• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

F. Pengolahan dan Analisis Data

Ai Kurniawati, 2013

Pada dasarnya Pengolahan dan analisis data dilakukan sepanjang penelitian terus menerus dari awal sampai akhir Suwarsih 1992 ( Nani Suhaeni 2010 )

Adapun tahapan penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan digambarkan sebagai berikut

1. Pengolahan Data

Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Teknik kualitatif

Teknik analisis ini digunakan untuk menganalisis hasil observasi aktivitas guru dan siswa serta gejala gejala yang timbul pada saat berlangsungnya proses pembelajaran terhadap sikap dan pendapat pada kegiatan belajar mengajar yang telah berlangsung.

b. Teknik Kuantitatif ( Teknik Persentase)

Teknik ini digunakan untuk menganalisis data hasil belajar siswa berupa hasil tes yang diberikan. Analisis data diawali dengan kegiatan penskoran terhadap sejumlah pertanyaan atau soal yang diajukan. Selanjutnya skor yang diperoleh dianalisis dengan sistem penilaian agar diketahui tingkat pemahaman atau ketuntasan belajar siswa pada konsep yang dipelajari. Dengan rumus :

N = skor perolehan x 10 ( N = Skor maksimal )

Hasil analisis skor ini berupa nilai standar dengan skala 1-100 dengan batas minimal kelulusan adalah nilai 65 atau 65% nilai ideal yaitu taraf penguasaan minimal ketuntasan belajar perorangan. Sedangkan untuk mencari persentase ketutasan belajar secara kelompok minimal 80% dari jumlah siswa.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh dikatagorikan berdasarkan analisis kaitan logisnya, kemudian ditafsirkan secara aktual dan sistematis dalam keseluruhan permasalahan dalam kegiatan penelitian. Selanjutnya menganalisis data, hasil tindakan, disajikan secara bertahap sesuai dengan siklus yang telah dilakukan beserta efek yang ditimbulkannya.

a.Analisis kualitatif

Teknik analisis ini digunakan untuk menganalisis hasil observasi aktivitas guru dan siswa serta gejala-gejala yang timbul pada saat berlangsungnya proses pembelajaran terhadap sikap dan pendapat dalam kegiatan belajar yang telah berlangsung.

b. Analisis Kuantitatif ( Teknik Persentase )

Teknik ini digunakan untuk menganalisis data hasil belajar siswa berupa hasil tes yang diberikan. Analisis data diawali dengan kegiatan pensekoran terhadap sejumlah pertanyaan atau soal yang diajukan. Selanjutnya skor yang diperoleh dianalisis dengan sistem penilaian agar diketahui tingkat pemahaman atau ketuntasan belajar siswa pada konsep yang dipelajari.

Dengan rumus :

1. Menghitung nilai rata-rata kelas dengan rumus : N

X = ---

N

Keterangan

Ai Kurniawati, 2013

n = Jumlah siswa

X = Nilai rata – rata kelas 2. Menghitung daya serap dengan rumus

Jumlah Nilai Total Subyek

Daya Serap = x 100 %

Jumlah Skor Total Maksimum

3. Menghitung Prosentase Ketuntasan belajar siswa secara Klasikal dengan rumus :

∑ s ≥ 65

TB = x 100 % N

Keterangan

∑ s ≥ 65 = Jumlah siswa yang mendapat nilai lebih atau sama dengan 65

N = Banyak Siswa

100 % = Bilangan tetap TB = Ketuntasan Belajar

Ai Kurniawati, 2013

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil paparan dan uraian serta pembahasan pada bagian sebelumnya pada bab ini dapat disimpulkan .

