang diperoleh.
Disamping itu, teori ini menjelaskan bahwa perilaku yang baru dan kompleks dapat diciptakan dengan observasi terhadap model yang dihadirkan secara langsung maupun tidak langsung serta melalui mental reherseal. Oleh karena itu, teori ini juga disebut observational learning theory. Disini individu juga dapat mengembangkan perilaku lewat self-administered reward dan mengembangkan perilaku hanya dengan berpikir tentang suatu aktivitas. Selain yang tersebut di atas teori ini juga berbeda dari teori yang lain dalam menjelaskan terjadinya suatu
perilaku, yaitu bahwa perilaku terjadi dengan melibatkan serangkaian proses psikologi. 81
Jika dikaitkan dengan persepsi sosial, maka dalam teori persepsi sosial ada beberapa teori. Perlu dicatat bahwa 3 teori (Heider, Jones & Davis dan Kelley) terlihat sekali saling terkait karena ketiga-tiganya membicarakan masalah-masalah yang hampir serupa. Teori Festinger dikelompokkan dalam wilayah bahasan lain yang lebih sesuai.
Teori-teori Kelley dan Davis sama-sama dijabarkan dari teori Heider tentang hubungan antar pribadi (interpersonal). Secara konseptual teori Heider memang kaya dan merangsang sumbangan-sumbangan teori dari psikolog-psikolog sosial lain. Selain itu teori ini juga merangsang banyak penelitian.
Teori Jones dan Davis setidak-tidaknya bertanggung jawab pada sebagian dari berkembangnya sekumpulan penelitian tentang atribusi pribadi (personal).
Terlepas dari kejelasan dan keringkasannya, teori Kelley belum mampu merangsang banyak penelitian, mungkin masih relatif baru. Tetapi mungkin juga psikolog sosial lebih tertarik pada persepsi atribusi dan keputusan/penilaian pribadi ketimbang daripada atribusi pembangunan.82
Adapun sasaran penelitian psikologi sosial sendiri adalah tingkah laku manusia sebagai individu.83
81 Bandura, Social Learning Theory, (NJ: Prentice Hall, 1977) hlm 118
82 Sarlito Wirawan Sarwono, Teori-teori Psikologi Sosial, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2003) hlm 242
83 Ahmad Fauzi, Psikologi Umum, (Bandung : Pustaka Setia, 2004) hlm 2
BAB III
PROFIL MASYARAKAT JORONG TABU BARAIE A. Geografis
1. Lokasi dan Lingkungan Alam
Jorong Tabu Baraie adalah salah satu dari empat jorong yang ada di Nagari Paninjauan. Jorong Tabu Baraie terletak Kurang lebih 37 Km dari pusat KabupatenTanah Datar dan kurang lebih 3 Km sebelah timur dari Kantor Kecamatan X Koto. Untuk mencapai Jorong Tabu Baraie dari jalan utama atau jalan raya kita bisa naik kendaraan roda dua ataupun roda empat.
Secara Administrasi Jorong Tabu Baraie berbatasan dengan : - Sebelah Utara berbatas dengan Hutan Negara / Gunung Merapi - Sebelah Timur berbatas dengan Jorong Hilie Balai
- Sebelah Selatan berbatas dengan Kota Padang Panjang - Sebelah Barat berbatas dengan Nagari Panyalaian
Jorong Tabu Baraie memiliki beberapa pembagian daerah kecil yaitu;
Banto, Limpauang, Cubadak Randah, Anak Kayu, Kubu Sarimbang, Bulakan Tabek, Data, Kandang Baru. Wilayah Jorong Tabu Baraie terletak di dataran tinggi kaki Gunung Merapi yang Topografinya bergelombang atau berbukit.
Luas Wilayah : Lebih kurang 430 Ha Ketinggian : 800 – 970 mdlp
Curah Hujan : 2500 – 3000 mm/tahun
BAB III
PROFIL MASYARAKAT JORONG TABU BARAIE A. Geografis
1. Lokasi dan Lingkungan Alam
Jorong Tabu Baraie adalah salah satu dari empat jorong yang ada di Nagari Paninjauan. Jorong Tabu Baraie terletak Kurang lebih 37 Km dari pusat KabupatenTanah Datar dan kurang lebih 3 Km sebelah timur dari Kantor Kecamatan X Koto. Untuk mencapai Jorong Tabu Baraie dari jalan utama atau jalan raya kita bisa naik kendaraan roda dua ataupun roda empat.
