BAB III METODOLOGI SURVEI
G. Metode Analisis Data
3. Pengklasifikasian Kinerja Unit Pelayanan Dinas Perhubungan
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 pengukuran kinerja unit pelayanan berdasarkan pada nilai dan interval sebagai berikut :
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 28 | Tabel 3.1
Pedoman Pengukuran Kinerja Pelayanan Nilai
Persepsi
Nilai Interval (NI)
Nilai Interval Konversi (NIK)
Mutu Pelayanan (X)
Kinerja Unit Pelayanan (Y)
1 1,00 – 2,5996 25,00 – 64,99 D Tidak Baik
2 2,60 – 3,064 65,00 – 76,60 C Kurang Baik
3 3,0644 – 3,532 76,61 – 88,30 B Baik
4 3,5324 – 4,00 88,31 – 100,00 A Sangat Baik
Sumber : Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 29 |
BAB IV GAMBARAN UMUM UNIT KERJA DAN HASIL ANALISIS
A. Gambaran Umum Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan 1. Profil Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan
Kedudukan Dinas Perhubungan sebagimana diatur di dalam Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Susunan, Kedudukan dan Tugas Pokok Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Grobogan, merupakan unsur pelaksana otonomi daerah tipe C yang melaksanakan urusan di bidang perhubungan sebagai pembantu Bupati dalam melaksanakan urusan bidang perhubungan dan mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang perhubungan.
− Alamat : Jln. Raya Solo-Purwodadi No. 15, Toroh Grobogan
− Telepone : (0292) 422195
− Faximile : (0292) 422195
− Kode Pos : 58172
− Email : [email protected]
2. Struktur Organisasi Perhubungan Kabupaten Grobogan
Berdasarkan Peraturan Bupati Grobogan Nomor 61 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, Uraian Tugas Jabatan Dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan diatur sebagai berikut :
a. Kepala Dinas, membawahkan : 1) Sekretariat;
2) Bidang Lalu Lintas dan Angkutan;
3) Bidang Teknik Sarana dan Prasarana;
4) Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD );
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 30 | 5) Kelompok Jabatan Fugsional Tertentu.
b. Sekretariat, membawahkan :
1) Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan;
2) Sub Bagian Umum.
c. Bidang Lalu Lintas dan Angkutan, membawahkan : 1) Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Operasional;
2) Seksi Angkutan; dan 3) Seksi Keselamatan.
d. Bidang Teknik Sarana dan Prasarana, membawahkan : 1) Seksi Manajemen Rekayasa;
2) Seksi Perparkiran; dan
3) Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor.
e. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) f. Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu.
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 31 | Gambar 4.1
Struktur Organisasi Dinas Perhubungan
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 32 | 3. Job Description
Peraturan Bupati Grobogan Nomor 61 Tahun 2016 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Jabatan dan Tata Kerja Organisasi Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan. Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Jabatan dan Tata Kerja Organisasi Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan, secara spesifik adalah sebagai berikut :
a. Kepala Dinas
Kepala Dinas mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan di bidang perhubungan. Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, mempunyai fungsi adalah :
1) Perumusan kebijakan teknis di bidang perhubungan;
2) Pengkoordinasian, pengembangan, dan fasilitasi kegiatan di bidang perhubungan;
3) Pembinaan dan pengendalian kegiatan di bidang perhubungan;
4) Pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan di bidang perhubungan;
5) Pengelolaan kesekretariatan dinas;
6) Pengelolaan uptd;dan
7) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh bupati sesuai tugas dan fungsinya.
b. Sekretariat
Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Sekretaris mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas dengan menyiapkan bahan koordinasi perumusan kebijakan teknis dan memberikan pelayanan administratif dan fungsional kepada semua unsur di lingkungan Dinas, menyelenggarakan administrasi umum, surat-menyurat, kepegawaian, keuangan, hubungan
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 33 | masyarakat, sarana dan prasarana, perlengkapan, urusan rumah tangga, protokol, perjalanan dinas, kearsipan, hukum dan ketatalaksanaan serta penyusunan perencanaan program dan pelaporan.
