• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

Dalam dokumen Hub Anemia Dan BBLR (Halaman 33-48)

1

1.. PPeennggoollaahhaan n DDaattaa Da

Data ta sesekukundnder er yayanng g tetelalah h didikkumumpupulklkan an kkememuudidian an ddioiolalahh mengg

menggunakaunakan n progrprogram am kompkomputer uter analis data. analis data. TahapTahapan an pengopengolahan datalahan data meliputi :

meliputi :

aa.. EEddiittiinngg Ya

Yaititu u memenynyelelekeksi si dadata ta yayang ng susudadah h mamasusuk k ununtutuk k memenjnjamiaminn validitas data.

validitas data. b

b.. KKooddiinngg Yai

Yaitu tu pempemberberian ian kodkode-ke-kode ode padpada a datdata a untuntuk uk memmemperpermudmudahah  proses pengolahan data.

 proses pengolahan data. cc.. SSkkoorriinngg

Yai

Yaitu tu proproses ses pempemberberian ian nilnilai ai padpada a datdata a jawjawabaaban n resprespondondenen untuk memudahkan entry data.

untuk memudahkan entry data. d

d.. EEnnttrry y DDaattaa Yai

Yaitu tu proproses ses memmemasuasukan kan datdata a ke ke daldalam am komkomputputer er sehsehinginggaga dapat dianalisis dengan menggunakan program komputer analis data dapat dianalisis dengan menggunakan program komputer analis data.. ee.. TTaabbuullaattiinngg

Yaitu mengelompokkan data sesuai dengan tujuan analisis data Yaitu mengelompokkan data sesuai dengan tujuan analisis data dan disajikan melalui tabel.

dan disajikan melalui tabel.

2

aa.. AAnnaalliissiis s UUnniivvaarriiaatt

Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik ibu Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik ibu yang melahirkan di Rumah Sakit

yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Banyumas.Umum Banyumas. b

b.. AAnnaalliissiis s BBiivvaarriiaatt

Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hub

hubungungan an diadiantantara ra dua dua varvariabiable le yaiyaitu tu varvariabiable le bebbebas as dan dan varvariabiablele terikat dengan menggunakan uji korelasi dengan skala ordinal dengan terikat dengan menggunakan uji korelasi dengan skala ordinal dengan menggunakan

menggunakanSpearman’s Rho.Spearman’s Rho. Rumus

RumusSpearman’s RhoSpearman’s Rho adalah sebagai berikut :adalah sebagai berikut :

R  R zz= 1 -= 1 -)) 1 1 (( 6 6 2 2 2 2

 N   N   N   N  Keterangan : Keterangan : R 

zz = koefisien korelasi Spearman’s Rho= koefisien korelasi Spearman’s Rho d

d = = selisih selisih pengamatan pengamatan tiap tiap pasang pasang dalam dalam urutanurutan   N

  N = = besar besar sampelsampel

Kriteria yang digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan adalah Kriteria yang digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan adalah (Alhusin Syahri, 2003):

(Alhusin Syahri, 2003):

aa.. SSaannggaat t rreennddaahh, , hhaammppiir r ttiiddaak k adadaa : : 00,,000 0 – – 00,,2200 b

b.. SSaannggaat t rreennddaahh : : 00,,221 1 – – 00,,4400 cc.. SSeeddaanngg : : 0,,40 41 1 – – 00,,6600 d

d.. CCuukkuup p ttiinnggggii : : 00,,661 1 – – 00,,8800 ee. T. Tiinnggggii : : 0,,80 81 1 – – 11,,0000

BAB IV BAB IV

GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN DAN GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN DAN

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

4

4..1 Gambaran Umum Obyek Penelitian1 Gambaran Umum Obyek Penelitian

Rumah Sakit Umum Banyumas merupakan rumah sakit tipe B yang Rumah Sakit Umum Banyumas merupakan rumah sakit tipe B yang terletak di jalan Rumah Sakit No.1 Banyumas, yang merupakan rumah sakit terletak di jalan Rumah Sakit No.1 Banyumas, yang merupakan rumah sakit rujukan juga sebagai rumah sakit pendidikan dan merupakan lahan praktek  rujukan juga sebagai rumah sakit pendidikan dan merupakan lahan praktek  mah

mahasiasiswa swa kedkedoktokteraeran n UGMUGM, , AKBAKBID ID YLPYLPP P PurPurwokwokertoerto, , AKBAKBID ID PemPemdada Cilacap, AKPER Kesdam Diponegoro Semarang, AKPER Muhammadiyah Cilacap, AKPER Kesdam Diponegoro Semarang, AKPER Muhammadiyah Gombo

