ANALISIS FUNGSI TARI RABBANY WAHED
4.2 Penggunaan Dan Fungsi Tari Rabbany Wahed
4.2.1 Penggunaan Rabbany Wahed Sebagai Pertunjukan
Sebagai satu bentuk pertunjukan, Rabbany Wahed memiliki kegunaan sebagai berikut:
4.2.1.1 Memeriahkan acara atau kegiatan
Tari Rabbany Wahed yang ditampilkan pada acara-acara seperti hari-hari besar, acara pesta atau perkawinan, khitanan, menyambut tamu dan acara lainnya menjadikan sesuatu yang bisa memeriahkan dari acara tersebut. Menurut Manan (2013:7), Rabbany Wahed kerap disajikan pada kegiatan menyambut hari besar Islam seperti hari raya, sunat Rasul, Maulid Nabi, dan juga pernikahan.
Berdasarkan hasil pengamatan, apabila suatu acara atau hajatan menampilkan tarian ini maka acara tesebut kurang terlihat atau terkesan dan ramai. Dengan begitu tari Rabbany Wahed ini akan menambahkan sebuah suasana kemeriahan dari suatu acara atau kegiatan yang dilakukan oleh pihak tertentu.
Keramaian yang ditampilkan oleh tarian Rabbany Wahed bukan hanya karena jumlah mereka yang banyak (dikarenakan selalu tampil dalam berkelompok dengan jumlah tertentu), akan tetapi juga dikarenakan mereka akan mengeluarkan suara lantunan syair lagu dari syekh dengan bantuan alat pengeras
suara selama beberapa lama, dan ditambah dengan suara lantunan dari penari dan juga bunyi-bunyian yang dihasilkan dari tubuh mereka, seperti tepukan dan hentakan kaki, sehingga hal ini menambah ramai dan meriah suatu acara.
Gerakan yang dipertunjukkan juga menarik untuk dilihat, terutama dengan kecepatan tarian dan kecermatan dalam melakukan gerak, dan tentunya sangat membutuhkan tenaga dan konsentrasi yang kuat dan lama. Hal ini akan menyebabkan penonton menjadi ramai untuk menyaksikannya, bahkan kemungkinan juga menjadi satu acara yang ditunggu-tunggu. Ini merupakan satu bentuk antusias dari penonton yang tentunya akan membuat ramai acara atau hajatan yang dilaksanakan tersebut. Oleh karena itu, dengan kondisi ini, kehadiran satu kelompok tari Rabbany Wahed pada satu acara, jelas dibutuhkan karena akan mempengaruhi kemeriahan dari acara tersebut.
4.2.1.2 Menyambut tamu atau undangan
Tarian ini juga dijadikan sebagai salah satu pertunjukan untuk menyambut tamu dan juga para undangan yang hadir. Jika tarian ini ditampilkan pada suatu acara peresmian yang mengundang seorang tamu kehormatan, maka tujuannya jelas untuk memberikan sambutan kepada tamu yang sudah berkenan hadir dalam acara tersebut. Hal ini merupakan suatu bentuk penghormatan kepada tamu tersebut, dan menjadikan tari Rabbany Wahed memiliki fungsi ini. Dengan adanya momen ini, tari Rabbany Wahed dijadikan sebagai sebuah pertunjukan yang menampilkan kearifan budaya masyarakat Samalanga dalam menyambut tamu.
4.2.1.3 Sebagai sarana untuk penyaluran bakat
Orang-orang yang tergabung dal am satu kelompok tari Rabbany Wahed ini adalah orang-orang yang memiliki bakat dalam menyanyi dan menari. Mereka dianggap memiliki kemampuan khusus di bidang ini, sehingga mereka layak tergabung dalam kelompok, untuk dapat dilatih dan melakukan pertunjukan tari Rabbany Wahed dalam beberapa kesempatan nantinya. Kemampuan yang dimilikinya tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dari suatu kelompok terhadap anggota, apakah dia sebagai syech atau sebagai penari.
