• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN iii

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB V KESIMPULAN iii"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

i

(2)

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN COVER ... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... ivii

DAFTAR GAMBAR ... v

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Perumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Laporan ... 4

D. Manfaat Laporan ... 5

E. Dasar-Dasar Pembuatan Laporan ... 5

BAB II TELAAH PUSTAKA ... 7

A. Pelayanan ... 7

1. Definisi Pelayanan ... 7

2. Karakteritstik Pelayanan Jasa... 7

3. Definisi Pelayanan Publik ... 8

4. Asas-Asas Pelayanan Publik ... 8

5. Perilaku Pelaksana dalam Pelayanan... 9

6. Ciri-Ciri Pelayanan Publik Yang Baik ... 10

7. Hak dan Kewajiban Penyelenggara Pelayanan Publik ... 10

8. Hak dan Kewajiban Masyarakat Penerima Pelayanan Publik ... 11

B. Pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor ... 12

1. Macam-Macam Pelayanan Pengujian Kendaraan ... 12

2. Persyaratan Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor ... 13

3. Waktu Pelayanan Pengujian Kendaraan ... 14

4. Tarif Retribusi Pelayanan Pengujian Kendaraan Kabupaten Grobogan ... 15

5. Jenjang / Tingkatan Petugas Pengujian Kendaraan Bermotor ... 17

6. Kompetensi Tenaga Penguji Kendaraan Bermotor ... 17

7. Pengujian Persyaratan Laik Jalan dan Fasilitas Peralatan Uji ... 18

8. Peralatan Uji Berkala Kendaraan Bermotor ... 19

BAB III METODOLOGI SURVEI ... 22

A. Metode Survei ... 22

B. Waktu dan Lokasi Pengumpulan Data ... 22

C. Populasi, Sampel dan Metode Pengambilan Sampel... 22

1. Populasi ... 22

2. Sampel ... 23

3. Metode Pengambilan Sampel ... 23

D. Teknik Pengumpulan Data ... 23

E. Bentuk Jawaban Kuesioner ... 23

(3)

iii

F. Unsur-Unsur Pertanyaan Dalam Kuesioner ... 24

G. Metode Analisis Data ... 25

1. Uji Kualitas Data ... 25

a. Uji Validitas ... 25

b. Uji Reliabilitas ... 26

2. Pengukuran Kinerja Unit Pelayanan ... 26

3. Pengklasifikasian Kinerja Unit Pelayanan Dinas Perhubungan ... 27

BAB IV GAMBARAN UMUM UNIT KERJA DAN HASIL ANALISIS ... 29

A. Gambaran Umum Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan ... 29

1. Profil Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan ... 29

2. Struktur Organisasi Perhubungan Kabupaten Grobogan ... 29

3. Job Description... 32

4. Data Pegawai Dinas Perhubungan ... 39

B. Hasil Analisis Data dan Pembahasan ... 43

1. Karakterisitik Responden ... 43

2. Analisis Deskriptif Jawaban Responden ... 45

3. Analisis Data ... 47

4. Uji Validitas ... 47

4. Uji Reliabilitas ... 48

5. Pengukuran Kinerja Unit Pelayanan ... 49

6. Pengklasifikasian Kinerja Unit Pelayanan Dinas Perhubungan ... 51

BAB V KESIMPULAN... 52

(4)

iv

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Data Pegawai Dinas Perhubungan Berdasarkan Tingkat ... 39

Jabatan

Tabel 4.2 Data Pegawai Dinas Perhubungan Berdasarkan Jenis Kelamin ... 40 Tabel 4.3 Data Pegawai PNS Dinas Perhubungan Berdasarkan Golongan . 41 Tabel 4.4 Data Pegawai PNS Dinas Perhubungan Berdasarkan Pendidikan 42 Tabel 4.5 Gambaran Umum Responden ... 43 Tabel 4.6 Analisis Deskriptif Jawaban Responden Terhadap Pelayanan .... 46 Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor

Tabel 4.7 Hasil Uji Validitas Data Pelayanan Pengujian Kendaraan

Bermotor ... 47 Tabel 4.8 Hasil Uji Reliabilitas ... 48 Tabel 4.9 Pedoman Pengukuran Kinerja Pelayanan ... 51

(5)

v

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Sertifikat Akreditasi Unit Pelaksana Teknis Uji Berkala ... 20 Kendaraan Bermotor

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Dinas Perhubungan ... 31 Gambar 4.2 Data Pegawai Dinas Perhubungan Berdasarkan Jabatan ... 39 Gambar 4.3 Data Pegawai Dinas Perhubungan Berdasarkan Jenis Kelamin 40 Gambar 4.4 Data Pegawai PNS Dinas Perhubungan Berdasarkan Golongan 41 Gambar 4.5 Data Pegawai PNS Dinas Perhubungan Berdasarkan ... 42 Pendidikan

Gambar 4.6 Prosentase Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 44 Gambar 4.7 Prosentase Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 44 Gambar 4.8 Prosentase Responden Berdasarkan Pekerjaan ... 44

(6)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 1 |

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pemerintah Daerah sebagai tangan panjang dari Pemerintah Pusat mempunyai peranan penting dalam membentuk kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya di berbagai sektor seperti sektor kesehatan, perekonomian, pertanian, perindustrian dan lain sebagainya. Setiap Pemerintah Daerah diwajibkan untuk mampu memberikan kualitas pelayanan yang prima dan optimal kepada setiap masyarakat sehingga apa yang dibutuhkan dan diperlukan masyarakat dapat terpenuhi. Pelayanan publik yang baik adalah salah satu indikator dalam menentukan apakah regulasi dari visi, misi maupun peraturan yang ditetapkan di daerah dapat berjalan dengan baik atau tidak. Secara sederhana jika pelayanan yang dijalankan Pemerintah Daerah baik maka secara tidak langsung semua regulasi, peraturan dan ketentuan yang dibuat Pemerintah Daerah dapat bermanfaat sebagai maksimal.

Bagi pemerintah kepuasan masyarakat adalah tujuan utama dari pelaksanaan pelayanan publik. Dengan adanya kepuasan masyarakat dalam menerima pelayanan maka diharapkan fungsi negara dalam mensejahterakan warganya dapat berjalan dengan baik. ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tentu tidak selalu mendapatkan respon positif dan rasa puas dari masyarakat, akan tetapi banyak unsur- unsur yang mempengaruhi kepuasan masyarakat dalam menilai kualitas pelayanan yang diberikan. Unsur-unsur yang vital dalam pelayanan kepada masyarakat antara lain : kemudahan persyaratan, kecepatan pelayanan, biaya, kompetensi pegawai, sarana dan prasarana yang diberikan, tanggapan dari segala aduan masyarakat, sikap dan sifat ASN dalam melayani, dan lain sebagainya.

