Manajemen Strategik
2. Pengertian Strategik
Pengertian strategik yang dikemukakan oleh para pakar menunjukkan keaneka ragaman, seperti yang dikemukakan oleh Mintzberg (1994: 13–25) sebagai berikut: “Strategy: is a plan; is a pattern; is a position; is a perspective”. Sedangkan dari Kreitner (1992: 176) menyatakan: “Strategy is pattern of decision of organization makes”, dan menurut Certo et al. yang mengutip pendapat Quinn, menyatakan bahwa: “Strategy as pattern or plan that integrates an organization’s major goals, policies, and action sequences into a cohesive whole”.
Dari pengertian strategik yang dikemukakan oleh para penulis tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa strategik pada dasarnya dapat diibaratkan sebagai peta jalan yang dapat menunjukkan arah yang paling tepat “pada saat itu” untuk mencapai tujuan dari organisasi, sehingga dengan dirumuskannya suatu strategik tersebut berarti bagi organisasi tersebut:
1. Sudah jelas memiliki tujuan yang jelas yang akan dicapai;
2. Sudah mengetahui berbagai kelemahan dan kekuatan dari organisasi yang bersangkutan;
3. Sudah mengetahui berbagai sumber yang dibutuhkan untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut;
4. Sudah mengetahui berbagai faktor lingkungan luar yang mendukung dan yang menghambat.
Pengertian yang lain dikatakan bahwa strategik adalah kerangka yang membimbing dan mengendalikan pilihan-pilihan yang menetapkan sifat dan arah suatu organisasi, seperti dikemukakan :
a. Menurut Drucker (dalam Wahyudi, 1996:16 dan Barlian 2003 : 45) Strategik adalah mengerjakan sesuatu yang benar (doing the right things). Sejalan dengan pendapat Clausewitz (dalam Wahyudi 1996:16)
bahwa “strategik merupakan suatu seni menggunakan pertempuran untuk memenangkan perang”.
b. Menurut Skinner (dalam Rangkuti, 2000:56)
“Strategik merupakan filosofi yang berkaitan dengan alat untuk mencapai tujuan”.
c. Sedangkan menurut Hayes dan Weel Wright (dalam Rangkuti, 2000:56)
“Strategik mengandung arti semua kegiatan yang ada dalam lingkup perusahaan, termasuk di dalamnya pengalokasian semua sumber daya yang dimiliki perusahaan”.
d. Pendapat lain yaitu Hill (dalam Rangkuti, 2000:56).
“Strategik merupakan suatu cara yang menekankan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan manufaktur dan pemasaran.” Semuanya bertujuan untuk mengembangkan produktivitas perusahaan untuk mencapai tujuannya.
e. Menurut stephanie K. Marrus
Strategik merupakan suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai suatu penyusunan, cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai
f. Menurut Chandler (1962:13)
Strategik adalah tujuan jangka panjang dari suatu perusahaan, serta pendayagunaan dan alokasi semua sumber daya yang penting untuk mencapai tujuan tersebut.
g. Menurut Kenneth R. Andrews,
Strategik adalah suatu proses pengevaluasian kekuatan dan kelemahan perusahaan dibandingkan dengan peluang dan ancaman yang ada dalam
Bab III Pengertian Manajemen Strategik 45
lingkungan yang dihadapi dan memutuskan strategi pasar produk yang menyesuaikan kemampuan perusahaan dengan peluang lingkungan.
h. Menurut Quinn (1990)
strategik adalah pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan, kebijakan dan aksi utama dalam hubungan yang kohesif. Suatu strategi yang baik akan membantu organisasi dalam mengalokasikan sumber daya yang dimiliki dalam bentuk unique berbasis kompetensi internal serta kemampuan mengantisipasi lingkungan.
i. Menurut David Hunger dan Thomas L. Wheelen,
j. strategik adalah merupakan serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
Manajemen strategi meliputi pengamatan lingkungan, perumusan strategi (perencanaan strategis atau perencanaan jangka panjang), implementasi strategi dan evaluasi serta pengendalian.
k. Menurut Ismaun, (1999:20)
Pada dasarnya yang dimaksud dengan strategik bagi suatu manajemen organisasi ialah rencana berskala besar yang berorientasi pada jangka panjang yang jauh ke masa depan serta menetapkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif dengan lingkungannya dalam kondisi persaingan yang kesemuanya diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan dan berbagai sasaran yang bersangkutan.
