• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengkajian a) Identitas pasien

Dalam dokumen TB Paru pada Antenatal. doc (Halaman 28-48)

BAB III TINJAUAN KASUS

3.2 Pengkajian a) Identitas pasien

Nama : Ny. M

Umur : 38 tahun

Jenis kelamin : Perempuan Tempat tinggal : Jalan Muaro Pekerjaan : Ibu rumah tangga Pendidikan : SMA

BB : 35 Kg

Tinggi : 140 cm

LILA : 120 cm

b) Riwayat penyakit sekarang

Klien mengeluh batuk (ada secret )sejak 2 bulan,dan keringat malam, nafsu makan menurun .

c) Riwayat penyakit dahulu

Klien tidak pernah menderita penyakit yang berhubungan dengan tuberkulosis ini sebelumnya.

d) Riwayat penyakit keluarga

Suami klien menderita (+) TB Paru dan sedang dalam pengobatan. e) Riwayat psikososial

Status ekonomi klien menengah ke bawah dan sanitasi kesehatan yang kurang ditunjang dengan padatnya penduduk dan pernah punya riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis paru seperti suaminya.

f) Pola fungsi kesehatan

 Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat

klien tinggal didaerah yang berdesak-desakan, kurang cahaya matahari, kurang ventilasi udara dan tinggal dirumah yang sumpek

 Pola nutrisi dan metabolic

klien mengeluh anoreksia, nafsu makan menurun  Pola eliminasi

Klien tidak mengalami perubahan atau kesulitan dalam miksi maupun defekasi

 Pola aktivitas dan latihan

Dengan adanya batuk, klien ternganggu beraktivitas  Pola tidur dan istirahat

Dengan adanya batuk pada klien terganggunya kenyamanan tidur dan istirahatnya

 Pola hubungan dan peran

Klien mengalami perasaan asolasi karena penyakit  Pola sensori dan kognitif

Klien tidak mengalami gannguan daya panca indera (penciuman, perabaan, rasa, penglihatan, dan pendengaran)

 Pola persepsi dan konsep diri

Karena batuk bersekret tadi emosi klien meningkat dan merasa kawatir dengan penyakitnya

 Pola reproduksi dan seksual

klien mengalami perubahan pada reproduksi dan seksual akan berubah karena kelemahan dan batuk yang diderita.

 Pola penanggulangan stress

Klien belum pernah berobat dan memeriksakan kesehatan kehamilan sebelumnya

 Pola tata nilai dan kepercayaan

Karena batuk tadi klien aktifitas ibadah klien terganggu.

g) Pemeriksaan Fisik AntenatalKunjungan pertama

1. Anamnesis

Pertanyaan kapan haid terakhir,riwayat kehamilan,persalinan, dan nifas sebelumnya.riwayat penyakit yang pernah diderita,kesehatan keluarga,kontrasepsi,dll

2. Pemeriksaan umum Status gizi,tanda vital.

3. Pemeriksaan berat badan : pada kasus 35 kg 4. Pemeriksaan tinggi badan : pada kasus 120 cm 5. Pemeriksaan urin 6. Pemeriksaan obstetric - Pemeriksaan luar - Pemeriksaan dalam - Pemeriksaan panggul - Pemeriksaan laboratorium  Kunjungan selanjutnya

1. Pemeriksaan detak jantung 2. Pemeriksaan perut

3. Pemeriksaan kaki 4. Pemeriksaan darah 3.3 Diagnosa Keperawatan

2. Gangguan pertukaran gas b.d hiperventilasi

3. Pola napas tidak efektif b.d perubahan cairan intrapleura

4. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d reaksi sistematik tubuh 5. Risiko infeksi b.d factor lingkungan

6. Intoleransi aktivitas b.d reaksi sistemik tubuh 7. Kurangnya pengetahuan

WOC kasus TB pada ibu hamil

Droplet nucler/dahak yang mengandung basil TBC (Mycobacterium Tuberculosis)

Kurang informasi

MK : Kurang pengetahuan

Mycobacterium Tuberculosis Terhirup,lalu masuk ke paru

Mycobacterium menetap /dormant

Membentuk sarang TB Premonia Kecil/sarang primer MK : Risiko tinggi infeksi

Ibu hamil yang terinfeksi menularkan mycobacterium tuberkulosis pada janin

melaui plasenta (transmisi basil) secara limfatik, hematogen atau

secara langsung Melalui vena umbilikasli atau

aspirasi cairam amnion TBC congenital janin baru tertular penyakit stlh lahir, krn

disusui ibunya

Factor dari luar : suami (+) TB

Factor dari dalam : ibu hamil (trimester 2) Imunitas tubuh Tidak pernah memeriksakan kesehatan inflamasi

Batuk produktif,batuk darah MK : bersihan jalan napas inefektif Produksi secret

lanjutan

Reaksi sistemik tubuh

Perubahan cairan intrapleura kerusakan membran

alveolar,kapiler,atelakta sis

Hiperventilasi, Sesak napas Menggunakan otot bantu napas

CO2 paru menurun, kebutuhan O2 meningkat Terjadi sesak, MK : Pola napas inefektif MK : Gangguan pertukaran gas Membentuk sarang TB Premonia

