• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengindekasan Menggunakan Dalil Zipf

Dalam dokumen UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (Halaman 28-41)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Pengindekasan Menggunakan Dalil Zipf

Dalil Zipf adalah salah satu metode dalam pengindeksan subjek otomatis dengan cara memanfaatkan hasil frekuensi kemunculan kata kemudian diurutkan berdasarkan peringkat kata mulai dari kata yang memiliki peringkat tertinggi sampai ke peringkat terendah.

Langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam menganalisis data adalah sebagai berikut:

1. Proses Dokumen

Terlebih dahulu proses masing-masing artikel menggunakan program Microsoft Word untuk mempermudah pengelompokan kata dalam bentuk tabel. Caranya adalah sebagai berikut:

a. Artikel yang digunakan harus dalam bentuk word. Jika, ada dalam bentuk pdf maka convert lah file pdf menjadi bentuk word.

Gambar 1: Proses Convert file

b. Hapus keyword atau kata kunci dan daftar pustaka pada artikel.

Gambar 2: Proses Convert file

c. Blok seluruh kata kemudian Cari menu home klik fitur replace, kemudian akan muncul jendela find replace, pada find what tekan spasi dan pada replace input tanda koma (,) dan selanjutnya tekan replace all.

Gambar 3: Proses pemisahan kata secara otomatis

d. Blok seluruh teks, lalu buka menu insert dan pilih tabel>kemudian klik convert text to tabel selanjutnya isi jumlah kolom dengan angka 1 dan pilih separate text at dan pilih other dan input tanda koma (,) terakhir klik ok.

Gambar 4: Proses pemisahan kata kedalam bentuk tabel e. Blok seluruh tabel lalu klik home kemudian klik short, kemudian pilih

text and ascending, selanjutnya klik ok.

Gambar 5: Proses pengurutan berdasarkan abjad

f. Buang karakter kosong karena spasi, tanda-tanda, kutipan dan buang angka (bukan kata).

Gambar 6: Proses penghapusan karakter kosong sehingga pada awal tabel berisi kata “a”

2. Hitung Jumlah dan Frekuensi Kata dalam Dokumen

Setelah kata pada tabel didapatkan, maka kita memerlukan bantuan

Microsoft Excel untuk mempermudah dan mempercepat proses perhitungan kata.

Caranya adalah sebagai berikut:

a. Copy seluruh tabel yang berisi urutan kata yang sesuai pada langkah pertama, kemudian paste pada tabel atau cel yang ada di Ms.excel sesuai dengan jumlah atau banyaknya kata dengan cara klik kanan tekan paste special > klik text > kemudian ok.

Gambar 7: Proses salin data dari Microsoft Word ke Microsoft Excel b. Untuk proses perhitungan kata yang sama masukkan rumus dibawah ini

pada cel kosong

= countif (range; ""kriteria")

Gambar 8: Proses Input rumus perhitungan jumlah kata yang sama c. Masukkan rumus tersebut pada setiap cel yang ingin diketahui jumlah

katanya, setelah jumlah seluruh kata yang sama telah di dapatkan.

Selanjutnya kita copy seluruh data yang telah didapat di excel ke word.

Gambar 9: Proses salin data dari Ms. Excel ke Ms. Word

d. Kemudian blok tabel yang berisi angka-angka, kemudian klik short, pilih text and descending dan klik ok. Hapus kata-kata yang tidak memiliki keterangan jumlah kata.

Gambar 10: Proses sortir data yang memiliki keterangan angka

e. Kemudian blok tabel angka untuk di urutkan kembali, kemudian klik short, pilih text and descending dan klik ok.

Gambar 11: Proses mengurutkan data dari angka terbesar sampai terkecil

f. Setelah kata yang berisi keterangan jumlah di urutkan, kemudian tambahkan dua kolom disampingnya dan isi setiap kolom dengan keterangan Peringkat(r), Frekuensi(f), r×f, dan kata. Sehingga menghasilkan contoh tabel seperti di bawah ini.

Gambar 12: Proses menambah 2 kolom dan keterangannya

g. Copy seluruh data frekuensi dari Ms.word ke Ms.excel, kemudian Berikan peringkat dengan cara input angka 1 pada cel A1 kemudian input rumus (=A1+1) pada cel A2. Setelah itu tinggal tarik kursor ke bawah sehingga hasil peringkat telah didapatkan, kemudian hitung hasil perkalian antara peringkat dan frekuensi untuk mengisi pada kolom r×f dengan cara blok semua data ke Ms.excel kemudian masukkan rumus perkalian (=A1*B1) kemudian enter. Setelah itu tinggal tarik kursor ke bawah sehingga hasil perkalian telah didapatkan.