Dalam membahas perkataan “strategik” sulit untuk dibantah bahwa penggunaannya diawali atau bersumber dari dan popular di lingkungan militer. Di lingkungan tersebut penggunaannya lebih dominan dalam situasi peperangan, sebagai tugas seorang komandan dalam menghadapi musuh, yang bertanggung jawab mengatur cara atau taktik untuk memenangkan peperangan. Tugas itu sangat penting yang dalam arti sangat strategik bagi
pencapaian kemenangan sebagai tujuan peperangan. Oleh karena itu jika keliru dalam memilih dan mengatur cara dan taktik sebagai strategik peperangan, maka nyawa prajurit akan menjadi taruhannnya. Dengan demikian yang dimaksud strategik dalam peperangan adalah pengaturan cara untuk memenangkan peperangan.
Di samping itu secara lebih bebas perkataan “strategik sebagai teknik dan taktik dapat diartikan juga sebagai ” kiat” seorang komandan untuk memenangkan peperangan yang menjadi tujuan utamanya”. Kondisi itu menunjukkan bahwa selain strategik, ternyata terdapat unsur tujuan memenangkan perang yang sangat penting pengaruh dan peranannya dalam memilih dan mengarahkan strategik peperangan, sehingga disebut sebagai
“tujuan strategik”.
Pilihan adalah ruang lingkup produk/jasa pasar, kemampuan inti, growth, laba, pembagian sumber-seumber organisasi. Taktik adalah bagaimana cara mencapainya, bagaimana untuk mengerjakan sesuatu.
Menurut Drucker (dalam Nisjar 1996:16) “Taktik adalah mengerjakan sesuatu yang benar (doing the thing right).” “Taktik adalah seni mengguna-kan tentara dalam sebuah pertempuran perang (Wahyudi 1996:16).”
Dalam dunia bisnis taktik merupakan sekumpulan program kerja yang dibentuk untuk melengkapi strategik bisnis. “Taktik merupakan penjabaran operasional jangka pendek dari sebuah strategik agar strategik tadi dapat diterapkan (Wahyudi 1996:17)”. Pendapat yang lain diungkapkan Tregoe (1985:6) “Taktik adalah bagaimana cara mencapainya”. Sedangkan Model adalah: pola, contoh, acuan, ragam dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan.
Sejalan dengan pengertian di atas, dari sudut etimologis (asal kata), berarti penggunaan kata “strategik” dalam manajemen sebuah organisasi, dapat diartikan sebagai kiat, cara dan taktik utama yang dirancang secara
Bab III Pengertian Manajemen Strategik 47
sistematis dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, yang terarah pada tujuan strategik organisasi. Rancangan yang bersifat sistematik itu, di lingkungan sebuah organisasi disebut “perencanaan strategik”.
Dalam perjalanan sejarahnya di lingkungan organisasi profit dan non profit pengertian manajemen strategik ternyata telah semakin berkembang.
Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan, yang mana isu kritis atau faktor keberhasilan dapat dibicarakan, serta keputusan strategik bertujuan untuk membuat dampak yang besar serta jangka panjang kepada perilaku dan keberhasilan.
Strategi pada hakikatnya adalah perencanaan (planning) dan manaje-men (managemanaje-ment) untuk manaje-mencapai suatu tujuan. Tetapi, untuk manaje-mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus mampu menunjuk-kan bagaimana taktik operasionalnya. Dengan demikian penggunaan kata strategik dalam manajemen sebuah organisasi, dapat diartikan sebagai kiat, cara, dan taktik utama yang dirancang secara sistematis, dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, yang terarah pada tujuan strategik organisasi. Kegiatan tersebut dalam lingkungan organisasi pada dasarnya disebut “manajemen strategik”.
Manajemen strategik merupakan rangkaian dua perkataan terdiri dari kata “manajemen dan strategik” yang masing-masing memiliki pengertian tersendiri, yang setelah dirangkaikan menjadi satu terminology berubah dengan memiliki pengertian tersendiri pula. Oleh karena itu penulis akan mengutip dulu pengertian Manajemen dan Strategik.