HUBUNGAN ANTARA ANEMIA IBU BERSALIN DENGAN HUBUNGAN ANTARA ANEMIA IBU BERSALIN DENGAN
KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH
DI RUMAH SAKIT UMUM BANYUMAS DI RUMAH SAKIT UMUM BANYUMAS
TAHUN 2005 TAHUN 2005
DAFTAR ISI DAFTAR ISI
Hal
Halamaaman n JudJudul ul ... ii Halama
Halaman n PersetPersetujuan ujuan ... iiii Halama
Halamanan nan PengePengesahansahan... iiiiii Halama
Halaman n PersemPersembahanbahan... iviv Mot
Mottoto ... vv Kata
Kata PengaPengantar ntar ... vivi Daftar Isi ...
Daftar Isi ... viivii Daftar
Daftar Tabel Tabel ... viiiviii Daf
Daftar tar GamGambarbar ... ixix Daf
Daftar tar LamLampirpiranan ... xx Intis
Intisariari ... xixi BAB
BAB I I PendaPendahuluhuluan...an... 11 1.1
1.1 LatLatar ar BelBelakaakang.ng... 11 1.
1.22 PePembmbatatasasan Masan Masalalah daah dan Pern Perumumususan Maan Masasalalah ...h ... 33 1.
1.2.2.11 PePembmbataatasasan n MaMasasalalah h ... 33 1.
1.2.2.22 PePerurumumusasan n MaMasasalah lah ... 33 1.3
1.3 TujTujuan Suan Studtudi Kasui Kasus ...s ... 33 1.4
1.4 KegKegunaunaan Stan Studi udi KasKasusus... 44
1.
1.4.4.11 KegKegununaaaan n PrPrakaktitis.s... 44 1.
1.4.4.22 KegKegununaaaan n TeTeororititisis... 55 ...
... 1.5
1.5 KeraKerangkngka a PemPemikiikiranran... 55 BAB
2.1
2.1 AneAnemia.mia... 66 2.2
2.2 Berat Berat Badan Badan Lahir Lahir RendaRendah h ... 1111 BAB
BAB III MeIII Metode tode PenelPenelitian itian ... 2323
3.1
3.1 KerangKerangka Kka Konsep onsep ... 2323 3.2
3.2 HipotHipotesis.esis... 2323 3.3 Definisi
3.3 Definisi OperasOperasional ional ... 2323 3.4 Jenis
3.4 Jenis PenelPenelitian itian ... 2424 3.5
3.5 PopuPopulasi lasi dan dan SampeSampel l ... 2525 3.6
3.6 Kriteri Kriteri InkluInklusi si dan dan EkskEksklusilusi... 2525 3.7
3.7 MetodMetode e PenguPengumpulampulan n Data Data ... 2525 3.8 Pengolah
3.8 Pengolahan an dan dan analisanalisa a Data..Data... 2626 BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1
4.1 GamGambarbaran Uan Umum mum ObyObyek ek PenPenelielitiantian... 2828 4.2
4.2 HasHasil il PenPenelielitiatian..n... 2929 4.3
4.3 PemPembahbahasanasan... 3131 BAB V
BAB V PENUTUP...PENUTUP... ... 5.1
5.1 KesKesimpimpulaulan n ... 3535 5.2
5.2 SarSaran...an... 3636 DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN - LAMPIRAN LAMPIRAN - LAMPIRAN
DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL
Tabel 4.1. Distribusi Responden Berdasarkan Umur Ibu yang Ber Tabel 4.1. Distribusi Responden Berdasarkan Umur Ibu yang Ber salinsalin
di
di RumRumah ah SakSakit it UmuUmum m BanBanyumyumas as TahTahun un 2002005 5 ... 2929 Tabel 4.2. Distribusi Responden Berdasarkan Paritas Ibu
Tabel 4.2. Distribusi Responden Berdasarkan Paritas Ibu yang Bersalinyang Bersalin di Ru
di Rumah Smah Sakiakit Umut Umum Banm Banyumyumas Taas Tahun 2hun 2005 005 ... 2929 Tabel 4.3. Distribusi Responden Berdasarkan Umur Kehamilan
Tabel 4.3. Distribusi Responden Berdasarkan Umur Kehamilan Ibu yangIbu yang Ber
Bersalsalin din di Rui Rumah Smah Sakiakit Umt Umum Bum Banyanyumaumas Tas Tahun hun 2002005 ..5 ... 3030 Tabel 4.4. Hubungan Antara Kadar Hemoglobin Rendah Terhadap
Tabel 4.4. Hubungan Antara Kadar Hemoglobin Rendah Terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum
DAFTAR GAMBAR DAFTAR GAMBAR
Gam
Gambar 1. bar 1. KerKerangangka Pemika Pemikirkiran.an... 55 Gamba
DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Hasil Uji Statistik Lampiran 1. Hasil Uji Statistik Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian Lampiran 3. Lembar Konsultasi Lampiran 3. Lembar Konsultasi Lampiran 4. Denah RSU Banyumas Lampiran 4. Denah RSU Banyumas
Lampiran 5. Struktur Organisasi RSU Banyumas Lampiran 5. Struktur Organisasi RSU Banyumas
INTISARI INTISARI
Latar Belakang:
Latar Belakang: AngAngka ka kemkematiatian an baybayi i tahtahun un 2002003 3 di di IndIndoneonesia sia sebsebesaesar r 12,12, 06/1
06/1.000 kelahiran hidup .000 kelahiran hidup dan dan tahun 2004 tahun 2004 sebessebesar ar 7,15/7,15/1000 kelahiran hidup..1000 kelahiran hidup.. Pen
Penyebyebab ab utautama ma mormortaltalitas itas baybayi i yaiyaitu tu anoanoksiksia a dan dan hiphipoksoksia, ia, infinfekseksi, i, BBLBBLR,R, traum
trauma a lahir dan lahir dan cacat bawaan. Berat cacat bawaan. Berat badan lahir rendah berhubungbadan lahir rendah berhubungan denganan dengan kadar hemoglobin rendah ibu saat hamil.
kadar hemoglobin rendah ibu saat hamil. Tujuan Penelitian:
Tujuan Penelitian: Mengkaji pengaruh kadar hemoglobin rendah (anemia) ibuMengkaji pengaruh kadar hemoglobin rendah (anemia) ibu bersalin terhadap kejadian BBLR
bersalin terhadap kejadian BBLR Metode Penelitian:
Metode Penelitian: Data sekunder dari catatan medik pasien yang melahirkan diData sekunder dari catatan medik pasien yang melahirkan di RSU banyumas pada kurun waktu 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2005. RSU banyumas pada kurun waktu 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2005. Subyek penelitian adalah semua ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi dan Subyek penelitian adalah semua ibu bersalin yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi (ibu bersalin dengan kadar Hb normal yang melahirkan berat badan lahir eksklusi (ibu bersalin dengan kadar Hb normal yang melahirkan berat badan lahir norma
normal, l, kehamkehamilan ilan dengdengan an kompkomplikasi seperti likasi seperti preeklpreeklamsi, amsi, eklameklamsia, sia, penypenyakitakit jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, diabetes mellitus, perdarahan antepartum, jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, diabetes mellitus, perdarahan antepartum, pe
penyanyakit kit krokronis nis lainlain, , dan dan penpenyakyakit it dardarah)ah). . DatData a dipdiprosroses es dendengangan SPSSPSS S fofor r windows version 10. 0., Spearman’s Rho
windows version 10. 0., Spearman’s Rho digunakan untuk analisis statistik.digunakan untuk analisis statistik. Hasil:
Hasil: BerBerdasdasarkarkan an anaanalislisa a bivbivariaariat t dendengan gan menmengguggunaknakaa SpeaSpearmanrman’s ’s RhoRho hubungan antara anemia ibu bersalin terhadap kejadian berat badan lahir rendah hubungan antara anemia ibu bersalin terhadap kejadian berat badan lahir rendah memiliki hubungan yang cukup erat yaitu sebesar 0,795. Menurut Alhusin Syahri memiliki hubungan yang cukup erat yaitu sebesar 0,795. Menurut Alhusin Syahri (2003
(2003) ) tingktingkat at signsignifikanifikansi si hasil analisis dengan rentan hasil analisis dengan rentan nilai 0,61-0,nilai 0,61-0,80 80 dalamdalam kategori cukup kuat. Artinya terdapat hubungan timbal balik antara anemia ibu kategori cukup kuat. Artinya terdapat hubungan timbal balik antara anemia ibu b
bersersalialin n dedengngan an kekejajadidian an beberat rat babadadan n lalahihir r renrendadah. h. HaHasisil l pepenenelilititian an yayangng dilakukan menunjukkan bahwa hipotesis pertama diterima.
dilakukan menunjukkan bahwa hipotesis pertama diterima. Kesimpulan
Kesimpulan: : KaKadadar r hehemomoglglobobin in rerendndah ah ibibu u bebersrsalialin n beberprpenengagaruruh h teterhrhadadapap kejadian berat badan lahir rendah
kejadian berat badan lahir rendah Kata Kunci:
ABSTRACT ABSTRACT Background
Background: Infant mortality value on : Infant mortality value on 2004 in Indonesian is 7,15/1000 live birth.2004 in Indonesian is 7,15/1000 live birth. The main cause
The main cause of perinatal mortally is anoxia dan of perinatal mortally is anoxia dan hiphohiphoxia, infectionxia, infection, , low birthlow birth weight, birth trauma dan congenital anomaly. Low birth weight is correlated with weight, birth trauma dan congenital anomaly. Low birth weight is correlated with low hemoglobin in labor of mother concentration.
low hemoglobin in labor of mother concentration. Objectives
Objectives: To evaluate the influence of low hemoglobin concentration (anemia): To evaluate the influence of low hemoglobin concentration (anemia) labor of mother on low birth weight.
labor of mother on low birth weight. Methods
Methods: : All All deldeliveiveries ries regregististered ered betbetween ween JanJanuaruary, y, 2002005 5 and and DecDecembember er 31,31, 2005 in Banyumas Hospital were included in the study. The exclusion criteria 2005 in Banyumas Hospital were included in the study. The exclusion criteria consists of labor of mother with normaly hemoglobin concentration to bear of consists of labor of mother with normaly hemoglobin concentration to bear of child normaly birth weight, preeclampsia, eclampsia, heart disease, renal disease, child normaly birth weight, preeclampsia, eclampsia, heart disease, renal disease, liver disease,
liver disease, diabetes mellitus, antepdiabetes mellitus, antepertum hemorrhage, blooertum hemorrhage, blood disease and d disease and other other cro
cronic nic disdiseasease. e. DatData a werwere e anaanalyslysed ed usiusing ng SPSSPSS S for for winwindodows, ws, verversiosion n 10. 0,10. 0, Spearman’s Rho used to compared the mean hemoglobin concentration of among Spearman’s Rho used to compared the mean hemoglobin concentration of among women who had low birth weight baby. Bivariate logistic regression were used to women who had low birth weight baby. Bivariate logistic regression were used to examine the possible association between of low hemoglobin concentration and examine the possible association between of low hemoglobin concentration and low birth weight.
