• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

F. Pengertian Usaha Kecil Dan Unsur-Unsur Kredit

Pemerintah dalam membantu serta mendorong pengusaha kecil agar dapat mensejahterakan diri dengan pengusaha menegah dan pengusaha besar, sehingga memperkecil kesenjangan sosial ekonomi, serta mempercepat usaha pemerataan hasil-hasil pembengunan, mengeluarkan pajak 29 tahun 1990 imana dengan

kebijaksanaan itu bank-bankk diwajibkan mengalokasikan 20% dari total dan kreditnya untuk KUK. KLBI seperti diatur dalam SK DIR-BI Tahun 1990 ialah

“kredit liquiitas Bank Indonesiaa (KLBI) adalah kredit yang diberikan oleh bank Indonesia kepada bank-bank dalam rangka menunjang pembiayaan usaha suatu bidang ditentukan”. Kemudian dalam surat keputusan DIR-BI tersebut diatur pula bahwa kredit perbankan yang didukung KLBI, adalah kredit usaha tani, kredit kepada koperasi primer untuk anggotanya, kredit kepada bulog untuk pengadaan pangan, gula serta kredit investasi. Disamping itu masih terdapat kredit perbankan yang didukung pula oleh KLBI, yaitu kredit pemilikan rumah dan kredit konversi dalam rangka kredit perbankan.

1. Unsur-unsur kredit

Dalam pengertian kredit di atas terkandung unsur-unsur kredit itu sendiri, yaitu :

a) Waktu, yaitu adanya jarak antara saat persetujuan pemberian kredit dan pelunasannya. Setiap kredit yang diberikan memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati. Jangka waktu tersebut bisa berbentuk jangka pendek, jangka menegah, atau jangka panjang.

b) Kepercayaan, yaitu suatu keyakinan pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan (berupa uang, barang atau jasa) akan benar-benar diterima kembali dimasa tertentu dimasa datang. Yang melandasi pemberian kredit oleh kreditur/bank kepada debitur, yaitu kredit akan dikembalikan setelah jangka waktu tertentu sesuai kesepekatan yang disetujui kedua bela pihak.

Kepercayaan ini diberikan oleh bank, dimana sebelumnya sudah dilakukan penelitian dan penyelidikan tentang kondisi masa lalu dan sekarang terhadap nasabah pemohon kredit.

c) Penyerahan atau objek, dimana pihak kreditur menyerahkan nilai ekonomi atau objek berupa uang atau tagihan kepada debitur yang harus dikembalikan setelah jatuh tempo.

d) Resiko adalah suatu tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan suatu resiko tidak tertagihnya/macet pemberian kredit yang mungkin timbul sepanjang jangka waktu kredit. Semakin panjang suatu kredit semakin besar resikonya demikian pula sebaliknya. Resiko ini menjadi tanggungan bank, baik resiko yang disengaja oleh nasabah yang lalai, maupun oleh resiko yag tidak di sengaja. misalnya terjadi bencana alam atau bangkrutnya usaha nasabah tanpa ada unsur kesengajaan lainnya.

e) Balas jasa, merupakan keuntungan atas pemberian suatu kredi atau jasa tersebut yang kita kenal dengan nama bunga. Balas jasa dalam bentuk bunga dan biaya administrasi kedit ini merupakan kentungan bank.

Sedangkan bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah balas jasanya ditentukan dengan bagi hasil.

Selain unsur-unsur diatas, dalam suatu kredit juga dapat melibatkan beberapa pihak lainnya, seperti notaries, appraisal/perusahaan penilai bangunan , perusahaan asurani, pejabat pembuat akta tanah (PPAT), lembaga fiducia/departemen Kehakiman, Kantor Badan Pertahanan (BPN) dan lain-lain.

2. Tujuan Utama Pemberian Krredit

Adapun tujuan utama pemberian suatu kredit adalah sebagai berikut :

a. Mencari keuntungan

Yaittu bertujuan untuk memperoleh hasil dari pemberian kredit tersbut.