Secara Administrasi Jorong Tabu Baraie berbatasan dengan : - Sebelah Utara berbatas dengan Hutan Negara / Gunung Merapi - Sebelah Timur berbatas dengan Jorong Hilie Balai
- Sebelah Selatan berbatas dengan Kota Padang Panjang - Sebelah Barat berbatas dengan Nagari Panyalaian
Jorong Tabu Baraie memiliki beberapa pembagian daerah kecil yaitu;
Banto, Limpauang, Cubadak Randah, Anak Kayu, Kubu Sarimbang, Bulakan Tabek, Data, Kandang Baru. Wilayah Jorong Tabu Baraie terletak di dataran tinggi kaki Gunung Merapi yang Topografinya bergelombang atau berbukit.
Luas Wilayah : Lebih kurang 430 Ha Ketinggian : 800 – 970 mdlp
Curah Hujan : 2500 – 3000 mm/tahun
Suhu : 17-30 C Jenis Tanah : Andosol84
Secara umum Jorong Tabu Baraie beriklim tropis dan memiliki kawasan : Tabel 3.1
JENIS LAHAN DAN KAWASAN
No Jenis Lahan Luas (Ha)
1 Hutan 170 Ha
2 Persawahan 230 Ha
3 Pertanian Kering 45 Ha
4 Perumahan 90 Ha
5 Tanah Desa 0,5 Ha
6 Lapangan Bola 1 Ha
Sumber Data: Arsip Nagari Paninjauan
Topografi Jorong Tabu Baraie yang dialiri sungai yang bersumber dari lereng gunung Merapi yang dimanfaatkan oleh Penduduk/Masyarakat Jorong Tabu Baraie untuk Kebutuhan Rumah Tangga, pertanian,perikanan dan kegiatan lainnya. Maka di Jorong Tabu Baraie ada beberapa sumber air yang digunkan oleh penduduk, sebagaimana terlihat pada tabel berikut;
84 Arsip Nagari Paninjauan Geografi dan Topografi Nagari Tahun 2015 hlm 15
Tabel 3.2
NAMA SUNGAI DAN SUMBER AIR
NO Jenis Nama
1 Sungai Batang Tabu Baraie
Batang Aie Jilatang
2 Mata Air Bulakan Tabek
Bulakan Bintuangan Bayang-Bayang Aie Aie Badarun
Sumber Data : Arsip Nagari Paninjauan
Dilihat dari data di atas maka terlihat bahwa Jorong Tabu Baraie merupakan sumber air bersih, baik dipakai untuk kebutuhan rumah tangga, pengairan untuk lahan pertanian oleh masyarakat petani dan lain-lain, sehingga tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat Jorong Tabu Baraie itu sendiri akan tetapi sumber air bersih dirasakan juga oleh masyarakat Nagari Paninjauan dan sekitarnya juga.
2. Kependudukan
Tabel 3.3
JUMLAH PENDUDUK
NO JENIS KELAMIN JUMLAH
1 Laki-laki a. 0-15 b. 15-60 c. +60
287 606 78 2 Perempuan
a. 0-15 b. 15-60 c. +60
320 643 100
Jumlah 2034
Sumber Data : Kantor Wali Nagari Paninjauan
Jika dilihat dari jumlah penduduk dan dibandingkan antara penduduk yang berjenis kelamin laki-laki dengan perempuan, maka dapat disimpulkan bahwa penduduk yang berjenis kelamin perempuan jauh lebih banyak pada penduduk yang berjenis kelamin laki-laki, data jumlah tersebut berasal dari 443 jumlah KK yang ada di Jorong Tabu Baraie.
B. Masyarakat Jorong Tabu Baraie 1. Keagamaan
Jika dilihat dari segi agama, 100 % masyarakat Jorong Tabu Baraie adalah beragama Islam, artinya tidak ada perbedaan dalam hal masalah keyakinan kepada Tuhan dalam masyarakat. Dengan demikian tidak heran jika di Jorong Tabu Baraie terdapat beberapa kegiatan keagamaan dan beberapa tempat ibadah sebagai sarana bagi masyarakat.
