• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Strategis (Renstra) Tahun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rencana Strategis (Renstra) Tahun"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

(1)

d

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

Rencana Strategis (Renstra)

Tahun 2019-2024

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

Provinsi Jawa Timur

(2)

ii

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian

dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur

Tahun 2019-2024

DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

2019

(3)

iii

PENGANTAR

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 – 2024 disusun oleh Tim Penyusunan Renstra berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nomor : 520/ /110.12/2019 yang berlaku mulai ... Januari 2019. RA. Renstra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 – 2024 merupakan dokumen perencanaan yang tersusun dari hasil serangkaian proses evaluasi dan perencanaan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Jawa Timur yang mengacu pada Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024.

Sebagai bentuk implementasi dari Tugas pokok dan Fungsi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, dokumen ini menjadi acuan untuk meningkatkan kinerja program pembangunan pertanian sekaligus meningkatkan peran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pencapaian Visi dan Misi RPJMD Provinsi Jawa Timur selama 5 (lima) tahun ke depan guna mewujudkan ketahanan pangan di Jawa Timur.

Uraian dari setiap pembahasan dalam dokumen ini tentunya belum menggambarkan perkembangan dari keseluruhan aspek pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Jawa Timur. Namun, dalam penyusunan mendatang diharapkan dapat terus

disempurnakan dengan berbagai indikator yang lebih relevan, cakupan informasi perencanaan yang lebih luas dan diharapkan mampu mendorong serta mengakselerasi gerak dan langkah para pelaku pembangunan hingga ke tingkat petani di lapangan.

Kami mengucapkan terima kasih atas segala dukungan berbagai pihak dalam

penyusunan Renstra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur ini. Kami juga sangat menghargai kritik dan saran dari berbagai pihak guna menyempurnakan dokumen Renstra di masa mendatang.

Surabaya, 13 September 2019 KEPALA DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

PROVINSI JAWA TIMUR

Ir. HADI SULISTYO, M.Si Pembina Utama Muda NIP. 19621115 198801 1 002

(4)

iv

DAFTAR ISI

Halaman

Pengantar ...

iii

Daftar Isi ...

iv

Daftar Tabel ...

v

Daftar Gambar ...

vii

Keputusan Kepala Dinas ...

viii

Ringkasan Eksekutif ...

xiii

BAB I

PENDAHULUAN ...

1

1.1. Latar Belakang ...

1

1.2. Landasan Hukum ...

4

1.3. Maksud dan Tujuan ...

6

1.4. Sistematika Penulisan ...

6

BAB II. GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

PROVINSI JAWA TIMUR ...

7

2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi ...

7

2.2. Sumber Daya ...

10

2.3. Kinerja Pelayanan ...

14

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan ...

25

BAB III. PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS ...

28

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Sasaran ...

28

3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala

Daerah Terpilih ...

33

3.3. Telaahan Telaahan Renstra Kementerian Pertanian RI dan Renstra Dinas

Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur ...

34

3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan

Hidup Strategis ...

35

3.5. Penentuan Isu-isu Strategis ...

38

BAB IV. TUJUAN DAN SASARAN ...

40

4.1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah ...

40

BAB V. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN ...

42

BAB VI. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN ...

44

BAB VII. KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN ...

67

(5)

v

DAFTAR TABEL

halaman

2.1. Perkembangan Jumlah dan kelompok Umur Petani Jawa Timur

Tahun 2013 dan 2018 ...

11

2.2. Kondisi Iklim Jawa Timur Tahun 2014 – 2018 ...

12

2.3. Perkembangan Ketersediaan Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura

Bersertifikat Jawa Timur Tahun 2014 dan 2018 ...

14

2.4. Perkembangan Ketersediaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Jawa Timur

Tahun 2015 dan 2018 ...

14

2.5. Pencapaian Kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur

Tahun 2015-2018 ...

15

2.6. Anggaran dan Realisasi Pendanaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

Provinsi Jawa Timur Tahun 2015-2018 ...

16

2.7. Perkembangan Produksi Jawa Timur Tahun 2014 dan 2018 ...

20

2.8. Perkembangan Kontribusi Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan terhadap

Produk Domestik Regional Bruto menurut Lapangan Usaha (Trilyun Rupiah)

Tahun 2015 – 2018 ...

21

2.9. Struktur PDRB (persen) dan Laju Pertumbuhan Menurut Lapangan Usaha (persen)

Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Tahun 2014 – 2018 ...

21

2.10. Perkembangan NTP Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2014 – 2018 ...

24

2.11. Perkembangan AUTP di Jawa Timur Tahun 2016 – 2018 ...

25

2.12. Analisis Sasaran dan Capaian Perubahan Renstra Dinas Pertanian dan

Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur terhadap Sasaran Renstra

Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota dan Renstra Kementeran Pertanian

Republik Indonesia (Kementan RI) ...

27

3.1. Pemetaan Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman ...

29

3.2. Pemetaan Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur ...

30

3.3. Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan Pertanian

dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Tahun 2019-2024 ...

34

3.4. Keterkaitan Agenda Prioritas Nawa Cita, Strategi Renstra Kementerian

Pertanian RI Tahun 2015-2019, Misi RPJMD Provinsi Jawa Timur

Tahun 2019-2024 dan Strategi Renstra Dinas Pertanian dan

(6)

vi

3.5. Hasil Telaahan Pola Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Provinsi Jawa Timur ...

37

4.1. Tujuan dan Sasaran Pelayanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 ...

41

5.1. Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan Pembangunan Pertanian

dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Tahun 2019-2024 ...

42

6.1. Tujuan, Sasaran, Strategi, Arah Kebijakan dan Program Pembangunan

Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Tahun 2019-2024 ...

45

7.1. Indikator Kinerja Perangkat Daerah yang Mengacu Tujuan dan Sasaran RPJMD ...

67

(7)

vii

DAFTAR GAMBAR

halaman

1.1. Bagan Alir Penyusunan Renstra

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur ...

3

2.1. Struktur Organisasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur ..

9

2.2. Jumlah Pegawai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur

Tahun 2014 – 2018 ...

10

2.3. Komposisi Jenis Pendidikan Pegawai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 ...

10

2.4. Umur Pegawai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur

Tahun 2018 ...

10

2.5. Perkembangan Petugas Pertanian Jawa Timur Tahun 2014-2018 ...

11

2.6. Perkembangan Kelompoktani dan Gapoktan Jawa Timur Tahun 2014-2018 ...

11

2.7. Perkembangan Lahan Sawah yang Ditanami Padi di Jawa Timur Tahun 2013-2017 ...

12

2.8. Kebutuhan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Jawa Timur Tahun 2014-2018 ...

13

2.9. Skor Pola Pangan Harapan Jawa Timur Tahun 2014-2018 ...

17

2.10. Realisasi Ketersediaan Jawa Timur Tahun 2014-2018 ...

18

2.11. Struktur PDRB (persen) dan Laju Pertumbuhan Menurut Lapangan Usaha (persen) Tahun

2015 dan 2018 ...