1. Dalam pelaksanaan pembelajaran matematika pada pokok bahasan tentang operasi hitung campuran dapat dilihat dari pembelajaran siklus I dan II dengan menggunakan pendekatan kontekstual dan menerapkan langkah – langkah pembelajarannya seperti: melaksanakan kegiatan inquirí dalam setiap pembelajaran, mengajak siswa untuk berani bertanya, belajar kelompok, menghadirkan model, mengevaluasi, dan melakukan refleksi. Hasil yang didapat pada siklus I belum maksimal karena masih ada siswa yang ragu dan malu untuk bertanya dalam mempresentasikan didepan kelas tetapi setelah pembelajaran siklus II hasil yang diharapkan sudah maksimal siswa sudah merasa tidak takut pada saat mengikuti proses pembelajaran melalui pendekatan kontekstual.

2. Hasil belajar yang didapatkan siswa pada pembelajaran matematika dengan pokok operasi hitung campuran menggunakan pendekatan kontekstual dalam Siklus I, dan siklus II mengalami peningkatan yang cukup baik, hasil ini menunjukan bahwa penggunaan pendekatan kontekstual sangat cocok diberikan di kelas IV SDN Parungtanjung 02 Gunungputri Bogor di Sekolah Dasar. Dalam pelaksanaan pembelajaran matematika pada pokok bahasan penjumlahan melalui pendekatan kontestual dapat dilihat dari hasil tes dimana pada pembelajaran siklus I mulai dilaksanakan nilai rata-rata yang diperoleh adalah 70,60 dan pada proses dilaknkan pembelajaran Siklus II meningkat nilai yang didapat adalah 91.33.

B. Saran

Dari hasil penelitian di lapangan, dapat disarankan yang perlu disampaikan diantaranya :

1. Bagi guru yang hendak menggunakan pendekatan kontekstual sebaiknya memperhatikan penyusunan bahan ajar yang akan disampaikan atau digunakan untuk mengukur kemampuan siswa. Bahan ajar yang dibuat ahrus mencerminkan komponen-komponen kontekstual yang didalamnya dapat mengukur kemampuan siswa. Dengan demikian soal-soal yang diberikan harus dapat merangsang belajar siswa

2. Pengaturan waktu yang tepat dalam pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual perlu diperhatikan agar dapat membantu kelancaran proses pembelajaran yang telah direncanakan sehingga dapat mempermudah tercapinya tujuan dari pembelajaran yang diharapkan.

3. Dalam era globalisasi sekarang ini diperlukan Sumber Daya Manusia yang memiliki kreativitas dalam proses pembelajaran dengan cara mengembangkan kemampuan, ini merupakan tanggung jawab bagi kita yang bergelut dalam dunia pendidikan. dengan cara berbagai hal diantaranya mengembangkan berpikir siswa yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari yang dialami siswa, salah satunya dengan menggunakan pendekatan kontekstual.

DAFTAR PUSTAKA

A.Nyimas, (2007), Pengembangan Pembelajaran Matematika SD Jakarta Direktorat Jendral Pendidikan Nasional

Dra. Suangsih E,S.Pd,M.Pd (2006),dkk ,Model Pembelajaran Matematika . UPI PRESS

Dr.H.Herman,T.dkk (2004), Pendidikan Matematika I.Edisi Revisi Bandung UPI PRESS

http://nellahutasoit.wordpress.com/2012/04/21/peranan-guru-mengaktifkan-dan- meningkatkan-hasil-belajar-siswa/

Peranan guru mengaktifkan dan meningkatkan hasil belajar siswa

Kasbolah, K. ( 1998 ) , Penelitian Tindakan Kelas Malang : Depdiknas Karim A muhtar, Widagdo Djamus ( 1998 ). Bilangan Paecahan dan Operasinya. Proyek

Peningkatan Mutu Guru Kelas. Jakarta Depdiknas.

Kartika.O , (2011 ), Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika tentang

Penjumlahan Bilangan Pecahan Melalui Pendekatan

Kontrekstual:Skripsi UPI

Suhaeni.N , (2010 ), Upaya Meningkatkan Hasil Matematika

Pada Pokok Bahasan Pengukuran Satuan Panjang Melalui Pendekatan Kontekstual:Skripsi UPI

Dokumen terkait