(7)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 2 |

Pelaksanaan pelayanan publik yang prima dan optimal dalam pelaksanaannya tentu tidaklah mudah, banyak faktor yang mempengaruhi pelakasanaan pelayanan publik yang optimal seperti fasilitas, regulasi peraturan, kompetensi karyawan dan lain sebagainya. Salah satu pelayanan publik yang cukup vital terhadap masyarakat adalah pelayanan publik yang diberikan Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan. Berdasarkan Peraturan Bupati Grobogan Nomor 61 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi,Uraian Tugas Jabatan dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan, saat ini pelayanan publik yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan terdiri dari Pelayanan Pemberian Rekomendasi Izin Trayek Angkutan, Pelayanan Perizinan Pelaksanaan Perparkiran dan Pelayanan Pengujian Kendaaraan Bermotor.

Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 disebutkan bahwa Penyelenggara pelayanan publik yang selanjutnya disebut Penyelenggara adalah setiap institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan badan hukum lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan publik. Untuk mengetahui apakah masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang diberikan maka pada periode tertentu akan dilakukan evaluasi dan pengelolaan pelaksana pelayan publik. Evaluasi dilakukan dengan melakukan pengukuran terhadap kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat yang hasilnya berbentuk angka Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan metode pengukuran yang digunakan adalah metode survei.

Salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Grobogan sebagai organisasi penyelenggara pelayanan publik adalah Dinas Perhubungan. Berdasarkan Peraturan Bupati Grobogan Nomor 61 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Jabatan Dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan,

(8)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 3 |

Dinas Perhubungan merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan di bidang perhubungan dan salah satu tugasnya adalah melakukan penyelenggaraan pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor. Pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor merupakan salah satu pelayanan yang diberikan Dinas Perhubungan dalam bentuk pengujian kelayakan (laik jalan) bagi kendaraan angkutan orang dan angkutan barang.

Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor khususnya angkutan orang dan angkutan barang wajib dilakukan bagi masyarakat / perusahaan yang mempunyai kendaraan angkutan orang / barang setiap 6 (enam) bulan sekali sehingga diharapkan dapat menghasilkan kualitas kendaraan angkutan orang / barang yang layak jalan dan sesuai standar keselamatan jalan yang telah ditentukan

Pengukuran indeks kepuasan masyarakat sangat penting untuk dilakukan karena dari angka indeks tersebut didapatkan nilai serta gambaran dari kualitas pelayanan publik yang diberikan. Adapun dasar dari penyelenggaraan kegiatan pengukuran indek kepuasan masyarat adalah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik pasal 38 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik, sehingga masing-masing OPD yang melakukan penyelenggara pelayanan publik diwajibkan setiap tahun melakukan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

Dinas Perhubungan dalam pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat masih terdapat beberapa kekurangan di beberapa sisi. Untuk menilai kinerja pelayanan masyarakat maka perlu dilakukan pengukuran survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan.

Berpedoman pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan

(9)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 4 |

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik maka sebagai tolak ukur tentang kinerja pelayanan di Dinas Perhubungan dan pengukuran kepuasan masyarakat maka tahun 2021 akan dilaksanakan penyusunan “LAPORAN HASIL SURVEI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN UNIT PELAKSANA TEKNIS UNIT PELAKSANA TEKNIS PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2020”.

B. Perumusan Masalah

Perumusan masalah dalam laporan ini adalah “Bagaimanakah tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan Tahun 2021 ?”.

C. Tujuan Laporan

Tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan laporan ini adalah :

1. Mengukur tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan Tahun 2021.

2. Sebagai dasar penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di tingkat Kabupaten / Kota, Provinsi dan Nasional.

(10)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 5 |

D. Manfaat Laporan

Manfaat yang diharapkan atas laporan ini adalah sebagai berikut : 1. Bagi Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan

Manfaat dari laporan bagi Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan adalah sebagai berikut ;

a. Dapat mengetahui kelemahan dan kekurangan dari masing-masing unsur dalam penyelenggara pelayanan pengujian kendaraan bermotor.

b. Dapat mengetahui kinerja pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor yang telah dilaksanakan secara periodik.

c. Sebagai bahan penetapan kebijakan yang perlu diambil dan upaya tindak lanjut yang perlu dilakukan atas hasil Survei Kepuasan Masyarakat.

d. Dapat mengetahui indeks kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan pelayanan pengujian kendaraan bermotor.

2. Bagi Masyarakat

Laporan ini diharapkan mampu memberikan informasi mengenai gambaran tentang kinerja unit pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan.

3. Bagi Pihak Lain

Laporan ini diharapkan mampu dapat digunakan untuk penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional.

E. Dasar-Dasar Pembuatan Laporan

Dasar dan pedoman yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah sebagai berikut :

1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran negara repblik indonesia tahun 2009 nomor 112, tambahan lembaran negara republik indonesia nomor 5038);

(11)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 6 |

2. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2012 nomor 215);

3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan;

4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 708);

5. Peraturan Bupati Grobogan Nomor 61 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Jabatan Dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan.

(12)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 7 |

BAB II TELAAH PUSTAKA

A. Pelayanan

1. Definisi Pelayanan

Pelayanan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebagai suatu usaha untuk membantu menyiapkan atau mengurus apa yang diperlukan orang lain. Sedangkan menurut Moenir (2010) pelayanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan landasan faktor materi melalui sistem, prosedur dan metode tertentu dalam rangka usaha memenuhi kepentingan orang lain sesuai dengan haknya. Pelayanan hakikatnya adalah serangkaian kegiatan, karena itu pelayanan merupakan sebuah proses. Sebagai proses, pelayanan berlangsung secara rutin dan berkesinambungan, meliputi seluruh kehidupan orang dalam masyarakat.

2. Karakteritstik Pelayanan Jasa

Menurut Philip Kotler dalam Supranto (2006) karakteristik jasa dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Intangible (tidak terwujud)

Suatu jasa memiliki sifat tidak berwujud, tidak dapat dirasakan dan dinikmati sebelum dibeli oleh konsumen.

b. Inseparibility (tidak dapat dipisahkan)

Pada umumnya jasa yang diproduksi (dihasilkan) dan dirasakan pada waktu bersamaan dan apabila dikehendaki oleh seseorang untuk diserakan kepada pihak lainnya, maka dia akan tetap merupakan bagian dari jasa tersebut.

(13)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 8 | c. Variability (bervariasi)

Jasa senantiasa mengalami perubahan, tergantung dari siapa penyedia jasa, penerima jasa dan kondisi dimana jasa tersebut diberikan.

d. Perishability (tidak tahan lama)

Daya tahan suatu jasa tergantung suatu situasi yang diciptakan oleh berbagai faktor.

3. Definisi Pelayanan Publik

Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundangundangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan / atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik (Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009).

Organisasi penyelenggara pelayanan publik yang selanjutnya disebut Organisasi Penyelenggara adalah satuan kerja penyelenggara pelayanan publik yang berada di lingkungan institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang- undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan badan hukum lain yang dibentuk semata-mata untuk kegiatan pelayanan publik.

