TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu
2.3. Bauran Pemasaran Jasa
2.3.1. Pengertian Strategi Bauran Pemasaran Jasa
Farral and Lindsley (2011) menyatakan bahwa Marketing Mix atau bauran pemasaran adalah suatu kombinasi dari tekhnik tekhnik untuk memasarkan suatu merek. Tekhnik tekhnik ini sering disebut dengan “the Ps”. Pada dasarnya ada empat jenis P.
1. Product (Produk) atau jasa: Apa yang akan dijual, dan berbagai produk apa yang akan dijual.
2. Price (Harga): Berapa harga produk atau jasa tersebut.
3. Place (Tempat): Dimana produk atau jasa tersebut akan dijual. 4. Promosion (Promosi): Bagaimana kita dapat memberitahukan
produk atau jasa kita kepada konsumen.
Farral and Lindsley (2011) menyatakan bahwa ada beberapa penambahan pemasaran yang menambah Ps menjadi:
A. People (orang) Apakah staff atau tenaga kerja yang digunakan berbeda dari perusahaan pesaing
B. Physical Presence (kehadiran secara fisik) Bagaimana toko atau website tersebut mudah diakses.
C. Process (proses) Bagaimana produk itu dibangun dan disampaikan kepada pelanggan
D. Physical Evidence (bukti fisik) Bukti dimana tempat jasa/produk dapat ditemui.
Alipour (2012) menyatakan salah satu kekuatan dari jasa pendidikan adalah bukti fisik. Fasilitas fasilitas universitas seperti bangunan merupakan bukti fisik yang sangat kuat. Image pertama yang ada dipikiran mahasiswa ketika akan kuliah ditempat tersebut adalah bukti fisik seperti gedung.
Variabel-variabel dalam bauran pemasaran jasa perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan agar lembaga pendidikan dapat melakukan tugas seefektif mungkin. Lembaga pendidikan tidak hanya memilih kombinasi yang terbaik saja, tetapi juga harus mengkoordinasikan berbagai macam elemen dari variabel bauran pemasaran jasa tersebut untuk melakukan kebijakan dan program-programnya secara tepat.
Yazid (2003:191), menyatakan bahwa “Bauran pemasaran terdiri
dari semua variabel yang bisa dikontrol perusahaan dalam komunikasinya dan dipakai untuk memuaskan konsumen. Bauran pemasaran jasa terdiri
dari 7 P’s yaitu: Produk, harga, distribusi, promosi, orang, buktu fisik dan
proses”.
Lupiyoadi (2001:89) menyatakan bahwa “Sebagai suatu bauran
pemasaran jasa adalah produk, harga promosi, tempat, orang, proses, pelayanan dimana mereka saling mempengaruhi satu sama lain sehingga bila salah satu tidak tepat pengorganisasiannya akan mempengaruhi
Bauran pemasaran jasa sebagaimana dikemukakan diatas terdiri dari tujuh elemen, yaitu: produk (product), harga (price), distribusi
(place), promosi (promotion), orang (people), bukti fisik (physical evidence), dan proses (process).
Alipuor (2012) menyatakan bahwa studi bauran pemasaran bertujuan untuk menampilkan suatu bauran pemasaran yang baru bagi sekolah sekolah swasta berdasarkan perilaku orang tua murid di sekolah non pemerintah di Taheran, Iran. Setiap lembaga pendidikan seperti sekolah sekolah swasta ingin mendapatkan siswa yang banyak. Sektor pendidikan bagi sekolah swasta membutuhkan suatu bauran pemasaran yang baru. Bauran pemasaran baru ini berfungsi untuk meningkatkan jumlah siswa baru. Metode penelitian ini adalah gabungan exploratory descriptive dan survey analisis. Tekhnik pengumpulan data didapat melalui kuesioner dan wawancara. Hasil yang diperoleh dari analisis faktor menunjukkan ada 3 faktor dalam bauran pemasaran tradisional yang didapat dari 6 faktor yaitu harga, promosi dan produk. Namun ada 3
faktor baru lain yang ditemukan yaitu ”Komunikasi antar dosen dan
orang tua”.
