BAB II PERAN TEATER RAK YAT DALAM PEMBENTUKAN
B. Karakter Guru Agama Katolik
2. Pengertian Pengembangan Diri
Tarmudji (1998 : 28) mengatakan bahwa p engembangan d iri b erarti mengembangkan bakat ya ng dim iliki, mewujudkan impian-impian, m eningkatkan sikap per caya d iri, menjadi k uat da lam menghadapi per cobaan, da n m enjalani hubungan yang baik dengan sesamanya. Hal ini dapat dicapai melalui upaya belajar dari pengalaman, menerima umpan balik dari orang lain, melatih kepekaan terhadap diri sendiri maupun orang lain, mendalami keadaan, dan mempercayai suara hati.
Setiap orang ingin atau mendambakan tubuh, berkembang dan maju keinginan itu wajar atau no rmal dan pa ntas did ukung. Teta pi d alam kenyataan diri sekian banyak m anusia b elum sempurna, maksudnya bahwa se seorang s edang dan m asih harus berkembang. Hal-hal yang membantu perkembangan diri itu ada di sekitarnya. Seseorang bisa m emanfaatkanya u ntuk m enjadikan dirinya yang pal ing baik (Tarmuji, 1998: 29).
Dalam m encapai pengembangan diri, set iap manu sia akan memasuki suatu tahap y ang menjadikan seorang p roduktif seperti y ang d iinginkannya. Langkah-langkah yang perlu dalam mencapai segala sesuatu untuk pengembangan diri dapat dilakukan dengan:
a. Membuka pikiran u ntuk mencetuskan g agasan atau ide-ide yang tidak terbilang banyak,
b. Membangkitkan semangat untuk mendorong kepribadian yang dinamis. c. Memecahkan problem besar maupun kecil dengan berhasil dan kreatif.
d. Memanfaatkan waktu luang sehingga dapat menambah kreativitas dan menambah prestasi.
e. Menyampaikan gagasan/ide-ide dan menimbulkan d aya piki r dalam diri o rang lain.
f. Mengembangkan kepribadian yang dinamis. g. Menambah penghasilan.
h. Memperoleh sukses yang lebih besar dalam bidang yang dipilih, memimpin dan mengajar orang lain dengan lebih efektif.
i. Menjalani kehidupan rumah tangga dan kepribadian yang lebih dinamis.
j. Menikmati hidup da n manfaatkan ke hidupan de ngan lebih baik, menjadi orang yang lebih berhasil.
Setiap l angkah i ni telah berulang ka li terbukti hasilnya. Kesemuanya t elah membantu orang yang selama ini tidak juga mendapat kemajuan dalam pekerjaannya tiba-tiba mencapai jabatan ya ng lebih tinggi. K esemuanya telah m enolong banyak orang memperbaiki d an m embantu hal-hal yang s ulit untuk d icapai. Yang perlu dilakukan hanyalah m emanfaatkan waktu, bakat dan kemampuan m enggali se suatu yang selam a ini sudah ad a dalam d irinya, kepribadian d iri y ang sesungguhnya (Tarmuji, 1998: 29).
Tarmuji (1998: 30) mengatakan bahwa sebenarnya banyak sekali cara untuk mengembangkan di ri, yang semuanya saling berkaitan d an saling melengkapi. Masalah itu dapat dipandang d ari be rbagai s udut. Semua orang hi dup di beberapa kelompok, m ulai d ari ke luarga, k elompok te man, kelompok k erja, da n la in-lain. Setiap ke lompok it u mempunyai tuj uan tertentu, yang ka dangkala te rcapai, tetapi kadang kala juga tidak. Di k elompok-kelompok itu indiv idu b ergaul d engan orang lain, ia a kan m enjadi manusia yang tumbuh dewasa melalui pergaulan y ang sangat mempengaruhi ti ngkah la ku dan s ikapnya. Namun de mikian kelompok-kelompok tersebut dapat juga mengalami banyak hambatan dalam proses perkembangan, yaitu perjalanan untuk mencapai tujuan.