low birth weight. Results:
Results: Based on bivarian analysis with Spearman’s Rho correlation so that theBased on bivarian analysis with Spearman’s Rho correlation so that the relationship between labor of mother with low birth weight is closed relationship, relationship between labor of mother with low birth weight is closed relationship, is about 0,795. According to Syahri (2003) the significance of analytical results is about 0,795. According to Syahri (2003) the significance of analytical results with renge value from 0,61 – 0,80 is in strong enough category. It means there is with renge value from 0,61 – 0,80 is in strong enough category. It means there is int
interreerrelatilationsonship hip betbetweeween n aneanemia mia lablabor or of of motmother her witwith h low low birbirth th weiweightght. . TheThe results suggested that first hypothesis is accepted
results suggested that first hypothesis is accepted Conclusion
Conclusion: Low hemoglobin concentration labor of mother influence the risk of : Low hemoglobin concentration labor of mother influence the risk of low birth weight
low birth weight Keyword
BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
1.1
1.1 LATALATAR BELR BELAKANGAKANG Ke
Kemamatitian an neneononatatal al dadan n kekeadadaan aan beberarat t babadadan n lalahihir r rerendndah ah sasangngatat berkaitan. Salah satu penyebab kematian neonatal dapat disebabkan oleh berat berkaitan. Salah satu penyebab kematian neonatal dapat disebabkan oleh berat b
badadan an lalahihir r rerendndahah. . HaHal l inini i didisesebababkbkan an kakarerena na kukurarang ng sesempmpururnananynyaa pe
perturtumbumbuhan han alaalat-alt-alat at daldalam am tubtubuhnuhnya ya baibaik k anaanatomtomik ik maumaupun pun fisfisioliologiogik k se
sehihingngga ga mamakikin n mumudadah h teterjrjadadi i kokompmplilikakasi si dadan n mamakikin n titingnggiginynya a anangkgkaa kematian (Wiknjosastro, 2002: 775-776).
kematian (Wiknjosastro, 2002: 775-776). An
Angka gka kemkematiatian an baybayi i tahtahun un 2002003 3 di di IndIndoneonesia sia sebsebesaesar r 12, 12, 06/06/1.01.00000 kelahiran hidup dan tahun 2004 sebesar 7,15/1000 kelahiran hidup (www. kelahiran hidup dan tahun 2004 sebesar 7,15/1000 kelahiran hidup (www. depke
depkes.gos.go.id). Penyebab morbidita.id). Penyebab morbiditas s dan dan mortamortalitas litas bayi yaitu bayi yaitu anokanoksia sia dandan hipoksia, infeksi, BBLR, trauma lahir dan cacat bawaan (Mochtar,1998: 196). hipoksia, infeksi, BBLR, trauma lahir dan cacat bawaan (Mochtar,1998: 196). Di Indonesia tahun 2001 - 2003 menunjukkan 350 ribu berat bayi lahir rendah Di Indonesia tahun 2001 - 2003 menunjukkan 350 ribu berat bayi lahir rendah se
setitiap ap tatahuhun n (w(wwwww.d.depepkekes. s. gogo.i.id)d). . PaPada da tatahuhun n 191970 70 di di RSRS. . DrDr. . CiCiptptoo Mangunkusumo bahwa angka kematian perinatal yang disebabkan oleh bayi Mangunkusumo bahwa angka kematian perinatal yang disebabkan oleh bayi berat badan lahir rendah lebih dari 2 kali angka kematian bayi cukup bulan berat badan lahir rendah lebih dari 2 kali angka kematian bayi cukup bulan
(Wiknjosastro, 2002: 787). (Wiknjosastro, 2002: 787).
Berat badan lahir rendah dapat disebabkan oleh kelahiran prematuritas Berat badan lahir rendah dapat disebabkan oleh kelahiran prematuritas atau
atau retardretardasi asi pertumpertumbuhan intra buhan intra uterinuterin. . KelahKelahiran iran premaprematur tur adalah kelahiranadalah kelahiran ba
pe
perturtumbumbuhan han intintra ra uteuterin rin (ya(yang ng kadkadangang-ka-kadandang g disdisebuebut t ‘sm‘small all for for datdates’es’)) di
dididiagagnonosi si babayi yi dedengngan an beberarat t lalahihir r di di babawah wah pepersrsenentetesisil l 10 10 ununtutuk k ususiaia gestasional (kehamilannya) (Farrer, 2001: 214).
gestasional (kehamilannya) (Farrer, 2001: 214). Seb
Sebab ab perpersalsalinainan n preprematmaturiuritas tas adaadalah lah hamhamil il dendengan gan perperdardarahaahan,n, kehamilan ganda, kehamilan disertai komplikasi (preeklampsia, eklampsia), kehamilan ganda, kehamilan disertai komplikasi (preeklampsia, eklampsia), kehamilan dengan komplikasi penyakit ibu (hipertensi, penyakit ginjal atau kehamilan dengan komplikasi penyakit ibu (hipertensi, penyakit ginjal atau peny
penyakit hati, akit hati, penypenyakit jantung, dsb), akit jantung, dsb), keadakeadaan an gizi yang gizi yang rendarendah h (anemi(anemia),a), lapisan dalam rahim yang kurang subur karena jarak hamil terlalu pendek lapisan dalam rahim yang kurang subur karena jarak hamil terlalu pendek (Manuaba, 1999: 30). Keadaan obstetrik ibu, keadaan janin, nutrisi, keadaan (Manuaba, 1999: 30). Keadaan obstetrik ibu, keadaan janin, nutrisi, keadaan sos
sosial ial ekoekonomnomi, i, dan dan kebkebiasiasaan aan mermerupaupakan kan fakfaktor tor prepredisdispoposissisi i terterjadjadinyinyaa kejadian berat badan lahir rendah (Wiknjosastro, 2002: 775). Anemia dalam kejadian berat badan lahir rendah (Wiknjosastro, 2002: 775). Anemia dalam ke
kehahamimilan lan tetermrmasasuk uk kekelolompmpok ok fakfaktotor r nunutrtrisisi, i, sesehihingngga ga ananememia ia dadalalamm kehamilan adalah salah satu etiologi berat badan lahir rendah.
kehamilan adalah salah satu etiologi berat badan lahir rendah.
Anemia ibu hamil memberi pengaruh pada kehamilan dan janinnya baik Anemia ibu hamil memberi pengaruh pada kehamilan dan janinnya baik dalam kehamilan, persalinan, maupun dalam nifas. Anemia kehamilan yang dalam kehamilan, persalinan, maupun dalam nifas. Anemia kehamilan yang paling sering dijumpai adalah anemia akibat kekurangan zat besi. Kekurangan paling sering dijumpai adalah anemia akibat kekurangan zat besi. Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur zat besi dalam makanan, ini dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur zat besi dalam makanan, kar
karena ena ganganggugguan an resresorporpsi, si, ganganggugguan an penpengguggunaanaan, n, atau atau karkarena ena terterlamlampaupau banyaknya besi keluar dari badan misalnya pada perdarahan (Wiknjosastro, banyaknya besi keluar dari badan misalnya pada perdarahan (Wiknjosastro,
2002: 451). 2002: 451).
Di RSU Banyumas pada tahun 2004 terdapat sekitar 783 ibu bersalin Di RSU Banyumas pada tahun 2004 terdapat sekitar 783 ibu bersalin yang menderita anemia. Dan pada tahun 2004 terdapat 236 bayi lahir dengan yang menderita anemia. Dan pada tahun 2004 terdapat 236 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah dari 1851 angka kelahiran. Untuk itu, peneliti tertarik berat badan lahir rendah dari 1851 angka kelahiran. Untuk itu, peneliti tertarik
mel
melakuakukan kan penpengkagkajiajian n leblebih ih lanlanjut jut daldalam am suasuatu tu penpenelielitian tian dendengan gan judjudulul hubungan antara anemia ibu bersalin dengan kejadian berat badan lahir rendah hubungan antara anemia ibu bersalin dengan kejadian berat badan lahir rendah di RSU Banyumas.
di RSU Banyumas.
1.2
1.2 PEMBATASAN MPEMBATASAN MASALAH DAN PERASALAH DAN PERUMUSAN MASAUMUSAN MASALAHLAH 1
1..22..11 PPeemmbbaattaassaan Mn Maassaallaahh
Dalam penelitian ini, peneliti membuat batasan masalah yaitu Dalam penelitian ini, peneliti membuat batasan masalah yaitu dengan mengambil judul hubungan antara anemia ibu bersalin dengan dengan mengambil judul hubungan antara anemia ibu bersalin dengan kejadian berat badan lahir rendah di RSU Banyumas 2005.
kejadian berat badan lahir rendah di RSU Banyumas 2005. 1
1..22..22 PPeerruummuussaan n MMaassaallaahh
Rumusan yang dapat diambil dari latar belakang di atas adalah Rumusan yang dapat diambil dari latar belakang di atas adalah “Bagaimana hubungan antara anemia ibu bersalin dengan kejadian “Bagaimana hubungan antara anemia ibu bersalin dengan kejadian berat badan lahir
berat badan lahir rendah di RSU Banyumas Tahun 2005?”.rendah di RSU Banyumas Tahun 2005?”.
1.3
1.3 TUJUATUJUAN PENELN PENELITIANITIAN 1
1..33..11 TTuujjuuaan n UUmmuumm
Untuk mengetahui hubungan antara anemia ibu bersalin dengan Untuk mengetahui hubungan antara anemia ibu bersalin dengan kejadian berat badan lahir rendah di Rumah Sakit Umum Banyumas. kejadian berat badan lahir rendah di Rumah Sakit Umum Banyumas. 1
1..33..22 TTuujjuuaan Kn Khhuussuuss 1.
1.3.3.2.2.11 MenMenggggamambabarkrkan uan umumur ibr ibu beu bersrsalialin yan yang mng melelahahirirkakann di Rumah Sakit Umum Banyumas.
di Rumah Sakit Umum Banyumas. 1.
