• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAAN

4.1 Pengetahuan MengenaiSediaan Pelembab Badan

4.1.1 Pengetahuan mengenai defenisi sediaanpelembab badan

Defenisi pelembab badanadalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk maksud melindungi kulit supaya tetap halus, lembut, tidak kering dan tidak bersisik.Kulit mengeluarkan lubrikan alami yaitu sebum, untuk mempertahankan agar permukaan kulit tetap lembut, lunak dan terlindung(Ditjen, POM., 1985).

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, 99 mahasiswi (77,95%) telah menjawab defenisi dari pelembab badan secara lengkap dan mendapat skor 4.Sedangkan mahasiswi yang menjawab pilihan defenisi lain adalah sebanyak 28 mahasiswi (22,04%). Ini dapat diartikan bahwa mayoritas mahasiswi telah mengetahui defenisi pelembab badan karena mengingat mahasiswiFarmasi yang sebagian besarnya telah mempelajari tentang kosmetik.Hasil ini dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1Pengetahuan mengenai defenisi sediaan pelembab badan

Pertanyaan Jumlah

mahasiswi

%

mahasiswi Kosmetik yang digunakan untuk maksud

melindungi kulit badan supaya tetap halus, lembut, tidak kering dan tidak bersisik

99 77,95

Kosmetik yang digunakan untuk melindungi kulit badan supaya tetep halus, lembut dan tidak kering

20 15,75

Kosmetik yang digunakan untuk melindungi kulit badan supaya tidak kering dan tidak bersisik

6 4,72

Kosmetik yang digunakan untuk melindungi

4.1.2 Pengetahuan mengenai penyebab kulit kering dan bersisik

Kulit kering merupakan akibat hilangnya minyak alami dan kelembaban kulit.Kulit menjadi kasar, kusam, bersisik, terkelupas dan pecah-pecah. Kulit kering terjadi jika keseimbangan kadar minyak terganggu sehingga penyebab utama dari kulit kering dan bersisik adalah sinar utraviolet pada matahari dan penyebab lain adalah udara dingin, mandi yang terlalu lama, suhu yang dingin dan selalu berada dalam ketinggian (Wasitaatmadja, 1997).

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, mayoritas mahasiswi mengetahui penyebab kulit kering dan bersisik pada badan. Sebanyak 102 mahasiswi (80,31%) menyatakan kulit menjadi kering dan bersisik disebabkan terlalu banyak membiarkan kulit terkena sinar matahari, 59 mahasiswi (46,46%) menyatakan udara kering saat musim hujan atau dingin,31 mahasiswi (24,41%) menyatakatan mandi yang telalu lama,33 mahasiswi (25,98%) menyatakan suhu yang nyaman dingin dan sejuk, 14 mahasiswi (11,02%) menyatakan karena selalu berada di daerah pengunungan. Hasil ini dapat dilihat pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2 Pengetahuan mengenai penyebab kulit kering dan bersisik

Pernyataan Jumlah mahasiswi % mahasiswi

Terlalu banyak membiarkan kulit terkena sinar matahari

101 80,31

Udara kering saat musim hujan atau udara dingin

59 46,46

Mandi yang terlalu lama 31 24,41

Suhu yang nyaman dingin dan sejuk 33 25,98 Karna selalu berada di ketinggian 14 11,02

4.1.3 Pengetahuan mengenai bahan aktif dalam sediaanpelembab badan Ada beberapa bahan aktif yang umum digunakan dalam sediaan pelembab badan antara lain yaitu :

a. Milk ekstrak dan vitamin B3 (Neasinamide), yang berfungsi untuk menghaluskan, mencerahkan dan memberikan nutrisi pada kulit.

b. UV Protection yang berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar matahari sehingga mampu mencerahkan kulit secara alami.

c. Virgin coconut oil, berfungsi untuk menjaga elastisitas dan melembabkan kulit (Anonim, 2013).

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa mayoritas mahasiswi yang memberikan pernyataan mengenai bahan aktif yang terkandung dalam pelembab badan yaitu niacinamide 57 mahasiswi (44,88%),dermawhite 65 mahasiswi (51,18%), dimethicone 49 mahasiswi (38,58%), hyaluronic acid 28 mahasiswi (22,03%), dan hidrokuinon dengan konsentrasi > 4% adalah 7 mahasiswi (5,51%).Hasil ini dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3 Pengetahuan mengenai bahan aktif dalam sediaan pelembab badan

Pernyataan Jumlah mahasiwi % mahasiswi

Neacinamide 57 44,88

Dermawhite 65 51,18

Dimethicone 49 38,58

Hyaluronic acid 28 22,03

Hidrokuinon dengan konsentrasi > 4 %

7 551

4.1.4 Pengetahuan mengenai apayang digunakan untuk membersikan kulit badan

Menurut Wasitaatmadja (1997), pembersihan adalah tahap pertama pada setiap tindakan perawatan memakai kosmetik, bahkan langkah pertama pula dari setiap aplikasi kosmetik lain. Tindakan pembersihan pada kulit dilakukan untuk mengeluarkan berbagai zat yang tidak berguna lagi yang terdapat pada permukaan kulit, minyak permukaan kulit yang sudah tercemar kotoran tersebut, sel keratin epidermal yang sudah terlepas dan kosmetik lama yang masih menempel di permukaan kulit.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, mayoritas mahasiswi yang mengetahahui cara membersikan badan dengan menggunakan sabun lembut sebelum menggunakan sediaan pelembab badan yaitu sebanyak 84 mahasiswi(66,14%),dengan menggunakan mandi susu sebelum menggunakan sediaan pelembab badan sebanyak 31 mahasiswi (24,41%) dan dengan menggunakan sabunantiseptik sebelum menggunakan sediaan pelembab badan

