BAB IV TINDAKAN YANG DILAKUKAN OLEH DINAS
B. Ketentuan Hukum Terhadap Penindakan Atas Pelanggaran Parkir
3. Pengertian Subjek dan Objek Parkir di Tepi Jalan Umum
Dalam menetapkan objek parkir Ditepi Jalan Umum, Dinas Perhubungan Kota Medan menggunakan jasa pihak ke tiga, kemudian pengelola berhak memungut uang parkir terhadap penggunaan parkir sesuai dengan Peraturan
92 Perda Kota Medan Nomor 7 Tahun 2002, Pasal 13.
93 Ibid.
94 Perda Kota Medan Nomor 7 Tahun 2002, Pasal 15.
84
Daerah yang berlaku. Pengelolah menyetorkan hasil pungutan retribusi parkir kepada bendahara khusus penerimaan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Medan melalui koordinator juru parkir dari Dinas Perhubungan.
Sedang penentuan objek parkir ditepi jalan umum dilakukan dengan melalukan survei ke tempat-tempat yang dinilai memiliki potensi parkir.
Objek pajak parkir ditepi jalan umum adalah penyelenggaraan tempat Parkir di luar badan jalan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor. Tidak termasuk objek pajak adalah:
1. Penyelenggaraan tempat Parkir oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah;
2. Penyelenggaraan tempat Parkir oleh perkantoran yang hanya digunakan untuk karyawannya sendiri;
3. Penyelenggaraan tempat Parkir oleh kedutaan, konsulat, dan perwakilan negara asing dengan asas timbal balik; dan
4. Penyelenggaraan tempat Parkir lainnya yang diatur dengan Peraturan Daerah.95
Subjek pajak parkir ditepi jalan umum adalah orang pribadi atau Badan yang melakukan parkir kendaraan bermotor. Sedangkan yang menjadi Wajib Pajak Parkir adalah orang pribadi atau Badan yang menyelenggarakan tempat Parkir. Pajak Parkir dibayar oleh pengusaha yang mennyediakan tempat parkir dengan dipungut bayaran.
95 Marihot Pahala Siahaan, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Cetakan ketiga. (Jakarta:
Rajawali Pers, 2013), hlm 472-473.
Menurut Perda No. 7 tahun 2002 Pasal 17 yang dimaksud Objek Retribusi Parkir adalah pelayanan yang disediakan oleh Pemerintah Daerah berupa tempat parkir ditepi jalan umum, tempat khusus parkir dan perizinan pelataran parkir untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umu serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. Menurut Pasal 18 Perda No. 7 tahun 2002 Subjek retribusi adalah orang pribadi atau badan yang menggunakan/ menikmati pelayanan jasa berupa tempat parkir ditepi jalan umum.tempat khusus parkir dan perizinan lataran parkir.
Tarif parkir di tepi jalan umum merupakan retribusi atas penggunaan lahan parkir dipinggir jalan yang besarannya ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten/
Kota berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang selanjutnya ditetapkan di tingkat Kabupaten/Kota dengan Peraturan Daerah (Perda).96
Penetapan tarif parkir ditepi jalan umum merupakan salah satu perangkat yang digunakan sebagai alat dalam kebijakan manajemen lalu lintas di suatu kawasan/kota untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi menuju ke suatu kawasan tertentu yang perlu dikendalikan lalu lintasnya dan merupakan salah satu PAD yang penting. Prinsip dan sasaran tarif retribusi parkir bisa saja berbedasesuai keputusan pemerintah daerah, misalnya dalam penetapan tarif retribusi parkir di tepi jalan umum yang rawan kemacetan dapat ditetapkan lebih tinggi dari pada di tepi jalan umum yang kurang rawan kemacetan dengan sasaran
96 Marihot Pahala Siahaan, Op.Cit., hlm 49
86
mengendalikan tingkat pengguna jasa parkir sehingga tidak menghalangi kelancaran lalu lintas.