Tabel 3.4 SARANA IBADAH
NO Sarana Ibadah Jumlah
1 Mesjid 2
2 Mushalla 4
3 Surau 8
4 TPA 5
Jumlah 19
Sumber Data : Arsip Nagari Paninjauan Tahun 2015 Tabel 3.5
KEGIATAN KEAGAMAAN No Kegiatan keagamaan Jumlah
1 Didikan Subuh 5
2 Wirid 1
3 Yasinan 5
4 Khatam al – Qur‟an 1
Jumlah 12
Sumber Data : Kantor Nagari Paninjauan
Didikan subuh adalah kegiatan yang dilakukan oleh setiap TPA yang ada dijorong pada hari minggu pagi di mushalla-mushalla terdekat dengan TPA.
Sedangkan wirid diadakakn oleh ibu-ibu Bundo Kanduang satu kali dalam seminggu secara bergiliran kerumah-rumah masing masing Bundo Kanduang
sesuai kesepakatan, dan Yasinan adalah kegiatan mengaji bersama dan diutamakan membaca surat yasin, yasinan dilakukan setiap malam Jum‟at.
Yasinan tidak hanya diikuti oleh ibu-ibu saja, tetapi juga remaja mesjid, kegiatan ini sudah lama dilakukan sejak dari dahulu kala, meskipun sempat terkadang yang mengikuti tidak begitu bayak, namun tetap dilakukan. Dan khatam al- Qur‟an adalah kegiatan yang dilakukan yang menandakan bahwa seseorang telah menamatkan membaca al-Qur‟an dan sering disebut dengan Alek Nagari, yang mengadakan adalah nagari, tetapi tempat pelaksanaannya bergiliran dilakukan dimesjid- mesjid yang ada dijorong, sesuai kesiapan masing-masing jorong jadi panitia pelaksana acara.85
2. Adat Istiadat
Adat adalah salah satu komponen penting dalam sebuah masyarakat, dibeberapa daerah sebuah masyarakat pada umumnya dibentuk oleh adat.
Sedangkan kata adat itu sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti
“Kebiasaan”86. Kebiasaan disini adalah semua perilaku yang dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari yang tidak menyimpang dari norma-norma yang berlaku dimasyarakat tersebut. Berbicara masalah adat, masyarakat Jorong Tabu Baraie sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat Minangkabau yang telah mereka anut sejak dari nenek moyang. Adat merupakan masalah yang mempunyai peran penting di dalam kehidupan masyarakat, karena adat itu adalah tata cara hidup dalam menyusun hubungan antara anggota dalam
85 Wawancara dengan bapak Zulhamdi PK Jo Ameh (Kepala Jorong Tabu Baraie ) pada hari Selasa tanggal 4 Juli tahun 2017
86 A. Ridwan Halim, Hukum Adat dalam Tanya Jawab, (Jakarta: Ghalia Indonesia,1989) hlm. 83
masyarakat. Pada dasarnya adat Minangkabau berpedoman kepada empat masalah adat, yaitu adat yang sabana adat, adat yang diadatkan, adat yang teradat dan adat istiadat.
a) Adat yang sabana adat
Yaitu segala sesuatu yang telah demikian terjadi menurut kehendak Allah dan tidak berubah-rubah. Dalam literatur lain adat yang sabana adat diartikan sesuatu yang seharusnya menurut alur, patut dan seharusnya menurut agama Islam (Syara‟) menurut peri kemanusiaan, adil dan beradab.
Adat yang sabana adat dapat di pahami hukum yang berlaku di mana dan kapan saja tidak tergantung pada pandangan manusia. Adat ini berada dalam ungkapan adat basandi syara‟, syara‟ basandi Kitabullah. Artinya adat tidaklah meninggi dari agama, aturan-aturan adat bersumber dari konsep-konsep ajaran Islam, dengan kata lain adat nan sabana adat adalah adat yang sudah ada jauh sebelum adat yang lain tercipta, karena memang bersumber dari ketetapan Allah SWT.
