BAB III METODE PENELITIAN
G. Pengabsahan Data
10. Jasa-Jasa
Untuk usaha jasa perorangan, pertukangan kayu merupakan usaha jasa perseorangan yang tertinggi di kecamatan yaitu 128 usaha dibanding usaha – usaha lainnya.
B. Daya Tanggap (Responcibility)Pemerintah Daerah Dalam Meningkatkan Etos Kerja Masyarakat Nelayan Miskin Di Kec. Labakkang Kab. Pangkep 1. Mengidentifikasi Masyarakat Nelayan
Penyelenggaraan pemerintahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia menganut asas desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan dengan menggunakan prinsip otonomi yang seluas-luasnya, nyata dan bertanggung jawab. Melalui asas desentralisasi kewenangan Pemerintahan diserahkan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat dengan tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ada berbagai keharusan daerah agar peningkatan kesejahteraan masyarakat terwujud sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, salah satunya adalah bahwa daerah harus menjamin keserasian hubungan antara daerah dengan daerah lainnya, artinya daerah dituntut untuk mampu membangun kerjasama antar daerah untuk meningkatkan kesejahteraan bersama dan mencegah ketimpangan antar daerah serta perselisihan antar daerah dalam koridor keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kemudiankerjasama yang harus dilakukan antara masyarakat dan pemerintah harus dilakukan, karena untuk mencapai suatu tujuan bagaimana daya tanggap pemerintah agar meningkatkan etos kerja masyarakat nelayan, khususnya masyarakat nelayan miskin.
Sebagai mana yang dikatakan kepala dinas:
Mengenai kerjasama yang kami lakukan dengan masyarakat nelayan miskin kami meninjau dan memberikan pendekatan agar apa yang diharapkan masyarakat dari kami bisa tercapai dengan baik, saya selaku pemerintah daerah selalu melakukan kordinasi dengan berbagai elemen–elemen masyarakat. (wawancara NS, 09 Januari 2016)
Senada yang dikemukakan oleh staf bahwa:
untuk kerja sama dengan masyarakat kami lakukan pendekatan dan melihat langsung apa yang dibutuhkan masyarakat supaya lebih memudahakan dalam melakukan kegiatan agar hubungan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat nelayan agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat nelayan”.(wawancara,AL, 09 Januari 2016)
Masyarakat juga mengatakan bahwa:
Memang benar apa yang dikatakan oleh pihak pemerintah bahwa kami diberi arahan pendekatan dan bantuan agar sasaran dan kebutuhan kami bias terpenuhi.
(wawancara, SL, 12, Januari 2016)
Dari wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa daya tanggap pemerintah dalam meningkatakan etos kerja masyarakat nelayan tepat sasaran karena bisa melakukan pendekatan turun langsung meninjau seperti apa kebutuhan masyarakat nelayan miskin agar peningkatan sumber daya manusianya bisa berkembang.
Kami harapkan dengan adanya kerja sama pemerintah daerah dengan masyarakat nelayan bisa tercapai keinginan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat dalam meningkatkan sumber daya manusianya sehingga masyarakat puas dengan kinerja pemerintah yang pro terhadap masyarakat” (wawancara, SR, 11 Januari 2016)
Penulis menyimpulkan dari hasil wawancara diatas bahwa dengan adanya program yang akan dilaksanakan untuk para nelayan agar benar – benar tersalurkan sehingga para nelayan benar– benar merasakan manfaatnya.
Berikut ini wawancara yang dilakukan penulis kepada para nelayan:
Sebenarnya dari awal kami sendiri – sendiri (orang-perorangan) melakukan pembenahan pengadaan alat tangkap ikan, pengadaan perahu untuk dipake mencari ikan dilaut dan sampai proses penjualan hasil melaut dan sampai ke pembeli itu kami sendiri – sendiri yang melakukan. (wawancara, RP 13 Januari 2016)
Penulis menyimpulkan bahwa yang dilakukan para nelayan mereka dalam melaut awalnya mereka perindividu sebelum adanya campurtangan pemerintah atau hubungan kerja sama oleh pemerintah setempat.