Kecil/sarang primer

malaise Kerja jantung

meningkat Anoreksia,mual muntah Berat badan MK : Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh lelah MK : intoleransi aktivitas Ekspansi torak

No DIAGNOSA NOC NIC 1 Bersihan jalan napas tidak efektif

b.d batuk produktif

DO : batuk produktif (secret) DS : klien mengeluh sudah 2 bulan batuk tapi belum sembuh

Status respirasi : kepatenan jalan nafas

Indikator:

1. rata- rata pernafasan 2. ritme pernafasan 3. kedalaman inspirasi

4. kemampuan membersihkan sekresi

Status Respirasi : Ventilasi Indikator : 1. rata-rata pernafasan 2. ritme perafasan 3. kedalaman inspirasi 4. volume tidal 5. kapasitas vital Airway Management Aktifitas :

1. Buka jalan nafas, gunakan teknik chin lift atau ut;ter thrust bila perlu 2. Posisikan pasien untuk

memaksimalkan ventilasi 3. Identifikasi pasien perlunya

pemasangan alat jalan nafas buatan

4. Lakukan fisioterapi dada jika perlu 5. Keluarkan sekret dengan batuk

atau suction

6. Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan

7. Berikan bronkodilator bila perlu 8. Monitor respirasi dan position O2

Aktifitas:

1. monitor frekuensi, ritme, dan usaha respirasi

2. catat pergerakan dada, lihat kesimetrisan, gunakan aksesori otot, dan supraclavicular juga intercostal retraksi otot

3. monitor pola nafas: bradipnea, takipnea, hyperventilation, pernafasan kussmaul, cheyne stokes, apnuestic, pernafasan biot, dan pola attaxic.

4. monitor kebisingan respirasi 5. monitor sekresi respirasi pasien 6. Auskultasi bunyi paru setelah

perawatan dan catat hasilnya 7. Monitor kemampuan pasien untuk

batuk secara efektif 2 Gangguan Pertukaran Gas B.d

Hiperventilasi

Status respiratori :pertukaran gas

Monitor pernapasan Aktivitas :

DO : Kadar CO2 Menurun DS : sesak saat bernapas

Indicator :

1. Mudah bernafas

2. Tidak ada dispnea saat istirahat 3. Tidak ada kegelisahan

4. Tidak ada sianosis

5. PaO2 dalam batas normal 6. PaCO2 dalam batas normal 7. pH arteri dalam batas normal Status respiratori :ventilasi Indikator :

1. Rata- rata pernapasan 2. ritme perafasan 3. kedalaman inspirasi 4. suara perkusi 5. volume tidal 6. kapasitas vital

1. monitor frekuensi, ritme, dan usaha respirasi

2. catat pergerakan dada, lihat kesimetrisan, gunakan aksesori otot, dan supraclavicular juga intercostal retraksi otot

3. monitor pola nafas: bradipnea, takipnea, hyperventilation, pernafasan kussmaul, cheyne stokes, apnuestic, pernafasan biot, dan pola attaxic.

4. monitor kebisingan respirasi 5. monitor sekresi respirasi pasien 6. Auskultasi bunyi paru setelah

perawatan dan catat hasilnya 7. Monitor dyspnea dan hal-hal yang

meingkatkan atau memperburuknya

Aktivitas :

1. Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi 2. Identifikasi pasien perlunya

pemasangan alat jalan nafas buatan

Terapi oksigen 3 Pola napas tidak efektif Status Respirasi : Ventilasi

Indikator : 1. rata-rata pernafasan 2. ritme perafasan 3. kedalaman inspirasi 4. volume tidal 5. kapasitas vital

Monitor jalan napas Menajemen pernapasan Terapo oksigen

4 Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d penekanan abdomen karena pembesaran uterus

Status nutrisi Indikator :

1. Asupan zat gizi

2. Asupan makanan dan cairan

Menajemen Nutrisi Aktivitas :

Do : BB :35 kg , Tb : 140 cm Ds : klien mengatakan nafsu

makan menurun, sering mual mual

3. Energi

4. Indeks masa tubuh 5. Berat badan

6. Biochemical measures Status nutrisi: intake makanan dan cairan

Indikator :

1. Intake makanan di mulut 2. Intake di saluran makanan 3. Intake cairan di mulut 4. Intake cairan

5. Intake TPN*

makanan/cairan dan menghitung intake kalori harian, jika

diperlukan

2. Memantau ketepatan urutan makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian

3. Menentukan jimlah kalori dan jenis zat makanan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, ketika berkolaborasi dengan ahli makanan, jika diperlukan

4. Menetukan kebutuhan makanan saluran nasogastric 5. Anjurkan pasien untuk

memilih makanan ringan, jika kekurangan air liur mengganggu proses menelan

6. Memastikan bahwa makanan berupa makanan yang tinggi serat untuk mencegah konstipasi

makanan, jika diperlukan 8. Menyarankan pemeriksaan

eliminasi makanan yang mengandung laktosa, jika diperlukan

Monitor Nutrisi Aktivitas :