Ketika mengetahui bakat-bakatnya ketua sanggar atau pelatih akan menempatkan mereka sesuai kebutuhan dalam pertunjukan. Orang yang memiliki bakat penari akan dijadikan sebagai penari, sedangkan orang yang memiliki bakat menyanyi akan dijadikan sebagai Syekh dalam melantunkan syair dalam tarian ini.
Begitu juga dengan orang yang dapat dijadikan sebagai koreografer, penata rias, penata busana dan juga sebagai ketua kelompok dalam mengkoordinasi sebuah kelompok dalam memanajemen pertunjukan. Sebagai tambahan, seorang penari juga harus memiliki kemampuan bernyanyi, dikarenakan dalam penampilan nantinya mereka akan akan melakukan gerakan tari sambil bernyanyi dalam waktu yang bersamaan.
4.2.1.4 Sebagai sarana untuk belajar
Pertunjukan tari Rabbany Wahed dijadikan sebagai sarana untuk belajar seni bagi masyarakat Samalanga khususnya di desa Sangso. Agar tarian ini tetap terjaga, mereka belajar bagaimana melakukan gerak tarian ini dan juga
memepelajari syair-syair yang ada dalam tarian ini. Dalam menarikan tarian ini terdapat beberapa makna di setiap gerakannya, tarian ini memiliki sepuluh ragam gerak yang sesuai dengan jumlah syairnya. Kesepuluh gerak tari tersebut berkaitan dengan filosofi dari masyarakat Samalanga itu sendiri sebagai sebuah kearifan lokal yang menajdi ciri khas dari masyarakat tersebut.
Sedangkan bagi para penyaji mereka belajar tentang menari, menyanyi, memanagemen pertunjukan, disiplin, ekonomi, menyatukan pendapat, mengontrol diri dan juga belajar bagaimana dalam menghargai budaya mereka sendiri dan juga tetap menjadi generasi penerus sehingga kebudayaan mereka tetap hidup dan dikenal oleh masyarakat lainnya diluar daerah desa Sangso pada umumnya.
4.2.1.5 Sebagai sarana untuk mempresentasikan rasa keindahan.
Manusia adalah makhluk yang memiliki rasa keindahan, yang ditampilkan dalam wujud seni yang berbeda-beda, diantaranya adalah tari dan musik vokal.
Tari Rabbany Wahed ini menjadi salah satu wujud seni tari dan musik vokal yang dimiliki oleh manusia, dan dilakukan oleh mereka yang tergabung dalam kelompok tari tersebut. Orang-orang yang tidak memiliki rasa keindahan terhadap dua seni ini, tentunya akan sulit merasakan keindahan yang ada.
Penampilan pertunjukkan tari Rabbany Wahed ini menjadi salah satu wadah bagi para penyaji dalam menampilkan sebuah keunikan dan keindahan yang dimiliki oleh tarian ini. Para penyaji selalu erusaha untuk menampilkannya dengan sebaik mungkin, sehingga penonton yang akan melihat akan merasa sebuah kepuasan dalam hati, dapat meiliki begitu banyak keunikan yang terlahir
dalam tarian ini. Sehingga keberadaan dari kelompok ini dapat dikatakan sebagai pembawa rasa keindahan sesuai dengan permintaan dan oleh karena itu ekspresi keindahan dapat mereka tampilkan dari pertunjukan ini dengan sebaik-baiknya.
4.2.1.6 Untuk penanda adanya suatu acara atau kegiatan
Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan bahwa pertunjukan tari Rabbany Waheddilakukan pada berbagai acara atau kegiatan seperti pesta perkawinan, acara formal, dan juga beberapa kegiatan untuk memeriahkan hari besar bagi umat Islam.Tarian ini dijadikan sebagai pengisi acara hiburan dari acara atau kegiatan yang dilaksanakan, sehingga juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan acara atau kegiatannya.
