• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGOLONGAN SIMBOL PETA DAN SIMBOL DATA GRAFIS Simbol data grafis digolongkan menjadi 2 :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

B. Materi Pembelajaran 1. Pengertian skala peta

4. PENGGOLONGAN SIMBOL PETA DAN SIMBOL DATA GRAFIS Simbol data grafis digolongkan menjadi 2 :

1. Simbol data kualitatif

Simbol data kuantitatif merupakan gambaran data geografis dari unsur yang diwakilinya. Penyajiannya dalam bentuk titik, garis dan luasan.

2. Simbol data kuantitatif

Simbol data kuantitatif merupakan simbol yang menyatakan identitas atau

menunjukkan besaran, jumlah dan ukuran dari unsur yang diwakilinya. data yang mempunyai jumlah atau nilai. Misalnya data kepadatan penduduk (padat, sedang, jarang) dan data wilayah administrasi (kota provinsi, kota kabupaten, dan kota kecamatan).

a. Simbol titik

Simbol titik pada data kuantitatif terbagi sebagai berikut : 1) Simbol titik yang menunjukkan harga

Simbol yang menyatakan unsur buatan manusia berdasarkan hasil pengamatan dan pengukuran di lapangan.

2) Simbol titik dengan satuan harga

Simbol yang menyatakan besaran dari suatu unsur yang diwakilinyadengan satuan harga.

3) Simbol titik proporsional

Simbol yang mewakili ukuran semakin besar, sesuai dengan tambahnya besaran. 4) Simbol titik dalam bentuk diagram

Simbol yang penyajiannya dalam bentuk diagram, ada berbagai bentuk diagram. a) Diagram Garis (line arch), menyajikan 2 komponen yang saling

b) Diagram bentuk batang (bar chart), menunjukkan data yang memiliki besaran tertentu.

c) Diagram bentuk lingkaran (pie chart), digunakan untuk :

- Memberikan informasi beberapa data yang memiliki prosentase berbeda pada suatu daerah pada waktu tertentu.

- Menggambarkan perbandingan jumlah bagian-bagian dari sebuah kesatuan , misalnya jumlah penduduk yang masing-masing agama di suatu wilayah.

b. Simbol Garis

Berbagai macam bentuk penyajian simbol garis pada data kuantitatif.

1) Simbol garis isoline, memberikan informasi titik-titik di permukaan bumi yang mempunyai harga yang sama. Contoh : garis kontur, yaitu garis pada peta yang menghubngkan tempat-tempat dengan ketinggian yang sama.

2) Simbol bentuk alur (flowline), digunakan untuk menunjukkan kuantitas dari unsur tertentu pada suatu arah.

3) Simbol garis dalam bentuk panah, digunakan untuk menunjukkan suatu pergerakan dari suatu tempat ke tempat lain.

c. Simbol Luas

Simbol luas dapat menggunakan warna. Simbol ini menunjukkan kuantitas dari suatu area di permukaan bumi. Perbedaan jumlah besaran melalui gradasi warna.

C, METODE PEMBELAJARAN :

 Model Pembelajaran : Think, Pair And Share  Metode Pembelajaran : - Ceramah - Tanya jawab - Diskusi No. Kegiatan Guru Siswa

1. Kegiatan Awal 10 menit

 Memotivasi peserta didik dengan mengajukan pertanyaan ttg fungsi skala peta dan simbol peta.

 Menulis topik yang akan dipelajari yaitu skala peta dan simbol peta  Menyebutkan tujuan pembelajaran

yang harus dicapai dalam belajar

Memperhatikan dan Menjawab pertanyaan guru (harapar, guru, peserta didik menjawab pertanyaan dengan jawaban : sesuai dengan pengetahuan siswa,dengan tekun dan teliti

Memperhatikan penjelasan guru dengan seksama, dengan penuh tanggung jawab,menghargai orang lain

Menulis topik yang akan dipelajari , dengan teliti

2. Kegiatan Inti 60 menit Eksplorasi

 Mengekspiorasi pengetahuan awal peserta didik dg

menunjuk beberapa siswa secara bergiliran tanya jawab jenis-jenis peta berdasarkan skalanya.

 Guru menunjukan materi yang hrs dibaca dan dipahami siswa yaitu ttg cara menentukan, menghitung dan mengkonversi skala peta serta simbol peta.