22

2.12. Perkembangan NTP Provinsi di pulau Jawa dan NTP Nasional Tahun 2015 – 2018 ...

23

2.13. NTP Bulanan Provinsi di pulau Jawa Tahun 2018 ...

23

2.14. NTP Jawa Timur dan NTP Sub Sektor Tahun 2018 ...

24

(8)

viii

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

Jl. Jend. A. Yani No. 152 Telp. 8290177 (Fax) 8290407 Kotak Pos 149/SBS S U R A B A Y A 60235

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TIMUR

NOMOR 520.01/ /110.12/2019 TENTANG

TIM PENYUSUN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2019 - 2024

KEPALA DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TIMUR

Menimbang : a. bahwa dalam rangka mewujudkan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah yang efektif, efisien bersasaran, dan berkesinambungan tentang pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura tahun 2019 - 2024 secara sistematis dan selaras dengan Rencana Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 - 2024, perlu disusun Dokumen Rencana Strategis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 - 2024;

b. bahwa untuk keberhasilan dan memperlancar kegiatan tersebut, perlu ditetapkan Tim Penyusun Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 - 2024 dengan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur;

Mengingat : 1. Undang - Undang Nomor : 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor : 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4286); 2. Undang - Undang Nomor : 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan

Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor : 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4355); 3. Undang - Undang Nomor : 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan,

Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 66 Tahun 2004, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4400);

4. Undang - Undang Nomor : 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor : 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4421);

(9)

ix

5. Undang - Undang Nomor : 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor : 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4437), sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor : 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor : 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4844);

6. Undang - Undang Nomor : 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor : 126, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4438); 7. Undang - Undang Nomor : 17 Tahun 2007 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 - 2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor : 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4700); 8. Undang - Undang Nomor : 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan

Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor: 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor: 4723); 9. Undang - Undang Nomor : 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan

Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor : 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4725);

10. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

12. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;

13. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887); 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun

2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

15. Peraturan Pemerintah Nomor : 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor : 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor: 4578);

(10)

x

16. Peraturan Pemerintah Nomor : 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor : 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4664);

17. Peraturan Pemerintah Nomor : 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor : 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4737);

18. Peraturan Pemerintah Nomor : 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor : 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor: 4741);

19. Peraturan Pemerintah Nomor : 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor : 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4815);

20. Peraturan Pemerintah Nomor : 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor : 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4816);

21. Peraturan Pemerintah Nomor : 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor : 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4817); 22. Peraturan Pemerintah Nomor : 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor : 4725);

23. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 omor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

24. Peraturan Presiden Nomor : 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor : 11); 25. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor : 1 Tahun 2009 tentang

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2005-2025;

26. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor : 5 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Jawa Timur Tahun 2011-2031;

27. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2018, tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 Nomor 1 Seri C, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 81);

28. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 61 Tahun 2018 tentang Nomenklatur, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur;

(11)

xi

29. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 120/ 253/ SJ Tahun 2015, tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Setelah Ditetapkan Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

M E M U T U S K A N :

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN

PANGAN PROVINSI JAWA TIMUR TENTANG TIM PENYUSUN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2019 - 2024

KESATU : Membentuk Tim Penyusun Rencana Strategis (Renstra) Dinas

Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 - 2024 dengan susunan keanggotaan sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan

KEDUA : Tim sebagaimana dimaksud diktum KESATU mempunyai tugas :

1. Memberikan arahan terhadap proses penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 - 2024;

2. Memberikan masukan, baik kebijakan maupun substansi terhadap Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 - 2024 sesuai Visi, Misi, Arah Kebijakan dan Program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2014-2019;

3. Melaporkan hasil perkembangan atau pelaksanaan kegiatan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 - 2024 kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.

KELIMA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Surabaya

pada tanggal 27 Februari 2019 KEPALA DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

PROVINSI JAWA TIMUR

Ir. HADI SULISTYO, M.Si Pembina Utama Muda NIP. 19621115 198801 1 001

(12)

xii

LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

PROVINSI JAWA TIMUR

NOMOR : 520.01/ /110.12/2019

TANGGAL : 27 Februari 2019

TIM PENYUSUN RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2019 - 2024

NO. JABATAN DALAM TIM KETERANGAN JABATAN / INSTANSI

1. Pembina Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi

Jawa Timur

2. Ketua Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi

Jawa Timur

3. Sekretaris Kepala Sub Bagian Penyusunan Program

4. Tim Penyusun a. Kepala Bidang Tanaman Pangan

b. Kepala Bidang Hortikultura

c. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian d. Kepala Bidang Ketahanan Pangan

e. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Benih Padi dan Palawija;

f. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Benih Hortikultura;

g. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura; h. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengawasan dan

Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura; i. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Proteksi

Tanaman Pangan dan Hortikultura;

j. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Pertanian; dan

k. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengawasan dan Sertifikasi Hasil Pertanian

l. JF Perencana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur

KEPALA DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

PROVINSI JAWA TIMUR

Ir. HADI SULISTYO, M.Si Pembina Utama Muda NIP. 19621115 198801 1 001

(13)

xiii

RINGKASAN EKSEKUTIF

1. Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 disusun sesuai amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun dan bersifat indikatif. Penyusunan Renstra tersebut berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 – 2024 yang didalamnya memuat sasaran, strategi dan arah kebijakan pembangunan pertanian di Jawa Timur.

2. Mengingat peran strategis dan potensi pertanian utamanya komoditas tanaman pangan dan hortikultura di Jawa Timur, maka penyusunan Renstra merupakan upaya mensinergikan prioritas dalam Agenda Prioritas Nasional untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang dimuat dalam Nawacita serta Nawabahakti Satya dengan visi Jawa Timur, yaitu “Terwujudnya Masyarakat Jawa Timur yang Adil, Sejahtera, Unggul dan Berakhlak dengan Tata Kelola Pemerintahan yang Partisipatoris Inklusif melalui Kerja Bersama dan Semangat Gotong Royong”. Visi tersebut ditopang dengan tujuh misi, terutama misi pertama, Keseimbangan Pembangunan Ekonomi, Baik antar Kelompok, antar Sektor Maupun antar Wilayah. Dengan demikian pembangunan pertanian merupakan prioritas dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 – 2024 terutama dalam memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

3. Sejalan dengan Nawabahakti Satya ke 6, yaitu Jatim Agro Memajukan Sektor Pertanian, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, perkebunan berbasis Kerakyatan maka program pembangunan pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan di Jawa Timur difokuskan pada perbaikan produksi untuk peningkatan ketersediaan, dan keterjangkauan terhadap pangan yang bermutu dan bergizi seimbang serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), penyerapan tenaga kerja, penyediaan bahan baku industri olahan, terutama peningkatan kesejahteraan petani yang terukur dalam Nilai Tukar Petani (NTP).

