DAFTAR GAMBAR
E. Cara Penggunaan Modul
Cara penggunaan modul pada setiap kegiatan pembelajaran secara umum sesuai dengan skenario penyajian materi pada diklat. Alur model pembelajaran melalui moda tatap muka penuh dan tatap muka in-on-in
adalah sebagai berikut
.
Deskripsi kedua moda diklat tatap muka ini terdapat pada penjelasan berikut.
1. Deskripsi cara penggunaan modul pada moda Tatap Muka Penuh
Alur dan deskripsi cara penggunaan modul pada moda Tatap Muka Penuh
Gambar 2. Alur Cara Penggunaan Modul
Deskripsi Kegiatan
a. Pendahuluan
Pada kegiatan pendahuluan Anda dipersilakan mempelajari :
latar belakang yang memuat gambaran materi modul
tujuan penyusunan modul mencakup tujuan semua kegiatan pembelajaran setiap materi modul
kompetensi atau indikator yang akan dicapai atau ditingkatkan melalui modul.
ruang lingkup berisi materi kegiatan pembelajaran
langkah-langkah penggunaan modul
b. Mengkaji materi
Pada kegiatan ini Anda mempelajari materi tentang Sifat Koligatif Larutan, Kimia Unsur Periode 3, Benzena dan Turunannya yang diuraikan secara singkat sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar. Anda dapat mempelajari materi secara individual atau kelompok dengan melakukan kerjasama yang baik dengan anggota dalam kelompok Anda
c. Melakukan aktivitas pembelajaran
Pada kegiatan ini Anda melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rambu-rambu/ instruksi yang tertera pada modul baik berupa diskusi materi, mengerjakan tugas, latihan, praktikum dan sebagainya.. Pada kegiatan ini Anda secara aktif menggali informasi dan berlatih mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran. Aktivitas dilakukan dengan mandiri atau kelompok dengan cara kerjasama pada saat membuat tugas dan kreatif dalam membuat laporan hasil kerja. Laporan yang dikumpulkan jika hasil kelompok merupakan hasil kerjasama dan jika ada perbaikan menjadi tanggung jawab semua anggota kelompok.
PPPPTK IPA
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan - Kemdikbud
d. Presentasi dan Konfirmasi
Pada kegiatan ini perwakilan kelompok Anda mempresentasikan hasil kegiatan, peserta lain menyimak presentasi dengan cermat dan serius sebagai penghargaan kepada pembicara. Setelah presentasi peserta lain menanggapi hasil presentasi dengan cara empati sedangkan fasilitator melakukan konfirmasi terhadap materi yang dipresentasikan secara empati kemudian menyamakan persepsi hasil diskusi yang dibahas bersama
e. Review Kegiatan
Pada kegiatan ini Anda dan peserta lain serta fasilitator mereview materi sampai mendapatkan persamaan persepsi dan pemahaman materi yang diuraikan pada modul.
2. Deskripsi cara penggunaan modul pada moda Tatap Muka IN-ON-IN
Cara penggunaan modul pada moda tatap muka IN-ON-IN sedikit berbeda
dengan moda tatap muka penuh. Perbedaan terdapat pada komponen aktivitas
pembelajaran dan tugas/latihan. Alur .dan deskripsi cara penggunaan modul
adalah sebagai berikut.
Gambar 3. Alur Cara Penggunaan Modul
Deskripsi Kegiatan
Pada kegiatan IN-1 Anda sebagai peserta mempelajari modul dengan cara yang sama seperti pada moda tatap muka penuh sampai mengkaji materi. Mulai komponen Aktivitas Pembelajaran terdapat kegiatan untuk IN-1 dan ON. Pada IN-1 Anda dipandu fasilitator mempelajari aktivitas berdasarkan Lembar Kegiatan (LK) yang disiapkan untuk IN- 1. Pada kegiatan ON Anda dapat mengkaji kembali uraian materi secara mandiri dan melakukan aktivitas belajar berdasarkan instruksi atau LK yang disiapkan untuk kegiatan ON. Jika ada
kegiatan praktik yang tidak bisa dilaksanakan pada IN-1, kegiatan diganti menjadi diskusi materi LK tersebut dan pelaksanaannya dilakukan di ON
Pada komponen Latihan/Kasus/Tugas terdapat tugas pengembangan soal sesuai kisi-kisi UN/USBN 2017. Pengebangan soal dilakukan secara mandiri pada saat ON. Pada kegiatan ON Anda harus menyiapkan laporan sesuai sistematika yang telah ditetapkan. Hasil kegiatan ON baik berupa laporan praktikum, rancangan LK untuk peserta didik dan kumpulan soal dilampirkan sebagai bukti fisik bahwa Anda telah menyelesaikan seluruh tugas ON yang ada pada modul. Pada kegiatan IN-2, Anda dan peserta lainnya melaporkan hasil kegiatan ON dan mendiskusikannya difasilitasi oleh fasilitator.
Fenomena sifat koligatif pada larutan dapat diamati dalam kehidupan sehari hari. Rasa syukur kepada Tuhan YME, karena fenomena-fenomena ilmiah yang terjadi di kehidupan ini adalah salah satu bentuk kekuasaan dan kebesaran-Nya. Larutan memiliki sifat koligatif yang dapat diamati. Sifat koligatif diakibatkan adanya sejumlah partikel zat terlarut dalam larutan. Sebagai contoh, Anda dapat mengamati fenomena sifat koligatif secara mandiri pada saat memasak. Pada saat memasak air murni hingga mendidih, berapa suhu air murni yang mendidih tersebut? Kemudian, apa yang terjadi jika Anda memasukan sejumlah gula pada saat air tersebut mendidih? Air yang semula sedang mendidih tersebut saat ditambahkan sejumlah gula dan diaduk maka proses mendidih akan terhenti sejenak kemudian akan mendidih kembali. Saat kondisi mendidih air yang telah diberi sejumlah gula, coba diukur suhunya. Berapa suhu yang terjadi? Apakah sama dengan air mendidih sebelum ditambahkan sejumlah gula? Silakan diskusikan secara berkelompok mengenai hasil yang diperoleh dan hubungkan fenomena yang terjadi dengan prinsip sifat koligatif. Tentunya suhu kondisi kedua akan lebih tinggi dibanding sebelumnya, artinya telah terjadi kenaikan titik didih. Hal ini disebabkan dengan adanya penambahan gula pasir sebagai zat terlarut menyebabkan adanya kenaikan titik didih. Titik didih air murni lebih rendah dibandingkan titik didih larutan. Jumlah zat terlarut sangat berpengaruh terhadap kenaikan titik didih larutan. Hal seperti ini adalah sifat koligatif larutan, yaitu sifat larutan yang tergantung pada banyaknya partikel zat terlarut dalam larutan dan bukan pada jenis partikel zat terlarut. Sifat koligatif larutan tidak hanya kenaikan titik didih dan penurunan tekanan uap, tetapi juga termasuk penurunan titik beku, dan tekanan osmosis.
Pada tekanan osmosis, Anda dapat memperhatikan orang yang sedang diberikan cairan infus. Silakan berdiskusi antar guru atau antara guru dan siswa