1. Timbang berat badan klien 2. Monitor kehilangan dan

pertambahan berat badan 3. Monitor tipe dan kuantitas

olah raga

4. Jadwalkan perawatan, dan tindakan keperawatan agar tidak mengganggu jadwal makan 5. Monitor adanya mual dan

muntah

6. Monitor pertumbuhan dan perkembangan

7. Monitor tingkat energi, lelah, lesu, dan lemah

8. Monitor intake kalori dan nutrisi

Terapi Nutrisi Aktivitas:

1. Mengontrol penyerapan

makanan/cairan dan menghitung intake kalori harian, jika

diperlukan

2. Menentukan jimlah kalori dan jenis zat makanan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, ketika berkolaborasi dengan ahli makanan, jika diperlukan

3. Anjurkan pasien untuk memilih makanan ringan, jika kekurangan

air liur mengganggu proses menelan

4. Membantu pasien untuk memilih makanan lembut, lunak dan tidak asam, jika diperlukan

5. Mengatur pemasukan makanan, jika diperlukan

5 Risiko tinggi infeksi b.d sanitasi lingkungan yg buruk

Do :

-Ds : klien mengtakan suaminya (+) TB dan dalam proses pengobatan

Kontrol resiko Indicator :

1. Menyatakan resiko 2. Memantau faktor resiko

lingkungan

3. Melakukan strategi kontrol risiko

4. Modifikasi gaya hidup untuk menurunkan resiko

5. Berpartisipasi dlm skrining utk mengidentifikasi risiko

Proteksi Infeksi Aktivitas :

1. Monitor tanda-tanda dan gejala sistemik dan local dari infeksi.

2. Monitor jumlah

granulosit, WBC, dan perbedaan nilai.

3. Pertahankan teknik asepsis untuk pasien yang berisiko. 4. Pertahankan teknik

5. Anjurkan istirahat. 6. Monitor perubahan

tingkat energi / malaise. 7. Beri agen imun. 8. Instruksi pasien untuk

mendapatkan antibiotik sesuai resep.

9. adanya infeksi dalam upaya pengendalian infeksi.

6 Kurangnya pengetahuan b.d rendahnya tingkat pendidkan Do :

-Ds : klien hanya tamatan Sekolah sederajat

Pengetahuan Proses Penyakit Indikator :

1 Kenal dengan nama penyakit

2 Deskripsi dari proses penyakit

3 Deskripsi dari penyebab atau faktor kontribusi

Mengajarkan Proses Penyakit Aktivitas :

1 Gambarkan tanda dan gejala yang biasa muncul pada penyakit dengan cara yang benar.

2 Gambarkan proses penyakit dengan cara yang tepat

4 Deskripsi dari faktor resiko

5 Deskripsi dari efek penyakit

6 Deskripsi dari tanda dan gejala

7 Deskripsi untuk meminimalkan efek penyakit

8 Deskripsi dari tanda dan gejala komplikasi

3 Identifikasi kemungkinan penyebab, dengan cara yang tepat

4 Hindarkan harapan yang kosong

5 Diskusikan pilihan terapi atau penanganan

6 Instruksikan pasien mengenai tanda dan gejala untuk

melaporkan pada pemberi perawatan kesehatan dengan cara yang tepat

6 Nyeri akut Tingkat Kenyamanan

Indicator : 1 Melaporkan Perkembangan Fisik 2 Melaporkan Manajemen Nyeri Aktivitas :

1 Lakukan penilaian nyeri secara komprehensif dimulai dari lokasi, karakteristik,

perkembangan kepuasan 3 Melaporkan

perkembangan psikologi 4 Mengekspresikan perasaan

dengan lingkungan fisik sekitar

5 Mengekspresikan perasaan dengan hubungan social 6 Mengekspresikan perasaan

secara spiritual 7 Melaporkan kepuasan

dengan tingkatan mandiri 8 Menekspresikan kepuasan

dengan Kontrol nyeri

durasi, frekuensi, kualitas, intensitas dan penyebab. 2 Kaji ketidaknyamanan secara

nonverbal, terutama untuk pasien yang tidak bisa mengkomunikasikannya secara efektif

3 Pastikan pasien mendapatkan perawatan dengan analgesic 4 Gunakan komunikasi yang

terapeutik agar pasien dapat menyatakan pengalamannya terhadap nyeri serta dukungan dalam merespon nyeri

5 Tentukan dampak nyeri terhadap kehidupan sehari-hari (tidur, nafsu makan, aktivitas, kesadaran, mood, hubungan sosial, performance kerja dan melakukan tanggung jawab

sehari-hari)

6 Gunakan metoda penilaian yang berkembang untuk memonitor perubahan nyeri serta mengidentifikasi faktor aktual dan potensial dalam mempercepat penyembuhan 7 Menyediakan informasi

tentang nyeri, contohnya penyebab nyeri, bagaimana kejadiannya, mengantisipasi ketidaknyamanan terhadap prosedur

8 Kontrol faktor lingkungan yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien (suhu ruangan, pencahayaan, keributan)

BAB IV

Dalam dokumen TB Paru pada Antenatal. doc (Halaman 28-48)

Dokumen terkait