Sekretariat dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, mempunyai fungsi adalah :
1) Penyusunan program kerja di bidang kesekretariatan Dinas;
2) Penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perumusan kebijakan teknis di bidang perhubungan;
3) Penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan tugas ketatausahaan, administrasi umum dan suratmenyurat;
4) Pengelolaan kepegawaian, sarana dan prasarana, perlengkapan, urusan rumah tangga, protokol, hubungan masyarakat, ketatalaksanaan dinas, hukum, kearsipan, pengelolaan perencanaan program dan penyusunan pelaporan;
5) Pengelolaan keuangan, perjalanan dinas dan pertanggungjawaban keuangan;
6) Penyusunan bahan dalam rangka pembinaan teknis fungsional;dan 7) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai
dengan bidang tugasnya.
c. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan
Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.
Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Sekretaris dalam perumusan kebijakan, pengoordinasian, pembinaan, pengendalian, pengelolaan dan pemberian bimbingan di bidang perencanaan dan keuangan, monitoring, evaluasi, pelaporan, dan sistem informasi Dinas.
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 34 | d. Sub Bagian Umum
Sub Bagian Umum dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.
Kepala Sub Bagian Umum mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Sekretaris dalam perumusan kebijakan, pengoordinasian, pembinaan, pengendalian, pengelolaan dan pemberian bimbingan di bidang administrasi umum, surat-menyurat, kepegawaian, hubungan masyarakat, sarana dan prasarana, perlengkapan, urusan rumah tangga, protokol, perjalanan dinas, kearsipan, hukum dan ketatalaksanaan.
e. Bidang Lalu Lintas dan Angkutan
Bidang Lalu Lintas dan Angkutan dipimpin oleh Kepala Bidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas dalam perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pengkoordinasian, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan dan fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan dibidang lalu lintas dan angkutan.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, mempunyai fungsi :
1) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang lalu lintas dan angkutan;
2) Pengkoordinasian dan pelaksanaan kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan;
3) Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan;
4) Pengelolaan dan fasilitasi kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan;
5) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan;
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 35 | f. Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Operasional
Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Operasional dipimpin oleh Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan. Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Operasional sebagaimana dimaksud mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan dalam penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pengoordinasian, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan, fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang pengawasan, pengendalian dan operasional. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh kepala dinas seuai dengan tugas dan fungsinya.
g. Seksi Angkutan
Seksi Angkutan dipimpin oleh Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan. Kepala Seksi Angkutan sebagaimana dimaksud mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan dalam penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pengoordinasian, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan, fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang angkutan.
h. Seksi Keselamatan
Seksi Keselamatan dipimpin oleh Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan. Kepala Seksi Keselamatan sebagaimana dimaksud mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan dalam penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pengoordinasian,
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 36 | pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan, fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang keselamatan.
i. Bidang Teknik Sarana dan Prasarana
Bidang Teknik Sarana dan Prasarana dipimpin oleh Kepala Bidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana sebagaimana dimaksud, mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas dalam perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pengkoordinasian, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan dan fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan dibidang teknik sarana dan prasarana.
Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, melaksanakan fungsi :
1) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang teknik sarana dan prasarana;
2) Pengoordinasian dan pelaksanaan kegiatan di bidang teknik sarana dan prasarana;
3) Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian kegiatan di bidang teknik sarana dan prasarana;
4) Pengelolaan dan fasilitasi kegiatan di bidang teknik sarana dan prasarana;
5) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang teknik sarana dan prasarana; dan
6) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 37 | j. Seksi Manajemen Rekayasa
Seksi Manajemen Rekayasa dipimpin oleh Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana. Kepala Seksi Manajemen Rekayasa sebagaimana dimaksud mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana dalam penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pengoordinasian, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan,fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang manajemen rekayasa lalu lintas.
k. Seksi Perparkiran
Seksi Perparkiran dipimpin oleh Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana. Kepala Seksi Perparkiran sebagaimana dimaksud mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana dalam penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pengoordinasian, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan, fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang perparkiran.
l. Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor
Seksi Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor dipimpin oleh Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana. Kepala Seksi Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud, mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana dalam penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pengoordinasian, pembinaan, pengawasan,
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 38 | pengendalian, pengelolaan, fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang pengujian kendaraan bermotor.
