• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TOPIK PENELITIAN

D. Penggantian Aktiva Tetap

Sering terjadi bahwa aktiva lama ditukar dengan aktiva baru dengan mempertimbangkan harga pasar aktiva lama. Penggantian ini dapat terjadi baik antara aktiva yang sejenis ataupun aktiva tetap yang tidak sejenis. Nilai tukar tambah (trade-in allowance), dapat lebih tinggi atau lebih rendah daripada nilai buku aktiva lama. Saldo yang tersisa atau jumlah yang terutang dapat dibayarkan tunai atau dicatat sebagai suatu kewajiban. Penjelasan tentang penggantian ini telah termuat dalam penjelasan pada perolehan aktiva tetap. Penggantian seperti ini akan menimbulkan keuntungan dan kerugian. Adapun Yayasan Sekolah Dasar Nurul Huda melakukan penggantian aktiva tetap dengan dua cara,

1. Dengan cara dibuang

Dibuang dalam hal ini dimaksudkan di non aktifkan. Hal ini dikarenakan aktiva tetap tersebut sudah tidak fungsional lagi untuk digunakan dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan serta tidak memiliki nilai residua atau nilai pasar.

2. Dengan cara dijual

Aktiva tetap yang sudah tidak produktif lagi dapat dilakukan dengan cara dijual.

Menurut Jerry, Donald dan Paul ( 2007 ) Cara penggantian aktiva tetap terbagi atas tiga yaitu: dengan cara dibuang, dengan cara dijual, dengan cara ditukar dengan aktiva lain.

1. Dengan cara dibuang

Dibuang dalam hal ini lebih dimaksudkan dinonaktifkan. Hal ini dikarenakan aktiva tetap tersebut sudah tidak fungsional lagi untuk digunakan dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan serta tidak memiliki nilai residu atau nilai pasar

2. Dengan cara dijual

Penjualan aktiva tetap yang sudah tidak produktif lagi dapat dilakukan secara tunai maupun secara kredit,

3. Dengan cara ditukar dengan aktiva lain

Dalam hal ini peralatan lama ditukar dengan peralatan yang baru yang sama penggunaannya.Jika nilai tukar nilai tukar lebih besar dari pada nilai buku, maka diperoleh keuntungan.

Dari uraian diatas, Maka peneliti menyimpulkan bahwa penggantian aktiva tetap menurut perusahaan dengan menurut Jerry, Donald, Paul (2007) memiliki kesamaan, penggantian aktiva tetap dilakukan dengan cara dijual secara kredit

E. Sistem Pengendalian Intern Aktiva Tetap

Sistem pengendalian intern maupun internal control merupakan proedur-prosedur mekanisme dalam pemeriksaan ketelitian data-data administrasi, misalnya mencocokkan penjumlahan horizontal dengan penjumlahan vertikal. Usaha ini dilakukan untuk memberikan keyakinan kepada manajemen bahwa kebijakan dan proedur spesifik yang dirancang demi sebuah pencapaian tujuan dapat dipenuhi. Fungsi pengawasan dapat dilakukan dengan mengukur dan

mengevaluasi kinerja dari setiap bagian kepala perusahaan kemudian mengambil tindakan perbaikan apabila diperlukan.

Menurut perusahaan, pengendalian (controlling) adalah suatu proses mengevaluasi prestasi organisasi dalam mengambil tindakan-tindakan koreksi atau bila terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Menurut M.Narafin (2004), pengendalian (control) adalah melakukan evaluasi (menilai) atas pelaksanaan pekerjaan dengan cara membandingkan realisasi dengan rencana, dan melakukan tindakan perbaikan apabila dipandang perlu (jika ada penyimpangan yang merugikan). Menurut Warren, Reeve dan Fees (2005) Pengendalian (Control) adalah kebijakan dan prosedur yang melindungi aktiva dari penyalahgunaan, memastikan bahwa informasi usaha akurat, memastikan bahwa perundang-undangan serta peraturan dipatuhi sebagaimana mestinya.

