• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

Dalam dokumen PT Indosat Tbk dan entitas anaknya (Halaman 53-56)

a. Pertimbangan (lanjutan)

· Sewa (lanjutan)

Perijinan (lanjutan)

Manajemen berkeyakinan, dengan didukung konfirmasi tertulis dari DJPT, bahwa izin 3G dan BWA tersebut dapat dikembalikan setiap saat tanpa adanya kewajiban finansial untuk membayar biaya penggunaan pita frekuensi radio tahunan yang tersisa (bentuk perizinan tersebut tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan). Oleh karena itu, Perusahaan dan IMM mengakui biaya hak penggunaan pita frekuensi radio tahunan sebagai beban sewa operasi dibayar di muka yang diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa hak penyelenggaraan izin 3G dan BWA. Manajemen melakukan evaluasi atas keberlangsungan penggunaan izin-izin tersebut setiap tahun.

· Penurunan nilai dari aset non-keuangan

Penurunan nilai terjadi ketika nilai tercatat dari aset atau UPK melebihi nilai terpulihkannya, yang mana yang lebih tinggi dari nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai. Perhitungan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual berdasarkan data yang tersedia dari transaksi penjualan yang mengikat dalam sebuah transaksi wajar (arm’s length transaction) dari aset serupa atau harga pasar yang dapat diobservasi dikurangi biaya pelepasan (incremental costs) untuk menjual aset tersebut. Perhitungan nilai pakai berdasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Data arus kas diambil dari anggaran untuk lima tahun yang akan datang dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum dilakukan oleh Grup atau investasi signifikan di masa datang yang akan memutakhirkan kinerja aset dari UPK yang diuji. Nilai terpulihkan paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang digunakan dalam model arus kas yang didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus kas masuk di masa datang (future cash inflows) yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.

· Transaksi pertukaran aset

Selama tahun 2010 sampai tahun 2012, Grup menandatangani beberapa kontrak untuk pertukaran aset dengan pemasok pihak ketiga untuk beberapa peralatan teknis selular tertentu. Untuk transaksi pertukaran aset tersebut, Grup melakukan evaluasi apakah transaksi tersebut mengandung substansi komersial sesuai dengan PSAK 16 (Revisi 2011) “Aset Tetap”, yang mengharuskan Grup untuk membuat pertimbangan dan estimasi mengenai arus kas di masa depan dan nilai wajar dari aset yang diterima dan diserahkan sebagai akibat dari transaksi tersebut. Manajemen memperhitungkan bahwa transaksi pertukaran aset tersebut memenuhi kriteria substansi komersial; tetapi nilai wajar dari aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal, sehingga nilainya diukur berdasarkan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan ditambah kas yang dibayarkan.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

a. Pertimbangan (lanjutan)

· Transaksi penjualan dan sewa kembali

Grup mengklasifikasikan transaksi sewa menjadi sewa pembiayaan atau sewa operasi sesuai dengan kebijakan akuntansi yang tertera pada Catatan 2j. Penentuan suatu transaksi sewa, apakah menjadi sewa pembiayaan atau sewa operasi merupakan suatu permasalahan yang kompleks dan membutuhkan pertimbangan yang substansial mengenai apakah suatu transaksi sewa mengalihkan secara substansial semua risiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan kepada atau dari Grup. Dibutuhkan pertimbangan yang seksama dan kehati-hatian atas berbagai aspek yang kompleks termasuk didalamnya, tetapi tidak terbatas pada nilai wajar dari aset sewaan, umur ekonomis dari aset sewaan, keberadaan opsi perpanjangan dalam periode sewa dan penentuan tingkat diskonto yang tepat dalam perhitungan nilai kini dari pembayaran sewa minimum.

Pengklasifikasian sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi untuk menentukan apakah aset sewaan dikapitalisasi dan diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Pada transaksi penjualan dan sewa kembali, pengklasifikasian atas transaksi sewa kembali seperti yang tertera di atas akan menentukan pengakuan laba atau rugi dari transaksi penjualan. Laba atau rugi akan ditangguhkan dan diamortisasi (sewa pembiayaan) atau diakui segera dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian (sewa operasi).

