• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan

Dalam dokumen Publikasi (Halaman 139-146)

Consolidated Financial Statements

PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk AND ITS SUBSIDIARIES

3. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan

Asumsi Manajemen 3. Management Use of Estimates, Judgmentsand Assumptions

Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan keuangan konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan dan asumsi atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut adalah berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.

In the application of the Group’s accounting policies, which are described in Note 2 to the consolidated financial statements, management is required to make estimates, judgments and assumptions about the carrying amounts of assets and liabilities that are not readily apparent from other sources. The estimates and assumptions are based on historical experience and other factors that are considered to be relevant.

Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap

jumlah-jumlah yang dilaporkan serta

pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.

Management believes that the following disclosures represent a summary of the

significant estimates, judgments and

assumptions made that affected certain reported amounts of and disclosures in the consolidated financial statements.

Pertimbangan Judgments

Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

The following judgments are made by management in the process of applying the Group’s accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the consolidated financial statements:

a. Mata Uang Fungsional a. Functional Currency Mata uang fungsional Perusahaan dan

entitas anak adalah mata uang lingkungan ekonomi utama dimana masing-masing entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa, dan mata uang dari negara yang kekuatan persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa entitas, dan merupakan mata uang yang mana dana dari aktivitas pendanaan dihasilkan.

The functional currency of the Company and its subsidiaries is the currency of the primary economic environment in which each of them operates. It is the currency, among others, that mainly influences sales prices for goods and services, and of the country whose competitive forces and regulations mainly determine the sales prices of its goods and services, and the currency in which funds from financing activities are generated.

b. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas

Keuangan b. Classification of Financial Assets and Financial Liabilities

Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 55. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2.

The Group determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 55. Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Group’s accounting policies disclosed in Note 2.

c. Penurunan Nilai Aset Keuangan c. Impairment of Financial Assets

Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Grup secara spesifik menelaah apakah telah terdapat bukti obyektif bahwa suatu aset keuangan telah mengalami penurunan nilai (tidak tertagih).

The Group assesses specifically at each consolidated statement of financial position date whether there is objective evidence that a financial asset is impaired (uncollectible).

Cadangan yang dibentuk adalah

berdasarkan pengalaman penagihan masa lalu dan faktor-faktor lainnya yang mungkin mempengaruhi kolektibilitas, antara lain kemungkinan kesulitan likuiditas atau kesulitan keuangan yang signifikan yang dialami oleh debitur atau penundaan pembayaran yang signifikan.

The level of allowance is based on past collection experience and other factors that may affect collectability such as the probability of insolvency or significant financial difficulties of the debtors or significant delay in payments.

PT SINAR MAS AGRO RESOURCES

AND TECHNOLOGY Tbk DAN ENTITAS ANAK Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun-tahun yang Berakhir

31 Desember 2016 dan 2015 (Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2016 and 2015 (Expressed in Millions of Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Jika terdapat bukti obyektif penurunan nilai, maka saat dan besaran jumlah yang dapat ditagih diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian masa lalu. Cadangan kerugian penurunan nilai dibentuk atas akun-akun yang diidentifikasi secara spesifik telah

mengalami penurunan nilai. Akun

pinjaman yang diberikan dan piutang dihapusbukukan berdasarkan keputusan manajemen bahwa aset keuangan tersebut tidak dapat ditagih atau direalisasi meskipun segala cara dan tindakan telah dilaksanakan. Suatu evaluasi atas piutang, yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan yang harus dibentuk, dilakukan secara berkala sepanjang tahun. Oleh karena itu, saat dan besaran jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang tercatat pada setiap periode dapat berbeda tergantung pada pertimbangan dan estimasi yang digunakan.

If there is an objective evidence of impairment, timing and collectible amounts are estimated based on historical loss data. Allowance for impairment is provided on accounts specifically identified as impaired. Written off loans and receivables are based on management’s decisions that the financial assets are uncollectible or cannot be realized in whatsoever actions have been taken. Evaluation of receivables to determine the total allowance to be provided is performed periodically during the year. Therefore, the timing and amount of provision for impairment recorded at each period might differ based on the judgments and estimates that have been used.

Nilai tercatat pinjaman yang diberikan dan piutang Grup diungkapkan pada Catatan 31.

The carrying value of the Group’s loans and receivables are set out in Note 31.

d. Pajak Penghasilan d. Income Taxes

Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan

untuk menentukan jumlah pajak

penghasilan. Terdapat sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.

