• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penghitungan Penyesuaian Fiskal Positif dan Penyesuaian

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

C. Penghitungan Penyesuaian Fiskal Positif dan Penyesuaian

Berdasarkan hasil analisis biaya dan penghasilan pada laporan

keuangan PT. AIC tahun 2011 yang telah disesuaikan dengan peraturan

perpajakan yang berlaku, maka penghitungan penghasilan yang dikenakan

PPh final dan yang tidak termasuk objek pajak serta penyesuaian fiskal positif

maupun negatif untuk menghitung besarnya Penghasilan Neto setelah

penyesuaian adalah sebagai berikut :

Tabel 5.14 Penghitungan Penghasilan Yang Dikenakan PPh Final Dan Yang Tidak Termasuk Objek Pajak

No. Uraian Jumlah

1. Pendapatan Jasa Giro Rp 20.552.138,00

2. Bunga Deposito Rp 35.955.895,00

Jumlah Rp 56.508.033,00

Sumber : Data Diolah

Tabel 5.15 Penghitungan Penyesuaian Fiskal Positif dan Negatif Berdasarkan Formulir 1771 Lampiran I SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan

No. Uraian Jumlah

1. Penyesuaian Fiskal Positif :

a. Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pemegang saham, sekutu, atau anggota

b. Pembentukan atau pemupukan dana cadangan

c. Penggantian atau imbalan pekerjaan atau jasa dalam bentuk natura dan kenikmatan d. Jumlah yang melebihi kewajaran yang

dibayarkan kepada pemegang saham atau pihak yang mempunyai hubungan istimewa sehubungan dengan pekerjaan

e. Harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan

f. Pajak penghasilan

g. Gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma atau CV yang modalnya tidak terbagi atas saham

h. Sanksi administrasi

i. Selisih penyusutan komersial di atas penyusutan fiskal Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 71.775.440,00 Rp 0,00 Rp 9.226.700,00 Rp 2.616.300,00 Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 38.282.208,00

Tabel 5.15 Penghitungan Penyesuaian Fiskal Positif dan Negatif Berdasarkan Formulir 1771 Lampiran I SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan (Lanjutan)

No. Uraian Jumlah

5 j. Selisih amortisasi komersial di atas komersial fiskal

k. Biaya yang ditangguhkan pengakuannya l. Penyesuaian fiskal positif lainnya

Jumlah Penyesuaian Fiskal Positif

Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 346.617.915,00 Rp 468.518.563,00 6 Penyesuaian Fiskal Negatif

a. Selisih penyusutan komersial di bawah penyusutan fiskal

b. Selisih amortisasi komersial di bawah amortisasi fiskal

c. Penghasilan yang ditangguhkan pengakuannya

d. Penyesuaian fiskal negatif lainnya Jumlah Penyesuaian Fiskal Negatif

Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 0,00 Sumber : Data Diolah

Penjelasan :

1. Penghasilan yang dikenakan PPh Final dan yang tidak termasuk objek

pajak terdiri dari :

a. Pendapatan Jasa Giro

Pendapatan jasa giro termasuk dalam penghasilan yang dikenai

pajak bersifat final. Penghasilan yang dikenai pajak bersifat final harus

dikurangkan dari penghasilan neto komersial, sehingga dalam

penghitungan penghasilan neto fiskal, pendapatan asa giro dapat

bersifat nihil atau netral. Pendapatan jasa giro PT. AIC tahun 2011

yang dikenai PPh final sebesar Rp20.552.138,00. Dasar peraturan

pajak pelaksanaannya adalah Undang-Undang Pajak Penghasilan No.

b. Bunga Deposito

Bunga deposito termasuk dalam penghasilan yang dikenai

pajak bersifat final. Penghasilan berupa bunga deposito harus

dikurangkan dari penghasilan neto komersial, sehingga dalam

penghitungan penghasilan neto fiskal, bunga deposito dapat bersifat

nihil atau netral. Bunga deposito PT. AIC tahun 2011 yang dikenai

PPh final sebesar Rp35.955.895,00. Dasar peraturan pajak

pelaksanaannya adalah Undang-Undang Pajak Penghasilan Nomor 36

Tahun 2008 Pasal 4 ayat (2) huruf a dan PP No. 131 Tahun. 2000.

2. Penyesuaian fiskal positif terdiri dari :

a. Penggantian atau imbalan pekerjaan atau jasa dalam bentuk natura dan

kenikmatan.