4. Potensi pertanian di Jawa Timur meliputi dukungan sumberdaya lahan pertanian menurut BPS Jawa Timur tahun 2017 seluas 3.641.893,3 hektar, terdiri sawah irigasi seluas 916.639,8 hektar, sawah non irigasi 257.748,6 hektar dengan total sawah seluas 1.174.388,3 hektar dan lahan bukan sawah seluas 2.467.505 hektar dengan rencana Luas

(14)

xiv

Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Jawa Timur seluas 1.017.549,73 hektar, terdiri lahan irigasi 802.357,90 hektar dan non irigasi 215.191,83 hektar. Selain potensi lahan, sebagian besar penduduk Jawa Timur berdasarkan Laporan Eksekutif Keadaan Angkatan Kerja Provinsi Jawa Timur 2017 yang dirilis pada akhir September 2018, menunjukkan bahwa Struktur tenaga kerja menurut lapangan pekerjaan sebanyak 33,40 persen melakukan aktivitas dibidang pertanian, demikian pula dari Hasil Survei Pertanian Antar Sensus (SUTAS) 2018 Provinsi Jawa Timur terdapat 6.290.107 petani di Jawa Timur yang semakin mengokohkan sektor pertanian sebagai pendorong pembangunan ekonomi Jawa Timur terutama di perdesaan. dengan capaian kontribusi melalui penyediaan bahan pangan. Kinerja program pembangunan tanaman pangan dan hortikultura dicapai melalui investasi teknologi, pengembangan produktivitas tenaga kerja, pembangunan sarana prasarana, penataan dan pengembangan kelembagaan pertanian serta dukungan potensi sumber daya alam.

5. Selama tahun 2014 - 2018, kinerja produksi tanaman pangan dan hortikultura Jawa Timur terhadap produksi nasional terlihat dari rata- rata persentase kontribusi produksi komoditas padi sebesar 17,37 persen, jagung sebesar 26,50 persen, kedelai sebesar 32,82 persen, bawang merah sebesar 22,45 persen, bawang putih sebesar 0,12 persen, cabai besar sebesar 9,32 persen dan cabai rawit sebesar 29,67 persen, Durian sebesar 24,57 persen, Jeruk siam sebesar 35,14 persen, Jeruk Besar sebesar 16,34 persen, Mangga sebesar 37,67 persen, Manggis sebesar 11,10 persen, Pisang sebesar 24,02 persen, Jahe sebesar 29,77 persen, Laos/ Lengkuas sebesar 18,18 persen, Kunyit sebesar 31,13 persen, Temulawak sebesar 43,73 persen, Anggrek sebesar 16,69 persen, Mawar sebesar 72,27 persen, dan Melati sebesar 7,42 persen. Kontribusi produksi tersebut menunjukkan bahwa peran subsektor tanaman pangan dan hortikultura di Jawa Timur sangatlah strategis dalam berkontribusi penyediaan pangan nasional. 6. Implementasi program pembangunan pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan

di Jawa Timur dalam penyediaan pangan juga dihadapkan pada beberapa tantangan, diantaranya : a) meningkatnya pertumbuhan penduduk; b) makin terbatasnya sumberdaya lahan, air dan energi; c) tekanan globalisasi dan liberalisasi pasar; d) pesatnya kemajuan teknologi dan informasi; e) perubahan iklim global; f) masih rendahnya nilai tukar petani; g) mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan untuk mencapai Pembangunan Berkelanjutan (the 2030 Agenda for Sustainable Development atau SDGs).

(15)

xv

7. Penyusunan Renstra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 ini berpedoman pada RPJPD Jawa Timur Tahun 2005 – 2025, RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 yang memuat Visi Pembangunan Jawa Timur “Terwujudnya Masyarakat Jawa Timur yang Adil, Sejahtera, Unggul dan Berakhlak dengan Tata Kelola Pemerintahan yang Partisipatoris Inklusif melalui Kerja Bersama dan Semangat Gotong Royong”. Berdasarkan Visi tersebut, ditetapkan 4 (empat) Misi Jawa Timur sebagai berikut :

1) Mewujudkan Keseimbangan Pembangunan Ekonomi, Baik antar Kelompok, antar Sektor dan Keterhubungan Wilayah;

2) Terciptanya Kesejahteraan yang Berkeadilan Sosial, Pemenuhan Kebutuhan Dasar Terutama Kesehatan dan Pendidikan, Penyediaan Lapangan Kerja dengan Memperhatikan Kelompok Rentan;

3) Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Inovatif, Terbuka, Partisipatoris Memperkuat Demokrasi Kewargaan untuk Menghadirkan Ruang Sosial yang menghargai prinsip Kebhinekaan;

4) Melaksanakan Pembangunan Berdasarkan Semangat Gotong Royong,

Berwawasan Lingkungan untuk Menjamin Keselarasan Ruang Ekologi, Ruang Sosial, Ruang Ekonomi dan Ruang Budaya.

8. Dengan terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2018, tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 Nomor 1 Seri C, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 81) dan telah dijabarkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Jawa Timur Nomor : 85 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, sehingga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur adalah membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi di bidang pertanian dan pangan serta tugas pembantuan sesuai Misi Pertama : Keseimbangan Pembangunan Ekonomi, Baik Antar Kelompok, Antar Sektor maupun Antar Wilayah. Selanjutnya sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Gubernur Provinsi Jawa Timur, maka ditetapkan Tujuan dan Sasaran dalam RPJMD Jawa Timur Tahun 2019 – 2024 yang sesuai tugas dan fungsi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur :

(16)

xvi

a. Tujuan pertama RPJMD : Meningkatnya Pertumbuhan dan Pemerataan

Ekonomi yang didukung Konektivitas Antar Wilayah (dengan indikator : Pertumbuhan Ekonomi ;

b. Sasaran ke-empat RPJMD : Meningkatkan Nilai Tambah Produksi Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan indikator: Persentase Pertumbuhan PDRB Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan

9. Secara umum, keberhasilan dalam melaksanakan program dan kegiatan untuk mewujudkan visi dan misi Jawa Timur tidak terlepas dari dukungan sumberdaya meliputi :

a. Sumberdaya aparatur (petugas) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur pada tahun 2018 sebanyak 924 orang yang terdiri 47 orang Pejabat Struktural, 522 orang pejabat fungsional (Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan, Pengawas Benih Tanaman, Perencana Pertanian, Widyaiswara, Statistisi sebanyak 1 orang, Analis Kepegawaian, 6 orang Penyuluh Pertanian) dan 355 orang staf fungsional umum. Perkembangan Petani pada tahun 2018 sebanyak 5,2 juta petani, sebanyak 4,75 juta merupakan petani tanaman pangan dan 2,17 petani hortikultura dan sebagian besar petani pada kelompok umur 45-54 tahun dan kelompok 55-64 tahun;

b. Komoditas pertanian di Jawa Timur sangat beragam, terdiri tujuh komoditas tanaman pangan dan sembilan puluh komoditas hortikultura (tanaman buah, sayuran, biofarmaka dan tanaman hias) yang kesemuanya potensial untuk dikembangkan;

c. Perkembangan asset tanah yang dikelola sebanyak 253 bidang tanah senilai Rp. 1.214.247.081.875,00 dengan luas 8.479.278 m² sebelum terisah untuk UPT BLUD; d. Pengelolaan sumberdaya air selama tahun 2014-2018 telah dilakukan pembinaan

di lokasi rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan pembuatan embung yang bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hasil inventarisasi cakupan luas rehabilitasi jaringan irigasi tersier dengan total 361.635 hektar dan pembuatan embung sebanyak 887 unit yang tersebar di 29 kabupaten;

e. Fokus utama penyediaan benih antara lain pemberdayaan penangkar benih padi dan kedelai, perbanyakan benih sumber, pengawasan dan sertifikasi benih.

