• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KERANGKA TEORITIS

A. Pemberdayaan

1. Pengertian Pemberdayaan

Secara konseptual, pemberdayaan menurut Edi Suharto berasal dari kata “power” (kekuasaan atau keberdayaan).1

Perspektif sebelum pemberdayaan yaitu pembangunan sosial. Pembangunan sosial menurut James Midgley adalah suatu pendekatan yang mengangkat kesejahteraan masyarakat. Cara pembangunan sosial mengangkat kesejahteraan yaitu seperti philantropi, pekerjaan sosial dan administrasi sosial.2

Menurut Payne sebagaimana dalam Isbandi, pemberdayaan (empowerment) adalah membantu klien memperoleh daya untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan yang akan ia lakukan yang terkait dengan diri mereka, termasuk mengurangi efek hambatan pribadi dan sosial dalam melakukan tindakan. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kemampuan dan rasa percaya diri untuk menggunakan daya yang ia miliki antara lain melalui transfer daya dari lingkungan.3

Sedangkan menurut Gunawan, pembangunan adalah proses mewujudkan masyarakat sejahtera secara adil dan merata. Masyarakat

1

Edi Suharto, Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat (Bandung: PT Refika Aditama, 2005), h.57.

2

James Midgley, Pembangunan Sosial Perspektif Pembangunan Dalam Kesejahteraan Sosial (Jakarta: Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam, 2005), h. 1.

3

Isbandi Rukminto Adi, Pemikiran-pemikiran dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial (Jakarta: Lembaga Penelitian FE-UI, 2002), h.162.

sejahtera ditandai adanya dengan kemakmuran berupa meningkatnya konsumsi masyarakat karena meningkatnya pendapatan. Peningkatan pendapatan sendiri merupakan hasil produksi yang meningkat. Proses demikian dapat berlangsung baik bila asumsi-asumsi pembangunan, yakni adanya kesempatan kerja secara penuh (full employment), tiap orang memiliki kemampuan yang sama (equal produvtivity) dan semua pelaku ekonomi bertindak rasional (efficient) terpenuhi.4

Dalam pendapat lain, Soetomo mendefinisikan Community Development sebagai suatu proses yang merupakan usaha masyarakat sendiri yang diintegrasikan dengan otoritas pemerintah guna memperbaiki kondisi sosial ekonomi dan kultural komunitas, mengintegrasikan komunitas ke dalam kehidupan nasional dan mendorong kontribusi komunitas yang lebih optimal bagi kemajuan nasional.5

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan menekankan kepada perubahan dan pengembangan yang lebih baik. Artinya mendorong mereka berkesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dengan upayanya sehingga mereka mempunyai kesadaran penuh dalam membentuk masa depannya.

Pemberdayaan sebagai tujuan adalah suatu keadaan yang ingin dicapai, yakni yang memiliki kekuasaan atau keberdayaan yang mengarah pada kemandirian sesuai dengan tipe-tipe kekuasaan.6 Sedangkan

4

Gunawan Sumodiningrat, Pemberdayaan Sosial (Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, 2007), h. 18.

5

Soetomo, Strategi-strategi Pembangunan Masyarakat (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006), h. 79.

6

Syamsir Salam, Sosiologi Pedesaan (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah, 2008), h.240.

pemberdayaan sebagai suatu proses adalah proses yang berkesinambungan (on-going) sepanjang komunitas itu masih ingin melakukan perubahan dan perbaikan dan tidak hanya terpaku pada suatu program saja.7

Sebagai suatu proses, Hogan sebagaimana dalam Isbandi menggambarkan siklus pemberdayaan yang berkesinambungan melalui lima tahapan utama yaitu:8

Bagan 2.1

(Sumber: Isbandi Rukminto Adi, 2002, h.174)

Menurut Jim Ife pemberdayaan berarti menyediakan sumber daya, kesempatan, pengetahuan, dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk menentukan masa depan mereka sendiri dan untuk berpartisipasi serta mempengaruhi kehidupan masyarakatnya.9

7

Syamsir Salam, Sosiologi Pedesaan, h.241.

8

Isbandi Rukminto Adi, Pemikiran-pemikiran dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial, h.174.

9

Jim Ife dan Frank Tesoriero, Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), h.510.

Menghadirkan kembali pengalaman yang memberdayakan dan tidak memberdayakan

Mendiskusikan alasan mengapa terjadi pemberdayaan dan pentidak pemberdayaan

Mengembangkan aksi dan mengimplementasikannya

Mengidentifikasikan basis daya yang bermakna

Mengidentifikasi suatu masalah ataupun proyek.

Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai apa yang dimaksud dengan sumber daya, kesempatan, pengetahuan, dan keterampilan.

a. Sumber Daya

Sumber daya merupakan sumber energi, tenaga, kekuatan yang diperlukan untuk menciptakan daya, gerakan, aktifitas, kegiatan, dan tindakan. Sumber daya manusia sebagaimana dalam Sonny mengandung dua pengertian, yang pertama usaha kerja atau jasa dapat diberikan dalam proses produksi dan pengertian kedua seseorang yang mampu bekerja memberikan usaha kerja atau jasa tersebut. Mampu bekerja disini diartikan kegiatan yang mempunyai nilai ekonomis yang menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sedangkan sumber daya manusia sebagaimana dalam Hasibuan adalah kemampuan dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki oleh setiap individu.10

Kualitas sumber daya manusia dapat dilihat dari tingkat pendidikan yang baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Hal ini dikarenakan dengan adanya tingkat pengetahuan yang tinggi maka wawasannya pun luas, selain itu kemampuan dalam mengantisipasi masalah lebih tinggi.

Disamping pendidikan, kualitas sumber daya manusia juga dapat dipengaruhi oleh tingkat kesehatan dan juga nilai gizinya. Berdasarkan asumsi bahwa tingkat produktivitas mencerminkan tingkat pendapatan

10“Pengertian Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli,” diakses pada 19 April 2015 dari http://humancapitaljournal.com/pengertian-sumber-daya-manusia/

maka akan ada pengaruhnya pula dari produktivitas yang rendah terhadap kemiskinan.11

Banyak orang memiliki akses yang relatif kecil kepada sumber daya, dan relatif sedikit keleluasaan atas bagaimana sumber daya tersebut akan dimanfaatkan. Hal ini berlaku baik untuk sumber daya keuangan maupun sumber daya non-keuangan seperti pendidikan, kesempatan untuk pertumbuhan pribadi, rekreasi, dan pekerjaan.

Dalam menyediakan sumber daya, peran pekerja masyarakat sebagai

broker (perantara) dalam intervensi komunitas erat kaitannya dengan upaya menghubungkan individu atau kelompok dalam masyarakat yang membutuhkan bantuan atau layanan masyarakat tetapi tidak tahu dimana dan bagaimana mendapatkan bantuan tersebut dengan lembaga yang menyediakan layanan masyarakat.12

Dapat disimpulkan bahwa sumber daya merupakan sumber energi, kekuatan yang digunakan utuk menghasilkan gerakan, kegiatan dan tindakan yang menghasilkan barang ataupun jasa. Kurangnya akses untuk memperoleh dan memanfaatkan sumber daya ini yang menjadikan pekerja masyarakat memainkan perannya sebagai broker (perantara) untuk memudahkan individu atau kelompok memperoleh apa yang dibutuhkan.

11

Soetomo, Pembangunan Masyarakat Merangkai Sebuah Kerangka (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012), h.193-197.

12

Isbandi Rukminto Adi, Intervensi Komunitas & Pengembangan Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2013), h.101.

b. Kesempatan

Kesempatan adalah dimana seseorang memiliki waktu dan peluang untuk melakukan suatu kegiatan. Salah satu peran pekerja masyarakat dalam menyediakan kesempatan yaitu dengan meningkatkan kesadaran kelompok, salah satu karakteristik peningkatan kesadaran adalah bahwa ia sebaiknya dimaksudkan untuk memberikan kesadaran terhadap berbagai struktur dan strategi perubahan sosial sehingga orang-orang dapat berpartisipasi dan mengambil tindakan yang efektif. Banyak orang yang pasif bukan karena keinginan mereka, namun karena mereka tidak diperkenalkan pada berbagai struktur dan strategi yang disitu mereka bisa dengan mudah menjadi aktivis. Oleh karena itu, membantu masyarakat untuk menjadi partisipan yang aktif adalah sangat penting pagi pekerja sosial.13

Disinilah peran pekerja masyarakat sebagai fasilitator, dalam peran ini berkaitan dengan menstimulasi atau mendukung pengembangan masyarakat. Peran ini dilakukan untuk mempermudah proses perubahan individu atau kelompok. menolong proses pengembangan dengan menyediakan waktu, pemikiran, sarana-sarana dan informasi yang dibutuhkan dalam proses perubahan.

Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat, hal ini bisa termasuk informasi mengenai adanya berbagai pelayanan, informasi pengembangan pengetahuan, informasi mengenai bagaimana mengerjakan berbagai tugas khusus, dan lain sebagainya. Pekerja

13

Ife dan Tesoriero, Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi, h.583.

masyarakat memainkan sebuah peran penting sebagai makelar informasi dengan mengetahui bagaimana memperoleh jalan masuk pada informasi ini, membantu kelompok melakukan hal serupa dengan begitu membantu mereka menggunakan informasi itu secara efektif.14

Dalam pemberdayaan ekonomi, salah satu strategi peningkatan kesempatannya dalam berusaha diberikan dengan penyediaan kemudahan dalam pembinaan teknis manajemen memulai usaha, perlindungan usaha, tempat berusaha wirausaha baru merupakan salah satu strategi dalam pemberdayaan di bidang ekonomi.

Dapat disimpulkan bahwa dalam menyediakan kesempatan, peran pekerja masyarakat sebagai fasilitator sangat dibutuhkan. Hal ini untuk membantu proses pengembangan dengan menyediakan waktu, pemikiran, sarana-sarana dan juga informasi penting bagi individu atau kelompok. Dengan begitu, individu ataupun kelompok yang tadinya pasif bisa lebih menjadi aktif sebagai partisipan.

c. Pengetahuan

Dalam menjalankan peran sebagai pendidik (educator), pekerja masyarakat diharapkan mempunyai kemampuan menyampaikan informasi dengan baik dan jelas, serta mudah ditangkap oleh komunitas yang menjadi sasaran perubahan. Disamping itu, ia harus mempunyai pengetahuan yang cukup memadai mengenai topik yang akan dibicarakan.

14

Ife dan Tesoriero, Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi, h.592.

Dalam hal ini, tidak jarang pekerja masyarakat harus menghubungi rekan dari profesi lain yang menguasai materi tertentu.15

Misalnya ketika pekerja masyarakat harus menyampaikan tentang perilaku hidup sehat, dalam hal ini pekerja masyarakat mungkin harus menghubungi dokter di puskesmas atau ahli kesehatan masyarakat lainnya agar informasi yang diberikan lebih tepat.

Dalam hal ini peran pekerja masyarakat dalam mendidik juga dalam memberikan Informasi, informasi ini merupakan hal yang sangat penting bagi sebuah masyarakat dalam merencanakan bagaimana cara yang paling baik untuk memenuhi kebutuhannya dan bagaimana melibatkan masyarakat sebanyak mungkin dalam berbagai proses pengembangan masyarakat.

Seorang pekerja masyarakat juga akan berada di dalam suatu posisi yang baik untuk memberikan informasi mengenai berbagai program dalam kelompok masyarakat lainnya, ia pun harus berhati-hati dalam mentransfer sebuah program yang sukses dari satu tempat ke tempat lain karena beragam sosial dan budaya, namun hal tersebut penting bagi orang-orang yang memiliki ide mengenai bagaimana berbagai hal dikerjakan ditempat lain, dengan begitu mereka dapat belajar dari kesuksesan dan kegagalan kelompok lain.16

Dapat disimpulkan bahwa, untuk meningkatkan pengetahuan kelompok, peran pekerja masyarakat sebagai educator (pendidik)

15

Adi, Intervensi Komunitas & Pengembangan Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat, h.102.

16

Ife dan Tesoriero, Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi, h.585.

sangatlah penting. Sebagai pendidik harus mempunyai pengetahuan yang luas serta kemampuan dalam penyampaian informasi yang baik dan jelas agar informasi yang diberikan mudah untuk dipahami oleh sasaran perubahan. Selain itu pendidik melakukan kolaborasi dengan profesi lain yang menguasi materi tertentu untuk diberikan kepada kelompok sasaran perubahan.

d. Keterampilan

Keterampilan adalah kemampuan untuk meyelesaikan tugas. Arti keterampilan juga dapat dikatakan memiliki keahlian yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Keterampilan sangat erat kaitannya dengan sumber daya manusia, The Liang Gie sebagaimana dalam Syarif Makmur mengatakan bahwa keterampilan adalah kegiatan menguasai sesuatu keterampilan dengan tambahan bahwa mempelajari keterampilan harus dibarengi dengan kegiatan praktik, berlatih, dan mengulang-ulang suatu kerja. Seseorang yang memahami semua azas, metode, pengetahuan, dan teori serta mampu melaksanakan secara praktis adalah orang yang memiliki keterampilan.17

Menurut Littre dalam Maurice Duvenger, keterampilan adalah sebagai proses kolektif dari suatu kemahiran atau manufaktur khusus.18 Maksudnya keterampilan dengan berbagai penemuan yang direncanakan

17

Syarif Makmur, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dan Efektifitas Organisasi: Kajian Penyelenggara Pemerintah Desa (Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2008), h.70.

18

Maurice Duvenger, Sosiologi Politik, Penerjemah Daniel Dhakidae (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007). h.79.

manusia dengan menggunakan alat-alat, mesin dan sebagainya yang memberikan peserta penguasaan terhadap materi yang diberikan.