4. Asas-Asas Pelayanan Publik

Asas-asas pelayanan publik berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 terdiri dari :

a. Kepentingan Umum b. Kepastian hukum c. Kesamaan hak

d. Keseimbangan hak dan kewajiban e. Keprofesionalan

f. Partisipatif

g. Persarnaan perlakuan/ tidak diskriminatif

(14)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 9 | h. Keterbukaan

i. Akuntabilitas

j. Fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok k. Rentan

l. Ketepatan waktu

m. Kecepatan, kemudahan, dan keterjangkauan

5. Perilaku Pelaksana dalam Pelayanan

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 pelaksana dalam menyelenggarakan pelayanan publik harus berperilaku sebagai berikut :

a. Adil dan tidak diskriminatif;

b. Cermat;

c. Santun dan ramah;

d. Tegas, andal, dan tidak memberikan putusan yang berlarut-larut;

e. Profesional;

f. Tidak mempersulit;

g. Patuh pada perintah atasan yang sah dan wajar;

h. Menjunjung tinggi nilai-nilai akuntabilitas dan i. Integritas institusi penyelenggara

j. Adil dan tidak diskriminatif;

k. Cermat;

l. Santun dan ramah;

m. Tegas, andal, dan tidak memberikan putusan yang berlarut-larut;

n. Profesional;

o. Tidak mempersulit;

p. Patuh pada perintah atasan yang sah dan wajar;

q. Menjunjung tinggi nilai-nilai akuntabilitas dan r. Integritas institusi penyelenggara.

(15)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 10 | 6. Ciri-Ciri Pelayanan Publik Yang Baik

Ciri-ciri pelayanan publik yang baik, dalam hal ini pelayanan bank, menurut Kasmir (2006) adalah memiliki unsur sebagai berikut :

a. Tersedianya karyawan yang baik

b. Tersedianya sarana dan prasarana yang baik

c. Bertanggung jawab kepada setiap nasabah (pelanggan) sejak awal hingga akhir.

d. Bertanggung jawab kepada setiap nasabah (pelanggan) sejak awal hingga akhir.

e. Mampu berkomunikasi

f. Memberikan jaminan kerahasiaan setiap transaksi g. Memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu h. Berusaha memahami kebutuhan pelanggan

i. Mampu memberikan kepercayaan kepada pelanggan

7. Hak dan Kewajiban Penyelenggara Pelayanan Publik

Setiap penyelenggara pelayanan publik mempunyai hak dan kewajiban. Adapun hak penyelenggara pelayanan publik berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 adalah sebagai berikut :

a. Memberikan pelayanan tanpa dihambat pihak lain yang bukan tugasnya;

b. Melakuka+n kerja sama;

c. Mempunyai anggaran pembiayaan penyelenggaraan pelayananan publik;

d. Melakukan pembelaan terhadap pengaduan dan tuntutan yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam penyelenggaraan pelayanan publik;

dan

e. Menolak permintaan pelayanan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan kewajiban pelayanan publik berdasarkan Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2009 adalah sebagai berikut :

(16)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 11 | a. menyusun dan menetapkan standar pelayanan;

b. menyusun, menetapkan, dan memublikasikan maklumat pelayanan;

c. menernpatkan pelaksana yang kompeten;

d. menyediakan sarana, prasarana, dan/ atau fasilitaspelayanan publik yang mendukung terciptanya iklim pelayanan yang memadai;

e. memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan asas penyelenggaraan pelayanan publik;

f. melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan;

g. berpartisipasi aktif dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang terkait denganpenyelenggaraan pelayanan publik;

h. memberikan pertanggungjawaban terhadap pelayanan yang diselenggarakan;

i. membantu masyarakat dalam memaharni hak dan tanggung jawabnya;

j. bertanggung jawab dalarn pengelolaan organisasi penyelenggara pelayanan publik;

k. memberikan pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku apabila mengundurkan diri atau melepaskan tanggung jawab atas posisi atau jabatan; dan

l. memenuhi panggilan atau mewakili organisasi untuk hadir atau melaksanakan perintah suatu tindakan hukum atas permintaan pejabat yang berwenang dari lembaga negara atau instansi pemerintah yang berhak, berwenang, dan sah sesuai dengan peraturan perundang- undangan.

8. Hak dan Kewajiban Masyarakat Penerima Pelayanan Publik

Setiap masyarakat dalam melakukan kegiatan yang terkait dengan pelayanan yang diselenggarakan pemerintah maka juga memiliki hak dan kewajiban sebagaimana tertuang pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009. Adapun hak-hak dari masyarakat penerima pelayanan publik antara lain :

(17)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 12 | a. Mengetahui kebenaran isi standar pelayanan;

b. Mengawasi pelaksanaan standar pelayanan;

c. Mendapat tanggapan terhadap pengaduan yang diajukan;

d. Mendapat advokasi, perlindungan dan atau pemenuhan pelayanan;

e. Memberitahukan kepada pimpinan penyelenggara untuk memperbaiki pelayanan apabila pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan standar pelayanan;

f. Memberitahukan kepada pelaksana untuk memperbaiki pelayanan apabila pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan standar pelayanan;

g. Mengadukan pelaksana yang melakukan penyimpangan standar pelayanan dan/ atau tidak memperbaiki pelayanan kepada penyelenggara dan ombudsman;

h. Mengadukan penyelenggara yang melakukan penyimpangan standar pelayanan dan/atau tidak memperbaiki pelayanan kepada pembina penyelenggara dan ombudsman; dan

i. Mendapat pelayanan yang berkualitas sesuai dengan asas dan tujuan pelayanan.

Adapun kewajiban dari masyarakat penerima pelayanan publik antara lain :

a. Mematuhi dan memenuhi ketentuan sebagaimana dipersyaratkan ddam standar pelayanan;

b. Ikut menjaga terpeliharanya sarana, prasarana, dan/ atau fasilitas pelayanan publik; dan

c. Berpartisipasi aktif dan mematuhi peraturan yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan publik.

B. Pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor 1. Macam-Macam Pelayanan Pengujian Kendaraan

Dinas Perhubungangan sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kebupaten Grobogan yang mempunyai tanggung jawab

(18)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 13 | pelayanan dan permasalahan terkati Perhubungan mempunyai Janis- jenis pelayanan publik antara lain :

a. Pelayanan Uji Kendaraan Bermotor

b. Pelayanan Mutasi Uji Kendaraan Bermotor c. Pelayanan Numpang Uji Kendaraan Bermotor

2. Persyaratan Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor

Pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor mempunyai persyaratan yang berbeda-beda antara lain :

a. Persyaratan Pelayanan Uji Kendaraan Bermotor 1) Kendaraan Angkutan Barang

Syarat kendaraan angkutan barang dalam uji kendaraan bermotor adalah sebagai berikut :

a) Buku Uji

b) Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) c) Sertifikat Uji Tipe (untuk kendaraan baru) d) Sertifikat Uji Mutu (untuk kendaraan baru) e) Fotocopy KTP (untuk kendaraan baru)

f) Surat Keterangan Rubah Bentuk (untuk kendaraan bentuk berubah)

2) Kendaraan Angkutan Orang (Mobil Penumpang Umum)

Syarat kendaraan angkutan orang / mobil penumpang umum dalam uji kendaraan bermotor adalah sebagai berikut :

a) Buku Uji

b) Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) c) Sertifikat Uji Tipe (untuk kendaraan baru) d) Sertifikat Uji Mutu (untuk kendaraan baru) e) Fotocopy KTP (untuk kendaraan baru) f) Ijin Trayek / Izin Operasi Angkutan g) Jasa Raharja