Dari uraian diatas, maka peneliti menyimpulkan pengertian pengendalian (control) menurut perusahaan dengan menurut M.Narafin (2004) dan menurut Warren, Reeve dan Fees (2005) memiliki kesamaan yaitu pengendalian adalah melakukan evaluasi atau penilaian dengan membandingkan antara realisasi dengan rencana dan melakukan tindakan koreksi apabila terdapat penyimpangan-penyimpangan. Berikut ini adalah kuesioner pengendalian intern terhadap Yayasan Pedidikan Islam Keluarga Amal Shaleh Medan yang dikutip dari Mulyadi ( 2001 ) untuk mengukur efesiensi sistem pengendalian intern aktiva tetap.

Kuesioner Pengendalian Intern Aktiva Tetap YAYASAN SEKOLAH DASAR NURUL HUDA

No Pertanyaan SS S RR KS TS

1 Apakah Fungsi pemakai harus terpisah

dari fungsi akuntansi tetap?

2 Apakah Transaksi perolehan, penjualan, dan penghentian pemakaian aktiva tetap harus dilaksankan oleh lebih dari unit organisasi yang bekerja secara independent?

3 Apakah anggaran investasi diotorisasi oleh Rapat Umum Pemegang Saham 4 Apakah surat permintaan otorisasi

investasi, surat permintaan otorisasi reprasi, surat penghentian aktiva tetap, dan surat permintaan transfer aktiva tetap diotorisasi oleh Direktur yang bersangkutan dan Direktur Utama?

5 Apakah surat perintah kerja diotorisasi

oleh Departemen yang bersangkutan? 6 Apakah surat order pembelian

diotorisasi oleh pejabat yang berwenang,?

7 Apakah laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan? 8 Apakah bukti kas keluar diotorisasi

oleh fungsi akuntansi?

9 Apakah bukti memorial diotorisasi oleh kepala fungsi akuntansi? 10 Apakah perubahan kartu aktiva tetap

harus didasarkan pada bukti kas keluar, atau bukti memorial, atau surat permintaan transfer aktiva tetap yang dilampiri dengan dokumen pendukung lengkap, yang diotorisasi oleh pejabat yang berwenang?

11 Apakah secara periodik dilakukan pencocokan fisik aktiva tetap dengan kartu aktiva tetap?

12 Apakah penggunaan anggaran investasi sebagai alat pengendalian investasi dalam aktiva tetap?

13 Apakah penutupan asuransi aktiva tetap terhadap kerugian? 14 Apakah kebijakan akuntansi tentang

pemisahan pengeluaran modal ( capital expenditure ) dengan pengeluaran pendapatan ( revenue expenditure )?

Keterangan:

SS = Sangat Setuju, diberi skor 5 S = Setuju, diberi skor 4

RR = Ragu – ragu, diberi skor 3 KS = Kurang Setuju, diberi skor 2 TS = Tidak Setuju, diberi skor 1

Total skor terbesar adalah 70 dan total skor terkecil adalah 14.

Interval = ( X max – X min ) - n n

= ( 70-14 )-5 = 10,2 dibulatkan menjadi 10 5

Kriteria Penilaian Efektifitas Pengendalian Intern Aktiva Tetap: Skor 14 – 24 → TE ( Tidak Efektif )

Skor 25 – 35 → KE ( Kurang Efektif ) Skor 36 – 46 → CE ( Cukup Efekif ) Skor 47 – 57 → E ( Efektif )

Skor 58 – 70 → SE ( Sangat Efektif )

Setelah mengisi kuesioner pengendalian intern aktiva tetap dapat diketahui seberapa efektif sistem pengawasan intern aktiva tetap yang ada diperusahaan

sesuai dengan total skor yang diperoleh. Total skor yang diperoleh oleh Yayasan sekolah Dasar Nurul Huda adalah 57, dengan demikian pengendalian intern aktiva tetap pada dan Yayasan Sekolah Dasar Nurul Huda sejauh ini sudah berjalan dengan efektif. Hal ini dilihat dengan adanya fungsi yang tidak dipisahkan dengan fungsi akuntansi karena menurut perusahaan akan memakan waktu pada proses pencatatan semua data yang ada. Transaksi perolehan, penjualan, penggantian aktiva tetap dilaksanakan oleh lebih dari satu bagian organisasi yang bekerja sama secara independen sehingga mencapai tujuan perusahaan. Sistem otorisasi aktiva tetap yang berkaitan dengan rupiah atau dana yang cukup besar melupakan alat yang baik untuk perusahaan,dimana perusahaan telah berusaha keras untuk melaksanakan pengendalian yang baik terhadap aktiva tetap yang dimiliki. Dengan adanya penanganan, yaitu adanya pencatatan terhadap aktiva tetap yang dilakukan oleh bagian khusus yang telah ditugaskan pihak perusahaan. Dengan kata lain perusahaan telah menempatkan karyawan yang ahli dalam masing - masing bagian. Dapat dikatakan adanya pembagian tugas yang sangat baik seperti adanya Teknisi pada bagian komputer dan adanya seorang Tukang bangunan untuk memperbaiki gedung, inventaris perusahaan berupa meja, kursi, lemari serta yang lainnya yang dimiliki perusahaan.

