HASIL DAN PEMBAHASAN
D. Penggorengan dan pengemasan
Penggorengan dilakukan secara manual oleh tenaga kerja pria karena hal ini dianggap pekerjaan yang beresiko tinggi terhadap wanita. Dan prosesnya adalah sebagai berikut
1. Setelah dilipatkan keadonan kulit, kemudian kacang intip digoreng dalam minyak yang telah ditambahkan gula dan wijen.gula dan wijen menambah rasa manis dan renyah pada kacang kulit.
Gambar 18. Proses Penggorengan
2. Pengemasan
Setelah digoreng kacang intip ditiriskan dan dibiarkan dingin hal ini bertujuan agar kacang intip tetap renyah pada saat dalam kemasan. Kemudian kacang intip siap di kemas dan dipasarkan. pengemasan dilakukan oleh tenaga kerja wanita yang dipercaya untuk mengemas.
Gambar 20. Kacang Intip Yang Telah Siap Dipasarkan
Aktivitas Tenaga Kerja Wanita
Tenaga kerja yang bekerja pada industri rumah tangga kacang intip adalah ibu rumah tangga yang sehari-hari mengurus rumah tangganya. Sebelum pergi ketempat bekerja para ibu rumah tangga ini melakukan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga terlebih dahulu. Seperti memasak, membersihkan rumah, mengurus anak sekolah dan suami pergi kerja. Setelah semua selesai sekitar pukul 09.00 wib para tenaga kerja pergi ke lokasi industri kacang intip yang memang tempatnya tidak terlalu jauh. Di lokasi industri kacang intip ini para tenaga wanita bekerja bekerja memotong adonan dan melipatkannya ke kacang tanah. Setelah bekerja 3 jam sampai pukul 12.00 wib para pekerja pulang kerumah untuk istirahat makan siang dan melihat keadaan rumah dan anak-anak yang pulang sekolah, setelah istirahat kurang lebih 1 jam sekitar pukul 13.00 wib wanita kembali ke lokasi industri Kacang Intip dan bekerja kembali melipat kacang tanah keadonan sampai
sore pukul 15.00 – 16.00.wib dan kembali kerumah selanjutnya untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Inilah aktivitas tenaga kerja wanita yang bekerja pada industri Kacang Intip setiap hari.
Menurut hasil wawancara kepada responden, Para suaminya menyatakan bahwa isteri yang bekerja sebagai buruh di industri Kacang Intip dapat membantu keuangan keluarga, walaupun yang diterima tenaga kerja wanita dari pekerjaan ini tidak terlalu besar tetapi cukup berarti. Suami tidak pernah keberatan karena isteri selain dapat bekerja mengisi waktu luang dan menambah pendapatan keluarga isteri juga dapat menyelesaikan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga.
Para suami beranggapan kerja ini hanya kerja sambilan para isteri tetapi cukup membantu pendapatan keluarga,dan pekerjaan ini tidak begitu menguras tenaga si wanita. Disamping itu, pekerjaan ini tidak mengeluarkan ongkos sehingga tidak ada biaya yang dikeluarkan, sedangkan untuk makan siang mereka bisa pulang kerumah untuk makan siang.
Curahan Tenaga Kerja Wanita Dalam Industri Kacang Intip
Kegiatan yang dilakukan oleh tenaga kerja wanita adalah memotong adonan menjadi lebih kecil dengan ukuran 2 cm x 2 cm, serta melipat kulit adonan ke kacang tanah, semakin cepat mengerjakannya maka semakin besar volume kacang intip yang dikerjakan.
