BAB III PEMBAHASAN
E. Prestasi Kerja
1. Pengertian Prestasi Kerja
a) Menurut Hasibuan (2005:94), prestasi kerja adalah pengorbanan jasa, jasmani dan pikiran untuk menghasilkan barang barang atau jasa-jasa dengan memperoleh imbalan prestasi tertentu.
Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya.
b) Siswanto (2002:235), prestasi diartikan sebagai hasil akhir yang memuskan dari pekerjaan yang dilakukan seseorang dapat dilakukan dengan mengukur
kinerjanya. Adapun unsur-unsur yang dinilai adalah kejujuran, tanggung jawab, kerjasama, kreativitas, dan kedisiplinan.
Penilaian prestasi kerja merupakan langkah yang diperlukan untuk melihat sejauh mana kinerja para pegawai, apakah kinerja dari pegawai tersebut memiliki dampak positif untuk pengembangan organisasi yang di huni oleh pegawai itu sendiri, ataukah sebaliknya kinerja dari pegawai memberikan dampak negatif terhadap pengembangan sebuah organisasi.
Suatu penerapan penilaian prestasi pekerjaan dikatakan baik bila penilaian prestasi pekerjaan diarahkan bukan untuk menilai orangnya, tetapi yang kita nilai adalah hasil pekerjaan yang telah dilakukannya. Suatu proses penilaian prestasi pekerjaan dapat dikatakan baik, apabila mampu:
a. Menghasilkan umpan balik hasil prestasi kerja yang jelas, sehingga yang bersangkutan tahu apa yang diharapkan darinya
b. Mengenali bidang pelaksanaan pekerjaan secara khusus yang perlu dipertahankan atau ditingkatkan.
c. Mengenali cara-cara yang dapat memberi kemungkinan bagi yang bersangkutan untuk mengembangkan bakat dan tangung jawab yang besar.
Proses penilaian prestasi kerja menghasilkan suatu evaluasi atas prestasi kerja pegawai di waktu yang lalu dan prediksi prestasi kerja diwaktu yang akan datang. Ketepatan penilaian terutama tergantung pada berbagai standar, ukuran dan teknik evaluasi yang dipilih.
41
2) Manfaat Penilaian Prestasi Kerja
Manfaat penilaian prestasi kerja menurut Effendi Hariandja (2002:195-197) yaitu:
1. Perbaikan untuk kerja memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengambil tindakan-tindakan perbaikan untuk meningkatkan kinerja melalui feedback yang diberikan oleh organisasi.
2. Penyesuaian gaji dapat dipakai sebagai informasi untuk mengkompensasi pegawai secara layak sehingga dapat memotivasi mereka.
3. Keputusan untuk penempatan, yaitu dapat dilakukannya penempatan pegawai sesuai dengan keahliannya.
4. Pelatihan dan pengembangan, yaitu melalui penilaian dapat diketahui kelemahan-kelemahan dari pegawai sehingga dapat dilakukan program pelatihan dan pengembangan yang lebih efektif.
5. Perencanaan karier, yaitu organisasi dapat memberikan bantuan perencanaan karier bagi pegawai dan menyelaraskannya dengan kepentingan organisasi.
6. Mengidentifikasi kelemahan-kelemahan dalam proses penempatan, yaitu unjuk kerja yang baik menunjukkan adanya kelemahan dalam penempatan sehingga dapat dilakukan perbaikan.
Manfaat dari penilaian prestasi kerja pada Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara antara lain :
1. Mendorong peningkatan prestasi kerja pegawai.
2. Sebagai bahan pengambilan keputusan dalam pemberian imbalan. 3. Untuk kepentingan mutasi pegawai.
4. Guna menyusun program pendidikan dan pelatihan.
Sasaran penilaian prestasi kerja pada Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara adalah :
1. Hukuman
Dengan adanya sanksi atau hukuman yang diberikan atas pelanggaran terhadap disiplin kerja maka pegawai akan lebih disiplin lagi karena mereka akan takut untuk melanggar peraturan-peraturan yang ada. Sanksi hukuman berperan penting dalam memelihara kedisiplinan pegawai, jadi hukuman harus jelas dan benar- benar dilaksanakan untuk peningkatan disiplin pegawai dan peningkatan kinerja pegawai.
3. Training
Training harus berdasarkan kepada kebutuhan pekerjaan pada berbagai faktor, yaitu : waktu, biaya, jumlah peserta, tingkat pendidikan dasar peserta, dan latar belakang peserta.