Elaborasi

 Guru membagi siswa menjadi kelompok dengan anggota 4 anak

 Membagikan lembar kerja yang berisi pertanyaan tentang menentukan, menghitung dan mengkonversi skala peta serta simbol peta.

 Meminta peserta didik untuk berpikir secara kelompok untuk menjawab pertanyaan yang terdapat dalam lembar kerja.

 Meminta peserta didik untuk menulis jawabannya mewakili kelompoknya dipapan tulis secara bergantian.

Konfirmasi

 Memberikan penguatan dari hasil diskusi kelas (penguatan berupa konsep-konsep penting)

 Membimbing peserta didik menyusun kesimpulan 

Mendengarkan penjelasan guru dan mencatat keterangan dari guru,dengan tekun, rasa hormat dan perhatian

Siswa membaca materi Peristiwa akibat aktivitas tenaga endogen.dengan tekun

o Menerima lembar kerja

o Mengerjakan tugas guru menjawab pertanyaan yang terdapat pada lembar kerja secara kelompok. Penuh rasa tanggung jawab

.

o Mencatat penguatan yang diterima dari guru, dengan rasa hormat dan perhatian

o Menyusun kesimpulan, mencatat kesimpulan, dengan tekun

3. Penutup 10 menit

Kegiatan Akhir/tindak lanjut  Membimbing peserta didik

menyusun kesimpulan  Memberikan tanya jawab

 memberikan tugas mempelajari ttg stetsa. dan mengumpulkan data untuk membuat sketsa pada pertemuan berikutnya. .

 Menyusun kesimpulan, mencatat kesimpulan

D. BUKU SUMBER DAN MEDIA Buku sumber : 1. Buku Khasanah IPS 7 2. Buku BSE IPS 7

3. Buku IPS geografi 7, Penerbit Erlangga. 4. Buku IPS terpadu 7, penerbit JP BOOKS

Media : - Peta, atlas dan globe - Lembar Kerja Siswa

- Lembar pengamatan penilaian individu - LCD : power point

E, PENILAIAN

a. Prosedur penilaian

Pengamatan dilakukan selama proses pembelajaran. prosedur penilaian dilakukan selama proses belajar mengajar dikelas mulai dari guru membuka pelajaran sampai dengan menutup pelajaran.

b. Aspek yang dinilai : - Kognitif

- Afektif (pengamatan nilai budaya dan karakter bangsa : jujur, tanggung jawab, saling menghargai )

c. Jenis Penilaian : Tes : tes tertulis

Non Tes : Rubrik Pengamatan Nilai Karakter saat mengerjakan tugas

d. Bentuk Insrumen : Tes tertulis, lembar observasi 1.Penilaian individu

* Penilaian dilakukan terhadap siswa pada saat mengerjakan soal 3. Penilaian Hasil Kerja

Laporan Hasil Kerja Individu (penilaian kognitif) 4. Instrumen Penilaian

F, LAMPIRAN- LAMPIRAN : 1. Materi

3. Lembar Pengamatan Individu saat mengerjakan tugas (Penilaian proses)

4. Lembar Pengamatan nilai karakter siswa saat mengerjakan tugas (Penilaian afektif) 5. Lembar Kerja siswa

6. Print out power point

7. Soal soal ulangan, kunci pedoman penskoran

Mengetahui,

Kepala SMP N 2 Sutojayan

SULISTIYONO, S.Pd, M.M NIP: 19690515 199512 1 002

Sutojayan, Januari 2013. Guru Mapel IPS,

SISWANTO

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

NAMA SEKOLAH : SMP Negeri 2 Sutojayan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester : VII / 2

Standar Kompetensi : 4. Memahami usaha manusia untuk mengenali perkembangan lingkungannya

Kompetensi Dasar : 4.3. Mendiskripsikan kondisi geografis dan penduduk.

