DEBITUR KUR MIKRO
E. Peningkatan Pendapatan Anggota Kredit Debitur
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk cabang masamba unit kappuna sesuai dengan hasil penelitian penulis mengalami peningkatan baik jumlah kredit yang tersalur maupun jumlah anggota mengalami hal serupa, karena masyarakat memanfaatkan kredit yang telah diambilnya betul-betul merasakan dampaknya
bantuan di daerah, sehingga masyarakat sebagai mitra dengan BRI setempat utamanya terhadap peningkatan pendapatan (penghasilan).
Setelah penulis mengadakan penganalisaan data-data yang ada pada PT Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk Cab Masamba Unit Kappuna maka jumlah Kredit yang tersalur untuk membantu para debitur pada periode tahun 201 3–
2015
Untuk lebih jelasnya PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cab Masamba unit kappuna dalam peningkatan jumlah nasabah mulai tahun 2013-2015, dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini :
Tabel. 3.1: Jumlah Kredit Yang Disalurkan Dan Jumlah NasabahUntuk Periode tahun 2013 - 2015
Tahun Jenis Data Pinjaman ( saldo )
Penyaluran Kredit
( Rp )
Jumlah Nasabah
Des - 2013 -KUR Mikro 8,429,916,274.00 1.022
Des – 2014
Jan – 2015
Feb – 2015
Mar – 2015
Apr – 2015
Mei – 2015
Jun – 2015
-KUK Mikro
-KUK Mikro
8,269,990,759.00
7,444,852,419.00
6,583,069,088.00
5,633,918,396.00
4,940,940,773.00
4,174,208,828.00
3,356,091,049.00
940
882
820
740
680
619
532
Jul – 2015
Ags – 2015
Sep – 2015
Okt – 2015
Nov – 2015
Des – 2015
Des – 2014 - KUR Mikro
2,967,271,313.00
2,575,286,202.00
1,605,403,644.00
1,343,722,265.00
1,155,781,609,00
908,639,120.00
0.00
495
460
301
274
247
208
0
Jan – 2015
Sep – 2015
Okt – 2015
Nov – 2015
Des – 2015
826,541,000.00
1,536,652,500.00
2,009,638,363.00
3,035,680,300.00
66
119
155
222
Dari tabel 3 diatas menunjukkan bahwa jumlah kredit yang disalurkan dan Jumlah nasabah untuk periode Tahun 2013 – 2015, mengalami peninggkatan
kredit usaha rakyat setiap tahunnya pada PT. BRI Unit kappuna cabang masamba.
F. Bagan Alir Pemberian Kredit Usaha Rakyat ( KUR )
1.
Permohonan Kredit
Tahap Peminjaman Kredit
Analisi Kredit
Tahap Pemberian Keputusan Kredit
Tahap Perjanjian Kredit
Tahap Pencairan Kredit
Persiapan Pencairan
Penandatanganan Perjanjian Pencairan
KUR
Fiat Bayar
Pembayaran Pencairan
KUR
Tahap Peninjauan dan Analisis Kredit
Bank harus melakukan analisa kredit terlebih dahulu sebelum menyalurkan kredit. Analisa kredit adalah penelitian yang dilakukan oleh Account Officer
terhadap kelayakan perusahaan,kelayakan usaha nasabah,kebutuhan kredit , kemampuan menghasilkan laba, sumber pelunasan kredit serta jaminan kredit serta jaminan yang tersedia untuk menjamin permohonan kredit(Veithzal Rivai dan Ferry Idroes, 2007 : 11)Menurut arahan Bank Indonesia sebagaimana termuat dalam SKDireksi Bank Indonesia No.27/ 162/ KEP/ DIR tanggal 31 Maret 1995,setiap permohonan kredit yang telah memenuhi syarat harus dianalisis secara tertulis dengan prinsip sebagai berikut :
a. Bentuk, format, dan kedalaman analisis kredit ditetapkan oleh bank yang disesuaikan dengan jumlah dan jenis kredit,
b. Analisis kredit harus menggambarkan konsep hubungan total Pemohonan kredit. Ini berarti bahwa persetujuan pemberian kredit tidak Boleh berdasarkan semata-mata atas pertimbangan permohonan untuk satu transaksi atau satu rekening kredit dari pemohon, namun harus didasarkan atas dasar penilaian seluruh kredit dari pemohon kredit yang telah diberikan dan atau akan diberikan secara bersama-sama oleh bank.
c. Analisis kredit harus dibuat secara lengkap, akurat, dan Objektif yang Sekurang kurangnya meliputi :
1) Menggambarkan semua informasi yang berkaitan dengan usaha dan data pemohon termasuk hasil penelitian pada daftar kredit macet,
2) Penilaian kelayakan jumlah permohonan kredit Dengan kegiatan usaha
yang akan dibiayai, dengan sasaran menghindari terjadinya praktek yang dapat merugikan bank,
3) Menyajikan penilaian yang objektif dan tidak dipengaruhi oleh pihak-
pihak yang berkepentingan denga permohonan kredit. Analisis merupakan
suatu formalitas yang dilakukan semata mata untuk memenuhi prosedur perkreditan.