Pengendalian yang dilakukan perusahaan terhadap aktiva tetap bertujuan untuk melindungi aktiva tetap itu dari segala kerusakan, biaya-biaya atau hal lainnya. Dalam melakukan pengawasan aktiva tetap harus diawasi secara tepat dan teratur serta diselenggarakan pula penawasan administrasi melalui buku tambahan untuk setiap jenis aktiva tetap. Dalam melakukan penjualan aktiva tetap

harus mendapat persetujuan dari pimpinan yang berwenang dan dibukukan oleh bagian pembukuan atas dasar pemberitahuan tertulis yang diterimanya.

Pengendalian terhadap aktiva tetap adalah suatu hal yang sangat penting bagi perusahaan, karena aktiva tetap ini bila tidak diawasi dengan teliti dapat mengakibatkan tulang punggung perusahaan untuk menjalankan aktifitas perusahaan. yang bertanggung jawab penuh terhadap pengawasan aktiva tetap ini adalah pimpinan perusahaan yang mana pada umumnya dilakukan dengan sistem pengawasan intern.

Menurut Mulyadi (2002) pengendalian intern adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan karyawan lainnya yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga tujuan yaitu laporan keuangan yang dapat diandalkan, kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, efektifitas dan efisiensi operasi perusahaan.

Menurut Warren, Reeve dan Fees ( 2005 : 229 ) sebagai berikut :

“ Pengawasan intern adalah kebijakan dan prosedur yang melindungi aktiva dari penyalahgunaan, memastikan bahwa informasi usaha akurat, memastikan bahwa perundang - undangan serta peratuhan dipatuhi sebagaimana mestinya “.

Menurut Mulyadi ( 2000 ) Pengawasan Intern meliputi dua hal yaitu: pengendalian akuntansi dan pengendalian administrasi.

1. Pengendalian akuntansi

Pengendalian akuntansi adalah pengendalian yang meliputi pengamanan terhadap kekayaan perusahaan sehingga diperlukannya catatan

akuntansi.Umumnya meliputi pekerjaan pemisahan antara fungsi operasional, penyimpanan dan pencatatan serta pengawasan fisik atau kekayaan.

2. Pengendalian Administrasi

Pengendalian administrasi adalah pengendalian yang meliputi peningkatan efisien usaha dan mendorong dipatuhinya kebijakan pimpinan yang tekah ditetapkan. Pada umumnya tidak langsung berhubungan dengan catatan akuntansi.

Manajemen dalam kerjanya perlu memperhatikan dan menentukan cara yang baik untuk menciptakan sistem pengawasan yang efektif dan efisien agar pelaksanaan prosedur - prosedur pengawasan dapat dilaksanakan dengan baik semaksimal mungkin. Dalam melaksanakan pengawasan terhadap aktiva tetap perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman hal-hal sebagai berikut:

a. aktiva tetap hrus diawasi secara tepat ddan teratur serta diselenggarakan juga pengawasan administrasi melalui buku tambahan untuk setiap jenis aktiva tetap,

b. aktiva tetap harus diberi kode pada setiap jenis aktiva tetap,

c. perolehan aktiva tetap harus atas dasar persetujuan yang diberikan pejabat yang berwenang dan sebelumnya ada permintaan bahwa aktiva tetap tetap tersebut benar - benar dibutuhkan dalam kegiatan operasional perusahaan,

d. penjualan atas aktiva tetap harus mendapat persetujuan lebih dahulu oleh pejabat yang berwenang dan dibukukan oleh bagian pembukuan atas dasar pemberitahuan tertulis yang diterimannya,

e. aktiva tetap yang merupakan barang-barang kecil yang mudah dipindahkan harus berada dibawah pengawasan pejabat tertentu sedikit mungkin harus disimpan ditempat yang aman agar barang tersebut dapat terjamin keamananya dan terpelihara dengan baik.