4. Motivasi
Motivasi sangat penting diberikan kepada setiap pegawai karena itu akan membuat mereka lebih giat lagi dalam bekerja dan lebih antusias dalam mencapai hasil yang optimal.
43
5. Transfer ( Mutasi )
Pegawai yang berprestasi rendah akan ditransfer ke pekerjaaan yang lebih rendah jabatannya sebaliknya pegawai yang berprestasi tinggi akan di transfer kepekerjaan yang lebih tinggi jabatannya dari sebelumnya. Mutasi harus didasarkan pada indeks prestasi yang dapat dicapai oleh pegawai yang bersangkutan.
3) Dasar Penilaian Prestasi Kerja Pegawai
Beberapa unsur yang dapat dijadikan dasar penilaian yang akan dinilai dalam penilaian prestasi kerja pegawai secara umum adalah sebagai berikut:
1. Kesetiaan pegawai terhadap organisasi
2. Prestasi kerja yang telah dihasilkan pegawai untuk memajukan organisasi 3. Kejujuran pegawai dalam berorganisasi
4. Kedisiplinan dalam melaksanakan tugas 5. Kerjasama diantara anggota organisasi 6. Kepribadian
7. Kecakapan 8.Tanggung jawab 9.Kehadiran dari pegawai
Adapun yang menjadi dasar-dasar penilaian prestasi kerja pegawai pada Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara adalah sebagai berikut:
1. Kerjasama 2. Tanggung jawab
3. Kedisiplinan 4. Kepemimpinan 5. Kualitas Kerja
4) Penilaian Prestasi Kerja
Menurut Sondang P. Siagian (2007:89), penilaian prestasi kerja ini pada dasarnya merupakan salah satu faktor kunci guna mengembangkan suatu organisasi secara efektif dan efisien. Penilaian prestasi kerja juga memungkinkan para pegawai untuk mengetahui bagaimana prestasi kerja mereka, dan sejauh mana hasil kerja mereka dinilai oleh atasan. Kegiatan penilaian ini dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan memberi umpan balik kepada pegawai dalam pelaksanaan kerja mereka. Hal ini akan dapat memotivasi mereka untuk meningkatkan prestasi-prestasi mereka di masa mendatang.
Faktor-faktor penilaian prestasi kerja pegawai pada Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara adalah sebagai berikut : 1. Tingkat absensi
Tingkat absensi pegawai yang tinggi akan mempengaruhi kelancaran dari jalannya suatu organisasi dan akan berpengaruh pada pegawai yang lain.
2. Motivasi kerja
Motivasi kerja sangat penting karena hal ini yang menyebabkan pegawai mau bekerja giat, dengan ini maka prestasi kerja pegawai akan meningkat.
45
Pimpinan yang baik dan ramah terhadap pegawai akan menimbulkan suasana yang menyenangkan dikantor dan menambah semangat kerja pegawai dalam bekerja, tetapi pimpinan yang arogan dan tertutup kepada pegawainya ini akan dapat menimbulkan hubungan yang tidak nyaman dikantor.
4. Komunikasi
Komunikasi yang baik antara sesama pegawai dengan pimpinan akan membuat pekerjaan cepat selesai. Tetapi apabila tidak ada hubungan atau komunikasi yang baik dan jelas maka semua pekerjaan akan tertunda.
5. Lingkungan kerja
Lingkungan kerja yang nyaman akan meningkatkan semangat kerja pegawai sehingga prestasi kerja akan meningkat pula. Tetapi apabila tempat kerja yang tidak aman mungkin karena tempatnya, pimpinan, fasilitas dan teman kerja yang kurang menyenangkan secara otomatis prestasi kerja pegawai akan menurun dan hasil kerja pasti tidak optimal.
Karena faktor-faktor diatas maka pimpinan Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara membuat solusinya dengan cara antara lain :
1. Memperlihatkan kebutuhan rohani. 2. Perlu adanya suasana santai.
3. Tempatkan pegawai pada posisi yang tepat. 4. Menciptakan selalu suasana aman dalam kantor. 5. Menciptakan komunikasi yang baik pada semua orang.
Adapun hambatan – hambatan yang dialami oleh pegawai Departemen S-1 Akuntansi adalah :
1. Fasilitas kerja yang digunakan oleh pegawai kondisinya kurang baik, seperti printer yang memerlukan penggantian. Sehingga kadang menyebabkan kurang efisienya kerja pegawai.
2. Ruang kerja yang kurang kondusif, sehingga menimbulkan ketidakleluasaan untuk bekerja karena ruangan yang terlalu sempit.
3. Kurangnya jumlah pegawai yang mengakibatkan mahasiswa sering kecewa karena terlalu lama menunggu untuk mendapatkan pelayanan dalam hal memperoleh informasi.