1.3.3.2.2.22 MeMengnggagambmbararkakan n jujumlmlah parah parititas ibas ibu u bebersrsalalin yanin yangg melahirkan di rumah Sakit
1.
1.3.3.2.2.33 MenMenggggamambabarkrkan uan umumur ker kehahamimilalan ibn ibu beu bersrsalalin yin yanangg melahirkan di Rumah Sakit Umum Banyumas.
melahirkan di Rumah Sakit Umum Banyumas. 1.
1.3.3.2.2.44 UnUntutuk mek mengngetaetahuhui hui hububungngan aan antntarara kea kejajadidian kan kadadar ar hemoglobin rendah pada ibu bersalin dengan kejadian berat hemoglobin rendah pada ibu bersalin dengan kejadian berat badan lahir rendah di
badan lahir rendah di Rumah Sakit Umum Banyumas.Rumah Sakit Umum Banyumas.
1.4
1.4 KEGUNKEGUNAAN PENAAN PENELITIELITIANAN 1
1..44..11 KKeegguunnaaaan Pn Prraakkttiiss 1.4.1.1
1.4.1.1 Bagi Rumah Bagi Rumah Sakit UmumSakit Umum
Karya tulis ilmiah ini dapat menjadi pedoman dalam Karya tulis ilmiah ini dapat menjadi pedoman dalam melakukan pengawasan pada ibu hamil.
melakukan pengawasan pada ibu hamil. 1.4.1.2
1.4.1.2 Bagi proBagi profesi bidfesi bidanan
Karya tulis ilmiah
Karya tulis ilmiah ini dapat ini dapat digundigunakan sebagai wahanaakan sebagai wahana introspeksi diri bagi bidannya tentang penting bidan dalam introspeksi diri bagi bidannya tentang penting bidan dalam melakukan pengawasan kehamilan sebagai bidan
melakukan pengawasan kehamilan sebagai bidan profesional.profesional. 1.
1.4.4.1.1.33 BaBagi gi ininststititususii
Karya tulis ilmiah ini dapat dijadikan sebagai wahana Karya tulis ilmiah ini dapat dijadikan sebagai wahana p
puusstatakka a tatammbabahhan an babaggi i SSTITIKEKES S BBinina a CiCiptpta a HHususadadaa Purwokerto khususnya program studi DIII Kebidanan dengan Purwokerto khususnya program studi DIII Kebidanan dengan menitikberatkan pada pentingnya kesejahteraan ibu dan anak. menitikberatkan pada pentingnya kesejahteraan ibu dan anak.
1
1..44..22 KKeegguunnaaaan n TTeeoorriittiiss 1.
1.44.2.2.1.1 BaBagi gi pepennululisis Karya tulis ilmiah
Karya tulis ilmiah ini dapat ini dapat dipakdipakai ai untuk memberiuntuk memberikankan wa
wawawasasan n dadan n pepengngetetahahuauan n yayang ng memendndalalam am memengngenenaiai kejadi
kejadian an kadar hemoglokadar hemoglobin rendah bin rendah dan kejadian berat dan kejadian berat badanbadan lahir rendah.
lahir rendah. 1.4
1.4.2..2.22 BagBagi pi perkerkembembangangan an ilmilmu pu pengengetahetahuanuan Ka
Karyrya a tutulilis s ililmimiah ah inini i dadapapat t didimamanfnfaaaatktkan an ununtutuk k membe
memberikan rikan gambagambaran ran tentantentang g kejadkejadian ian kadar kadar hemohemoglobiglobinn rendah dan kejadian berat badan lahir rendah.
rendah dan kejadian berat badan lahir rendah.
1.5
1.5 KERANKERANGKA PEMIGKA PEMIKIRANKIRAN
Gambar 1. Kerangka Pemikiran Gambar 1. Kerangka Pemikiran
BAB II BAB II
TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA Kekurangan zat besi
Kekurangan zat besi Perdarahan
Perdarahan
Anemia Anemia
Keadaan obstetri ibu Keadaan obstetri ibu Keadaan janin
Keadaan janin Nutrisi
Nutrisi
Keadaan sosial ekonomi Keadaan sosial ekonomi Kebiasaan Kebiasaan BBLR BBLR Karakteristik Responden Karakteristik Responden 1 1.. UUmmuur r iibbuu 2 2.. PPaarriittaass 3 3.. UUmmuur r Kehamilan Kehamilan
2.1 ANEMIA 2.1 ANEMIA
2.1.1 Definisi 2.1.1 Definisi
Anemia adalah anemia karena kekurangan zat besi (Manuaba, Anemia adalah anemia karena kekurangan zat besi (Manuaba, 1998: 29). Kondisi ibu dengan kadar haemoglobin di bawah 11 gr% 1998: 29). Kondisi ibu dengan kadar haemoglobin di bawah 11 gr% pada trimester 1I dan III atau kadar kurang dari 11 gr% pada trimester pada trimester 1I dan III atau kadar kurang dari 11 gr% pada trimester II. Nilai batas tersebut dan perbedaannya dengan kondisi wanita tidak II. Nilai batas tersebut dan perbedaannya dengan kondisi wanita tidak ham
hamil il terjterjadi adi karkarena ena haehaemodmodiluilusi, si, terterutautama ma trimtrimestester er II II (Sa(Saifuifuddiddin,n, 2002: 281).
2002: 281). 2.
2.1.1.22 KeKebubututuhahan Zat Bn Zat Besesi pai pada Wda Wananitita Hama Hamilil Zat
Zat besi besi pentipenting ng untuk mengkomuntuk mengkompensapensasi si peninpeningkatagkatan n volumvolumee da
dararah h yayang ng teterjrjadadi i seselalama ma kekehahamimilalan n dadan n ununtutuk k mememamaststikikanan pertumbuhan dan perkembangan janin yang adekuat. Selama hamil ibu pertumbuhan dan perkembangan janin yang adekuat. Selama hamil ibu memerlukan paling sedikit 90 tablet atau 800 mg zat besi (30-50 mg memerlukan paling sedikit 90 tablet atau 800 mg zat besi (30-50 mg se
sehahariri) ) yayang ng didimiminunum m sesecacara ra teteraratutur r dadan n dedengngan an mememamaststikikanan kecukupan serta keseimbangan makanan yang mengandung zat besi kecukupan serta keseimbangan makanan yang mengandung zat besi seperti misalnya daging terutama hati dan jeroan, telur, kacang tanah, seperti misalnya daging terutama hati dan jeroan, telur, kacang tanah, kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau (Pusdiknakes, 2003: 94; kacang-kacangan dan sayuran berdaun hijau (Pusdiknakes, 2003: 94; Mochtar, 1998: 39). Teh, kopi, susu, suplemen kalsium dan telur akan Mochtar, 1998: 39). Teh, kopi, susu, suplemen kalsium dan telur akan men
mengurgurangangi i penpenyeryerapaapan n zat zat besbesi i apaapabilbila a dimdiminuinum/dm/dimaimakan kan secasecarara be
bersarsamaamaan. n. SedSedangangkan kan ikaikan n dan dan minminumauman n sepseperterti i jus jus jerujeruk k akaakann membantu penyerapan zat besi
membantu penyerapan zat besi (Jordan, 2002: 278).(Jordan, 2002: 278). 2.
Untuk menegakkan diagnosis anemia dapat dilakukan dengan Untuk menegakkan diagnosis anemia dapat dilakukan dengan anamnesa. Pada anamnesa akan didapatkan keluhan cepat lelah, letih, anamnesa. Pada anamnesa akan didapatkan keluhan cepat lelah, letih, lesu, lemah, lalai, bibir tampak pucat, sering pusing, mata lesu, lemah, lalai, bibir tampak pucat, sering pusing, mata berkunang-kunang, nafas pendek, lidah licin, denyut jantung meningkat, susah kunang, nafas pendek, lidah licin, denyut jantung meningkat, susah b
buauang ng aiair r bebesasar, r, nanafsfsu u mamakakan n beberkrkururanang, g, mumudadah h memengnganantutuk k (Manuaba, 1998: 30; Supariasa, 2002: 133)
(Manuaba, 1998: 30; Supariasa, 2002: 133)
Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan alat Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan alat sahli
sahli. . Hasil pemeriksHasil pemeriksaan aan sahli dapat dilakukan dengan cara sahli dapat dilakukan dengan cara sebagsebagaiai berikut :
berikut : H
Hb b 111 1 ggrr%% : : ttiiddaak k aanneemmiiaa 9
9--110 0 gg%% : : aanneemmiia a rriinnggaann 7
7--8 8 gg%% : : aanneemmiia a sseeddaanngg <
< 7 7 g g %% ::aanneemmiia a bbeerraatt (Manuaba, 1998: 30)
(Manuaba, 1998: 30) 2.
2.1.1.44 BeBentntukuk-B-Benentutuk Ank Anememiaia
Menurut Manuaba (1998), anemia dapat
Menurut Manuaba (1998), anemia dapat digolongkan menjadi:digolongkan menjadi: 2.
2.1.1.4.4.1 1 AnAnememia Dia Defefisisieiensnsi Bi Besesii A
Anenemimia a dedefifisisienensi si bebesi si adadalalah ah ananememia ia akakibibatat kekurangan besi. Kekurangan ini dapat disebabkan karena kekurangan besi. Kekurangan ini dapat disebabkan karena kurang masuknya unsur besi dari makanan, karena gangguan kurang masuknya unsur besi dari makanan, karena gangguan res
resororpspsi, i, gagangngguguan an pepengnggugunanaan an atatau au kakarenrena a teterlarlampmpauau banyak besi ke luar dari badan, misalnya pada perdarahan banyak besi ke luar dari badan, misalnya pada perdarahan (Wiknjosastro, 2002: 454). Anemia defisiensi besi diobati (Wiknjosastro, 2002: 454). Anemia defisiensi besi diobati
den
dengan gan pempemberberian ian zat zat besbesi i dan dan penpengatgaturauran n diediet t (Fa(Farrerrrer,, 2001: 105).
2001: 105). 2.
