1
1.. PPeennggoollaahhaan n DDaattaa Da
Data ta sesekukundnder er yayanng g tetelalah h didikkumumpupulklkan an kkememuudidian an ddioiolalahh mengg
menggunakaunakan n progrprogram am kompkomputer uter analis data. analis data. TahapTahapan an pengopengolahan datalahan data meliputi :
meliputi :
aa.. EEddiittiinngg Ya
Yaititu u memenynyelelekeksi si dadata ta yayang ng susudadah h mamasusuk k ununtutuk k memenjnjamiaminn validitas data.
validitas data. b
b.. KKooddiinngg Yai
Yaitu tu pempemberberian ian kodkode-ke-kode ode padpada a datdata a untuntuk uk memmemperpermudmudahah proses pengolahan data.
proses pengolahan data. cc.. SSkkoorriinngg
Yai
Yaitu tu proproses ses pempemberberian ian nilnilai ai padpada a datdata a jawjawabaaban n resprespondondenen untuk memudahkan entry data.
untuk memudahkan entry data. d
d.. EEnnttrry y DDaattaa Yai
Yaitu tu proproses ses memmemasuasukan kan datdata a ke ke daldalam am komkomputputer er sehsehinginggaga dapat dianalisis dengan menggunakan program komputer analis data dapat dianalisis dengan menggunakan program komputer analis data.. ee.. TTaabbuullaattiinngg
Yaitu mengelompokkan data sesuai dengan tujuan analisis data Yaitu mengelompokkan data sesuai dengan tujuan analisis data dan disajikan melalui tabel.
dan disajikan melalui tabel.
2
aa.. AAnnaalliissiis s UUnniivvaarriiaatt
Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik ibu Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik ibu yang melahirkan di Rumah Sakit
yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Banyumas.Umum Banyumas. b
b.. AAnnaalliissiis s BBiivvaarriiaatt
Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hub
hubungungan an diadiantantara ra dua dua varvariabiable le yaiyaitu tu varvariabiable le bebbebas as dan dan varvariabiablele terikat dengan menggunakan uji korelasi dengan skala ordinal dengan terikat dengan menggunakan uji korelasi dengan skala ordinal dengan menggunakan
menggunakanSpearman’s Rho.Spearman’s Rho. Rumus
RumusSpearman’s RhoSpearman’s Rho adalah sebagai berikut :adalah sebagai berikut :
R R zz= 1 -= 1 -)) 1 1 (( 6 6 2 2 2 2 − −
∑
∑
N N N N d d Keterangan : Keterangan : RR zz = koefisien korelasi Spearman’s Rho= koefisien korelasi Spearman’s Rho d
d = = selisih selisih pengamatan pengamatan tiap tiap pasang pasang dalam dalam urutanurutan N
N = = besar besar sampelsampel
Kriteria yang digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan adalah Kriteria yang digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan adalah (Alhusin Syahri, 2003):
(Alhusin Syahri, 2003):
aa.. SSaannggaat t rreennddaahh, , hhaammppiir r ttiiddaak k adadaa : : 00,,000 0 – – 00,,2200 b
b.. SSaannggaat t rreennddaahh : : 00,,221 1 – – 00,,4400 cc.. SSeeddaanngg : : 0,,40 41 1 – – 00,,6600 d
d.. CCuukkuup p ttiinnggggii : : 00,,661 1 – – 00,,8800 ee. T. Tiinnggggii : : 0,,80 81 1 – – 11,,0000
BAB IV BAB IV
GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN DAN GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
4
4..1 Gambaran Umum Obyek Penelitian1 Gambaran Umum Obyek Penelitian
Rumah Sakit Umum Banyumas merupakan rumah sakit tipe B yang Rumah Sakit Umum Banyumas merupakan rumah sakit tipe B yang terletak di jalan Rumah Sakit No.1 Banyumas, yang merupakan rumah sakit terletak di jalan Rumah Sakit No.1 Banyumas, yang merupakan rumah sakit rujukan juga sebagai rumah sakit pendidikan dan merupakan lahan praktek rujukan juga sebagai rumah sakit pendidikan dan merupakan lahan praktek mah