m. UPTD Terminal
Kepala UPTD Terminal mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan penyelenggaraan dan pengelolaan terminal, pengawasan, keamanan dan ketertiban terminal dan melaksanakan kegiatan pengaturan dan pengoperasian terminal. Fungsi UPTD Terminal adalah:
1) Penyusunan program kerja di UPTD;
2) Pelaksanaan kegiatan dan pelayanan operasional penyelenggaraan terminal;
3) Pelaksanaan kegiatan pengaturan, keamanan, ketertiban, pengelolaan dan pengawasan terminal; dan
4) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.
n. Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu
Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu di lingkungan Dinas mempunyai tugas dan tanggungjawab membantu sebagian tugas Kepala Dinas dalam melaksanakan kegiatan teknis sesuai dengan keahlian, keterampilan dan spesialisasinya masing-masing dan bersifat mandiri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu sebagaimana dimaksud dapat dibagi dalam Sub-Sub Kelompok sesuai dengan kebutuhan masing-masing, dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior selaku ketua kelompok yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 39 | 4. Data Pegawai Dinas Perhubungan
Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogaan saat ini memiliki pegawai dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Harian Kontrak (THL). Adapun rincian data pegawai adalah sebagai berikut :
Tabel 4.1
Data Pegawai Dinas Perhubungan Berdasarkan Tingkat Jabatan
No Uraian Jumlah
1 Pejabat Eselon II 1
2 Pejabat Eselon III 3
3 Pejabat Eselon IV 11
4 Staf : PNS 34
5 Tenaga Harian Lepas (THL) 26
Jumlah 75
Sumber : Data sekunder, 2021
Gambar 4.2
Data Pegawai Dinas Perhubungan Berdasarkan Jabatan
1, 1% 3, 4%
11, 15%
34, 45%
26, 35%
Pejabat Eselon II Pejabat Eselon III Pejabat Eselon IV Staf : PNS
Tenaga Harian Lepas (THL)
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 40 | Tabel 4.2
Data Pegawai Dinas Perhubungan Berdasarkan Jenis Kelamin
No Uraian Jumlah
1 Laki-Laki 66
2 Perempuan 9
Jumlah 75
Sumber : Data sekunder, 2021
Gambar 4.3
Data Pegawai Dinas Perhubungan Berdasarkan Jenis Kelamin
66, 88%
9, 12%
Laki-Laki Perempuan
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 41 | Tabel 4.3
Data Pegawai PNS Dinas Perhubungan Berdasarkan Golongan
No Uraian Jumlah
1 Golongan I 4
2 Golongan II 8
3 Golongan III 32
4 Golongan IV 5
Jumlah 49
Sumber : Data sekunder, 2021
Gambar 4.4
Data Pegawai PNS Dinas Perhubungan Berdasarkan Golongan
4, 8%
8, 17%
32, 65%
5, 10%
Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 42 | Tabel 4.4
Data Pegawai PNS Dinas Perhubungan Berdasarkan Pendidikan
Sumber : Data sekunder, 2021
Gambar 4.5
Data Pegawai PNS Dinas Perhubungan Berdasarkan Pendidikan
5, 7%
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 43 | B. Hasil Analisis Data dan Pembahasan
1. Karakterisitik Responden
Analisis data diskriptif dalam penelitian ini akan menyajikan data 92 orang responden yang mengisi data kuesioner meliputi Jenis Kelamin,
Tingkat Pendidikan dan Pekerjaan. Adapun hasil analisis deskriptif dalam laporan ini adalah sebagai berikut :
Tabel 4.5
Gambaran Umum Responden
No Uraian Jumlah (Orang)
1. Jenis Kelamin
1. Laki-Laki 87
2. Perempuan 5
Jumlah 92
2. Pendidikan
1. SD 7
2. SMP 20
3. SMA 50
4. SARJANA (S1) 15
Jumlah 92
3. Pekerjaan
1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) 5
2. TNI 6
3. POLRI 5
4. SWASTA 39
5. WIRAUSAHA 33
6. LAINNYA 4
Jumlah 92
Sumber : Olah Data Primer, 2021
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 44 | Gambar 4.6
Prosentase Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Gambar 4.7
Prosentase Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Gambar 4.8
Prosentase Responden Berdasarkan Pekerjaan
95%
5%
JENIS KELAMIN
Laki-Laki
8%
22%
54%
16%
PENDIDIKAN
SD
SMP
6%
7%
5%
42%
36%
4%
PEKERJAAN
PNS TNI POLRI
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 45 | a. Gambaran Umum Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan tabel gambaran umum responden seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.5 dan gambar 4.6 diatas dapat diketahui jika responden yang paling banyak mengisi kuesioner adalah laki-laki dengan jumlah 87 orang atau sebanyak 95%, sedangkan perempuan hanya 5 orang atau hanya 5%.