(19)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 14 | b. Persyaratan Pelayanan Numpang Uji Kendaraan Bermotor

Syarat pelayanan numpang uji kendaraan bermotor adalah sebagai berikut :

1) Kendaraan Angkutan Barang

a) Surat rekomendasi dari tempat asal b) Buku Uji

c) Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) 2) Kendaraan Angkutan Orang

d) Surat rekomendasi dari daerah asal e) Buku Uji

f) Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) g) Ijin Trayek / Izin Operasi Angkutan h) Jasa Raharja

c. Persyaratan Pelayanan Mutasi Uji Kendaraan Bermotor

Syarat pelayanan mutasi uji kendaraan bermotor adalah sebagai berikut :

1) Berkas mutasi dari daerah asal 2) Buku Uji Lama

3) Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Baru 4) Fotocopy KTP Pemilik sesuai STNK

3. Waktu Pelayanan Pengujian Kendaraan

Setiap pelayanan dari Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor mempunyai waktu yang berbeda-beda tergantung jenis pelayanannya. Adapun waktu yang dibutuhkan dalam kegiatan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor antara lain :

a. Pelayanan Uji Kendaraan Bermotor

Pelayanan uji kendaraan bermotor membutuhkan waktu

± 34 menit yang terdiri dari :

1) Pendaftaran Berkala : Pemilik kendaraan mendaftar dan pemeriksaan berkas oleh petugas waktu ± 6 menit.

(20)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 15 | 2) Pencetakan SKRD, LHP dan Pembayaran waktu ± 2 menit.

3) Pra Uji : Identifikasi kendaraan dan pemeriksaan secara visual waktu ± 5 menit.

4) Pengujian Secara Mekanis, terdiri dari :

a) Pengujian Emisi Gas Buang (Kendaraan Bensi dan Solar) waktu

± 5 menit.

b) Pengujian Lampu Utama waktu ± 2 menit.

c) Pengujian Sikap Roda Depan (Slide Slip) waktu ± 2 menit.

d) Penimbangan Kendaraan waktu ± 3 menit.

e) Pengujian Rem waktu ± 4 menit.

f) Penyerahan Hasil Akhir waktu ± 5 menit.

b. Pelayanan Mutasi Uji Kendaraan Bermotor

Pelayanan mutasi uji kendaraan bermotor membutuhkan waktu

± 14 menit yang terdiri dari :

1) Penelitian Berkas Pengajuan waktu ± 10 menit.

2) Pembuatan SKRD dan STS waktu ± 2 menit.

3) Pengesahan Surat Pengajuan Mutasi Uji waktu ± 2 menit.

c. Pelayanan Numpang Uji Kendaraan Bermotor

Pelayanan numpang uji kendaraan bermotor membutuhkan waktu ± 14 menit yang terdiri dari :

1) Penelitian Berkas Pengajuan waktu ± 10 menit.

2) Pembuatan SKRD dan STS waktu ± 2 menit.

3) Pengesahan Surat Pengajuan Numpang Uji waktu ± 2 menit.

4. Tarif Retribusi Pelayanan Pengujian Kendaraan Kabupaten Grobogan Setiap pelayanan dari Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor mempunyai tarif retribusi yang berbeda-beda tergantung jenis pelayanannya. Adapun tarif retribusi yang dibutuhkan dalam kegiatan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum antara lain :

(21)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 16 | a. Pelayaan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor untuk

Uji Pertama :

1) Kendaraan dengan JBB ≤ 3.500 kg : Rp 70.000,- 2) Kendaraan dengan JBB 3.501 s/d 6.000 kg : Rp 75.000,- 3) Kendaraan dengan JBB 6.001 s/d 9.000 kg : Rp 80.000,- 4) Kendaraan dengan JBB 9.001 s/d 6.000 kg : Rp 85.000,- 5) Kendaraan dengan JBB ≥ 12.001 kg : Rp 90.000,- b. Pelayaan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor untuk

Uji Berkala :

1) Kendaraan dengan JBB ≤ 3.500 kg : Rp 50.000,- 2) Kendaraan dengan JBB 3.501 s/d 6.000 kg : Rp 55.000,- 3) Kendaraan dengan JBB 6.001 s/d 9.000 kg : Rp 60.000,- 4) Kendaraan dengan JBB 9.001 s/d 6.000 kg : Rp 65.000,- 5) Kendaraan dengan JBB ≥ 12.001 kg : Rp 70.000,- c. Pelayaan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor untuk

Numpang Uji :

1) Kendaraan dengan JBB ≤ 3.500 kg : Rp 50.000,- 2) Kendaraan dengan JBB 3.501 s/d 6.000 kg : Rp 55.000,- 3) Kendaraan dengan JBB 6.001 s/d 9.000 kg : Rp 60.000,- 4) Kendaraan dengan JBB 9.001 s/d 6.000 kg : Rp 65.000,- 5) Kendaraan dengan JBB ≥ 12.001 kg : Rp 70.000,-

(22)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 17 | 5. Jenjang / Tingkatan Petugas Pengujian Kendaraan Bermotor

Jenjang petugas Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 156 Tahun 2016 adalah sebagai berikut:

a. Pembantu Penguji b. Penguji Pemula c. Penguji Tingkat Satu d. Penguji Tingkat Dua e. Penguji Tingkat Tiga f. Penguji Tingkat Empat g. Penguji Tingkat Lima h. Master Penguji

6. Kompetensi Tenaga Penguji Kendaraan Bermotor

Kompetensi penguji berkala kendaraan bermotor diberikan dan berlaku hanya kepada penguji yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan di bidang pengujian kendaraan bermtoor serta lulus uji kompetensi. Kompetensi diberikan dengan tahapan :

a. Pendidikan dan pelatihan b. Uji kompetensi

c. Penilaian uji kompetensi

d. Penetapatan hasil uji kompetensi e. Peningkatan janjang kompetensi

Beberapa ketentuan terhadap kompetensi tenaga penguji berkala kendaraan bermotor adalah :

a. Uji berkala kendaraan bermotor harus dilakukanoleh tenaga penguji yang memiliki kompetensi di bidang Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor secara berjenjang yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi dan tanda kualifikasi teknis penguji.

b. Sertifikat kompetensi dan tanda kualifikasi teknis diberikan setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan dibidang Unit Pelaksana Teknis

(23)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 18 | Pengujian Kendaraan Bermotor serta lulus uji kompetensi penguji kendaraan bermotor.

c. Sertifikat kompetensi dan tanda kualifikasi teknis penguji kendaraan bermotor diberikan oleh Direktur Jendral Perhubungan Darat.

d. Sertifikat kompetensi dan tanda kualifikasi teknis penguji kendaraan bermotor berlaku di seluruh Indonesia.