Biaya yang termasuk didalamnya adalah biaya kesejahteraan

karyawan. Biaya kesejahteraan karyawan PT. AIC tahun 2011 adalah

sebesar Rp71.775.440,00. Dasar dari pengenaan penyesuaian fiskal

postif pada biaya kesejahteraan karyawan adalah Undang-Undang

Pajak Penghasilan Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 9 ayat (1) huruf e.

b. Harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan

Biaya yang termasuk didalamnya adalah biaya sumbangan.

Biaya sumbangan PT. AIC tahun 2011 adalah sebesar Rp9.226.700,00.

Dasar dari pengenaan penyesuaian fiskal positif pada biaya sumbangan

Pasal 9 ayat (1) huruf g dan Pasal 6 ayat (1) huruf i sampai dengan

huruf m.

c. Pajak Penghasilan

Biaya yang termasuk didalamnya adalah biaya pajak. Biaya

pajak PT. AIC tahun 2011 adalah sebesar Rp2.616.300,00. Dasar dari

pengenaan penyesuaian fiskal positif pada biaya pajak adalah

Undang-Undang Pajak Penghasilan Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 9 ayat (1)

huruf h dan huruf k.

d. Selisih penyusutan komersial di atas penyusutan fiskal. Biaya yang

termasuk didalamnya adalah sebagai berikut :

1) Biaya penyusutan inventaris

Biaya penyusutan inventaris dalam laporan keuangan PT.

AIC tahun 2011 menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

adalah sebesar Rp97.945.100,00. Biaya penyusutan inventaris

menurut peraturan perpajakan yang berlaku adalah sebesar

Rp96.040.350,00. Perbedaan penghitungan tersebut menyebabkan

penyesuaian fiskal positif. Dasar dari pengenaan penyesuaian fiskal

positif pada biaya penyusutan inventaris adalah Undang-Undang

Pajak Penghasilan Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 11 dan Peraturan

Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.03/2009.

2) Biaya penyusutan kendaraan

Biaya penyusutan kendaraan dalam laporan keuangan PT.

adalah sebesar Rp71.671.583,00. Biaya penyusutan kendaraan

menurut peraturan perpajakan yang berlaku adalah sebesar

Rp35.294.125,00. Perbedaan penghitungan tersebut menyebabkan

penyesuaian fiskal positif. Dasar dari pengenaan penyesuaian fiskal

positif pada biaya penyusutan kendaraan adalah Undang-Undang

Pajak Penghasilan Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 11 dan Peraturan

Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.03/2009.

e. Penyesuaian fiskal postif lainnya. Biaya yang termasuk didalamnya

adalah sebagai berikut :

1) Biaya iklan dan promosi

Biaya iklan dan promosi PT. AIC tahun 2011 adalah

sebesar Rp63.677.000,00. Dasar dari pengenaan penyesuaian fiskal

positif pada biaya iklan dan promosi adalah Undang-Undang Pajak

Penghasilan Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 6 ayat (1) huruf a angka

7, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 02/PMK.03/2010 dan Surat

Edaran Dirjen Pajak Nomor SE-9/PJ/2010.

2) Biaya kerugian piutang

Biaya kerugian piutang PT. AIC tahun 2011 adalah sebesar

Rp153.396.580,00. Dasar dari pengenaan penyesuaian fiskal positif

pada biaya kerugian piutang adalah Undang-Undang Pajak

Penghasilan Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 6 ayat (1) huruf h,

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 57/PMK.03/2010 dan Surat

3) Biaya entertaint

Biaya entertaint PT. AIC tahun 2011 adalah sebesar

Rp24.025.200,00. Dasar dari pengenaan penyesuaian fiskal positif

pada biaya entertaint adalah Undang-Undang Pajak Penghasilan

Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 9 dan Surat Edaran Direktur Jenderal

Pajak Nomor SE-27/PJ.22/1986.

4) Biaya asuransi

Biaya asuransi PT. AIC tahun 2011 adalah sebesar

Rp24.025.200,00. Dasar dari pengenaan penyesuaian fiskal positif

pada biaya entertaint adalah Undang-Undang Pajak Penghasila

Nomor 36 Tahun 2008 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak

Nomor SE-27/PJ.22/1986.

5) Pajak jasa giro

Pajak jasa giro PT. AIC tahun 2011 adalah sebesar

Rp4.110.427,00. Dasar dari pengenaan penyesuaian fiskal positif

pada pajak jasa giro adalah Undang-Undang Pajak Penghasilan

Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 4 ayat (2) huruf a dan Peraturan

143

D. Tabel Perbandingan Penyesuaian Fiskal PT. AIC dengan Penyesuaian Fiskal menurut Peneliti Berdasarkan Peraturan

Dokumen terkait