• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Subjek 2

1. Penghimpunan data subjek

a. Deskripsi Umum Kasus

Nama : John (nama samaran)

Tempat Tanggal Lahir : Semarang, 6 Desember 2000

Asal Daerah : Semarang

Jenis Kelamin : Laki-laki

Usia : 14 tahun

Agama : Katolik

Anak ke- : 2 dari 3 bersaudara

Pendidikan Terakhir : SD

Sekolah : SMP

Cita-cita : Peneliti Fosil

Hobby : Berenang

Penampilan Fisik : Tinggi badan ± 152cm, berat badan ± 45kg, kulit sawo matang, rambut pendek tebal lurus, bentuk wajah lancip, mata bulat, bibir tebal, hidung pesek.

Penampilan Psikis : Ramah, terbuka, banyak bicara, peduli.

Sumber Informasi : Subjek, pimpinan panti, karyawan

b. Analisis

1) Latar Belakang Kehidupan Keluarga

Interaksi sosial yang paling lama terdapat pada lingkungan keluarga. Keluarga merupakan suatu sistem yang terdiri atas individu-individu yang berinterkasi, bersosialisasi, dan saling mengatur dalam Santrock (2002: 257). Adanya data-data lapangan, John termasuk anak yang bersyukur dengan keluarganya.

Peneliti: “John, menurutmu keluarga tuh apa ta?”

Subjek: “ keluarga itu merupakan anugrah yang diberikan oleh Tuhan pada kita untuk mengasuh dan merawat anak-anaknya supaya bisa menjadi orang yang dapat dipercaya. (W/S1/PERS-PART/001-005)

John saat di tanya tentang ayahnya dia menjawab dengan menundukkan kepalanya dan mengeluarkan keringat yang lumayan banyak, karena menurut John ayahnya sudah lama meninggal dan itu saat John masih kecil jadi John kurang mengingat kebersamaan dengan ayahnya, walaupun John hanya merasakan sebentar kebersamaan dengan ayahnya tetapi John sangat menyayangi dan bersyukur memiliki ayah.

Peneliti : “Kalau mbak boleh tau, sosok ayah menurutmu tuh kayak apa sih?”

Subjek : “Ayah tu ya, kepala keluarga dan selalu menjalin cinta di dalam keluarganya.”

Peneliti : “Kamu deket sama ayahmu?”

Subjek: “engga sih mbak, karena ayah meninggal waktu aku kecil tapi yang paling aku inget itu ketika aku jatuh ayah yang gendong nolongin aku terus bawa aku ke rumah sakit. Rasanya seneng banget mbak.” (W/S1/PERS-PART/006-016)

Berdasarkan dari hasil wawancara, dengan karyawan panti. Ibu subjek merupakan seorang pedagang yang berasal dari Semarang, dahulu John sempat tinggal bersama ibunya hingga John kelas VII SMP. Ketika John kelas VII SMP ibunya meninggal karena sakit jantung. John lebih banyak menceritakan tentang ibunya karena bagi

John ibunya merupakan wanita yang hebat dan luar biasa yang telah mebesarkan anak-anaknya sendiri tanpa ayah John. Ibu John juga selalu memberi kebutuhan John walaupun John tidak berasal dari keluarga yang mampu. John sangat sayang kepada ibunya.

Peneliti : Sekarang mbak nanya ke kamu, kalau sosok ibu menurutmu gimana?”

Subjek : Ibu itu bagiku harta yang takkan aku lupakan. Walaupun orang tuaku udah gak ada, ibu lah yang merawat sampai sekarang ini.”

Peneliti : “kamu deket ya sama ibumu?”

Subjek: “ iya mbak, soalnya ibu udah kasih perhatian aku sama sayang sama aku. Aku seneng dulu waktu ibu pas meluk aku rasanya seneng sama nyaman banget mbak.” (W/S1/PERS-PART/017-025)

Berdasarkan daftar nama penghuni panti asuhan dan hasil wawancara dengan karyawan panti. Kakak John juga merupakan anak panti asuhan. Kakak John sekarang bersekolah di sebuah SMK di Muntilan. Kakak John beberapa kali terlibat dengan kasus-kasus, sehingga John kurang merespon kakaknya, walaupun demikian John tetap menyayangi kakaknya.