Kami bebas menjual kesiapa saja hasil dari melaut kami dan kami tidak terikat kepada suatu lembaga tertentu, kami berkeinginan ada suatu lembaga yang menaungi kami dan ketika kami butuh uang untuk keperluan kami masing-masing keluarga, kami bisa pinjam dulu nanti dari hasil melaut kami serahkan kedia. Sekarang realitanya berbeda bahkan terkadang hasil melaut kami tinggal lama baru ada pembeli (wawancara PW,13 januari 2016)
Melihat dari penjelasan diatas penulis menyimpulkan bahwa sebagai pemerintah harus melakukan hubungan kerja sama dengan masyarakat nelayan agar bisa mensejahterahkan masyarakat nelayan yang ada di kec.
Labakkang.
Dengan adanya suatu lembaga yang menjadi naungan untuk kami para nelayan yang ada di kec. Labakkang kami yakin akan lebih maju dan berkembang cepat dengan adanya kerja sama seperti itu, karena diharapkan itu bisa menibulkan sifat gotong royong serta saling
membantu sesama nelayan, karena yang selama ini yang dilakukan oleh para nelayan sifatnya individual (sendiri-sendiri).(wawancara SB,11 januari 2016)
Dengan mengamati penjelasan diatas penulis mengambil kesimpulan bahwa dengan adanya hubungan kerja sama antara masyarakat dengan pemerintah sangat yakin bahwa dalam meningkatkan etos kerja masyarakat nelayan.
Dengan adanya kerja sama antara nelayan dan adanya lembaga yang menjadi naungan akan lebih cepat dan akan mengalami peningkatan sehingga tujuan pemerintah untuk meningkatkan etos kerja masyarakat nelayan bisa berjalan sesuai dengan harapan yang diinginkan oleh pemerintah. (wawancara,SR, 11 januari 2016)
Penulis menyimpulkan dari hasil wawancara diatas bahwa dengan adanya hubungan seperti itu maka tujuan pemerintah untuk meningkatkan etos kerja masyarakat nelayan bisa berjalan sesuai dengan harapan yang diinginkan.
Dengan adanya kerja sama seperti itu maka kami dari masyarakat nelayan sangat setuju dengan adanya hubungan kerja sama dari pemerintah karena kami dari masyarakat nelayan sangat menginginkan hal seperti itu karena ketidak mampuan kami sehingga kami membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk kelangsungan hidup masyarakat nelayan dan membantu apa yang menjadi kekurangan kami” (wawancara,PW, 13 januari 2016)
Penulis menyimpulkan dari hasil wawancara diatas bahwa campur tangan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mensejahterahkan masyarakat nelayan yang ada di kec labakkang.
Melalui kerja sama daerah juga diharapkan dapat mengurangi kesenjangan daerah dalam penyediaan pelayanan umum khususnya yang ada di wilayah terpencil, perbatasan antar daerah dan daerah tertinggal sebagaimana dimaksudkan PP Nomor 50 tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama Daerah. Intinya daerah harus memiliki inisiatif untuk membaca potensi daerahnya sebagaimana urusan wajib maupun pilihan yang telah menjadi kewenangannya yang dapat dikembangkan melalui kerjasama daerah dengan pihak ketiga yang pada hakikatnya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Inisiatif Pemerintah Daerah untuk melaksanakan kerjasama bahkan telah diprakarsai sebelum ditetapkannya PP nomor 50 tahun 2007, artinya dengan hanya mempedomani Undang-undang nomor 32 tahun 2004, daerah telah berinisiatif untuk melakukan perjanjian kerjasama dengan daerah lainnya atau pihak ketiga oleh karena desakan hati nurani untuk segera mensejahterakan masyarakatnya.
Pemerintah Daerah juga telah mampu memfasilitasi penjajakan hubungan kerjasama antara daerah melalui kesepakatan bersama tentang Kerjasama Antar Pemerintah Daerah dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta melaksanakan pengembangan kerjasama daerah Kabupaten/
Kota melalui rencana pengembangan kawasan perbatasan Kabupaten/Kota.
Kerjasama antara masyarakat dan pemerintah itu saangat penting agar pemenuhan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan sasaran pemerintah bisa sampai ke masyarakat.
a. efisiensi adalah upaya pemerintah daerah melalui kerja sama untuk menekan biaya guna memperoleh suatu hasil tertentu atau menggunakan biaya yang sama tetapi dapat mencapai hasil yang maksimal.
b. efektivitas adalah upaya pemerintah daerah melalui kerja sama untuk mendorong pemanfaatan sumber daya para pihak secara optimal dan bertanggungjawab untuk kesejahteraan masyarakat.
