3. Dilihat dari sektor ekonomi :
4.3 Pengolahan dan Analisis Data .1 Metode Analisis Deskriptif .1 Metode Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif adalah transformasi data mentah ke dalam bentuk yang mudah dipahami atau diinterpretasikan (Simamora, 2004). Analisis deskriptif
adalah analisis pendahuluan untuk mengetahui karakteristik setiap variabel yang digunakan. Data-data yang telah terkumpul seperti data perkembangan pembiayaan, laporan keuangan BPRS, data rasio hasil perhitungan Return On Assets (ROA) Ratio dan Operational Efficiency Ratio (OER) disederhanakan dengan menggunakan tabulasi, lalu dijelaskan secara deskriptif. Untuk mencari pengaruh antara jumlah pembiayaan dan nasabah terhadap keuntungan BPRS dianalisis menggunakan analisis regresi dan korelasi menggunakan program Minitab 13 for Windows.
4.3.2 Analisis Rasio Profitabililas dan Efisiensi Usaha
Rasio yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan yang telah dicapai oleh bank adalah Return On Assets Ratio (ROA). Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan yang dimiliki oleh manajemen bank dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan. Menurut Munawir (1995) rumus yang digunakan untuk menghitung ROA adalah :
ROA = x100%
Aktiva Total
Pajak Sebelum Laba
Keterangan :
- Laba sebelum pajak, data yang diperlukan adalah data laba (rugi) tahun berjalan sebelum dikurangi pajak dan laporan keuangan bank periode 2005 sampai dengan tahun 2007. Data yang disajikan berjumlah 36 pengamatan, merupakan data bulanan mulai dari bulan Januari 2005 sampai dengan Desember 2007.
- Data jumlah aset diperoleh dari data jumlah aktiva dan laporan keuangan bank periode 2005 sampai dengan tahun 2007. Data yang disajikan berjumlah 36 pengamatan, merupakan data bulanan mulai dari bulan Januari 2005 sampai dengan Desember 2007.
Semakin besar rasio ROA suatu bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank dan juga semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan aset.
Operational Efficiency Ratio
Operational Efficiency Ratio (OER) ini digunakan untuk mengetahui berapa besar biaya operasional secara keseluruhan yang digunakan oleh bank untuk dapat mengumpulkan dananya. Semakin rendah nilainya berarti usaha bank semakin efisien. Menurut Dendawijaya (2001) rumus yang digunakan untuk menghitung OER adalah:
- Biaya operasional, data yang diperlukan adalah data jumlah biaya operasional dan laporan keuangan bank periode 2005 sampai dengan tahun 2007. Data yang disajikan berjumlah 36 pengamatan, merupakan data bulanan mulai dari bulan Januari 2005 sampai dengan Desember 2007.
- Pendapatan Operasional, data yang diperlukan adalah data pendapatan operasional dan laporan keuangan bank periode tahun 2005 sampai dengan tahun 2007. Data yang disajikan berjumlah 36 pengamatan, merupakan data bulanan mulai dari bulan Januari 2005 sampai dengan Desember 2007.
Semakin kecil OER maka semakin baik dan semakin efisien bank tersebut dalam menjalankan usahanya.