(17)

xvii

Perbanyakan benih sumber terealisasi seluas 355 ha tanaman padi di 54 kebun, 111 ha palawija di 15 kebun, serta benih hortikultura dari 26 kebun;

f. Dukungan alsintan utama dalam proses produksi tanaman pangan dan Hortikultura yang bersumber dari dana APBD dan APBN tahun 2009 hingga 2018 : Traktor Roda dua sebanyak 10.583 unit, Pompa air sebanyak 4.685 unit, Cultivator sebanyak 660 unit, rice transplanter 1.513 unit, corn transplanter sebanyak 105 unit, 223 unit RMU, 2.978 unit Combine harvester padi;

g. Kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur terhadap sasaran: Pertumbuhan Skor Pola Pangan Harapan (PPH) didalam dokumen perencanaan Perubahan Renstra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 – 2019 ditetapkan sebesar 1,27 setiap tahunnya dan terealisasi setiap tahunnya tetapi rata-rata pertumbuhan sebesar 2,2 persen masih diatas target. Realisasi pertumbuhan skor sebesar 2,41 persen selama tahun 2014 - 2018 dan rasio capaian terhadap target pada tahun 2018 sebesar 455 persen. Tercapainya sasaran tersebut akibat telah meningkatnya pemahaman masyarakat tentang B2SA seperti konsumsi sayur–buah, umbi– umbian, pangan hewani, dan kacang - kacangan dari pada periode sebelumnya meskipun masih perlu ditingkatkan untuk mencapai Skor PPH ideal.

Realisasi rata-rata pertumbuhan Ketersediaan Pangan Jawa Timur tahun 2017 untuk beras sebesar -0,63 persen, jagung 0,91 persen dan kedelai -27,33 persen dan tahun 2018 beras sebesar -17,69 persen, jagung 6,63 persen dan kedelai 8,37 persen. Capaian kinerja terhadap sasaran menunjukan pertumbuhan positif pada tahun 2014 – 2015, namun pada tahun 2016 - 2018 pertumbuhan positif terjadi untuk komoditas jagung, sedangkan untuk beras dan kedelai mengalami pertumbuhan negatif yang disebabkan menurunnya angka produksi padi dan kedelai. Ketersediaan pada tahun 2018 sebagai berikut : untuk beras sebesar 6,13 juta ton, jagung sebesar 5,9 juta ton dan kedelai sebesar 0,2 juta ton.

Pertumbuhan Produksi perkomoditas (padi, Jagung, Kedelai, Bawang Merah, Cabai Besar, Cabai Kecil, Mangga, Pisang, Jeruk, Anggrek, Krisan, Temulawak, Jahe) telah menunjukan kinerja capaian sebesar 3,39 persen ditahun 2017 dan sebesar 33,26 persen pada tahun 2018;

Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi menunjukkan peran strategis Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan berkontribusi dalam PDRB, termasuk didalamnya sub kategori tanaman pangan dan hortikultura dengan nilai

(18)

xviii

tertinggi dan meningkat setiap tahunnya dibandingkan 5 (lima) provinsi lainnya di pulau Jawa. Untuk komoditas tanaman pangan dan hortikultura pertumbuhan melambat tajam, seperti terutama komoditas padi. Sedangkan untuk hortikultura, dipicu terkontraksinya produksi jeruk siam / keprok dan beberapa sayuran seperti kubis dan cabai besar. Meskipun mengalami pelambatan namun jika dianalisis lebih mendalam, bahwa angka pertumbuhan ekonomi subkategori tanaman pangan dan hortikultura berasal dari sektor primer atau usahatani on farm saja. Namun demikian dari sektor primer tersebut sebagian produk tanaman pangan dan hortikultura juga digunakan untuk bahan baku pada sub kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum dan sub kategori Industri Pengolahan (sektor sekunder) atau usahatani off farm. Kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran struktur dari usahatani yang berbasis on farm (primer) menuju usahatani off farm (sekunder dan tersier).

Nilai Tukar Petani, salah satu indikator Daya Saing Daerah menunjukkan posisi kedua setelah Jawa Barat dan jauh diatas NTP Nasional. Dibandingkan provinsi lain di pulau Jawa, NTP tanaman pangan memncapai angka tertinggi di tahun 2018, sedangkan NTP Hortikultura menempati posisi kedua setelah Provinsi Jawa Barat. Tingginya NTP Tanaman pangan Jawa Timur dibanding provinsi lain disebabkan meningkatnya Indeks yang diterima petani pada komoditas padi Jawa Timur. Membaiknya harga padi di Jawa Timur dipicu ketertarikan petani Jawa Timur pada program Pemerintah Jawa Timur yang diluncurkan pada awal tahun 2018, yaitu : Hulu Hilir Agro Maritim Sektor Pertanian. Untuk NTP Hortikultura Jawa Timur yang masih dibawah Jawa Barat karena Indeks Harga yang Diterima Petani Jawa Barat lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur dikarenakan harga komoditas sayuran Jawa Timur masih dibawah harga sayuran Jawa Barat;

Keberpihakan Pemerintah Jawa Timur kepada kelompoktani merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani di perdesaan melalui : a) bantuan hibah alat dan mesin pertanian dan sarana produksi 967 kelompok pada tahun 2014, 1.311 pada tahun 2015, 434 kelompoktani di tahun 2016, 519 kelompok ditahun 2017 dan 497 kelompoktani di tahun 2018; b) program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP); c) bantuan saprodi (benih dan pupuk bersubsidi); dan lain sebagainya.

(19)

xix

10. Hasil analisis renstra Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Renstra lingkup Dinas Pertanian kabupaten / kota, analisis Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan analisis Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), disimpulkan :

a. Tantangan dan peluang pengembangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur pada periode 2019-2024 mendatang : 1) Penyediaan pangan seiring pertumbuhan penduduk dan penyediaan bahan baku industri ; 2) Dampak Perubahan Iklim Global; 3) Tingkat Daya Saing Produk Pertanian;

b. Permasalahan mendasar pembangunan pertanian dan ketahanan pangan : a) Terbatasnya ketersediaan prasararana, sarana pertanian lainnya termasuk sarana produksi (benih sumber); b) Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap manajemen tanaman sehat; c) Belum semua petani menerapkan teknologi budidaya (intensifikasi) tanaman pangan dan GAP pada tanaman Hortikultura, teknologi pasca panen dan pengolahan hasil; d) Lemahnya kemampuan akses petani terhadap teknologi, informasi, pasar dan permodalan serta perlindungan usahatani; e) Masih kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat pentingnya standar mutu dan keamanan pangan segar asal tumbuhan dan f) Belum tersedianya benih varietas unggul sesuai kebutuhan. Sedangkan untuk ketahanan pangan masyarakat, saat ini belum terpenuhinya pangan sampai dengan perseorangan dan masih terdapatnya daerah rawan pangan yang disebabkan a) Masih tingginya tingkat ke tergantungan pada bahan pangan pokok beras (91,3 kg/ kapita/ tahun pada tahun 2018) Skor PPH masih jauh dari ideal ( 2018 : 89,7); b) Keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat masih 80 persen; c) Berfluktuasinya harga produk pertanian dan tingginya suku bunga usahatani;

c. Strategi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur :

