• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka

4. Pengertian Prestasi Belajar

a. Pengertian Belajar

Belajar dilakukan oleh setiap individu di dalam hidupnya. Belajar merupakan proses yang dilaksanakan seumur hidup dari saat manusia lahir hingga ia mati. Kegiatan belajar merupakan suatu hal yang penting, mengingat semakin tingginya tuntutan kehidupan masyarakat. Makna belajar sangat beragam tergantung sudut pandang individu yang memaknainya.

Oemar Hamalik (1992:45) berpendapat bahwa ”Belajar merupakan terjadinya perubahan dari persepsi dan perilaku”. Sedangkan menurut Muhibbin Syah (1995: 91) “Belajar dapat dipahami sebagai tahapan

perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses

kognitif”. Sejalan dengan kedua pendapat tersebut, Sardiman A.M (2001:53)

menyatakan bahwa “Belajar merupakan upaya perubahan tingkah laku dengan serangkaian kegiatan seperti membaca, mendengar, mengamati, meniru dan

lain sebagainya”.

Berdasarkan pendapat tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku individu sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya. Dengan belajar diharapkan terjadi perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan manusia.

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar

Belajar yang merupakan proses kegiatan untuk mengubah tingkah laku si subyek belajar. Proses belajar banyak dipengaruhi oleh banyak faktor.

Muhibbin Syah (2005:132) menyatakan bahwa secara global faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dibedakan menjadi:

1) Faktor internal siswa(faktor yang berasal dari dalam diri siswa) yang meliputi aspek fisiologis dan aspek psikologis.

2) Faktor eksternal siswa(faktor yang berasal dari luar diri siswa) yang meliputi faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial.

commit to user

3) Faktor pendekatan belajar yakni segala cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran materi tersebut.

Berdasarkan pendapat di atas, penulis menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar sebagai berikut:

1) Faktor internal siswa (a) Aspek fisiologis

Kondisi umum jasmani yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi organ yang lemah, dapat menurunkan kualitas ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinyapun kurang atau tidak terbekas. Sehubungan dengan hal tersebut, siswa sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi serta memilih pola istirahat dan olahraga ringan untuk menjaga kesegaran jasmani.

(b) Aspek psikologis (1) Intelegensi siswa

Intelegensi umumnya dapat diartikan sebagai kemampuan psikofisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat. Jadi, intelegensi sebenarnya bukan kualitas otak saja, melainkan juga kualitas organ-organ tubuh lainnya. Tingkat kecerdasan atau intelegensi (IQ) siswa tidak dapat diragukan lagi, sangat menetukan tingkat keberhasilan belajar siswa.

(2) Sikap siswa

Sikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap obyek orang, barang dan sebagainya baik secara positif maupun negatif. Sikap (attitude) siswa yang positif, terutama terhadap guru dan mata pelajaran yang disajikan

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

15

merupakan pertanda awal yang baik bagi proses belajar siswa. Dan begitu pula sebaliknya.

(3) Bakat siswa

Bakat (aptitude) adalah kemampuan individu untuk melakukan tugas tertentu tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan. Bakat akan dapat mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar bidang-bidang studi tertentu.

(4) Minat siswa

Minat (interest) adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam bidang-bidang studi tertentu. Siswa yang menaruh minat besar terhadap mata pelajaran tertentu akan memusatkan perhatian yang intensif terhadap materi itu yang memungkinkan siswa untuk belajar lebih giat dan akhirnya mencapai prestasi yang diinginkan. (5) Motivasi siswa

Motivasi adalah keadaan internal organisme baik manusia maupun hewan yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Motivasi dibedakan menjadi dua yakni motivasi intrinsik (hal atau keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang mendorongnya melakukan tindakan belajar) dan motivasi ekstrinsik (hal atau keadaan yang datang dari luar siswa yang juga mendorongnya untuk melakukan tindakan belajar).

2) Faktor eksternal siswa a) Lingkungan sosial

Lingkungan sosial sekolah seperti para guru, staf administrasi dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. Lingkungan sosial siswa yang lain adalah masyarakat dan keluarga serta teman sepermainannya.

commit to user

Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan non sosial adalah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa.

3) Faktor pendekatan belajar

Pendekatan belajar adalah segala cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran materi tertentu. Strategi adalah seperangkat langkah operasional yang direkayasa sedemikian rupa untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan belajar tertentu.

c. Pengertian Prestasi Belajar

Sutratinah Tirtonegoro (1988:43) berpendapat bahwa “Prestasi belajar adalah hasil dari pengukuran serta penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode

tertentu ”. Dimyati dan Mudjiono (2009:3) mengartikan “Prestasi belajar

adalah hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan mengajar”.

