• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.8. Pengaruh EVA terhadap MVA

3.2.2. Pengolahan dan Analisis Data

Data dan informasi yang telah dikumpulkan, kemudian diolah baik secara manual menggunakan kalkulator maupun menggunakan bantuan program software komputer MinitabTM Release 14 untuk dianalisis secara kuantitatif. Hasil analisis kuantitatif ini kemudian diinterpretasikan secara deskriptif. Adapun analisis kinerja keuangan Bank BRI dilakukan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan, Economic Value Added (EVA), dan Market Value Added (MVA). Di samping itu digunakan pula analisis regresi dan korelasi. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan terhadap EVA dan pengaruh EVA terhadap MVA perusahaan, sedangkan

analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara rasio-rasio keuangan dengan EVA dan hubungan antara EVA dengan MVA perusahaan.

1). Analisis Rasio-rasio Keuangan

Rasio-rasio keuangan yang dipakai untuk menganalisis kinerja keuangan dalam penelitian ini yaitu Net Profit Margin (NPM), Net Interest Margin (NIM), Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Asset Utilization Ratio (AUR). Berikut ini perumusannya.

Income Operating Income Net NPM = ... (1) Asset Earning Interest NIM = ... (2) Asset Income Net ROA= ... (3) Equity Income Net ROE= ... (4) ATMR Modal Total CAR= ... (5) Asset Income Operating Non Income Operating AUR= + ... (6)

2). Analisis Economic Value Added (EVA)

Proses mendapatkan nilai EVA berbeda dengan mendapatkan nilai rasio keuangan. Perhitungan rasio keuangan membandingkan pos keuangan tertentu dengan pos yang lainnya, sedangkan dalam menghitung EVA ada beberapa tahapan. EVA dihitung setelah semua komponen pembentuknya diketahui. Selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus perhitungan EVA (Tabel 1).

Tabel 1. Langkah-langkah perhitungan EVA

Tahapan Perhitungan Sumber 1. NOPAT NOPAT=Laba Bersih+Biaya Bunga Laba Rugi

2. Kd* Kd = Biaya Bunga Hutang Kd* = Kd (1-T) Laba Rugi Neraca 3. Ke Ke = Dividen + Growth Harga Saham Diketahui 4. Struktur Modal Wd = Hutang Aset We = Ekuitas Aset Neraca

5. WACC WACC = [ (Kd* x Wd) + (Ke x We) ] Diketahui 6. IC IC = AssetNon Interest Bearing

Liabilities

Neraca

7. COC COC = WACC x IC Diketahui

8. EVA EVA = NOPAT – COC Diketahui

Dalam menghitung Net Operating Profit After Tax (NOPAT) digunakan pendekatan keuangan di mana laba bersih atau net income dijumlahkan dengan interest (biaya bunga). Pada perhitungan NOPAT ini diasumsikan telah dilakukan penyesuaian- penyesuaian dengan menambahkan perubahan periodik ekivalen ekuitas pada laba tersebut.

Biaya hutang (Kd) dihitung dengan membagi antara biaya bunga yang terjadi pada tahun tersebut dengan total hutang. Pajak atas biaya modal yang pada penelitian ini dinotasikan dengan Kd*, adalah berdasarkan peraturan kebijaksanaan yang diterapkan masing-masing perusahaan. Besar pajak yang dikenakan tercantum secara implisit dalam perhitungan laba bersih setelah pajak yang terdapat dalam laporan keuangan atau prospektus tahunan di mana tarif yang dikenakan berbeda untuk tiap perusahaan.

Pada penelitian ini, untuk menghitung biaya ekuitas (Ke), digunakan pendekatan Discounted Cash Flow Model. Model ini melihat Ke sebagai nilai dividen per harga saham ditambah dengan persentase pertumbuhan dari harga saham tersebut.

Struktur modal perusahaan merupakan persentase yang seimbang dari tiap-tiap komponen hutang dan modal yang dimiliki

perusahaan. Persentase komponen hutang dilambangkan dengan Wd, sedangkan persentase komponen modal yaitu We.

Perhitungan WACC dengan menggunakan penjumlahan hasil kali antara bobot tertimbang atas komponen hutang dan komponen modal ekuitas perusahaan dari keseluruhan struktur modal perusahaan dengan persentase masing-masing biaya hutang dan biaya ekuitas.

Invested Capital (IC) merupakan modal perusahaan (hutang dan ekuitas) dalam mengelola usahanya dikurangi dengan non interest bearing liabilities. Perhitungan biaya modal merupakan perkalian antara biaya rata-rata tertimbang dengan modal yang diinvestasikan. Economic Value Added (EVA) dihitung setelah semua komponen pembentuk EVA (NOPAT/Net Operating Profit After Tax dan COC/Cost of Capital) diketahui, selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus perhitungan EVA, yaitu dengan mengurangkan antara NOPAT dengan COC.