Indikator : 4.3.1. Mendiskripsikan kondisi geografis suatu wilayah pada peta dengan tekun, teliti dan tanggung jawab

4.3.2. Mendiskripsikan kondisi penduduk suatu wilayah dengan tekun, teliti dan tanggung jawab

Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran ( pertemuan 1 )

A.Tujuan Pembelajaran

Setelah selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran diharapkan sisiwa dapat:

1, Mendiskripsikan pengertian kondisi geografis suatu wilayah, dengan penuh perhatian dan bertanggung jawab

2, Mendiskripsikan pengertian kondisi penduduk suatu wilyah, dengan penuh perhatian dan bertanggung jawab

3, Mendiskripsikan kondisi geografis wilayah Indonesia, dengan dengan teliti, tekun, penuh perhatian dan bertanggung jawab

4, Mendiskripsikan kondisi penduduk wilayah Indonesia, dengan dengan teliti, tekun, penuh perhatian dan bertanggung jawab

B.Materi Pembelajaran

1.pengerian kondisi geografis suatu wilayah 2. pengertian kondisi penduduk suatu wilayah 3. Kondisi geografis wilayah Indonesia 4. Kondisi penduduk wilayah Indonesia

Penjabaran Materi :

1.Pengertian kondisi geografis suatu wilayah

Kondisi geografis wilayah diketahui antara lain dari posisi dan letak geografis, luas wilayah, relief muka bumi, bentang alam, cuaca, serta iklim. Informasi tentang kondisi geografis suatu wilayah dapat diperoleh dalam peta.

2.Pengertian kondisi penduduk suatu wilayah

adalah kondisi tentang kualitas dan kuantitas penduk suatu wilayah antara lian tentang jumlah penduduk, kepadatan penduduk dan kondisi ekonomi sosial.

3.Kondisi geografis wilayah Indonesia * Letak Astronomis

Kita telah belajar bahwa pada peta dan globe terdapat garis-garis astronomis, yaitu garis lintang dan garis bujur. Berdasarkan letak astronomis, Indonesia terletak antara 6° 08' LU - 11° 15' LS dan antara 94° 45' BT - 141° 05' BT.

Kondisi geografis Indonesia berdasar garis lintangnya antara lain seperti berikut. (1) Wilayah Indonesia sebagian besar terletak di belahan bumi selatan.

(2) Wilayah Indonesia dilalui oleh garis Khatulistiwa. (3) Indonesia beriklim tropis

Kondisi geografis Indonesia berdasar garis bujurnya antara lain seperti berikut. (1) Wilayah Indonesia terletak di belahan bumi timur.

(2) Panjang garis bujur Indonesia ialah 460. Berdasarkan penetapan internasional bahwa setiap 150 terjadi perbedaan waktu 1 jam. Dengan demikian, di Indonesia terdapat 3 daerah waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT).

 Letak Geografis

Indonesia memiliki letak geografis yang strategis. Dikatakan strategis karena:

(1) Indonesia terletak antara dua benua, Asia dan Australia. Letak ini menyebabkan di Indonesia terjadi dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Di samping itu, letak ini menyebabkan Indonesia kaya akan koleksi flora dan fauna. Indonesia memiliki koleksi flora dan fauna yang bersifat asiatis, peralihan, dan australis.

(2) Indonesia terletak di antara dua samudera, yaitu Hindia dan Pasifik.

(3) Indonesia terletak di jalur lalu lintas dunia, baik jalur pelayaran maupun penerbangan. Jalur pelayaran merupakan jalur lalu lintas perdagangan dunia.

 Letak Geologis

Letak geologis adalah letak suatu daerah berdasarkan struktur dan komposisi batuan atau bentuk muka atau bagian dalam bumi yang ada di daerah itu. Berdasarkan letak geologisnya, keadaan Indonesia antara lain seperti berikut.

(1) Indonesia terletak pada pertemuan deretan Pegunungan Muda Sirkum Pasifik dan Pegunungan Mediterania. Akibatnya, di Indonesia banyak dijumpai gunung api dan pusat-pusat gempa. Akibat kegiatan gempa dan vulkanisme, di Indonesia banyak ditemukan sumber daya bahan galian, seperti minyak bumi, gas alam, batu bara dan timah. Sumber daya bahan galian (mineral) merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai komoditas perdagangan dan industri yang juga komoditas ekspor.