Tabel 11. Rataan curahan tenaga kerja dan volume kacang yang dilipat dalam industri kacang intip didaerah penelitian perminggu dan perbulan
Uraian Jam kerja Volume kacang yang
dilipat (kg) Minggu I 30,30 57,69 Minggu II 30,10 60,20 Minggu III 30,20 59,96 Minggu IV 30,24 60,48 Jumlah 120,38 240,64
Sumber : Diolah Dari Lampiran 2
Dari Tabel 11 dapat dikemukakan bahwa responden bekerja mulai hari senin sampai sabtu setiap minggunya dengan curahan tenaga kerja per minggu dan volume kacang yang dilipat hampir sama antara 57,96 - 60,48 kg. Dengan kata lain curahan tenaga kerja wanita dalam satu bulan 120,38 jam dengan 24 hari kerja dan rata-rata volume kacang yang dilipat adalah 240,64 kg
Pendapatan Kerja Wanita Sebagai Buruh
Pendapatan tenaga kerja wanita sesuai dengan seberapa banyak (Kg) kacang intip yang dapat dilipat setiap harinya selama seminggu. Upah melipat kacang intip adalah Rp. 2.000 / Kg. Oleh karena upah yang diterima tergantung pada banyaknya kacang yang dilipat. Besarnya upah yang diterima oleh tenaga kerja wanita setiap bulan dapat dilihat pada tabel 12 berikut.
Tabel 12. Rata-rata upah tenaga kerja wanita pada industri kacang intip didaerah penelitian (Rp/ Bulan).
Uraian Rataan Range
1. volume kacang yang dilipatkan (Kg) 240,64 231-262
2. upah (Rp/Bln) 481.280 462.000-524.000
Sumber : Diolah Dari Lampiran 3
Dari Tabel 12 dapat dikemukakan bahwa pendapatan yang diperoleh wanit sabagai upah dari industri kacang intip adalah Rp. 481.280 dalam 24 hari kerja atau jam kerja 120,38 jam dalam satu bulan. Dengan kata lain pendapatan 1 jam adalah Rp 4.000,- upah minimum kota Tebing Tinggi Rp. 1.380.000 dalam 25 hari kerja atau 200 jam (bila 1 HK = 8 jam) maka pendapatan perjam adalah Rp. 6.900,- . Maka pendapatan wanita dari industri kacang intip Rp.4.000,- dalam
satu jam dibandingkan dengan upah minimum kota Tebing Tinggi sebesar Rp. 6.900,-per jam, maka pendapatan wanita sebagi buruh di industri kacang intip
rendah. Dengan demikian hipotesis 2 yang menyatakan pendapatan tenaga kerja wanita sebagi buruh di industri kacang intip besar, ditolak.
Pendapatan Keluarga
Pendaptan keluarga adalah pendapatan wanita ditambah dengan pendapatan suami. Pekerjaan suami para tenaga kerja wanita pada industri kacang intip bervariasi antara lain buruh pabrik, kuli bangunan, tarik becak, sopir dan wiraswasta. Sumber pendapatan suami berdasarkan jenis pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Jumlah Pendapatan Berdasarkan Jenis Pekerjaan Suami / Bulan No Uraian Jumlah (orang) Pendapatan Rata-rata (Rp/Bln)
1. Buruh pabrik 14 (56%) 1.200.000
2. Sopir 4 (16%) 1.725.000
3. Kuli bangunan 3 (12%) 1.733.333
4. Tarik becak 2 (8%) 1.800.000
5. Wiraswasta 2 (8%) 1.200.000
Sumber : Diolah Dari Lampiran 1
Dari Tabel 13 dapat dikemukakan bahwa terdapat 14 orang (56%) suami responden pekerjaannya adalah buruh pabrik dengan rata-rata penghasilan perbulan Rp.1.200.000,- selanjutnya 4 orang (16%) bekerja sebagai sopir dengan pendapatana perbulan Rp.1.723.000,- 3 orang (12%) bekerja sebagai kuli bangunan dengan pendapatan setiap bulan Rp.1.733.333,- sebagai penarik becak 2 orang (8%) dengan pendapatan perbulan Rp.1.800.000,- dan 2 orang (8%)wiraswasta dengan pendapatan Rp.1.200.000 perbulan. Maka untuk melihat besarnya pendapatan keluarga dari tenaga kerja wanita sebagai buruh pada industri kacang intip dapat dilihat pada tabel 14
Tabel 14. Total Pendapatan Keluarga tenaga kerja wanita yang bekerja di industri kacang intip di daerah penelitian
No Uraian Rp/Bulan Range (Rp)
1 Pendapatan wanita/isteri 481.280 462.000-524.000
2 Pendapatan suami 1.396.000 1.200.000-3.000.000 Total Pendapatan Keluarga 1.877.280 1.662.000-3.482.000
Sumber : Diolah Dari Lampiran 4
Dari Tabel 14 dikemukakan bahwa total pendapatan keluarga adalah Rp. 1.877.280 per bulan dengan range Rp.1.662.000-3.482.000.