Peneliti : “kalau kakak itu menurutmu apa?” Subjek :” kakak tuh orang yang lebih tua dariku.” Peneltiti : “kamu sayang sama kakakmu?”

Subjek : “ sayang mbak, walapun dia nakal.” (W/S1/PERS-PART/026-028)

Adik John saat ini tinggal di Semarang dengan budhenya. Saat ini adik John bersekolah di TK yang berlokasi di Semarang. John sangat sayang dengan adiknya karena menurut John adiknya mirip dengan ibunya. Pada saat John di tanya dari anggota keluarga yang paling ingin ditemui saat ini ialah adiknya.

Peneliti : “ kalau adik itu menurutmu apa?”

Subjek : “kalau adik bagiku orang yang lebih muda di banding dariku aku juga manyayangi adikku seperti sayang orang tua.” (W/S1/PERS-PART/029-032)

Peneliti : “ kenapa kamu menyayangi adikmu seperti menyayangi orang tuamu.”

Subjek: “ karena adik ku mirip banget sama ibu jadinya aku sayang adikku.” (W/S1/ALAS-PART/033-034)

2) Lingkungan Fisik, Sosio- Ekonomi dan Sosio Kultural

Lingkungan fisik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi diri individu. Lingkungan panti asuhan yang di tempati subjek saat ini memiliki kebersihan yang cukup serta beberapa fasilitas yang ada pada panti yang digunakan untuk kebutuhan anak-anak panti. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan John. John merasakan lingkungan fisiknya saat saat ini merasa kurang nyaman tetapi bagaimana pun itu John harus tinggal di lingkungan fisik panti asuhan tersebut. John ingin sekali untuk tinggal di Semarang bersama dengan

adik dan keluarga yang ada di Semarang tetapi demi pendidikan John, maka John tinggal di panti asuhan.

Peneliti: “ apa kamu merasa nyaman tinggal di panti asuhan?” Subjek:” ya.. gimana ya mbak nyaman ga nyaman. Aku kan tinggal di sini biar aku bisa melanjutkan sekolahku, sebetulnya aku pengen tinggal bersama dengan adik ku di Semarang. (W/S1/ALAS-PART/035-041)

Lingkungan fisik subjek yang berada di panti asuhan berpengaruh terhadap keadaan ekonomi subjek. Subjek sendiri tidak tinggal bersama kedua orang tuanya melainkan bersama dengan penghuni panti asuhan yang diasuh oleh pimpinan dan pamong panti asuhan, sehingga uang jajan subjek di dapatkan dari pimpinan panti pada saat subjek terlibat dalam acara-acara tertentu. Tetapi sehari-hari subjek di beri uang jajan oleh salah satu anggota keluarganya yang bekerja sebagai karyawan di panti, agar subjek tetap bisa jajan seperti teman-teman yang lainnya.

Karyawan 1: “ John memang sering saya beri uang jajan karena saya kasihan kalau liat John ga jajan, kadang John suka ngomong ke saya kalau laper apalagi habis pulang sekolah. Tapi kadang-kadang uang jajan John habis buat menraktir teman-temannya dan John memang sering nabung tapi kalau pas balik ke Semarang dia lagi-lagi menraktir teman-temannya di rumah dan menraktir adik dan kakaknya.” (W/T/PERS-PART/026-032) Sosio kultural yang berada pada lingkungan subjek terdapat berbagai aturan dan berbagai tugas yang harus dilaksanakan dan

dilakukan oleh subjek, sehingga subjek harus melakukan semua yang terdapat pada aturan dan tugas di panti. Peraturan dan tugas di panti asuhan di buat untuk membuat setiap anak panti menjadi lebih displin dan tidak malas-malasan. Saat di tanya tentang aturan dan tugas di panti subjek menjawab berat menjalaninya tetapi semua harus dilakukan supaya saya dapat belajar.

3) Pertumbuhan Jasmani dan Riwayat Kesehatan

John tumbuh secara normal. Ia tidak memiliki penyakit yang di dideritanya, hanya beberapa kali John sakit panas, pusing batuk, mual saat cuaca-cuaca terntentu. Nafsu makan John juga terlihat baik-baik saja sesuai dengan tahap perkembangan fisiknya saat ini.

