dapat membiayai pertanaman di musim
berikutnya. Perkembangan AUTP di Jawa
Timur Tahun 2016 – 2018 pada Tabel 2.11.
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan
Hasil analisis renstra Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Renstra lingkup Dinas Pertanian kabupaten / kota, analisis Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan analisis Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) diperlukan untuk menilai keserasian, keterpaduan, sinkronisasi dan sinergitas pencapaian sasaran pelaksanaan Perubahan Renstra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur pada periode 2017-2019 terutama dalam mengidentifikasi tantangan dan peluang pengembangan pertanian dan ketahanan pangan Jawa Timur kedepannya, seperti jenis pelayanan, perkiraan besaran kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan.
Selanjutnya dari analisis : 1) sasaran tahun 2018 dan capaian tahun 2018 terhadap Perubahan Renstra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2017-2019; 2) terhadap sasaran akhir tahun Renstra Dinas Pertanian Kabupaten / Kota dan; 3) terhadap Renstra Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun
2015-2019 menunjukkan bahwa tingkat
Tabel 2.11. Perkembangan AUTP di Jawa Timur Tahun 2016 – 2018 URAIAN 2016 2017 2018 Target Asuransi (Ha) 165.000 165.000 200.000 Realisasi ( Ha ) 30.408,90 329.666,53 398.860,36 Klaim ( Ha ) 167 1.672,09 1.597,77 Nilai Klaim (x Rp. 1000) 1.002.000.000 10.032.528.000 9.586.636.200 Jumlah Peserta (Orang) 7.602 25.064 714.435 Sumber : Dinas Pertanian dan KP Jawa Timur, 2019
Gambar 2.14. Perkembangan Bantuan Pemerintah bagi Kelompoktani
Tahun 2015 - 2018
Sumber : Dinas Pertanian dan KP Jawa Timur, 2019
1.311
434 519 497
26
pertumbuhan Skor PPH dan Data Ketersediaan serta angka produksi komoditas tanaman pangan dan hortikultura masih dibawah angka sasaran nasional. Hal tersebut disebabkan penetapan angka sasaran berdasarkan angka realisasi skor PPH Jawa Timur selama 5 tahun terakhir (2010-2014). Sedangkan data produksi (%) dari Sasaran Renstra Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur melampaui angka Sasaran Renstra Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk komoditas jagung dan buah-buahan. Perkembangan Capaian terhadap sasaran Renstra Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur sudah melebihi angka sasaran nasional dalam Renstra Kementerian Pertanian Republik Indonesia kecuali untuk skor PPH dan produksi padi dan jagung. Permasalahannya terletak pada tahun 2018 terjadi peningkatan luas tanam padi sehingga diperkirakan meningkatnya produksi padi, namun pada tahun yang sama BPS mengubah metode perhitungan produksi dengan sistim metode Kerangka Sampel Area (KSA).
Adapun analisis terhadap Rencana Pola Ruang untuk Kawasan Budi Daya sebagaimana dijelaskan didalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Tahun 2011—2031 pasal 72, meliputi : a) kawasan peruntukan hutan produksi; b) kawasan hutan rakyat dan c) kawasan peruntukan pertanian. Selanjutnya kawasan peruntukan pertanian ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan : 1. Pertanian lahan basah berupa sawah
beririgasi direncanakan dengan luas sekurang-kurangnya 957.239 hektar dan
dengan luas sekurang-kurangnya
802.357,9 hektar ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan di 29 Kabupaten dan kota (Blitar, Kediri, Mojokerto, Madiun, Batu, Pasuruan, Probolinggo);
2. Pertanian lahan kering direncanakan dengan luas sekurang-kurangnya 849.033
hektar dan dengan luas sekurang-kurangnya 215,191.83 hektar ditetapkan
sebagai lahan pertanian pangan
berkelanjutan yang tersebar di seluruh kabupaten/ kota;
3. Pengembangan hortikultura direncanakan di wilayah: a) sentra penghasil sayur; b) sentra penghasil bunga; c) sentra penghasil buah; dan d) sentra penghasil biofarmaka.
Kawasan peruntukan pertanian tersebut merupakan strategi pemerintah untuk mempertahankan lahan sawah berkelanjutan serta peningkatan produksi pertanian guna menjaga ketahanan pangan. Melalui Program Pembangunan Pertanian dan dan Ketahanan Pangan, strategi pemerintah diharapkan mampu bersaing di tengah dinamika perubahan lingkungan strategis internasional terutama menghadapi tantangan dengan membanjirnya produk import.