c. sinergi adalah upaya untuk terwujudnya harmoni antara pemerintah, masyarakat dan swasta untuk melakukan kerja sama demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
d. saling menguntungkan; adalah pelaksanaan kerja sama harus dapat memberikan keuntungan bagi masing-masing pihak dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
e. Kesepakatan bersama; adalah persetujuan para pihak untuk melakukan kerja sama
f. Itikad baik adalah kemauan para pihak untuk secara sungguh-sungguh melaksanakan kerja sama.
g. Mengutamakan kepentingan nasional dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; adalah seluruh pelaksanaan kerja sama daerah harus dapat memberikan dampak positif terhadap upaya
mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan masyarakat dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
h. Persamaan kedudukan; adalah persamaan dalam kesederajatan dan kedudukan hukum bagi para pihak yang melakukan kerja sama daerah.
i. Transparansi adalah adanya proses keterbukaan dalam kerja sama daerah.
j. Keadilan adalah adanya persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan para pihak dalam melaksanakan kerja sama daerah.
k. Kepastian hukum; adalah bahwa kerja sama yang dilakukan dapat mengikat secara hukum bagi para pihak yang melakukan kerja sama daerah.
Prinsip-prinsip tersebut di atas juga merupakan pedoman bagi DPRD dalam pemeriksaan terhadap rancangan kerjasama daerah yang pembiayaannya akan membebani anggaran APBD tahun berjalan. Bila rancangan kerjasama daerah tersebut tidak memenuhi prinsip-prinsip kerjasama, maka DPRD dapat mengembalikan rancangan kerjasama dengan memberikan saran dan masukan penyempurnaan rancangan perjanjian kerjasama kepada kepala daerah. Dan selanjutnya rancangan yang disempurnakan tersebut dapat disetujui DPRD untuk ditandatangani Kepala Daerah.
Namun yang menjadi permasalahan yakni ketika masing-masing DPRD pada daerah yang melakukan kerjasama memiliki persepsi yang berbeda dalam memahami prinsip yang terkandung pada rancangan Perjanjian
kerjasama tersebut walaupun masing-masing kepala daerah telah saling memahami terhadap isi perjanjian. Hal ini tentu tidak dapat dihindari sebagai sesuatu yang dapat dimaklumi, untuk itu diperlukan kearifan bagi masing-masing daerah untuk lebih melihat tujuan kerjasama dari pada mempertahankan egoisme masing-masing daerah.
2. Menyusun Program Pelayanan
Pada era sekarang ini perhatian masyarakat lebih menekankan pada kinerja pemerintah daerah. Masyarakat akan menuntut pelayanan publik yang berkualitas akan semakin menguat. Karena itu, profesianlisme pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuannya mengatasi berbagai permasalahan, sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang memuaskan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.Pelayanan publik yang baik akan sangat bergantung pada pihak pihak yang ada didalamnya, seperti para aktor kebijakan yang dipilih oleh legislatif maupun eksekutif.
Berikut wawancara dengan kepala dinas :
Dalam kegiatan program pelayanan yang telah kami lakukan selaku fasilitator bahwa setiap kegiatan apapun yang akan dilakukan pasti tidak lepas yang namanya suntingan dana dari pihak yang telah berwenang, apalagi dalam hal bantuan kepada nelayan, tentunya bantua modal dari pemerintah untuk para nelayan yang sangat dibutuhkan. (wawancara, NS 09 januari 2016)
Sesuai dari hasil wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa pemerintah sangat memahami tugas dan tanggung jawab mereka untuk
masyarakat bahwa bantuan yang paling di perlukan masyarkat nelayan miskin dalam memulai usahanya sebagai nelayan yaitu suntikan dana.
Sesuai observasi kami selama ini bahwa kendala yang paling diraskan oleh para masyarakat nelayan yaitu tidak adanya bantuan modal atau alat peraga untuk melaut dari pemerintah sebagai langkah awal mereka memulai melaut, maka dari itu mudah-mudahan dengan metode dalam hal investasi (bantuan modal) dari pemerintah ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat khususnya kepada nelayan miskin yang ada di kec labakkang. (wawancara AL, 09 januari 2016)
Dari hasil wawancara diatas penilis menyimpulkan bahwa pemerintah dalam hal ini sebagai fasilitatior sangat memahami sebagai problem pada masyarakat nelayan miskin selama ini yaitu bantua modal. Harapan fasilitator dengan adanya keluahan dari masyarakat tentang suntikan dana dan alat tangkap untuk melaut yang mereka butuhkan, pemerintah bisa mengusahakan dan memperjuangkan dalam hal investasi.