Gombong, ng, AKPER Yakpermas AKPER Yakpermas PurwoPurwokerto, AKPER kerto, AKPER SeruliSerulingmas Cilacap,ngmas Cilacap, AKP

AKPER ER Al Al IrsIrsyad yad Al-iAl-islaslamiymiyah ah CilCilacaacap, p, DIIDIII I AkuAkuntantansi nsi UNSUNSOEDOED, , DIIDIIII Keperaw

Keperawatan atan MuhamMuhammadiyamadiyah h PurwoPurwokerto, Kerjasama kerto, Kerjasama dikladiklat, t, STIKes BinaSTIKes Bina Cipta Husada Purwokerto, Poltekkes DIII Kesehatan Lingkungan Purwokerto, Cipta Husada Purwokerto, Poltekkes DIII Kesehatan Lingkungan Purwokerto, Pol

Poltektekkes kes DIII DIII OkuOkupaspasi i terterapi api SuSurakrakartaarta, , PolPoltektekkes kes DIIDIII I GizGizi i SemSemaranarang,g, Poltek

Poltekkes kes DIII DIII RadioRadiografer Semarang, Poltekkegrafer Semarang, Poltekkes s SemarSemarang ang PrograProgram m studistudi Kep

Keperawerawataatan n PuPurworwokerkerto, to, ProProgragram m StuStudi di IlmIlmu u Gizi Gizi UGMUGM, , ProProgragram m stustudidi Psikolog UNS, dan kerjasama diklat dengan BPTP Kesehatan Jawa Tengah Psikolog UNS, dan kerjasama diklat dengan BPTP Kesehatan Jawa Tengah (Gombong).

(Gombong).

Kapasitas tempat tidur sebanyak 283 tempat tidur dengan 17 macam dr. Kapasitas tempat tidur sebanyak 283 tempat tidur dengan 17 macam dr. spesialis yaitu spesialis penyakit dalam, anak, bedah umum, obsgyn, THT, spesialis yaitu spesialis penyakit dalam, anak, bedah umum, obsgyn, THT, mat

mata, a, syasyaraf, raf, kulkulit it dan dan kelkelamiamin, n, aneanestestesi, si, radradiogiografirafi, , jiwjiwa, a, bedbedah ah tultulangang,,  jantung, patologi klinik gigi, bedah syaraf dan rehabilitasi medik. Sedangkan  jantung, patologi klinik gigi, bedah syaraf dan rehabilitasi medik. Sedangkan

tenaga yang ada yaitu: tenaga yang ada yaitu:

4

4..11..1 1 ddrr. . ssppeessiiaalliiss : : 227 7 oorraanngg 4.1.2

4

4..11..3 3 ppeerraawwaatt : : 22220 0 oorraanngg 4

4..11..4 4 bbiiddaann : 2: 21 1 oorraanngg 4

4..11..5 5 nnoon n mmeeddiiss : : 22118 8 oorraanngg

4.2

4.2 Hasil Hasil PenelitianPenelitian

Tabel 4.1 Tabel 4.1

Distribusi Responden Berdasarkan Umur Ibu yang Bersalin di

Distribusi Responden Berdasarkan Umur Ibu yang Bersalin di Rumah SakitRumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005

Umum Banyumas Tahun 2005 U

Ummuurr JJuummllaahh PPrroosseennttaassee < < 2200 TTaahhuunn 99 44 2 200--3355 TTaahhuunn 119900 8844,,88 > > 3355 ttaahhuunn 2255 1111,,22 JJuummllaahh 222244 110000

Sumber: Data Sekunder Rekam Medis Sumber: Data Sekunder Rekam Medis

Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 190 responden (84,8 %) umur  Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 190 responden (84,8 %) umur  reponden adalah 20 - 35 tahun, 25 responden (11,2 %) adalah > 35 tahun reponden adalah 20 - 35 tahun, 25 responden (11,2 %) adalah > 35 tahun sedangkan 9 responden (4 %) adalah < 20 tahun.