b. Gambaran Umum Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Berdasarkan tabel gambaran umum responden seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.5 dan gambar 4.7 diatas dapat diketahui jika responden yang paling banyak mengisi kuesioner adalah responden dengan tingkat pendidikan SMA/SMK yaitu sebanyak 50 orang atau 54
% sedangkan paling sedikit adalah dengan tingkat pendidikan SD yaitu hanya 7 orang atau hanya 8%.
c. Gambaran Umum Responden Berdasarkan Pekerjaan
Berdasarkan tabel gambaran umum responden seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.5 dan gambar 4.8 diatas dapat diketahui jika responden yang paling banyak mengisi kuesioner adalah responden dengan profesi atau pekerjaan swasta yaitu sebanyak 39 orang atau 42% sedangkan paling sedikit adalah responden yang berprofesi lainya seperti petani, pensiunan, dan lain sebagainya yaitu hanya 4 orang atau 4%.
2. Analisis Deskriptif Jawaban Responden
Setelah dilakukan penyebaran kuesioner kepada 92 orang responden maka didapatkan jawaban dari setiap unsur-unsur pelayanan Dinas Perhubungan yaitu pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor. Adapun hasil pengisian jawaban terhadap unsur-unsur pelayanan adalah sebagai berikut :
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 46 | Tabel 4.6
Analisis Deskriptif Jawaban Responden Terhadap Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor
2. Sistem, Mekanisme dan
Prosedur 1 4 43 44 314 3.41
3. Waktu Penyelesaian 0 3 36 53 326 3.54
4. Biaya / Tarif 0 2 47 43 317 3.45
5. Produk Spesifikasi Jenis
Pelayanan 0 4 43 45 317 3.45
Sumber : Olah Data Primer, 2021
Keterangan :
a. Jawaban (a) : Tidak Sesuai, Tidak Mudah, Tidak Baik, Tidak Cepat, Sangat Mahal, Tidak Sesuai, Tidak Kompeten, Tidak Sopan/Ramah, Buruk, atau Tidak Ada.
b. Jawaban (b) : Kurang Sesuai, Kurang Mudah, Kurang Baik, Kurang Cepat, Cukup Mahal, Kurang Sesuai, Kurang Kompeten, Kurang Sopan/Ramah, Cukup, atau Ada tetapi tidak berfungsi.
c. Jawaban (c) : Sesuai, Mudah, Baik, Cepat, Murah, Sesuai, Kompeten, Sopan/Ramah, Baik, atau Berfungsi Kurang Maksimal.
d. Jawaban (d) : Sangat Sesuai, Sangat Mudah Sangat Baik, Sangat Cepat, Gratis, Sangat Sesuai, Sangat Kompeten, Sangat Sopan/Ramah, atau Dikelola dengan baik.
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 47 | 3. Analisis Data
Sebelum dilakukan pengukuran terhadap Indek Kepuasan Masyarakat terhadap kualitas pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan Tahun 2021, maka terlebih dahulu akan dilakukan uji kualitas data dengan menggunakan metode uji validitas data dan uji reliabilitas data.