Untuk menganalisis profitabilitas BPRS Al Salaam baik sebelum maupun sesudah konversi ke sistem syariah dilakukan Uji-t. Rancangan hipotesa secara umumnya adalah sebagai berikut :
H0 : µ sesudah konversi ≤ µ sebelum konversi atau H0 : µD ≤ 0 H1 : µ sesudah konversi > µ sebelum konversi atau H1 : µD > 0
Hipotesa yang digunakan berupa hipotesa parsial yakni hipotesa dari masing-masing indikator dipaparkan sebagai berikut :
Hipotesa Parsial : 1. ROA
H0 : µ sesudah konversi ≤ µ sebelum konversi atau H0 : µD ≤ 0
H1 : µ sesudah konversi > µ sebelum konversi atau H1 : µD > 0 2. OER
H0 : µ sesudah konversi ≤ µ sebelum konversi atau H0 : µD ≤ 0 H1 : µ sesudah konversi > µ sebelum konversi atau H1 : µD > 0
4.3.3 Analisis Regresi
Sebuah model regesi linear yang meliputi lebih dan satu variabel bebas atau independen disebut model regresi berganda. Analisis regresi yang digunakan untuk mencari hubungan antara perkembangan nilai pembiayaan dan jumlah nasabah terhadap profitabilitas atau tingkat keuntungan adalah Regresi Linear Berganda (Supranto, J.1989 dan Walpole, 1990). Model pada penelitian ini didasarkan pada penelitian terdahulu oleh Yudistira (2004) :
Yi= bi + b1NBLi+ b2KBLi + b3NBJi+ b4KBJi + e Dimana :
Y = Peubah tingkat keuntungan BPR Gebu Kujang Kinantan (rupiah)
i = 1,2,3……….60
bi = Intersep
NBL = Peubah perkembangan jumlah nasabah kredit bulanan (orang) KBL = Peubah perkembangan nilai kredit bulanan (rupiah)
NBJ = Peubah perkembangan jumlah nasabah kredit berjangka (orang) KBJ = Peubah perkembangan nilai kredit berjangka (rupiah)
e = random error
Model dalam penelitian ini mengalami beberapa perubahan, model dalam penelitian ini adalah:
Yi= bo + b1X1i + b2X2i + b3 X3i+ b4X4i + b5X5i + b6 X6i+ d1D1 + e …………(4.1) Dimana :
Y = Peubah keuntungan BPRS Al Salaam (rupiah) i = 1,2,3……….36
b0 = Intersep
X1 = jumlah nasabah pembiayaan modal kerja (orang)
X2 = jumlah pembiayaan modal kerja yang disalurkan(rupiah) X3 = jumlah nasabah pembiayaan investasi (orang)
X4 = jumlah pembiayaan investasi yang disalurkan (rupiah) X5 = jumlah nasabah pembiayaan konsumsi (orang)
X6 = jumlah pembiayaan konsumsi yang disalurkan (rupiah) d1 = Koefisien regresi penduga variabel dummy
D1 = Dummy 1 : sesudah konversi BPRS Al Salaam Dummy 0 : sebelum konversi BPR Al Salaam
Dalam bentuk Ln menghasilkan persamaan regresi linear berganda (multiple linear regression) sebagai berikut:
Ln Yi = Ln b0 + b1 LnX1i + b2 LnX2i + b3 LnX3i + b4 LnX4i + b5 LnX5i +
b6 LnX6i + d1 D1 + e ...(4.2) Pendugaan model lain pada penelitian ini dengan menghilangkan satu variabel. Variabel yang dihilangkan yaitu variabel X3, hal ini dikarenakan terjadi multikolinearitas dengan variabel lain sehingga model dalam penelitian ini menjadi :
Ln Yi = Ln b0 + b1 LnX1i + b2 LnX2i + b4 LnX4i + b5 LnX5i +
b6 LnX6i + d1 D1+ e ...(4.3)
Hipotesis :
1. Jumlah nasabah pembiayaan modal kerja memiliki hubungan yang positif, artinya setiap ada kenaikan jumlah nasabah pembiayaan modal kerja, maka keuntungan yang diperoleh BPRS Al Salaam akan meningkat.
2. Jumlah pembiayaan modal kerja mempunyai hubungan yang positif, artinya setiap ada kenaikan jumlah pembiayaan modal kerja, maka keuntungan yang diperoleh BPRS Al Salaam akan meningkat, karena pembiayaan modal kerja yang disalurkan semakin besar.
3. Jumlah nasabah pembiayaan investasi memiliki hubungan yang positif, artinya setiap ada kenaikan jumlah nasabah pembiayaan investasi, maka keuntungan yang diperoleh BPRS Al Salaam akan meningkat.
4. Jumlah pembiayaan investasi memiliki hubungan yang positif, artinya setiap ada kenaikan jumlah pembiayaan investasi, maka keuntungan yang diperoleh BPRS Al Salaam akan meningkat.
5. Jumlah nasabah pembiayaan konsumsi memiliki hubungan yang positif, artinya setiap ada kenaikan jumlah nasabah pembiayaan konsumsi, maka keuntungan yang diperoleh BPRS Al Salaam akan meningkat.
6. Jumlah pembiayaan investasi memiliki hubungan yang positif, artinya setiap ada kenaikan jumlah pembiayaan investasi, maka keuntungan yang diperoleh BPRS Al Salaam akan meningkat.
Pada suatu model regresi, terdapat enam asumsi regresi yang harus dipenuhi (Sritua, 1993), yaitu:
1. Nilai rata-rata dan disturbance term (error) sama dengan nol
2. Tidak tendapat korelasi serial (serial Correlation) di antara disturbance term