sedangkan 9 responden (4 %) adalah < 20 tahun. Tabel 4.2

Tabel 4.2

Distribusi Responden Berdasarkan Paritas Ibu yang Bersalin di Rumah Sakit Distribusi Responden Berdasarkan Paritas Ibu yang Bersalin di Rumah Sakit

Umum Banyumas Tahun 2005 Umum Banyumas Tahun 2005 P

Paarriittaass JJuummllaahh PPrroosseennttaassee <

< 44 aannaakk 119933 8866,,22

>

>44 aannaakk 3311 1133,,88

JJuummllaahh 222244 110000,,00 Sumber: Data Sekunder Rekam Medis

Sumber: Data Sekunder Rekam Medis

Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 193 responden (86,2 %) paritas Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 193 responden (86,2 %) paritas responden adalah < 4 anak dan 31 orang (13,8 %) responden adalah > 4 anak. responden adalah < 4 anak dan 31 orang (13,8 %) responden adalah > 4 anak.

Tabel 4.3 Tabel 4.3

Distribusi Responden Berdasarkan Umur Kehamilan Ibu yang

Distribusi Responden Berdasarkan Umur Kehamilan Ibu yang Bersalin diBersalin di Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005

Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 U

Ummuur r KKeehhaammiillaann JJuummllaahh PPrroosseennttaassee 3 377--4422 mmiinngggguu 221122 9944,,66 > > 4422 mmiinngggguu 1122 55,,44 T Toottaall 222244 110000,,00

Sumber: Data Sekunder Rekam Medis Sumber: Data Sekunder Rekam Medis

Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 212 responden (94,6 %) dengan Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 212 responden (94,6 %) dengan umur kehamilan 37 – 40

umur kehamilan 37 – 40 minggu dan 12 responden (5,4 %) responden denganminggu dan 12 responden (5,4 %) responden dengan umur kehamilan 41 – 42 minggu.

umur kehamilan 41 – 42 minggu.

Tabel 4.4 Tabel 4.4

Hubungan Antara Kadar Hemoglobin Rendah Terhadap Kejadian Berat Hubungan Antara Kadar Hemoglobin Rendah Terhadap Kejadian Berat

Badan Lahir Rendah di Rumah

Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005Sakit Umum Banyumas Tahun 2005

Kadar Hb Kadar Hb

B

Beerraat t BBaaddaan n LLaahhiirr TToottaall UUjji i SSttaattiissttiik  k   < 2500 gram < 2500 gram (BBLR) (BBLR) > 2500 gram > 2500 gram (BBLC) (BBLC) < 11 gr% < 11 gr% (anemia) (anemia) 1 177 116688 118855 00,,779955 > 11 gr% > 11 gr% (normal) (normal) 3 399 00 3399 JJuummllaahh 5566 116688 222244 Ha

Hasisil l ujuji i SpSpeaearmrmanan’s ’s RhRho o memenununjnjukukkakan n babahwhwa a di di RuRumamah h SaSakikitt Umum Banyumas Tahun 2005 terdapat hubungan yang cukup tinggi (p > Umum Banyumas Tahun 2005 terdapat hubungan yang cukup tinggi (p > 0,05) antara ibu bersalin yang menderita anemia dengan kejadian berat badan 0,05) antara ibu bersalin yang menderita anemia dengan kejadian berat badan lahir rendah

lahir rendah

4.

4.33 PePembmbahahasasanan 4.3.1

4.3.1 AnaliAnalisis sis UnivUnivariatariat 4

U

Ummuur r iibbu u ddi i RRuummah ah SSaakkiit t UUmmuum m BBaannyyuummaass  berdasarkan penelitian menunjukkan hasil yang variasi yaitu  berdasarkan penelitian menunjukkan hasil yang variasi yaitu

res

respopondnden en terterbabanynyak ak beberurumumur r 20 20 – – 35 35 tahtahun un (8(84,4,8 8 %)%),,   paritas anak < 4 (86,2 %) dan umur kehamilan 37 – 40   paritas anak < 4 (86,2 %) dan umur kehamilan 37 – 40 minggu (89,3 %). Keadaan umur tersebut tergolong cukup minggu (89,3 %). Keadaan umur tersebut tergolong cukup   b

  baiaik k kakarerena na sesebabagigian an bebesasar r ibibu u tetermrmasasuk uk kakatetegogori ri ususiaia reproduktif.

reproduktif.