mahasiasiswa swa kedkedoktokteraeran n UGMUGM, , AKBAKBID ID YLPYLPP P PurPurwokwokertoerto, , AKBAKBID ID PemPemdada Cilacap, AKPER Kesdam Diponegoro Semarang, AKPER Muhammadiyah Cilacap, AKPER Kesdam Diponegoro Semarang, AKPER Muhammadiyah Gombo
Gombong, ng, AKPER Yakpermas AKPER Yakpermas PurwoPurwokerto, AKPER kerto, AKPER SeruliSerulingmas Cilacap,ngmas Cilacap, AKP
AKPER ER Al Al IrsIrsyad yad Al-iAl-islaslamiymiyah ah CilCilacaacap, p, DIIDIII I AkuAkuntantansi nsi UNSUNSOEDOED, , DIIDIIII Keperaw
Keperawatan atan MuhamMuhammadiyamadiyah h PurwoPurwokerto, Kerjasama kerto, Kerjasama dikladiklat, t, STIKes BinaSTIKes Bina Cipta Husada Purwokerto, Poltekkes DIII Kesehatan Lingkungan Purwokerto, Cipta Husada Purwokerto, Poltekkes DIII Kesehatan Lingkungan Purwokerto, Pol
Poltektekkes kes DIII DIII OkuOkupaspasi i terterapi api SuSurakrakartaarta, , PolPoltektekkes kes DIIDIII I GizGizi i SemSemaranarang,g, Poltek
Poltekkes kes DIII DIII RadioRadiografer Semarang, Poltekkegrafer Semarang, Poltekkes s SemarSemarang ang PrograProgram m studistudi Kep
Keperawerawataatan n PuPurworwokerkerto, to, ProProgragram m StuStudi di IlmIlmu u Gizi Gizi UGMUGM, , ProProgragram m stustudidi Psikolog UNS, dan kerjasama diklat dengan BPTP Kesehatan Jawa Tengah Psikolog UNS, dan kerjasama diklat dengan BPTP Kesehatan Jawa Tengah (Gombong).
(Gombong).
Kapasitas tempat tidur sebanyak 283 tempat tidur dengan 17 macam dr. Kapasitas tempat tidur sebanyak 283 tempat tidur dengan 17 macam dr. spesialis yaitu spesialis penyakit dalam, anak, bedah umum, obsgyn, THT, spesialis yaitu spesialis penyakit dalam, anak, bedah umum, obsgyn, THT, mat
mata, a, syasyaraf, raf, kulkulit it dan dan kelkelamiamin, n, aneanestestesi, si, radradiogiografirafi, , jiwjiwa, a, bedbedah ah tultulangang,, jantung, patologi klinik gigi, bedah syaraf dan rehabilitasi medik. Sedangkan jantung, patologi klinik gigi, bedah syaraf dan rehabilitasi medik. Sedangkan
tenaga yang ada yaitu: tenaga yang ada yaitu:
4
4..11..1 1 ddrr. . ssppeessiiaalliiss : : 227 7 oorraanngg 4.1.2
4
4..11..3 3 ppeerraawwaatt : : 22220 0 oorraanngg 4
4..11..4 4 bbiiddaann : 2: 21 1 oorraanngg 4
4..11..5 5 nnoon n mmeeddiiss : : 22118 8 oorraanngg
4.2
4.2 Hasil Hasil PenelitianPenelitian
Tabel 4.1 Tabel 4.1
Distribusi Responden Berdasarkan Umur Ibu yang Bersalin di
Distribusi Responden Berdasarkan Umur Ibu yang Bersalin di Rumah SakitRumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005
Umum Banyumas Tahun 2005 U
Ummuurr JJuummllaahh PPrroosseennttaassee < < 2200 TTaahhuunn 99 44 2 200--3355 TTaahhuunn 119900 8844,,88 > > 3355 ttaahhuunn 2255 1111,,22 JJuummllaahh 222244 110000
Sumber: Data Sekunder Rekam Medis Sumber: Data Sekunder Rekam Medis
Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 190 responden (84,8 %) umur Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 190 responden (84,8 %) umur reponden adalah 20 - 35 tahun, 25 responden (11,2 %) adalah > 35 tahun reponden adalah 20 - 35 tahun, 25 responden (11,2 %) adalah > 35 tahun sedangkan 9 responden (4 %) adalah < 20 tahun.
