Sebelum penulis menguraikan tentang peran orang tua terhadap pendidikan agama Islam bagi anak, maka penulis terlebih dahulu menjelaskan pendidikan agama Islam.
Istilah pendidikan Islam terdiri dari dua kata, yaitu pendidikan dan Islam. Oleh sebab itu, untuk mengetahui makna istilah tersebut perlu diketahui lebih dahulu definisi pendidikan menurut para pakar pendidikan.
Menurut Hasan Langgulung berpendapat bahwa pendidikan dapat ditinjau dari dua segi, yaitu dari segi masyarakat dan dari segi individu. Dari segi masyarakat, pendidikan berarti pewarisan kebudayaan dari generasi tua kepada generasi muda agar hidup masyarakat tetap berkelanjutan. Sementara
dari segi individu, pendidikan berarti pengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh setiap individu untuk dikembangkan.10
Pendidikan merupakan kata yang sudah sangat umum. Karena itu, boleh dikatakan bahwa setiap orang mengenal istilah pendidikan. Begitu juga Pendidikan Agama Islam (PAI) Sebagian masyarakat lainnya memiliki persepsi bahwa pendidikan itu menyangkut berbagai aspek yang sangat luas,termasuk semua pengalaman yang diperoleh anak dalam pembentukan dan pematangan pribadinya, baik yang dilakukan oleh orang lain maupun oleh dirinya sendiri. Sedangkan Pendidikan Agama Islam merupakan pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai Islam dan berisikan ajaran Islam. Istilah pendidikan dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tarbiyah yang berakar kata rabba, berarti mendidik.
Dengan demikian,tarbiyah Islamiyahditerjemahkan dengan Pendidikan Islam. Berikut ada beberapa pendapat pendidikan Islam, mengenai pengertian pendidikan Islam.
Pengertian pendidikan yang kemudian dihubungkan dengan Islam sebagai suatu sistem keagamaan inheren dalam konotasi istilah tarbiyah (rabba), ta’lim (allama), dan ta’dib (addaba),11yang mengandung makna amat
10Muhammad Hambal Shafwan, Intisari Sejara Pendidikan Islam, (Solo : Pustaka Arafah, 2014), h. 16
11Zakiah Darajad. [et el], Ilmu Pendidikan Islam, (cet. II; Jakarta : Bumi Aksara, 1992), h. 25
dalam menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu sama lain.12Dengan kata lain pendidikan menurut pandangan Islam adalah merupakan bagian dari tugas kekhalifahan manusia dimuka bumi.13
Pendidikan Agama Islam menurut Abdurrahman An-Nahlawi pendidikan Agama Islam terdiri dari empat unsur yaitu menjaga dan memelihara fitrah, mengembangkan seluruh potensi, mrngarahkan seluruh fitrah dan potensi menuju kesempurnaan, dilaksanakan secara bertahap.14
Menurut Syamsul Arifin, terminologi pendidikan secara umum diketahui adalah sebagai medium bagi terjadinya transformasi nilai dan ilmu pengetahuan yang berfungsi sebagai pencetus corak kebudayaan dan peradaban manusia. Dan secara imperatif pendidikan bersinggungan dengan upaya perkembangan dan pembinaan seluruh potensi manusia tanpa terkecuali dan tanpa prioritas dari sejumlah potensi yang ada.15
Sementara itu, Hasbullah M. Arifin, menyebutkan bahwa pendidikan Islam adalah suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh aspek
12Azyumardi Azra, Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru,(cet. IV; Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 2002), h. 4
13Zuhairini [et el],Filsafat Pendidikan Islam,(cet. II; Jakarta : Bumi aksara, 1991), h. 147
14Sutrisno,Pendidikan Islam Berbasis Sosial-sosial, (Yogyakarta : Ar-Rass Media, 2012), h. 22
15Syamsul Arifin [et el], Spiritualisasi Islam dan Peradaban Masa Depan,(Cet. I; Yogyakarta : Sispress, 1996), h. 158
kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah baik untuk hidup di dunia maupun untuk hidup di akhirat.16Pendidikan Islam juga diartikan sebagai usaha orang dewasa muslim yang bertakwa secara sadar mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta perkembembangan fitrah “kemampuan dasar” anak didik melalui ajaran Islam kearah titik maksimal pertumbuhan dan perkembangannnya.17
Di dalam hidup, Islam memberikan petunjuk kepada umat Islam. Pendidikan Islam itu digali dari ajaran Islam itu sendiri. Sebab jika tidak bersumber dari ajaran Islam, maka bukanlah ia dikatakan sebagai pendidikan Islam.