1) Meningkatkan ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan masyarakat 2) Meningkatkan ketersediaan prasarana dan sarana pertanian

3) Meningkatkan produksi komoditas strategis (padi, jagung dan kedelai) 4) Meningkatkan produksi komoditas strategis (cabe rawit, bawang merah,

mangga, jeruk dan manggis) 5) Penguatan kelembagaan petani

6) Mengoptimalkan penerapan manajemen tanaman sehat

7) meningkatkan ketersediaan benih tanaman pangan dan hortikultura yang bersertifikat

(20)

xx

8) Peningkatan daya saing petani/ kelompok tani

9) Peningkatan sertifikasi dan pendaftaran Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT)

10) Perbanyakan benih padi dan palawija berkualitas dan bersertifikat sesuai kebutuhan pasar

11) Perbanyakan benih hortikultura berkualitas dan bersertifikat sesuai kebutuhan pasar

12) Peningkatan kualitas dan daya saing produk tanaman pangan dan hortikultura

d. Isu strategis, yaitu :

1) Masih adanya daerah rentan pangan di Jawa Timur;

2) Rendahnya ketersediaan prasarana dan sarana pra panen pertanian; 3) Belum optimalnya tingkat produksi dan nilai tambah produk tanaman

pangan dan hortikultura;

4) Berkurangnya lahan subur dan meningkatnya gangguan organisme pengganggu tumbuhan;

5) Masih terbatasnya penggunaan benih tanaman pangan dan hortikultura yang bersertifikat oleh petani;

6) Lemahnya kemampuan akses petani terhadap teknologi, informasi, pasar dan permodalan serta perlindungan usahatani;

7) Kurangnya komitmen pelaku usaha untuk mengajukan sertifikasi pangan segar asal tumbuhan (PSAT);

8) Masih lemahnya kualitas dan daya saing produk tanaman pangan dan hortikultura;

e. Tujuan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan periode 2019-2024 yang ingin dicapai yaitu: Tujuan Pembangunan Pertanian dan Ketahanan Pangan yang ingin dicapai yaitu: Meningkatkan Nilai Tambah Produksi Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (tanaman pangan dan hortikultura);

f. Sasaran : 1) Meningkatnya Ketahanan Pangan Masyarakat; 2) Meningkatnya Produksi Tanaman Pangan Prioritas; 3) Meningkatnya Produksi Hortikultura Prioritas;

g. Arah kebijakan :

(21)

xxi

2) Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi aneka ragam pangan dengan prinsip gizi seimbang

3) Optimalisasi ketersediaan prasarana dan sarana pertanian Jawa Timur 4) Intensifikasi dan penambahan luas tanam tanaman pangan di Jawa Timur 5) Penerapan GAP dan penambahan luas tanam tanaman hrotukultura di Jawa

Timur

6) Meningkatkan nilai tambah tanaman pangan di Jawa Timur

7) Peningkatan pengawasan dan sertifikasi benih Tanaman Pangan dan Hortikultura

8) Meningkatkan kapasitas SDM non aparatur pertanian 9) Pelayanan Pengawasan dan Sertifikasi Hasil Pertanian

10) Perbanyakan benih padi dan palawija bersertifikat sesuai kebutuhan pasar Jawa Timur

11) Pengembangan Teknologi Agribisnis Perbenihan Hortikultura

12) Pengembangan Teknologi Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura di kebun UPT PATPH Sidoarjo (Kab, Gresik, Kab Sidoarjo, Kab Mojokerto, Kab Malang, Kab Kediri, Kota Batu)

(22)

1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 disusun sesuai amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun dan bersifat indikatif. Penyusunan Renstra tersebut berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 – 2024 yang didalamnya memuat sasaran, strategi dan arah kebijakan pembangunan pertanian di Jawa Timur.

Mengingat peran strategis dan potensi pertanian utamanya komoditas tanaman pangan dan hortikultura di Jawa Timur, maka

penyusunan Renstra merupakan upaya

mensinergikan prioritas dalam Agenda Prioritas Nasional untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang dimuat dalam Nawacita serta Nawabahakti

Satya dengan visi Jawa Timur, yaitu “Terwujudnya Masyarakat Jawa Timur yang Adil, Sejahtera, Unggul dan Berakhlak dengan Tata Kelola Pemerintahan yang Partisipatoris Inklusif melalui Kerja Bersama dan Semangat Gotong Royong”. Visi tersebut ditopang dengan empat misi, terutama misi pertama, “Mewujudkan Keseimbangan Pembangunan Ekonomi, Baik

antar Kelompok, antar Sektor dan

Keterhubungan Wilayah”. Dengan demikian pembangunan pertanian merupakan prioritas dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 – 2024 terutama dalam memenuhi amanat Undang - Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Sejalan dengan Nawa Bhakti Satya ke 6, yaitu Jatim Agro untuk memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan berbasis kerakyatan, maka program pembangunan pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan di Jawa Timur difokuskan

[Grab your reader’s attention with a great quote from the document or use this space to

emphasize a key point. To place this text box anywhere on the page, just drag it.]

(23)

2

pada perbaikan produksi untuk peningkatan ketersediaan, dan keterjangkauan terhadap pangan yang bermutu dan bergizi seimbang serta berkontribusi terhadap pertumbuhan

ekonomi melalui pembentukan Produk

Domestik Regional Bruto (PDRB), penyerapan tenaga kerja, penyediaan bahan baku industri olahan, terutama peningkatan kesejahteraan petani yang terukur dalam Nilai Tukar Petani (NTP).

Potensi pertanian di Jawa Timur meliputi dukungan sumberdaya lahan pertanian menurut BPS Jawa Timur tahun 2017 seluas 3.641.893,3 hektar, terdiri sawah irigasi seluas 916.639,8 hektar, sawah non irigasi 257.748,6 hektar dengan total sawah seluas 1.174.388,3 hektar dan lahan bukan sawah seluas 2.467.505 hektar dengan rencana Luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Jawa Timur seluas 1.017.549,73 hektar, terdiri lahan irigasi 802.357,90 hektar dan Lahan kering 215.191,83 hektar. Selain potensi lahan, sebagian besar penduduk Jawa Timur berdasarkan Laporan Eksekutif Keadaan Angkatan Kerja Provinsi Jawa Timur 2017 menunjukkan bahwa Struktur tenaga kerja menurut lapangan pekerjaan sebanyak 33,40 persen melakukan aktivitas dibidang pertanian, demikian pula dari Hasil Survei Pertanian Antar Sensus (SUTAS) 2018 Provinsi Jawa Timur terdapat 6.290.107 petani di Jawa Timur yang semakin mengokohkan sektor pertanian sebagai pendorong pembangunan ekonomi Jawa Timur terutama di perdesaan. dengan capaian kontribusi melalui penyediaan bahan pangan. Kinerja program pembangunan tanaman pangan dan hortikultura dicapai melalui investasi teknologi, pengembangan produktivitas tenaga kerja, pembangunan sarana prasarana, penataan dan pengembangan kelembagaan pertanian serta dukungan potensi sumber daya alam.