b) Adat nan teradat
Yaitu peraturan yang di buat oleh niniak mamak suatu Jorong atau beberapa Jorong. Peraturan ini adalah untuk mencapai tujuan yang baik dalam masyarakat tersebut yang hal ini tidak sama pada setiap Jorong. Meskipun begitu yang menyangkut undang-undang pokok adat seluruh Minangkabau adalah sama, hal ini terlihat pada pepatah:
Adat sepanjang jalan
Bapucuak sepanjang batuang Lain lubuak lain ikan
Lain padang lain bilalang
Penulis mengamati pada saat ini niniak mamak terhadap adat masih dapat berjalan sebagaimana mestinya. Apabila ada di antara anak kemenakan yang melanggar adat ditinjau dari beberapa aspek: ekonomi, sosial dan lainnya. Maka mamaknya memberikan pengarahan dan petunjuk yang baik kepadanya dan tidak boleh lagi berbuat kesalahan yang sama. Apabila kemenakannya melanggar adat, maka akan dihukum berdasarkan hukum adat seperti “ Dibuang Sepanjang Adat”
yang tidak akan di bawa bermusyawarah dalam Jorong.
Seorang mamak mendapat malu, kalau ternyata kemenakannya berbuat onar dalam masyarakat. Ini berarti mamak tersebut tidak berhasil dalam mendidik kemenakannya dengan adat istiadat yang berlaku dalam kampung tersebut.
Contohnya dalam masyarakat Jorong Tabu Baraie mengenai adat nan teradat terlihat pada masalah perkawinan, seperti masalah kawin sasuku. Dalam ketetapan yang dibuat oleh niniak mamak, kawin sasuku dilarang dan bukan berarti dianggap kawin terlarang. Maksudnya kawin sasuku dilarang dari sudut pandang adat, meskipun secara agama tidak ada larangan terhadap kawin sasuku.
Latar belakang dilarangnya kawin sasuku adalah karena ikatan kekerabatan dalam satu suku dianggap sebagai ikatan sedarah dan bersaudara.87 Bagi yang melanggar ketetapan ini, diwajibkan membayar denda ke nagari dan kepada mamak adat/mamak kepala suku. Denda nya adalah pihak laki-laki membayar 10 Ameh kenagari dan perempuan membayar kepada mamak sebesar 1 Ameh. Bagi yang tidak membayar denda para pihak yang melanggar akan diusir dari kampung, atau
87 Wawancara dengan bapak Bullah Dt. Jo Ameh (Tuo Kampuang) pada hari Jum‟at tanggal 30 Juni 2017
jika mereka belum sanggup membayar mereka akan pergi dari kampung tanpa diusir, dan akan kembali setelah mereka sanggup membayar denda tersebut, namun masyarakat akan tetap beranggapan tidak baik kepada mereka walaupun setelah denda dibayar.
Masalah lain misalnya jika seorang perempuan hamil diluar nikah, atau dikenal dengan istilah Dahulu bajak pado jawi, ini merupakan aib yang sangat buruk bagi seorang mamak, ini menandakan seorang mamak tidak menjalankan kewajibannya dalam hal menjaga kemenakannya, bahkan malu yang ditanggung melebihi malu orang tua siperempuan, masyarakat tidak akan menyebut siperempuan anak siapa, tetapi kemenakan siapa. Jika hal ini terjadi, Tapijak diarang itam tapak, Tapijak dikapue putiah tapak, artinya ada konsekuensi sebagai penghapus kesalahan dari si perempuan dia harus membayar denda kepada mamak sesuai permintaan mamak dan itu tergantung bagaimana kehidupan perekonomian orangtua siperempuan. Denda ini bukan dimaksudkan untuk kesenangan si mamak tetapi sebagai bentuk maaf dari kemenakannya dan memberikan pengajaran kepada kemenakan kemenakan yang lain agar tidak untuk ditiru.88
c) Adat nan di adatkan
Merupakan kebiasaan yang bersifat normatif, artinya kebiasaan-kebiasaan yang semestinya diikuti oleh masyarakat, karena kebiasaan-kebiasaan itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat suatu Jorong yang bersangkutan. Kebiasaan-kebiasaan ini adakalanya dikukuhkan dengan cara mufakat oleh niniak mamak pamangku adat dalam suatu nagari agar kebiasaan diberlakukan.