7. Pengujian Persyaratan Laik Jalan dan Fasilitas Peralatan Uji

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 133 Tahun 2015 dijelaskan bahwa pengujian persyaratan laik jalan paling sedikit meliputi :

a. Uji emisi gas buang termasuk ketebalan asap gas buang b. Uji tingkat kebisingan suara klaskon dan atau knalpot c. Uji kemampuan rem utama

d. Uji kemampuan rem parkir e. Uji kincup roda depan

f. Uji kemampuan pancar dan arah sinar lampu utama g. Uji akurasi alat penunjuk kecepatan

h. Uji Kedalaman alur ban

i. Uji daya tembus kaca pada cahaya

Fasilitas Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor pada lokasi yang bersifat tetap terdiri dari :

a. Bangunan gedung pengujian

b. Bagunan gedung untuk generator set, kompresor dan gudang c. Jalan keluar-masuk

d. Lapangan parkir

e. Bangunan gedung administrasi f. Pagar

g. Fasilitas penunjang untuk umum h. Fasilitas listrik

i. Lampu penerangan

(24)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 19 | j. Pompa air da menara air

8. Peralatan Uji Berkala Kendaraan Bermotor

Peralatan uji berkala kendaraan bermotor meliputi : a. Peralatan Utama, yang terdiri dari :

1) Alat uji emisi gas buang

2) Alat uji ketebalan asab gas buang (smoke tester) 3) Alat uji kebisingan suara klakson dan / atau knalpot 4) Alat uji rem

5) Alat uji lampu

6) Alat uji kincup roda depan 7) Alat uji penunjuk kecepatan

8) Alat pengukur kedalaman alur ban 9) Alat pengukur berat

10) Alat pengukur dimensi

11) Alat uji data tembus pada kaca b. Peralatan Penunjang, yang terdiri dari :

1) Kompresor udara 2) Generator set

3) Peralatan bantu, antara lain : palu, senter, alat bantu uji dimensi, alat untuk pengambilan foto berwarna kendaraan wajib uji, alat untuk mengumpulkan dan menyimpan data hasil uji secara digital dan Toolkot

c. Akreditasi Unit Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Unit Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan pada tanggal 08 Februari 2021 sampai 08 Februrari 2023 diklasifikasikan dengan akreditasi B.

(25)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 20 | Gambar 2.1

Sertifikat Akreditasi Unit Pelaksana Teknis Uji Berkala Kendaraan Bermotor d. Peralatan Uji Kendaraan Bermotor di Dinas Perhubungan Kabupaten

Grobogan

Peralatan uji kendaraan bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan yang dimiliki dan sudah dilakukan kalibrasi adalah :

Tabel 2.1

Peralatan Uji Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan

No Jenis Alat Uji Merk Tipe / Model

1 Alat Uji Emisi CO/HC (Gas Analyzer)

Actia / Muller AT 505

2 Alat Uji Ketebalan Asap

(Smoke Tester) Actia / Muller AM ACTIP-

OPXP 3 Alat Uji Penunjuk Kecepatan

(Speed Tester) Actia / Muller REF.45300-

1MUX 4 Alat Uji Kebisingan Klakson

(Sound Level Meter) GG:2436782

5 Alat Uji Rem (Brake Tester) Banzai BBT-50B- 35DP 6 Alat Uji Lampu (Head Light Tester) Anzen HL-303AS 7 Alat Uji Kincup Roda Depan

(Side Slip)

Anzen SL-1A-10

(26)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 21 | 8 Alat Uji Kedalaman Alur Ban

9 Alat Pengukur Berat

(Axle Load Meter) Anzen ST-5000

10 Alat Pengukur Dimensi

11 Alat Uji Daya Tembus Cahaya Kaca

(Tint Tester) WTM-1100

Sumber : Surat Keterangan Hasil Kalibrasi 2020

(27)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 22 |

BAB III METODOLOGI SURVEI

A. Metode Survei

Metode pembuatan laporan dengan menggunakan metode survei.

Survei periodik adalah survei yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik terhadap layanan publik yang diberikan kepada masyarakat. Survei ini dilakukan secara tetap dengan jangka 1 (satu) tahun sekali. Survei ini bersifat komprehensif dan hasil analisa survei dipergunakan untuk melakukan evaluasi kepuasan masyarakat terhadap layanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor. Hasil survei dipergunakan untuk bahan kebijakan terhadap pelayanan publik dan melihat kecenderungan (trend) layanan publik yang telah diberikan penyelenggara kepada masyarakat serta kinerja dari penyelenggara pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor.

B. Waktu dan Lokasi Pengumpulan Data

Survei pengukuran Indek Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2020 dengan lokasi survei adalah di Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan yang beralamatkan di Jln. Raya Solo No. 151, Toroh, Grobogan.

C. Populasi, Sampel dan Metode Pengambilan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan dari subjek penelitian, populasi merupakan erupakan sumber data yang sangat penting karena tanpa kehadiran populasi penelitian tidak akan berarti serta tidak mungkin terlaksana (Sugiyono, 2016). Berdasarkan pengertian tersebut maka

(28)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 23 | populasi dari penelitian ini adalah masyarakat yang menggunakan jasa layanan pengujian kendaraan bermotor sebanyak 120 orang.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Sugiyono, 2016). Berdasarkan pedoman Sampel Morgan dan Krejcie pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 jika populasi 120 orang maka diambil sampel sebesar 92 orang masyarakat yang menggunakan jasa layanan pengujian kendaraan bermotor.

3. Metode Pengambilan Sampel

Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non probability sampling dengan teknik simple random sampling.

Metode non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2013). Teknik simple random sampling adalah pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2013).

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan kuisioner (Angket). Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2013).

E. Bentuk Jawaban Kuesioner

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017. Desain bentuk jawaban dalam setiap pertanyaan unsur pelayanan dalam kuesioner, berupa jawaban

(29)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 24 | pertanyaan pilihan berganda. Bentuk pilihan jawaban pertanyaan kuesioner mencerminkan tingkat kualitas pelayanan. Tingkat kualitas pelayanan di mulai dari sangat baik/puas sampai dengan tidak baik/puas. Pembagian jawaban dibagi dalam 4 (empat) kategori, yaitu:

1. Jawaban (a) / Tidak Baik, diberi nilai persepsi 1

Jawaban (a) bisa terdiri dari pilihan jawaban seperti : Tidak Sesuai, Tidak Mudah, Tidak Baik, Tidak Cepat, Sangat Mahal, Tidak Sesuai, Tidak Kompeten, Tidak Sopan/Ramah, Buruk, atau Tidak Ada.

2. Jawaban (b) / Kurang baik, diberi nilai persepsi 2

Jawaban (b) bisa terdiri dari pilihan jawaban seperti : Kurang Sesuai, Kurang Mudah, Kurang Baik, Kurang Cepat, Cukup Mahal, Kurang Sesuai, Kurang Kompeten, Kurang Sopan/Ramah, Cukup, atau Ada tetapi tidak berfungsi.

3. Jawaban (c) / Baik, diberi nilai persepsi 3

Jawaban (c) bisa terdiri dari pilihan jawaban seperti : Sesuai, Mudah, Baik, Cepat, Murah, Sesuai, Kompeten, Sopan/Ramah, Baik, atau Berfungsi Kurang Maksimal.