Peran penting bagi seorang pekerja masyarakat adalah mengidentifikasi dan memanfaatkan berbagai keterampilan dan sumber daya yang ada bersama masyarakat atau kelompok.19 misalnya ada kelompok warga yang terampil dalam membatik, ada pula yang terampil membuat makanan ataupun kerajinan tangan. Berbagai kelompok warga ini harus mendapat perhatian dari pelaku perubahan sehingga dalam pengembangannya mereka bisa mengoptimalisasikan keterampilan mereka.

Pelatihan merupakan peran edukatif yang paling spesifik, karena hal tersebut melibatkan bagaimana mengajarkan penduduk untuk melakukan sesuatu. Pelatihan akan sangat efektif bila hal itu memang diberikan untuk merespon permintaan masyarakat itu sendiri.

Pelatihan ini disesuaikan dengan kebutuhan kelompok itu sendiri, dalam perkembangan ekonomi misalnya dengan memberikan pelatihan kerajinan tangan, keterampilan yang mereka dapatkan itu mereka gunakan untuk memperoleh sebuah pekerjaan dan bekerja secara produktif dalam sebuah lapangan kerja atau berbagai keterampilan yang dapat mereka gunakan untuk memulai sebuah proyek ekonomi masyarakat lokal.

Namun dalam melakukan pelatihan ini, tidak mungkin dilakukan secara individu oleh pekerja masyarakat, pekerja masyarakat juga

19

Ife dan Tesoriero, Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi, h.574.

memainkan perannya untuk menemukan berbagai sumber daya dan para ahli yang berkompeten dibidangnya.20

Dapat disimpulkan bahwa keterampilan merupakan kegiatan mempelajari sesuatu yang dibarengi dengan praktik, berlatih, dan mengulang-ulang suatu kerja. Peran yang juga penting bagi pekerja masyarakat adalah mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Dalam hal ini pelatihanlah yang paling spesifik, karena mengajarkan individu atau kelompok untuk melakukan sesuatu. Pelatihan ini juga disesuaikan dengan kebutuhan serta sumber daya yang ada dalam kelompok tersebut.

Pemberdayaan bertujuan meningkatkan kekuasaan dari mereka yang dirugikan, pemberdayaan ini berupaya untuk memperbaiki keadaan untuk menguntungkan kelompok yang dirugikan dengan berbagai cara diantaranya melalui kebijakan dan perencanaan, aksi sosial, sebagaimana digambarkan dalam bagan berikut:21

20

Ife dan Tesoriero, Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat di Era Globalisasi, h.590.

21

Bagan 2.2

(Sumber: Jim Ife dan Frank Tesoriero, 2008.h.149)

Suatu perspektif pemberdayaan akan membutuhkan pemberian kekuasaan kepada masyarakat untuk mendefinisikan kebutuhan mereka sendiri. Dalam pengembangan masyarakat, menurut Ife ada dua kebutuhan mendasar pertama, suatu keyakinan bahwa kebutuhan manusia harus terpenuhi, dan kedua, masyarakat mampu mengetahui kebutuhan mereka sendiri. Pendefinisian kebutuhan juga mensyaratkan pengetahuan dan keahlian yang relevan. Oleh karena itu, proses pemberdayaan

Atas:

Pilihan pribadi, kesempatan, kebutuhan, sumber daya, pengetahuan, kegiatan ekonomi, reproduksi.

Melalui:

Kebijakan dan perencanaan, Aksi sosial, Politik

pendidikan dan penyadartahuan.

Kelompok-kelompok primer yang dirugikan secara struktural: 1. Kelas Kaum miskin, pengangguran, berpenghasilan rendah, penerima jaminan sosial. 2. Gender Perempuan.

3. Ras atau Etnis

Masyarakat

Kelompok lain yang dirugikan:

Manula, anak-anak, dan kaum muda penyandang cacat (fisik, mental, intelektual), homo dan lesbian terisolasi (secara geografis dan sosial), dsb.

Pribadi yang dirugikan:

Duka cita, kehilangan, masalah-masalah pribadi dan keluarga.

Meningkatkan kekuasaan dari:

mensyaratkan bahwa masyarakat harus memiliki akses yang lebih mudah mendapat kesempatan untuk mendapat pendidikan dan informasi.22

Adapun cara yang ditempuh dalam melakukan pemberdayaan yaitu dengan memberikan motivasi atau dukungan berupa penyediaan sumber daya, kesempatan, pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas mereka, meningkatkan kesadaran tentang potensi yang dimilikinya, kemudian berupaya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki mereka tersebut.

Dokumen terkait