3). Analisis Market Value Added (MVA)

Untuk menghitung MVA, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Setelah semua komponen pembentuk MVA diketahui, selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus perhitungan MVA (Tabel 2).

Tabel 2. Langkah-langkah perhitungan MVA

Tahapan Perhitungan Sumber

1.Market value

Harga penutupan saham setiap akhir triwulan

Diketahui 2. Shares

outstanding

Jumlah saham yang beredar Diketahui

3. Book value Ekuitas Neraca

4. MVA MVA = (Market value x Shares outstanding) –Book value

Diketahui

Nilai pasar (market value) perusahaan dicerminkan dari harga saham yang tercantum pada akhir periode penutupan selama triwulan tersebut berlangsung. Shares Outstanding merupakan

jumlah lembar saham yang beredar yang dimiliki oleh perusahaan. Nilai buku ekuitas perusahaan diperoleh dari total ekuitas yang tercatat pada neraca perusahaan. Setelah semua komponen diketahui, selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus perhitungan MVA. Rumus perhitungan MVA, yaitu:

4). Analisis Pengaruh Rasio-rasio Keuangan terhadap EVA

Rasio-rasio keuangan memiliki pengaruh yang berbeda- beda sesuai dengan kaitannya dengan nilai EVA perusahaan. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui pengaruh rasio-rasio keuangan terhadap EVA perusahaan. Model analisis yang dikembangkan adalah sebuah persamaan regresi (estimating equation) yaitu formula matematika yang dirancang untuk mencari nilai variabel dependen dari nilai variabel independen yang telah diketahui. Di samping itu digunakan pula model analisis korelasi untuk mengetahui bagaimana hubungan antar variabel tersebut. Pada penelitian ini digunakan persamaan regresi berganda (multiple regression model) karena terdapat lebih dari satu variabel independen yang diteliti.

Formulasi persamaan regresi berganda yang dikembangkan dan pengertian komponen pembentuknya yaitu:

Y = α + β1 X1 + β2 X2 + … + βn Xn + ε

Y = variabel dependen

X1, X2, …, Xn = variabel independen

α = konstanta

β1, β2, …, βn = koefisien parameter regresi

ε = faktor kesalahan

Persamaan regresi dirancang untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara variabel independen (X) terhadap variabel dependennya (Y). Pada penelitian ini digunakan persamaan regresi berganda karena memiliki 6 variabel independen yang diteliti, yaitu

NPM, NIM, ROA, ROE, CAR, dan AUR. EVA sebagai variabel dependen.

Persamaan regresi berganda yang dikembangkan yaitu: EVA = a + b1 NPM + b2 NIM + b3 ROA + b4 ROE

+ b5 CAR + b6 AUR ... (7) di mana, EVA = nilai EVA (juta rupiah)

NPM = nilai NPM (%) NIM = nilai NIM (%)

ROA = nilai ROA (%)

ROE = nilai ROE (%)

CAR = nilai CAR (%)

AUR = nilai AUR (%) a = konstanta

b1, b2, b3, b4, b5, dan b6 = koefisien parameter regresi Penelitian ini menggunakan data time series (deret waktu) karena data ini merupakan kumpulan data dari suatu fenomena tertentu dalam hal ini kinerja keuangan Bank BRI dan dalam beberapa interval waktu tertentu yaitu dari tahun 2004 sampai tahun 2005. Data dari penelitian ini diolah dengan menggunakan alat statistik regresi dan korelasi untuk menunjukkan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen serta hubungan antar variabel-variabel tersebut. Program statistik yang digunakan adalah program MinitabTM Release 14 untuk membuktikan hipotesis yang dirumuskan.

Perumusan dan Pengujian Hipotesis

Hipotesis diartikan sebagai pernyataan dan jawaban yang bersifat sementara, diharapkan teruji kebenarannya serta mampu memberikan pola terbaik dalam menyelesaikan masalah seperti yang dirumuskan sebelumnya. Hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah ”variabel-variabel yang telah didefinisikan

memiliki pengaruh yang signifikan terhadap EVA (atau perubahan EVA) suatu perusahaan”. Dengan perumusan sebagai berikut: Ho : b1 = b2 = … = b6 = 0, berarti tidak ada pengaruh yang

signifikan antara variabel-variabel independen terhadap EVA. Ha : ada variabel yang lebih besar atau lebih kecil dari nol. Berarti ada pengaruh antara variabel-variabel independen terhadap EVA.

Ho menunjukkan hipotesis nol, Ha menunjukkan hipotesis alternatif, serta b1, b2, …, b6 menunjukkan koefisien dari variabel independen.

Pengujian hipotesis digunakan untuk menguji kelayakan model yang dirancang serta bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independennya berpengaruh signifikan terhadap variabel dependennya. Asumsi yang digunakan yaitu tingkat signifikasi (α) sebesar 5 persen. Penolakan atau penerimaan terhadap hipotesis diperoleh dari nilai p yang diperoleh dari program statistik.