88 Wawancara dengan ibuk Ande Marni (Bundo Kanduang) pada hari Jum‟at tanggal 30 Juni 2017
d) Adat istiadat
Yaitu pedoman dan peraturan daerah yang diperturun naikkan selama ini, Waris nan di Jawek, Pusako nan di Tolong, artinya diterima oleh generasi yang sekarang dari generasi terdahulu supaya dapat berdiri kokoh. Adat istiadat juga dapat diartikan adat kebiasaan dalam suatu Jorong atau suatu golongan yang berupa kesukaan dari masyarakat itu sendiri, umpamanya bunyi-bunyian. Sesuai pepatah, adat istiadat yaitu:
Dimano batang taguliang Disinan tindawan tumbuah Dimano tanah dipijak Disinan langik dijunjuang
Maksudnya adalah seseorang harus menyesuaikan diri dengan adat masyarakat setempat yang berbeda-beda. Adat istiadat mempunyai ikatan dan pengaruh yang kuat dalam suatu masyarakat.
Masyarakat Jorong Tabu Baraie adalah masyarakat yang tersusun dari beberapa suku, setiap suku dipimpin oleh 3 orang. Yaitu kepala suku (panghulu), wakil kepala suku (panungkek), pembantu wakil kepala (labai atau biasa juga disebut tumangguang). Panghulu bertugas hanya menerima laporan permasalahan dari panungkek, dan panghulu juga memutuskan permasalahan yang disampaikan oleh panungkek, intinya yang bekerja adalah panungkek. Sedangkan labai sama dengan alim ulama atau ustad yang kerjanya adalah misalkan pergi melayat kalau misalnya ada orang meninggal, memandikan jenazah, pergi menghadiri acara
syukuran dan sebagainya. Apabila misalkan ada labai suku yang tidak mengikuti atau menghadiri acara keagamaan tertentu, maka dia akan menjadi aib bagi kepala suku yang lain.
Mayoritas masyarakat Jorong Tabu Baraie didominasi oleh suku Panyalai, bisa disebut suku Panyalai adalah suku penduduk asli masyarakat Jorong Tabu Baraie. Karena Dari tiga suku lainnya yang ada dijorong Tabu Baraie, yaitu; suku Sikumbang, suku Koto, dan suku Pisang, lebih banyak yang memiliki suku Panyalai. Setiap suku dikepalai oleh tiga orang yang memiliki gelar berbeda-beda, namun dalam satu suku gelarnya samopai kepada pengganti pengganti tetap sama, yang membedakan hanya nama dari kecil saja.
3. Pendidikan
Berbicara masalah pendidikan, masyarakat Jorong Tabu Baraie bisa dikatakan bahwa tingkat kesadaran terhadap pendidikan masih rendah, karena rata-rata masyarakat hanya sampai bersekolah SD, sebagaimana dalam tabel.
Tabel 3.4
TINGKAT PENDIDIKAN
NO Tingkat Pendidikan Jumlah
1 Tidak Tamat SD 71
2 SD 800
3 SLTP 374
4 SLTA 372
5 Diploma/Sarjana 129
Jumlah 1746 Sumber Data : Arsip Nagari Paninjauan Tahun 2017
Mengenai sarana pendidikan, Jorong Tabu Baraie memiliki sarana yang cukup menunjang untuk meningkatakan pendidikan masyarakat, sebagaimana yang ada dalam tabel dan juga nama-nama sekolah dan lokasinya.
Tabel 3.5
SARANA PENDIDIKAN
NO Sarana Jumlah
1 TK 1
2 PAUD 1
3 SD 3
4 SMP 1
Jumlah 6
Sumber Data : Kantor Nagari Paninjauan Tabel 3.6 NAMA SEKOLAH
NO Nama Sekolah Lokasi
1 TK AL BAYAN SIMPANG TABU BARAIE
2 PAUD AR RAHMI LIMPAUANG
3 SDN 15 TABU BARAIE CUBADAK RANDAH 4 SDN 21 TABU BARAIE TABU BARAIE 5 SDN 35 TABU BARAIE LIMPAUANG
6 SMPN 5 X KOTO CUBADAK RANDAH Sumber Data : Kantor Nagari Paninjauan
4. Perekonomian
Sejahtera atau tidaknya suatu masyarakat tergantung kepada perekonomian masyarakat yang bersangkutan, selain dari adanya dana alokasi umum dan alokasi khusus untuk jorong dari nagari ataupun kecamatan, profesi atau mata pencarian penduduk sangat berperan penting dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraaan masyarakat.