Zainal Arifin (1990: 2) mengemukakan fungsi utama prestasi belajar antara lain:

a) Prestasi belajar sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai anak didik.

b) Prestasi belajar sebagai lambang pemuasan hasrat ingin tahu. c) Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi

pendidikan.

d) Prestasi belajar sebagai indikator intern dan ekstern dari suatu institusi pendidikan.

e) Prestasi belajar dapat dijadikan indikator terhadap daya serap (kecerdasan) anak didik.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi merupakan capaian atau hasil akhir yang bisa dilihat setelah proses belajar yang dapat dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf atau kalimat. Prestasi belajar diperoleh setelah seseorang melakukan aktivitas baik secara individu maupun kelompok.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

17

Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Untuk mengetahui berhasil tidaknya siswa dalam suatu kegiatan belajar, diperlukan evaluasi. Dengan evaluasi bisa diketahui tingkat prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung.

d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Prestasi yang dicapai antara siswa satu dengan siswa yang lainnya tentunya berbeda-beda. Tinggi rendahnya prestasi yang dicapai siswa sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Karena itu untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar.

Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2004:131) menyebutkan “Ada

dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, yaitu: faktor dari dalam diri

siswa (internal) dan faktor dari luar diri siswa (eksternal)”. Faktor dari dalam

diri siswa meliputi: tingkat intelegensi, minat, motivasi, kreativitas, perhatian, dan kebebasan belajar. Faktor dari luar diri siswa adalah faktor lingkungan belajar antara lain: kurikulum, media, model pembelajaran, dan keadaan lingkungan sekolah.

5. Pengertian Akuntansi

Rudianto (2009:4) mendefinisikan: ”Akuntansi adalah sebuah sistem

informasi yang menghasilkan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu perusahaan”.

Achmad Tjahjono dan Sulastiningsih (2003:2) berpendapat: ”Akuntansi

didefinisikan sebagai suatu sistem informasi yang berfungsi menyediakan informasi kuantitatif dari suatu unit organisasi atau kesatuan ekonomi yang ditujukan kepada para pemakai sebagai dasar dalam pengambilan keputusan

commit to user

Moelyati, Toto Sucipto dan Sumardi (2007:3) berpendapat bahwa akuntansi berguna untuk pihak intern maupun ekstern perusahaan. Bagi pihak intern, akuntansi berguna untuk mencapai tujuan-tujuan berikut:

a. Perencanaan

Berdasarkan informasi ekonomi yang tepat, dapat disusun rencana kerja yang baik untuk pelaksanaan kegiatan tahap berikutnya.

b. Pengendalian

Berdasarkan rencana dan penerapan aturan akuntansi yang baik, dapat dikontrol atau dinilai jalannya kegiatan perusahaan.

c. Pertanggungjawaban

Setelah diadakan pencatatan terhadap semua transaksi dan kejadian, pada akhir periode disusun laporan keuangan untuk disampaikan kepada pemilik atau pihak ekstern lain untuk mendapatkan penilaian.

Kegunaan akuntansi bagi pihak ekstern adalah sebagai alat untuk mengambil keputusan ekonomi bagi pihak yang memerlukan. Pihak ekstern merupakan pihak yang berada diluar perusahaan/lembaga, akan tetapi mereka membutuhkan informasi keuangan perusahaan tersebut, antara lain : investor, calon investor, kreditor, calon kreditor, pemerintah, karyawan (pelanggan dan masyarakat).

Akuntansi merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada siswa SMK, khusunya jurusan akuntansi. Mata pelajaran akuntansi yang diajarkan pada kelas X SMK Wikarya semester genap ini adalah seputar akuntansi perusahaan dagang. Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang kegiatannya melakukan pembelian barang dagang untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuknya. Yang dapat digolongkan sebagai perusahaan dagang antara lain distributor, pengecer, toko, swalayan dan lain-lain.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa akuntansi merupakan salah satu bidang yang menyediakan informasi kuantitatif dari suatu organisasi atau kesatuan ekonomi yang diperlukan bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Bidang ini pun menjadi salah satu

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

19

mata pelajaran dalam kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya jurusan akuntansi.

Tujuan diberikan mata pelajaran ini agar mereka menguasai dan mampu menerapkan konsep-konsep dasar, prinsip dan prosedur akuntansi dengan benar, baik untuk kepentingan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun untuk terjun ke dunia kerja sehingga memberikan manfaat bagi kehidupan siswa.

Dokumen terkait