4. Jawaban (d) / Sangat baik, diberi nilai persepsi 4

Jawaban (d) bisa terdiri dari pilihan jawaban seperti : Sangat Sesuai, Sangat Mudah Sangat Baik, Sangat Cepat, Gratis, Sangat Sesuai, Sangat Kompeten, Sangat Sopan/Ramah, atau Dikelola dengan baik.

F. Unsur-Unsur Pertanyaan Dalam Kuesioner

Kuesioner memuat pertanyaan mengenai kualitas layanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor kepada masyarakat.

Adapun unsur pertanyaan dalam kuesioner ini terdiri dari Unsur Pertanyaan Kualitas Layanan Pengujian Kendaran Bermotor

1. Kesesuaian / kemudahan persyaratan pengujian kendaran bermotor 2. Kemudahan prosedur pengujian kendaran bermotor

3. Kecepatan pelayanan pengujian kendaran bermotor

(30)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 25 | 4. Biaya / tarif retribusi pengujian kendaran bermotor

5. Kesesuai pelayanan pengujian kendaran bermotor dengan aturan standar pelayanan yang berlaku.

6. Kompetensi / kemampuan petugas pengujian kendaran bermotor.

7. Perilaku petugas pengujian kendaran bermotor

8. Kualitas sarana dan prasarana pengujian kendaran bermotor 9. Penanganan pengaduan layanan pengujian kendaran bermotor

G. Metode Analisis Data 1. Uji Kualitas Data

a. Uji Validitas

Pengujian validitas adalah pengujian yang ditunjukan untuk mengetahui suatu data dapat dipercaya keberannya sesuai dengan kenyataan. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2016). Uji validitas dalam bertujuan untuk mengetahui apakah instrumen data penelitian valid untuk digunakan sebagai sumber data penelitian dan layak untuk dilakukan analisis selanjutnya.

Biasanya syarat minimum untuk dianggap memenuhi syarat adalah kalau r = 0,3, jadi kalau korelasi antara butir dengan skor total kurang dari 0,3 maka butir dalam instrument tersebut dinyatakan tidak valid (Sugiyono, 2016). Berdasarkan penjelasan tersebut maka teknik pengujian uji validitas data adalah sebagai berikut :

1) Nilai r hitung > 0.3 maka data valid 2) Nilai r hitung < 0.3 maka data tidak valid

Nilai r dalam penelitan didapatkan dari analisis data penelitian dengan menggunakan program SPSS Statistics V25.0

(31)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 26 | b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah derajat konsistensi/keajegan data dalam interval waktu tertentu, selain itu uji reliabilitas adalah untuk mengetahui apakah alat pengumpulan data menunjukan tingkat ketepatan, keakutaran, kestabilan, atau konsistensi alat tersebut.

Suatu alat dianggap reliabel jika pada beberapa kali pengukuran terhadap subyek penelitian memperoleh hasil yang relative sama (Sugiyono, 2016). Berdasarkan penjelasan tersebut uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi dan keakuratan insrtumen data penelitian untuk yang kemudian digunakan untuk sumber data dan analisis data.

Lebih lanjut Ghozali (2013) mengungkapkan bahwa suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha (α) > 0,60. Berdasarkan penjelasan tersebut teknik pengujian uji reliabilitas data adalah sebagai berikut :

1) Nilai Cronbach Alpha (α) > 0.6 maka data reliabel

2) Nilai Cronbach Alpha (α) > 0.6 maka data tidak reliabel

Nilai cronbach Alpha (α) dalam penelitan didapatkan dari analisis data penelitian dengan menggunakan program SPSS Statistics V25.0.

2. Pengukuran Kinerja Unit Pelayanan

Setelah dilakukan uji kualitas data dan data menunjukkan hasil yang valid dan reliabel serta maka akan dilakukan tahap analisis selanjutnya yaitu pengukuran kinerja unit pelayanan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 sebelum dilakukan Klasifikasi Kinerja Pelayanan maka terlebih dahulu akan dilakukan penentuan Bobot Nilai

(32)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 27 | Rata-Rata Tertimbang (Nilai N) dan Pengukuran Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dengan rumus sebagai berikut :

a. Pengukuran Nilai Rata-Rata Tertimbang

Rumus yang digunakan untuk mengukur nilai rata-rata tertimbang adalah sebagai berikut :

𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑅𝑎𝑡𝑎 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐵𝑜𝑏𝑜𝑡 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑈𝑛𝑠𝑢𝑟= 1

𝑋= 𝑁

Unsur yang digunakan dalam laporan ini menggunakan 9 (sembilan) unsur yaitu Persyaratan, Sistem, Mekanisme dan

Prosedur, Waktu Penyelesaian, Biaya / Tarif, Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan, Kompetensi Pelaksana, Perilaku Pelaksana, Sarana dan Prasarana DAN Penangan Pengaduan, Saran dan Masukan.

b. Pengukuran SKM Unit Pelayanan (Nilai Survei)

Pengukuran SKM Unit Pelayanan (Nilai Survei) didapatkan dengan rumus :

Nilai Survei = Nilai Unsur SKM x Nilai Rata-Rata Tertimbang

c. Pengukuran Nilai SKM (Interval Nilai Konversi)

Rumus yang digunakan adalam menentukan pengukuran interval nilai konversi adalah sebagai berikut :

𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑆𝐾𝑀 = 𝑆𝐾𝑀 𝑈𝑛𝑖𝑡 𝑃𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑥 25

3. Pengklasifikasian Kinerja Unit Pelayanan Dinas Perhubungan

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 pengukuran kinerja unit pelayanan berdasarkan pada nilai dan interval sebagai berikut :

(33)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 28 | Tabel 3.1

Pedoman Pengukuran Kinerja Pelayanan Nilai

Persepsi

Nilai Interval (NI)

Nilai Interval Konversi (NIK)

Mutu Pelayanan (X)

Kinerja Unit Pelayanan (Y)

1 1,00 – 2,5996 25,00 – 64,99 D Tidak Baik

2 2,60 – 3,064 65,00 – 76,60 C Kurang Baik

3 3,0644 – 3,532 76,61 – 88,30 B Baik

4 3,5324 – 4,00 88,31 – 100,00 A Sangat Baik

Sumber : Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017

(34)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 29 |

BAB IV GAMBARAN UMUM UNIT KERJA DAN HASIL ANALISIS

A. Gambaran Umum Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan 1. Profil Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan

Kedudukan Dinas Perhubungan sebagimana diatur di dalam Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Susunan, Kedudukan dan Tugas Pokok Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Grobogan, merupakan unsur pelaksana otonomi daerah tipe C yang melaksanakan urusan di bidang perhubungan sebagai pembantu Bupati dalam melaksanakan urusan bidang perhubungan dan mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang perhubungan.