Significant judgment is required in determining the provision for income taxes. There are many transactions and calculations for which the ultimate tax determination is uncertain due to different interpretation of tax regulations. Where the final tax outcome of these matters is different from the amounts that were initially recorded, such differences will have an impact on the current and deferred income tax assets and liabilities in the period in which such determination is made.

Estimasi dan Asumsi Estimates and Assumptions

Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi.

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial period are disclosed below. The Group based its assumptions and estimates on parameters available when the consolidated financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments may change due to market changes on circumstances arising beyond the control of the Group. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.

a. Nilai Wajar Aset Keuangan dan

Liabilitas Keuangan a. Fair Value of Financial Assets and Financial Liabilities

Standar Akuntansi Keuangan

di Indonesia mensyaratkan

pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai

wajarnya, dan penyajian ini

mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran nilai wajar

yang signifikan ditentukan

berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda.

Indonesian Financial Accounting Standards require measurement of certain financial assets and liabilities at fair values, and the disclosure requires the use of estimates. Significant component of fair value measurement is determined based on verifiable objective evidence (i.e. foreign exchange rate, interest rate), while timing and amount of changes in fair value might differ due to different valuation methods used.

Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 19.

The fair value of financial assets and financial liabilities are set out in Note 19.

b. Estimasi Masa Manfaat Tanaman

Perkebunan dan Aset Tetap b. Estimated Useful Lives of Plantations and Fixed Assets

Masa manfaat dari masing-masing tanaman perkebunan dan aset tetap Grup diestimasi berdasarkan jangka waktu aset tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta keterbatasan hak atau

pembatasan lainnya terhadap

penggunaan aset. Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap tanaman perkebunan dan aset tetap akan

menyebabkan kenaikan beban

penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap dan tanaman perkebunan.

The useful life of each of the item of the Group’s plantations and fixed assets is estimated based on the period over which the asset is expected to be available for use. Such estimation is based on a collective assessment of similar business, internal technical evaluation and experience with similar assets. The estimated useful life of each asset is reviewed periodically and updated if expectations differ from previous estimates due to physical wear and

tear, technical or commercial

obsolescence, and legal or other limits on the use of the asset. It is possible, however, that future results of operations could be materially affected by changes in the amounts and timing of recorded expenses brought about by changes in the

factors mentioned above.

A reduction in the estimated useful life of any item of plantations and fixed assets would increase the recorded depreciation and decrease the carrying values of these assets.

PT SINAR MAS AGRO RESOURCES

AND TECHNOLOGY Tbk DAN ENTITAS ANAK Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun-tahun yang Berakhir

31 Desember 2016 dan 2015 (Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2016 and 2015 (Expressed in Millions of Rupiah, Unless Otherwise Stated)

Nilai tercatat tanaman perkebunan dan aset tetap masing-masing diungkapkan pada Catatan 9 dan 10.

The carrying values of plantations and fixed assets are set out in Notes 9 and 10, respectively.

c. Imbalan Pasca-kerja c. Post-employment Benefits

Penentuan liabilitas dan imbalan pasca-kerja dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 28 dan mencakup, antara lain, tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi Grup

dibukukan pada penghasilan

komprehensif lain dan dengan

demikian, berdampak pada

jumlah penghasilan komprehensif lain dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa

asumsi-asumsi yang digunakan

adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah liabilitas imbalan pasca-kerja tersebut. Nilai tercatat liabilitas imbalan

pasca-kerja diungkapkan pada

Catatan 28.

The determination of the obligation and post-employment benefits is dependent on the selection of certain assumptions used by actuary in calculating such amounts. Those assumptions are described in Note 28 and include, among others, discount rate and rate of salary increase. Actual results that differ from the Group’s assumptions are charged to comprehensive income and therefore, generally affect the recognized comprehensive income and recorded obligation in such future periods. While it is believed that the Group’s assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in actual experience or significant

changes in assumptions may

materially affect the amount of post- employment benefits liabilities. The carrying value of post-employment benefits liabilities is disclosed in Note 28.

d. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan d. Impairment of Non-Financial Assets

Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi

penurunan nilai aset tertentu.

Penentuan nilai wajar aset

membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari

pemakaian berkelanjutan dan

pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi- asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat berdampak signifikan pada nilai terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.

Impairment review is performed when certain impairment indicators are present. Determining the fair value of assets requires the estimation of cash flows expected to be generated from the continued use and ultimate disposition of such assets. Any

significant changes in the

assumptions used in determining the fair value may materially affect the assessment of recoverable values and any resulting impairment loss could have a material impact on results of operations.