Kontribusi Pendapatan Tenaga Kerja Wanita Terhadap Total Pendapatan Rumah Tangga.
Dengan memperhatikan kondisi pendapatan suami sebelum adanya
pendapatan isteri/wanita dapat dikemukakan dari 25 responden terhadap 8 (8
25 × 100 = 32%) pendapatan suami diatas Upah Minimum Kota Tebing
Tinggi, sementara 17 (68%) pendapatan suami dibawah Upah Minimum Kota Tebing Tinggi setelah wanita (isteri) memiliki pendapatan sendiri, maka pendapatan keluarga diatas Upah Minimum Kota Tebing Tinggi. Keadaan ini menunjukkan bahwa pendapatan isteri sebagai tenaga kerja wanita pada industri kacang intip memberikan arti yang cukup penting bagi pendapatan keluarga.
Untuk mengetahui besarnya kontribusi pendapatan responden terhadap pendapatan keluarga maka digunakan rumus :
Kontribusi pendapatan wanita =���������������������������������������
Keterlibatan tenaga kerja wanita dalam kegiatan ekonomi akan mempengaruhi besarnya pendapatan keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup. Besarnya kontribusi pendapatan responden terhadap total pendapatan keluarga dapat dilihat pada Tabel 15
Tabel 15. Kontribusi Pendapatan Tenaga Kerja Wanita Pada Industri Kacang Intip Didaerah Penelitian
No Uraian Rp/Bulan Persentase
1 Pendapatan responden 481.280 25,64
2 Pendapatan suami 1.396.000 74,36
Total 1.877.280 100
Sumber : Diolah Dari Lampiran 4.
Dari Tabel 15 dapat dikemukakan bahwa kontribusi pendapatan tenaga kerja wanita terhadap total pendapatan rumah tangga adalah 25,64 %. Dari data ini dapat dikemukakan bahwa kontribusi pendapatan wanita terhadap pendapatan keluarga rendah karena kontribusi < 30 %. Maka hipotesis 3 yang menyatakan bahwa kontribusi pendapatan tenaga kerja wanita terhadap total pendapatan keluarga tinggi ditolak.
Alasan Tenaga Kerja Wanita Bekerja Sebagai Buruh Diindustri Kacang Intip
Alasan dari 25 responden terhadap pekerjaan sebagai buruh pada industri kacang intip bervariasi menurut hasil wawancara bahwa alasan responden bekerja sebagai buruh di industri Kacang Intip ini. Ada yang menyatakan menambah pendapatan keluarga, karena lokasinya dekat rumah, mengisi waktu
luang dan daripada menganggur dirumah. Jumlah dan persentasi wanita berdasarkan alasannya dapat dilihat pada Tabel 15
Tabel 16. Frekuensi Wanita Berdasarkan Alasan Bekerja Sebagai Buruh di Industri Kacang Intip Di Daerah Penelitian
No Alasan Jumlah
(jiwa)
Persentase (%)
1. Menambah pendapatan keluarga 8 32
2. Menambah pendapatan keluarga dan lokasinya dekat rumah
8 32
3. Menambah pendapatan keluarga dan mengisi waktu luang
7 28
4. Menambah pendapatan keluarga dan daripada menganggur
2 8
Jumlah 25 100 Sumber Diolah Dari Lampiran 5
Dari Tabel 16 dapat dikemukakan bahwa jumlah responden yang terbesar adalah yang mengatakan alasan menambah pendapatan keluarga dan lokasi industri kacang intip dekat dari rumah yaitu sama sekitar 32%, diikuti alasan mengisi waktu luang 28% dan terakhir alasan daripada menganggur di rumah terdapat 8 %.
Dari uraian diatas dapat dikemukakan bahwa alasan wanita bekrja sebagai buruh pada industri kacang intip dominan untuk menambah pendapatan keluarga sehingga dengan adanya pendapatan wanita /isteri maka total pendapatan seluruhnya dari semua rumah tangga berada diatas Upah Minimum Kota Tebing Tinggi.
Dengan demikian hipotesis 4 yang menyatakan apa alasan wanita bekerja pada industri kacang intip telah terjawab.