Hasil tersebut terutama dalam betuk bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah. Keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup bank yang terus menerus menderita kerugian, maka besar kemngkinan bank tersebut akan dilikuidasi (dibubarkan).

b. Membentuk usaha nasabah

Tujuan lainnya adalah untuk membantu usaha nasbah yang memerlukan dana, baik dan investasi maupun dana untuk modal kerja. Dengan dana tersebut, maka pihak debitur akan dapat mengembangakan dan memperluaskan usahanya.

c. Membantu pemerintah

Keuntungan bagi pemerintah dengan menyebarkan pemberian kredit adalah

Sebagai berikut :

1. Penerimaan pajak, dari keuntungan yang diperoleh nasabah dan bank,

2. Membuka kesempatan kerja, dalam hal ini unttuk kredit pmbangunan usaha baru atau perluasan usaha akan membutuhkn tenaga kerja baru sehingga dapat menyedot tenaga kerja yang masih mengangur.

3. Meningkatkan jumlah barang dan jasa, jelas sekali bahwa sebagian besar kredit yang dislurkan akan dapat meningkatkan jumlah barang dan jasa yang beredar dimasyarkat.

4. Menghemat devisa negara,terutama untuk produk-produk yang sebelumnya di impor dan apabila sudah dapat diproduksi dalam negeri dengan fasilitas kredit yang ada jelas akan dapat menghemat devisa Negara.

5. Meningkatkan devisa Negara, apabila produk dari kredit yang dibiayai untuk keperluan ekspor.

3. Fungsi kredit

Kemudian di samping tujuan di atas suatu fasilitas kredit memiliki fungsi sebagai brikut ;

a. Untuk meningkatkan daya guna uang, dengan adanya kredit data meningkatkan daya guna uang maksudnya jika uang hanya disimpan saja tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna. Degana diberikannya krdit uang tersebut menjadi berguna utuk menhasilkan barang atau jasa oleh sipenerima kredit.

b. Untuk meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang, dalam hal ini uang yang diberikan atau disalurkan akan beredar dari satu wilayah ke wwilayah lainya sehingga suatu daerah yang kekurangan uang dengan

memperoleh kredit maka daerah tersebutakan akan memperoleh tambahan uang dari daerah laiinya.

c. Untuk meningkatkan daya guna barang, kredit yang diberikan oleh bank akan dapat digunakan oleh sidebitur untuk mengolah barang yang tidak berguna menjadi berguna atau bermanfaat.

d. Meningkatkan peredaran barang, kredit dapat pula menambah atau memperlancar arus barang dari satu wilayah kewilayh lainnya sehingga jumlah barang yang beredar dari satu wilayah ke wilayah lainnya, bertambah atau kredit dapat pula meningkatkan jumlah barang yang beredar.

e. Sebagai alat stabilitas ekonomi, dengan memberikan kredit dapat dikatakan sebagai stabilitas ekonomi karena dengan adanya kredit yang diberikan akan menambah jumlah barang yang diperlukan oleh masyarakat. Kemudian dapat pula kredit membantu dalam mengekspor barang dari dalam negeri keluar negeri sehingga meningkatkan devisa Negara.

f. Untuk meningkatkan kegairahan berusaha, bagi sipenerima kredit tentu akan dapat meningkatkan kegairahan berusaha, apalagi bagi sinasabah yang memang modalnya pas-pasan.

g. Untuk meningkatkan pemerataan pendapatan, semakin banyak kredit yang disalurkan,akan semakin baik terutama dalam hal meningkatkan pendapatan. Jika sebuah kredit diberikan untuk membangun pabrik,maka

pabriktersebut tentu membutuhkan tenaga kerja sehingga dapat pula mengurangi pengangguran.seperti membuka warung atau menyewa rumah kontrakan atau jasa lainnya.

h. Untuk meningkatkan hubungn internasional, dalam hal pinjaman internasional akan dapat meningkatkan saling membutuhkan antara sipenerima kredit dengan sipemberi kredit.pemberian kredit oleh Negara lain akan meninggkatkan kerja sama di bidang lainnya.

Dokumen terkait