sedangkan 9 responden (4 %) adalah < 20 tahun. Tabel 4.2
Tabel 4.2
Distribusi Responden Berdasarkan Paritas Ibu yang Bersalin di Rumah Sakit Distribusi Responden Berdasarkan Paritas Ibu yang Bersalin di Rumah Sakit
Umum Banyumas Tahun 2005 Umum Banyumas Tahun 2005 P
Paarriittaass JJuummllaahh PPrroosseennttaassee <
< 44 aannaakk 119933 8866,,22
>
>44 aannaakk 3311 1133,,88
JJuummllaahh 222244 110000,,00 Sumber: Data Sekunder Rekam Medis
Sumber: Data Sekunder Rekam Medis
Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 193 responden (86,2 %) paritas Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 193 responden (86,2 %) paritas responden adalah < 4 anak dan 31 orang (13,8 %) responden adalah > 4 anak. responden adalah < 4 anak dan 31 orang (13,8 %) responden adalah > 4 anak.
Tabel 4.3 Tabel 4.3
Distribusi Responden Berdasarkan Umur Kehamilan Ibu yang
Distribusi Responden Berdasarkan Umur Kehamilan Ibu yang Bersalin diBersalin di Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005
Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 U
Ummuur r KKeehhaammiillaann JJuummllaahh PPrroosseennttaassee 3 377--4422 mmiinngggguu 221122 9944,,66 > > 4422 mmiinngggguu 1122 55,,44 T Toottaall 222244 110000,,00
Sumber: Data Sekunder Rekam Medis Sumber: Data Sekunder Rekam Medis
Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 212 responden (94,6 %) dengan Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 212 responden (94,6 %) dengan umur kehamilan 37 – 40
umur kehamilan 37 – 40 minggu dan 12 responden (5,4 %) responden denganminggu dan 12 responden (5,4 %) responden dengan umur kehamilan 41 – 42 minggu.
umur kehamilan 41 – 42 minggu.
Tabel 4.4 Tabel 4.4
Hubungan Antara Kadar Hemoglobin Rendah Terhadap Kejadian Berat Hubungan Antara Kadar Hemoglobin Rendah Terhadap Kejadian Berat
Badan Lahir Rendah di Rumah
Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005Sakit Umum Banyumas Tahun 2005
Kadar Hb Kadar Hb
B
Beerraat t BBaaddaan n LLaahhiirr TToottaall UUjji i SSttaattiissttiik k < 2500 gram < 2500 gram (BBLR) (BBLR) > 2500 gram > 2500 gram (BBLC) (BBLC) < 11 gr% < 11 gr% (anemia) (anemia) 1 177 116688 118855 00,,779955 > 11 gr% > 11 gr% (normal) (normal) 3 399 00 3399 JJuummllaahh 5566 116688 222244 Ha
Hasisil l ujuji i SpSpeaearmrmanan’s ’s RhRho o memenununjnjukukkakan n babahwhwa a di di RuRumamah h SaSakikitt Umum Banyumas Tahun 2005 terdapat hubungan yang cukup tinggi (p > Umum Banyumas Tahun 2005 terdapat hubungan yang cukup tinggi (p > 0,05) antara ibu bersalin yang menderita anemia dengan kejadian berat badan 0,05) antara ibu bersalin yang menderita anemia dengan kejadian berat badan lahir rendah
lahir rendah
4.
4.33 PePembmbahahasasanan 4.3.1
4.3.1 AnaliAnalisis sis UnivUnivariatariat 4
U
Ummuur r iibbu u ddi i RRuummah ah SSaakkiit t UUmmuum m BBaannyyuummaass berdasarkan penelitian menunjukkan hasil yang variasi yaitu berdasarkan penelitian menunjukkan hasil yang variasi yaitu
res
respopondnden en terterbabanynyak ak beberurumumur r 20 20 – – 35 35 tahtahun un (8(84,4,8 8 %)%),, paritas anak < 4 (86,2 %) dan umur kehamilan 37 – 40 paritas anak < 4 (86,2 %) dan umur kehamilan 37 – 40 minggu (89,3 %). Keadaan umur tersebut tergolong cukup minggu (89,3 %). Keadaan umur tersebut tergolong cukup b
baiaik k kakarerena na sesebabagigian an bebesasar r ibibu u tetermrmasasuk uk kakatetegogori ri ususiaia reproduktif.
reproduktif.
