METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
H. Pengolahan Data
Data yang diteliti berupa data primer yang dikumpulakan oleh peneliti sendiri dengan cara mengisi kusioner langsung pada responden. Data mentah yang telah terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan teknik analisis data secara kuantitatif dengan menggunakan skala likert. Berdasarkan fakta atau kejadian di lapangan, skala likert digunakan untuk menjabarkan indikator variabel dari variabel yang akan diukur, kemudian indikator tersebut dijadikan titik tolak untuk menyusun bagian-bagian instrument yang dapat berupa pertanyaan dan pernyataan. Jawaban dari setiap bagian instrument yang menggunakan skala likert mempunyai pertanyaan yang diajukan kepada responden diberi gradasi dari sangat puas, puas, cukup puas, tidak puas, sangat tidak puas atau gradasi lain yang disesuaikan dengan pertanyaan kuesioner yang diajukan. Pemberian skor dimulai dari skor tertinggi dengan skor 5 hingga terendah dengan skor 1. Klasifikasi sebutan dengan kategori tersebut sebagai berikut:
1. Sangat puas diberi skor 5 2. Puas diberi skor 4
3. Cukup puas diberi skor 3 4. Tidak puas diberi skor 2 5. Sangat tidak puas diberi skor 1
Untuk mengetahui kepuasan pasien pada setiap pertanyaan digunakan rumus:
Kepuasan Pasien = ππππ ππππππβππ
ππππ ππππ ππππΓ 100%
Hasil yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.
Selanjutnya untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Sukajadi dapat diklasifikasikan kedalam lima kategori:
1. Sangat Puas skor 81%-100%
2. Puas skor 61%-80%
3. Cukup Puas skor 41%-60%
4. Tidak Puas skor 21%-40%
5. Sangat Tidak Puas skor 0%-20%
32 A. Hasil Penelitian
Hasil penelitian yang didapat dalam mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut di BPG Puskesmas Sukajadi Bandung terdapat lima dimensi kualitas pelayanan yaitu kehandalan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan, ketanggapan tenaga kesehatan, kejelesan tindakan/perawatan, sikap empati tenaga kesehatan, serta sarana dan prasarana yang diukur berdasarkan rentang Skor Kriteria Kepuasan berdasarkan Skala Likert disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berikut.
Tabel 4.1
Jumlah dan Persentase Jawaban Responden Terhadap Variabel Kehandalan Tenaga Kesehatan Dalam Memberikan Layanan
NO INDIKATOR
Jawaban responden terhadap kualitas pelayanan gigi dan mulut untuk variabel kehandalan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan di BPG Puskesmas Sukajadi Kota Bandung pada tabel 4.1, dari 80 responden (100%) yang diteliti didapatkan bahwa persentase jumlah skor sebesar 84,18%,
berdasarkan skala likert termasuk kedalam kriteria sangat puas. Dengan jawaban responden terbanyak terdapat pada kriteria puas sebanyak 54,2% dengan jawaban kepuasan tertinggi terdapat pada indikator kemampuan tenaga kesehatan gigi sebanyak 47 responden menjawab puas dan paling rendah 1,5% dengan jawaban tidak puas, jawaban ketidak puasan tertinggi yaitu sebanyak 5 responden menjawab tidak puas pada indikator kesesuaian jumlah tenaga kesehatan gigi dibandingkan dengan jumlah pasien yang harus dilayani.
Tabel 4.2
Jumlah Dan Persentase Jawaban Responden Terhadap Variabel Ketanggapan Tenaga Kesehatan
Jawaban responden terhadap kualitas pelayanan gigi dan mulut untuk variabel ketanggapan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan di BPG Puskesmas Sukajadi Kota Bandung pada tabel 4.2, dari 80 responden (100%) yang diteliti didapatkan bahwa persentase jumlah skor sebesar 81,58%, berdasarkan skala likert termasuk kedalam kriteria sangat puas. Dengan jawaban responden terbanyak terdapat pada kriteria puas sebanyak 53,75%
dengan jawaban kepuasan tertinggi terdapat pada ketanggapan tenaga kesehatan gigi terhadap keluhan pasien sebanyak 50 responden menjawab puas dan paling rendah 0,95% menjawab sangat tidak puas, dengan jawaban ketidak puasan tertinggi yaitu sebanyak 11 responden terhadap indikator waktu tunggu pelayanan.