Ivy (2008) menyatakan bahwa tujuan dari jurnal ini adalah untuk menyajikan bauranmpemasaran barunberdasarkannsikapmdannpendapat mahasiswa terhadap pemasaran sekolah bisnis di Afrika Selatan. Alat pemasaran tradisional yang biasa dikelompokkan menjadi 4P (produk, harga, tempat dan promosi) dan kini menjadi 5ps (orang) dan 7Ps (fasilitas
fisikdan proses). Pendekatan yang dilakukan adalah survei kuantitatif. Faktor analisis data menunjukka nada tujuh faktor mendasar pada kampus tersebut. Hal tersebut adalah orang, promosi, dan harga. Namun ada empat elemen yang berbeda seperti Program, keunggulan, brosur dan premi asuransi.
2.4. Klasifikasi Bauran Pemasaran Jasa 2.4.1. Pengertian Produk
Ivy (2008) menyatakan bahwa produk adalah sesuatu yang akan dijual. Produk harus memenuhi kebutuhan pelanggan. Pada sebuah universitas, produk apa yang sebenarnya dijual. Hal ini masih menjadi perdebatan. Beberapa berpendapat bahwa siswa yang mendaftar untuk memperoleh gelar adalah bahan baku pendidikan dan ketika lulus dan mampu bekerja itulah produk dari universitas tersebut.
Kotler (2006:145) menyatakan bahwa “Dalam menerapkan taktik bauran pemasaran, pemasar perlu memperhatikan tujuan produk (product objective) sebagai berikut :
a. Product features adalah karakteristik fisik yang berbeda dari sebuah produk.
b. Product benefits adalah fitur produk yang berguna bagi konsumen.
c. Product design adalah fungsi produk yang berguna sesuai kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen.
d. Product quality adalah kinerja produk sesuai dengan spesifikasi produk serta sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan harapan
konsumen.”
Dalam memperhatikan keempat tujuan produk tersebut, pemasar diharapkan dapat memberikan suatu value (nilai) kepada konsumen. Perusahaan tidak hanya mengandalkan fitur yang unik saja melainkan mampu menghasilkan produk yang berguna serta desain dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen. Dengan memiliki produk-produk yang berkualitas diharapkan pemasar dapat mengembangkan tujuan bauran produk (product mix objectives) yaitu dengan melakukan: capitalize on strengths yaitu menggunakan kekuatan produk yang sudah ada sebagai umpan untuk mengembangkan kekuatan produk lain.
Pemasar perlu melakukan perluasan lini (line extension) dengan tujuan: counter the competition, yaitu mencegah pesaing masuk. Dengan perluasan lini, pemasar dapat memberikan kepuasan yang lebih besar (greater consumen satisfaction) kepada konsumen karena konsumen memiliki beberapa alternatif pilihan produk; exploit trends yaitu menyesuaikan trend saat ini, Pengembangan produk baru adalah satu cara agar konsumen tidak merasa bosan dan terus-menerus membeli produk yang ada. Sehingga pemasar perlu mengetahui kunci-kunci sukses pengembangan produk baru harus lebih baik dibandingkan produk pesaing; compatibility, yaitu selalu konsisten dengan produk yang lama
yang sudah ada; complexity yaitu produk yang akan dikembangkan tidak terlalu kompleks; trialability yaitu produk baru tersebut harus diuji coba dahulu sebelum dipasarkan; observability yaitu pengembangan produk baru harus selalu diamati agar apabila terjadi kekurangan dapat segera diperbaiki. Dalam menciptakan produk-produk baru, pemasar dapat menggunakan beberapa alternatif taktik diantaranya: me too, yaitu dengan mencontoh produk baru pesaing; competitive advantage yaitu memperbaiki produk yang sudah ada dengan tampilan lebih baik; dan new venture, yaitu menentukan produk yang benar-benar baru sehingga berbeda dengan yang sudah ada.
Menurut Waheed dan Tanveer (2012) produk adalah suatu barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan di pasar. Produk yang ditawarkan kepada pelanggan untuk perhatian, dibeli, atau konsumsi dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.