Usia kurang dari 19 tahun atau lebih dari 35 tahun Usia kurang dari 19 tahun atau lebih dari 35 tahun ad
adalalah ah ririsisiko ko titingnggi gi ununtutuk k hahamimil. l. KeKeadadaaaan n inini i bebelulumm mat
matangangnya nya alat alat repreprodroduksuksi i untuntuk uk hamhamil, il, sehsehingingga ga dapdapatat me
merurugigikakan n kekesesehahatatan n ibibu u mamaupupun un peperkrkemembabangngan an dadann pe
perturtumbumbuhan han janjanin. in. KeaKeadaadaan n itu itu akaakan n makmakin in menmenyulyulitkitkanan bi
bila la ditditambambah ah dendengan gan tektekanaanan n (st(stresres), ), pspsikoikologlogis, is, sososiasial,l, ek
ekononomomi i sesehihingngga ga mememumudadahkhkan an teterjrjadadi i kekeguguguguraran,n, pe
persarsalinlinan an preprematmatur, ur, berberat at badbadan an lahlahir ir renrendahdah, , kelkelainainanan ba
bawaawaan, n, mudmudah ah terterinfinfekseksi, i, aneanemia mia kehkehamiamilanlan, , kerkeracuacunannan ke
kehhamamililan an (g(geeststoosisis) s) ddan an kkemematatiaian n ibibu u yyanang g titingnggigi (Manuaba, 1998: 27 – 28; 36; 40).
(Manuaba, 1998: 27 – 28; 36; 40).
4
4..33..11..22 PPaarriittaass Pa
Pariritatas s ibibu u di di RuRumamah h SaSakikit t UmUmum um BaBannyuyumamass berdasarkan penelitian menunjukkan hasil yang variasi yaitu berdasarkan penelitian menunjukkan hasil yang variasi yaitu
respo
responden dengnden dengan paritas < an paritas < 4 anak (86,2 %) 4 anak (86,2 %) dan paritas > 4dan paritas > 4 anak (13,8 %).
anak (13,8 %).
Dalam indeks kehamilan risiko tinggi menurut Fortney Dalam indeks kehamilan risiko tinggi menurut Fortney A
A. . ddaan n EE. . WW. . WWhhiitteennhhoorrnnee, , jjuummllaah h ppaarriittaas s 1 1 – – 33 mendapatkan angka indeks 0, artinya jumlah paritas 1 – 3 mendapatkan angka indeks 0, artinya jumlah paritas 1 – 3 kemungkinan kecil untuk terjadi risiko pada kehamilan dan kemungkinan kecil untuk terjadi risiko pada kehamilan dan persalinan (Manuaba, 1998: 39)
persalinan (Manuaba, 1998: 39) 4.
4.33.1.1.3.3 UmUmuur Kehr Kehamamililanan U
Ummuur r kkeehhaammiillan an ibibu u ddi i RRuummah ah SSakakiit t UUmmuumm Banyumas berdasarkan penelitian menunjukkan hasil yang Banyumas berdasarkan penelitian menunjukkan hasil yang var
variasiasi i yaiyaitu tu resresponponden den dendengan gan umuumur r kehkehamiamilan lan 37 37 – – 4242 minggu (94,6 %) dan umur kehamilan >
minggu (94,6 %) dan umur kehamilan > 42 minggu (5,4 %).42 minggu (5,4 %). Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus adalah kira-kira 280 hari (40 minggu), dan tidak lebih dari adalah kira-kira 280 hari (40 minggu), dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Bila kehamilan a
300 hari (43 minggu). Bila kehamilan antara 28 – 36 mingguntara 28 – 36 minggu di
disesebubut t kekehahamimilan lan prpremematuatur. r. KeKehahamimilalan n lelebibih h dadari ri 4242 mi
mingnggu gu didisesebubut t kekehahamimilalan n popoststmamatutur. r. PePermrmasasalalahahanan ke
kehahamimilan lan lelewawat t wakwaktu tu adadalalah ah plplasasenenta ta titidadak k sasangnggugupp memberikan nutrisi dan pertukaran CO
memberikan nutrisi dan pertukaran CO22/O/O22 sehingga janinsehingga janin mempunyai risiko asfiksia sampai kematian dalam rahim. mempunyai risiko asfiksia sampai kematian dalam rahim. Makin menurunnya sirkulasi darah menuju sirkulasi plasenta Makin menurunnya sirkulasi darah menuju sirkulasi plasenta dap
terganggu (Wiknjosastro, 2002: 125; Manuaba, 1998: 222 – terganggu (Wiknjosastro, 2002: 125; Manuaba, 1998: 222 – 223).