Asumsi dasar agar persamaan regresi yang diperoleh terpenuhi, dilakukan uji multikolinearitas. Multikolinearitas yaitu suatu keadaan di mana variabel independennya saling mempengaruhi. Jika terjadi multikolinearitas maka besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang ditunjukkan oleh koefisien variabel bebas menjadi tidak dapat digunakan. Untuk mengetahui apakah terjadi multikolinearitas ditunjukkan oleh VIF variabel yang lebih besar dari 10. untuk mengatasi masalah multikolinearitas digunakan metode stepwise regression yaitu metode pembuatan model persamaan regresi terbaik yang sudah diperhitungkan multikolinearitasnya sehingga hasil yang di dapat tidak ada variabel yang saling berkorelasi. Uji signifikasi terhadap kontribusi masing-masing variabel independen ditunjukkan oleh besarnya nilai p (p–value). Hipotesis awal pengaruh masing-masing variabel terhadap EVA dapat dilihat pada Tabel 3. Asumsi yang digunakan yaitu tingkat signifikasi (α)

sebesar 5 persen. Penolakan atau penerimaan terhadap variabel independen diperoleh dari nilai p yang diperoleh dari program statistik.

Tabel 3. Hipotesis awal pengaruh rasio-rasio keuangan terhadap EVA

Variabel Prediktor Pengaruh

b1 NPM Positif b2 NIM Positif b3 ROA Positif b4 ROE Positif b5 CAR Positif b6 AUR Positif

5). Analisis Pengaruh EVA terhadap MVA

Economic Value Added (EVA) mempunyai hubungan yang paling erat dengan tingkat pengembalian saham. EVA yang semakin tinggi akan meningkatkan nilai perusahaan, di mana penciptaan nilai tersebut akan tercermin pada harga saham yang lebih tinggi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif untuk mengetahui pengaruh EVA terhadap MVA perusahaan. Model analisis yang dikembangkan adalah sebuah persamaan regresi (estimating equation) yaitu formula matematika yang dirancang untuk mencari nilai variabel dependen dari nilai variabel independen yang telah diketahui. Di samping itu digunakan pula model analisis korelasi untuk mengetahui bagaimana hubungan antar variabel tersebut. Pada penelitian ini digunakan persamaan regresi sederhana karena hanya ada satu variabel independen yang diteliti.

Formulasi persamaan regresi sederhana yang dikembangkan dan pengertian komponen pembentuknya yaitu:

Y = α + βX + ε Y = variabel dependen

X = variabel independen α = konstanta

β = koefisien parameter regresi ε = faktor kesalahan

Persamaan regresi dirancang untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara variabel independen (X) terhadap variabel dependennya (Y). Pada penelitian ini digunakan persamaan regresi sederhana karena memiliki satu variabel independen yang diteliti, yaitu EVA. Sedangkan MVA sebagai variabel dependen.

Persamaan regresi sederhana yang dikembangkan yaitu: MVA = a + b EVA ... (8) di mana, MVA = nilai MVA (juta rupiah)

EVA = nilai EVA (juta rupiah) a = konstanta

b = koefisien parameter regresi

Penelitian ini menggunakan data time series (deret waktu) karena data ini merupakan kumpulan data dari suatu fenomena tertentu dalam hal ini kinerja keuangan Bank BRI dan dalam beberapa interval waktu tertentu yaitu dari tahun 2004 sampai tahun 2005. Data dari penelitian ini diolah dengan menggunakan alat statistik regresi dan korelasi untuk menunjukkan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen serta hubungan antar variabel-variabel tersebut. Program statistik yang digunakan adalah program MinitabTM Release 14 untuk membuktikan hipotesis yang dirumuskan.

Perumusan dan Pengujian Hipotesis

Hipotesis diartikan sebagai pernyataan dan jawaban yang bersifat sementara, diharapkan teruji kebenarannya serta mampu memberikan pola terbaik dalam menyelesaikan masalah seperti yang dirumuskan sebelumnya. Hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah ”variabel yang telah didefinisikan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap MVA (atau perubahan MVA) suatu perusahaan”. Dengan perumusan sebagai berikut:

Ho : b = 0, berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap MVA.

Ha : variabel lebih besar atau lebih kecil dari nol. Berarti ada pengaruh antara variabel independen terhadap MVA.

Ho menunjukkan hipotesis nol, Ha menunjukkan hipotesis alternatif, serta b menunjukkan koefisien dari variabel independen.

Pengujian hipotesis digunakan untuk menguji kelayakan model yang dirancang serta bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independennya berpengaruh signifikan terhadap variabel dependennya. Uji signifikasi terhadap kontribusi masing-masing variabel independen ditunjukkan oleh besarnya nilai p (p–value). Asumsi yang digunakan yaitu tingkat signifikasi (α) sebesar 5 persen. Penolakan atau penerimaan terhadap variabel independen diperoleh dari nilai p yang diperoleh dari program statistik.

Dokumen terkait