4. Uji Validitas
Pengujian validitas adalah pengujian yang ditunjukan untuk mengetahui suatu data dapat dipercaya keberannya sesuai dengan kenyataan. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Teknik pengujian uji validitas data adalah sebagai berikut :
1) Nilai r hitung > 0.3 maka data valid 2) Nilai r hitung < 0.3 maka data tidak valid
Nilai r dalam penelitan didapatkan dari analisis data penelitian dengan menggunakan program SPSS Statistics V25.0. Adapun hasil uji validitas data adalah sebagai berikut :
Tabel 4.7
Hasil Uji Validitas Data Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor No Item Pertanyaan / Unsur Nilai r hitung
1. X-1 / Persyaratan 0.407
2. X-2 / Sistem, Mekanisme dan Prosedur 0.421
3. X-3 / Waktu Penyelesaian 0.312
4. X-4 / Biaya / Tarif 0.354
5. X-5 / Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan 0.430
6. X-6 / Kompetensi Pelaksana 0.296
7. X-7 / Perilaku Pelaksana 0.563
8. X-8 / Sarana dan Prasarana 0.356
9. X-9 / Penangan Pengaduan, Saran dan Masukan 0.360
Sumber : Olah Data Primer, 2021
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 48 | Berdasarkan tabel 4.7 hasil uji validitas data maka didapatkan hasil uji kualitas data item Pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor yang menunjukkan bahwa semua data / item masing-masing unsur mempunyai nilai lebih dari 0.3 (r hitung > 0.3) sehingga dapat disimpulkan bahwa semua data / item / unsur Pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor bersifat valid dan dapat dijadikan pedoman dalam olah data berikutnya.
4. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah derajat konsistensi/keajegan data dalam interval waktu tertentu, selain itu uji reliabilitas adalah untuk mengetahui apakah alat pengumpulan data menunjukan tingkat ketepatan, keakutaran, kestabilan, atau konsistensi alat tersebut.
Suatu alat dianggap reliabel jika pada beberapa kali pengukuran terhadap subyek penelitian memperoleh hasil yang relative sama (Sugiyono, 2016). Teknik pengujian uji reliabilitas data adalah sebagai berikut :
3) Nilai Cronbach Alpha (α) > 0.6 maka data reliabel
4) Nilai Cronbach Alpha (α) > 0.6 maka data tidak reliabel
Nilai cronbach Alpha (α) dalam penelitan didapatkan dari analisis data penelitian dengan menggunakan program SPSS Statistics V25.0.
Adapun hasil uji reliabilitas data adalah sebagai berikut : Tabel 4.8
Hasil Uji Reliabilitas
No Item Pertanyaan / Unsur Nilai Cronbach’s Alpha
1. Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor 0.628
Sumber : Olah Data Primer, 2021
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 49 | Berdasarkan tabel 4.8 tentang hasil uji reliabilitas data / item maka didapatkan pembahasan Hasil uji reliabilitas data / item / unsur Pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor menunjukkan nilai cronbach’s alpha sebesar 0.628 dan lebih dari nilai ambang batas (cronbach’s alpha > 0.6) sehingga dapat disimpulkan jika data / item / unsur Pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor bersifar reliabel dan dapat dilakukan pengujian lebih lanjut.
5. Pengukuran Kinerja Unit Pelayanan
Setelah dilakukan uji kualitas data dan data menunjukkan hasil yang valid dan reliabel serta maka akan dilakukan tahap analisis selanjutnya yaitu pengukuran kinerja unit pelayanan. Sebelum dilakukan Klasifikasi Kinerja Pelayanan maka terlebih dahulu akan dilakukan penentuan Bobot Nilai Rata-Rata Tertimbang (Nilai N) dan Pengukuran Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dengan rumus sebagai berikut :
d. Pengukuran Nilai Rata-Rata Tertimbang
Rumus yang digunakan untuk mengukur nilai rata-rata tertimbang adalah sebagai berikut :
𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑅𝑎𝑡𝑎 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑈𝑛𝑠𝑢𝑟= 1
𝑋= 𝑁
Unsur yang digunakan dalam laporan ini menggunakan 9 (sembilan) unsur yaitu Persyaratan, Sistem, Mekanisme dan Prosedur, Waktu Penyelesaian, Biaya / Tarif, Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan, Kompetensi Pelaksana, Perilaku Pelaksana,
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 50 | Sarana dan Prasarana Penangan Pengaduan, Saran dan Masukan.