Selama tahun 2014 - 2018, kinerja produksi tanaman pangan dan hortikultura Jawa Timur terhadap produksi nasional terlihat dari

rata- rata persentase kontribusi produksi komoditas padi sebesar 17,37 persen, jagung sebesar 26,50 persen, kedelai sebesar 32,82 persen, bawang merah sebesar 22,45 persen, bawang putih sebesar 0,12 persen, cabai besar sebesar 9,32 persen dan cabai rawit sebesar 29,67 persen, Durian sebesar 24,57 persen, Jeruk siam sebesar 35,14 persen, Jeruk Besar sebesar 16,34 persen, Mangga sebesar 37,67 persen, Manggis sebesar 11,10 persen, Pisang sebesar 24,02 persen, Jahe sebesar 29,77 persen, Laos/ Lengkuas sebesar 18,18 persen, Kunyit sebesar 31,13 persen, Temulawak sebesar 43,73 persen, Anggrek sebesar 16,69 persen, Mawar sebesar 72,27 persen, dan Melati sebesar 7,42 persen. Kontribusi produksi tersebut menunjukkan bahwa peran subsektor tanaman pangan dan hortikultura di Jawa Timur sangatlah strategis dalam berkontribusi penyediaan pangan nasional.

Implementasi program pembangunan pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan di Jawa Timur dalam penyediaan pangan juga

dihadapkan pada beberapa tantangan,

diantaranya : a) meningkatnya pertumbuhan penduduk; b) makin terbatasnya sumberdaya lahan, air dan energi; c) tekanan globalisasi dan liberalisasi pasar; d) pesatnya kemajuan teknologi dan informasi; e) perubahan iklim global; f) masih rendahnya nilai tukar petani; g) mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan untuk mencapai Pembangunan Berkelanjutan (the 2030 Agenda for Sustainable Development atau SDGs).

Penyusunan Renstra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 ini berpedoman pada RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 dengan

melakukan review terhadap Renstra

Kementerian Pertanian RI Tahun 2015-2019 dan Renstra Kabupaten/ Kota dengan proses penyusunan sebagaimana gambar 1.1.

(24)

3

Gam bar 1.1 . B aga n A lir P en yus un an Re nst ra D ina s P ert ani an d an K eta hana n Pa nga n Pro vinsi J aw a T im ur

(25)

4

1.2 Landasan Hukum

Dasar hukum penyusunan Renstra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 – 2024:

1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Republik Indonesia Nomor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 20`04 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4421);

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

6. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4846); 7. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011

tentang Pembentukan Peraturan

Perundang-undangan (Lembaran Negara

Tahun 2011 Nomor 82 , Tambahan Lembaran Negara Nomor 5234);

8. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara

Republik lndonesia Nomor 5587)

sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir, dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan

Evaluasi Pelaksanaan Rencana

Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008

tentang Pedoman Evaluasi

Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

(Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4815); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48,

(26)

5

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Tahun 2018 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6178); 16. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);

17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah;

19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86

Tahun 2017 Tentang Tata Cara

Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1312);

20. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 Nomor 1 Seri E);

21. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 – 2031;

22. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur

Nomor 11 tahun 2016 tentang

Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2016 Nomor 1 Seri C, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 63), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 Nomor 1 Seri C, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 81);

23. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 7 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 Nomor 5 Seri D, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 94);

24. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2018, tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur

Nomor 11 Tahun 2016 tentang

Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 Nomor 1 Seri C, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 81);

25. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 61 Tahun 2018 tentang Nomenklatur, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta

(27)

6

Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur;

26. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 120/ 253/ SJ Tahun 2015, tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan setelah Ditetapkan Undang- Undang

Nomor 23 Tahun 2014 tentang

Pemerintahan Daerah. 1.3 Maksud dan Tujuan

Renstra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 – 2024 merupakan implementasi dari RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 - 2024 dimaksudkan untuk menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah. Selanjutnya tujuan tersusunnya Renstra :

1. Mengidentifikasi melalui pengukuran pelayanan/ kinerja dan merumuskan arah kebijakan serta strategi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur; 2. Merumuskan prioritas program dan

kegiatan tahun 2019 - 2024 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur;

3. Sebagai sarana untuk mewujudkan

sinergitas antara perencanaan,

penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan serta efisiensi alokasi berbagai sumber daya;

4. Sebagai pedoman dalam menentukan prioritas dan pengembangan sumberdaya sesuai dengan tugas dan fungsi setiap unit kerja sekaligus pengendalian program dan kegiatan.

1.4 Sistematika Penulisan

Penyusunan Renstra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 - 2024 mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah dengan sistematika sebagai berikut: :

BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang; 1.2. Maksud dan Tujuan; 1.3. Landasan Hukum; 1.4. Sistematika Penulisan BAB II. GAMBARAN PELAYANAN DINAS

PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TIMUR 2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur

Organisasi; 2.2. Sumber Daya;

2.3. Kinerja Pelayanan; dan 2.4. Tantangan dan Peluang

Pengembangan Pelayanan

BAB III. PERMASALAHAN DAN ISU-ISU

STRATEGIS

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan;

3.2. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan wakil kepala daerah Terpilih;

3.3. Telaahan Renstra K/ L dan Renstra 3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang

Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis;

3.5. Penentuan Isu-isu Strategis. BAB IV. TUJUAN DAN SASARAN

Bab IV, memuat : Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah.

BAB V. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN

SERTA PENDANAAN

BAB VII. KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

BAB VIII. PENUTUP

(28)

7

GAMBARAN PELAYANAN

DINAS PERTANIAN DAN

KETAHANAN PANGAN

PROVINSI JAWA TIMUR

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur

Organisasi

Tugas dan Fungsi Dinas Daerah Provinsi Jawa Timur ditetapkan dalam Dengan terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2018, tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 Nomor 1 Seri C, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 81) dan telah dijabarkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Jawa Timur Nomor : 85 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Selain itu juga berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur

Nomor 61 Tahun 2018 tentang Nomenklatur, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, maka kedudukan, tugas dan fungsi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur adalah:

Tugas

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mempunyai tugas membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi di bidang

pertanian dan pangan serta tugas

pembantuan.

Fungsi

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyelenggarakan fungsi : a) perumusan

[Grab your reader’s attention with a great quote from the document or use this space to

emphasize a key point. To place this text box anywhere on the page, just drag it.]

(29)

8

kebijakan teknis di bidang pertanian dan pangan; b) pelaksanaan kebijakan di bidang pertanian dan pangan; c) pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pertanian dan pangan; d) pelaksanaan administrasi Dinas di bidang pertanian dan pangan; e) pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Gubernur terkait dengan tugas dan fungsinya.

Struktur Organisasi

Susunan Organisasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur sesuai Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2018, tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah

Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 Nomor 1 Seri C, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 81) dan telah dijabarkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Jawa Timur Nomor : 85 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur dan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 61 Tahun 2018 tentang Nomenklatur, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, maka Struktur Organisasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur pada Gambar 2.1.