4. Perlengkapan kerja yang letaknya kurang tertata dengan baik.
5) Hubungan Kedisiplinan Dengan Prestasi Kerja Pegawai
Disiplin kerja berangkat dari sifat dasar manusia yang tidak luput dari kesalahan. Setiap organisasi yang menginginkan kemajuan harus dapat mewujudkan disiplin kerja pegawainya. Dengan disiplin kerja yang baik berarti produktivitas akan meningkat. Dengan meningkatnya produktivitas kerja diharapkan meningkatkan prestasi kerja pula. Hal inilah yang dilakukan pegawai Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, sebab tanpa adanya disiplin pegawai yang baik maka tujuan yang telah ditetapkan tidak akan tercapai secara optimal. Kesadaran pegawai dalam melakukan disiplin dan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas yang dibebankan kepadanya pasti pegawai itu akan berhasil dalam kariernya. Departemen S1
47
Akuntansi Fakultas Ekonomi Sumatera Utara hendaknya memberikan penghargaan kepada pegawai yang berprestasi dengan baik sebagai suatu harapan dan rasa terima kasih atau bangga terhadap pegawai atas kinerjanya dalam meningkatkan kemajuan organisasi. Agar dapat terus memberikan yang terbaik bagi Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Jadi dapat disimpulkan hubungan kedisiplinan dengan prestasi kerja pegawai Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara adalah :
1. Memajukan sumber daya manusia. 2. Meningkatkan semangat kerja pegawai. 3. Dapat memajukan karier seorang pegawai. 4. Meningkatkan intensitas kerja.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A.Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Tingkat kedisiplinan pegawai pada Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dipengaruhi oleh tujuan dan kemampuan, teladan pimpinan, balas jasa, dan sanksi hukuman. Dan faktor- faktor yang mempengaruhi disiplin kerja pegawai pada Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara adalah tingkat absensi, motivasi kerja, sifat kepemimpinan, komunikasi, dan lingkungan kerja.
2. Upaya-upaya yang dilakukan Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara untuk meningkatkan disiplin kerja pegawai Pada Departemen S1 Akuntansi yaitu disiplin disesuaikan dengan tingkat kesejahteraan yang diberikan, pemberian motivasi dan dorongan kepada setiap pegawai, adanya cuti tahunan, dan liburan bersama.
3. Disiplin kerja pegawai pada Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara relatif baik, dilihat dari ketepatan waktu kedatangan dan pulang kerja pegawai, pelayanan terhadap mahasiswa, pekerjaan yang diselesaikan tepat pada waktunya, dan kerja sama yang baik antara pimpinan dengan bawahan.
49
4. Peranan kedisiplinan dalam usaha meningkatkan prestasi kerja pegawai antara lain adalah mendukung dalam kenaikan jabatan, memajukan karier seorang pegawai, meningkatkan semangat kerja pegawai, meningkatkan intensitas kerja, dan memajukan sumber daya manusia.
B.Saran
Adapun saran yang akan diberikan kepada Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara yaitu:
1. Pimpinan Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara hendaknya meningkatkan pembinaan kepada pegawai agar pelaksanaan dan penerapan disiplin kerja sesuai dengan aturan.
2. Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara hendaknya terus mengembangkan usaha-usaha untuk meningkatkan disiplin kerja pegawai.
3. Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara hendaknya memberikan reward dan punish bagi pegawai sesuai dengan prestasi kerjanya.
4. Sebaiknya Pimpinan Departemen S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara lebih memperhatikan hambatan-hambatan yang dialami oleh pegawai/stafnya, seperti fasilitas kerja, ruang kerja dan lainnya agar kinerja pegawai lebih efektif dan efisien.
51
DAFTAR PUSTAKA
Sedarmayani. 2001. Dasar – Dasar Pengetahuan Tentang Manajemen Perkantoran. Bandung : Mandar Maju
Siagian, Sondang. 2007. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. Jakarta : Erlangga
Fathoni, Abdurrahmat, 2006. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia,
Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Greenberg dan Baron, 2001. Pengertian Kedisiplinan, http://jurnal-
sdm.blogspot.com
Faustino Cardoso Gomes, manajemen sumber daya, andi, Yogyakarta:2003 Mathis, Robert, 2002. ManajemenSumberDayaManusia, Penerbit Salemba
Empat Jakarta.
Subekti, Heru, 2008. DisiplinKerja, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta. Saiman, 2002. ManajemenSekretaris, Penerbit Ghalia Indonesia. Jakarta.