Sehingga didapatkan perhitungan :
𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑅𝑎𝑡𝑎 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔 = 1 9 𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑅𝑎𝑡𝑎 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔 = 0.111
Nilai rata-rata tertimbang dalam laporan ini sebesar 0.111.
e. Pengukuran SKM Unit Pelayanan (Nilai Survei)
Setelah didapatkan nilai rata-rata terimbang dan berpedoman pada hasil tabel 5.2 dan 5.3 diatas maka didapatkan nilai survei pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor sebagai berikut :
Nilai Survei = Nilai Unsur SKM x Nilai Rata-Rata Tertimbang Nilai Survei = Nilai Unsur SKM x 0.111
Nilai SKM Unit Pelayanan (Nilai Survei) pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor adalah :
(3.41 x 0.111) + (3.41 x 0.111) + (3.54 x 0.111) + (3.45 x 0.111) + (3.45 x 0.111) + (3.39 x 0.111) + (3.41 x 0.111) + (3.42 x 0.111) + (3.51 x 0.111) = 31.00. Nilai survei pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor adalah 3.44.
f. Pengukuran Nilai SKM (Interval Nilai Konversi)
Rumus yang digunakan adalam menentukan pengukuran interval nilai konversi adalah sebagai berikut :
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑆𝐾𝑀 = 𝑆𝐾𝑀 𝑈𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑥 25
IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 51 | Berdasarkan rumus tersebut maka didapatkan pengukuran Nilai SKM (Interval Nilai Konversi) Pelayanan Pengujian Kendaraan
= 3.44 x 25 = 86.03.
6. Pengklasifikasian Kinerja Unit Pelayanan Dinas Perhubungan Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 pengukuran kinerja unit pelayanan berdasarkan pada nilai dan interval sebagai berikut :
Tabel 4.9
Pedoman Pengukuran Kinerja Pelayanan Nilai
Sumber : Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017
Setelah didapatkan nilai Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) unit pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor didapatkan nilai SKM sebesar 86.03 dan berada pada interval 3 sehingga kinerja Unit Pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor dapat diklasifikasikan pada mutu pelayanan kelas B atau mempunyai kinerja pelayanan yang Baik.
IKM 2019 – Dinas Perhubungan | 52 |
BAB V KESIMPULAN
Setelah dilakukan analisis kualitas data dan dilakukan pengukuran indek kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut :
1. Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) unit pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor mendapatkan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 86.03 dan berada pada interval 3 sehingga kinerja Unit Pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor dapat diklasifikasikan pada mutu pelayanan kelas B atau mempunyai kinerja pelayanan yang Baik.
2. Daris 9 unsur pertanyaan / pernyataan yang terdiri dari unsur Persyaratan, Sistem, Mekanisme dan Prosedur, Waktu Penyelesaian, Biaya / Tarif, Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan, Kompetensi Pelaksana, Perilaku Pelaksana, Sarana dan Prasarana Penangan Pengaduan, Saran dan Masukan mempunyai nilai rata-rata minimal 3.44 sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan sudah memuaskan.
Grobogan, Desember 2021
KEPALA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN GROBOGAN
AGUNG SUTANTO, SH, MH NIP. 19611202 198603 1 004
LAMPIRAN
KUESIONER SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT (SKM)
(Berikan tanda centang (✓) huruf sesuai jawaban responden)
Jenis Kelamin : Laki-Laki Perempuan
(Lingkari (O) kode huruf sesuai jawaban responden)
A. PELAYANAN PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR
Bagaimana pendapat Saudara tentang kualitas pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor saat ini yang meliputi :
1. Kesesuaian / kemudahan persyaratan :
a. Tidak Sesuai c. Sesuai
b. Kurang Sesuai d. Sangat Sesuai 2. Kemudahan prosedur :
a. Tidak Mudah c. Mudah
b. Kurang Mudah d. Sangat Mudah
3. Kecepatan pelayanan petugas :
a. Tidak Cepat c. Cepat
b. Kurang Mudah d. Sangat Cepat 4. Biaya / tarif pengujian kendaraan bermotor :
a. Sangat Mahal c. Murah / Terjangkau
b. Cukup Mahal d. Gratis
5. Kesesuaian pelayanan pengujian kendaraan dengan aturan standar pelayanan yang
5. Kesesuaian pelayanan pengujian kendaraan dengan aturan standar pelayanan yang