4) Analisis kredi tsekurang-kurangnya harus mencakup penilaian tentang prinsip 5C dan penilaian terhadap sumber pelunasan kredit yang dititik beratkan pada hasil usaha yang dilakukan pemohon serta menyediakan aspek yuridirs perkreditan dengan tujuan untuk melindungi bank atas
resiko yang mungkin timbul,
5) Dalam penilaian kredit sindikasi harus dinilai pula bank yang bertindak
sebagai bank induk (bank yangmenjadi bank).
2. Tahap Pemberian Keputusan Kredit
Pada tahapini, calon debitur akan memperoleh keputusan kredit yangberisi persetujuan akan adanya pemberian kredit usaha rakyat tanpa jaminan sesuai permohonan yang diajukannya.Keputusan persetujuan permohonan kredit berupa mengabulkan sebagian atau seluruh permohonan kredit dari calon debitur. pihak BRI Unit kappuna cabang masamba, akan memberitahukan kesetujuan atau tidaknya dalam memberikan kredit pada calon debitur, dengan
member tahu calon
debitur untuk mengkonfirmasi kembali beberapa hari menurut hari yang telah ditentukan oleh pihak bank setelahpengajuan permohonan kredit. Setiap pejabat yang terlibat dalam kebijakan persetujuan kreditharus mampu memastikan ha l-hal berikut (Rachmat Firdaus, 2003 : 51):
a) Setiap kredit yang diberikan telah sesuai dengan prinsip perkreditan yang sehat dan ketentuan perbankan lainnya,
b) Pemberian kredit telah sesuai dan didasarkan pada analisis kredit yang jujur,objektif,cermatdan seksama (menggunakan 5C’sprinciples) serta independent,
c) Adanya keyakinan bahwa kredit akan mampu dilunasi oleh debitur.
Menurut pada kebijakan dari BRI Unit Ngemplak Surakarta, yang dapat diberikan
kreditdapat diberikan kredit usaha rakyat ini adalah debitur yang memiliki usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).
Dalam Tahap Pencairan Kredit/Akad Kredit dapat dijabarkan sebagai berikut:
Tahap akad kredit pencairan meliputi beberapa tahap yaitu tahap persiapan pencairan,
penandatangan perjanjian pencairan kredit, fiat bayar dan pembayaran pencairan kredit. Adapun penjelasan mengenai langkah-langkah pada tahap akad kredit adalah:
1) Persiapan Pencairan Setelah Surat Keterangan Permohonan Pinjam (SKPP) diputus, Costumer Servicesmencatatnya pada register dan segera mempersiapkan pencairan sebagai berikut:
a. Memberitahukan pada calon debitur bahwa permohonan KUR nya telah mendapat persetujuan atau putusan dan kepastian tanggal pencairan.
b. Menyiapkan surat pengakuan hutang.
c. Mengisi kuitansi pencairan KUR.
2) Penandatanganan perjanjian pencairan KUR
Berkas atau kelengkapan pencairan disini adalah surat pengakuan hutang, sebelumpenandatanganan berkas pencairan kredit usaha rakyat, customer Service harus memastikan bahwa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pencairan kredit usaha rakyat telah di tandatangani oleh debitur sebagai bukti persetujuan debitur. Setelah itu, customer service meminta
debitur untuk membaca dan memahami surat pengakuan hutang ( SPH ) dan menandatangani SPH tersebut selanjutnya diserahkan pada kepala unit untuk diperiksa. Untuk menjaga keamanan dan melaksanakan prinsip kehati-hatian maka customer service mencocokkan tanda tangan dengan tanda tangan debitur pada waktu pendaftaran , kemudian menyerahkan semua berkas kepada kepala unit untuk di fiat bayar.
3) Fiat Bayar
Kepala unit memeriksa berkas tentang kebenaran dan kelengkapan pengisian
Berkas kredit usaha rakyat untuk dicocokkan dengan syarat yang di sebutkan
dalam putusan kredit, setelah yakin maka kepala unit membubuhkan tanda tangan sebagai persetujuan fiat bayar. Setelah selesai kuitansi diserahkan pada
teller dan berkas diserahkan kepada customer service.
4) Pembayaran pencairan KUR
Pembayaran pencairan kredit usaha rakyat kepada debitur dilakukan oleh Teller berdasarkan kuitansi yang diterima dari kepala unit dengan terlebih Dahulu meneliti keabsahan kuitansi, apabila terjadi kelambatan pencairan dana kredit usaha rakyat di sebabkan oleh banyaknya peminat yang ingin menjadi calon debitur kredit usaha rakyat, mengingat jumlah tenaga yang menangani kredit usaha rakyat tidak sebanding dengan jumlah peminat kredit
usaha rakyat.