4) Perkembangan kognitif

Berdasarkan hasil rapot, pada saat John di semester I kelas VIII nilai John lumayan baik. Dari tigabelas mata pelajaran, John memiliki nilai tuntas dari batas KKM sebanyak sembilan mata pelajaran dan yang tidak tuntas sebanyak empat mata pelajaraan yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan PKK. Nilai John tertinggi John terdapat pada dua mata pelajaran yaitu Pendidikan Jasmani dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Selama John bersekolah di Jogja atau di Semarang, John tidak pernah mengalami

tinggal kelas atau tidak naik kelas. Berikut kutipan wawancara dengan John.

Peneliti: “Bagaimana dengan prestasimu saat di sekolah?

John: “hehehe.. ya lumayan mbak” (W/S1/PERS-PART/039-041)

5) Perkembangan Sosial dan Status Sosial Saat Ini

John merupakan anak yang mudah untuk bersosialiasi tetapi dengan teman-teman tertentu saja. Saat peneliti bertanya dengan teman satu kelas subjek mengenai teman dekat subjek saat di kelas tenyata subjek hanya bergaul dengan teman-teman satu panti yang dengan subjek. Saat di panti pun subjek hanya bermain dengan teman-teman yang di bawah usianya, sering kali melihat subjek berlari-lari, bermain-main, dan bercandaan dengan teman yang usianya di bawahnya, hanya beberapa kali peneliti melihat subjek bermain dengan teman sebayanya.

Karyawan 1: “ John pernah saya tanya mbak.. kok kowe sering dolanan karo cah-cah SD ta. Kata dia, lha aku nek dolanan karo kanca-kancaku sing SMP kie sering di ece pendek, tapi nek karo cah SD ora.. gitu mbak katanya.. (W/T/PERS-PART/037-046) (“John pernah saya tanya mbak.. kok kamu sering main dengan anak-anak SD. Kata dia, lha aku kalau main sama temen-teman yang SMP sering di hina pendek, tapi kalau sama anak SD tidak.. gitu mbak katanya..)

6) Ciri-ciri Kepribadian

John merupakan anak yang sopan, ramah, dan banyak bicara tetapi John hanya bergaul dengan teman tertentu saja, tetapi subjek memiliki kepedulian terhadap teman-temannya terbukti saat subjek mendapatkan uang jajan subjek selalu membelikan teman-temannya makanan. Subjek juga menerima dirinya dengan baik walaupun subjek sendiri merasa dirinya memiliki kekurangan.

Subjek: “ Aku seneng kok mbak sama diriku sekarang walaupun aku pendek tapi aku bisa melakukan apa yang orang lain ga bisa karena aku ngelakuinnya dari hati mbak.” (W/S1/PERS-PART/050-054)

B. Subjek 2

1. Penghimpunan Data Subjek

a. Deskripsi Umum Kasus

Nama : Ino (nama samaran)

Tempat Tanggal Lahir : Yogyakarta, 23 September 2001

Asal Daerah : Yogyakarta

Jenis Kelamin : Laki-laki

Usia : 13

Alamat : Yogyakarta

Anak ke- : 1

Pendidikan Terakhir : TK

Pekerjaan/ Sekolah : SD

Cita-cita : Pemain sepak bola

Hobby : Bermain sepak bola

Penampilan Fisik : Tinggi badan ± 150cm, berat badan ± 45kg, kulit gelap, rambut pendek tebal lurus, bentuk wajah bulat, mata bulat, bibir sedang, hidung pesek.

Penampilan Psikis : Ramah, pendiam, kurang mudah untuk berkonsentrasi.

Sumber Informasi : Subjek, pimpinan panti, karyawan.

b. Analisis

1) Latar Belakang kehidupan Keluarga

Keluarga merupakan suatu sistem di mana di dalamnya terdapat hubungan yang spesifik, aturan-aturan, dan peran-peran, dari masing-masing anggota yang memiliki keunikan tersendiri menurut, Ivey, Simek-Morgan (dalam Kertamudu, 2099: 46). Berdasarkan

data-data dan wawancara yang dilakukan dengan Ino, bahwa Ino memahami sebuah keluarga yang utuh, dihadiri oleh seluruh anggota keluarga. Berikut kutipan wawancara dengan Ino.