Orang tua mempunyai fungsi utama dan pertama dalam pembinaan tingkah laku anak-anak mereka. Ajaran Islam telah menetapkan dasar dalam menanamkan akhlak di rumah tangga, yakni berlandaskan tauhid sebagai dasar dan bersumber bagi akhlak dalam membina anak, sehingga diharapkan dapat mencapai keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Dari beberapa pengertian tersebut diatas, maka dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan Pendidikan Islam adalah suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan orang dewasa, orang tua atau pendidik melalui bimbingan, pengajaran dan pembinaan dalam rangka mendidik untuk
16Hasbullah. M. Arifin,Ilmu Pendidikan Islam,(Jakarta : Bumi Aksara, 1993), h. 17
mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, sekaligus meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
a. Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga
Pendidikan adalah perlu karena anak manusia dilahirkan tidak berdaya. Anak manusia lahir tidak dilengkapi insting yang sempurna untuk dapat menyesuaikan diri dalam menghadapi lingkungan, anak manusia perlu masa belajar yang panjang sebagai persiapan untuk dapat secara tepat berhubungan dengan lingkungan secara konstruktif.18
Sebelum anak dapat berpikir logis dan memahami hal-hal yang abstrak, serta belum sanggup menentukan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, maka latihan dan pembiasaan mempunyai peran yang sangat penting dalam pembinaan pribadi anak, karena masa kanak-kanak adalah masa paling baik untuk menanamkan dasar-dasar Pendidikan Agama Islam.
Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan Pendidikan Agama Islam bagi anak-anaknya karena pendidikan yang diterima dari orang tua yang akan menjadi dasar dari pembinaan mental dan Agamanya. Dalam hal ini, orang tua hendaknya jangan membiarkan anak-anaknya berjalan tanpa bimbingan atau diserahkan sepenuhnya kepada Guru disekolah.
b. Pendidikan Agama Islam Di Sekolah
18Redja Mudyahardjo,Pengantar Pendidikan,(Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2002), h. 33.
Pendidikan Islam adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk pribadi muslim seutuhnya, mengembangkan seluruh potensi manusia baik yang berbentuk jasmaniah maupun rohaniah, menumbuhsuburkan hubungan harmonis setiap pribadi dengan Allah, manusia dan alam semesta. Dengan demikian, pendidikan Islam itu berupaya untuk mengembangkan individu sepenuhnya.19
Untuk itu Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal adalah merupakan lapangan yang baik bagi pembinaan dan perkembangan jiwa anak didik, disamping tempat pemberian serta pengembangan bakat dan kecerdasan serta bimbingan keagamaan.
Pendidikan Islam mewajibkan kepada setiap guru untuk senantiasa mengingatkan bahwa kita tidaklah sekedar membutuhkan ilmu tetapi kita senantiasa membutuhkan Agama Islam yang baik. Pendidik harus senantiasa ingat bahwa pembentukan Agama Islam yang baik dikalangan pelajar dapat dilakukan dengan latihan-latihan berbuat baik, taqwa, berkata benar, menepati janji, ikhlas dan jujur dalam bekerja, tahu kewajiban, membantuh yang lemah, berdikari, selalu bekerja dan menghargai waktu. Mengutamakan keadilan dalam setiap pekerjaan, lebih besar manfaatnya dari mengisi otak mereka dengan ilmu-ilmu teoritis yang mungkin tidak dibutuhkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bila dalam ilmu kedokteran, ditegaskan pemeliharaan kesehatan
lebih baik dari perawatan, begitu pula pemeliharaan Agama Islam yang baik lebih utama dari usaha memperbaikinya bila sudah rusak.
c. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Tujuan pendidikan merupakan faktor yang sangat penting, karena merupakan arah yang hendak ditujuh oleh pendidikan itu. Demikian pula halnya dengan Pendidikan Agama Islam, yang tercakup mata pelajaran akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama.
Tujuan pendidikan secara formal diartikan sebagai rumusan kualifikasi, pengetahuan, kemampuan dan sikap yang harus dimiliki oleh anak didik setelah selesai suatu pelajaran di sekolah, karena tujuan berfungsi mengarahkan, mengontrol dan memudahkan evaluasi suatu aktivitas sebab tujuan pendidikan itu adalah identik dengan tujuan hidup manusia.
Dari uraian di atas tujuan Pendidikan Agama peneliti sesuaikan dengan tujuan Pendidikan Agama di lembaga-lembaga pendidikan formal dan peneliti membagi tujuan Pendidikan Agama itu menjadi dua bagian dengan uraian sebagai berikut :
Tujuan umum Pendidikan Agama Islam adalah untuk mencapai kualitas yang disebutkan oleh al-Qur'an dan hadits sedangkan fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-Undang dasar No. 20 Tahun 2003.