(2) Indonesia terbagi ke dalam tiga daerah, yaitu daerah Dangkalan Sunda (meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan pulau-pulau kecil di seputarnya), daerah Dangkalan Laut Dalam (meliputi Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya), dan daerah Dangkalan Sahul (meliputi Kep. Aru, Pulau Irian, dan pulau-pulau di sekitarnya). Dangkalan Laut Dalam dan Dangkalan Sahul dipisahkan oleh garis Wallacea di Selat Makassar dan Selat Lombok.

(3) Indonesia memiliki berbagai jenis tanah yang tersebar mulai dari daratan rendah sampai dengan daerah pegunungan. Jenis-jenis tanah tersebut antara lain tanah aluvial (hasil endapan erosi di sekitar sungai), tanah vulkanik (berasal dari pelapukan abu vulkanik), tanah gambut (tanah di daerah yang selalu digenangi air), tanah humus (hasil pembusukan bahan-bahan organik) dan lain-lain.

 Letak Geomorfologis

Letak suatu negara berdasarkan bentuk permukaan bumi merupakan letak geomorfologis negara tersebut. Indonesia memiliki bentuk muka bumi yang sangat lengkap, mulai dataran rendah sampai dataran tinggi dan pegunungan. Berdasarkan letak geomorfologisnya, keadaan Indonesia antara lain seperti berikut.

(1) Karena pengaruh perbedaan ketinggian dan letak lintang, terdapat perbedaan suhu udara yang bervariasi.

(2) Keragaman bentuk muka bumi menyebabkan timbulnya berbagai kemungkinan mata pencaharian, mulai dari nelayan di tepi pantai, pekerja di pabrik-pabrik atau perkantoran di dataran rendah, sampai pada petani di dataran tinggi.

4.Kondisi penduduk wilayah Indonesia

Penduduk memiliki peranan yang penting dalam pembangunan. Tingkat kemajuan suatu daerah sangat tergantung dari kualitas penduduknya. Penduduk merupakan potensi, tetapi sekaligus beban bagi suatu daerah. Kondisi penduduk meliputi jumlah penduduk, kepadatan penduduk, dan kondisi sosial ekonomi.

a. Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk mengalami perubahan setiap harinya. Hal itu dipengaruhi oleh tingkat kelahiran, tingkat kematian, dan migrasi. Jumlah penduduk yang besar harus diimbangi dengan penyediaan berbagai kebutuhan hidup seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, fasilitas pendidikan, lapangan kerja, dan berbagai kebutuhan lainnya. Apabila kebutuhan hidup tersebut tidak terpenuhi secara layak akan menimbulkan berbagai permasalahan sosial. Pengangguran dan kemiskinan pun semakin meningkat.

b. Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk dapat dihitung dengan membandingkan jumlah penduduk dan luas wilayah. Di Indonesia, kepadatan penduduknya terdapat perbedaan mencolok antara Jawa dan luar Jawa. Kepadatan penduduk di Jawa sangat tinggi, sedangkan di luar Jawa sangat rendah. Padahal luas Pulau Jawa lebih kecil dibandingkan Pulau Kalimantan, Sumatra, dan Papua. Selain itu, terdapat perbedaan yang cukup besar kepadatan penduduk di daerah perdesaan dan perkotaan. Kepadatan penduduk di daerah perdesaan lebih rendah dibandingkan daerah perkotaan. Kepadatan penduduk yang tinggi di perkotaan disebabkan banyaknya para pendatang dari daerah lain terutama dari perdesaan. Mereka berusaha mendapatkan penghidupan yang layak di daerah perkotaan.

c. Kondisi Sosial Ekonomi

Kondisi sosial ekonomi penduduk dapat diamati dari tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, dan kondisi ekonomi penduduk. Kondisi ekonomi penduduk mempengaruhi tingkat kesejahteraannya. Penduduk dengan tingkat ekonomi tinggi mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak. Mereka mampu mendapatkan fasilitas kesehatan dan pendidikan dengan baik. Sementara itu, penduduk yang memiliki tingkat ekonomi rendah tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak. Mereka hidup dalam kemiskinan.

C.METODE PEMBELAJARAN :

 Model Pembelajaran : Cooperatif Script  Metode Pembelajaran : 2. Ceramah 3. Tanya jawab 4. Diskusi No. Kegiatan Guru Siswa

1. Kegiatan Awal 10 menit  Memotivasi siswa dengan

menunjukkan kenampakan bentang alam peta Indonesia.