− Alamat : Jln. Raya Solo-Purwodadi No. 15, Toroh Grobogan

− Telepone : (0292) 422195

− Faximile : (0292) 422195

− Kode Pos : 58172

− Email : [email protected]

2. Struktur Organisasi Perhubungan Kabupaten Grobogan

Berdasarkan Peraturan Bupati Grobogan Nomor 61 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, Uraian Tugas Jabatan Dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan diatur sebagai berikut :

a. Kepala Dinas, membawahkan : 1) Sekretariat;

2) Bidang Lalu Lintas dan Angkutan;

3) Bidang Teknik Sarana dan Prasarana;

4) Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD );

(35)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 30 | 5) Kelompok Jabatan Fugsional Tertentu.

b. Sekretariat, membawahkan :

1) Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan;

2) Sub Bagian Umum.

c. Bidang Lalu Lintas dan Angkutan, membawahkan : 1) Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Operasional;

2) Seksi Angkutan; dan 3) Seksi Keselamatan.

d. Bidang Teknik Sarana dan Prasarana, membawahkan : 1) Seksi Manajemen Rekayasa;

2) Seksi Perparkiran; dan

3) Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor.

e. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) f. Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu.

(36)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 31 | Gambar 4.1

Struktur Organisasi Dinas Perhubungan

(37)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 32 | 3. Job Description

Peraturan Bupati Grobogan Nomor 61 Tahun 2016 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Jabatan dan Tata Kerja Organisasi Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan. Tugas Pokok, Fungsi dan Uraian Jabatan dan Tata Kerja Organisasi Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan, secara spesifik adalah sebagai berikut :

a. Kepala Dinas

Kepala Dinas mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan di bidang perhubungan. Kepala Dinas dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, mempunyai fungsi adalah :

1) Perumusan kebijakan teknis di bidang perhubungan;

2) Pengkoordinasian, pengembangan, dan fasilitasi kegiatan di bidang perhubungan;

3) Pembinaan dan pengendalian kegiatan di bidang perhubungan;

4) Pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan di bidang perhubungan;

5) Pengelolaan kesekretariatan dinas;

6) Pengelolaan uptd;dan

7) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh bupati sesuai tugas dan fungsinya.

b. Sekretariat

Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Sekretaris mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas dengan menyiapkan bahan koordinasi perumusan kebijakan teknis dan memberikan pelayanan administratif dan fungsional kepada semua unsur di lingkungan Dinas, menyelenggarakan administrasi umum, surat-menyurat, kepegawaian, keuangan, hubungan

(38)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 33 | masyarakat, sarana dan prasarana, perlengkapan, urusan rumah tangga, protokol, perjalanan dinas, kearsipan, hukum dan ketatalaksanaan serta penyusunan perencanaan program dan pelaporan.

Sekretariat dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, mempunyai fungsi adalah :

1) Penyusunan program kerja di bidang kesekretariatan Dinas;

2) Penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan perumusan kebijakan teknis di bidang perhubungan;

3) Penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan tugas ketatausahaan, administrasi umum dan suratmenyurat;

4) Pengelolaan kepegawaian, sarana dan prasarana, perlengkapan, urusan rumah tangga, protokol, hubungan masyarakat, ketatalaksanaan dinas, hukum, kearsipan, pengelolaan perencanaan program dan penyusunan pelaporan;

5) Pengelolaan keuangan, perjalanan dinas dan pertanggungjawaban keuangan;

6) Penyusunan bahan dalam rangka pembinaan teknis fungsional;dan 7) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai

dengan bidang tugasnya.

c. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan

Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.

Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Sekretaris dalam perumusan kebijakan, pengoordinasian, pembinaan, pengendalian, pengelolaan dan pemberian bimbingan di bidang perencanaan dan keuangan, monitoring, evaluasi, pelaporan, dan sistem informasi Dinas.

(39)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 34 | d. Sub Bagian Umum

Sub Bagian Umum dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.

Kepala Sub Bagian Umum mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Sekretaris dalam perumusan kebijakan, pengoordinasian, pembinaan, pengendalian, pengelolaan dan pemberian bimbingan di bidang administrasi umum, surat-menyurat, kepegawaian, hubungan masyarakat, sarana dan prasarana, perlengkapan, urusan rumah tangga, protokol, perjalanan dinas, kearsipan, hukum dan ketatalaksanaan.

e. Bidang Lalu Lintas dan Angkutan

Bidang Lalu Lintas dan Angkutan dipimpin oleh Kepala Bidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas dalam perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pengkoordinasian, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan dan fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan dibidang lalu lintas dan angkutan.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, mempunyai fungsi :

1) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang lalu lintas dan angkutan;

2) Pengkoordinasian dan pelaksanaan kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan;

3) Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan;

4) Pengelolaan dan fasilitasi kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan;

5) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang lalu lintas dan angkutan;

(40)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 35 | f. Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Operasional

Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Operasional dipimpin oleh Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan. Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Operasional sebagaimana dimaksud mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan dalam penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pengoordinasian, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan, fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang pengawasan, pengendalian dan operasional. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh kepala dinas seuai dengan tugas dan fungsinya.

g. Seksi Angkutan

Seksi Angkutan dipimpin oleh Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan. Kepala Seksi Angkutan sebagaimana dimaksud mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan dalam penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pengoordinasian, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan, fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang angkutan.

h. Seksi Keselamatan

Seksi Keselamatan dipimpin oleh Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan. Kepala Seksi Keselamatan sebagaimana dimaksud mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan dalam penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pengoordinasian,

(41)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 36 | pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan, fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang keselamatan.

i. Bidang Teknik Sarana dan Prasarana

Bidang Teknik Sarana dan Prasarana dipimpin oleh Kepala Bidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana sebagaimana dimaksud, mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Dinas dalam perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pengkoordinasian, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan dan fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan dibidang teknik sarana dan prasarana.

Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, melaksanakan fungsi :

1) Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang teknik sarana dan prasarana;

2) Pengoordinasian dan pelaksanaan kegiatan di bidang teknik sarana dan prasarana;

3) Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian kegiatan di bidang teknik sarana dan prasarana;

4) Pengelolaan dan fasilitasi kegiatan di bidang teknik sarana dan prasarana;

5) Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang teknik sarana dan prasarana; dan

6) Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(42)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 37 | j. Seksi Manajemen Rekayasa

Seksi Manajemen Rekayasa dipimpin oleh Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana. Kepala Seksi Manajemen Rekayasa sebagaimana dimaksud mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana dalam penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pengoordinasian, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan,fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang manajemen rekayasa lalu lintas.

k. Seksi Perparkiran

Seksi Perparkiran dipimpin oleh Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana. Kepala Seksi Perparkiran sebagaimana dimaksud mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana dalam penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pengoordinasian, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan, fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang perparkiran.

l. Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor

Seksi Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor dipimpin oleh Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana. Kepala Seksi Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud, mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana dalam penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan, pengoordinasian, pembinaan, pengawasan,

(43)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 38 | pengendalian, pengelolaan, fasilitasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang pengujian kendaraan bermotor.

m. UPTD Terminal

Kepala UPTD Terminal mempunyai tugas pokok melaksanakan kegiatan penyelenggaraan dan pengelolaan terminal, pengawasan, keamanan dan ketertiban terminal dan melaksanakan kegiatan pengaturan dan pengoperasian terminal. Fungsi UPTD Terminal adalah:

1) Penyusunan program kerja di UPTD;

2) Pelaksanaan kegiatan dan pelayanan operasional penyelenggaraan terminal;

3) Pelaksanaan kegiatan pengaturan, keamanan, ketertiban, pengelolaan dan pengawasan terminal; dan

4) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya.

n. Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu

Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu di lingkungan Dinas mempunyai tugas dan tanggungjawab membantu sebagian tugas Kepala Dinas dalam melaksanakan kegiatan teknis sesuai dengan keahlian, keterampilan dan spesialisasinya masing-masing dan bersifat mandiri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu sebagaimana dimaksud dapat dibagi dalam Sub-Sub Kelompok sesuai dengan kebutuhan masing-masing, dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior selaku ketua kelompok yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.