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap Pengawasan Intern Aktiva Tetap perusahaan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Sistem pengendalian intern aktiva tetap telah dijalankan dengan efektif, dimana Yayasan Sekolah Dasar Nurul Huda pada umumnya memperoleh aktiva tetapnya dengan cara pembelian kredit, terutama untuk aktiva tetap yang jumlahnya besar atau harganya tinggi seperti: sepeda motor, kursi, meja komputer, komputer serta perangkat - perangkat komputer,

2. Metode Penyusutan yang diterapkan oleh perusahaan sudah dijalankan dengan efektif, dimana dalam penyusutan aktiva tetapnya menggunakan metode garis lurus yang dianggap lebih sederhana dan akan relatif mudah diterapkan terhadap semua jenis aktiva tetap, yang didasarkan atas pertimbangan dan alasan yang layak serta penerapan aktiva yang dimiliki secara konsisten,

3. Sistem pengendalian tetap telah dijalankan dengan efektif, dimana Yayasan Sekolah Dasar Nurul Huda telah berusaha keras untuk melaksanakan pengawasan yang baik terhadap aktiva tetap yang dimiliki. Dengan adanya penanganan, yaitu adanya pencatatan terhadap aktiva tetap yang dilakukan oleh bagian khusus yang telah ditugaskan pihak perusahaan. Dengan kata lain perusahaan telah menempatkan karyawan yang ahli dalam masing-

masing bagian. Dapat dikatakan adanya pembagian tugas yang sangat baik seperti adanya seorang Teknisi pada bagian Komputer dan adanya seorang Tukang untuk memperbaiki gedung, inventaris perusahaan yang berupa meja, kursi, lemari serta yang lainnya yang dimiliki perusahaan.

B. Saran

Untuk menambah manfaat penulisan tugas akhir ini, maka peneliti mencoba memberikan saran sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Saran yang peneliti kemukakan adalah sebagai berikut:

1. Perusahaan memperoleh aktiva tetapnya dengan cara pembelian kredit seperti komputer dan perangkat - perangkat komputer, sebaiknya dipertahankan mengingat pembelian aktiva tetap tersebut jumlahnya besar atau harganya tinggi.

2. Sebaiknya perusahaan dalam menentukan metode penyusutannya jangan hanya menggunakan satu metode saja, karena perusahaan memiliki beranekaragam jenis aktiva tetap, yang penggunaan serta manfaatnya berbeda pula sehingga metode penyusutan yang digunakan berbeda juga. Mengingat perusahaan bergerak dibidang pelayanan jasa pendidikan yang hanya menggunakan peralatan sebagai aktiva tetap utamanya.

3. pengawasan intern terhadap aktiva tetap tersebut harus lebih ditingkatkan lagi, misalnya dibentuk bagian khusus yang menangani seluruh aktiva tetap seperti melakukan pemeriksaan fisik secara periodik terhadap aktiva tetap tersebut kemudian membandingkan dengan catatan akuntansinya. Hal ini sangat penting karena aktiva tetap merupakan harta perusahaan yang

jumlahnya besar. Tanpa keberadaan aktiva tetap tersebut, perusahaan tidak dapat menjalankan kegiatan operasionalnya dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Kusnadi, Lukman Syamsuddin, Kertahadi , 2001 Teori Akuntansi, Universitas Brawijaya Malang.

Mulyadi, 2001, Sistem Akuntansi, Edisi 1, Cetakan Tiga, Penerbit : Salemba Empat, Jakarta.

Narafin M, 2004 Penganggaran Perusahaan, Edisi Revisi, Jakarta : Salemba Empat.

Warren, Reeve, Fess, 2006, Pengantar Akuntansi, Buku Satu, Edisi ke 21, diterjemahkan oleh Aria Farahmita, Amanugrahani, Taufik Hendrawan, Penerbit : Salemba empat, Jakarta.

Weygandt Jerry J, Donald E. Kieso, Paul D. Kimmel,2007, Pengantar Akuntansi, Edisi Tujuh, Buku Satu, diterjemahkan oleh Ali Akbar Yulianto, Wsailah, Rangga Handika Jakarta: Salemba Empat.

Dokumen terkait