2.1.1.4.4.22 AnAnememia ia MegMegalaloboblaslastitik k Anemi
Anemia a megalmegaloblasoblastik tik dalam dalam kehamkehamilan ilan disebdisebabkanabkan kar
karena ena defdefisiisiensensi i asaasam m folfolat at (Wi(Wiknjknjosaosastrstro, o, 2002002: 2: 455455).). Asa
Asam m folfolat at dipdiperlerlukaukan n untuntuk uk perpertumtumbuhbuhan an jarjaringingan an dandan produksi sel-sel darah merah. Kebutuhan wanita hamil akan produksi sel-sel darah merah. Kebutuhan wanita hamil akan asam folat mengalami peningkatan sebanyak lima kali lipat asam folat mengalami peningkatan sebanyak lima kali lipat da
dariripapada da kekebubututuhahan n wawaninita ta yayang ng titidadak k hahamimil. l. DiDiet et akakanan sayuran hijau dan protein hewani biasanya sudah memadai sayuran hijau dan protein hewani biasanya sudah memadai untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat itu. Penanganan untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat itu. Penanganan spe
spesifsifik ik untuntuk uk aneanemia mia defdefisiisiensensi i folfolat at adaadalah lah pempemberberianian ta
tablblet et asasam am fofolalat t sesetitiap ap hahari ri yayang ng didikokombmbininasasi i dedengnganan perbaikan diet jika diperlukan (Farrer, 2001: 105).
perbaikan diet jika diperlukan (Farrer, 2001: 105). 2.
2.1.1.4.4.33 AnAnememia Heia Hemomolilititik k Anemi
Anemia a hemolhemolitik itik disebdisebabkan abkan karenkarena a pengpenghancuhancuranran sel darah merah berlangsung lebih cepat dari perbuatannya. sel darah merah berlangsung lebih cepat dari perbuatannya. Wa
Waninita ta dedenngagan n ananememia ia hhememoolilititik k ddalalam am kkehehamamililanan terg
tergantantung ung padpada a jenjenis is dan dan berberatnatnya. ya. ObaObat-ot-obat bat penpenambambahah dar
darah ah tidtidak ak memmemberberi i hashasil. il. TraTransfnsfusi usi dardarah ah yanyang g kadkadang ang--kadan
kadang g diulandiulang g beberabeberapa pa kali kali (Wikn(Wiknjosasjosastro, tro, 20032003: : 1457 1457--468).
468). 2.
Anemia pada wanita hamil yang disebabkan karena Anemia pada wanita hamil yang disebabkan karena sums
sumsum um tulantulang g kurankurang g mampu membuamampu membuat t sel-sesel-sel l darah baru.darah baru. Karena obat-obat penambah darah tidak memberi hasil, maka Karena obat-obat penambah darah tidak memberi hasil, maka sat
satu-su-satuatunya nya cara cara untuntuk uk memmemperperbaibaiki ki keakeadaadaan n penpenderderitaita ada
adalah lah tratransfnsfusi usi dardarah ah yanyang g sersering ing perperlu lu diudiulanlang g samsampaipai beberapa kali (Wiknjosastro, 2002: 456).
beberapa kali (Wiknjosastro, 2002: 456). 2.
2.1.1.55 PePengngararuuh Ah Anenemmiaia
Menurut Manuaba (1998), anemia berpengaruh pada yaitu Menurut Manuaba (1998), anemia berpengaruh pada yaitu 2.
2.1.1.5.5.11 BaBahahaya ya seselalama ma kekehahamimilalann
Dapat terjadi abortus, persalinan prematuritas, hambatan Dapat terjadi abortus, persalinan prematuritas, hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim, mudah terjadi infeksi, tumbuh kembang janin dalam rahim, mudah terjadi infeksi, an
ancacamman an ddekekoompmpenensasassi i kkororddis is (H(Hb b < < 6 6 ggr%r%), ), mmololaa hidatidosa, hiperemesis gravidarum, perdarahan antepartum, hidatidosa, hiperemesis gravidarum, perdarahan antepartum, Ketuban Pecah Dini (KPD)
Ketuban Pecah Dini (KPD) 2.
2.1.1.5.5.22 BaBahahaya sya saaaat pert persasalilinanann
Gangguan his-kekuatan mengejan, kala pertama dapat Gangguan his-kekuatan mengejan, kala pertama dapat berlangsung lama, kala dua berlangsung lama sehingga dapat berlangsung lama, kala dua berlangsung lama sehingga dapat
me
melelelalahkhkan an dadan n seseriring ng memememerlrlukukan an titindndakakan an opopererasasii kebidanan, kala ini dapat diikuti oleh retensio plasenta dan kebidanan, kala ini dapat diikuti oleh retensio plasenta dan perda
perdarahan postpartrahan postpartum um karena atonia uteri, karena atonia uteri, kala empat kala empat dapatdapat terjadi perdarahan postpartum sekunder dan atonia uteri.
terjadi perdarahan postpartum sekunder dan atonia uteri. 2
Te
Terjarjadi di susubibinvnvololususi i ututereri i memeninimbmbululkakan n peperdrdararahahanan pos
postpartutpartum, m, memudmemudahkan ahkan infekinfeksi si puerppuerperiumerium, , pengpengeluaraneluaran AS
ASI I beberkrkururanang, g, teterjrjadadi i dedekokompmpenensasasi si kokordrdis is memendndadadak ak set
setelah elah perpersalsalinainan, n, aneanemia mia kalkala a nifnifas, as, dan dan mudmudah ah terterjadjadii infeksi mammae.
infeksi mammae. 2.
2.1.1.5.5.44 BaBahahaya tya tererhahadadap jap janininn
Sekalipun tampaknya janin mampu menyerap berbagai Sekalipun tampaknya janin mampu menyerap berbagai keb
kebutuutuhan han dardari i ibuibunyanya, , tettetapi api dendengan gan aneanemia mia kemkemampampuanuan me
metatabobolilismsme e tutububuh h beberkrkururanang g sesehihingngga ga memengnggagangnggugu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Akibat pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Akibat anemia dapat terjadi gangguan dalam bentuk: abortus, terjadi anemia dapat terjadi gangguan dalam bentuk: abortus, terjadi kemati
kematian an intrauintrauterineterine, , persalpersalinan inan premaprematuritaturitas s tinggtinggi, i, beratberat badan lahir rendah, kelahiran dengan anemia, dapat terjadi badan lahir rendah, kelahiran dengan anemia, dapat terjadi cacat bawaan, bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian cacat bawaan, bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal, dan intelengensia rendah.
perinatal, dan intelengensia rendah.
2.2 BERAT BADAN LAHIR RENDAH 2.2 BERAT BADAN LAHIR RENDAH
2
Menurut Saifuddin (2002), berat badan lahir rendah adalah Menurut Saifuddin (2002), berat badan lahir rendah adalah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gr bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gr
(sampai dengan 2499 gram). (sampai dengan 2499 gram).
Menurut Manuaba (1998), berat badan lahir rendah (BBLR) Menurut Manuaba (1998), berat badan lahir rendah (BBLR) kar
karena ena terdterdapaapat t dua dua benbentuk tuk penpenyebyebab ab kelkelahiahiran ran dendengan gan berberatat badan kurang dari 2500 gram yaitu karena umur hamil kurang dari badan kurang dari 2500 gram yaitu karena umur hamil kurang dari 37 minggu, berat badan lebih rendah dari semestinya, sekalipun 37 minggu, berat badan lebih rendah dari semestinya, sekalipun umur cukup, atau karena kombinasi.
umur cukup, atau karena kombinasi.
Menurut Hanifa Wiknjosastro (2002), bayi berat badan lahir Menurut Hanifa Wiknjosastro (2002), bayi berat badan lahir rendah adalah bayi yang berat badan lahirnya kurang atau sama rendah adalah bayi yang berat badan lahirnya kurang atau sama dengan 2500 gram.
dengan 2500 gram. Ada 2 keadaan BBLR yaitu: Ada 2 keadaan BBLR yaitu:
2.
2.2.2.1.1.11 BaBayi layi lahihir r kekecicil karl karenena a kukurarang bung bulalan (prn (prememataturure)e) yaitu bayi lahir pada umur kehamilan antara 28 – 36 minggu. yaitu bayi lahir pada umur kehamilan antara 28 – 36 minggu. Bayi lahir kurang bulan mempunyai organ dan alat-alat tubuh Bayi lahir kurang bulan mempunyai organ dan alat-alat tubuh yan
yang g belbelum um berberfunfungsi gsi nonormarmal l untuntuk uk berbertahtahan an hidhidup up di di lualuar r rahim. Makin muda umur kehamilan, fungsi organ tubuh bayi rahim. Makin muda umur kehamilan, fungsi organ tubuh bayi makin kurang sempurna, prognosisnya juga semakin
makin kurang sempurna, prognosisnya juga semakin buruk.buruk. 2.
2.2.2.1.1.22 BaBayi lyi lahahir kir kececil uil untntuk muk masasa kea kehahamimilan lan (K(KMK) MK) yayaitituu ba
bayi yi lahlahir ir keckecil il akiakibat bat retaretardardasi si perpertumtumbuhbuhan an janjanin in daldalamam rah
rahim. Organ im. Organ dan alat-aldan alat-alat at tubtubuh uh baybayi i KMK sudah matanKMK sudah matangg (mature) dan berfungsi lebih baik dibandingkan dengan bayi (mature) dan berfungsi lebih baik dibandingkan dengan bayi lahir kurang bulan, walaupun berat badannya sama.
Penil
Penilaian aian terhadterhadap ap BBLR dilakukaBBLR dilakukan n dengadengan n cara cara menimmenimbangbang bayi pada saat lahir atau dalam 24 jam pertama.
bayi pada saat lahir atau dalam 24 jam pertama.
Dalam minggu pertama bayi akan turun, kemudian akan naik Dalam minggu pertama bayi akan turun, kemudian akan naik sesuai dengan umur bayi. Pada BBLR, penurunan berat badan dapat sesuai dengan umur bayi. Pada BBLR, penurunan berat badan dapat ter
terjadjadi i padpada a setsetiap iap saasaat, t, biabiasansanya ya disdisebaebabkabkan n karkarena ena ada ada masmasalaalahh dalam pemberian ASI, bayi menderita penyakit seperti infeksi bakteri, dalam pemberian ASI, bayi menderita penyakit seperti infeksi bakteri, diare, kelainan bawaan dan lain-lain
diare, kelainan bawaan dan lain-lain 2.2
2.2.2.2 KlaKlasifsifikaikasi si BerBerat at BadBadan an LahLahir ir RenRendahdah
Barkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya, bayi berat Barkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya, bayi berat badan lahir rendah dibedakan dalam:
badan lahir rendah dibedakan dalam: 2.2.
2.2.2.12.1 Bayi berat badBayi berat badan lahir rendaan lahir rendah (BBLR), berh (BBLR), berat lahir 1500 - 2500at lahir 1500 - 2500 gr.
gr. 2.
2.2.2.2.2.2 2 BaBayi byi beraerat lat lahihir sar sangngat rat renendadah (Bh (BBLBLSRSR), b), bererat lat lahahir ir < 1500 gr.