(44)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 39 | 4. Data Pegawai Dinas Perhubungan

Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogaan saat ini memiliki pegawai dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Harian Kontrak (THL). Adapun rincian data pegawai adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1

Data Pegawai Dinas Perhubungan Berdasarkan Tingkat Jabatan

No Uraian Jumlah

1 Pejabat Eselon II 1

2 Pejabat Eselon III 3

3 Pejabat Eselon IV 11

4 Staf : PNS 34

5 Tenaga Harian Lepas (THL) 26

Jumlah 75

Sumber : Data sekunder, 2021

Gambar 4.2

Data Pegawai Dinas Perhubungan Berdasarkan Jabatan

1, 1% 3, 4%

11, 15%

34, 45%

26, 35%

Pejabat Eselon II Pejabat Eselon III Pejabat Eselon IV Staf : PNS

Tenaga Harian Lepas (THL)

(45)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 40 | Tabel 4.2

Data Pegawai Dinas Perhubungan Berdasarkan Jenis Kelamin

No Uraian Jumlah

1 Laki-Laki 66

2 Perempuan 9

Jumlah 75

Sumber : Data sekunder, 2021

Gambar 4.3

Data Pegawai Dinas Perhubungan Berdasarkan Jenis Kelamin

66, 88%

9, 12%

Laki-Laki Perempuan

(46)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 41 | Tabel 4.3

Data Pegawai PNS Dinas Perhubungan Berdasarkan Golongan

No Uraian Jumlah

1 Golongan I 4

2 Golongan II 8

3 Golongan III 32

4 Golongan IV 5

Jumlah 49

Sumber : Data sekunder, 2021

Gambar 4.4

Data Pegawai PNS Dinas Perhubungan Berdasarkan Golongan

4, 8%

8, 17%

32, 65%

5, 10%

Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV

(47)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 42 | Tabel 4.4

Data Pegawai PNS Dinas Perhubungan Berdasarkan Pendidikan

No Uraian Jumlah

1 Magister (S2) 5

2 Sarjana (S1/D4) 26

3 Ahli Madya (D3) 4

4 Ahli Muda (D2) 3

5 SMA / SMK 24

6 SMP 6

7 SD 7

Jumlah 75

Sumber : Data sekunder, 2021

Gambar 4.5

Data Pegawai PNS Dinas Perhubungan Berdasarkan Pendidikan

5, 7%

26, 35%

4, 5%

3, 4%

24, 32%

6, 8%

7, 9%

Magister (S2) Sarjana (S1/D4) Ahli Madya (D3) Ahli Muda (D2) SMA / SMK SMP SD

(48)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 43 | B. Hasil Analisis Data dan Pembahasan

1. Karakterisitik Responden

Analisis data diskriptif dalam penelitian ini akan menyajikan data 92 orang responden yang mengisi data kuesioner meliputi Jenis Kelamin,

Tingkat Pendidikan dan Pekerjaan. Adapun hasil analisis deskriptif dalam laporan ini adalah sebagai berikut :

Tabel 4.5

Gambaran Umum Responden

No Uraian Jumlah (Orang)

1. Jenis Kelamin

1. Laki-Laki 87

2. Perempuan 5

Jumlah 92

2. Pendidikan

1. SD 7

2. SMP 20

3. SMA 50

4. SARJANA (S1) 15

Jumlah 92

3. Pekerjaan

1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) 5

2. TNI 6

3. POLRI 5

4. SWASTA 39

5. WIRAUSAHA 33

6. LAINNYA 4

Jumlah 92

Sumber : Olah Data Primer, 2021

(49)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 44 | Gambar 4.6

Prosentase Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Gambar 4.7

Prosentase Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Gambar 4.8

Prosentase Responden Berdasarkan Pekerjaan

95%

5%

JENIS KELAMIN

Laki-Laki

8%

22%

54%

16%

PENDIDIKAN

SD

SMP

6%

7%

5%

42%

36%

4%

PEKERJAAN

PNS TNI POLRI

(50)

IKM 2020 – Dinas Perhubungan | 45 | a. Gambaran Umum Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan tabel gambaran umum responden seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.5 dan gambar 4.6 diatas dapat diketahui jika responden yang paling banyak mengisi kuesioner adalah laki-laki dengan jumlah 87 orang atau sebanyak 95%, sedangkan perempuan hanya 5 orang atau hanya 5%.

b. Gambaran Umum Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Berdasarkan tabel gambaran umum responden seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.5 dan gambar 4.7 diatas dapat diketahui jika responden yang paling banyak mengisi kuesioner adalah responden dengan tingkat pendidikan SMA/SMK yaitu sebanyak 50 orang atau 54

% sedangkan paling sedikit adalah dengan tingkat pendidikan SD yaitu hanya 7 orang atau hanya 8%.

c. Gambaran Umum Responden Berdasarkan Pekerjaan

Berdasarkan tabel gambaran umum responden seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.5 dan gambar 4.8 diatas dapat diketahui jika responden yang paling banyak mengisi kuesioner adalah responden dengan profesi atau pekerjaan swasta yaitu sebanyak 39 orang atau 42% sedangkan paling sedikit adalah responden yang berprofesi lainya seperti petani, pensiunan, dan lain sebagainya yaitu hanya 4 orang atau 4%.

2. Analisis Deskriptif Jawaban Responden

Setelah dilakukan penyebaran kuesioner kepada 92 orang responden maka didapatkan jawaban dari setiap unsur-unsur pelayanan Dinas Perhubungan yaitu pelayanan Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor. Adapun hasil pengisian jawaban terhadap unsur- unsur pelayanan adalah sebagai berikut :

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa secara bersama-sama luas lahan, modal, biaya tenaga kerja, pendidikan, umur, dan harga berpengaruh positif dan signifikan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan estimasi kesalahan metode estimasi waktu perjalanan antara linear model dan instantaneous model

Hasil dari penelitian pengembangan ini berupa, (1) sebuah media pembelajaran komik matematika dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi

Fungsi Bisnis dan Unit-unit Organisasi Fungsi yang telah didekomposisikan selanjutnya di relasikan dengan unit organisasi yang ada di PPTSP yang melakukan fungsi

mengunduh informasi pornografi adalah bertentangan dengan keyakinan (belief) terhadap pornografi, namun karena rasa ingin tahu yang besar terhadap informasi seksualitas yang mereka

menjadi perhatian dalam perencanaan dan pelaksanaan program keterampilan vokasional bagi orang dengan mental retardation harus disesuaikan dengan derajat

Date &amp; Time Value Date Description

Masalah yang menjadi fokus penelitian ini adalah penerapan metode peta transek dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada Kelompok Model Desa Konservasi (MDK). Metode