Tabel 4.3
Jumlah Dan Persentase Jawaban Responden Terhadap Variabel Kejelasan Tindakan Perawatan
Jawaban responden terhadap kualitas pelayanan gigi dan mulut untuk variabel kejelasan tindakan perawatan di BPG Puskesmas Sukajadi Kota Bandung pada tabel 4.3, dari 80 responden (100%) yang diteliti didapatkan bahwa persentase jumlah skor sebesar 85,74%, berdasarkan skala likert termasuk kedalam kriteria sangat puas. Dengan jawaban responden terbanyak terdapat pada kriteria puas sebanyak 58,75% dengan jawaban kepuasan
tertinggi terdapat pada indikator keamanan dan kenyamanan tempat pelayanan sebanyak 49 responden menjawab puas dan paling rendah 1,05%
dengan jawaban sangat tidak puas, dengan jawaban ketidak puasan tertinggi yaitu sebanyak 2 responden terhadap indikator pengetahuan tenaga kesehatan gigi berkaitan dengan pelayanan BPG dan informasi hasil pemeriksaan yang lengkap.
Tabel 4.4
Jumlah Dan Persentase Jawaban Responden Terhadap Variabel Sikap Empati Tenaga Kesehatan
Jawaban responden terhadap kualitas pelayanan gigi dan mulut untuk variabel sikap empati di BPG Puskesmas Sukajadi Kota Bandung pada tabel 4.3, dari 80 responden (100%) yang diteliti didapatkan bahwa persentase jumlah skor sebesar 86,68%, berdasarkan skala likert termasuk kedalam kriteria sangat puas. Dengan jawaban responden terbanyak terdapat pada kriteria puas sebanyak 58,12% dengan jawaban kepuasan tertinggi terdapat pada indikator tenaga kesehatan memberikan pelayanan tanpa membeda-bedakan status pasien sebanyak 50 responden menjawab puas, dan paling rendah dan 0,31% menjawab sangat tidak puas, dengan jawaban ketidak puasan tertinggi yaitu sebanyak 4 responden terhadap indikator tenaga kesehatan memberikan kesempatan bertanya kepada pasien.
Tabel 4.5
Jumlah Dan Persentase Jawaban Responden Terhadap Variabel Sarana dan Prasarana
5 Fasilitas toilet yang nyaman dan bersih
Jawaban responden terhadap kualitas pelayanan gigi dan mulut untuk variabel sarana dan prasarana di BPG Puskesmas Sukajadi Kota Bandung pada tabel 4.5, dari 80 responden (100%) yang diteliti didapatkan bahwa persentase jumlah skor sebesar 82,93%, berdasarkan skala likert termasuk kedalam kriteria sangat puas. Jawaban responden terbanyak terdapat pada kriteria puas sebanyak 57,5%, dengan jawaban kepuasan tertinggi terdapat pada indikator fasilitas ruang tunggu yang nyaman, bersih dan aman sebanyak 51 responden menjawab puas dan paling rendah dan 0,2%
menjawab sangat tidak puas. dengan jawaban ketidak puasan tertinggi yaitu sebanyak 7 responden terhadap indikator fasilitas toilet yang nyaman dan bersih.
