• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penggunaan Kombinasi Formula IF dan VLOOKUP

Penggunaan kombinasi Formula IF dan VLOOKUP dapat digunakan untuk melakukan perhitungan tunjangan jabatan yang diminta pada contoh kasus kita. Secara logika saja pasti kita dapat mengira-ngira bagaimana alur berpikir seleksi kondisinya meskipun agak rumit. Manajer akan mendapatkan bonus jabatan yang besarnya berbeda berdasar jenis kelaminnya. Untuk wanita mendapatkan bonus 5% dari gaji pokok dan untuk pria 7% dari gaji pokok.

Sehingga jika kita bayangkan, posisi manajer akan mendapat tunjangan jabatan yang besarnya beberapa persen dari gaji pokoknya. Jika manajer ini pria, maka dia mendapat tunjangan 7% dari gaji pokok dan jika dia wanita, maka dia akan mendapat tunjangan 5% dari gaji pokok. Kemudian disini dapat kita bayangkan juga bahwa sebenarnya kita sudah punya informasi tentang gaji pokok dari tabel referensi gaji pokok, maka pasti cara untuk mendapatkannya memakai VLOOKUP. Maka dapat disimpulkan ini adalah kasus yang menggunakan gabungan dari IF,VLOOKUP dan sedikit operasi matematika.

Manajer ? IYA TIDAK Pria ? IYA TIDAK 0,07 * VLOOKUP (gaji pokok) 0,05 * VLOOKUP (gaji pokok) 0

Dalam logika berpikir ini pasti ditemukan juga bahwa akan ada 2 seleksi kondisi, yang pertama untuk menentukan apakah dia manajer atau bukan dan yang kedua adalah untuk jenis kelaminnya. Dalam Excel kita bisa mewujudkannya dengan istilah yang biasa disebut NESTED IF atau dalam Bahasa Indonesia nya

IF DI DALAM IF. Penulisannya menjadi agak panjang namun jika sudah mengerti konsep dasarnya maka akan terasa sama saja, karena memang hanya perlu ditulis secara berurutan mengikuti logikanya saja. Untuk contohnya langsung saja kita coba untuk membuat logika tersebut dalam Excel

Langkah – langkah pengerjaan

2) Blok dan lakukan Copy (Ctrl+C) deklarasi formula VLOOKUP yang sudah dibuat sebelumnya dengan cara mengkopi isi dari formula bar di bagian atas yang muncul saat kita melakukan klik di salah 1 cell gaji pokok

3) Buka aplikasi Notepad pada komputer dan PASTE disitu untuk melakukan penyimpanan sementara teks formula yang sudah kita COPY

4) Kembali ke Excel, di sheet pegawai atau di tabel utama, sorot dan klik di salah satu cell di bagian kolom tunjangan jabatan

5) Membuat sebuah formula IF dengan cara menuliskan manual seperti sebelumnya di cell yang dipilih tadi

6) Memasukkan kolom jabatan sebagai seleksi kondisi dengan syarat apakah dia Manajer atau bukan dengan cara mengklik salah satu cell di kolom jabatan dan kemudian melanjutkan formulanya menjadi

7) Memasukkan seleksi kondisi kedua dengan jenis kelamin sebagai syarat di bagian TRUE formula IF

pertama (manajer) dengan cara yang sama dengan langkah sebelumnya sehingga penulisan formulanya menjadi

=IF(D3=”Manajer”;IF(E3=”Pria”;

8) Kembali ke aplikasi Notepad yang sudah dibuka, dan COPY (Ctrl + C) kembali semua isi deklarasi formula VLOOKUP yang disimpan sementara di langkah – langkah awal

9) Memakai formula VLOOKUP dengan cara mem-PASTE formula yang sudah di COPY sebelumnya dan mengoperasikannya dengan sedikit operasi matematika dan memasukkannya di bagian TRUE dan

FALSE formula IF kedua sesuai dengan perhitungan masing-masing jenis kelamin , sehingga penulisan formulanya menjadi seperti berikut (dalam contoh ini diberi tanda warna untuk memudahkan

pembagiannya, kuning = pria, hijau = wanita)