Peneliti: “ Ino, menurutmu keluarga itu apa?”

Subjek: “kebersamaan mbak.. kumpul bareng, ya.. kalau pas doa sama pas makan mbak buat suasana jadi nyaman.” (W/S2/PERS-PART/001-004)

Ayah dan Ibu Ino merupakan saudara kandung, karena status ayah ibunya yang memiliki hubungan sedarah, maka saat Ino kecil diterlantarkan di daerah Kulon Progo. Ino kemudian dititipkan oleh seseorang disebuah yayasan di Yogyakarta. Ino sendiri tidak pernah melihat dan merasakan kasih sayang dari ayahnya. Saat ditanya mengenai ayahnya, Ino menjawabnya dengan singkat dan berpikir lama sekali sambil tatapannya melihat ke segala arah. Ino sendiri menjawab ayah merupakan seseorang yang memiliki peran yang tanggung jawab pada sebuah keluarganya.

Peneliti: “ Kalau mbak boleh tau, ayah menurutmu apa?” Subjek: “ Yang mengurus kita waktu kecil, membimbing dan menjaga dalam keluarga.” (W/S2/PERS-PART/005-007) Saat melahirkan Ino, ibu Ino berstatus mahasiswa yang sedang kuliah di suatu Universitas Yogyakarta. Ibu Ino tidak menginginkan orang tuanya mengetahui jika dirinya hamil degan kakak kandungnya, sehingga Ibu Ino menelantarkan Ino di daerah Kulon Progo. Hingga

saat ini Ino tidak pernah melihat dan merasakan kasih sayang ibunya. Saat di tanya tentang ibunya Ino menjawab dengan bingung dengan berpikir lama serta pandangannya yang melihat berbagai arah. Ino menjawab bahwa ibu merupakan seseorang yang memiliki tugas untuk melahirkan dan merawatnya sampai anak-anaknya bertumbuh dewasa.

Peneliti: “kalau ibu menurut pemahamanmu apa Ino?”

Subjek: “ Ibu yang telah melahirkan kita semua, menjaga sampai besar.” (W/S2/PERS-PART/008-010)

Berdasarkan hasil wawancara Ino kurang memahami mengenai kehadiran adik dan kakak karena Ino sendiri tidak mengetahui keluarga kandungnya. Ino hanya melihat hubungan kakak dan adik saat di panti asuhan, karena beberapa temannya di panti asuhan ada yang berstatus kakak dan adik. Maka saat ditanya tentang kakak dan adik Ino hanya menjawab dengan singkat. Ino sendiri memahami kakak dan adik hanya sekedar teman untuk bermain, dengan bermain Ino dapat menemukan kesenangannya.

Peneliti: “Apa yang kamu ketahui tentang kakak dan adik?” Subjek: “bermain bersama membuat seru.” (W/S2/PERS-PART/011-013)

2) Lingkungan Fisik, Sosio-Ekonomi, dan Sosio Kultural

Lingkungan fisik yang di tinggali subjek tepatnya di panti asuhan saat ini merupakan lingkungan fisik yang lumayan bersih dan

di dalamnya terapat fasilitas yang mencukupi kebutuhan subjek. Subjek dengan lingkungannya saat ini sudah merasa seperti rumahnya sehingga subjek menemukan kenyaman dalam diri subjek untuk tinggal di lingkungan yang di tempati subjek saat ini.

Peneliti: “apa kamu merasa nyaman tinggal di panti?” Subjek: “ ya nyaman mbak.” (W/S2/PERS-PART/014-015) Peneliti: “Kenapa?”

Subjek: “ya karena di sini aku banyak temen udah aku anggep keluarga.” (W/S2/ALAS-PART/016-018)

Ino tinggal di lingkungan panti asuhan, sehingga mempegaruhi keadaan sosio-ekonomi. Ino jarang di beri uang jajan, hanya pada saat ada acara tertentu saja Ino di berikan uang jajan, setiap harinya Ino tidak pernah di berikan uang jajan. Tetapi kebutuhan sehari-hari Ino sudah di berikan oleh pihak panti asuhan.