Tabel 4.6
Gambaran Tingkat Kepuasan Terhadap Pelayanana Kesehtan Gigi dan Mulut DI BPG Puskesmas Sukajadi Kota Bandung
No Dimensi Kepuasan Skor Persentasi
Kepuasan 1. Kehandalan tenaga kesehatan
dalam memberikan layanan
1549 84,18
2. Ketanggapan tenaga kesehatan 1201 81,58 3. Kejelesan tindakan/perawatan, 1552 85,74 4. Sikap empati tenaga kesehatan, 1276 86,68 5. Serta sarana dan prasarana 1526 82,93
Rata-rata 84,22
Berdasarkan tabel 4.6 yang menggambarkan tingkat kepuasan pasien dilihat dari lima dimensi kepuasan yaitu kehandalan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan, ketanggapan tenaga kesehatan, kejelesan tindakan/perawatan, sikap empati tenaga kesehatan, serta sarana dan prasarana terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Sukajadi Kota Bandung, dari 80 responden yang diteliti didapatkan persentasi rata-rata kepuasan pasien sebesar 84,22%, berdasarkan skala likert termasuk kedalam kriteria sangat puas.
B. Pembahasan
Dimensi pengukuran kepuasan pasien pada penelitian ini berdasarkan 5 dimensi kepuasan yaitu kehandalan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan, ketanggapan tenaga kesehatan, kejelasan tindakan/perawatan, sikap empati tenaga kesehatan, serta sarana dan prasarana.
Hasil gambaran tingkat kepuasan yang didapat berdasarkan jawaban kuesioner yang diisi oleh pasien BPG Puskesmas Sukajadi Kota Bandung pada tabel 4.1 diperoleh persentase jumlah skor sebesar 84,18% dengan kriteria sangat puas. Dengan jawaban paling banyak yaitu 54,2% atau sekitar 43 responden menjawab puas. Hal ini menunjukan bahwa dari dimensi kehandalan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan yaitu kemampuan, perofrsionalisme, tanggung jawab, kedisiplinan tenaga kesehatan, kesesuaian jumlah tenaga kesehatan dengan beban pekerjaan serta ketelitian tenga kesehtan dalam pemeriksaan sudah memberikan pelayanan yang bermutu dan hal ini juga memberikan respon yang positif dari para pasien yang berobat ke BPG tersebut. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut di BPG Puskesmas Sukajadi dilakukan oleh 2 orang dokter gigi yang melakukan pemeriksaan dan tindakan perawatan serta dua orang perawat gigi yang bertugas sebagai admin, asisten dan melakukan sterilisasi alat. Pasien merasa puas dengan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan sehingga pelayanan dapat dilakukan dengan baik. Hanya 1,5% responden yang merasa tidak puas dari seluruh pasien yang disurvey dengan jawaban tertinggi sebesar 5% terhadap ketidak puasan jumlah tenaga kesehatan gigi
dibandingkan dengan jumlah pasien yang harus dilayani. Dari hasil pengamatan peneliti ketidak puasan responden terhadap ketidak sesuaian jumlah tenaga kesehatan dengan jumlah pasien yang dilayani, dapat terjadi disebabkan oleh jumlah dental unit yang tidak sesuai dengan jumlah dokter gigi yang bertugas dimana hanya terdapat 1 buah dental unit sedangkan ada 2 dokter gigi dan 2 perawat gigi yang bertugas, sehingga pelayanan yang diberikan kurang maksimal. Disamping itu kadang-kadang tenaga kesehatan gigi yang sedang dinas luar sehingga tidak dapat melakukan pelayanan di BPG Puskesmas Sukajadi. Sebaiknya BPG Puskesmas Sukajadi menambahkan 1 buah dental unit agar tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan dengan optimal.