Tabel 3.7 MATA PENCARIAN
NO Mata Pencarian Jumlah
1 Buruh tani 38
2 Petani 267
3 Penjahit 5
4 PNS 34
5 Pensiunan 8
6 TNI / Polri 2
7 Perangkat Desa 3
8 Sopir 4
9 Karyawan Honorer 3
10 Wiraswata 50
11 Ibu Rumah Tangga 36
12 Pengangguran 12
13 Lain-lain 22
Jumlah 484
Sumber Data : Kantor Wali Nagari Paninjauan
Jika dilihat tabel di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat Jorong Tabu Baraie berprofesi sebagai petani, menurut yang penulis amati, kebanyakan dari mereka adalah petani sayur dan cabe, bisa dikatakan semua masyarakat memiliki lahan untuk mereka membuat ladang dan menanam sayur-sayuran. Hasil ladang mereka tidak hanya untuk dinikmati warga lokal saja, bahkan diekspor keluar wilayah. Setiap hari senin mereka akan membawa hasil panen ke Pasar sayur Kotobaru, disana mereka telah dinanti toke toke besar yang akan membeli hasil panen mereka.
Bagi masyarakat yang berprofesi sebagai buruh tani, itu adalah umumnya mereka yang tidak punya lahan untuk dijadikan ladang, mereka hanya bekerja sama dengan pemilik lahan atau dipekerjakan oleh pemilik lahan untuk membantu mengolah lahan yang dimiliki. Masyarakat yang bekerja sebagai PNS dan karyawan honorer biasanya bekerja disekolah yang ada dijorong tersebut, dan yang lainnya bekerja di instansi pemerintah yang ada dinagari ataupun dikecamatan.
BAB IV
PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG MELANGKAHI SAUDARA DALAM PERKAWINAN
A. Deskripsi Pemahaman Masyarakat Terhadap Perkawinan Melangkahi Saudara
1. Defenisi Melangkahi Saudara Dalam Perkawinan
Defenisi atau pengertian tentang melangkahi saudara dalam perkawinan tidak ditemukan secara spesifik pembahasannya dalam literatur Fiqh maupun Kompilasi Hukum Islam. Namun secara terpisah kedua kata tersebut dapat dirujuk kepada Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Kata melangkahi berasal dari akar kata langkah yang berarti mendahului atau melewati. Disini ada tiga pengertian, yang pertama; melangkahi artinya mendahului nikah, yang kedua; pelangkah artinya barang yang diberikan oleh calon pengantin yang akan menikah kepada kakak atau saudaranya yang didahului nikah, dan yang ketiga; langkah yang artinya gerakan kaki maju atau mundur , jarak antara kedua kaki yang dikangkangkan kemuka ketika berjalan, tindakan perbuatan permulaan berjalan.89 Sedangkan saudara dalam kamus yang sama, berarti orang yang seibu se ayah (atau hanya seibu saja atau hanya seayah saja); adik atau kakak.90 Kaitannya dengan skripsi ini adalah, penulis mengambil pengertian yang pertama yaitu mendahului kawin.
Dari dua akar kata diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa melangkahi saudara dalam perkawinan dapat dipahami dengan seorang adik mendahului
89 Novianto HP, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, (Surakarta:PT Bringin 55, 1999) cet 1 hlm 318
90 Kamus Besar Bahasa Indonesia, Diakses pada tanggal 22 Juli 2017 dari situs kbbi.web.id html
kakaknya dalam perkawinan, bisa jadi laki-laki ataupun perempuan. Apabila seorang adik menikah, sementara ada kakaknya yang belum menikah, maka itu dapat diartikan dengan melangkahi saudara dalam perkawinan.
Perkawinan melangkahi saudara berarti perkawinan yang dilakukan oleh seorang adik dengan mendahului kakaknya yang lebih tua yang belum menikah.
Sedangkan melangkahi saudara dalam perkawinan adalah sebuah bentuk
Sedangkan melangkahi saudara dalam perkawinan adalah sebuah bentuk