Tantangan dan peluang pengembangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur pada periode 2019-2024 mendatang :
1. Penyediaan Pangan dan Bahan Baku Industri
Penduduk Jawa Timur berdasarkan proyeksi BPS akan mencapai 39.886.288 jiwa pada tahun 2020 dan akan terus bertambah hingga mencapai 40.519.300 jiwa di tahun 2024. Di lain pihak, ketersediaan lahan pertanian cenderung terus menurun karena degradasi, maupun perluasan industri, perumahan dan sektor-sektor lainnya. Jadi jelaslah bahwa tantangan bagi sektor pertanian adalah bagaimana memanfaatkan dan pengalokasian sumberdaya alam dan ekosistem yang terbatas secara efektif dan adaptif dalam memproduksi pangan dan menjamin ketersediaan pangan dan gizi cukup bagi penduduknya. Selanjutnya apabila
dikaitkan dengan adanya perubahan
preferensi konsumen maka penerapan teknologi tepat guna yang inovatif dan
27
progresif menjadi suatu kewajiban ketahanan pangan akan menjadi tantangan yang nyata
sekaligus memberi peluang untuk
menghasilkan produksi yang berkelanjutan.
2. Dampak Perubahan Iklim Global
Perubahan pola dan intensitas curah hujan merupakan terjadinya fenomena iklim ekstrim El-Nino dan La-Nina yang dapat mengakibatkan kekeringan dan banjir, kenaikan suhu udara dan permukaan laut, dan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana alam. Bergesernya pola tanam, eksplosi serangan hama dan penyakit tanaman yang pada akhirnya berdampak pada penurunan produktivitas tanaman. Tantangan ke depan
dalam menyikapi dampak perubahan iklim global adalah bagaimana meningkatkan kemampuan petani dan petugas lapangan dalam melakukan prakiraan iklim serta melakukan upaya adaptasi dan mitigasi yang diperlukan.
3. Tingkat Daya Saing Produk Pertanian
Sejalan dengan pemberlakuan pasar bebas, produk pertanian juga berpeluang untuk dipasarkan ke pasar internasional, baik produk segar maupun olahan. Apabila peluang pasar dalam negeri dan luar negeri dapat dimanfaatkan, maka hal ini akan menjadi pasar yang sangat besar bagi produk pertanian.
Tabel 2.12. Analisis Sasaran dan Capaian Perubahan Renstra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur terhadap Sasaran Renstra Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota dan
Renstra Kementeran Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI)
Indikator Kinerja Pertumbuhan (%)
Perubahan Renstra Dinas Pertanian dan KP Provinsi Jawa
Timur Sasaran Renstra Kabupaten / Kota*) Sasaran pada Renstra K/ L Permasalahan Sasaran Capaian
Skor Pola Pangan
Harapan (PPH) Konsumsi 87,7 dengan pertumbuhan 1,27 persen 89,7 dengan pertumbuhan 1,73 persen 87,7 dengan pertumbuhan 1,27 persen 92,5 dengan pertumbuhan 1,42 persen
Angka sasaran Jawa Timur dibawah sasaran Kementan RI disebabkan perbedaan angka konsumsi perkapita. Angka konsumsi Nasional sebesar 94,8 kg/ kapita/ tahun sedangkan Jawa Timur sebesar 91,30 kg/ kapita/ tahun Ketersediaan Pangan dari produksi : - Beras 7.858.584 ton dengan pertumbuhan 0,73 persen 6.002.140 ton dengan pertumbuhan (19,44) persen 7.858.584 ton dengan pertumbuhan 0,73 persen 47.066.735 ton dengan pertumbuhan 2,5 persen - Jagung 6.669.907 ton dengan pertumbuhan 3,17 persen 5.997.844 ton dengan pertumbuhan 6,85 persen 6.669.907 ton dengan pertumbuhan 3,17 persen 21.957.883 ton dengan pertumbuhan 5,2 persen - Kedelai 500.225 ton dengan pertumbuhan 5,88 persen 197.689 ton dengan pertumbuhan 6,98 persen 500.225 ton dengan pertumbuhan 5,88 persen 2.834.398 ton dengan pertumbuhan 2 persen Persentase pertumbuhan Produksi perkomoditas (padi, Jagung, Kedelai, Bawang Merah, Cabai Besar, Cabai Kecil, Mangga, Pisang, Jeruk,
Anggrek, Temulawak, Jahe)
2,00 33,25 2,00 3,96 Terdapat perbedaaan
target luas tanam dan produksi yang ditetapkan oleh Kementan RI