Salah satu pendukun berjalanya program-program yang telah direncanakan pemerintah daerah dari segi investasi bantuan dana dan alat untuk melaut dari pemerintah untuk para masyarakat nelayan khususnya.
Seperti yang menjadi keluhan masyarakat nelayan.
Salah satu yang menjadi kendala besar kami yakni dari segi bantuan modal, karena untuk memulai usaha seperti kelaut mencari ikan juga membutuhkan modal yang bisa dibilang cukup besar, misalnya dalam pengadaan sarana dan perasarana contoh pengadaan alat tangkap yang bagus agar mudah mendapat ikan serta mesin kapal yang memadai untuk di pake untuk melaut. (wawancara, SL,12 januari 2016)
Mengacu dari penjelasan diatas penulis menyimpulkan bahwa seperti apa yang telah di tetapkan dalam peraturan, bahwa pemerintah pusat sudah
mengatus setiap pendanaan yang dialokasikan kepada setiap daerah kemudian pemerintah setempat harus memusyawarakan kepada elemen-elemen masyarakat, tentang hal-hal apa saja yang menjadi keluhan serta keinginan masyarakat dalam melakukan program pelayanan kehususnya masyarakat nelayan.
Seharusnya sebagai pemerintah harus selalu memperhatiakan keadaan daerahnya seperti seperti didaerah kami sebagai masyarakat nelayan bantuan dari segi materi itu sangat kami butuhkan karena sebagai masyarakat nelayan daya awal yang dibutuhkan untuk membeli peralatan serta pengadaan mesin kapal untuk melaut. (wawancara SR, 11 januari 2016)
Dari hasil wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa kebutuhan para nealayan untuk keluar melaut yaitu bantuan dana dari pemerintah dan sudah seharusnya pemerintah melihat keadaan lapangan dan mendegar aspirasi masyarakatnya.
Kebutuhan kami untuk keluar melaut itu tidak lepas dari segi materi karena dalam menyiapkan serta menyediakan alat-alat yang dibutuhkan itu semuanya membutuhkan dana, jangankan untuk modal awal pada saat perjalanan untuk melautpun itu tidak lepas dari masalah pendanaan, karena yang namanya nelayan pasti ada yang namanya pasang surut. (wawancara, SB, 12 januari 2016)
Dari hasil wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa para nelayan mualai dari awal proses melaut sampai proses itu berjalan, tidak lepas dari masalah pendanaan.
Berikut hasil wawancara dengan camat sebagai kepala pemerintah setempat:
Dalam progam pelayanan yang kami lakukan selaku pasilitator kami memberikan bantuan kepada masyarakat nalayan miskin karena
sebagai pemerintah setempat harus melihat masyarakatnya yang kurang mampu dan memberikan bantua berupa bantuan dana dan alat tangkap bagi nelayan yang kurang mampu, karena tujuan kami yaitu untuk mensejahterahkan masyarakat khususnya masyarakat nelayan.
(wawancara,BT, 10 januari 2016)
Dari hasil wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa pemerintah sangat memahami tugas dan tanggung jawab mereka untuk masyarakat bahwa bantuan yang paling di perlukan oleh masyarakat dalam melaut yaitu bantuan alat-alat untuk melaut, tapi yang terutama yaitu suntikan dana kepada masyarakat terutama masyarakat nelayan yang kurang mampu (miskin).
Bantuan dari segi alat peraga untuk dipake malut supaya bisa dapat yang maksimal sangat kami butuhkan karena melaut adalah pekerjaan pokok kami untuk menghidupi keluar kami maka dari itu bantuan berupa dana juga sangat kami butuhkan karena itu mendukung kami dalam menyediakan alat peraga untuk melaut. (wawancara, RP, 13 januari 2016)
Penulis dapat mengambil kesimpulan dari hasil wawancara diatas bahwa sangatlah penting bagi pemerintah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terutama masyarakat nelayan
Seharusnya pemerintah daerah dengan melihat keadaan masyarakatnya seperti ini haruslah diberikan kemudahan dalam melakukan usahanya yang mereka inginkan misalnya bantua semacam alat untuk menangkap ikan atau bantuan dana. (wawancara,SR, 11 januari 2016).
Dari wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa perlu adanya perhatian dari pemerintah daerah seperti suntikan dana untuk mereka masyarakat nelayan yang kurang mampu.