Usia kurang dari 19 tahun atau lebih dari 35 tahun Usia kurang dari 19 tahun atau lebih dari 35 tahun ad

adalalah ah ririsisiko ko titingnggi gi ununtutuk k hahamimil. l. KeKeadadaaaan n inini i bebelulumm mat

matangangnya nya alat alat repreprodroduksuksi i untuntuk uk hamhamil, il, sehsehingingga ga dapdapatat me

merurugigikakan n kekesesehahatatan n ibibu u mamaupupun un peperkrkemembabangngan an dadann  pe

 perturtumbumbuhan han janjanin. in. KeaKeadaadaan n itu itu akaakan n makmakin in menmenyulyulitkitkanan   bi

  bila la ditditambambah ah dendengan gan tektekanaanan n (st(stresres), ), pspsikoikologlogis, is, sososiasial,l, ek

ekononomomi i sesehihingngga ga mememumudadahkhkan an teterjrjadadi i kekeguguguguraran,n,   pe

  persarsalinlinan an preprematmatur, ur, berberat at badbadan an lahlahir ir renrendahdah, , kelkelainainanan   ba

  bawaawaan, n, mudmudah ah terterinfinfekseksi, i, aneanemia mia kehkehamiamilanlan, , kerkeracuacunannan ke

kehhamamililan an (g(geeststoosisis) s) ddan an kkemematatiaian n ibibu u yyanang g titingnggigi (Manuaba, 1998: 27 – 28; 36; 40).

(Manuaba, 1998: 27 – 28; 36; 40).

4

4..33..11..22 PPaarriittaass Pa

Pariritatas s ibibu u di di RuRumamah h SaSakikit t UmUmum um BaBannyuyumamass  berdasarkan penelitian menunjukkan hasil yang variasi yaitu  berdasarkan penelitian menunjukkan hasil yang variasi yaitu

respo

responden dengnden dengan paritas < an paritas < 4 anak (86,2 %) 4 anak (86,2 %) dan paritas > 4dan paritas > 4 anak (13,8 %).

anak (13,8 %).

Dalam indeks kehamilan risiko tinggi menurut Fortney Dalam indeks kehamilan risiko tinggi menurut Fortney A

A. . ddaan n EE. . WW. . WWhhiitteennhhoorrnnee, , jjuummllaah h ppaarriittaas s 1 1 – – 33 mendapatkan angka indeks 0, artinya jumlah paritas 1 – 3 mendapatkan angka indeks 0, artinya jumlah paritas 1 – 3 kemungkinan kecil untuk terjadi risiko pada kehamilan dan kemungkinan kecil untuk terjadi risiko pada kehamilan dan  persalinan (Manuaba, 1998: 39)

 persalinan (Manuaba, 1998: 39) 4.

4.33.1.1.3.3 UmUmuur Kehr Kehamamililanan U

Ummuur r kkeehhaammiillan an ibibu u ddi i RRuummah ah SSakakiit t UUmmuumm Banyumas berdasarkan penelitian menunjukkan hasil yang Banyumas berdasarkan penelitian menunjukkan hasil yang var

variasiasi i yaiyaitu tu resresponponden den dendengan gan umuumur r kehkehamiamilan lan 37 37 – – 4242 minggu (94,6 %) dan umur kehamilan >

minggu (94,6 %) dan umur kehamilan > 42 minggu (5,4 %).42 minggu (5,4 %). Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus adalah kira-kira 280 hari (40 minggu), dan tidak lebih dari adalah kira-kira 280 hari (40 minggu), dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Bila kehamilan a

