• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A Jenis Data

E. Definisi Operasional

1. Pengetahuan lingkungan

Chan dan Lau (2000) mendefinisikan pengetahuan lingkungan sebagai kumpulan dari pengetahuan seseorang mengenai isu lingkungan. Pengetahuan lingkungan diukur menggunakan tujuh pertanyaan. Sumber pertanyaan mengacu pada Schlegelmilch et al (1996), Aman (2012), Zao et al (2013) dengan melakukan pengembangan. Tujuh pertanyaan untuk mengukur pengetahuan lingkungan sebagai berikut:

a. Sejauh mana konsumen mengetahui isu pemanasan global

b. Sejauh mana konsumen mengetahui bahwa penguraian sampah plastik membutuhkan waktu yang lama

c. Sejauh mana konsumen mengetahui bahwa deterjen dengan busa yang tinggi menyebabkan polusi air

d. Sejauh mana konsumen mengetahui bahwa pembuatan kertas membutuhkan banyak pohon

e. Sejauh mana konsumen mengetahui bahwa hutan dapat mencegah pemanasan global

f. Sejauh mana konsumen mengetahui efek rumah kaca

g. Sejauh mana konsumen mengetahui bahaya penggunaan styrofoam

2. Sikap Lingkungan

Sikap dapat didefinisikan sebagai evaluasi menyeluruh yang dilakukan seseorang atas suatu konsep (Peter dan Olson, 2014). Untuk mengukur sikap menggunakan delapan pernyataan. Pernyataan tersebut mengacu pada Schlegelmilch et al (1996) dan Chen dan Chai (2010) dengan melakukan pengembangan. Pernyataan untuk mengukur sikap sebagai berikut:

a. Sejauh mana konsumen percaya dengan bahaya dari penggunaan pestisida b. Sejauh mana konsumen setuju bahwa setiap orang dapat memperbaiki

lingkungan meski dengan gerakan yang kecil

c. Sejauh mana konsumen setuju bahwa seseorang memiliki kewajiban untuk memisahkan sampah anorganik dengan sampah organik

d. Sejauh mana konsumen setuju bahwa bahwa pemisahan sampah dapat melestarikan lingkungan

e. Sejauh mana konsumen setuju dengan program diet plastik

f. Sejauh mana konsumen setuju bahwa manusia harus menggunakan sumber daya alam secara efisien utuk kepentingan generasi selanjutnya

g. Sejahuh mana konsumen setuju bahwa lingkungan harus dijaga kelestariannya

h. Sejauh mana konsumen setuju bahwa hewan dan tumbuhan memiliki hak yang sama dengan manusia.

3. Perilaku Daur Ulang

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) daur ulang adalah pemrosesan kembali bahan yang pernah dipakai. Untuk mengukur perilaku daur ulang menggunakan sepuluh pernyataan. Mengingat perilaku daur ulang yang diteliti pada riset sebelumnya tidak sesuai dengan perilaku daur ulang masyarakat Indonesia, maka peneliti melakukan pengembangan instrumen perilaku daur ulang. Sepuluh pernyataan yang mengukur perilaku daur ulang diantaranya:

a. Seberapa sering konsumen memanfaatkan halaman kosong dari kertas yang sudah digunakan

b. Seberapa sering konsumen memanfaatkan kertas bekas untuk keperluan yang lain

c. Seberapa sering konsumen memisahkan sampah organik dengan anorganik d. Seberapa sering konsumen memanfaatkan barang bekas untuk keperluan lain

guna meminimalkan sampah

e. Seberapa sering konsumen menimbun daun untuk dijadikan pupuk kompos f. Seberapa sering konsumen memanfaatkan botol bekas sebagai wadah

g. Seberapa sering konsumen menggunakan koran bekas untuk keperluan yang lain

h. Seberapa sering konsumen memanfaatkan kantong plastik lebih dari satu kali i. Seberapa sering konsumen membuat buku coretan dari kertas bekas

j. Seberapa sering konsumen memanfaatkan bekas kotak sepatu sebagai wadah

4. Pembelian Produk Hijau

Menurut Nugrahadi (2002) mengemukakan bahwa, produk hijau adalah suatu produk berwawasan lingkungan yang dibuat oleh pemasar agar ramah terhadap

kesehatan dan lingkungan. Kasali (1997) mendefinisikan, produk hijau adalah produk yang tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungannya, tidak boros sumber daya, tidak menghasilkan sampah berlebihan, dan tidak melibatkan kekejaman pada binatang. Variabel pembelian produk hijau diungkapkan dengan skala likert diukur dengan sepuluh pernyataan. Pernyataan ini mengacu pada Schlegelmilch et al. (1996), Chan dan Lau (2000), Kim et al. (2012), dan Lee (2008) dengan melakukan pengembangan. Pernyataan untuk mengukur perilaku hijau diantaranya sebagai berikut:

a. Seberapa sering konsumen membeli produk ramah hijau.