Hasil gambaran tingkat kepuasan yang didapat berdasarkan jawaban kuesioner yang diisi oleh pasien BPG Puskesmas Sukajadi Kota Bandung pada tabel 4.2 terhadap dimensi kualitas pelayanan kejelasan tindakan perawatan 80 responden (100%) yang diteliti didapatkan bahwa persentase jumlah skor sebesar 81,58% dengan kriteria sangat puas, dengan jawaban terbanyak yaitu 53,75% merasa puas. Namun masih terdapat 3,75%
responden yang merasa tidak puas, ketidak puasan tertinggi terdapat pada indikator waktu pelayanan yaitu sebanyak 10% responden menjawab tidak puas dan 3,8% menjawab tidak puas menurut hasil observasi dan wawancara yang dilakukan kepada responden, beberapa responden mengeluhkan waktu tunggu pelayanan terutama pada bagian administrasi. Pada hari-hari tertentu keadaan di tempat pendaftaran sangat padat, sehingga pasien yang datang
pada waktu tersebut merasa jenuh dan harus mengantri lebih lama untuk mendapatkan pelayanan di BPG. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Supranto (2001) cit Rahmah (2015) menyatakan bahwa pasien dengan waktu tunggu yang lama atau lambat akan menimbulkan perasaan tidak senang serta berpengaruh pada kepuasan perawatannya.
Hasil gambaran tingkat kepuasan yang didapat berdasarkan jawaban kuesioner yang diisi oleh pasien BPG Puskesmas Sukajadi Kota Bandung pada tabel 4.3 terhadap dimensi kulitas pelayanan kejelasan tindakan perawatan 80 responden (100%) yang diteliti didapatkan bahwa persentase jumlah skor sebesar 85,05% dengan kriteria sangat puas. Pada penelitian ini pasien merasa puas dengan pengetahuan tenaga kesehatan gigi berkaitan dengan pelayanan BPG, informasi hasil pemeriksaan yang lengkap, kejelasan prosedur tindakan perawatan, kejelasan instruksi sebelum/setelah perawatan, keamanan dan kenyamanan tempat pelayanan. Hanya 1,05% yang menjawab tidak puas dan 0,31% responden yang menjawab sangat tidak puas. Dari hasil pengamatan dari peneliti, kemungkinan ketidak puasan disebabkan oleh kurangnya penjelasan dari tenaga kesehatan tentang hasil pemeriksaan dan perawatan yang diperlukan. Hal ini dapat terjadi dikarenakan ada kondisi dimana banyaknya antrian pasien sehingga kesempatan waktu bagi pelayanan pemeriksaan terkadang memerlukan waktu yang lebih singkat, sehingga dapat mempengaruhi kejelasan informasi yang didapatkan oleh pasien. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Lupiyouadi (2001) cit Saragih (2015), daya tanggap adalah suatu kemampuan untuk membantu dan memberikan
pelayanan yang cepat (responsive) dan tepat kepada pelanggan, dengan penyampaian informasi yang jelas. Membiarkan konsumen menunggu tanpa adanya suatu alasan yang jelas menyebabkan persepsi negative dalam kualitas pelayanan.
Hasil gambaran tingkat kepuasan yang didapat berdasarkan jawaban kuesioner yang diisi oleh pasien BPG Puskesmas Sukajadi Kota Bandung pada tabel 4.4 terhadap dimensi kualitas sikap empati dari 80 responden (100%) yang diteliti didapatkan bahwa persentase jumlah skor sebesar 86,68% kepuasan tersebut menurut penulis merupakan hasil dari kerja keras tenaga kesehatan untuk menunjukkan sikap empati terhadap setiap pasien yang berkunjung ke BPG Puskesmas Sukajadi. Hanya 1,87% responden yang menjawab tidak puas, hal ini juga dapat disebabkan dari banyaknya pasien yang harus dilayani pada waktu-waktu tertentu sehingga sehingga mengakibatkan berkurangnya komunikasi dan perhatian tenaga kesehatan pada pasien. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Pohan (2006) yaitu dengan adanya komunikasi yang baik antara penyelenggara layanan kesehatan dengan pasien dapat mengurangi ketidak puasan. Komunikasi yang ikhlas, tulus dan penuh perhatian merupakan metode yang sangat efektif untuk mewujudkan suasana yang saling mempercayai saling menghargai, saling menghormati, suasana yang kondusif untuk memodifikasi atau mengubah harapan pasien yang telah terbentuk.