300 hari (43 minggu). Bila kehamilan antara 28 – 36 mingguntara 28 – 36 minggu di

disesebubut t kekehahamimilan lan prpremematuatur. r. KeKehahamimilalan n lelebibih h dadari ri 4242 mi

mingnggu gu didisesebubut t kekehahamimilalan n popoststmamatutur. r. PePermrmasasalalahahanan ke

kehahamimilan lan lelewawat t wakwaktu tu adadalalah ah plplasasenenta ta titidadak k sasangnggugupp memberikan nutrisi dan pertukaran CO

memberikan nutrisi dan pertukaran CO22/O/O22 sehingga janinsehingga janin mempunyai risiko asfiksia sampai kematian dalam rahim. mempunyai risiko asfiksia sampai kematian dalam rahim. Makin menurunnya sirkulasi darah menuju sirkulasi plasenta Makin menurunnya sirkulasi darah menuju sirkulasi plasenta dap

terganggu (Wiknjosastro, 2002: 125; Manuaba, 1998: 222 –  terganggu (Wiknjosastro, 2002: 125; Manuaba, 1998: 222 –  223).

223). 4.

4.3.3.22 AnAnalalisisis is BiBivavaririatat

Analisis hubungan antara ibu bersalin yang menderita anemia dengan Analisis hubungan antara ibu bersalin yang menderita anemia dengan  berat badan lahir rendah di peroleh hasil yang signifikan 0,795 (P > 0,05)  berat badan lahir rendah di peroleh hasil yang signifikan 0,795 (P > 0,05)

yan

yang g menmenunjunjukkukkan an bahbahwa wa hiphipoteotesis sis ditditerierima ma yaiyaitu tu ada ada hubhubungungan an ibuibu  bersa

 bersalin yang lin yang anemianemia a dengdengan berat an berat badan lahir rendah, hal badan lahir rendah, hal ini dapat ini dapat dilihdilihatat dari nilai

dari nilai Spearman’s RhoSpearman’s Rho yaitu sebesar 0,795 atau yaitu sebesar 0,795 atau dapat dikatakdapat dikatakan an bahwabahwa ib

ibu u bebersrsalalin in yayang ng ananememia ia dedengngan an beberat rat babadadan n lalahihir r renrendadah h mememimiliklikii kekuatan hubungan yang cukup erat.

kekuatan hubungan yang cukup erat. Pen

Penemuemuan an ini ini sessesuai uai dendengan gan yanyang g ditditemuemukan kan oleoleh h MurMurphy phy (19(1986)86) yaitu adanya peningkatan risiko kelahiran 1,18 – 1,75 prematur, BBLR dan yaitu adanya peningkatan risiko kelahiran 1,18 – 1,75 prematur, BBLR dan mor

mortalitalitas tas perperinainatal tal padpada a wanwanita ita hamhamil il dendengan gan aneanemia mia (Hb (Hb 10,10,4 4 g/dg/dL).L). Men

Menuruurut t (Al(Alhushusin in SyaSyahrihri, , 2002003), 3), huhubunbungan gan ibu ibu berbersalsalin in yanyang g aneanemiamia dengan berat badan lahir rendah cukup erat dengan rentang nilai 0,61 – 0,80. dengan berat badan lahir rendah cukup erat dengan rentang nilai 0,61 – 0,80. Menurut Doenges (2001), faktor maternal yang mengakibatkan bayi IUGR  Menurut Doenges (2001), faktor maternal yang mengakibatkan bayi IUGR  salah satuny

salah satunya a disebdisebabkan oleh anemia berat abkan oleh anemia berat atau anemia sel atau anemia sel sabitsabit. Menurut. Menurut manuaba (1998), pengaruh anemia terhadap kehamilan yaitu menghambat manuaba (1998), pengaruh anemia terhadap kehamilan yaitu menghambat tumbuh kembang janin dalam rahim sehingga dapat melahirkan berat badan tumbuh kembang janin dalam rahim sehingga dapat melahirkan berat badan lahir rendah. Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya lahir rendah. Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sir

sirkulkulasi asi ke ke plaplasensenta, ta, uteuterus rus yanyang g terterus us memmembesbesar ar dendengan gan pempembulbuluh- uh- pembuluh darah yang membesar pula, mamma dan alat lain yang memang  pembuluh darah yang membesar pula, mamma dan alat lain yang memang  berfungsi berlebihan dalam kehamilan. Volume darah ibu dalam kehamilan  berfungsi berlebihan dalam kehamilan. Volume darah ibu dalam kehamilan  bertambah secara fisiologis dengan adannya pencairan darah yang disebut  bertambah secara fisiologis dengan adannya pencairan darah yang disebut