Nilai tercatat aset non-keuangan

tersebut adalah: The carrying value of these assets follows:

2016 2015

Investasi dalam saham dan Investments in shares of stock

uang muka investasi 46.277 47.393 and advances

Tanaman perkebunan 1.186.805 1.256.707 Plantations

Aset tetap 11.165.271 10.736.651 Fixed assets

Aset takberwujud 22.232 22.232 Intangible assets

Bibitan 12.149 11.964 Nursery

Jumlah 12.432.734 12.074.947 Total

e. Aset Pajak Tangguhan e. Deferred Tax Assets

Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas pada laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika kemungkinan besar jumlah laba kena pajak akan

memadai untuk pemanfaatan

perbedaan temporer yang diakui. Estimasi manajemen yang signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang diakui berdasarkan kemungkinan waktu terealisasinya dan jumlah laba kena pajak pada masa mendatang serta strategi perencanaan pajak masa depan. Nilai tercatat aset pajak

tangguhan diungkapkan pada

Catatan 16.

Deferred tax assets are recognized for all temporary differences between the financial statements’ carrying amounts of existing assets and liabilities and their respective taxes bases to the extent that it is probable that taxable profit will be available

against which the temporary

differences can be utilized. Significant management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of future taxable profits together with future tax planning strategies. The carrying value of deferred tax assets is disclosed in Note 16.

4. Kas dan Setara Kas 4. Cash and Cash Equivalents

Akun ini terdiri dari: This account consists of:

2016 2015

Kas 966 937 Cash on hand

Bank Cash in banks

Pihak berelasi (Catatan 30i) Related party (Note 30i)

PT Bank Sinarmas Tbk PT Bank Sinarmas Tbk

Rupiah 1.595 2.649 Rupiah

Dolar Amerika Serikat (Catatan 32) 7.747 1.171 U.S. Dollar (Note 32)

PT SINAR MAS AGRO RESOURCES

AND TECHNOLOGY Tbk DAN ENTITAS ANAK Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun-tahun yang Berakhir

31 Desember 2016 dan 2015 (Disajikan dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

PT SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk AND ITS SUBSIDIARIES Notes to Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2016 and 2015 (Expressed in Millions of Rupiah, Unless Otherwise Stated)

2016 2015

Bank Cash in banks

Pihak ketiga Third parties

Rupiah Rupiah

Citibank, N.A., Cabang Indonesia 50.052 139.618 Citibank, N.A., Indonesia Branch

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 39.882 45.396 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Central Asia Tbk 32.644 4.235 PT Bank Central Asia Tbk

PT Bank CIMB Niaga Tbk 27.441 9.536 PT Bank CIMB Niaga Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 22.568 13.500 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

PT Bank Maybank Indonesia Tbk 22.311 39.823 PT Bank Maybank Indonesia Tbk

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 18.956 23.762 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

PT Bank Danamon Indonesia Tbk 162 1.932 PT Bank Danamon Indonesia Tbk

Lain-lain (masing-masing

di bawah Rp 1.000) 243 786 Others (each below Rp 1,000)

Dolar Amerika Serikat (Catatan 32) U.S. Dollar (Note 32)

Citibank, N.A., Cabang Indonesia 81.370 1.222.170 Citibank, N.A., Indonesia Branch

PT Bank Maybank Indonesia Tbk 24.724 17.309 PT Bank Maybank Indonesia Tbk

Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd., Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd.,

Cabang Indonesia 5.049 1.146 Indonesia Branch

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 2.267 6.036 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

PT Bank CIMB Niaga Tbk 673 2.245 PT Bank CIMB Niaga Tbk

PT Bank ANZ Indonesia - 3.345 PT Bank ANZ Indonesia

Lain-lain (masing-masing

di bawah Rp 1.000) 2.148 4.013 Others (each below Rp 1,000)

Yuan Cina (Catatan 32) China Yuan (Note 32)

Bank of China Ltd., Cabang Indonesia 17 18 Bank of China Ltd., Indonesia Branch

PT Bank ICBC Indonesia 9 11 PT Bank ICBC Indonesia

Jumlah - pihak ketiga 330.516 1.534.881 Total - third parties

Jumlah Bank 339.858 1.538.701 Total Cash in Banks

Deposito berjangka Time deposits

Pihak ketiga Third parties

Rupiah Rupiah

PT Bank Maybank Indonesia Tbk 7.800 7.800 PT Bank Maybank Indonesia Tbk

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.843 1.843 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Jumlah Deposito Berjangka 9.643 9.643 Total Time Deposits

Jumlah 350.467 1.549.281 Total

Suku bunga deposito berjangka per tahun: Time deposits' interest rates per annum:

Dalam dokumen Publikasi (Halaman 139-146)