< 1500 gr. 2.2.
2.2.2.32.3 Bayi beraBayi berat badan laht badan lahir ekstreir ekstrem rendah (Bm rendah (BBLERBLER), berat lahi), berat lahir <r < 1000 gr.
1000 gr.
Berdasarkan atas timbulnya bermacam-macam problematik pada Berdasarkan atas timbulnya bermacam-macam problematik pada derajat prematuritas digolongkan dalam tiga kelompok (Usher, 1975): derajat prematuritas digolongkan dalam tiga kelompok (Usher, 1975):
2.2
2.2.2..2.11 BayBayi yang sangi yang sangat premat prematuature (extrre (extremeemely premly prematuature): 24 – 30re): 24 – 30 minggu. Bayi dengan masa gestasi 24 – 27 minggu masih minggu. Bayi dengan masa gestasi 24 – 27 minggu masih sa
sangngat at susukakar r hihidudup p terterututamama a di di nenegagara ra yayang ng bebelulum m atatauau sedang berkembang.
2.
2.2.2.2.2.22 BaBayi yi papada da dederarajajat t prprememataturure e yayang ng sesedadang ng (m(mododereratatelelyy premature) 31 – 36 minggu. Pada golongan ini kesanggupan premature) 31 – 36 minggu. Pada golongan ini kesanggupan untuk hidup jauh lebih baik dari golongan pertama dan gejala untuk hidup jauh lebih baik dari golongan pertama dan gejala sisa yang dihadapinya dikemudian hari juga lebih ringan asal sisa yang dihadapinya dikemudian hari juga lebih ringan asal saja pengelolaan terhadap bayi ini betul-betul intensif.
saja pengelolaan terhadap bayi ini betul-betul intensif. 2.2.
2.2.2.32.3 BordeBorderline prrline prematuemature: masa gere: masa gestasi 3stasi 37 – 38 m7 – 38 mingguinggu. Bayi in. Bayi inii mempunyai sifat-sifat premature dan matur.
mempunyai sifat-sifat premature dan matur.
Alat tubuh bayi yang lahir dengan berat badan lahir Alat tubuh bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah belum berfungsi seperti bayi normal. Oleh sebab itu ia rendah belum berfungsi seperti bayi normal. Oleh sebab itu ia mengalami lebih banyak kesulitan untuk hidup di luar uterus mengalami lebih banyak kesulitan untuk hidup di luar uterus ibu
ibunyanya. . MakMakin in penpendek dek masmasa a kehkehamiamilanlannya nya makmakin in kurkurangang sem
sempurpurna na perpertumtumbuhbuhan an alatalat-ala-alat t daldalam am tubtubuhnuhnya, ya, dendengangan ak
akibibat at mamakikin n mumudadahnhnya ya teterjarjadi di kokompmplilikakasi si dadan n mamakikinn tingginya angka kematiannya. Dalam hubungan ini sebagian tingginya angka kematiannya. Dalam hubungan ini sebagian be
besar sar kemkematiaatian n perperinainatal tal terterjadjadi i padpada a baybayi-bai-bayi yi yanyang g lahlahir ir dengan berat badan rendah
dengan berat badan rendah (Wiknjosastro, 2002: 775)(Wiknjosastro, 2002: 775)
Banyak istilah yang dipergunakan untuk menunjukkan bahwa Banyak istilah yang dipergunakan untuk menunjukkan bahwa bayi dengan kecil untuk masa kehamilan (KMK) menderita gangguan bayi dengan kecil untuk masa kehamilan (KMK) menderita gangguan pertumbuhan di dalam uterus (intrauterine growth retardation/IUGR) pertumbuhan di dalam uterus (intrauterine growth retardation/IUGR)
mu
mungngkikin n sasaja ja memempmpununyayai i beberarat t yayang ng titidadak k sesesusuai ai dedengngan an mamasasa gestasinya. Menurut (Ranfield, 1975) ada dua
gestasinya. Menurut (Ranfield, 1975) ada dua bentuk IUGR yaitu:bentuk IUGR yaitu: 2.2.
2.2.2.12.1 PropoProportionrtionate IUGR: jaate IUGR: janin yang mnin yang menderienderita distresta distress yang las yang lamama diman
sampai berbulan sebelum bayi lahir, sehingga berat, panjang sampai berbulan sebelum bayi lahir, sehingga berat, panjang dan
dan linlingkagkaran ran kepkepala ala daldalam am proproporporsi si yanyang g seiseimbambang ng akaakann tet
tetapi api keskeselueluruhruhannannya ya masmasih ih di di bawbawah ah masmasa a gesgestastasi i yanyangg sebenarnya.
sebenarnya. 2.
2.2.2.2.2.22 DiDispsproropoportirtiononatate e IUIUGRGR: : teterjarjadi di akakibibat at didiststresress s susubabakukut.t. Gan
Ganggugguan an terterjadjadi i bebbeberaperapa a minminggu ggu samsampai pai bebbeberaerapa pa harharii sebelum janin lahir. Pada keadaan ini panjang dan lingkaran sebelum janin lahir. Pada keadaan ini panjang dan lingkaran kep
kepala ala nornormal mal akaakan n tettetapi api berberat at tidtidak ak sessesuai uai dendengan masagan masa gestasi.
gestasi. Pa
Pada da babayi yi IUIUGR GR peperurubabahahan n titidadak k hahanynya a terterhahadadap p ukukururanan panjang, berat dan lingkaran kepala akan tetapi organ-organ di dalam panjang, berat dan lingkaran kepala akan tetapi organ-organ di dalam b
badadan an pupun n memenngagalalami mi ppereruubabahahan n mmisisalalnnya ya (D(Dririllllenen, , 1197975)5) menemukan berat otak, jantung, paru dan ginjal bertambah sedangkan menemukan berat otak, jantung, paru dan ginjal bertambah sedangkan berat hati, limpa, kelenjar adrenal dan thymus berkurang dibandingkan berat hati, limpa, kelenjar adrenal dan thymus berkurang dibandingkan bayi premature dengan berat yang sama (Wiknjosastro, 2002: 781 – bayi premature dengan berat yang sama (Wiknjosastro, 2002: 781 –
782). 782).
Ba
Bayi yi dedengngan an beberat rat babadadan n lalahihir r renrendadah h mumungngkikin n prpremematatururee (kurang bulan), mungkin juga cukup bulan (dismatur).
(kurang bulan), mungkin juga cukup bulan (dismatur). Beberapa penyakit yang berhubungan dengan prematuritas: Beberapa penyakit yang berhubungan dengan prematuritas: 2.2
2.2.2..2.11 SinSindrodrom m ganganggugguan an perpernafnafasaasan n idiidiopaopatik tik (pe(penyanyakit kit memmembrabrann hialin)
hialin) 2.2
2.2.2..2.22 PnePneumoumoni aspini aspirasrasi i karkarena refleena reflek k menmenelaelan n dan batudan batuk belumk belum sempurna.
2.2.
2.2.2.32.3 PerdarPerdarahan spahan spontan ontan dalam dalam vertikvertikal otak lal otak lateral, ateral, akibat akibat anoksanoksiaia otak (erat kaitannya dengan gangguan pernafasan)
otak (erat kaitannya dengan gangguan pernafasan) 2.2.
2.2.2.42.4 HiperbHiperbilirubilirubinemia inemia karena karena fungfungsi hasi hati beti belum mlum matang.atang. 2.
2.2.2.2.2.55 HiHipopotetermrmiaia
Beberapa penyakit yang berhubungan dengan dismaturitas: Beberapa penyakit yang berhubungan dengan dismaturitas: 2.2.
2.2.2.12.1 SindrSindrom om aspiraspirasi asi mekonmekoneumeum 2.2
2.2.2..2.22 HipHipogloglikeikemiamia 2.2
2.2.2..2.33 HipHiperberbiliilirubrubineinemiamia 2.
2.2.2.2.2.44 HiHipopotetermrmiaia BBL
BBLR R sansangat gat renrentan tan terterhadhadap ap hiphipoteotermirmia a dan dan infinfekseksi. i. OlehOleh karena itu bayi dengan berat badan lahir rendah mempunyai risiko karena itu bayi dengan berat badan lahir rendah mempunyai risiko kematian tinggi (Saifuddin, 2002).
kematian tinggi (Saifuddin, 2002).
Prognosisnya bayi berat badan lahir rendah tergantung dari berat Prognosisnya bayi berat badan lahir rendah tergantung dari berat rin
ringangannynya a masmasalaalah h perperinainataltal, , proprognognosis sis ini ini jugjuga a tergtergantantung ung dardarii keadaan sosial ekonomi, pendidikan orang tua dan perawatan pada keadaan sosial ekonomi, pendidikan orang tua dan perawatan pada saat kehamilan, persalinan dan postnatal (pengaturan suhu lingkungan, saat kehamilan, persalinan dan postnatal (pengaturan suhu lingkungan, re
resususisitatasisi, , mamakakananan, n, memencncegegah ah ininfefeksksi, i, memengngatatasasi i gagangngguguanan pernafasan, asfiksia, hiperbilirubinemia, hiperglikemia dan lain-lain. pernafasan, asfiksia, hiperbilirubinemia, hiperglikemia dan lain-lain. Bila bayi berat lahir rendah ini dapat mengatasi problematik yang Bila bayi berat lahir rendah ini dapat mengatasi problematik yang d
dititererimimananyya, a, mamakka a ppererlu lu didiamamatati i sselelananjujutntnya ya ooleleh h kakarerenana ke
kemumungngkikinanan n babayi yi inini i akakan an memengngalalamami i gagangngguguan an pependndenengagaranran,, penglihatan, kognitif, fungsi motor susunan syaraf pusat dan
penyakit- p
penenyayakikit t sesepepertrti i hihidrdrososefefalalusus, , cecererebrbral al papalslsy y dadan n sesebabagagaininyaya (Wiknjosastro, 2002: 783).
(Wiknjosastro, 2002: 783). 2.2
2.2.3.3 FakFaktortor-fak-faktor Pentor Penyebyebab Terab Terjadjadinyinya Berat Bada Berat Badan Lahan Lahir Rendir Rendahah 2.2
2.2.3..3.11 FakFaktor tor ibuibu
Gizi saat hamil yang kurang, umur kurang dari 20 tahun Gizi saat hamil yang kurang, umur kurang dari 20 tahun atau di atas 35 tahun, jarak hamil dan bersalin terlalu dekat, atau di atas 35 tahun, jarak hamil dan bersalin terlalu dekat, p
penenyayakikit t memenanahuhun n ibibu u (h(hipiperertetensnsi, i, jajantntunung, g, totoksksememiaia gra
gravidvidaruarum, m, nefnefritritis is akuakut, t, diadiabetbetes es melmellitulitus, s, ginginjaljal, , infinfekseksii TOR
TORCHCH, , gangangggguan uan pempembulbuluh uh dardarah)ah), , perperokookok, k, pempeminuinumm alkohol, pecandu narkotik, faktor pakerja yang terlalu berat, alkohol, pecandu narkotik, faktor pakerja yang terlalu berat, perkawinan yang tidak sah, golongan sosial ekonomi rendah. perkawinan yang tidak sah, golongan sosial ekonomi rendah. 2.2.