hidremia

hidremia. Peningkatan eritrosit yang lebih rendah dari pada penambahan. Peningkatan eritrosit yang lebih rendah dari pada penambahan vo

me

menjnjadadi i lelebibih h renrendadah h (W(Wikiknjnjososasastrtro, o, 20200202: : 9696) ) yayang ng memenynyebebababkakann terjadinya anemia pada ibu hamil. Pembentukkan darah janin memerlukan terjadinya anemia pada ibu hamil. Pembentukkan darah janin memerlukan  persediaan Fe dalam hati, limpa

 persediaan Fe dalam hati, limpa dan sumsum tulang belakang ibu. Peredarandan sumsum tulang belakang ibu. Peredaran darah janin

darah janin berlanberlangsungsung g selama kehidupan intrauteriselama kehidupan intrauterine, ne, dimandimana a plasenplasentata mem

memegaegang ng perperanaanan n yanyang g sansangat gat penpentinting. g. MakMakin in tua tua kehkehamiamilan lan makmakinin rendah indeks plasenta, artinya plasenta makin kurang mampu memberikan rendah indeks plasenta, artinya plasenta makin kurang mampu memberikan nut

nutrisrisi i kepkepada ada janjaninninnya. ya. SehSehingingga ga apaapabilbila a ibu ibu menmenderderita ita aneanemia mia makmakaa fungsi plasenta akan terganggu yang dapat menimbulkan berbagai penyulit fungsi plasenta akan terganggu yang dapat menimbulkan berbagai penyulit dalam pertumbuhan dan perkembangan janin (Manuaba, 1998: 115; 117; dalam pertumbuhan dan perkembangan janin (Manuaba, 1998: 115; 117; 120).

120).

Zat besi penting untuk mengkompensasi peningkatan volume darah Zat besi penting untuk mengkompensasi peningkatan volume darah yang terjadi

yang terjadi selamselama a kehamkehamilan dan ilan dan untuk memastiuntuk memastikan pertumbuhkan pertumbuhan an dandan   pe

  perkerkembambangangan n janjanin in yanyang g adeadekuakuat. t. SelSelama ama hamhamil il ibu ibu diadianjunjurkarkan n untuntuk uk  mengkonsumsi paling sedikit 90 tablet atau 800 mg zat besi (30-50 mg mengkonsumsi paling sedikit 90 tablet atau 800 mg zat besi (30-50 mg sehari) yang diminum secara teratur dan dengan memastikan kecukupan sehari) yang diminum secara teratur dan dengan memastikan kecukupan serta keseimbangan makanan yang mengandung zat besi seperti misalnya serta keseimbangan makanan yang mengandung zat besi seperti misalnya dagin

daging g terutamterutama a hati dan hati dan jeroanjeroan, , telur, kacang tanah, telur, kacang tanah, kacangkacang-kacan-kacangan dangan dan sayuran berdaun hijau (Pusdiknakes, 2003: 94; Mochtar, 1998: 39)

sayuran berdaun hijau (Pusdiknakes, 2003: 94; Mochtar, 1998: 39)

BAB V BAB V PENUTUP PENUTUP

6.

Ber

Berdasdasarkarkan an dardari i hashasil il penpenelielitian tian iniini, , makmaka a penpenuliulis s menmenyimyimpulpulkankan sebagai berikut :

sebagai berikut : 6

6.1.1.1.1 BeBerdrdasasararkakan umn umur iur ibu bbu berersasalilin yan yang mng melelahahirirkkan dan di Rui Rumamahh Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 yaitu 190 responden (84,8 %) Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 yaitu 190 responden (84,8 %)  berumur 20 – 35 tahun, 25 responden (11,2 %) berumur > 35 tahun,  berumur 20 – 35 tahun, 25 responden (11,2 %) berumur > 35 tahun,

sedangkan 9 responden (4 %) berumur <

sedangkan 9 responden (4 %) berumur < 20 tahun.20 tahun. 6.

6.1.1.22 BeBerdrdasasararkakan pn pararititas ias ibu bu bebersrsalalin in yayang ng memelalahihirkrkan dan di Rui Rumamahh

Dalam dokumen Hub Anemia Dan BBLR (Halaman 33-48)

Dokumen terkait