Tabel 4.4 Pengetahuan mengenai apakah badan perlu dibersihkan sebelum menggunakan sediaan pelembab badan dengan menggunakan

Pernyataan Jumlah mahasiswi % mahasiswi

Sabun lembut 84 66,14

Mandi susu 31 24,41

Sabun Antiseptik 12 9,45

4.1.5 Pengetahuan mengenai efek yang diharapakan dalam menggunakan sediaan pelembab badan

pelembabbadan atau yang lebih dikenal dengan lotion pada umumnya membutuhkan waktu 2 hingga 4 minggu untuk bekerja memperbaiki kulit. Jika anda memiliki jenis kulit normal hinggakering, anda dapat melihat

perkembangan setelah seminggu pemakaian secara teratur(Wasitaatmadja, 1997). Tabel 4.5 Pengetahuan mengenai efek yang diharapakan dalam menggunakan

sediaan pelembab badan

Pernyataan Jumlah mahasiswi % mahasiswi

Halus, lembut, tidak kering dan tidak bersisik pada kulit badan dalam pemakaian di atas satu minggu

63 49,61

Halus, lembut, tidak kering dan tidak bersisik pada kulit badan dalam pemakaian 24 jam

64 50,39

Berdasarkan hasil dari tabel 4.5 dapat dilihat bahwa mayoritas mahasiswi yang mengetahuai efek yang diharapkan dalam menggunakan pelembab badan adalah 63 mahasiswi (49,61%) mengatakan halus, lembut, tidak kering dan tidak bersisik pada kulit dalam pemakaian di atas satu minggu sedangkan yang mengakatan halus, lembut, tidak kering dan tidak bersisik pada kulit badan dalam pemakaian 24 jam sebanyak 64 mahasiswi (50,39%).

Komposisi dasar dari pelembab badan secara umum adalah emolient (bahan pelunak atau pelembut), barrieragent (bahan pelindung), healing agent (bahan berkhasiat), humektan (bahan pelembab), thickeners dan flim former (bahan pengental-pembentuk selaput), emulgator dan pengawet (Ditjen, POM., 1985).

Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas mahasiswi yang mengatakan komposisi dasar secara umum dari pelembab badan, sebanyak 48 mahasiswi (37,805%) menjawab emolient, 39 mahasiswi (30,71%) menjawab humektan, 21 mahasiswi (16,53%)menjawab pengawet, 14 mahasiswi(11,02%) menjawab antioksidandan 5 mahasiswi (3,94%) menjawabantiseptik. Hasil inidapat dilihat dari Tabel 4.6.

Tabel 4.6 Pengetahuan mengenai komposisi dasar dari sediaan pelembab badan secara umum

Pernyataan Jumlah mahasiswi % mahasiswi

Emolient 48 37,80

Humektan 39 30,71

Pengawet 21 16,53

Antioksidan 14 11,02

Antiseptik 5 3,94

4.1.7 Tingkat pengetahuan mengenai sediaan pelembab badan

Secara umum, pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai 6 tingkatan yaitu: tahu (know), memahami (comprehension), aplikasi (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis) dan evaluasi (evaluation) (Notoatmodjo, 2005).Informasi mengenai kosmetik pelembab badan didapat dari dosen, buku,

mereka mengenai pelembab badan.Hal ini dapat dikarenakan kurangnya perhatian mereka mengenai kosmetik ini sehingga informasi yang diberikan tidak diserap seluruhnya.

Tingkat pengetahuan mahasiswi berdasarkan hasil penelitian mengenai kosmetik pelembab badan adalah cukup, dimana pengetahuan mereka terbanyak dalam kategori cukup yaitu 91 mahasiswi(71,6%), kategori baik sebanyak 35 mahasiswi (27,6%) dan kategori kurang sebanyak 1 mahasiswi (0,8%). Sehingga dari hasil didapat mayoritas pengetahuan mahasiswi adalah dalam kategori cukup ini mungkin disebabkan mahasisiwi tidak terlalu peduli tentang pengetahuan produk pelembab badan yang digunakannya atau mungkin juga kurangnya ilmu pengetahuan atau informasi tentang pelembab badan hasil ini dapat dilihat pada Tabel 4.7.

Tabel 4.7 Tingkat pengetahuan mahasiswi mengenai sediaan pelembab badan Tingkat Pengetahuan Jumlah mahasiswi % mahasiswi

Baik 35 27,6

Cukup 91 71,6

Kurang 1 0,8

Dokumen terkait