Gambar 13: Proses memberikan peringkat (r) serta perhitungan antara peringkat (r) × Frekuensi (f)

h. Blok hasil perkalian pada ms.excel dan pindahkan ke word serta masukkan data pada kolom r×f.

Gambar 14: Proses Salin dari excel ke word 3. Menentukan titik transisi

Cara menghitung titik transisi adalah sebagai berikut:

a. Hitung semua jumlah kata yang ada dalam dokumen (N)

Dengan cara hitung seluruh jumlah frekuensi menggunakan rumus

=SUM(B1:B1528) pada akhir cel B b. Hitung jumlah kata berbeda (In)

c. Hitung kata yang muncul satu kali atau frekuensi satu kali (I1)

Gambar 15: Proses Menentukan titik transisi 4. Menentukan Daerah Transisi

Masukkan ke Rumus:

n = (−1 + √1 + 8I1)/2

Setelah diperoleh angka transisi, maka tepatkan angka tersebut pada peringkat susunan kata. Dalam menentukan daerah transisi ambil 10 kata keatasnya dan 10 kata kebawahnya sesuai dengan angka transisi pada peringkat susunan kata.

𝒏 = (−𝟏 + √𝟏 + 𝟖𝐈𝟏)/𝟐 𝒏 = (−𝟏 + √𝟏 + 𝟖 × 𝟖𝟓𝟏)/𝟐 𝒏 = (−𝟏 + √𝟏 + 𝟔𝟖𝟎𝟖)/𝟐 𝒏 = (−𝟏 + √𝟔𝟖𝟎𝟗)/𝟐 𝒏 = (−𝟏 + 𝟖𝟐, 𝟓𝟏)/𝟐 𝒏 = (𝟖𝟏, 𝟓𝟏)/𝟐

𝑛 = 40,75 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑢𝑙𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑘𝑒 𝑎𝑡𝑎𝑠 = 41

Gambar 15: Proses Menentukan titik transisi 5. Menentukan Indeks Dokumen

Buang kata-kata tak bermakna (stopword) pada daerah transisi sehingga meninggalkan beberapa kata yang akan menjadi indeks dokumen.

Gambar 16: Proses Penentuan Indeks Dokumen 10 Kata diatas Titik Transisi dan 10 Kata dibawah

Titik Transisi

We, At, Access, Have, Not, Group, Study, Was, IC, University, First, Been, Its, Libraries, They,

From, New, Resources, Use, which, while.

We, At, Access, Have, Not,

Group, Study, Was, IC, University, First, Been, Its, Libraries, They, From, New,

Resources, Use, which, while. Access, Group, Study, IC, University, Libraries,

Resources.

Stopword “Function words” adalah kata bantu yang tidak memiliki arti

Interpretasi

6. Interpretasi Terhadap Indeks Dokumen

Setelah indeks dokumen diperoleh, maka selanjutnya diinterpretasikan atau dinilai apakah indeks tersebut benar-benar dapat menggambarkan isi atau subjek dari artikel atau dokumen yang sebenarnya.

Gambar 17: Proses Interpretasi Indeks Dokumen 7. Merelevasi Hasil Pengindeksan

Langkah selanjutnya adalah merelevansi hasil indeks menggunakan Dalil Zipf (machine indexer) dengan hasil indeks atau keyword dari pengarang pada artikel itu sendiri.

Hasil pengindeksan pada dalil Zipf akan diberi penilaian sebagai berikut:

a. Relevan, apabila indeks yang dihasilkan dari dalil Zipf dengan kata kunci pada artikel jurnal benar-benar dan sama persis.

Indeks Dalil Zipf = Kata Kunci Artikel

b. Relevan marginal, apabila indeks yang dihasilkan memiliki kemiripan/

kesamaan.

Indeks Dalil Zipf < 𝐾𝑎𝑡𝑎 𝐾𝑢𝑛𝑐𝑖 𝐴𝑟𝑡𝑖𝑘𝑒𝑙

c. Tidak Relevan, apabila indeks yang dihasilkan sama sekali tidak memiliki kemiripan/ kesamaan.

Indeks Dalil Zipf ≠ Kata Kunci Artikel Kata Kunci Artikel

Study Access dan Accses Libraries resources

Tidak ada dalam kata Kunci Artikel tetapi dapat menggambarkan isi dari artikel

Dalam dokumen UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (Halaman 28-41)

Dokumen terkait