Hasil gambaran tingkat kepuasan yang didapat berdasarkan jawaban kuesioner yang diisi oleh pasien BPG Puskesmas Sukajadi Kota Bandung
pada tabel 4.5 terhadap dimensi kualitas sikap empati dari 80 responden (100%) yang diteliti didapatkan bahwa persentase jumlah skor sebesar, 86,68% dengan kriteria sangat puas. Responden merasa puas dengan peralatan kesehatan gigi dan mulut yang lengkap dan modern yaitu dalam pelayanan difasilitasi oleh satu buah dental unit, peralatan dan bahan kedokteran gigi yang cukup lengkap untuk menunjang pelayanan di BPG, penataan ruangan pelayanan yang ergonomis denagan ruangan yang cukup luas sehingga terdapat cukup ruang untuk bergerak, pencahayaan, dan ventilasi udara yang baik, fasilitas ruang tunggu yang bersih dan dilengkapi dengan poster tentang kesehatan gigi dan mulut, serta kursi tunggu yang cukup sehingga pasien dapat menunggu antrian pelayanan dengan nyaman.
Namun masih terdapat 2,5% responden yang menjawab tidak puas dan 0,2%
yang menjawab tidak puas, rata-rata responden mengeluhkan fasilitas toilet yang kurang bersih dan nyaman, kemungkinan hal ini disebabkan karena petugas kebersihan hanya membersihkan toilet saat pagi sebelum jam pelayanan dan sore setelah jam pelayanan selesai, diharapkan dilakukan kontrol oleh petugas kebersihan selama jam pelayanan terhadap kebersihan toilet sehingga pasien dapat menggunakan toilet dengan nyaman.
Kepuasan responden/pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Sukajadi merupakan perasaan senang atau kecewa terhadap hasil pelayanan yang telah didapatkan setelah membandingkannya dengan harapannya terhadap pelayanan tersebut. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Pohan (2007) Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan
yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Hal ini juga sesuai dengan penelitian Imran (2013) menyatakan bahwa perasaan puas atau ketidak puasan yang dirasakan oleh pasien merupakan ekspresi perasaan senang atau kecewa dari seseorang yang mendapatkan kesan dari membandingkan hasil pelayanan kinerja dengan harapan-harapannya.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa gambaran tingkat kepuasan pasien yang berkunjung ke BPG Puskesmas Sukajadi berdasarkan dimensi kepuasan yaitu kehandalan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan, ketanggapan tenaga kesehatan, kejelasan tindakan/perawatan, sikap empati tenaga kesehatan, serta sarana dan prasarana menghasilkan didapatkan bahwa rata-rata responden merasa puas. Kelima dimensi merupakan representasi menyeluruh tentang BPG Puskesmas Sukajadi. Semua hal tersebut merupakan hasil berkesinambungan dari suatu sistem pelayanan kesehatan terutama dikhususkan untuk pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
47 A. Kesimpulan
1. Hasil pengukuran terhadap kepuasan kehandalan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan dari total 80 responden (100%) yang disurvey didapatkan persentase jumlah skor 84,18% berdasarkan skala likert termasuk kedalam kriteria sangat puas.
2. Hasil pengukuran terhadap kepuasan ketanggapan tenaga kesehatan dari total 80 responden (100%) yang disurvey didapatkan persentase jumlah skor 81,58% berdasarkan skala likert termasuk kedalam kriteria sangat puas.
3. Hasil pengukuran terhadap kejelasan tindakan/perawatan dari total 80 responden (100%) yang disurvey didapatkan persentase jumlah skor 85,74% berdasarkan skala likert termasuk kedalam kriteria sangat puas.
4. Hasil pengukuran terhadap sikap empati tenaga kesehatan dari total 80 responden (100%) yang disurvey didapatkan persentase jumlah skor 86,68% berdasarkan skala likert termasuk kedalam kriteria sangat puas.