Kami berharap bantuan dari pemerintah kab pangkep untuk memberikan bantuan alat tangkap ikan yang lebih baik demi kelangsungan melaut kami karena dengan alat tangkap yang kami pake sekarang inI rata-rata sudah tua sehingga ikan hasil tangkapan tidak maksimal. (wawancara, PW, 13 januari 2016)
Penulis dapat mengambil kesimpulan dari hasil wawancara diatas bahwa sangatlah penting bagi pemerintah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terutama masyarakat nelayan yang kurang mampu.
Berikut hasil wawancara pemerintah setempat.
Sementara itu untuk bantuan, pihak pemerintah membantu nelayan lokal, sudah memberiakan bantua alat tangkap ikan untuk sejumlah kelompok nelayan, sebelumx kita sudah memberikan bantuan kepada nelayan, kedepanya juga akan segera diprogramkan untuk pelatihan dan bantuan kelengkapan alat tangkap untuk nelayan. (wawancara,HS, 11 januari 2016)
Dapat disimpulkan dari hasil wawancara diatas bahwa bantuan modal dan alat tangkap sangat dibutuhkan karena seperti penjelasan diatas penulis menyimpulkan itu sifatnya barter yang mereka lakukan adalah pertukarang barang dengan barang, karena apa yang mereka ambil dari pengusaha sebelumnya itu diserahkan kembali.
Melihat dari permasalahan yang ada sekarang ini menjadi keluhan masyarakat tentunya perhatian pemerintah sangat dibutuhkan oleh para masyarakat nelayan untuk mendukung setiap aktivitas yang akan mereka lakukan.
Tabel 1
Jumlah nalayan selama 3 tahun mulai 2013-2015 dan produksi perikanan dan kelautan
No Sumberdaya 2013 2014 2015
1 Jumlah Nelayan 129 189 297
2 Laut 27.136,00 37.036.00 49.027,00
3 Perairan umum 347,3 456,2 476,1
Tabel 2
Bentuk bantuan pemerintah yang di berikan kepada nelayan di kec.
Labakkang kab Pangkep.
No Tahun Perahu Tak Bermotor Alat Tangkap Ikan Mesin Perahu
1 2013 20 Buah Jalah dan jarin
ikan
10 Buah mesin 5 pk
2 2014 15 Buah Pukat,alat pancing 9 Buah mesin 5 pk 3 2015 23 Buah Jaring ikan, 15 Buah mesin 5
pk
C. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Dalam Meningkatkan Etos Kerja Masyarakat Nelayan Di Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep
Dalam pengembangan masyarakat nelayan miskin di Kecamatan Labakkang Kabupaten pangkep, ada faktor–faktor yang mempengaruhi, baik itu faktor penghambat maupun faktor pendukung. Faktor- faktor ini harus dihadapi oleh Dinas Perikanan dan Kelautan selaku pihak yang berperan dalam pengembangan masyarakat nelayan miskin di Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep.
Masyarakat nelayan diberbagai bidang tidak terlepas dari berbagai hambatan yang menyertainya hambatan yang sering muncul adalah sulitnya untuk mensinergiskan berbagai program pelayanan itu dalam suatu program yang terpadu dengan memusatkan dalam satu dimensi, pengembangan akan mengabaikan kekayaan dan kompleksitas kehidupan manusia dan pengalaman masyarakat.
1. Faktor Pendukung
Berdasarkan wawancarakepala dinas faktor pendukung dalam meningkatkan etos kerja masyarakat nelayan :
Untuk mendukung jalanya suatu program yang akan dicanangkan oleh pemerintah daerah, masyarakat juga ikut berperan penting dalam merealisasikan maupun dalam pengawasan program itu sendiri dan antara masyarakat dan pemerintah harus ada hubungan timbal balik karena program yang dicanangkan itu dampaknya untuk masyarakat, dan pemerintahpun sedikit demi sedikit kewajiban dan tanggung jawab yang di emban selama ini terlaksana.(wawancara NS, 09 januari 2016)
Penulis mengambil kesimpulan dari komentar diatas bahwa antara pemerintah dengan masyarakat nelayan dalam realisasinya program yang telah di canangkan paling tidak saling menguntungkan satu sama lain.