 Guru mengajukan pertanyaan sebutkan pengertian kondisi geografis suatu wilayah!  Guru mengajukan pertanyaan

tentang pengertian kondisi penduduk suatu wilayah.  Menuliskan topik yang akan

dipelajarai yaitu kondisi geografis dan kondisi penduduk wilayah Indonesia

 Menyebutkan tujuan pembelajaran yang harus dicapai dalam belajar  Mengeksplorasi pengetahuan awal

siswa melalui pertanyaan : berdasarkan pengertian kondisi geografis dan kondisi penduduk diatas ungkapkan bagaimana kondisi geografis dan kondisi penduduk Indonesia!

 Menjawab pertanyaan guru (harapan guru, siswa menjawab sesuai dengan

pengetahuan dan pendapat siswa )

 Menulis topik yang akan dipelajari  Menulis tujuan pembelajaran

 Menjawab pertanyaan guru (harapan guru, siswa menjawab sesuai dengan

pengetahuan awal masing-masing yang mereka miliki)

 Mendengarkan penjelasan guru dan mencatat keterangan dari

guru,dengan tekun, rasa hormat dan perhatian

2. Kegiatan Inti 60 menit Eksplorasi

o Membagi kelompok dalam 2 tipe kelompok yaitu tipe A dan tipe B. Masing-masing tipe beranggotakan 2 kelompok

Elaborasi

o Membagikan Lembar kerja pada masing-masing kelompok tipe A, masing-masing peserta didik kelompok tipe B

 Kelompok 1 tipe A dan tipe B Mendiskripsikan kondisi geografis Indonesia

 Kelompok 2 tipe A dan tipe B Mendiskripsikan kondisi penduduk Indonesia

o Guru memasangkan peserta didik dari kelompok tipe A dengan peserta didik dari kelompok tipe B baik untuk kelompok 1dan 2

 Berkelompok, dengan disiplin dan penuh perhatian

o Menerima lembar kerja

o Mengerjakan tugas guru menjawab pertanyaan yang terdapat pada lembar kerja. Penuh rasa tanggung jawab

o Guru dan peserta didik menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar, Seornag peserta didik bertugas sebagai pembicara, yaitu

menyampaikan kegiatan dan hasil kegiatannya dan seroang peserta didik sebagai pendengar.

o Guru meminta peserta didik bertukarperan, yang semula sebgai pembicara berperan sebagai pendengar, dan yang semula sebagai pendengar berperan sebagai pembicara.

o Guru meminta salah satu pasangan untuk mempresentasikan hasil kegiatannya pada kegiatan diskusi kelas.

o Guru memberikan penguatan pada hasil diskusi (contoh dalam

memberikan pengauatan berupa konsep-konsep penting), demikian seterusnya kelompok 1 dan 2 bergantian.

Guru membimbing pserta didik menyusun kesimpulan.

Konfirmasi

 Memberikan penguatan dari hasil diskusi kelas (penguatan berupa konsep-konsep penting)

Membimbing siswa menyusun kesimpulan

o masing2 kelompok mempresentasikan hasil kelompok, dengan penuh rasa tanggung jawab

.

o Mencatat penguatan yang diterima dari guru, dengan rasa hormat dan perhatian o Menyusun kesimpulan, mencatat

kesimpulan, dengan tekun

3. Penutup 10 menit

Kegiatan Akhir/tindak lanjut  Membimbing peserta didik

menyusun kesimpulan  Memberikan tanya jawab

 Menyusun kesimpulan, mencatat kesimpulan.dengan teliti dan tekun

o Menjawab pertanyaan,dengan penuh tanggung jawab

D. BUKU SUMBER DAN MEDIA Buku sumber : 1. Buku Khasanah IPS 7 2. Buku BSE IPS 7

3. Buku IPS geografi 7, Penerbit Erlangga. 4. Buku IPS terpadu 7, penerbit JP BOOKS Media : - Peta Indonesia

- Lembar Kerja Siswa

- Lembar pengamatan penilaian individu - LCD : power point

E, PENILAIAN

a. Prosedur penilaian

Pengamatan dilakukan selama proses pembelajaran. prosedur penilaian dilakukan selama proses belajar mengajar dikelas mulai dari guru membuka pelajaran sampai dengan menutup pelajaran.