b. Seberapa sering konsumen memilih produk hijau terlebih dahulu.

c. Seberapa sering konsumen memilih produk ramah lingkungan tanpa memperhatikan harga.

d. Seberapa sering konsumen beralih ke produk hijau.

e. Seberapa sering konsumen menghindari suatu produk yang membahayakan lingkungan.

f. Seberapa sering konsumen membeli suatu produk dengan pertimbangan isu lingkungan

g. Seberapa sering konsumen membeli sayur dan buah organik.

h. Seberapa sering konsumen membeli sayur dan buah organik meski harus mengeluarkan usaha lebih untuk mendapatkannya.

i. Seberapa sering konsumen membeli sayuran dan buah organik tanpa memperhatikan harga.

Ringkasan definisi operasional variabel dijelaskan dalam Tabel 3.1. Tabel 3.1 berisi indikator dari setiap variabel beserta sumbernya.

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

No Variabel Indikator Sumber

1 X1:

Pengetahuan lingkungan

1. Sejauh mana konsumen mengetahui isu pemanasan global

2. Sejauh mana konsumen mengetahui bahwa penguraian sampah plastik membutuhkan waktu yang lama 3. Sejauh mana konsumen mengetahui

bahwa deterjen dengan busa yang tinggi menyebabkan polusi air 4. Sejauh mana konsumen mengetahui

bahwa pembuatan kertas membutuhkan banyak pohon

5. Sejauh mana konsumen mengetahui bahwa hutan dapat mencegah pemanasan global

6. Sejauh mana konsumen mengetahui efek rumah kaca

7. Sejauh mana konsumen mengetahui bahaya penggunaan styrofoam

Schlegelmilch et al., 1996

Aman, 2012 Zao et al., 2013

2 X2: Sikap 1. Sejauh mana konsumen percaya dengan bahaya dari penggunaan pestisida

2. Sejauh mana konsumen setuju bahwa setiap orang dapat memperbaiki lingkungan meski dengan gerakan yang kecil 3. Sejauh mana konsumen setuju

bahwa seseorang memiliki kewajiban untuk memisahkan sampah anorganik dengan sampah organik

4. Sejauh mana konsumen setuju bahwa bahwa pemisahan sampah dapat melestarikan lingkungan 5. Sejauh mana konsumen setuju

dengan program diet plastik 6. Sejauh mana konsumen setuju

Schlegelmilch et al., 1996

No Variabel Indikator Sumber bahwa manusia harus menggunakan

sumber daya alam secara efisien utuk kepentingan generasi selanjutnya

7. Sejahuh mana konsumen setuju bahwa lingkungan harus dijaga kelestariannya

8. Sejauh mana konsumen setuju bahwa hewan dan tumbuhan memiliki hak yang sama dengan manusia.

3 X3: Perilaku daur ulang

1. Seberapa sering konsumen

memanfaatkan halaman kosong dari kertas yang sudah digunakan. 2. Seberapa sering konsumen

memanfaatkan kertas bekas untuk keperluan yang lain.

3. Seberapa sering konsumen

memisahkan sampah organik dengan anorganik.

4. Seberapa sering konsumen

memanfaatkan barang bekas untuk keperluan lain guna meminimalkan sampah.

5. Seberapa sering konsumen menimbun daun untuk dijadikan pupuk kompos.

6. Seberapa sering konsumen

memanfaatkan botol bekas sebagai wadah.

7. Seberapa sering konsumen menggunakan koran bekas untuk keperluan yang lain.

8. Seberapa sering konsumen

memanfaatkan kantong plastik lebih dari satu kali.

9. Seberapa sering konsumen membuat buku coretan dari kertas bekas. 10. Seberapa sering konsumen

memanfaatkan bekas kotak sepatu sebagai wadah.

4 Y1:

Pembelian produk hijau

1. Seberapa sering konsumen membeli produk ramah hijau.

2. Seberapa sering konsumen memilih produk hijau terlebih dahulu.

Schlegelmilch et al., 1996

Chan and Lau (2000)

No Variabel Indikator Sumber 3. Seberapa sering konsumen memilih

produk ramah lingkungan tanpa memperhatikan harga.

4. Seberapa sering konsumen beralih ke produk hijau.

5. Seberapa sering konsumen menghindari suatu produk yang membahayakan lingkungan.

6. Seberapa sering konsumen membeli suatu produk dengan pertimbangan isu lingkungan

7. Seberapa sering konsumen membeli sayur dan buah organik.

8. Seberapa sering konsumen membeli sayur dan buah organik meski harus mengeluarkan usaha lebih untuk mendapatkannya.

9. Seberapa sering konsumen membeli sayuran dan buah organik tanpa memperhatikan harga.

10. Seberapa sering konsumen membeli produk hemat listrik.

Kim et al., (2012) Lee (2008)

Dokumen terkait