Salah satu factor pendukung berjalannya suatu program pemerintah untuk membantu masyarakat nelayan adalah adanya suatu wadah untuk para nelayan untuk melakukan berbagai macam koordinasi dengan semua masyarakat yang berpropesi sebagai nelayan dan merembukkan berbagai macam masalah atau keluhan dari masyarakat nelayan yang mereka hadapi pada saat melaut. (wawancara, BT, 10 januari 2016)
Dari hasil wawancara diatas dapat diambil kesimpulan bahwa dengan adanya suatu lembaga yang menjadi wadah untuk para nelayan akan lebih terarah dalam menyelesaikan barbagai masalah yang dialami oleh masyarakat nelayan.
Dukungan yang kami rasakan saat ini, bisa dibilang masih sangat kurang, karena masih banyak keperluan-keperluan yang kami butuhkan untuk melaut belum terpenuhi secara merata. (wawancara SB 12 januari 2016)
Dari penjelasan diatas penulis menyimpulkan bahwa masyarakat nelayan merasakan minimnya bantuan dari pemerintah sehingga masyarakat nelayan masih terkendala dengan bantuan yang masih minim dari pemerintah
Bantuan berupa dana dari pemerintah ada, itu tidak cukup untuk kami untuk kelaur melaut karena tidak sesuai dengan pemakaian kami, dan ketika ada ssedikit bantuan dari pemerintah, itupun dibagi rata dengan para masyarakat nelayan yang lain misalnya dalam pengadaan alat tangkap mesin kapal serta sarana-sarana lainnya. (wawancara,SR 11 januari 2016)
Penulis dapat menyimpulkan dari penjelasan diatas bahwa bantua berupa dana dan alat-alat perlengkapan untuk melaut dari pemerintah ada, tapi tidak
mencukupi ketika dibagikan kepada nelayan karena jumlah bantuan yang diberikan oleh pemerintah masih sangat minim untuk di bagi rata kepada semua masyarakat nelayan yang ada di kec. labakkang”
Sementara itu untuk bantuan, sebagai pemerintah setempat mengatakan, pihak pemerintah membantu nelayan lokal, sudah memberikan bantuan alat tangkap ikan untuk sejumlah kelompok nelayan. Sebelumnya kita sudah memberikan bantuan kepada nelayan.
Kedepanya juga masih akan diprogramkan untuk pelatiahan dan bantuan kelengkapan alat tangkap kepada nelayan. (wawancara, AL 09 januari 2016)
Penulis menyimpulkan dari hasil wawancara diatas bahwa sebagai pemerintah setempat sudah memberikan bantuan sebelumnya kepada kelompok masyarakat nelayan dan masyarakat berharap agar pemerintah
Memang sudah di berikan bantuan akan tetapi belum memadai karena keterbatasan keterbatasan dari pemerintah mungkin karena kurangnya perhatian kepada masyarakatnya sehingga membutuhkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah. (wawancara,SR,11 januari 2016) Dari hasil wawancara diatas dapat diambil kesimpulan bahawa pemerintah harus lebih pemperhatikan masyarakatnya sehingga dengan adanya perhatian tersebut maka pemerintah tau apa yang menjadi keluhan masyarakatnya.
2. Faktor Penghambat
Berdasarkan hasil wawancara kabit penangkapan dan perikanan tentang faktor penghambat antara lain sebagai berikut :
Dalam pelaksanaan program kerja pasti ada yang namanya hambatan yang menjadi penghalang dalam prealisasian tersebut, makanya sebelum pelaksanakan harusnya mengatur strategi ketika akan bekerja nantinya dilapangan dan terlebih dahulu harus disosialisasikan dulu dengan masyarakat nelayan. (wawancara AL, 09 januari 2016)
Dari pernyataan diatas penulis menyimpulkan bahwa ketika pemerintah akan melakukan suatu program untuk masyarakat, harus disosialisasikan kepada masyarakat dan dalam pelaksanaan program kerja pasti ada kendala-kendala yang terjadi.
Banyak yang menjadi faktor penghambat dalam masyarakat nelayan, tapi yang paling berpengaruh adalah sarana dan bantuan modal untuk masyarakat nelayan, karena ketika yang dua program pelayanan itu ada, maka akan lebih mudah dalam melakukan setiap aktivitasnya”(wawancara,YF 10 januari 2016)
Dari hasil wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa hanya dua factor yang mempengaruhi, seperti yang disebutkan diatas, dan itu saling mendukun tidaknya jalannya sebuah proses pelayanan bagi masyarakat nelayan.
Dari hasil wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa hanya dua factor yang mempengaruhi, seperti yang disebutkan diatas, dan itu saling mendukun tidaknya jalannya sebuah proses pelayanan bagi masyarakat nelayan.