=IF(D3="Manajer" ; IF(E3="Pria" ; 0,07*VLOOKUP(D3;'gaji pokok'!$C$3:$D$4;2;FALSE) ; 0,05*VLOOKUP(D3;'gaji pokok'!$C$3:$D$4;2;FALSE))

10) Melanjutkan penulisan formula untuk IF yang pertama (sebelumnya harus dicek dulu tanda kurungnya sudah sesuai atau belum untuk tiap formulanya), untuk IF yang pertama blok formula di langkah nomor 10 adalah baru untuk nilai TRUE nya saja, untuk yang FALSE belum ada. Dari kasus didapatkan informasi bahwa jika dia bukan manajer maka dia tidak mendapat tunjangan jabatan, sehingga mudah saja tinggal dikasih nilai 0 (nol) saja untuk bagian nilai FALSE formula IF pertama. Penulisan formula akhirnya menjadi seperti berikut

=IF(D3="Manajer" ; IF(E3="Pria" ; 0,07*VLOOKUP(D3;'gaji pokok'!$C$3:$D$4;2;FALSE) ; 0,05*VLOOKUP(D3;'gaji pokok'!$C$3:$D$4;2;FALSE)) ; 0)

11) Tekan tombol ENTER dan secara otomatis akan muncul hasil perhitungan tunjangan jabatan dengan memakai formula IF dan VLOOKUP

12) Gunakan teknik “Tarikan Sakti” untuk mengimplementasikan formula yang barusan kita buat pada semua data yang ada pada tabel pegawai. Blok hasil formula tersebut dan klik di pojok kanan bawahnya, dan tarik ke bawah sampai semua data tercover.

13) Dapat dilihat bahwa perhitungan tunjangan jabatan berhasil dibuat

4. Melakukan perhitungan gaji kotor sebelum kena pajak

Untuk melakukan perhitungan total gaji kotor sebelum pajak, sebenarnya sangat mudah sekali. Kita tinggal memakai formula Autosum untuk melakukan penjumlahan ini.

2) Tekan saja tombol Autosum tersebut dan secara otomatis Excel akan melakukan pendeteksian interval cell yang akan dijumlahkan. Atur interval cell yang akan dijumlahkan sesuai dengan apa yang mau dijumlahkan dengan cara menggeser penanda cell yang dibentuk formula Autosum. Jika sudah sesuai, langsung tekan ENTER dan otomatis hasil penjumlahan akan muncul.

3) Gunakan teknik “Tarikan Sakti” untuk mengimplementasikan formula yang barusan kita buat pada semua data yang ada pada tabel pegawai. Blok hasil formula tersebut dan klik di pojok kanan bawahnya, dan tarik ke bawah sampai semua data tercover

5. Melakukan perhitungan pajak

Untuk perhitungan pajak dari kasus kita mendapatkan informasi bahwa masing - masing tingkat kepegawaian akan mendapatkan pajak dari gaji yang diterima. Untuk Manajer sebesar 3% dan untuk golongan karyawan sebesar 1%.

Berdasarkan infromasi tersebut dapat kita tebak juga kalau ini merupakan kasus seleksi kondisi dengan diagram alir sebagai berikut :

Manajer ?

IYA

TIDAK

0,03 * gaji kotor 0,01 * gaji kotor

Dan dengan melakukan proses seleksi kondisi dengan formula IF dengan cara yang sama dengan langkah – langkah yang sudah dibahas di bagian sebelumnya, maka perhitungan pajak dapat dihitung. Disini tidak akan dibahas tentang caranya bagaimana karena cara dasarnya sudah pernah dibahas di bagian sebelumnya.

6. Melakukan perhitungan gaji bersih setelah kena pajak

Perhitungan terakhir dapat dengan mudah dilakukan hanya dengan cara mengurangi nilai cell gaji kotor sebelum kena pajak dan nilai pajak dari setiap data.

Sehingga setelah dilakukan 6 langkah utama diatas, maka akan didapatkan tabel utama yang berisi penuh seperti ini :

Dokumen terkait