b. Aspek yang dinilai : - Kognitif

- Afektif (pengamatan nilai budaya dan karakter bangsa : jujur, tanggung jawab, saling menghargai )

c. Jenis Penilaian : Tes : tes tertulis

Non Tes : Rubrik Pengamatan Nilai Karakter saat mengerjakan tugas

d. Bentuk Insrumen : Tes tertulis, lembar observasi 1.Penilaian individu

* Penilaian dilakukan terhadap siswa pada saat mengerjakan soal 3. Penilaian Hasil Kerja

Laporan Hasil Kerja Individu (penilaian kognitif) 4. Instrumen Penilaian

Tes Uraian

F, LAMPIRAN- LAMPIRAN : 1. Materi

2. Lembar Pengamatan Individu saat mengerjakan tugas (Penilaian proses)

3. Lembar Pengamatan nilai karakter siswa saat mengerjakan tugas (Penilaian afektif) 4. Lembar Kerja siswa

5. Print out power point

5. Soal soal ulangan, kunci pedoman penskoran

Mengetahui,

Kepala SMP N 2 Sutojayan

SULISTIYONO, S.Pd, M.M NIP: 19690515 199512 1 002

Sutojayan, Januari 2013. Guru Mapel IPS,

SISWANTO

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

NAMA SEKOLAH : SMP Negeri 2 Sutojayan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester : VII / 2

Standar Kompetensi : 4. Memahami usaha manusia untuk mengenali perkembangan lingkungannya

Kompetensi Dasar : 4.3. Mendiskripsikan kondisi geografis dan penduduk.

Indikator : 4.3.3. Menganalisa kaitan antara kondisi geografis dengan keadaan penduduk dengan tekun, teliti dan tanggung jawab

Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran ( pertemuan 2 )

A.Tujuan Pembelajaran

Setelah selesai melaksanakan kegiatan pembelajaran diharapkan sisiwa dapat:

1, Mendiskripsikan pengaruh kondisi geografis terhadap kepadatan penduduk suatu wilayah, dengan tekun, teliti dan tanggung jawab.

2, Mendiskripsikan pengaruh kondisi geografis terhadap matapencaharian penduduk suatu wilayah, dengan tekun, teliti dan tanggung jawab.

3, Mendiskripsikan kondisi geografis terhadap penggunaan lahan suatu wilayah, , dengan tekun, teliti dan tanggung jawab.

4, Mendiskripsikan kondisi geografis terhadap pola pemukiman penduduk suatu wilayah, dengan tekun, teliti dan tanggung jawab.

5, Mendiskripsikan kondisi geografis terhadap kebudayaan penduduk suatu wilayah, dengan tekun, teliti dan tanggung jawab.

B.Materi Pembelajaran

1. pengaruh kondisi geografis terhadap kepadatan penduduk 2. pengaruh kondisi geografis terhadap matapencaharian penduduk 3. pengaruh kondisi geografis terhadap penggunaan lahan penduduk 4. pengaruh kondisi geografis terhadap pola pemukiman penduduk 5. pengaruh kondisi geografis terhadap kebudayaan penduduk

Penjabaran materi :

1, Pengaruh kondisi geografis terhadap kepadatan penduduk

Kondisi geografi suatu wilayah sangat berpengaruh terhadap jumlah penduduk wilayah tersebut. Wilayah yang padat penduduknya cenderung wilayah yang mempunyai relief yang datar misalnya dataran rendah, relief diwilayah dataran rendah memudahkan penggunaan lahan dan kecenderungan tanahnya subur, sehingga penduduk kebanyakan memilih kondisi seperti itu dibanding dengan wilayah pegunungan atau perbukitan. Hal ini menyebabkan kepadatan penduduk terjadi diwilayah dataran rendah.

2, Pengaruh kondisi geografi terhadap matapencaharian penduduk

Aktivitas penduduk dalam memanfaatkan sumber daya, terutama sumber daya alam akan melahirkan beberapa jenis mata pencaharian. Beberapa jenis sumber daya alam sering hanya tersedia pada kondisi bentang alam tertentu. Oleh karena itu, kita bisa menghubungkan antara bentang alam dan mata pencaharian.