2.2.3.23.2 FaktoFaktor r kehamkehamilanilan Ham
Hamil il dendengan gan hidhidramramnionion, n, hamhamil il ganganda, da, perperdardarahaahann an
antetepapartrtum um (s(sololususio io plplasasenenta ta dadan n plplasasenenta ta prpreveviaia), ), dadann kom
kompliplikaskasi i hamhamil il (pr(preekeeklamlampsipsia/eka/eklamlampsipsia, a, ketketubauban n pecpecahah dini)
dini) 2.2
2.2.3..3.33 FakFaktor jator janinnin Hi
Hidrdramamninionon, , kekehahamimilalan n gagandnda, a, kekelailainanan n krkromomososomom (Sindrom Turner dan Trisomi 21, 18, 13) dan
(Sindrom Turner dan Trisomi 21, 18, 13) dan lain-lain.lain-lain. 2.2.
2.2.3.43.4 FaktoFaktor r LingLingkungkunganan
Tempat tinggal di dataran tinggi, radiasi , dan zat-zat racun. Tempat tinggal di dataran tinggi, radiasi , dan zat-zat racun. (Manuaba, 1998: 326-327; Rayburn, 1998: 139;
2.
2.2.2.44 MaMasasalah lah yayang png perlerlu diu dipeperhrhatatikikanan 2.2
2.2.4..4.11 SuhSuhu tubuhu tubuh Pus
Pusat at penpengatgatur ur panpanas as badbadan an masmasih ih belbelum um semsempurpurna.na. Lu
Luas as babadadan n babayi yi rerelalatitif f bebesasar r sesehihingngga ga pepengnguauapapannnnyaya bertambah. Otot bayi masih lemah. Lemak kulit dan lemak bertambah. Otot bayi masih lemah. Lemak kulit dan lemak
co
coklklat at kukurarangng, , sesehihingngga ga cecepapat t kekehihilalangngan an papananas s babadadan.n. Kemampuan metabolisme panas masih rendah sehingga bayi Kemampuan metabolisme panas masih rendah sehingga bayi deng
dengan an berat badan lahir berat badan lahir rendah perlu diperhatirendah perlu diperhatikan agar kan agar tidak tidak tteerrllaallu u bbaannyyaak k kkeehhiillananggaan n ppaannaas s bbaaddaan n ddaan n ddaappaatt dipertahankan sekitar 36
dipertahankan sekitar 3600C sampai 37C sampai 3700C.C.
2.2
2.2.4..4.22 PerPernapnapasaasann
Pusat pengatur pernapasan belum sempurna. Surfaktan Pusat pengatur pernapasan belum sempurna. Surfaktan pa
paru-ru-parparu u masmasih ih kurkurang ang sehsehingingga ga perperkemkembanbangangannya nya tidtidak ak se
sempmpururnana. . OtOtot ot pepernrnapapasasan an dadan n tutulalang ng igiga a lelemamah. h. DaDapapatt dis
disertertai ai penpenyakyakit: it: penpenyakyakit it hiahialin lin memmembrabran, n, mudmudah ah infinfekseksii paru-paru, gagal pernapasan.
paru-paru, gagal pernapasan. 2.2.
2.2.4.34.3 Alat peAlat pencernancernaan makanan makananan Be
Belulum m beberfrfunungsgsi i sesempmpururna na sesehihingngga ga pepenynyererapapanan mak
makanaanan n dendengan gan banbanyak yak lemlemah ah ataatau u kurkurang ang baibaik. k. AktAktiviivitastas oto
otot t penpencercernaanaan n makmakanaanan n masmasih ih belbelum um semsempupurna rna sehsehinginggaga pengosongan lambung berkurang. Mudah terjadi regurgitasi isi pengosongan lambung berkurang. Mudah terjadi regurgitasi isi
lambung dan dapat menimbulkan aspirasi pneumonia. lambung dan dapat menimbulkan aspirasi pneumonia.
2.2.
2.2.4.44.4 Hepar yanHepar yang belum matag belum matang (immatng (immature)ure) Mud
Mudah ah menmenimbimbulkulkan an ganganggugguan an pempemecaecahan han bilbiliruirubinbin,, sehin
sehingga gga mudah mudah terjadterjadi i hiperbhiperbilirubilirubinemia inemia (kuni(kuning) ng) sampasampaii ikterus.
ikterus. 2.2.
2.2.4.54.5 GinjaGinjal masih belum matanl masih belum matang (immatureg (immature)) Kemamp
Kemampuan uan mengamengatur tur pembupembuangan angan sisa sisa metabmetabolismolismee dan air masih belum sempurna.
dan air masih belum sempurna. 2.2.
2.2.4.64.6 PerdarPerdarahan dahan dalam otalam otak ak
Pembuluh darah bayi prematur masih rapuh dan mudah Pembuluh darah bayi prematur masih rapuh dan mudah pe
pecahcah. . SerSering ing menmengalgalami ami ganganggugguan an perpernapnapasaasan, n, sehsehinginggaga memu
memudahkadahkan n terjadterjadinya inya perdaperdarahan rahan dalam otak. dalam otak. PerdarPerdarahanahan dalam otak memperburuk keadaan dan menyebabkan kematian dalam otak memperburuk keadaan dan menyebabkan kematian bayi.
bayi. Pe
Pembmberierian an okoksisigegen n bebelulum m mamampmpu u didiatatur ur sesehihingnggaga mempermudah terjadi perdarahan dan nekrosis.
mempermudah terjadi perdarahan dan nekrosis. (Manuaba, 1998: 327-328)
(Manuaba, 1998: 327-328) 2.
2.2.2.55 PePenanatatalalaksksananaaaann 2.2.
2.2.5.15.1 PengaPengaturan turan suhusuhu
Bayi prematuritas dengan cepat akan kehilangan panas Bayi prematuritas dengan cepat akan kehilangan panas bada
badan n dan dan menjamenjadi di hipohipotermia karena termia karena pusapusat t pengapengaturan panasturan panas badan belum berfungsi dengan baik, metabolismenya rendah, badan belum berfungsi dengan baik, metabolismenya rendah,
da
pr
premaematurturitaitas s harharus us dirdirawat awat di di daldalam am inkinkubaubator tor (Ma(Manuanuaba,ba, 1998: 328).
1998: 328). 2.2
2.2.5..5.22 MakMakanaanan bayin bayi Ala
Alat t penpencercernaanaan n baybayi i masmasih ih belbelum um semsempurpurna na sepsepertierti refleks isap, telan dan batuk, kapasitas lambung masih sedikit, refleks isap, telan dan batuk, kapasitas lambung masih sedikit, da
daya ya enenzizim m pepencncerernanaan an teterurutatama ma lilipapase se mamasisih h kukurarangng,, sed
sedangangkan kan kebkebutuutuhan han proproteitein n 3-5 3-5 gr/gr/kgBkgBB B dan dan kalkalori ori 110110 ka
kal/l/kgkgBB BB agagar ar beberarat t babadadan n bebertrtamambabah h sesebabaikik-b-baiaiknknyaya.. Pemberian minum dimulai pada waktu bayi berumur 3 jam Pemberian minum dimulai pada waktu bayi berumur 3 jam agar bayi tidak menderita hipoglikemia dan hiperbilirubinemia. agar bayi tidak menderita hipoglikemia dan hiperbilirubinemia. Karena reflek isap masih lemah sehingga pemberian minum Karena reflek isap masih lemah sehingga pemberian minum sebaiknya sedikit demi sedikit tetapi frekuensi lebih sering sebaiknya sedikit demi sedikit tetapi frekuensi lebih sering
ASI merupakan makanan yang
ASI merupakan makanan yang palinpaling g utama sehinggutama sehinggaa ASI yang paling dahulu diberikan. Bila faktor mengisapnya ASI yang paling dahulu diberikan. Bila faktor mengisapnya kurang maka ASI dapat diperas diminumkan dengan sendok kurang maka ASI dapat diperas diminumkan dengan sendok perlahan-lahan atau dengan memasang sonde menuju lambung. perlahan-lahan atau dengan memasang sonde menuju lambung.
Per
Permulmulaan aan caicairan ran yanyang g dibdiberikerikan an seksekitar itar 200 200 cc/cc/kgBkgBB/hB/hariari (Manuaba, 1998: 328 - 329).
(Manuaba, 1998: 328 - 329). 2.2.
2.2.5.35.3 MenghMenghindari indari infeksinfeksii
Bayi BBLR mudah sekali terkena infeksi, karena daya tahan Bayi BBLR mudah sekali terkena infeksi, karena daya tahan tubuh yang masih lemah, kemampuan leukosit masih kurang tubuh yang masih lemah, kemampuan leukosit masih kurang dan pembentukkan antibodi belum sempurna oleh karena itu dan pembentukkan antibodi belum sempurna oleh karena itu upaya preventif sudah dilakukan sejak pengawasan antenatal upaya preventif sudah dilakukan sejak pengawasan antenatal
seh
sehingingga ga tidtidak ak terjterjadi adi perpersalsalinainan n BBLBBLR. R. DenDengan gan demdemikiikianan pe
perawarawatan tan dan dan penpengawgawasaasan n baybayi i BBLBBLR R secasecara ra khukhusus sus dandan terisolasi dengan baik (Manuaba, 1998: 329).
terisolasi dengan baik (Manuaba, 1998: 329). 2.2
2.2.6.6 PenPengawgawasaasan Wann Wanita Haita Hamil damil dalam Uplam Upaya Paya Pencencegaegahan Bhan BBLR BLR
Menurut Wiknjosastro (2002), tujuan pengawasan wanita hamil ialah Menurut Wiknjosastro (2002), tujuan pengawasan wanita hamil ialah menyiapkan wanita hamil sehat fisik dan mental,
menyiapkan wanita hamil sehat fisik dan mental, serta menyelamatkanserta menyelamatkan ibu dan
ibu dan anak dalam kehamilan, masa nifas anak dalam kehamilan, masa nifas sehinsehingga keadaan merekagga keadaan mereka postpartum sehat dan normal tidak hanya fisik akan tetapi juga mental. postpartum sehat dan normal tidak hanya fisik akan tetapi juga mental.