5. Hasil pengukuran terhadap sarana dan prasarana dari total 80 responden (100%) yang disurvey didapatkan persentase jumlah skor 82,93%
berdasarkan skala likert termasuk kedalam kriteria sangat puas.
6. Hasil penelitian terhadap tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Sukajadi Kota Bandung didapatkan persentase jumlah skor 84,22% berdasarkan skala likert termasuk kedalam kriteria sangat puas.
B. Saran
Dari kesimpulan di atas, maka penulis ingin memberikan saran sebagai berikut:
1. Sebaiknya dimensi pelayanan yang sudah mendapatkan respon sangat puas dari pasien harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan dengan cara melakukan pengukuran kepuasan pasien secara berkala minimal 6 bulan sekali sehingga dapat mengawasi dan menjaga mutu pelayanan kesehatan.
Denagn begitu pasien akan terus merasa puas dan akan berkunjung kembali untuk mendapatkan pelayanan kesehatan atau merekomendasikan kepada kerabatnya.
2. Dimensi pelayanan yang masih kurang puas perlu diadakan perbaikan dan peningkatan pelayanan, diantaranya penambahan jumlah dental unit untuk mengoptimalkan kinerja tenaga kesehatan BPG, waktu tunggu pelayanan dengan meningkatkan kinerja bagian administrasi, dan fasilitas toilet dengan melakukan kontrol terhadap kebersihan toilet oleh petugas kebersihan,
Gigi Di Poliklinik Gigi Dan Mulut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Kabupaten Bone. Skripsi. Makassar: Universitas Hasanudin. Diakses tanggal 2 Maret 2017
Rahmah, A. A. Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien BPJS terhadap Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Sukajadi Kota Bandung.
(Karya Tulis Ilmiah). Bandung: Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Bandung
Azwar, A. 1996. Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta: Binarupa Aksara Bustami. 2011. Penjaminan Mutu Pelayanan Kesehatan & Akseptabilitasnya.
Jakarta: Penerbit Erlangga
Herijuliyanti, E., Indriani, T. dan Artini, S. 2002. Pendidikan Kesehatan Gigi.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Hill, N., Roche, G. dan Allen R. 2007. Customer Satisfaction: The customer experience through the costumerβs eyes. London: 2007
Husein, U. 2005. Riset Pemasaran & Perilaku Konsumen. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Imran. 2013. Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kesehatan Kesehatan Gigi dan Mulut di Klinik Regular Lembaga Kedokteran Gigi TNI AL. R.E. Martadinata Jakarta. (Karya Tulis
Melaina, R. 2016. Pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas linggang bingung kecamatan linggang bingung kabupaten kutai barat. eJournal Administrasi Negara, Vol. 4, No. 4. Diakeses 28 Februari 2017
Notoatmodjo, S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Pohan, I. S. 2007. Jaminan Mutu Layanan Kesehatan: Dasar-Dasar Pengertian Dan Penerapan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. Kep/25/M.PAN/2/2004 Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah
Saragih, D. S. 2015.Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Di Puskesmas Kopelma Darussalam Banda Aceh (Skripsi). Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala
Setyaningsih W., Adriani R. B., Prihatini E. 2012. Mutu Pelayanan Dan Tingkat Kepuasan Pasien Di Klinik Terpadu Politeknik Kesehatan Surakarta.
Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan, Vol.1, No. 1. Diakses tanggal 28 Februari 2017
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
tenaga kesehatan Sarana dan prasarana β NO RESPONDEN kesehatan tenaga kesehatan perawatan
37 NHT 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 89
76 ENST 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 85
77 DSS 4 4 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 4 83
78 YHB 5 5 4 3 3 4 3 5 5 3 4 5 3 4 3 4 5 5 3 4 4 4 3 91
79 AAS 5 4 4 4 5 2 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 93
80 ERM 4 5 5 5 4 3 4 4 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 95