BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Landasan Teori
2.2.5 Pengertian Sektor-Sektor Ekonomi
Pertanian merupakan basis perekonomian indonesia. Walaupun sumbangsih nisbi ( relative contribution ) sektor dalam perekonomian diukur
berdasarkan proporsi nilai tambahnya dalam mementuk Produk Domestic Regional Bruto atau pendapatan nasional tahun demi tahun kian mengecil, hal itu bukanlah berarti nilai dan peranannya semakin tidak bermakna. Nilai tambah sektor pertanian dari waktu ke waktu tetap selalu meningkat. Kecuali itu peranan sektor ini dalam menyerap tenaga kerja tetap terpenting. Mayoritas penduduk indonesia, yang sebagian besar tinggal didaerah pedesaan, hingga saat ini masih menyandarkan mata pencahariannya pada sektor pertanian. (Dumairy, 1997: 207).
2.2.5.2. Sektor Pertambangan dan Penggalian
Komoditi yang dicakup meliputi minyak mentah dan gas bumi, yodium, biji mangan, beserta semua jenis hasil penggalian seperti pasir dan tanah liat. Kegiatan sektor ini hanya terbatas pada penggalian dan bata dimana data produksi dan lainnya diperoleh dari survey khusus.
2.2.5.3. Sektor Industri Pengolahan
Disamping sektor pertanian, sektor industri juga mengandung pengertian yaitu pertama, industri dapat berarti himpunan perusahaan-perusahaan sejenis. Dalam konteks ini sebutan industri kosmetika, misalnya berarti himpunan perusahaan penghasil produk-produk kosmetik.
Kedua, Industri dapat pula menunjuk ke suatu sektor ekonomi yang didalamnya terdapat kegiatan produktif yang mengolah bahan menjadi barang jadi atau setengah jadi. Kegiatan pengolahan itu sendiri dapat bersifat
marjinal, elektrikal atau bahkan manual. Sektor industri manufaktur adalah sebagai salah satu sektor produksi atau lapangan usaha dalam perhitungan pendapatan nasional menurut pendekatan produksi. ( Dumairy, 1997 : 227 ).
2.2.5.4. Klasifikasi Industri
Industri dapat digolong-golongkan berdasarkan beberapa sudut tinjauan atau pendekatan, yaitu :
1. Kelompok komoditas berdasarkan International standart of industrial classification, ISIC antara lain :
a. Industri makanan, minuman dan tembakau. b. Industri tekstil, pakaian jadi dan kulit.
c. Idustri kayu dan barang-barang dari kayu termasuk perabot rumah tangga.
d. Industri kertas, dan barang-barang dari kertas, percetakan dan penerbitan.
e. Industri kimia dan bahan kimia.
f. Industri barang galian bukan logam, kecuali minyak bumi dan batu bara.
g. Industri logam dasar.
h. Industri barang dari logam, mesin dan pengecatannya. i. Industri pengolahan.
2. Industri berdasarkan skala usaha yaitu : a. Sub sektor industri pengolahan non migas.
b. Sub sektor pengilangan minyak bumi. c. Sub sektor pengolahan gas lam cair. 3. Industri berdasarkan arus produknya, yaitu :
a. Industri hulu, terdiri dari industri kimia dasar dan industri mesin, logam dasar dan elektronika.
b. Industri hilir, terdiri dari aneka industri dan industri kecil. 4. Industri berdasarkan pendekatan besar kecilnya tenaga kerja
pengunit usaha, yaitu :
a. Industri besar, berpekerja 100 orang atau lebih.
b. Industri sedang, berpekerja antara 20 sampai 99 orang. c. Industri kecil, berpekerja antara 5 sampai 19 orang.
d. Industri atau kerajinan rumah tangga, berpekerja kurang dari 5 orang. (Dumairy, 1997 : 231 ).
2.2.5.5. Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih
Cakupan sub-sub sektor ini meliputi listrik dan seluruh kegiatan kelistrikan, baik yang diusahakan oleh Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) maupun non Perusahaan Listrik Negara ( PLN ). Data produksi diperoleh dari kantor Perusahaan Listrik Negara ( PLN ). Gas meliputi usaha pembuatan dan penyaluran gas kota, dan air bersih adalah usaha pengolahan, penjernihan dan pendistribusian air bersih yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ). (Anonim, 2003 : 26 ).