Dari tujuan umum pendidikan di atas berarti Pendidikan Agama bertugas untuk membimbing dan mengarahkan anak didik supaya menjadi muslim yang beriman teguh sebagai refleksi dari keimanan yang telah dibina oleh penanaman pengetahuan Agama yang harus dicerminkan dengan akhlak yang mulia sebagai sasaran akhir dari Pendidikan Agama itu. Dengan mengutip Q.S at-Takwir ayat 27.
Terjemahnya :
Al Qur'aan itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.20
20Departemen Agama, Al-Qur’an Dan Terjemahnya, (Bandung : CV Penerbit Diponegoro, 2005), h.469
Jalal menyatakan bahwa tujuan itu adalah untuk semua manusia. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia menjadi manusia yang menghambakan diri kepada Allah atau dengan kata lain beribadah kepada Allah.
2) Tujuan Khusus
Tujuan khusus Pendidikan Agama adalah tujuan yang disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan jenjang pendidikan yang dilaluinya, sehingga setiap tujuan Pendidikan Agama pada setiap jenjang sekolah mempunyai tujuan yang berbeda-beda, seperti tujuan Pendidikan Agama di Sekolah Dasar berbeda dengan tujuan Pendidikan Agama di SMP, SMA dan berbeda pula dengan tujuan Pendidikan Agama di perguruan tinggi.
Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa tujuan Pendidikan Agama Islam adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam, keterampilan mempraktekkannya, dan meningkatkan pengamalan ajaran Islam itu dalam kehidupan sehari-hari. Jadi secara ringkas dapat dikatakan bahwa tujuan utama Pendidikan Agama Islam adalah keberagamaan, yaitu menjadi seorang Muslim dengan intensitas keberagamaan yang penuh kesungguhan dan didasari oleh keimanan yang kuat.
Menurut Abdul Fatah Jalal, tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.
a) Pendidikan Keimanan Q.S. Luqman ayat 13 : Terjemahnya:
Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya:”hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesengguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang nyata.21
Cara memperkenalkan Allah kepada anak :
(1) Menciptakan hubungan yang hangat dan harmonis (bukan memanjakan). Jalin hubungan komunikasi yang baik dengan anak, bertutur kata lembut, bertingkah laku positif.
(2) Menghadirkan sosok Allah melalui aktivitas rutin
Seperti ketika kita bersin katakan alhamdulillah. Ketika kita memberikan uang jajan katakan bahwa uang itu titipan Allah jadi harus dibelanjakan dengan baik seperti beli roti.
(3) Memanfaatkan Momen Religious
Seperti Sholat bersama, tarawih bersama di bulan ramadhan, tadarus, buka shaum bareng.
(4) Memberi Kesan Positif Tentang Allah Dan Kenalkan Sifat-Sifat Baik Allah. Jangan mengatakan “nanti Allah marah kalau kamu berbohong” tapi katakanlah “anak yang jujur disayang Allah”.
(5) Beri Teladan
21Departemen Agama, Al-Qur’an Dan Terjemahnya, (Bandung : CV Penerbit Diponegoro, 2005), h. 329.
Anak akan bersikap baik jika orang tuanya bersikap baik karena anak menjadikan orang tua model atau contoh bagi kehidupannya.
Q.S. Ash- Shaff ayat 2-3 Terjemahannya :
ayat 2, hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Ayat 3, Amat besar di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.22
(6) Kreatif dan terus belajar
Sejalan dengan perkembangan anak. Anak akan terus banyak memberikan pertanyaan. Sebagai orang tua tidak boleh merasa bosan dengan pertanyaan anak malah kita harus dengan bijaksana menjawab segala pertanyaannya dengan mengikuti perkembangan anak.
a) Pendidikan Akhlak
Cara megenalkan akhlak kepada anak : 1) Penuhilah Kebutuhan Emosinya
Dengan mengungkapkan emosi lewat cara yang baik. Hindari mengekspresikan emosi dengan cara kasar, tidak santun dan tidak bijak. Berikan kasih sayang sepenuhnya, agar anak merasakan bahwa ia mendapatkan dukungan.
2) Memberikan pendidikan mengenai yang haq dan bathil QS. Al-Baqarah ayat 42-43 :
22Departemen Agama, Al-Qur’an Dan Terjemahnya, (Bandung : CV Penerbit Diponegoro, 2005), h. 440.
Terjemahannya :
ayat 42, Dan janganlah kamu campur adukan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui .
43, Di antara yang mereka sembunyikan itu ialah : Tuhan akan mengutus seorang nabi dari keturunan Ismail yang akan membangun umat yang besar di belakang hari, yaitu nabi Muhammad s.a.w. bahwa berbohong itu tidak baik, memberikan sedekah kepada fakir miskin itu baik.23
3) Memenuhi janji
4) Meminta maaf jika melakukan kesalahan.
5) Meminta tolong/mengatakan tolong jika kita memerlukan bantuan. 6) Mengajak anak mengunjungi kerabat.