· Cadangan untuk kewajiban hukum kontinjensi

IMM saat ini sedang dalam investigasi oleh Pengadilan Negeri karena terlibat dalam sebuah kasus hukum yang signifikan (Catatan 36j). Pertimbangan manajemen atas kemungkinan biaya untuk penyelesaian tuntutan telah dikonsultasikan dengan penasihat hukum Perusahaan yang menangani kasus ini dan berdasarkan analisa mereka atas kemungkinan hasil dari kasus tersebut. Manajemen saat ini tidak percaya kasus ini dapat mengurangi secara material pendapatan dan keuntungan Perusahaan. Meskipun demikian, terdapat kemungkinan bahwa kinerja keuangan di masa depan dapat dipengaruhi secara material oleh perubahan dalam pertimbangan atau keefektifan strategi mereka terkait dengan kasus ini.

· Cadangan penurunan nilai piutang

Apabila terdapat bukti objektif bahwa rugi penurunan nilai telah terjadi atas piutang usaha, Grup mengestimasi cadangan untuk kerugian penurunan nilai atas piutang usaha yang secara khusus diidentifikasi sebagai piutang yang kemungkinan tidak dapat ditagih.

Sebagai tambahan atas cadangan terhadap piutang yang secara individual signifikan, Grup juga meneliti cadangan penurunan nilai secara kolektif terhadap risiko kredit debitur mereka yang dikelompokkan berdasarkan karakteristik kredit yang sama, dan meskipun tidak diidentifikasi secara spesifik yang memerlukan cadangan tertentu, memiliki risiko tidak tertagih yang lebih besar dibandingkan dengan saat awal piutang diberikan kepada debitur.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN OLEH MANAJEMEN (lanjutan)

b. Estimasi dan Asumsi

Asumsi kunci mengenai masa depan dan sumber kunci lainnya untuk estimasi ketidakpastian pada akhir periode pelaporan yang memiliki risiko signifikan yang menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijabarkan sebagai berikut:

· Penentuan nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitas keuangan

Ketika nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian tidak dapat diambil dari pasar yang aktif, maka nilai wajarnya ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian, termasuk model discounted cash flow. Masukan untuk model tersebut dapat diambil dari pasar yang dapat diobservasi, tetapi apabila hal ini tidak memungkinkan, sebuah tingkat pertimbangan disyaratkan dalam menetapkan nilai wajar. Pertimbangan tersebut mencakup penggunaan masukan seperti risiko likuiditas, risiko kredit dan volatilitas. Perubahan dalam asumsi mengenai faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar dari instrumen keuangan yang dilaporkan. Lihat Catatan 21 untuk penjelasan lebih lanjut.

· Estimasi masa manfaat aset tetap dan aset takberwujud

Grup mengestimasi masa manfaat dari aset tetap dan aset takberwujudnya berdasarkan ekspektasi utilisasi dari aset yang diharapkan dapat didukung dengan rencana dan strategi usaha yang juga mempertimbangkan perkembangan teknologi di masa depan dan perilaku pasar. Estimasi dari masa manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Grup secara kolektif terhadap praktek industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara. Estimasi masa manfaat ditelaah paling sedikit setiap akhir tahun pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan hukum atau pembatasan lain atas penggunaan dari aset. Tetapi, adalah mungkin, hasil di masa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara material oleh perubahan-perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas.

Jumlah dan saat beban dicatat setiap periode akan terpengaruh oleh perubahan atas faktor-faktor dan situasi tersebut. Pengurangan dalam estimasi masa manfaat dari aset tetap Grup akan meningkatkan beban usaha dan menurunkan aset tidak lancar yang tercatat. Penambahan dalam estimasi masa manfaat aset tetap Grup menurunkan beban usaha dan meningkatkan aset tidak lancar yang tercatat.

· Goodwill dan aset takberwujud

Laporan keuangan konsolidasian menggambarkan bisnis-bisnis yang diperoleh setelah penyelesaian akuisisi. Perusahaan menghitung bisnis yang diakuisisi menggunakan metode akuisisi sejak tanggal 1 Januari 2011 dan metode pembelian untuk akuisisi pada tahun-tahun sebelumnya, yang mensyaratkan penggunaan estimasi dan pertimbangan akuntansi untuk mengalokasikan harga perolehan terhadap nilai pasar wajar dari aset dan liabilitas yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi pada tanggal akuisisi. Setiap kelebihan dari harga perolehan atas nilai pasar wajar yang diestimasikan dari aset neto yang diakuisisi dicatat

sebagai goodwill dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Dengan demikian,

pertimbangan yang dibuat dalam mengestimasi nilai pasar wajar yang diatribusikan ke aset dan liabilitas entitas yang diakuisisi dapat mempengaruhi kinerja keuangan Perusahaan secara material.

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI SIGNIFIKAN OLEH MANAJEMEN

Dalam dokumen PT Indosat Tbk dan entitas anaknya (Halaman 53-56)