Ketika pertunjukan telah dilaksanakan, secara tidak langsung terdapat suatu komunikasi atau pemberitahuan kepada masyarakat, bahwasanya di tempat tersebut sedang terlaksana suatu acara atau kegiatan tertentu. Hal ini juga menunjukkan bahwasanya pertunjukan tari Rabbany Wahed menjadi sebagai penanda bahwa acara yang sebelumnya telah direncanakan oleh pihak penyelenggara dan juga sudah diketahui oleh masyarakat sudah terlaksana, sehingga masyarakat yang sudah mengetahui tanda itu sudah bisa datang atau menghadirinya. Dengan begitu, acara yang tersebut dapat segera diselesaikan sesuai dengan perencanaan dari pihak penyelenggara.
4.2.1.7 Sebagai Metode Dakwah
Dakwah yang terdapat pada pertunjukan tari Rabbany Wahedini adalah dalam bentuk non verbal, yang ditunjukkan melalui gerak, penampilan dan syair yang mereka sajikan. Komunikasi yang terjadi dari gerak adalah berupa pemberitahuan apabila tari dimainkan, secara umum masyarakat akan mengetahui bahwa di tempat tersebut terdapat keramaian, yang bersifat acara resmi seperti pesta ataupun syukuran, dan juga kegiatan-kegiatan utuk memeriahkan hari-hari besar dalam agama Islam.
Apabila dilihat dari penampilan dan syairnya, pada intinya merupakan dakwah secara agama Islam. Penampilan yang mengenakan baju panjang hingga ke mata kaki dengan potongan longgar dan menutup aurat, merupakan contoh dakwah yang berkaitan dengan menjaga norma kesopanan dalam agama. Apalagi dalam agama Islam memang terdapat larangan untuk menunjukkan aurat (baik laki-laki maupun perempuan, kepada orang lain yang belum menjadi suami atau istrinya, pakaian yang dikenakan tersebut menjadi sangat tepat dan sesuai.
Manan (2013:7) menjelaskan bahwa dalam tarian Rabbany Wahed terdapat unsur-unsur ketauhidan yang kuat. Hal pertama yang menunjukkan unsur tersebut adalah jelas dari nama “Rabbany Wahed” (Allah yang satu) yang jelas mengindikasikan atau menanamkan ketauhidan, sebagai manifestasi dari Syahadatullah. Dari nama ini diajarkan bahwa Allah bagi umat Islam itu adalah hanya Allah yang satu, yaitu Allah swt yang wajib disembah. Sedangkan kalimat-kalimat lanjutan lainnya juga mengindikasikan bahwa manusia diharuskan selalu mendekatkan diri kepada Allah swt melalui dzikir dan juga kalimat-kalimat pujian
kepada-Nya, Nabi, dan juga semua keturunannya yang mulia. Dengan begitu, tari Rabbany Wahed menjadi wujud ekspresi dari apa yang dilantunkan dalam syair lagu tari tersebut, sehingga terdapat ikatan yang kuat antara gerak dan syair.
4.2.1.8 Sebagai media pendidikan
Manan (ibid) menjelaskan bahwa salah satu hal penting dari adanya pertunjukan tari ini adalah terbentuknya karakter positif pemuda. Ketika beberapa orang pemuda bergabung dalam kelompok tari Rabbany Wahed, maka secara otomatis mereka juga akan ditempa untuk selalu menjauhi segala larangan Allah, dan juga senantiasa diupayakan mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan adanya perilaku positif yang muncul, maka akan tercipta suasana yang aman dan tentram, serta tercipta pemuda yang memiliki nilai-nilai Islam yang baik. Dalam tarian ini, selalu terikat dengan syair yang berisikan pujian-pujian terhadap Allah dan Rasul-Nya, secara langsung mengajarkan kepada generasi muda khususnya untuk selalu mengingat Allah sehingga memiliki sikap spiritual sesuai dengan ajaran Islam.