Dasar pengenaan retribusi parkir adalah jumlah pembayaran atau yang seharusnya dibayar untuk pemakaian tempat parkir. Dasar pengenaan pajak didasarkan pada klasifikasi tempat parkir, daya tampung dan frekwensi kendaraan bermotor, setiap kendaraan bermotor yang parkir ditempat parkir di luar badan jalan akan dikenakan tarif parkir yang ditetapkan oleh pengelola. Tarif parkir ini merupakan pembayaran yang harus diserahkan oleh pengguna tempat parkir untuk pemakaian tempat parkir. Tarif parkir yang ditetapkan oleh pengelola tempat parkir diluar badan jalan yang memungut bayaran disesuaikan tarif parkir yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten.97
Dasar pengenaan retribusi parkir di tepi jalan umum adalah jumlah pembayaran atau yang seharusnya dibayar untuk pemakaian tempat parkir. Dasar pengenaan pajak didasarkan pada klasifikasi tempat parkir, daya tampung dan frekwensi kendaraan bermotor, setiap kendaraan bermotor yang parkir ditempat parkir diluar badan jalan akan dikenakan tarif parkir yang ditetapkan oleh pengelola. Tarif parkir ditepi jalan umum ini merupakan pembayaran yang harus diserahkan oleh pengguna tempat parkir untuk pemakaian tempat parkir. Tarif parkir yang ditetapkan oleh pengelola tempat parkir diluar badan jalan yang memungut bayaran disesuaikan tarif parkir yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten. Pemungutan retribusi parkir adalah salah satu dari pelaksanaan otonomi yang luas, nyata dan bertanggung jawab sebagai mana yang dimaksud
97 Stephanny Inagama Timisela, Analisis Penerimaan Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum Di Kota Jayapura, Jurnal Keuda Vol. 2 No. 1, hlm 7.
dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 merupakan upaya pemerintah daerah dalam menggali dan mengembangkan potensi daerah dalam rangka untuk memperoleh dana sehubungan dengan penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan daerah.
Pemungutan retribusi parkir di tepi jalan umum adalah keseluruhan aktifitas untuk menarik atau memungut retribusi parkir sesuai dengan yang digariskan dalam rangka usaha untuk memperoleh pemasukan balas jasa dari sarana atau faisilitas yang telah disediakan oleh pemerintah Kota Medan.
Retribusi Parkir dipungut terhadap orang pribadi atau Badan yang mendapatkan jasa pelayanan Parkir di lahan parkir yang disediakan Pemerintah Kota Medan.
Dasar penetapan retribusi Pelayanan Parkir adalah Undang-undang No 28 Tahun 2009, dimana juga diatur tentang pengenaan pajak atas penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor.
Besarnya pungutan retribusi parkir ditepi jalan umum selanjutnya ditetapkan dengan Perda. Tarif retribusi parkir sendiri ditetapkan berdasarkan kebijakan daerah dengan mempertimbangkan biaya Besarnya retribusi yang harus dibayar dihitung dari perkalian antara tarif dan tingkat penggunaan jasa parkir.
Dasar hukum pemungutan pajak parkir ditepi jalan umum adalah:
1. Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
88
2. Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Pajak Parkir;
3. Peraturan Walikota Nomor 70 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pemindahan/Penderekan, Penguncian, Dan Penggembosan/ Pengempesan Roda Kenderaan terhadap pelanggaran parkir di Kota Medan.
Pemungutan retribusi parkir adalah salah satu dari pelaksanaan otonomi yang luas, nyata dan bertanggung jawab sebagai mana yang dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah merupakan upaya pemerintah daerah dalam menggali dan mengembangkan potensi daerah dalam rangka untuk memperoleh dana sehubungan dengan penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan daerah.
Sistem pemungutan parkir yang dianut oleh Pemerintah Kota Medan yaitu sistem self assessment, dan official assessment. Sistem self assessment dapat diartikan seorang wajib pajak diwajibkan untuk menghitung dan melaporkan pajak yang terutang sesuai dengan Perda. Penentuan besarnya pajak yang terutang dipercayakan kepada wajib pajak itu sendiri melalui surat pemberitahuan pajak daerah (SPTPD) yang disampaikan, biasanya besarnya pajak ditentukan melalui omset penerimaan pungutan parkir wajib pajak sebesar 20 persen (20%).
Sedangkan sistem official assessment adalah suatu sistem pemungutan yang memberi wewenang kepada pemerintah (fiskus) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak.
Dasar pengenaan pajak parkir merupakan jumlah pembayaran atau yang seharusnya dibayar untuk pemakaian tempat parkir. Dasar pengenaan pajak didasarkan pada klasifikasi tempat parkir, daya tampung, dan frekuensi kendaraan bermotor. Setiap kendaraan bermotor yang parkir pada tempat parkir di luar badan jalan akan dikenakan tarif parkir yang harus diserahkan oleh pengguna tempat parkir untuk pemakaian tempat parkir. Tarif parkir yang ditetapkan oleh pengelola tempat parkir di luar badan jalan yang memungut bayaran umumnya disesuaikan dengan tarif parkir yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Medan.
C. Tindakan Yang Dilakukan Oleh Dinas Perhubungan Dalam Mengatasi