223). 4.
4.3.3.22 AnAnalalisisis is BiBivavaririatat
Analisis hubungan antara ibu bersalin yang menderita anemia dengan Analisis hubungan antara ibu bersalin yang menderita anemia dengan berat badan lahir rendah di peroleh hasil yang signifikan 0,795 (P > 0,05) berat badan lahir rendah di peroleh hasil yang signifikan 0,795 (P > 0,05)
yan
yang g menmenunjunjukkukkan an bahbahwa wa hiphipoteotesis sis ditditerierima ma yaiyaitu tu ada ada hubhubungungan an ibuibu bersa
bersalin yang lin yang anemianemia a dengdengan berat an berat badan lahir rendah, hal badan lahir rendah, hal ini dapat ini dapat dilihdilihatat dari nilai
dari nilai Spearman’s RhoSpearman’s Rho yaitu sebesar 0,795 atau yaitu sebesar 0,795 atau dapat dikatakdapat dikatakan an bahwabahwa ib
ibu u bebersrsalalin in yayang ng ananememia ia dedengngan an beberat rat babadadan n lalahihir r renrendadah h mememimiliklikii kekuatan hubungan yang cukup erat.
kekuatan hubungan yang cukup erat. Pen
Penemuemuan an ini ini sessesuai uai dendengan gan yanyang g ditditemuemukan kan oleoleh h MurMurphy phy (19(1986)86) yaitu adanya peningkatan risiko kelahiran 1,18 – 1,75 prematur, BBLR dan yaitu adanya peningkatan risiko kelahiran 1,18 – 1,75 prematur, BBLR dan mor
mortalitalitas tas perperinainatal tal padpada a wanwanita ita hamhamil il dendengan gan aneanemia mia (Hb (Hb 10,10,4 4 g/dg/dL).L). Men
Menuruurut t (Al(Alhushusin in SyaSyahrihri, , 2002003), 3), huhubunbungan gan ibu ibu berbersalsalin in yanyang g aneanemiamia dengan berat badan lahir rendah cukup erat dengan rentang nilai 0,61 – 0,80. dengan berat badan lahir rendah cukup erat dengan rentang nilai 0,61 – 0,80. Menurut Doenges (2001), faktor maternal yang mengakibatkan bayi IUGR Menurut Doenges (2001), faktor maternal yang mengakibatkan bayi IUGR salah satuny
salah satunya a disebdisebabkan oleh anemia berat abkan oleh anemia berat atau anemia sel atau anemia sel sabitsabit. Menurut. Menurut manuaba (1998), pengaruh anemia terhadap kehamilan yaitu menghambat manuaba (1998), pengaruh anemia terhadap kehamilan yaitu menghambat tumbuh kembang janin dalam rahim sehingga dapat melahirkan berat badan tumbuh kembang janin dalam rahim sehingga dapat melahirkan berat badan lahir rendah. Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya lahir rendah. Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sir
sirkulkulasi asi ke ke plaplasensenta, ta, uteuterus rus yanyang g terterus us memmembesbesar ar dendengan gan pempembulbuluh- uh- pembuluh darah yang membesar pula, mamma dan alat lain yang memang pembuluh darah yang membesar pula, mamma dan alat lain yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan. Volume darah ibu dalam kehamilan berfungsi berlebihan dalam kehamilan. Volume darah ibu dalam kehamilan bertambah secara fisiologis dengan adannya pencairan darah yang disebut bertambah secara fisiologis dengan adannya pencairan darah yang disebut
hidremia
hidremia. Peningkatan eritrosit yang lebih rendah dari pada penambahan. Peningkatan eritrosit yang lebih rendah dari pada penambahan vo
me