Peneliti: “Apakah Ino sering mendapatkan uang jajan dari Bruder?”

Subjek: “Gak pernah mbak, ya Cuma kalau pas ada acara aja kayak dulu pas sekolah ngadain wisata di luar sekolah baru bruder ngasih.” (W/S2/PERS-PART/019-023)

Sosio kultural yang berada dipanti sesuai dengan aturan, tata tertib dan tugas-tugas yang diberikan. Subjek merasa terkadang berat menjalani aturan, tata tertib, dan tugas yang ada di panti asuhan tetapi

subjek tetap menjalaninya dengan ikhlas karena memang sudah menjadi tanggung jawabnya.

3) Pertumbuhan Jasmani dan Riwayat Kesehatan

Pertumbuhan jasmani Ino berkembang secara normal sesuai dengan tahap perkembangannya. Ino tidak memiliki penyakit apapun. Hanya sakit pusing, panas, batuk, pilek yang pernah Ino rasakan. Nafsu makan Ino cukup baik terbukti saat peneliti melihat Ino makan Ino mengambil dengan jumlah yang banyak melebih teman-teman satu mejanya

4) Perkembangan Kognitif

Berdasarkan hasil rapot Ino di semester I kelas IV dari sepuluh mata pelajaran Ino memiliki nilai yang tuntas sesuai dengan batas KKM sebanyak tujuh mata pelajaran, sedangkan nilai yang tidak tuntas ada tiga mata pelajaran yaitu matematika, IPA, Bahasa Jawa, dan Bahasa Inggris. Nilai Ino yang paling tertinggi ada pada dua mata pelajaran yaitu Seni Budaya dan Pendidikan Jasmani. Perkembangan Kognitif Ino tergolong lumayan sesuai dengan hasil rapot kelas IV di semster I, tetapi saat dahulu Ino kelas II pernah tidak naik kelas atau tinggal kelas. Berikut kutipan wawancara dengan Ino.

Subjek: “ya lumayan mbak.”

Peneliti: “ tapi kamu selalu naik kelas kan?”

Subjek: “Dulu pernah sekali ndak naik mbak waktu kelas II.” (W/S2/PERS-PART/024-027)

5) Perkembangan Sosial dan Status Sosial Saat Ini

Ino merupakan anak yang tidak banyak bicara. Tetapi saat dengan teman-temannya Ino mampu berkomunikasi dengan baik. Ino memiliki banyak teman walaupun Ino sendiri memiliki teman dekat yang selalu bermain bersamanya. Hubungan Ino dengan teman sebayanya cukup baik, Ino dapat bermain, bercanda, dan berkomunikasi sesuai dengan tahap perkembangannya.

Saat di tanya mengenai teman-temannya yang berada di panti Ino sangat senang karena kesehariannya Ino selalu bermain dengan mereka. Ino sudah menanggap teman-temannya dipanti asuhan sebagai keluarga. Sehingga Ino merasa nyaman saat dengan mereka.

Peneliti: “Bagaimana hubunganmu dengan teman-teman mu di panti saat ini?”

Subjek: “Baik mbak, seneng kalau pas bermain dengan mereka.” (W/S2/PERS-PART/028-030)

6) Ciri-ciri kepribadian

Ino adalah anak yang tidak banyak bicara, ramah, susah untuk berkonsentrasi terbukti saat Ino di wawancari terkadang Ino melamun

dan bahkan menjawab yang tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan. Saat di tanya mengenai dirinya Ino menjawab bahwa ia kurang nyaman dengan dirinya karena menurutnya dirinya dahulu pernah melaukan kesalahan yang membuatnya dirinya sekarang malu dan kurang percaya diri.

Subjek: “kurang nyaman sama mbak.. karena sering berantem sama dulu aku pernah kena masalah yang berat tapi ya udah lah mbak itu dulu.” (W/S2/PERS-PART/031-035)

C. Konsep tentang Keluarga Subjek 1 dan Subjek 2

Dokumen terkait