Ini berarti dalam antenatal care harus diusahakan agar: Ini berarti dalam antenatal care harus diusahakan agar:
2
2.2.2.6.6..11 WaWaninita ta hhamamil il ssamampapai i akakhhir ir kkehehamamililan an ssekekururanang- g-kurangnya harus sama sehatnya atau lebih sehat.
kurangnya harus sama sehatnya atau lebih sehat. 2.
2.2.2.6.6.22 AdAdananya keya kelalaininan fisan fisik atik atau psau psikikolologogis yais yang hang haruruss ditemukan dini dan diobati.
ditemukan dini dan diobati. 2.
2.2.2.6.6.33 WaWaninita hata hamimil l memelalahihirkrkan taan tanpnpa a kekesusulilitatan n dadan bayn bayii yang dilahirkan sehat fisik dan mental.
yang dilahirkan sehat fisik dan mental. Per
Perlu lu adaadanya nya pempemerieriksaksaan an terteratuatur, r, makmakin in tua tua kehkehamiamilanlannyanya makin cepat pemeriksaan harus diulang. Hal ini tergantung pula pada makin cepat pemeriksaan harus diulang. Hal ini tergantung pula pada apa yang ditemukan pada pemeriksaan, umpamanya seorang wanita apa yang ditemukan pada pemeriksaan, umpamanya seorang wanita hamil dengan kelainan jantung, hipertensi atau diabetes mellitus harus hamil dengan kelainan jantung, hipertensi atau diabetes mellitus harus lebih sering diperiksa ulang daripada seorang ibu yang sehat tanpa lebih sering diperiksa ulang daripada seorang ibu yang sehat tanpa kelainan (Taber ben-zion, 1994).
kelainan (Taber ben-zion, 1994). Penga
Pengawasan antenatal wasan antenatal membememberikan rikan manfamanfaat at dengdengan an berbagberbagaiai k
diperhitungkan dan dipersiapkan langkah-langkah dalam pertolongan diperhitungkan dan dipersiapkan langkah-langkah dalam pertolongan p
persersalialinanannnnyaya. . DiDikeketatahuhui i babahwhwa a jajaninin n dadalalam m rarahihim m dadan n ibibununyaya me
merurupapakakan n sasatu tu kekesasatutuan an yayang ng sasaliling ng memempmpenengagaruruhihi, , sesehihingnggaga k
kesesehehatatan an ibibu u yayanng g ooptptimimal al akakan an memennininggkakatktkan an kkesesehehatatanan,, pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu hamil dianjurkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pengawasan antenatal sebanyak 4 kali, yaitu pada setiap melakukan pengawasan antenatal sebanyak 4 kali, yaitu pada setiap trimester, sedangkan trimester terakhir sebanyak dua kali.
trimester, sedangkan trimester terakhir sebanyak dua kali.
Dengan adanya pengawasan antenatal maka jadwal pemeriksaan Dengan adanya pengawasan antenatal maka jadwal pemeriksaan adalah sebagai berikut:
adalah sebagai berikut: 2.2
2.2.6..6.11 PemPemerieriksaksaan Pertaan Pertamama Pe
Pememeririksksaaaan n pepertrtamama a didilaklakukukan an sesetetelalah h didikeketatahuhuii terlambat haid
terlambat haid 2.2
2.2.6..6.22 PemPemerieriksaksaan ulaan ulangng
Setiap bulan sampai umur kehamilan 6 – 7
Setiap bulan sampai umur kehamilan 6 – 7 bulan, setiapbulan, setiap dua minggu sampai kehamilan berumur 8 bulan dan setiap dua minggu sampai kehamilan berumur 8 bulan dan setiap sat
satu u minminggu sejak ggu sejak umuumur r hamhamil il 8 8 bulbulan an samsampai pai terterjadjadinyinyaa persalinan.
persalinan. 2.2.
2.2.6.36.3 PersalPersalinan khusuinan khusus bila terdapat keluhans bila terdapat keluhan-keluh-keluhan tertentuan tertentu.. Jad
Jadwal wal melmelakuakukan kan pempemerieriksaksaan an antantenaenatal tal carcare e sebsebanyanyak ak 1212 sam
sampai pai 13 13 kalkali i selselama ama hamhamil. il. Di Di negnegara ara berberkemkembanbang g pempemerieriksaksaanan antenatal dilakukan sebanyak empat kali sudah cukup sebagai kasus antenatal dilakukan sebanyak empat kali sudah cukup sebagai kasus tercatat.
Keuntungan antenatal care sangat besar karena dapat mengalami Keuntungan antenatal care sangat besar karena dapat mengalami b
berberbagagai ai ririsisiko ko dadan n kokompmplilikakasi si hahamimil l sesehihingngga ga ibibu u hahamimil l dadapapatt diarahkan untuk melakukan rujukan ke rumah sakit. Untuk evaluasi diarahkan untuk melakukan rujukan ke rumah sakit. Untuk evaluasi keadaan dan kemajuan inpartu dipergunakan partograf
keadaan dan kemajuan inpartu dipergunakan partograf menurut WHO,menurut WHO, sehingga pada saat mencapai garis waspada penderita sudah dapat sehingga pada saat mencapai garis waspada penderita sudah dapat dirujuk ke rumah sakit (Manuaba,
BAB III BAB III
METODE PENELITIAN METODE PENELITIAN
3.
3.11 KEKERARANGNGKA KONKA KONSESEPP
V
Vaarriiaabbeel l BBeebbaas s VVaarriiaabbeel l TTeerriikkaatt
Gambar 2. Kerangka Konsep Gambar 2. Kerangka Konsep
3.
3.22 HIHIPOPOTETESISISS Ad
Ada a hubhubungungan an antantara ara kadkadar ar hemhemogloglobiobin n renrendah dah padpada a ibu ibu berbersalsalinin dengan berat badan lahir rendah di Rumah Sakit Umum Banyumas.
dengan berat badan lahir rendah di Rumah Sakit Umum Banyumas.
3.3
3.3 DEFDEFINIINISI OPESI OPERASRASIONIONALAL 3.2.1 Anemia ibu bersalin 3.2.1 Anemia ibu bersalin
D
Deeffiinniissii : : iibbu bu beerrssaalliin yn yaanng kg kaaddaar hr heemmoogglloobbiinnnnyya ka kuurraanng dg daarrii 11 gr%
11 gr% A
Allaat t uukkuurr : : AAllaat t ppeerriikkssa a ddaarraah h oottoommaattiis s ddi i llaabboorraattoorriiuum m RRSSUU Banyumas atau spektrofotometer
Banyumas atau spektrofotometer C
Caarra a uukkuurr : : DDaarraah h ddiimmaassuukkkkaan n kke e ddaallaam m ttaabbuunng g llaallu u ddiipprroosseess dengan cara elektronik.
dengan cara elektronik. H
Haassiil l uukkuur r : A: Anneemmiiaa : : < < 111 1 ggrr%% A
Tidak
Tidak anemia anemia : > : > 11 11 gr%gr% Skala
Skala ukur ukur : : OrdinalOrdinal
3.2.2 Bayi Berat Badan Lahir Rendah 3.2.2 Bayi Berat Badan Lahir Rendah
D
Deeffiinniissii : B: Baayyi bi baarru lu laahhiir dr deennggaan bn beerraat bt baaddaan kn kuurraanng dg daarri 2i 2550000 gr.
gr. C
Caara ra uukkuurr : : BBaayyi i ddiilleettakakkkaan n ddi i aattaas s ttiimmbbanangganan.. Alat
Alat ukur ukur : : Timbangan Timbangan bayibayi H
Hasasil il uukukurr : B: Bayayi bi bererat at babaddan an lalahhir ir rerenndadah (h (BBBBLLRR): ): < 2< 250500 g0 gr r Bayi berat badan lahir normal (BBLN): > 2500 gr Bayi berat badan lahir normal (BBLN): > 2500 gr S
Skkaalla a uukkuurr : : oorrddiinnaall
3.4
3.4 JENJENIS IS PENPENELIELITIATIANN
Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik yaitu penelitian yang Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik yaitu penelitian yang mencoba menganalisa fenomena kesehatan itu terjadi (Notoatmodjo, 2002: mencoba menganalisa fenomena kesehatan itu terjadi (Notoatmodjo, 2002: 145).
145).
Metode ini menggunakan pendekatan
Metode ini menggunakan pendekatan retrospectivretrospectiv yaitu efek (penyakityaitu efek (penyakit atau status kesehatan) diidentifikasi pada saat itu juga, kemudian faktor risiko atau status kesehatan) diidentifikasi pada saat itu juga, kemudian faktor risiko dii
diidendentifitifikaskasi i adaadanya nya ataatau u terjterjadiadinya nya padpada a wakwaktu tu berbersalsalin in (No(Notoatoatmotmodjodjo,, 2002: 150).
2002: 150).
3.3 POPULASI DAN SAMPEL 3.3 POPULASI DAN SAMPEL
Populasi adalah objek penelitian atau objek yang diteliti dan sebagian Populasi adalah objek penelitian atau objek yang diteliti dan sebagian y
yanang g didiamambbil il ddarari i kekesseleluururuhhan an obobjejek k yyanang g ddititelelititi i didissebebut ut ssamampepell (Notoatmodjo, 2002: 79).
(Notoatmodjo, 2002: 79). Dal
Dalam am penpenelielitian tian ini ini poppopulaulasinsinya ya adaadalah lah semsemua ua ibu ibu berbersalsalin in yanyangg melahirkan di Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 yang memenuhi melahirkan di Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 yang memenuhi kri
kriteriteria a inkinkluslusi i dan dan eksekskluklusi, si, dan dan tekteknik nik penpengamgambilbilan an samsampelpelnya nya adaadalahlah menggunakan
menggunakan total sampling total sampling ..