Belajar da ri pengalaman adalah s uatu pr oses ya ng dalam kehidupan s ehari-hari juga terjadi secara terus menerus. Namun proses itu memakan waktu yang lama, sehingga tanpa disadari seso rang d apat saj a m engulang kesalahan da n k elemahan dalam kehidupannya. Yang perlu diperlukan dari pengalaman atau peritiwa tersebut adalah menyadarkan seseorang atas pengalamannya sendiri, sehingga pengalaman itu menjadi bermanfaat untuk kehidupan selanjutnya.
Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bawa dalam kehidupan sehari-hari sangat penting diperhatikan, apa akibat dan hasil dari tingkah laku seseorang. Untuk itu diperlukan beberapa cara dalam pengembangan diri, antara lain:
a. Percaya diri
Syarat utama agar se seorang dapat m andiri da lam se gala hal, yaitu jika seseorang percaya pada kemampuan dan kekuatannya sendiri.
b. Belajar dari pengalaman
Belajar bukan terbatas pada saat mengalami suatu p endidikan y ang sedang berlangsung, melainkan merupakan bagian dari keseluruhan hidup. Belajar adalah berlangsung seumur hidup.
c. Menghargai waktu
Salah satu keharusan dalam mengembangkan di ri ad alah bel ajar bagaimana cara menggunakan waktu dengan baik dan bijaksana. Ini dapat dilakukan dengan merencanakan waktu , kemudian mempertahankan rencan a terh adap ganggu an hal-hal yang da pat menggagalkannya. La ngkah pertama da lam mengatur wa ktu ialah dengan menghargai waktu secara tulus dan serius.
d. Jangan menjadi katak dalam tempurung
Dalam hal ini untuk dapat berkembang, seseorang harus berusaha melihat dan mendengar, kem udian be rusaha u ntuk mendapatkan a pa yang m enjadi keinginannya. Keinginan itu dapat dicapai yaitu dengan cara berhubungan dengan orang lain atau lingkungan di seki tarnya. Dengan demikian seseorang pun dapat diakui ke beradaannya. Arti nya, jika ada sesuatu ke giatan ya ng menyangkut masyarakat atau lingkungan orang banyak maka seseorang dapat melakukan hal-hal atau aktivitas yang sifatnya m endukung d an m emberikan pengetahuan baginya.
e. Menghargai diri sendiri dan orang lain
Untuk m engembangkan dir i yang di lakukan pe rtama, sese orang harus menghargai dirinya sendiri, harus menghargai kelebihan maupun kekurangannya. Seseorang a kan be rkembang bi la percaya akan kemampuan ya ng d imiliki. Misalnya dengan kem ampuan keterampilan ya ng d imiliki, seseorang d apat menutupi ke kurangannya. Demikian ju ga de ngan ke beradaan ora ng lain ya ng berada d i sek itar l ingkungannya, b aik itu dari segi sikap atau tingkah laku. Seseorang harus m enghargai mereka sebagai o rang y ang m endukung pengembangan dirinya.
f. Adanya dorongan untuk berprestasi.
Adanya d orongan b erprestasi merupakan hal yang penting dalam hidup seseorang. Dengan a danya dorongan te rsebut ses eorang diharapkan m ampu melakukan kegiatan-k egiatan yang bersifat positif. Untuk m endukung pengembangan dirinya pun dituntut untuk aktif dalam berbagai hal.
Berdasar teori di atas maka pendidikan karakter perlu diajarkan pada diri para calon g uru A gama Katolik sebagai bagian d ari proses pengembangan diri. De ngan memiliki k arakter y ang baik , calon g uru Ag ama Katolik d iharapkan mampu membentuk kepribadian yang baik pula bagi anak didiknya kelak ketika benar-benar sudah t erjun dalam kehidupan nyata di te ngah masyarakat se bagai seo rang gu ru Agama Katolik .