(30)

9

Gam bar 2 .1 . Struk tur O rgan is as i Di nas P ert ani an d an K eta hana n Pa ngan Pro vinsi J aw a Tim ur Sum be r : P er at ur an Gub ern ur No m or: 85 T ahun 20 16

(31)

10

2.2 Sumber Daya

Secara umum, keberhasilan dalam melaksanakan program dan kegiatan untuk mewujudkan visi dan misi Jawa Timur tidak terlepas dari dukungan sumberdaya meliputi sumberdaya manusia pertanian, sumberdaya alam termasuk air, lahan, komoditas beserta sarana -S prasarana.

1. Sumberdaya Manusia (SDM)

Pertanian

Sumberdaya aparatur (petugas) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur pada tahun 2018 sebanyak 924 orang yang terdiri dari : a) Pejabat Struktural sebanyak 47 orang yang meliputi 1 pejabat eselon II, 12 pejabat eselon III dan 34 pejabat eselon IV; b) 522 orang pejabat fungsional (Pengawas Mutu Hasil Pertanian sebanyak 18 orang, Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan sebanyak 328 orang, Pengawas Benih Tanaman sebanyak 106 orang, Perencana Pertanian sebanyak 2 orang, Widyaiswara sebanyak 3 orang, Statistisi sebanyak 1 orang, Analis Kepegawaian sebanyak 2 orang dan 6 orang Penyuluh Pertanian dan 355 orang staf fungsional umum.

Komposisi tingkat kependidikan petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur selama tahun 2018 : a) Doktoral (S3) sebanyak 2 orang, Pasca Sarjana (S2) sebanyak 100 orang; c) Sarjana (S1) sebanyak 426 orang, Sarjana Muda / Diploma sebanyak 141 orang, SMTA sebanyak 233 orang, SMTP sebanyak 11 orang dan SD sebanyak 11 orang.

Data kepegawaian juga mencatat perkembangan umur pegawai menunjukkan bahwa 70,67 persen berusia 51-60 tahun, 21,21 persen berusia dalam kisaran 41 – 50 tahun, sebanyak 7,57 persen berusia 31-40 tahun dan hanya 0,5 persen berusia dibawah 30 tahun. Hal ini menunjukan bahwa kaderisasi berjalan melambat terutama yang

menguasai teknis pertanian dan ketahanan pangan. Selain aparatur di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, SDM Pertanian yang merupakan aparatur Dinas lingkup Pertanian di Kabupaten / kota

Gambar 2.2. Jumlah Pegawai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur

Tahun 2014 – 2018

Sumber : Dinas Pertanian dan KP Provinsi Jawa Timur, 2019 800 850 900 950 1.000 1.050 1.100 2014 2015 2016 2017 2018 1.094 1.077 1.030 1.004 924

Gambar 2.3. Komposisi Jenis Pendidikan Pegawai Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur

Tahun 2018

Sumber : Dinas Pertanian dan KP Provinsi Jawa Timur, 2019 S-3; 2 S-2; 100 S-1; 426 Diploma ; 141 SMTA; 233 SMTP; 11 SD; 11

Gambar 2.4. Kelompok Umur Pegawai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa

Timur Tahun 2018

Sumber : Dinas Pertanian dan KP Provinsi Jawa Timur, 2019

0 200 400 600 800

Umur : < 30 Umur : 31-40 Umur : 41-50 Umur : 51-60

(32)

11

terutama yang bertugas sebagai petugas lapang seperti Pengawas Benih Tumbuhan (PBT), Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Penyuluh Pertanian lapangan (PPL), Mantri Pertanian pada Gambar 2.5. Jumlah petugas lapang tahun 2016 – 2018) mengalami penurunan dari tahun ketahun. Menunjukan perkembangan jumlah PBT -5,22%, POPT -8,87%, dan PPL ASN / THL-TB (tenaga harian lepas – tenaga bantu) sebesar -3,13%.

Penurunan petugas tidak seimbang dengan perkembangan kelompoktani dan Gapoktan yang terus meningkat. Dalam kurun

waktu tahun 2016 – 2018 perkembangan kelompok tani dan Gapoktan cenderung meningkat (Gambar 2.6). Peningkatan jumlah kelompok sebagian besar disebabkan karena kelompok yang sudah maju sehingga seksi didalamnya membentuk kelompok tani baru.

Perkembangan Petani selama 6 tahun terakhir menurut hasil Sensus Pertanian (ST 2013) dan hasil Survei Pertanian Antar Sensus (SUTAS 2018) sebagaimana Tabel 2.1. menunjukan penurunan jumlah petani dan hanya petani tanaman pangan yang meningkat jumlahnya dan sebagian besar

Gambar 2.6. Perkembangan Kelompoktani dan Gapoktan Jawa Timur Tahun 2014-2018

Sumber : Dinas Pertanian dan KP Provinsi Jawa Timur, 2019

31.433

32.366

43.048

43.960

45.743

6.105

6.040

7.484

8.008

8.058

5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 35.000 40.000 45.000 50.000 2014 2015 2016 2017 2018

Kelompok Tani Gapoktan

Gambar 2.5. Perkembangan Petugas Pertanian Lapangan Jawa Timur Tahun 2014-2018

Sumber : Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, 2019

Tabel 2.1. Perkembangan Jumlah dan kelompok Umur Petani Jawa Timur

Tahun 2013 dan 2018

Uraian 2013 Petani (orang) 2018 Sektor Pertanian 6.175.803 5.163.979 Tanaman Pangan 4.357.280 4.745.720 Hortikultura 2.550.234 2.165.656 Perkebunan 1.761.976 1.283.903 Peternakan 3.914.067 3.524.899 Umur Petani 10-34 Tahun 388.083 412.014 35 - 44 Tahun 1.154.839 1.062.398 45 - 54 Tahun 1.510.960 1.532.865 55 - 64 Tahun 1.165.190 1.340.021 > 65 Tahun 759.286 816.681

(33)

12

pada kelompok umur 45-54 tahun dan kelompok 55-64 tahun.

2. Sumberdaya Alam Pertanian

Potensi sumberdaya alam (SDA) sangatlah penting diperhatikan dan dijaga keberlanjutannya mengingat SDA dan lingkungan hidup berperan penting terhadap penyediaan pangan dan penyedia bahan baku bagi industri. Sesuai amanat RPJMN 2015 - 2019, pembangunan SDA dan LH

diarahkan untuk mewujdukan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor

strategis eknomi domestik melalui

peningkatan kedaulatan pangan, ketahanan air, ketahanan energi serta pelestarian sumberdaya alam, lingkungan hidup dan pengelolaan bencana. Jenis-jenis SDA pertanian meliputi : a) Sumber daya biotik (komoditas yang menunjang siklus produksi pertanian); b) Sumber daya abiotik (air, tanah, udara, cahaya, matahari). Namun, secara umum, SDA pertanian terbagi dalam SDA yang dapat diperbaharui dan SDA yang tidak dapat diperbaharui.

Komoditas pertanian di Jawa Timur sangat beragam, terdiri tujuh komoditas tanaman pangan dan sembilan puluh komoditas hortikultura (tanaman buah, sayuran, biofarmaka dan tanaman hias) yang kesemuanya potensial untuk dikembangkan, mengingat wilayah Jawa Timur mempunyai keragaman zona agroekologi dan topografi.