3.4
3.4 KRITERIA KRITERIA INKLUSI INKLUSI DAN EKSKLDAN EKSKLUSIUSI Kri
Kriteriteria a inkinkluslusi i padpada a penpenelielitian tian ini ini adaadalah lah kehkehamiamilan lan tuntunggaggal, l, umuumur r kehamilan 37 minggu atau lebih dihitung dari haid pertama haid terakhir. kehamilan 37 minggu atau lebih dihitung dari haid pertama haid terakhir. Kr
Krititereria ia ekeksksklulusi si adadalalah ah ibibu u bebersrsalalin in dedengngan an kakadadar r Hb Hb nonormrmal al yayangng melahirkan berat badan lahir normal, kehamilan dengan komplikasi seperti melahirkan berat badan lahir normal, kehamilan dengan komplikasi seperti pr
preekeeklamlamsi, si, ekleklamsamsia, ia, penpenyakyakit it janjantuntung, g, penpenyakyakit it ginginjaljal, , penpenyakyakit it hathati,i, diabetes mellitus, perdarahan antepartum, penyakit kronis lain, dan penyakit diabetes mellitus, perdarahan antepartum, penyakit kronis lain, dan penyakit darah.
darah.
3.5 METODE PENGUMPULAN DATA 3.5 METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam penelitian ini digunakan data sekunder yaitu pengumpulan data Dalam penelitian ini digunakan data sekunder yaitu pengumpulan data diperoleh dari orang lain atau data rekam medik di Rumah Sakit Umum diperoleh dari orang lain atau data rekam medik di Rumah Sakit Umum Banyumas dan bukan dilakukan oleh peneliti sendiri.
Banyumas dan bukan dilakukan oleh peneliti sendiri.
3.6 PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 3.6 PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA
1
1.. PPeennggoollaahhaan n DDaattaa Da
Data ta sesekukundnder er yayanng g tetelalah h didikkumumpupulklkan an kkememuudidian an ddioiolalahh mengg
menggunakaunakan n progrprogram am kompkomputer uter analis data. analis data. TahapTahapan an pengopengolahan datalahan data meliputi :
meliputi :
aa.. EEddiittiinngg Ya
Yaititu u memenynyelelekeksi si dadata ta yayang ng susudadah h mamasusuk k ununtutuk k memenjnjamiaminn validitas data.
validitas data. b
b.. KKooddiinngg Yai
Yaitu tu pempemberberian ian kodkode-ke-kode ode padpada a datdata a untuntuk uk memmemperpermudmudahah proses pengolahan data.
proses pengolahan data. cc.. SSkkoorriinngg
Yai
Yaitu tu proproses ses pempemberberian ian nilnilai ai padpada a datdata a jawjawabaaban n resprespondondenen untuk memudahkan entry data.
untuk memudahkan entry data. d
d.. EEnnttrry y DDaattaa Yai
Yaitu tu proproses ses memmemasuasukan kan datdata a ke ke daldalam am komkomputputer er sehsehinginggaga dapat dianalisis dengan menggunakan program komputer analis data dapat dianalisis dengan menggunakan program komputer analis data.. ee.. TTaabbuullaattiinngg
Yaitu mengelompokkan data sesuai dengan tujuan analisis data Yaitu mengelompokkan data sesuai dengan tujuan analisis data dan disajikan melalui tabel.
dan disajikan melalui tabel.
2
aa.. AAnnaalliissiis s UUnniivvaarriiaatt
Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik ibu Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik ibu yang melahirkan di Rumah Sakit
yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Banyumas.Umum Banyumas. b
b.. AAnnaalliissiis s BBiivvaarriiaatt
Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hub
hubungungan an diadiantantara ra dua dua varvariabiable le yaiyaitu tu varvariabiable le bebbebas as dan dan varvariabiablele terikat dengan menggunakan uji korelasi dengan skala ordinal dengan terikat dengan menggunakan uji korelasi dengan skala ordinal dengan menggunakan
menggunakanSpearman’s Rho.Spearman’s Rho. Rumus
RumusSpearman’s RhoSpearman’s Rho adalah sebagai berikut :adalah sebagai berikut :
R R zz= 1 -= 1 -)) 1 1 (( 6 6 2 2 2 2 − −
∑
∑
N N N N d d Keterangan : Keterangan : RR zz = koefisien korelasi Spearman’s Rho= koefisien korelasi Spearman’s Rho
d
d = = selisih selisih pengamatan pengamatan tiap tiap pasang pasang dalam dalam urutanurutan N
N = = besar besar sampelsampel
Kriteria yang digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan adalah Kriteria yang digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan adalah (Alhusin Syahri, 2003):
(Alhusin Syahri, 2003):
aa.. SSaannggaat t rreennddaahh, , hhaammppiir r ttiiddaak k adadaa : : 00,,000 0 – – 00,,2200 b
b.. SSaannggaat t rreennddaahh : : 00,,221 1 – – 00,,4400 cc.. SSeeddaanngg : : 0,,40 41 1 – – 00,,6600 d
d.. CCuukkuup p ttiinnggggii : : 00,,661 1 – – 00,,8800 ee. T. Tiinnggggii : : 0,,80 81 1 – – 11,,0000
BAB IV BAB IV
GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN DAN GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
4
4..1 Gambaran Umum Obyek Penelitian1 Gambaran Umum Obyek Penelitian
Rumah Sakit Umum Banyumas merupakan rumah sakit tipe B yang Rumah Sakit Umum Banyumas merupakan rumah sakit tipe B yang terletak di jalan Rumah Sakit No.1 Banyumas, yang merupakan rumah sakit terletak di jalan Rumah Sakit No.1 Banyumas, yang merupakan rumah sakit rujukan juga sebagai rumah sakit pendidikan dan merupakan lahan praktek rujukan juga sebagai rumah sakit pendidikan dan merupakan lahan praktek mah
mahasiasiswa swa kedkedoktokteraeran n UGMUGM, , AKBAKBID ID YLPYLPP P PurPurwokwokertoerto, , AKBAKBID ID PemPemdada Cilacap, AKPER Kesdam Diponegoro Semarang, AKPER Muhammadiyah Cilacap, AKPER Kesdam Diponegoro Semarang, AKPER Muhammadiyah Gombo
Gombong, ng, AKPER Yakpermas AKPER Yakpermas PurwoPurwokerto, AKPER kerto, AKPER SeruliSerulingmas Cilacap,ngmas Cilacap, AKP
AKPER ER Al Al IrsIrsyad yad Al-iAl-islaslamiymiyah ah CilCilacaacap, p, DIIDIII I AkuAkuntantansi nsi UNSUNSOEDOED, , DIIDIIII Keperaw
Keperawatan atan MuhamMuhammadiyamadiyah h PurwoPurwokerto, Kerjasama kerto, Kerjasama dikladiklat, t, STIKes BinaSTIKes Bina Cipta Husada Purwokerto, Poltekkes DIII Kesehatan Lingkungan Purwokerto, Cipta Husada Purwokerto, Poltekkes DIII Kesehatan Lingkungan Purwokerto, Pol
Poltektekkes kes DIII DIII OkuOkupaspasi i terterapi api SuSurakrakartaarta, , PolPoltektekkes kes DIIDIII I GizGizi i SemSemaranarang,g, Poltek
Poltekkes kes DIII DIII RadioRadiografer Semarang, Poltekkegrafer Semarang, Poltekkes s SemarSemarang ang PrograProgram m studistudi Kep
Keperawerawataatan n PuPurworwokerkerto, to, ProProgragram m StuStudi di IlmIlmu u Gizi Gizi UGMUGM, , ProProgragram m stustudidi Psikolog UNS, dan kerjasama diklat dengan BPTP Kesehatan Jawa Tengah Psikolog UNS, dan kerjasama diklat dengan BPTP Kesehatan Jawa Tengah (Gombong).
(Gombong).
Kapasitas tempat tidur sebanyak 283 tempat tidur dengan 17 macam dr. Kapasitas tempat tidur sebanyak 283 tempat tidur dengan 17 macam dr. spesialis yaitu spesialis penyakit dalam, anak, bedah umum, obsgyn, THT, spesialis yaitu spesialis penyakit dalam, anak, bedah umum, obsgyn, THT, mat
mata, a, syasyaraf, raf, kulkulit it dan dan kelkelamiamin, n, aneanestestesi, si, radradiogiografirafi, , jiwjiwa, a, bedbedah ah tultulangang,, jantung, patologi klinik gigi, bedah syaraf dan rehabilitasi medik. Sedangkan jantung, patologi klinik gigi, bedah syaraf dan rehabilitasi medik. Sedangkan
tenaga yang ada yaitu: tenaga yang ada yaitu:
4
4..11..1 1 ddrr. . ssppeessiiaalliiss : : 227 7 oorraanngg 4.1.2
4
4..11..3 3 ppeerraawwaatt : : 22220 0 oorraanngg 4
4..11..4 4 bbiiddaann : 2: 21 1 oorraanngg 4
4..11..5 5 nnoon n mmeeddiiss : : 22118 8 oorraanngg
4.2
4.2 Hasil Hasil PenelitianPenelitian
Tabel 4.1 Tabel 4.1
Distribusi Responden Berdasarkan Umur Ibu yang Bersalin di
Distribusi Responden Berdasarkan Umur Ibu yang Bersalin di Rumah SakitRumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005
Umum Banyumas Tahun 2005 U
Ummuurr JJuummllaahh PPrroosseennttaassee < < 2200 TTaahhuunn 99 44 2 200--3355 TTaahhuunn 119900 8844,,88 > > 3355 ttaahhuunn 2255 1111,,22 JJuummllaahh 222244 110000
Sumber: Data Sekunder Rekam Medis Sumber: Data Sekunder Rekam Medis
Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 190 responden (84,8 %) umur Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 190 responden (84,8 %) umur reponden adalah 20 - 35 tahun, 25 responden (11,2 %) adalah > 35 tahun reponden adalah 20 - 35 tahun, 25 responden (11,2 %) adalah > 35 tahun sedangkan 9 responden (4 %) adalah < 20 tahun.
sedangkan 9 responden (4 %) adalah < 20 tahun. Tabel 4.2
Tabel 4.2
Distribusi Responden Berdasarkan Paritas Ibu yang Bersalin di Rumah Sakit Distribusi Responden Berdasarkan Paritas Ibu yang Bersalin di Rumah Sakit
Umum Banyumas Tahun 2005 Umum Banyumas Tahun 2005 P
Paarriittaass JJuummllaahh PPrroosseennttaassee <
< 44 aannaakk 119933 8866,,22
>
>44 aannaakk 3311 1133,,88
JJuummllaahh 222244 110000,,00 Sumber: Data Sekunder Rekam Medis
Sumber: Data Sekunder Rekam Medis
Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Dari tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar responden di Rumah Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 193 responden (86,2 %) paritas Sakit Umum Banyumas Tahun 2005 adalah 193 responden (86,2 %) paritas responden adalah < 4 anak dan 31 orang (13,8 %) responden adalah > 4 anak. responden adalah < 4 anak dan 31 orang (13,8 %) responden adalah > 4 anak.
Tabel 4.3 Tabel 4.3