2.2.5.6. Sektor Bangunan
Cakupan sektor ini adalah semua pengembangan fisik seperti gedung, jembatan, jalan, terminal, bendungan, saluran irigasi, jaringan listrik, air, telepon, gas, dan sebagainya. Nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku dihitung dengan cara deflasi, dimana sebagai deflatornya adalah indeks Harga perdagangan Besar ( HPB ) bahan bangunan dan konstruksi. (Anonim, 2003 : 27 ).
2.2.5.7. Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran
Pengertian perdagangan adalah segala transaksi yang dilakukan oleh suatu negara dalam hubungan ekonominya dengan negara lain baik berupa barang, jasa, maupun dana. ( Dumairy,1997 : 90 ).
Perdagangan Luar Negeri merupkan salah satu aspek penting dalam perekonomian setiap Negara. Perdagangan Luar Negeri menjadi semakin penting, bukan saja dalam kaitan dengan haluan pembangunan yang berorientasi ke luar, yakni membidik masyarakat di negara-negara lain sebagai pasar hasil-hasil produksi dalam negeri, tetapi juga berkaitan dengan pengadaan barang-barang modal untuk memacu industri dalam negeri. Mengenai kecenderungan serta kinerja ekspor dan impor bukan saja berguna untuk mencermati perkembangan neraca perdagangan suatu Negara, akan tetapi bermanfaat pula untuk menyingkap pola dan karakteristik perdagangan Luar Negeri Negara tersebut.Dengan menyingkap hal itu, dapat
diketahui keunggulan dan kelemahan ekspor Negara yang bersangkutan, perilaku konsumsi masyarakatnya, serta kerentanan sektor industri Negara tersebut.
( Anonim, 2003 : 27 ).
2.2.5.8. Sektor Angkutan dan Komunikasi
Sektor angkutan dan komunikasi mencakup sub-sub sektor sebagai berikut ini :
1. Angkutan rel, cakupan sub sektor ini meliputi kegiatan angkutan barang dan penumpang yang dilakukan oleh perusahaan angkutan rel ( kereta api).
2. Angkutan jalan raya, cakupan sub sektor ini meliputi kegiatan angkutan barang dan penumpang yang dilakukan oleh perusahaan/usaha angkutan umum, baik bermotor, seperti bus, truk, angkutan desa/kota, taksi, ojek, dokar, becak, dan lain-lain. 3. Angkutan udara, cakupan sub sektor ini meliputi kegiatan angkutan
barang dan penumpang termasuk kegiatan lainnya berkaita dengan penerbangan yang dilakukan oleh perusahaan penerbangan nasional, Dalam Negeri maupun Luar Negeri .
4. Pos dan Telekomunikasi, cakupan sub sektor ini meliputi kegiatan pemberian jasa pos dan giro seperti pengiriman surat, wesel, paket, jasa biro, jasa tabungan, dan sebagainya.
5. Telekomunikasi, cakupan sub sektor ini meliputi semua kegiatan pemberian jasa dalam pemakaian sambungan telepon, teleks, dan telegram. ( Anonim,2003 : 29 ).
2.2.5.9. Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan
Cakupan sektor ini meliputi cakupan sub sektor baik diperoleh dari data Bank Indonesia tidak termasuk Sertifikat Bank Indonesia ( SBI ) dan pinjaman luar negeri, karena hal ini merupakan kebijaksanaan moneter yang bukan merupakan kegiatan komersial bank. Cakupan sub sektor lembaga bukan bank meliputi kegiatan asuransi, koperasi, yayasan dana pensiun dan pegadaian. Jasa penunjang keuangan meliputi, kegiatan ekonomi antara lain bursa efek, perdagangan valuta asing, perusahaan anjak piutang, modal ventura, dan sewa bangunan meliputi semua kegiatan atas penggunaan bangunan rumah sebagai tempat tinggal dan bukan tempat tinggal, tanpa memperhatikan apakah rumah itu milik sendiri atau rumah yang disewa.
( Anonim, 2003 : 33 ).
2.2.5.10. Sektor Jasa
Cakupan sektor ini meliputi jasa pemerintahan yaitu, meliputi seluruh kegiatan pemerintah yang bersifat memberikan jasa kekayaan umum kepada masyarakat seperti mengatur atau menyelenggarakan perintah negara,
melaksanakan kegiatan ekonomi umum, memberikan jaminan keamanan dan hukum dan menjadikan sarana dan prasarana. ( Anonim, 2003 : 35 ).