menjnjadadi i lelebibih h renrendadah h (W(Wikiknjnjososasastrtro, o, 20200202: : 9696) ) yayang ng memenynyebebababkakann terjadinya anemia pada ibu hamil. Pembentukkan darah janin memerlukan terjadinya anemia pada ibu hamil. Pembentukkan darah janin memerlukan persediaan Fe dalam hati, limpa
persediaan Fe dalam hati, limpa dan sumsum tulang belakang ibu. Peredarandan sumsum tulang belakang ibu. Peredaran darah janin
darah janin berlanberlangsungsung g selama kehidupan intrauteriselama kehidupan intrauterine, ne, dimandimana a plasenplasentata mem
memegaegang ng perperanaanan n yanyang g sansangat gat penpentinting. g. MakMakin in tua tua kehkehamiamilan lan makmakinin rendah indeks plasenta, artinya plasenta makin kurang mampu memberikan rendah indeks plasenta, artinya plasenta makin kurang mampu memberikan nut
nutrisrisi i kepkepada ada janjaninninnya. ya. SehSehingingga ga apaapabilbila a ibu ibu menmenderderita ita aneanemia mia makmakaa fungsi plasenta akan terganggu yang dapat menimbulkan berbagai penyulit fungsi plasenta akan terganggu yang dapat menimbulkan berbagai penyulit dalam pertumbuhan dan perkembangan janin (Manuaba, 1998: 115; 117; dalam pertumbuhan dan perkembangan janin (Manuaba, 1998: 115; 117; 120).
120).
Zat besi penting untuk mengkompensasi peningkatan volume darah Zat besi penting untuk mengkompensasi peningkatan volume darah yang terjadi
yang terjadi selamselama a kehamkehamilan dan ilan dan untuk memastiuntuk memastikan pertumbuhkan pertumbuhan an dandan pe
perkerkembambangangan n janjanin in yanyang g adeadekuakuat. t. SelSelama ama hamhamil il ibu ibu diadianjunjurkarkan n untuntuk uk mengkonsumsi paling sedikit 90 tablet atau 800 mg zat besi (30-50 mg mengkonsumsi paling sedikit 90 tablet atau 800 mg zat besi (30-50 mg sehari) yang diminum secara teratur dan dengan memastikan kecukupan sehari) yang diminum secara teratur dan dengan memastikan kecukupan serta keseimbangan makanan yang mengandung zat besi seperti misalnya serta keseimbangan makanan yang mengandung zat besi seperti misalnya dagin
daging g terutamterutama a hati dan hati dan jeroanjeroan, , telur, kacang tanah, telur, kacang tanah, kacangkacang-kacan-kacangan dangan dan sayuran berdaun hijau (Pusdiknakes, 2003: 94; Mochtar, 1998: 39)
sayuran berdaun hijau (Pusdiknakes, 2003: 94; Mochtar, 1998: 39)
BAB V BAB V PENUTUP PENUTUP
6.
Ber
Berdasdasarkarkan an dardari i hashasil il penpenelielitian tian iniini, , makmaka a penpenuliulis s menmenyimyimpulpulkankan sebagai berikut :
sebagai berikut : 6
6.1.1.1.1 BeBerdrdasasararkakan umn umur iur ibu bbu berersasalilin yan yang mng melelahahirirkkan dan di Rui Rumamahh Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 yaitu 190 responden (84,8 %) Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 yaitu 190 responden (84,8 %) berumur 20 – 35 tahun, 25 responden (11,2 %) berumur > 35 tahun, berumur 20 – 35 tahun, 25 responden (11,2 %) berumur > 35 tahun,
sedangkan 9 responden (4 %) berumur <
sedangkan 9 responden (4 %) berumur < 20 tahun.20 tahun. 6.
6.1.1.22 BeBerdrdasasararkakan pn pararititas ias ibu bu bebersrsalalin in yayang ng memelalahihirkrkan dan di Rui Rumamahh