Terkait dengan SDA lahan pertanian, saat ini keberlanjutan sektor pertanian– tanaman pangan tengah dihadapkan pada ancaman serius, yakni luas lahan pertanian yang terus menyusut akibat konversi lahan pertanian produktif ke penggunaan non-pertanian. Laju konversi lahan sawah tahun 2013-2017 menurut data BPS mencapai 1.219 hektar per tahun dengan tingkat konversi lahan sawah sekitar -0,10 persen yang

sebagian besar terjadi di wilayah sentra produksi pangan (kabupaten Malang seluas

897 hektar, Lamongan seluas 284 hektar, Banyuwangi seluas 224 hektar) serta kabupaten Gresik seluas 583 hektar, dan Sidoarjo seluas 200 hektar. Adapun perkembangan lahan sawah yang ditanami padi pada Gambar 2.7. menunjukkan laju konversi -0,48 pertahun atau berkurang 5.247 hektar selama tahun 2013-2017.

3. Sarana Prasarana

Peran strategis Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur sebagai penggerak pembangunan pertanian terutama dalam meningkatkan ketahanan pangan, maka ketersediaan sarana prasarana menjadi syarat utama.

Perkembangan asset tanah yang dikelola pada tahun 2016 semula 254 bidang tanah (1 bidang telah dihibahkan untuk bangunan

Tabel 2.2. Kondisi Iklim Jawa Timur Tahun 2015 - 2018

Kondisi Iklim 2014 2015 2016 2017 2018 Suhu Rata - rata (°C) 28,22 27,99 28,80 28,08 28,12 Kelembaban Rata-rata (%) 70,46 75,33 78,08 76,75 75,63 Jumlah Curah Hujan (mm) 1.918,70 1.333,60 2.976,80 2.123,80 2.153,40 Penyinaran (jam) 6,94 6,99 5,82 5,68 6,59 Sumber : BPS dan BMKG Provinsi Jawa Timur,2019

Gambar 2.7. Perkembangan Lahan Sawah yang Ditanami Padi di Jawa Timur Tahun 2013-2017

Sumber : Dinas Pertanian dan KP Provinsi Jawa Timur, 2019 1.102.863 1.101.765 1.091.752 1.087.017 1.081.874 1.070.000 1.075.000 1.080.000 1.085.000 1.090.000 1.095.000 1.100.000 1.105.000 2013 2014 2015 2016 2017

(34)

13

kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur), menjadi 253 bidang tanah senilai Rp. 1.214.247.081.875,00 dengan luas 8.479.278 m² terdiri tanah bersertifikat sebanyak 242 bidang seluas 8.058.019 m² dan 12 bidang yang belum bersertifikat seluas 421.259 m². Pada tahun 2017 luas asset tanah mengalami perubahan dengan berubahnya struktur organisasi menjadi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, yaitu bertambah 14 bidang tanah menjadi sebanyak 267 bidang tanah seluas 8.855.571 m² (senilai Rp. 1.214.866.181.875,00) yang terdiri tanah bersertifikat sebanyak 251 bidang tanah seluas 8.349.710 m² dan terdapat 15 bidang yang belum bersertifikat seluas 478.589 m² dan 1 bidang dalam proses sertifikat seluas 27.272 m². Secara Keseluruhan, bangunan yang dikelola sebanyak 797 unit bangunan dan terdapat 688 unit gedung utama antara lain: Kantor, Laboratorium, Rumah Dinas, Asrama, Wisma, Gudang, Gedung pertemuan, Lantai jemur, dan Ruang Kelas dengan luas lantai bangunan seluruhnya 126.518 m².

Asset tanah dan bangunan tersebut dimanfaatkan untuk Kantor Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan serta 7 (tujuh) UPT, yang meliputi : Pengembangan Benih Padi dan Benih Palawija, UPT. Pengembangan Benih Hortikultura, UPT. Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), UPT. Proteksi TPH, dan UPT. Pengawasan dan Sertifikasi Benih TPH, UPT. Pengawasan dan Sertifikasi Hasil Pertanian dan UPT Pendidikan dan Pelatihan Pertanian.

a. Ketersediaan air/ irigasi

Pengelolaan sumberdaya air

dilaksanakan melalui pengembangan

sumberdaya air, pengembangan jaringan irigasi, pembangunan embung dan dam parit serta pengembangan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Selama tahun 2014-2018 telah dilakukan

pembinaan di lokasi rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan pembuatan embung yang bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hasil inventarisasi cakupan luas rehabilitasi jaringan irigasi tersier dengan total 361.635 hektar dan pembuatan embung sebanyak 887 unit yang tersebar di 29

kabupaten. Mengingat pentingnya

ketersediaan air yang cukup dan keberadaan saluran yang memadai dalam mendukung program peningkatan produksi padi, maka kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier maupun pembuatan embung ini masih sangat perlu untuk dilakukan, utamanya pada wilayah-wilayah sentra produksi padi dengan pengairan teknis.

b. Ketersediaan Sarana Produksi (bibit/

benih, pupuk, pestisida)

Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur sebagai pelaku utama di dalam pelaksanaan kebijakan pupuk / pestisida bersubsidi di Jawa Timur dalam: 1) penetapan alokasi kebutuhan pupuk dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk (HET) bersubsidi untuk sektor pertanian Provinsi Jawa Timur per tahunnya; 2) pembinaan dan pengawasan penyaluran pupuk dan pestisida bersubsidi.

Sasaran strategis upaya penyediaan benih tanaman pangan dan hortikultura

Gambar 2.8. Kebutuhan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Jawa Timur Tahun 2014-2018

Gambar

Gambar 1.1. Bagan Alir Penyusunan Renstra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur    Sumber :  Peraturan Gubernur Nomor: 85 Tahun 2016
Gambar 2.3. Komposisi Jenis Pendidikan Pegawai Dinas  Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur
Gambar 2.5. Perkembangan Petugas Pertanian Lapangan Jawa Timur Tahun 2014-2018
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bahasa markup (markup language) merupakan bahasa pemrograman untuk menandai suatu data. keuntungan menggunakan XML dapat menyederhanaan aplikasi, dimana database yang

Pembentukan BSK diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urine, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi, dan keadaan lain yang masih belum

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis lebih spesifik mengenai pengaruh variabel kesadaran merek (brand awareness), persepsi kualitas (perceived

Syarat utama untuk dapat digunakan atau ditampilkan bersama dengan data lain misalnya peta rupabumi yang sudah bergeoreferensi atau titik batas hasil tracking di

Pelayanan menjadi hal yang sangat penting dalam layanan makanan dan minuman khususnya di restoran sehingga temuan dalam penelitian ini yang menyatakan faktor

keterlambatan perkembangan motorik sejak usia 8 bulan, dimana seharusnya pasien dapat melakukannya pada usia 6 bulan, pasien juga baru bisa merangkak saat usia 12

Tahap identifikasi merupakan tahapan awal yang dilakukan dengan jalan mengumpulkan data dan informasi yang termuktahir dan lengkap terkait dengan kondisi sumber

Politeknik Hasnur (Polihasnur) sebagai salah satu perguruan tinggi yang menjalankan tridharma perguruan tinggi, harus dapat menjadikan dirinya sebagai institusi yang