3, Pengaruh kondisi geografi terhadap penggunaan lahan penduduk

Ada satu lagi bentuk keterkaitan antara kondisi geografis dengan penduduk yang bisa kamu temukan yaitu keterkaitan antara kondisi alam dengan pola penggunaan lahan. Selain

tambak, masih ada lagi beberapa contoh keterkaitan penggunaan lahan dengan alam. Salah satunya adalah sawah terasering. Sawah jenis ini diterapkan di wilayah dengan kemiringan lereng yang cukup tinggi. Penerapan pengolahan lahan terasering ditujukan untuk

4, Pengaruh kondisi geografi terhadap pola pemukiman penduduk

Persebaran permukiman sangat erat hubungannya dengan kondisi geografis suatu wilayah. Walaupun Indonesia berada pada daerah tropis yang cukup akan curah hujan dan kondisi air yang melimpah, tetapi tetap saja persebaran penduduk tidak merata. Hal ini di sebabkan selain ketersediaan air, masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi persebaran penduduk, misalnya bentang alam. Pada daerah pegunungan hampir tidak dapat di temukan pemukiman penduduk karena cuacanya yang dingin serta lahannya yang curam.Oleh karena itu, tempat-tempat seperti ini biasanya diperuntukkan sebagai obyek wisata bagi para pendaki.

Hal yang sama terjadi pada daerah rawa-rawa. Pada daerah ini persebaran penduduknya sangat jarang, karena daerah rawa selalu tergenang air sehingga tidak memungkinkan bagi para penduduk untuk membangun pemukiman.

5, Pengaruh kondisi geografi terhadap kebudayaan penduduk

Bukan hanya pengaruh bentang alam, pengaruh kondisi geografis yang lain juga bisa di temukan. Jika kamu tinggal di wilayah pegunungan atau suatu saat singgah di kawasan tersebut, perhatikanlah cara berpakaian penduduknya. Untuk mengantisipasi kondisi suhu yang rendah, ratarata penduduk memakai pakaian yang tebal.

C.METODE PEMBELAJARAN :

 Model Pembelajaran : Cooperatif Script  Metode Pembelajaran : 4. Ceramah 5. Tanya jawab 6. Diskusi No. Kegiatan Guru Siswa

1. Kegiatan Awal 10 menit  Memotivasi siswa dengan

menunjukkan CD kehidupan sehari-hari masyarakat daerah pantai.

 Guru mengajukan pertanyaan ‘sebutkan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh masyarakat daerah pantai berdasarkan pengamatan kalian? jelaskan bagaimana bentuk rumah dan pakaian yang dikenakan oleh penduduk tsb, samakah dengan didaerah kalian? mengapa

demikian?

 Mengeksplorasi pengetahuan awal siswa melalui pertanyaan ‘adakah kaitan antara kondisi geografi dengan kondisi penduduk?  Menuliskan topik yang akan

dipelajarai yaitu’ kaitan antara kondisi geografi dengan kondisi penduduk.’

 Menyebutkan tujuan pembelajaran yang harus dicapai dalam belajar  mengintruksikan untuk

mengeluarkan konsep tugas minggu lalu dan berkelompok sesuai dg kelompok yang telah dibentuk (8 kel, masing2 beranggotakan 4 orang).

 Menjawab pertanyaan guru (harapan guru, siswa menjawab sesuai dengan hasil pengamatan siswa’)

 Menjawab pertanyaan guru (harapan guru, siswa menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing yang mereka miliki) dengan disiplin dan penuh perhatian

 Menulis topik yang akan dipelajari

 Menulis tujuan pembelajaran

 Menjawab pertanyaan guru (harapan guru, siswa menjawab sesuai dengan pengetahuan awal masing-masing yang mereka miliki) dengan disiplin dan penuh perhatian

2.

Kegiatan Inti 60 menit Eksplorasi

o Membagi kelompok dalam 2 tipe kelompok yaitu tipe A dan tipe B. Masing-masing tipe beranggotakan 4 kelompok

Elaborasi

o Membagikan Lembar kerja pada masing-masing kelompok tipe A, masing-masing peserta didik kelompok tipe B

 Kelompok 1 tipe A dan tipe B tentang pengaruh kondisi geografis terhadap kepadatan penduduk

 Kelompok 2 tipe A dan tipe B tentang pengaruh kondisi geografis terhadap